• Tidak ada hasil yang ditemukan

jurnal riset kefarmasian indonesia

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "jurnal riset kefarmasian indonesia"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik formulasi tablet kalsium rosuvastatin melalui teknik cair dan pembentukan kompleks inklusi dengan ß-siklodekstrin untuk meningkatkan laju disolusinya. Formulasi tablet dibuat dengan cara kempa langsung menggunakan sistem cair dan terbentuk kompleks inklusi yang setara dengan 10 mg kalsium rosuvastatin. Berdasarkan data analisis tersebut, dilakukan uji disolusi pada serbuk kalsium rosuvastatin murni, sistem cair dan kompleks inklusi.

Hasil uji disolusi kalsium rosuvastatin murni, sistem padat cair dan kompleks inklusi untuk masing-masing metode dengan perbandingan yang berbeda dapat dilihat pada Gambar V.1 dan V.2. Hasil uji disolusi menunjukkan peningkatan disolusi kalsium rosuvastatin antara sistem padat cair dan kompleks inklusi dibandingkan dengan kalsium rosuvastatin murni. Fotomikrograf sistem cair dan kompleks inklusi menunjukkan perbedaan morfologis dengan kalsium rosuvastatin murni.

Hasil evaluasi tablet kalsium rosuvastatin dengan teknik konvensional, cair dan kompleks inklusi dapat dilihat pada Tabel V.6. Berikut hasil uji disolusi tablet kalsium rosuvastatin, tablet cair dan tablet kompleks inklusi, serta tablet kalsium rosuvastatin yang beredar di pasaran (innovator). Formulasi tablet kalsium rosuvastatin yang dibuat dengan teknik likuisolid dan kompleks inklusi dapat meningkatkan laju disolusi kalsium rosuvastatin dalam media disolusi cairan lambung buatan tanpa enzim dan media disolusi cairan usus buatan tanpa enzim.

UJI EFEK ANALGESIK EKSTRAK ETHANOLIK DAUN RUMAH (Artocarpus heterophyllus Lam.) PADA MENCIT (Mus musculus).

Tabel V.2  Hasil Penetapan Kadar Rosuvastatin calsium dalam sistem dispersi
Tabel V.2 Hasil Penetapan Kadar Rosuvastatin calsium dalam sistem dispersi

Kombinasi Basis PVA dan HPMC

Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Masker Gel Inhalasi Ekstrak Daun Batuk Rejan (Impatiens balsamina linn.) Dengan. Berdasarkan uraian tersebut, formulasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi basis PVA dan HPMC terhadap sifat masker gel peel off ekstrak daun henna (Impatiens balsamina Linn.) dan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus terhadap bakteri Staphylococcus aureus. menentukan. Analisis organoleptik dilakukan dengan mengamati perubahan bentuk, bau, warna dan tekstur sediaan masker pull-off gel ekstrak daun inai (Impatiens balsamina Linn).

Hal ini dilakukan dengan menempatkan masker gel yang dapat dikupas ke dalam wadah kemudian mengukur pH dengan pH meter. Aroma khas dari masker gel peel off ekstrak daun henna adalah aroma khas dari ekstrak daun henna. 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada saat pengukuran pH sediaan masker gel peel off.

Uji daya rekat dilakukan untuk mengetahui kemampuan formulasi masker gel peelable untuk tetap berada di permukaan kulit saat diaplikasikan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada uji daya lekat antara ketiga formulasi masker gel peel off ekstrak daun henna. Uji daya sebar dilakukan untuk mengetahui kemampuan masker gel peel-off untuk mengoles saat dioleskan ke kulit.

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada uji daya sebar antara ketiga formulasi masker pull-off gel ekstrak daun inai. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada uji waktu pengeringan antara ketiga formulasi masker gel peel off ekstrak daun henna. Uji kekentalan pada sediaan harus dilakukan untuk memastikan dihasilkannya masker gel pull-off yang optimal.

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada uji viskositas antara ketiga formulasi masker gel peel off ekstrak daun henna. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa formulasi masker gel lepasan memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada uji aktivitas antibakteri antara ketiga formulasi masker gel peel off ekstrak daun henna.

Perbedaan kombinasi PVA dan HPMC pada sifat sediaan masker pull-off gel ekstrak daun pacar (Impatiens balsamina Linn.) tidak mempengaruhi pengukuran pH dan uji daya sebar. Sediaan kulit atau gel ekstrak daun inai (Impatiens balsamina Linn.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri.

Tabel 1. Hasil identifikasi kandungan kimia ekstrak daun pacar air
Tabel 1. Hasil identifikasi kandungan kimia ekstrak daun pacar air

HIDROKSIETIL SELULOSA SEBAGAI GELLING AGENT

Mentha spicata L atau minyak atsiri mint hijau banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan, industri minuman dan sediaan farmasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk membedakan kualitas tanaman Mentha spicata L dengan sistem tanam hidroponik dan tanaman Mentha spicata L dengan sistem tanam konvensional. Morfologi tanaman hidroponik mint hijau dari pengamatan menunjukkan bahwa ukuran, batang dan warna daun sistem budidaya hidroponik Mentha spicata L berbeda nyata.

Mentha spicata L dengan sistem tanam konvensional memiliki intensitas warna yang lebih tajam pada salah satu noda minyak atsiri dan diduga karena mentol. Tiga jenis mint paling populer yang menghasilkan minyak atsiri adalah Mentha arvensis L, Mentha piperita L, dan Mentha spicata L. Minyak yang dihasilkan dari Mentha piperita adalah minyak peppermint, sedangkan minyak dari Mentha spicata L adalah minyak spearmint.

Tanaman Mentha spicata L dan Mentha piperita var crispa memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia, hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang membudidayakan tanaman mint. Identifikasi perbedaan morfologi dilakukan terhadap empat jenis tumbuhan yang ditentukan yaitu Mentha spicata L atau spearmint, Mentha piperita var. Perbedaan morfologi tanaman Mentha spicata L hidroponik dan konvensional diketahui dengan mengamati batang dan daunnya, meliputi ukuran dan warnanya.

Pengamatan warna tanaman Mentha spicata L menunjukkan bahwa batang dan daun pada sistem tanam hidroponik jauh lebih pucat atau pudar dibandingkan dengan sistem tanam konvensional. Profil kromatografi identifikasi minyak atsiri dengan metode kromatografi lapis tipis digunakan untuk menunjukkan perbedaan komponen yang terkandung dalam minyak atsiri Mentha spicata L dari dua sistem tanam yang berbeda. Profil kromatogram minyak atsiri Mentha spicata L hidroponik dan konvensional dalam pengulangan 2 kali lipat bila diamati dengan sinar UV 254 nm dan bila divisualisasikan dengan anisaldehid-H2SO4.

Berdasarkan warna bintik merah jingga hingga ungu pada foto profil 1 pada tanaman hidroponik dan konvensional Mentha spicata L. Perbedaan yang ditemukan adalah intensitas warna Rf3 pada tanaman Mentha spicata L konvensional lebih terang dibandingkan Mentha spicata L hidroponik. Profil kromatogram minyak atsiri dengan visualisasi sinar UV254 dan cahaya tampak pada Mentha spicata L hidroponik (a) dan konvensional (b) sistem yang berkembang.

Morfologi Mentha spicata L dengan sistem tanaman hidroponik lebih baik dibandingkan dengan sistem tanaman konvensional dari batang dan daun yang lebih besar, namun warna daun tanaman konvensional lebih baik karena memiliki warna hijau yang lebih pekat. Profil kromatogram minyak atsiri Mentha spicata L dengan sistem budidaya hidroponik dan konvensional tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada jumlah bercak, warna dan Rf, namun teridentifikasi warna salah satu bercak yang diduga merupakan senyawa mentol yang lebih tajam pada tanaman konvensional. .

Tabel 2. Karakteristik Ekstrak Etanol  96% Rimpang Jahe Merah
Tabel 2. Karakteristik Ekstrak Etanol 96% Rimpang Jahe Merah

PENENTUAN NILAI SPF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN MANGGA GEDONG MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI

UV – VIS

Saat ini belum ada penelitian tentang nilai SPF (Sun Protection Factor) ekstrak etil asetat daun mangga yang dipupuk menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Adanya flavonoid pada ekstrak etil asetat daun mangga gedong berpotensi memiliki nilai SPF (Sun Protection Factor), oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) pada etil asetat. ekstrak daun mangga gedong menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 4.1 terlihat bahwa volume filtrat ekstrak etil asetat daun mangga yang telah dipupuk bervariasi.

Hasil rendemen ini diperoleh dari seluruh filtrat ekstrak etil asetat daun mangga gedong pada ekstraksi pertama, kedua dan ketiga yang diuapkan menjadi ekstrak kental. Penguapan seluruh filtrat ekstrak etil asetat daun mangga gedong membutuhkan waktu 15 jam 15 menit menggunakan penangas air pada suhu 60oC. Berdasarkan Tabel 4, ekstrak etil asetat daun mangga gedong memiliki bentuk yang kental, warna hitam kehijauan, dan bau yang khas.

Identifikasi senyawa flavonoid dilakukan untuk mengetahui apakah ekstrak etil asetat daun mangga gedong mengandung flavonoid atau tidak. Berdasarkan Tabel 5 terlihat bahwa ekstrak etil asetat daun mangga gedong mengandung flavonoid karena terjadi perubahan warna menjadi kuning setelah ditetesi NaOH 10%. Deskripsi hasil uji: tidak ada flavonoid (-), flavonoid (+) Penentuan SPF (Sun Protection Factor) ekstrak etil asetat daun mangga gedong.

Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun mangga gedong dengan konsentrasi 120 ppm memiliki nilai SPF (Sun Protection Factor) sebesar 5,556 yang merupakan jenis perlindungan sedang jika diukur dengan spektrofotometri UV-Vis dengan metode Manshur. Ekstrak etil asetat daun mangga gedong dengan konsentrasi 240 ppm memiliki nilai (Sun Protection Factor) sebesar 16,675 termasuk jenis ultra-protection bila diukur dengan spektrofotometri UV-Vis dengan metode Mansur. Ekstrak etil asetat daun mangga gedong dengan konsentrasi 360 ppm memiliki nilai (Sun Protection Factor) sebesar 22,243 inklusif.

Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsentrasi ekstrak etil asetat daun mangga gedong maka semakin tinggi SPF (sun protection factor) ekstrak etil asetat daun mangga gedong, sedangkan konsentrasi ekstrak etil asetat daun mangga gedong semakin rendah. SPF (sun protection factor) ekstrak etil asetat daun mangga gedong mengalami penurunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun mangga gedong mengandung flavonoid dan memiliki nilai SPF (sun protection factor). Ekstrak Etil Asetat Daun Mangga Gedong konsentrasi 120 ppm memiliki SPF (Sun Protection Factor) sebesar 5,556 yang termasuk jenis perlindungan sedang, dan konsentrasi 240 ppm memiliki SPF (Sun Protection Factor) sebesar 16,675 yang meliputi tipe ultra-proteksi, konsentrasi 360 ppm dan memiliki nilai SPF (sun protection). Faktor) sebesar 22,243 tergolong tipe ultra-protektif ketika diuji dengan spektrofotometri UV-Vis menggunakan metode Mansur.

Tabel  1.  Nilai  EE  x  I  Pada  Panjang  Gelombang 290-320 nm
Tabel 1. Nilai EE x I Pada Panjang Gelombang 290-320 nm

Gambar

Tabel V.2  Hasil Penetapan Kadar Rosuvastatin calsium dalam sistem dispersi
Gambar V.1 Profil disolusi serbuk (RSV) Rosuvastatin calsium murni, (LS-1) Liquisolid    R10:1, (LS-2) Liquisolid R20:1, (KI-KM1) KI Kneading Methode RSV:BCD    1:1, (KI-KM2) KI Kneading Methode RSV:BCD 1:2, (KI-FD1) KI Freeze Dry     RSV:BCD 1:1, (KI-FD2)
Gambar V.2 Profil disolusi serbuk (RSV) Rosuvastatin calsium murni, (LS-1) Liquisolid    R10:1, (LS-2) Liquisolid R20:1, (KI-KM1) KI Kneading Methode RSV:BCD    1:1, (KI-KM2) KI Kneading Methode RSV:BCD 1:2, (KI-FD1) KI Freeze Dry     RSV:BCD 1:1, (KI-FD2)
Tabel V.6    Hasil evaluasi tablet rosuvastatin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peningkatan konsentrasi karbopol sebagai gelling agent dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan pasta gigi antibakteri minyak kayu manis, yang meliputi

Bagaimana pengaruh peningkatan konsentrasi gelling agent HPMC terhadap sifat fisik sediaan gel ekstrak etanol herba patikan kebo dan aktivitas antibakteri

23 Menggunakan Minyak Kelapa Sawit Palm oil dengan Penambahan Bahan Aktif Ekstrak Teh Putih Camellia sinensis, Olii 2015 Formulasi Sabun Transparan Minyak Buah Merah sebagai

Kadar air dihitung dengan rumus sebagai berikut : % Susut Pengeringan = x 100% Keterangan : b = Berat sampel gram c = Berat cawan + sampel gram a = Berat cawan Depkes RI, 2000

Obat-obat analgetik yang dapat digunakan dalam swamedikasi nyeri gigi adalah parasetamol, asam mefenamat, ibuprofen, kalium diklofenak, asetosal.Halim et al., 2018 Berdasarkan

135 https://doi.org/10.33759/jrki.v3i2.135 Berdasarkan hasil kuesioner sebelum sosialisasi diperoleh 73% lansia yang belum paham mengenai Dagusibu obat, 18% lansia yang sedikit

Berdasarkan tabel diatas jumlah pasien berdasarkan kelompok usia, dari 318 populasi pasien yang paling banyak pada penelitian ini adalah pasien dengan rentang usia 55-59 tahun diperoleh

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan adapun hal - hal yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini, antara lain: pertama, berdasarkan hasil