• Tidak ada hasil yang ditemukan

Izin dan Legalitas Bangunan Gedung

N/A
N/A
budi haryanto

Academic year: 2024

Membagikan "Izin dan Legalitas Bangunan Gedung"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

PERIZINAN DAN LEGALITAS BANGUNAN GEDUNG

Tingkat Dasar

DIKLAT PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG

(2)

Nama : ismono yahmo, ir.ma

Tmpt, tgl lahir : semarang, 25 september 1953

Alamat : jl. merak i blok f1 No14 bintaro jaya, jakarta selatan.

No tel/hp : 021 7364534/08129696730

Email : [email protected]/[email protected]

Pendidikan : s1 arsitektur ugm

s2 urban management erasmus university, the netherlands

Pekerjaan : penilai ahli lpjkn

asesor/penilai teknis pengarah usbu lpjkn

tenaga ahli bidang bangunan gedung, gedung dan rumah negara, jasa konstruksi, regulasi bidang bg/bgrn/jakon

Pengalaman : direktorat tata bangunan djck kementerian pu biro hukum kementerian pu

badan pembinaan konstruksi kementerian pu

CV

(3)

DISKRIPSI SINGKAT MATA DIKLAT

Mata Diklat ini dimaksudkan memberikan

pemahaman kepada peserta diklat tentang

perizinan dan legalitas bangunan gedung,

melalui ceramah interaktif dan diskusi.

(4)

HASIL BELAJAR

Diharapkan setelah mengikuti diklat ini,

peserta mampu memahami dan

melaksanakan perizinan dan legalitas

bangunan gedung.

(5)

INDIKATOR HASIL BELAJAR

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu memahami dan melaksanakan pengelolaan:

1. Keterangan rencana Kab/Kota 2. Izin Lingkungan

3. Izin Mendirikan Bangunan 4. Sertifikat Laik Fungsi

5. Tim Ahli Bangunan Gedung

(6)

MATERI POKOK

Keterangan Rencana Kab/Kota

1

Izin lingkungan (UKL, UPL, ANDALdan ANDALIN)

2

Izin mendirikan bangunan

3

Sertifikat Laik fungsi

4

Rencana Teknis Pembongkaran (RTB)

5

Tim Ahli Bangunan Gedung (SLF)

6

(7)

KETERANGAN RENCANA KABUPATEN

Fungsi BG yang dapat dibangun Ketinggian maksimum

Jumlah lantai BG di bawah permukaan tanah & KTB GSB dan Jarak bebas minimum BG

KDB & KLB Maksimum KDH Maksimum

KTB Maksimum

Jaringan Utilitas Kota

(8)

KETERANGAN RENCANA KABUPATEN

Fungsi BG yang dapat dibangun

Penetapan fungsi bangunan pertama kali diusulkan oleh calon pemilik bangunan gedung dalam bentuk rencana teknis bangunan gedung dan tidak boleh bertentangan dengan peruntukan lokasi yang telah diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat. Selanjutnya, penetapan fungsi ini dilakukan oleh pemerintah daerah pada saat proses pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) berdasarkan rencana teknis yang diusulkan calon pemilik bangunan yang harus memenuhi persyaratan yang diwajibkan sesuai fungsi bangunan gedung.

(9)

KETERANGAN RENCANA KABUPATEN

Ketinggian Maksimum

Persyaratan ketinggian maksimal tersebut

ditetapkan dalam bentuk Koefisien Lantai

Bangunan (KLB) dan/atau Jumlah Lantai Bangunan

(JLB) maksimal

(10)

KETERANGAN RENCANA KABUPATEN

• Garis Sempadan Muka Bangunan Gedung

• Garis Sempadan Samping dan Belakang Bangunan Gedung

• Jarak Bebas Bangunan Gedung

• Pemisah di Sepanjang Halaman Depan / Samping / Belakang Gedung

Garis Sempadan Bangunan

(11)

KETERANGAN RENCANA KABUPATEN

• Koefisien Dasar Bangunan (KDB) adalah angka presentase berdasarkan perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan gedung dan luas lahan/tanah

perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan

lingkungan. Sedangkan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) adalah angka presentase perbandingan antara luas

seluruh lantai bangunan gedung dan luas tanah

perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan

KDB & KLB

(12)

KETERANGAN RENCANA KABUPATEN

• Koefisien Daerah Hijau (KDH) adalah angka presentase perbandingan antara luas seluruh ruang terbuka di luar bangunan gedung yang diperuntukkan bagi

pertamanan/penghijauan dan luas tanah perpetakan/

daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan.

Koefisien Daerah Hijau ditetapkan sesuai dengan peruntukan dalam rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan. KDH minimal 10% pada daerah yang padat hingga sangat padat

KDH

(13)

KETERANGAN RENCANA KABUPATEN

• Koefisien Tapak Basement (KTB) adalah angka presentase berdasarkan perbandingan antara luas tapak basement dan luas lahan/tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan

KTB

(14)

KETERANGAN RENCANA KABUPATEN

• Jaringan Utilitas Kota merupakan berbagai macam

prasarana pendukung yang terdapat di sebuah kota, yaitu dapat berupa, jaringan air bersih, jaringan telepon dan internet, jaringan listrik, jaringan air kotor, sarana

persampahan, jaringan transportasi dan jaringan pipa gas

Jaringan Utilitas

(15)

IZIN LINGKUNGAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)

ANDAL (Analisa Dampak Lingkungan) dan ANDALALIN (

Analisa Dampak Lalu Lintas)

(16)

IZIN LINGKUNGAN

• UKL-UPL adalah pengelolaan dan pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan

Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)

(17)

IZIN LINGKUNGAN

• ANDAL adalah suatu mekanisme penerapan dan

pelaksanaan dari sistem AMDAL yang ditetapkan atas suatu rencana kegiatan konkrit dan atas suatu

perencanaan proyek tertentu, jadi ANDAL dapat diartikan melaksanakan apa yang telah ditentukan oleh AMDAL

• Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) adalah suatu kajian khusus yang menilai efek-efek yang ditimbulkan oleh lalu lintas yang dibangkitkan/ditarik, oleh suatu

pengembangan kawasan terhadap jaringan transportasi di sekitarnya

ANDAL (Analisa Dampak Lingkungan) dan ANDALALIN ( Analisa Dampak Lalu Lintas)

(18)

KEGIATAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN

Tata Cara

Pernerbitan IMB Proses IMB

Tata Cara Pengesahan Dok

Rencana Teknis

Pemeriksaan Permohonan IMB

Kelengkapan Dokumen IMB

Perubahan Rencana Teknis dalam

Pelaksanaan Konstruksi

Jangka Waktu Proses Penerbitan

IMB

Pembekuan dan Pencabutan IMB

Pendataan dan Pendaftaran IMB

(19)

>

<

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

IMB

19

adalah perizinan yang diberikan oleh pemerintah daerah kecuali untuk bangunan gedung fungsi khusus oleh Pemerintah kepada pemilik bangunan gedung untuk

membangun baru, mengubah,

memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang

berlaku.

(20)

>

<

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Landasan Yuridis

20

untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan bangunan gedung dan menjamin keandalan teknis bangunan gedung serta mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, setiap pendirian

bangunan gedung harus berdasarkan Izin

Mendirikan Bangunan Gedung

(21)

>

<

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

01 02 03

Fungsi dan Klasifikasi Bangunan Gedung

04

05 06

Ruang Lingkup

21

Persyaratan Permohonan Penerbitan IMB Tata Cara

Penyelenggara an IMB

Retribusi IMB

Dokumen IMB

Pembinaan

(22)

>

<

01

Fungsi dan Klasifikasi

22

a. fungsi hunian b. fungsi

keagamaan

c. fungsi usaha d. fungsi sosial budaya

e. fungsi khusus

Bangunan gedung dapat memiliki lebih dari 1 fungsi.

Bangunan gedung didirikan sesuai dengan ketentuan dalam RTRW Nasional, RTRW provinsi, RTRW kabupaten/kota,

RDTR/Penetapan Zonasi kabupaten/kota, dan/atau RTBL.

(23)

>

<

01

Fungsi dan Klasifikasi

23

a. tingkat

kompleksitas b. tingkat

permanensi

c. tingkat risiko kebakaran

d. zonasi gempa e. lokasi

f. ketinggian

g. kepemilikan

(24)

>

<

01

Fungsi dan Klasifikasi

24

Klasifikasi BG untuk

Penyelenggaraan IMB

BG Sederhana

a. bangunan gedung

sederhana 1 (satu) lantai;

b. bangunan gedung

sederhana 2 (dua) lantai.

BG Tidak Sederhana

a. bangunan gedung tidak sederhana bukan untuk kepentingan umum;

b. bangunan gedung tidak sederhana untuk

kepentingan umum.

BG Khusus

(25)

>

<

01

Fungsi dan Klasifikasi

25

Bangunan Gedung Sederhana

Bangunan Gedung 1 Lantai

a. BG dengan karakter sederhana serta memiliki kompleksitas dan teknologi sederhana;

b. Penilaian kelaikan dok. rencana teknis dilakukan oleh aparatur instansi teknis dan kecamatan;

c. Masyarakat dapat menggunakan persyaratan pokok tahan gempa dan desain prototipe.

Bangunan Gedung 2 lantai

a. BG dengan karakter sederhana serta memiliki kompleksitas dan teknologi sederhana;

b. Penilaian kelaikan dok. rencana teknis dilakukan oleh aparatur instansi teknis;

c. Masyarakat dapat menggunakan persyaratan pokok tahan gempa dan desain prototipe.

(26)

>

<

01

Fungsi dan Klasifikasi

26

Bangunan Gedung Tidak Sederhana

a. BG dengan karakter tidak sederhana serta memiliki kompleksitas dan/atau teknologi tidak sederhana;

b. Penilaian kelaikan dok. rencana teknis dilakukan oleh aparatur instansi teknis;

a. BG dengan karakter tidak sederhana serta memiliki kompleksitas dan/atau teknologi tidak sederhana untuk kepentingan umum;

b. Penilaian kelaikan dok. rencana teknis dilakukan oleh TABG

Bukan untuk Kepentingan

Umum

Untuk Kepentingan

Umum

BG Khusus

a. BG yang memiliki penggunaan dan persyaratan khusus

yang dalam

perencanaan dan pelaksanaannya memerlukan penyelesaian/

teknologi khusus;

b. Penilaian kelaikan dok. rencana teknis dilakukan oleh TABG

(27)

>

<

02

Persyaratan Permohonan

Setiap orang dan/atau badan hukum termasuk instansi pemerintah yang mengajukan permohonan IMB harus memenuhi seluruh persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang diatur dalam Peraturan Menteri ini.

Dalam pengajuan permohonan IMB, pemerintah daerah harus:

a. melayani permohonan IMB sesuai dengan ketentuan di dalam Peraturan Menteri ini; dan

b. menyampaikan persyaratan permohonan IMB dengan jelas.

a. persyaratan administratif

b. persyaratan teknis

27

(28)

>

<

02

Persyaratan Permohonan

28

Persyaratan Administratif

Data Pemohon

a. formulir data pemohon;

dan

b. dokumen identitas pemohon.

Data Tanah

a. surat bukti status hak atas tanah yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dan/atau pejabat lain yang diatur dalam peraturan perundang- undangan;

b. data kondisi atau situasi tanah yang merupakan data teknis tanah; dan c. surat pernyataan bahwa

tanah tidak dalam status sengketa.

Dokumen dan Surat

a. fotokopi KRK; dan b. formulir terkait surat

pernyataan untuk:

mengikuti ketentuan dalam KRK

menggunakan persyaratan pokok tahan gempa

menggunakan desain prototipe

(29)

>

<

02

Persyaratan Permohonan

29

Persyaratan Teknis

Data Umum Bangunan

Gedung

a. nama bangunan gedung;

b. alamat lokasi bangunan gedung;

c. fungsi dan/atau klasifikasi bangunan gedung;

d. jumlah lantai bangunan gedung;

e. luas lantai dasar bangunan gedung;

f. total luas lantai bangunan gedung;

g. ketinggian bangunan gedung;

h. luas basement;

i. umlah lantai basement;

dan

j. posisi bangunan gedung

Dokumen Rencana Teknis

BG

a. rencana arsitektur;

b. rencana struktur; dan c. rencana utilitas.

Dokumen Rencana Teknis:

a. Bangunan Gedung Sederhana 1 (satu) Lantai

b. Bangunan Gedung Sederhana 2 (dua) Lantai

c. Bangunan Gedung Tidak Sederhana dan Bangunan Gedung Khusus

Persyaratan tata bangunan dan lingkungan:

a. Peruntukan lokasi dan intensitas bangunan gedung;

b. Arsitektur bangunan gedung;

c. Pengendalian dampak lingkungan;

d. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL);

e. Pembangunan bangunan gedung di atas dan/atau di bawah tanah, air dan/atau prasarana/sarana umum.

Persyaratan keandalan bangunan gedung:

a. Persyaratan keselamatan bangunan gedung;

b. Persyaratan kesehatan bangunan gedung;

c. Persyaratan kenyamanan bangunan gedung; dan d. Persyaratan kemudahan bangunan gedung.

(30)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

30

1. pengendalian penyelenggaraan bangunan gedung;

2. pembagian kewenangan penerbitan IMB;

3. tahapan penyelenggaraan IMB;

4. IMB bertahap;

5. Jangka waktu proses permohonan dan penerbitan IMB;

6. Perubahan rencana teknis dalam tahap pelaksanaan konstruksi;

7. Pembekuan dan pencabutan IMB;

8. Pendataan bangunan gedung;

9. IMB untuk bangunan gedung yang dibangun kolektif;

10.Penyelenggaraan IMB di daerah.

(31)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

31

pengendalian penyelenggaraan bangunan gedung

a. pembangunan bangunan gedung baru, dan/atau prasarana bangunan gedung;

b. renovasi bangunan gedung dan/atau prasarana

bangunan gedung, meliputi pembaruan, peremajaan atau penyempurnaan;

c. rehabilitasi bangunan gedung dan/atau prasarana bangunan gedung melalui upaya pemulihan kondisi suatu bangunan gedung cagar budaya agar dapat dimanfaatkan secara efisien untuk fungsi kekinian

dengan cara perbaikan atau perubahan tertentu dengan tetap menjaga nilai kesejarahan, arsitektur, dan budaya;

dan

d. pelestarian atau pemugaran.

(32)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

32

1. melakukan mekanisme pembinaan dan pengawasan;

2. mengalokasikan anggaran biaya operasional penerbitan IMB;

3. memberikan pelatihan sumber daya manusia; dan

4. mengkompilasi data bangunan gedung berdasarkan penerbitan IMB di kecamatan.

pembagian kewenangan penerbitan IMB

a. pemerintah kabupaten/kota atau pemerintah provinsi untuk DKI Jakarta menerbitkan IMB untuk bangunan gedung sederhana, tidak sederhana, dan khusus; dan b. pemerintah kabupaten/kota atau pemerintah provinsi

untuk DKI Jakarta dapat mendelegasikan kewenangan penerbitan IMB untuk bangunan gedung sederhana 1 (satu) lantai kepada kecamatan.

(33)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

33

tahapan penyelenggaraan IMB

a. proses prapermohonan IMB;

b. proses permohonan IMB;

c. proses penerbitan IMB; dan d. pelayanan administrasi IMB.

penerbitan permohonan

prapermohonan

a. permohonan KRK oleh pemohon kepada pemerintah daerah;

b. penyampaian informasi persyaratan permohonan penerbitan IMB oleh pemerintah daerah kepada pemohon;

c. pemohon harus mengurus perizinan dan/atau rekomendasi teknis lain dari instansi berwenang untuk permohonan IMB bangunan gedung tidak sederhana untuk kepentingan umum dan bangunan khusus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

a. Proses permohonan IMB merupakan pengajuan surat permohonan IMB kepada pemerintah daerah dengan melampirkan dokumen persyaratan administratif dan persyaratan teknis.

b. Pemerintah daerah harus melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan administratif dan persyaratan teknis.

c. Dalam hal persyaratan administratif dan/atau persyaratan teknis tidak lengkap, pemerintah daerah mengembalikan dokumen permohonan IMB.

d. Pengembalian dokumen permohonan IMB dilengkapi surat pemberitahuan kelengkapan persyaratan.

a. penilaian dokumen rencana teknis;

b. persetujuan tertulis; dan c. penerbitan dokumen IMB

(34)

>

< 34

Bagan Alir Penyelenggaraan IMB BG

Sederhana 1 (satu) lantai

(35)

>

< 35

Bagan Alir Penyelenggaraan IMB BG

Sederhana 2 (dua) lantai

(36)

>

< 36

Bagan Alir Penyelenggaraan IMB BG Tidak Sederhana Bukan untuk Kepentingan Umum

(37)

>

< 37

Bagan Alir Penyelenggaraan IMB BG Tidak Sederhana untuk Kepentingan Umum dan BG Khusus

(38)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

38

IMB bertahap

Pemerintah daerah dapat menerbitkan IMB bertahap untuk bangunan gedung tidak sederhana untuk kepentingan

umum dan bangunan gedung khusus dengan ketentuan:

a. memiliki ketinggian bangunan lebih dari 8 (delapan) lantai dan/atau luas bangunan di atas 2.000 (dua ribu) meter persegi;

b. menggunakan pondasi dalam lebih dari 2 (dua) meter.

Penerbitan IMB bertahap dilakukan melalui proses

penerbitan IMB pondasi dan dilanjutkan dengan penerbitan IMB.

Pengajuan permohonan IMB bertahap harus dilakukan dalam waktu bersamaan dalam satu kesatuan dokumen permohonan.

(39)

>

< 39

Bagan Alir Penyelenggaraan IMB Pondasi

(40)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

40

Jangka waktu proses permohonan dan penerbitan IMB

a. Bangunan Gedung Sederhana 1 (satu) Lantai: paling lama 3 hari

b. Bangunan Gedung Sederhana 2 (dua) Lantai: paling lama 4 hari

c. Bangunan Gedung Tidak Sederhana

Bukan Untuk Kepentingan Umum: paling lama 7 hari

d. Bangunan Gedung Tidak Sederhana Untuk Kepentingan Umum dan Bangunan Khusus:

• 1 - 8 lantai: paling lama 12 hari

• >8 lantai: paling lama 30 hari

e. Pondasi untuk BG Tidak Sederhana untuk Kepentingan Umum dan BG Khusus: paling lama 18 hari

PTSP

KOTA MOJOPAHIT

Day Date Time In Time Out Time In Time Out Regular Hours Overtime (1.5

rate) Total Pay

Sunday Jan 1, 2013 $67.00

Monday Jan 2, 2013 9:00 AM 11:00 AM 12:00 PM 6:00 PM 8 $80.00

Tuesday Jan 3, 2013 8:00 AM 12:00 PM 1:00 PM 6:00 AM 8 1 $95.00

Wednesday Jan 4, 2013 8:00 AM 12:00 PM 1:00 PM 7:00 PM 8 2 $110.00

Thursday Jan 5, 2013 8:00 AM 11:00 AM 12:00 PM 6:00 AM 8 1 $95.00

Friday Jan 6, 2013 8:00 AM 11:00 AM 12:00 PM 5:00 PM 8 $80.00

Saturday Jan 7, 2013 $78.00

40 4 $605.00

Rate per hour: $10.00

Week 1/1/13 - 1/7/13

Employee Name Surname

Manager Name Surname

Employee Phone 000-000-0000

Employee e-mail [email protected]

(41)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

41

Perubahan rencana teknis dalam tahap pelaksanaan konstruksi

a. perubahan akibat kondisi, ukuran lahan kavling atau persil yang tidak sesuai dengan rencana teknis dan/atau adanya kondisi eksisting di bawah permukaan tanah yang tidak dapat diubah atau dipindahkan seperti jaringan prasarana dan benda cagar budaya;

b. perubahan akibat perkembangan kebutuhan pemilik bangunan gedung seperti penampilan arsitektur, penambahan atau pengurangan luas dan jumlah lantai, dan tata ruang-dalam;

c. perubahan fungsi atas permintaan pemilik bangunan.

(42)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

42

Pembekuan dan pencabutan IMB

a. Pelanggaran pada masa konstruksi bangunan gedung yang tidak sesuai dengan dokumen IMB dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan dan pencabutan IMB sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. Ketentuan teknis mengenai pembekuan dan pencabutan IMB diatur secara terpisah dalam Peraturan Daerah.

(43)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

43

Pendataan bangunan gedung

a. Pendataan bangunan gedung dilakukan bersamaan dengan proses penerbitan IMB.

b. Pendataan bangunan gedung baru dilakukan berdasarkan data pada surat permohonan IMB.

c. Pendataan bangunan gedung harus dilakukan secara keseluruhan dengan sistem terkomputerisasi paling lama 3 (tiga) tahun setelah diundangkan Peraturan Menteri ini.

d. Pendataan bangunan gedung dilaksanakan sesuai dengan pedoman teknis pendataan bangunan gedung.

(44)

>

<

03

Tata Cara Penyelenggaraan

44

IMB untuk bangunan gedung yang dibangun kolektif

Penyelenggaraan IMB untuk bangunan

gedung yang dibangun kolektif, seperti

bangunan gedung hunian rumah tinggal

tunggal, dan rumah deret di satu

kawasan, prinsipnya mengikuti proses

penyelenggaraan IMB pada bangunan

gedung tidak sederhana bukan untuk

kepentingan umum.

(45)

SERTIFIKAT LAIK FUNGSI

1

• Pola Umum Pengaturan SLF Bangunan Gedung

2

• Tata Cara Penerbitan SLF Bangunan Gedung

3

• Tata Cara Perpanjangan SLF Bangunan Gedung

4

• Permohonan SLF BG

5

• Dokumen SLF BG

• Pemeriksaan Berkala & Kelaikan Fungsi

• Pembinaan

(46)

Amanat UUBG dan PPBG ;

Untuk mewujudkan TP dan KB perlu

ngendalian penyelenggaraan BG melalui mekanisme IMB dan SLF;

Untuk menjamin keandalan BG sebelum dan selama pemanfaatan BG;

Untuk memberikan kepastian hukum bahwa BG secara adm dan teknis laik untuk

difungsikan

Latar Belakang

(47)

08/21

PRINSIP PEMBERIAN SLF

PELAYANAN PRIMA

TANPA PUNGUTAN BIAYA

(48)

PENGGOLONGAN BG UNTUK PROSES SLF

BG PADA UMUMNYA

HUNIAN

RUMAH TINGGAL TUNGGAL SEDERHANA & RUMAH DERET SEDERHANA

UNTUK KEPEN- TINGAN UMUM

FUNGSI KHUSUS

HUNIAN RUMAH TINGGAL TIDAK SEDERHANA

(2 lantai atau lebih)

& BG LAINNYA PADA UMUMNYA HUNIAN

RUMAH TINGGAL TUNGGAL

& RUMAH DERET (s.d. 2 lantai)

10/21

BG TERTENTU

Pengelompokan sesuai dengan tingkat kompleksitas proses penerbitan/

perpanjangan SLF

(49)

PEMBERIAN SLF

PENERBITANSLF SLF

PERPANJANGAN SLF SLFn

11/21

PELAYANAN ADMINISTRASI SLF

(50)

12/21

BAGAN SIKLUS PEMERIKSAAN KELAIKAN FUNGSI BG

PEMERIKSAAN KELAIKAN FUNGSI

SP PEMERIKSAAN KELAIKAN

FUNGSI

SLF

PEMERIKSAAN BERKALA

PEMERIKSAAN KELAIKAN FUNGSI

SP PEMERIKSAAN BERKALA

SP PEMERIKSAAN KELAIKAN

FUNGSI

SLFn

(51)

BAGAN TATA CARA PENERBITAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI

BG SELESAI

Surat tanah IMB

PEMERIKSAAN DOKUMEN ADMINISTRATIF

PEMERIKSAAN/

PENGUJIAN PERSYARATAN TEKNIS

Lain-lain As built drawings SELEKSI

DOKUMEN PELAKSANAAN

Surat Permohonan PERMOHONAN PENERBITAN SLF

Surat Koordinasi KOORDINASI INSTANSI TERKAIT

Lbr Pengesahan PERSETUJUAN/

PENGESAHAN SP/REKOM

DOK.

SERTIFIKAT LAIK FUNGSI (SLF) Laporan

PEMERIKSAAN OLEH INSTANSI TERKAIT

PERBAIKAN/

PENYESUAIAN Ya Tidak SESUAI?

Rekomendasi Daftar Simak PENGESAHAN DAFTAR SIMAK SP/Rekomendasi

PERBAIKAN SESUAI?

Daftar Simak PENGESAHAN DAFTAR SIMAK Ya

Tidak

KETERANGAN :

Surat Pernyataan

Opsional, dilakukan jika diperlukan SP

13a/21

(52)

BAGAN TATA CARA PENERBITAN SLF BG FUNGSI KHUSUS

BG SELESAI

Surat tanah IMB

PEMERIKSAAN DOKUMEN ADMINISTRATIF

PEMERIKSAAN/

PENGUJIAN PERSYARATAN TEKNIS

Lain-lain As built drawings SELEKSI

DOKUMEN PELAKSANAAN

Rekomendasi Daftar Simak PEMERIKSAAN/

PENGUJIAN KELAI KAN FNGS OLEH TIM INTERNAL

Surat Permohonan PERMOHONAN PENERBITAN SLF

Surat Koordinasi KOORDINASI INSTANSI TERKAIT

Lbr Pengesahan PERSETUJUAN/

PENGESAHAN SP/REKOM

DOK.

SERTIFIKAT LAIK FUNGSI (SLF) Laporan

PEMERIKSAAN OLEH INSTANSI TERKAIT

PERBAIKAN/

PENYESUAIAN Ya Tidak PERBAIKAN

SESUAI?

SESUAI?

Ya

Tidak

Rekomendasi Daftar Simak PENGESAHAN DAFTAR SIMAK Daftar Simak

PENGESAHAN DAFTAR SIMAK

SP/Rekomendasi

KETERANGAN :

Surat Pernyataan

Opsional, dilakukan jika diperlukan Kegiatan internal oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang fungsi khusus SP

13b/21

(53)

BAGAN TATA CARA PERPANJANGAN SLF BANGUNAN GEDUNG

Laporan

Rekomendasi BG

DIMANFAAT KAN

5/20 thn

PEMERIKSAAN/

PENGUJIAN PERSY. TEKNIS &

ADMINISTRATIF

Surat Permohonan PERMOHONAN PERPANJANGAN SLF

Surat Koordinasi KOORDINASI INSTANSI TERKAIT

Lbr Pengesahan PERSETUJUAN/

PENGESAHAN

DOK.

SERTIFIKAT LAIK FUNGSI (SLFn)

PEMERIKSAAN OLEH

INST. TERKAIT

PERBAIKAN/

PENYESUAIAN

Daftar Simak

PENGESAHAN DAFTAR SIMAK

KETERANGAN :

SP Surat Pernyataan

Opsional, dilakukan jika diperlukan Ya

Tidak Lap/cttan pmliharaan

Lap/cttan perawatan

PEMERIKSAAN BERKALA

PERBAIKAN

Daftar Simak

PENGESAHAN DAFTAR SIMAK Ya

Tidak SESUAI?

SESUAI?

SP/Rekomendasi

14a/21

(54)

BAGAN TATA CARA PERPANJANGAN SLF BG FUNGSI KHUSUS

Laporan

Rekomendasi Daftar Simak PEMERIKSAAN/

PENGUJIAN KELAIKAN FUNGSI OLEH TIM INTRNAL

Rekomendasi BG

DIMANFAAT KAN

5 thn

PEMERIKSAAN/

PENGUJIAN PERSY. TEKNIS &

ADMINISTRATIF

Surat Permohonan PERMOHONAN PERPANJANGAN SLF

Surat Koordinasi KOORDINASI INSTANSI TERKAIT

Lbr Pengesahan PERSETUJUAN/

PENGESAHAN SP/REKOM.

DOK.

SERTIFIKAT LAIK FUNGSI (SLFn)

PEMERIKSAAN OLEH

INST. TERKAIT

PERBAIKAN/

PENYESUAIAN

Daftar Simak

PENGESAHAN DAFTAR SIMAK Ya

Tidak Lap/cttan pmliharaan

Lap/cttan perawatan

PEMERIKSAAN BERKALA

PERBAIKAN

Daftar Simak

PENGESAHAN DAFTAR SIMAK Ya

Tidak SESUAI?

SESUAI?

SP/Rekomendasi

KETERANGAN :

SP Surat Pernyataan

Opsional, dilakukan jika diperlukan

Kegiatan internal oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang fungsi khusus

14b/21

(55)

PELAKSANA PEMERIKSAAN KELAIKAN FUNGSI & PEMERIKSAAN BERKALA BG

17/21

URUSAN

BG PADA UMUMNYA BG UNTUK

KEPENTIN GAN UMUM

BG FUNG SI KHU SUS

KETE RANGAN BG HUNIAN RT

TUNGGAL SEDERHANA

&

RUMAH DERET

BG HUNIAN RT TUNGGAL &

RUMAH DERET (s.d. 2 lantai)

BG HUNIAN RT TIDAK SEDER HANA (2 lantai atau lebih) & BG LAINNYA PADA UMUMNYA Pelaks.

Konstr.

Penga wasan oleh pemilik

Pelaks.

Konstr.

oleh penyedia jasa/ pengem bang

Pelaks.

Konstr. &

pengawasa n oleh pemilik

Pelaks.

Konstr. oleh penye dia jasa /pengem bang

Pelaks.

Konstr. oleh penye dia jasa

Pelaks.

Konstr. Oleh pengem bang

PENER- BITAN SLF

Pemerik saan Kelaikan Fungsi

*

* Tim internal pemilik/

pengguna BG fungsi khusus PERPAN-

JANGAN SLF

Pemerik saan Berkala

* Pemerik

saan Kelaikan Fungsi

Penyedia jasa Pengawasan/MK CATATAN : Pemilik/pengguna

Pengelola

Pemda

Penyedia jasa Pengkajian Teknis

(56)

RENCANA TEKNIS PEMBONGKARAN (RTB)

POLA UMUM PENGATURAN RTB

1

PENGURUSAN PERMOHONAN RTB

2

TATA CARA PENERBITAN RTB

3

PEMERIKSAAN PELAKSANAAN PEMBONGKARAN

4

DOKUMEN RTB

5

PEMBINAAN

6

(57)

TIM AHLI BANGUNAN GEDUNG

• TUGAS & FUNGSI TIM AHLI BG

1

• PEMBENTUKAN TIM AHLI BG

2

• TATA TERTIB TIM AHLI BG

3

• PEMBIAYAAN TIM AHLI BG

4

• PEMBINAAN TIM AHLI BG

5

(58)

1. Tim Ahli Bangunan Gedung ( TABG ) adalah tim yang terdiri dari para ahli di bidang BG dan penyelenggaraan BG untuk

memberikan pertimbangan teknis dalam proses penelitian dokumen rencana teknis dengan masa penugasan terbatas, dan

juga untuk memberi masukan dalam

penyelesaian masalah penyelenggaraan BG tertentu, fungsi khusus, dan BG yang dilestarikan yang susunan anggotanya ditunjuk kasus per kasus.

PENGERTIAN

(59)

• Memberikan pertimbangan teknis, saran,

nasehat, pemikiran ttg penyelengg. BG kepada pemda;

• pertimbangan teknis dan saran disampaikan tertulis kepada pemda utk keperluan

pengesahan rencana teknis BG atau

perubahannya pada tiap tahapan penyelengg.

BG;

• Memberikan rekomendasi kelayakan rencana teknis BG untuk dibangun, dimanfaatkan,

dilestarikan dan/atau dibongkar ;

TUGAS TABG

(60)

• Memberikan pertimbangan teknis,

usul,saran, nasehat, terhadap penanganan BG tertentu termasuk bangunan khusus

kepada pemda;

• Memberikan masukan teknis kepada

pemda dalam proses perijinan bangunan gedung;

• Membantu Pemda dalam Menjawab

pertanyaan, tanggapan yang diajukan oleh masyarakat ttg penyelenggaraan dan

pembinaan BG dalam suatu forum

TUGAS TABG

(61)

BAGAN LINGKUP KERJA TABG

PEME- RINTAH

-PEMKAB/

KOT -PEMPROV DKI JKT

PENGA- DILAN

TABG

MASYA- RAKAT

PENYEMPURNAAN PERATURAN, PEDOMAN, STANDAR TEKNIS

PENERBITAN IMB BG FUNGSI KHUSUS

PENERBITAN IMB

PENYUSUNAN RTBL

PENETAPAN PUTUSAN PENGADILAN PELAKSANAAN

PEMILIK/

PENGGUNA BG

PEMBONGKARAN PERENCANAAN

BG FUNGSI KHUSUS

BG KEPENT.

UMUM

PEMANFAATAN

PELESTARIAN

PENYELENGGARAA N

KETERANGAN : Garis peran masyarakat

Garis masukan (pendapat/pertimbangan) dari masyarakat melalui TABG

Garis masukan dan keluaran tugas pokok dan fungsi TABG

DAMPAK PENTING

(62)

TERBUKA/TRANSPARAN, DAN EFISIEN SERTA EKONOMIS BAGI MASYARAKAT

SETARA DENGAN PEJABAT PUBLIK, PERLU KODE ETIK (JANJI) BERSAMA

Prinsip-prinsip

PENUGASAN BERLAKU NASIONAL

TATA CARA PEMBENTUKAN TABG

11 / 17

PENGADAAN/REKRUTMEN CATABG DIADAKAN SETIAP 3 (TIGA) TAHUN (untuk mengisi Daftar CATABG jika terjadi kekurangan ahli)

(63)

12 /

17

TATA CARA PEMBENTUKAN TABG

PENETAPAN KRITERIA

SURAT BUPATI/WALIKOTA/GUB DKI

PENILAIAN OLEH PANITIA PENETAPAN NAMA-NAMA

Proses Pembentukan

(64)

13 /

17

JANGKA WAKTU MASA KERJA

JANGKA WAKTU TERTENTU

1 tahun

Perpanjangan 1 tahun

Perpanjangan maksimal 2x

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN MASALAH

Perkiraan waktu penyelesaian masalah

Maksimum 3 (tiga) tahun

(65)

PEMERINTAH

KABUPATEN/KOTA

PROVINSI (DKI JAKARTA)

DATABASE ATABG - T

DATABASE ANGGOTA TABG

14 / 17

PROVINSI

(66)

KODE ETIK (JANJI) TIM AHLI BANGUNAN GEDUNG

16 / 17

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS UNTUK TERWUJUDNYA BANGUNAN GEDUNG YANG FUNGSIONAL, ANDAL, DAN EFISIEN, SERTA SESUAI DENGAN KONDISI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT, DENGAN DITUNTUN HATI NURANI YANG DALAM, ANGGOTA TIM AHLI BANGUNAN GEDUNG BERJANJI :

1. MELAKSANAKAN TUGAS SECARA PROFESIONAL DENGAN KEILMUAN YANG DIDASARI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI, SERTA MENGHARGAI KEARIFAN LOKAL;

2. MELAKSANAKAN TUGAS SECARA INDEPENDEN, OBJEKTIF, DAN TANPA TERDAPAT KONFLIK KEPENTINGAN, DAN

3. MELAYANI MASYARAKAT SENANTIASA TERBUKA DAN MEMPERTANGGUNGJAWABKAN HASIL KERJA.

TIM AHLI BANGUNAN GEDUNG

(67)

TERIMA

KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Bangunan gedung yang didirikan di atas sungai tidak memiliki izin mendirikan bagunan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.Peran yang dilakukan

Izin Mendirikan Bangunan Gedung (IMB) adalah izin yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau badan Bangunan gedung untuk mendirikan

Untuk bangunan gedung negara, setiap bangunan gedung negara harus dilengkapi dengan dokumen perizinan yang berupa IMB (Izin Mendirikan Bangunan Gedung), SLF (Sertifikat Laik

Pembina Teknis penyelenggaraan pembangunan bangunan gedung adalah Menteri Pekerjaan Umum. Dan Instansi

Bertanggungjawab terhadap kerugian yang timbul secara perdata dan atau pidana akibat kelalaian dalam pelaksanaan pembangunan dan pemanfaatan bangunan gedung serta

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah izin yang dikeluarkan oleh daerah yang bertanggung jawab untuk memungkinkan pemilik bangunan gedung melaksanakan izin baru,

Pendataan bangunan gedung adalah kegiatan pengumpulan data suatu bangunan gedung oleh pemerintah daerah yang dilakukan secara bersama dengan proses izin mendirikan bangunan

Dokumen berisi kata pengantar dari penyelenggara pelatihan ahli pengawas konstruksi bangunan