• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS "

Copied!
92
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan masjid untuk kegiatan keagamaan, sehingga dapat dijadikan motivasi bagi masyarakat khususnya jamaah masjid di Desa Jembatan Dua. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran atau perspektif bagi pembaca untuk menambah pemahaman mengenai pemanfaatan masjid dalam kegiatan keagamaan. Memberikan motivasi kepada pengurus masjid untuk meningkatkan aktivitas masjid dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.

Landasan Teori

Shalat

Masyarakat

Penelitian (disertasi) yang ditulis oleh Masuandi, Fakultas Tarbiyah IAIN Bengkulu dengan judul “Faktor Penyebab Rendahnya Minat Remaja Mengikuti Sholat Berjamaah di Masjid Taqwa RT 02 RW 01 Kebun Kenanga Bengkulu.” 28 Masuandi, “Faktor Penyebab Rendahnya Minat Remaja Mengikuti Sholat Berjamaah di Masjid Taqwa RT 02 RW 01 Kebun Kenanga Bengkulu”, (Skripsi S1 Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu, 2015), hal. Perbedaan penelitian ini terletak pada perbedaan pokok bahasan yaitu Minat Remaja Mengikuti Sholat Berjamaah di Masjid.

Faktor eksternal yaitu faktor ekonomi, pengaruh lingkungan yang mengakibatkan masyarakat tidak melaksanakan salat Jumat di masjid.29. Lokasi penelitian ini akan dilakukan di Masjid Darussalam di Desa Jembatan Dua. Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 24 Februari hingga 6 April 2020. Agar masjid di Desa Jembatan Dua menjadi sejahtera tentunya juga dibarengi dengan pengurus masjid yang lebih terbuka dan memperbanyak aktivitas masjid sehingga masyarakat semakin bersemangat untuk pergi ke masjid.

Tabel 6 dengan jelas menunjukkan bahwa fasilitas dan pendidikan anak-anak di Desa Jembatan Dua masih kurang, hal ini menunjukkan bahwa anak-anak hanya dididik di masjid. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya masyarakat yang meninggalkan salat di masjid, seperti halnya pada hari Jumat, banyak masyarakat yang sibuk dengan pekerjaan, sehingga kemungkinan salat di masjid sangat diragukan. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan dan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa secara umum hampir seluruh masyarakat yang melaksanakan shalat di Masjid Desa Jembatan Dua mengetahui hukum-hukum shalat dan menyadari bahwa shalat merupakan kewajiban setiap umat Islam.

Hal senada juga dirasakan oleh informan bernama Pak Tn yang mengatakan bahwa: “Ya Allah, saya lebih memilih shalat berjamaah di mesjid dibandingkan shalat sendirian di rumah. 46. Berdasarkan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi shalat wajib bagi warga desa Jembatan Dua di Masjid Silaturahim Insya Allah akan menjamin masyarakat melaksanakan shalat dengan api.Dari wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa yang shalat di Masjid Desa Jembatan Dua adalah satu-satunya orang yang di desa Jembatan Dua yang khusus melaksanakan salat adalah pengurus masjid dan perangkat desa.

Dari wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa penyebab rendahnya aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan masjid Silaturahim sebagai tempat ibadah di desa Jembatan Dua adalah masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya hal tersebut. salat berjamaah di mesjid, dibandingkan salat di rumah dan juga masih banyak orang yang tinggal disana, di kebun, sawah ketika waktu salat tiba. Sesuai dengan hal di atas, Ibu Ja mengatakan bahwa: "Saya berusaha mencari waktu untuk pulang kerja dari nasi untuk sholat di masjid." 52. Senada dengan hal di atas, Bu Ai mengatakan bahwa: “Saya shalat di mesjid karena saya seharian bekerja mengurus penjualan dan mengurus warung. salat di masjid.” 53.

Faktor internal yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan Masjid Darussalam dan kurangnya minat dan kesadaran masyarakat Desa Jembatan Dua dalam melaksanakan shalat di Masjid Darussalam. Bagi masyarakat dan tokoh agama, masyarakat harus memberikan pendidikan agama kepada remaja dan anak-anak agar taat dan terbiasa shalat di masjid.

Penyebab Kurangnya Pemanfaatan Masjid Silaturahim

Faktor Internal (minat dan kesadaran)

Ilmu agama merupakan alat untuk mempelajari ajaran terpenting yang terkandung dalam Al-Quran dan hadis. Hanya dengan mengetahui ajaran-ajaran tersebut maka manusia akan memahami dan menyadari bahwa agama merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Alangkah baiknya ajaran Islam yang mereka ketahui, jika masyarakat tidak memiliki kesadaran bahwa shalat berjamaah di masjid pahalanya dua kali lipat dari shalat di rumah, yang menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam untuk tidak menunaikannya.

Untuk memahami makna kewajiban, terlebih dahulu kita harus mengetahui dengan jelas apakah tujuan ibadah dapat diartikan sebagai suatu tanda. Dari uraian di atas dapat dipahami betapa pentingnya peran kesadaran akan kewajiban, karena kesadaran merupakan sesuatu yang muncul dari dalam diri.

Faktor Eksternal

Peneliti merekomendasikan agar kedepannya masyarakat Desa Jembatan Dua tidak lagi mempunyai pengetahuan yang terbatas dan tidak lagi melakukan pekerjaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa warga Desa Jembatan Dua 1 lebih banyak yang berjenis kelamin laki-laki dibandingkan perempuan. Dari Tabel 2 terlihat jelas bahwa DPD Desa Jembatan Dua terdiri dari 4 orang yang masing-masing sesuai dengan jabatannya.

Dari Tabel 3 terlihat jelas pengurus Masjid Darussalam Desa Jembatan Dua berjumlah 4 orang yang masing-masing sesuai dengan jabatannya. Dari tabel 5 terlihat jelas sarana dan prasarana Masjid Silaturahim di desa Jembatan Dua berjumlah 8 unit. Dari tabel 10 terlihat jelas jumlah pengurus Masjid Silaturahim desa Jembatan Dua menurut umur adalah 4 orang.

Solusi dalam penelitian ini adalah peneliti menyarankan agar kedepannya masyarakat desa Jembatan Dua tidak lagi mempunyai pengetahuan yang terbatas dan tidak lagi disibukkan dengan pekerjaan.

Kajian Hasil Penelitian Terdahulu

METODOLOGI PENELITIAN

Subyek penelitian ini adalah peneliti dan informan adalah pengurus masjid yang bertugas mensejahterakan Masjid Darussalam melalui kegiatan keagamaan dan masyarakat sekitar Desa Jembatan Dua. Dari Tabel 11 terlihat jelas bahwa jumlah masyarakat Desa Jembatan Dua yang diwawancarai oleh pengelola Desa Jembatan Dua berjumlah 14 orang. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa pengetahuan masyarakat di Desa Jembatan Dua mengenai agama khususnya pelaksanaan salat di mesjid masih sangat kurang, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pentingnya melaksanakan salat berjamaah lebih baik di masjid dibandingkan di rumah.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan bentuk lain yang melekat pada tradisi bajapuik ini, yang datang kemudian, adalah uang hilang yakni uang kompensasi yang disebut juga dengan istilah uang dapur uang ini

Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara maka peneliti memperoleh informasi sebagai berikut: Sistem pola pembiasaan guru dalam memotivasi santri menghafal Al- Qur’an di Pesantren

Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar belajar pendidikan agama islam siswa di

Seperti yang dikatakan Ibu Med Guru Pendidikan Agama Islam SMP N 14 Seluma: “Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya kalau cara mengajar saya banyak-banyak diskusi seperti membuat

Sebagaimana telah dinyatakan dalam hukum sunnatullah, di mana Allah berfirman: "Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui perubahan bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak pula akan

Tabel 4.2 Relevansi Guru Sebagai Pendidik No Hakekat dan Kewajiban Guru Relevansinya 1 Menurut Hamka: Guru adalah orang yang sangat berjasa dalam ilmu pengetahuan ia bukan hanya

Dimana lingkungan keluarga merupakan pihak yang memiliki pengaruh paling besar terhadap perkembangan anak pada tahun-tahun pertama kehidupannya.2 Orang tua sebagai tokoh utama dalam

Orangtua tunggal di RT 04 kelurahan Dusun Besar Kota Bengkulu, sudah melaksanakan ibu Single Parent dalam membina akhlak yang baik kepada anak dengan cara memberikan contoh yang baik