Judul Skripsi : Peran Remaja Masjid Nurul Jihad Dalam Pembinaan Pemuda Di Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Tesis ini mengkaji tentang Peran Remaja Masjid Nurul Jihad dalam Perkembangan Remaja di Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo Kab. Gowa Dengan tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui peranan remaja Masjid Nurul Jihad Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa yang mendukung atau menghambat aktivitas remaja Masjid Nurul Jihad Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo. , Kabupaten Gowa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang bertujuan untuk memberikan gambaran sederhana mengenai peran pemuda masjid Nurul Jihad dalam pengembangan remaja masjid di Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Dengan terlaksananya peran Pemuda Masjid Nurul Jihad dalam Pembinaan Pemuda di Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa maka dapat dikatakan Pemuda Masjid Nurul Jihad dalam Pembinaan Pemuda sudah terlaksana namun belum semaksimal mungkin kurang lebih 80%. 2. Pembinaan Remaja Masjid Nurul Jihad dilakukan dengan tujuan untuk membina generasi muda masjid agar beriman, berilmu dan beramal shaleh untuk mengabdi kepada Allah SWT, orang tua dan masyarakat.
Remaja Masjid merupakan sebuah organisasi yang mempunyai peran di tengah masyarakat, khususnya masyarakat di Desa Bulogading, Kecamatan. Masyarakat yang fokus pada pembinaan akhlak remaja, penulis sebagai generasi muda mengharapkan adanya perubahan bagi remaja untuk berperan lebih inovatif dan kreatif dalam memberikan bimbingan dan melaksanakan kegiatan yang dilakukan oleh remaja Masjid Nurul Jihad Desa Bulogading Kecamatan.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Penetapan lokasi penelitian didasarkan pada permasalahan pokok mengenai peran pemuda masjid dalam pembinaan pemuda di Masjid Nurul Jihad Desa Bulogading Kecamatan. Observasi yaitu melakukan penelitian secara sistematik terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan Ikatan Pemuda Masjid Nurul Jihad Kecamatan Desa Bulogading. Wawancara yaitu pengumpulan data dengan informasi wawancara kepada para pelatih remaja di Ikatan Pemuda Masjid Nurul Jihad Desa Bulogading Kecamatan.
Oleh karena itu, khusus bagi para remaja masjid, Nurul Jihad merupakan ruh yang dikembangkan oleh Rasulullah Saw. Di sini peran pemuda Masjid Nurul Jihad sangat krusial dalam sinergi yang perlu dibangun dalam mengalahkan penyebaran penyakit tersebut. Peran remaja di Masjid Nurul Jihad sebagai lembaga pendidikan informal sangat penting dalam berkumpulnya remaja.
Dengan demikian penulis dapat memperoleh informasi bahwa para remaja Masjid Nurul Jihad berpartisipasi dengan baik dalam setiap pelatihan akhlak, karena hasil responden yang memilih seringkali mencapai frekuensi 85%. Bentuk lain dari aktivitas remaja di Masjid Nurul Jihad adalah dengan menyelenggarakan kegiatan masyarakat setempat, sebagaimana dijelaskan pada tabel kuesioner berikut. Berbicara tentang sikap keberagamaan remaja di Masjid Nurul Jihad di Nurul Jihad, salah satu konselor remaja di Masjid Dg Se're mengatakan.
Oleh karena itu, untuk mengembangkan sikap remaja di Masjid Nurul Jihad hendaknya mengikuti kegiatan-kegiatan yang bernuansa. Salah satu pembina remaja Masjid Nurul Jihad mengatakan bahwa terlaksananya pembinaan sikap keberagamaan remaja Masjid Nurul Jihad sudah selayaknya. Artinya pembinaan informal generasi muda di Masjid Nurul Jihad sudah terlaksana dengan baik, walaupun masih belum terlaksana semaksimal mungkin.
Adapun berbagai cara yang dilakukan dalam upaya pembinaan generasi muda di Masjid Nurul Jihad Bulogading antara lain sebagai berikut. Hal tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan Rusmadi, tokoh pemuda Masjid Nurul Jihad yang mengatakan demikian. Berdasarkan data tersebut, terlihat remaja Masjid Nurul Jihad termasuk dalam 50 responden yang mengisi kuesioner yang disebar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembinaan remaja di Masjid Nurul Jihad Bulogading sudah berjalan dengan baik dan masuk dalam kategori sesuai, walaupun masih belum maksimal. Dengan demikian pembinaan pemuda di Masjid Nurul Jihad telah terlaksana dengan baik, walaupun yang dicapai belum mencapai taraf yang diharapkan. Jarak Masjid Nurul Jihad dengan tempat tinggal para mudik masjid sangat bervariasi, ada yang dekat dan ada pula yang jauh.
Faktor penghambatnya adalah kegiatan remaja masjid bukan merupakan kegiatan utama, jarak antara masjid Nurul Jihad dengan tempat tinggal para remaja masjid sangat bervariasi.
Manfaat Dan Kegunan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Memakmurkan Masjid
Dengan demikian, persoalan kesejahteraan masjid merupakan persoalan peningkatan kualitas masjid itu sendiri. Di era ini perlu dikembangkan pemahaman bagaimana masjid dapat memberi manfaat bagi umat Islam khususnya jamaah di lingkungan masjid. Kehadiran masjid di lingkungan jamaah tidak dijadikan beban yang dapat memberatkan jamaah.
Langkah kedua adalah perlunya pendataan jamaah masjid baik jumlah anggota maupun potensinya. Setelah mengetahui data tentang jemaah, langkah selanjutnya adalah bagaimana mengembangkan kegiatan yang dapat menyukseskan jemaah. Dalam mengembangkan kegiatannya dapat dilakukan di lingkungan masjid atau di komunitas yang menjadi jamaah masjid.
Dasar pertimbangan yang dijadikan acuan dalam mengembangkan kegiatan adalah adanya dukungan, kemauan dan kepercayaan yang kuat dari para pengurus ta’mir jamaah dan masjid. Selain mengembangkan kegiatan-kegiatan yang ada di masjid, pengurus juga dapat membentuk dan memperluas lembaga-lembaga fungsional yang dapat digunakan sebagai media peningkatan kualitas jamaah dan dalam rangka membangun jaringan.
Masjid dan Pembinaan Remaja
Kaplan mengklasifikasikan ada tiga tahapan pengembangan organisasi masjid dalam evaluasi aspek keuangan, yaitu: pertumbuhan, pemeliharaan dan panen. Perspektif ini juga memperhatikan kepuasan jamaah terhadap berbagai aktivitas atau pengelolaan masjid selama masa pengelolaan. Ada tiga faktor yang harus diperhatikan oleh pengelola masjid, yaitu: kemampuan pegawai, kemampuan dan motivasi sistem informasi, pemberdayaan dan kesetaraan.
Dapat dipahami bahwa Scorecard merupakan alat ukur kinerja pengurus masjid tidak hanya dari segi keuangan saja, namun juga dari segi aktivitas jamaah, aspek internal organisasi serta aspek pertumbuhan dan perkembangan (melalui menciptakan nilai dari aktivitas pegawai, menguasai sistem informasi dan menjamin motivasi). Dari sudut pandang Al-Qur'an, pentingnya masjid memberikan bimbingan kepada generasi muda didasarkan pada tafsir Al-Qur'an bahwa umat Islam harus meneladani generasi Ashab al-Kahfi dalam mempersiapkan generasi muda. Remaja hendaknya dibekali ilmu dan pengalaman hidup agar remaja dapat tumbuh dan selalu mengabdi kepada Allah SWT.
Sebaliknya, jika gagal, kemungkinan besar akan timbul masalah pada tahap perkembangan selanjutnya. Jika terjadi perbedaan pendapat antara anak dan orang tua, pendekatan yang demokratis dan terbuka akan lebih bijaksana. Namun gelombang modernisasi, globalisasi dan krisis moral yang muncul seringkali berdampak dan mengganggu pertumbuhan dan/atau perkembangan kehidupan remaja.
Menurut analisa penulis, fenomena di atas tidak hanya membuat panik para orang tua, namun juga mengkhawatirkan penegak hukum, aparat keamanan, dan pejabat pemerintah. Kondisi seperti ini tentu memerlukan peran serta berbagai pihak, termasuk organisasi masjid atau pemeliharaan masjid. Di Masjid, remaja dapat secara intensif mengembangkan kemampuan intelektualnya di berbagai forum kajian, pelatihan dan penerapan keterampilannya.
Begitu pula remaja di masjid dapat mengasah kecerdasan emosional dan sosialnya melalui kegiatan filantropi, advokasi, dan kolaborasi. Di masjid, remaja dapat meningkatkan kecerdasan spiritualnya melalui berbagai kegiatan salat berjamaah, mengaji, berdzikir dan lain sebagainya. Kehadiran remaja masjid dan bimbingan yang diberikan dimaksudkan agar remaja menjadi generasi penerus kepemimpinan masjid.
Strategi dalam Pembinaan Remaja Masjid
Secara umum, terdapat dua strategi utama yang dapat diterapkan dalam pembinaan generasi muda, yaitu: strategi internal-personal dan strategi eksternal-institusional. Strategi internal-pribadi menitikberatkan pada upaya peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam yang berasal dari generasi muda itu sendiri. Dalam menerapkan strategi internal-pribadi, pengurus masjid tidak hanya memberikan ruang dan pembiayaan bagi pengembangan karang taruna masjid.
Pengurus masjid hendaknya memberikan bimbingan, pengarahan dan kontrol terhadap pelaksanaan ajaran Islam kepada generasi muda. Pada dasarnya penerapan strategi ini lebih pada pengembangan kepribadian remaja atau dalam bahasa sekarang dikenal dengan membangun karakter remaja. Hal ini senada dengan yang diungkapkan Zakiah Daradjat, Perkembangan kehidupan beragama tidak lepas dari perkembangan kepribadian secara keseluruhan.
Sedangkan untuk menggunakan strategi kelembagaan eksternal, pengurus masjid harus memberikan kesempatan kepada pemuda untuk berkembang di karang taruna masjid, dan setiap masjid harus berupaya untuk membentuk karang taruna masjid. Kita tidak bisa hanya mengandalkan strategi internal-pribadi atau sebaliknya, hanya menggunakan strategi eksternal-institusional. Hindari juga anggapan bahwa pembinaan mental remaja hanya tugas orang tua, dan masyarakat hanya diam saja, atau sebaliknya.
METODE PENELITIAN
Lokasi Dan Objek Penelitian …