• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KERJA (EHRA)

N/A
N/A
Hiwizen Channel

Academic year: 2024

Membagikan "KERANGKA ACUAN KERJA (EHRA)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PELAKSANAAN EHRA (ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESMENT) TAHUN 2018

Kementerian/Lembaga : Kementerian Kesehatan RI

Unit Eselon I : Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Program : Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Unit Eselon II/Satker : Direktorat Penyehatan Lingkungan

Kegiatan : Penyehatan Lingkungan

Indikator Kinerja Kegiatan : a. Desa yang melaksanakan STBM b. Pengawasan Kualitas Air Minum

Output : Desa melaksanakan STBM

Komponen : Teknologi Tepat Guna Sarana Air Minum Volume : 4 unit

A. LATAR BELAKANG 1. Dasar Hukum

Peraturan terkait :

a. UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

b. UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

c. UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

d. PP Nomor 38 Tahun 2004 tentang Urusan Kesehatan merupakan Urusan Wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota;

e. PP Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Propinsi sebagai Daerah Otonom;

f. PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan;

g. Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;

h. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248/PMK07/2010 tentang perubahan atas peraturan menteri keuangan nomor 156/PMK07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

i. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang STBM;

j. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 922/Menkes/SK/VIII/2008 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota Bidang Kesehatan;

1

(2)

2. Gambaran Umum

Studi Enviromental Health Risk Assessment (EHRA) atau studi penilaian risiko kesehatan karena lingkungan merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh kelompok kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten/Kota Studi partisipatif diKabupaten/Kota untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higienitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga. Studi EHRA dipandang perlu dilakukan oleh Kabupaten/Kota karena pembangunan sanitasi membutuhkan pemahaman kondisi wilayahyang akurat.

Studi EHRA berfokus pada fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat seperti fasilitas sanitasi yang diteliti mencakup sumber air minum, layanan pembuangan sampah, jamban dan saluran pembuangan air limbah rumah tangga. Serta perilaku yang dipelajari adalah yang terkait dengan higienitas dan sanitasi dengan mengacu pada STBM sepertibuang air besar, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga,pengelolaan sampah dengan 3R dan pengelolaan air limbah rumah tangga (drainaselingkungan).

Secara substansi, hasil studi EHRA memberi data ilmiah dan faktual tentang ketersediaan layanan sanitasi di tingkat rumah tangga dalam skala kabupaten-kota.) Komponen sanitasi yang menjadi obyek studi meliputi limbah cair domestik, limbah padat/persampahan dan drainase lingkungan, serta Perilaku higiene dan Sanitasi termasuk praktek Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Berdasarkan metoda pelaksanaan studi EHRA, pokja sanitasi kabupaten/kota tidak mengambil seluruh desa/kelurahan berdasarkan 4 kriteria : yaitu kepadatan penduduk, angka kemiskinan, daerah/wilayah yang dialiri sungai/saluran drainase/saluran irigasi yang berpotensi digunakan untuk sarana sanitasi dan daerah terkena banjir serta dinilai mengganggu ketentraman masyarakat.Untuk mencapai Universal Access 100% di Tahun 2019 maka pada tahun 2018 Desa/Kelurahan di Kabupaten Kotawaringin Timur akan dilaksanakan studi EHRA.

B. PENERIMA MANFAAT Manfaat Studi EHRA :

1) Hasil Survey digunakan sebagai salah satu bahan penyusunan Buku Putih Sanitasi Kabupaten/Kota dan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK).

2

(3)

C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN 1. Metode Pelaksanaan

Pelaksanaan Studi EHRA dilaksanakan dengan metode swakelola untuk kegiatan pemberdayaan seperti :

a. Terbentuknya Tim Studi Ehra

b. Tersusunnya rencana pelaksanaan Survei EHRA dan anggarannya.

2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan

No Kegiatan Jadual Waktu Pelaksanaan

Pebruari Maret April Mei

1 Pelaksanaan studi EHRA 1.1 Persiapana studi EHRA

Rapat Persiapan Untuk : a. Membangun kesepahaman

tentang studi EHRA b. Membentuk Tim Pelaksana

studi EHRA

c. Menyiapkan anggaran studi EHRA

1.2 Penentuan area survei

a. Penentuan klastering wilayah studi EHRA

b. Penentuan desa/kel wilyah studi EHRA

c. Penetuan responden terpilih dalam setiap desa/kel 1.3 Pelatihan supervisor,enumerator,

dan petugas entri data a. Pemilihan supervisor,

enumerator, dan petugas entri data

b. Pelatihan studi EHRA, praktik pewancara bagi enumerator, dan petugas entri data 1.4 Pelaksanaan studi EHRA 1.5 Pelohan Analisa Data dan

penulisan laporan a. Entri Data b. Analisis Data c. Penulisan Laporan

Rencana Anggaran Biaya Terlampir

D. KURUN WAKTU PENCAPAIAN PELAKSANAAN

Kegiatan studi EHRA dilaksanakan dan dicapai dalam kurun waktu satu tahun anggaran dimulai sejak DIPA terbit.

E. BIAYA YANG DIPERLUKAN

3

(4)

Biaya yang digunakan untuk kegiatan studi EHRA bersumber dari APBN Rupiah Murni (RM) Tugas Pembantuan Direktorat Penyehatan Lingkungan Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp.864.982.500.,- ( Delapan Ratus Enam Puluh Empat Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Lima Ratus Rupiah).

Sampit, ... Pebruari 2017 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur,

dr. FAISAL NOVENDRA CAHYANTO,M.Kes Pembina Tingkat I

NIP.19681114 200003 1 00

4

Referensi

Dokumen terkait

Survey / Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan ( Environmental Health Risk Assesment ) yang dilaksanakan di Kabupaten Batang Hari yaitu sebanyak 34 desa ( 30 %

Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan (Environmental Health Risk Assesment=EHRA) adalah sebuah survei partisipatif di Kabupaten Luwu utara untuk memahami

Pada bagian ini dilakukan studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA), atau Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan. Studi EHRA dilakukan di tingkat kelurahan yang

Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan adalah sebuah survey partisipatif di tingkat kota yang bertujuan

Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan adalah sebuah survei partisipatif di tingkat kabupaten yang

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Keputusan Bupati Samosir tentang Penetapan Tim Studi EHRA (Enviromental Health

Melalui studi EHRA atau Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan ini dikumpulkan data langsung dari responden masyarakat dengan tujuan untuk mengetahui situasi

Daftar Isi Studi Penilaian Resiko 1 Kesehatan Lingkungan Protokol Kesehatan 3 Sebelum Melaksanakan Studi EHRA Protokol Kesehatan Pada 4 Saat Studi EHRA Protokol Kesehatan 6 Pada