1.1 Latar Belakang
Saat ini perusahaan semakin berkembang, ada banyak perusahaan yang baru berdiri di berbagai bidang dan persaingan antar perusahaan dalam mencapai tujuannya juga semakin ketat. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa, memberikan pelayanan yang terbaik merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Salah satu usaha jasa yang juga banyak ditemui adalah rumah sakit.
Rumah sakit merupakan sarana penyedia layanan kesehatan dan juga sebagai perusahaan jasa kesehatan untuk masyarakat.
Perkembangan dalam segala sektor industri baik barang maupun jasa turut serta meningkatnya pembangunan rumah sakit di Indonesia. Seiring pertumbuhan jumlah penduduk, kebutuhan layanan kesehatan semakin meningkat. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah RS di seluruh Indonesia sebanyak 2.813 unit hingga akhir 2018. Jumlah tersebut terdiri atas 2.269 RS Umum dan 544 RS khusus, (Depkes, Maret 2018).
Dalam pengembangan SDM dan berbagi pengetahuan (knowledge sharing) merupakan upaya yang perlu dilakukan perusahaan dilingkungan karyawan guna mengembangkan kemampuan dalam menghasilkan dan menciptakan sebuah inovasi. Tanpa tindakan dan interaksi dari para karyawanya, perusahaan tidak akan bisa menciptakan pengetahuan yang selanjutnya akan dapat menciptakan perilaku yang inovatif dan bermanfaat bagi perusahaan. Perusahaan sangat diharapkan untuk memiliki sebuah sistem yang dapat membuat karyawan terus termotivasi belajar dan menambah ilmu baru, hal ini sesuai dengan gambaran learning organization yang menggambarkan bahwa pembelajaran merupakan syarat kesuksesan terjadinya perubahan pada suatu organisasi.
Kemampuan tiap organisasi dalam mendorong knowledge sharing pada karyawan menjadi sangat penting dan memiliki pengaruh yang lebih luas, karena melalui knowledge sharing, pengetahuan dapat dikembangkan. knowledge
1
sharing juga dapat membuat individu berfikir efektif dan kreatif, sehingga dapat menghasilkan inovasi baru bagi organisasi. Knowledge sharing adalah proses dimana para individu saling berbagi pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Melalui knowledge sharing, tentunya akan terjadi peningkatan pengetahuan yang dimiliki setiap organisasi. Kesadaran tentang pentingnya knowledge sharing bagi kinerja sebuah organisasai sudah ada sejak lama.
Berbagi pengetahuan merupakan peran dalam meningkatkan kemampuan individual innovation capability, karena dalam knowledge sharing inilah membantu karyawan untuk melakukan penggunaan pengetahuan yang ada dalam organisasi, sehingga secara tidak langsung kemampuan inovasi karyawan akan berkembang. Knowledge sharing juga dapat mendorong terbentuknya ide baru, kreativitas, dan pemecahan masalah. Sehingga knowledge sharing berdampak positif terhadap individual innovation capability.
Karyawan tentunya tidak akan memiliki motivasi untuk melakukan aktivitasnya, jika organisasi tidak mendukung karyawan untuk mengembangkan pengetahuanya. Selain dukungan dari organisasi, dukungan lain dalam bentuk learning organization yang baik juga sangat mempengaruhi keberhasilan karyawan dalam mencapai kemampuan kinerja. Oleh karena itu, menghasilkan dan menciptakan metode kerja yang lebih efektif dan efisien perlu kemampuan berinovasi yang baik, karena kreatifitas dan inovasi merupakan hal penting dalam organisasi, agar tidak hanya menjadi pengikut.
Pada dasarnya pengembangan (development) merupakan kesempatan belajar (learning organization), yang digunakan untuk membantu para karyawan atau Sumber Daya Manusia pada organisasi perusahaan. Investasi dalam pengembangan SDM merupakan pengeluaran yang ditujukan untuk memper- baiki kapasitas produktif dari SDM. Untuk menghadapi tuntutan sekarang dan untuk menjawab tantangan masa depan. Dengan program pengembangan SDM yang baik, tentunya perusahaan akan memiliki SDM yang kompetitif, yang lebih berguna dan mampu bersaing secara positif dalam persaingan nasional dan global.
Agar pengembangan SDM dapat dilakukan dengan baik, tentu harus lebih dulu ditetapkan program pengembangan SDM. Program ini perlu dilakukan
dengan cermat, dan didasari pada metode ilmiah serta pedoman pada keterampilan yang dibutuhkan. Pengembangan SDM memang membu-tuhkan biaya yang cukup besar, tetapi biaya tersebut juga termasuk investasi jangka panjang bagi organisasi dalam bidang SDM. Oleh karena itu SDM yang cakap dan terampil akan dapat bekerja dengan lebih efisien, dan efektif. Kualitas kinerja yang baik tidak dapat diperoleh hanya dengan membalik telapak tangan namun perlu dilakukan dengan kerja keras dan kedisiplinan, baik secara jangka pendek maupun jangka panjang.
Learning organization adalah organisasi yang memberikan kesempatan dan mendorong setiap individu yang ada dalam organisasi tersebut untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya. Peter Senge mendefinisikan learning organization sebagai organisasi dimana orang-orang didalamnya memiliki kapasitas yang tinggi. Orang-orang tersebut dibina dan dikembang-kan sehingga mereka bebas memberikan aspirasi kepada perusahaan. Dalam learning organization, terjadinya proses pembelajaran sangat tergantung pada individu yang berada di organisasi, karena mereka adalah pelaku pembelajaran organisasi.
Memang pembelajaran yang dilakukan individu tidak menjamin terjadinya pembelajaran organisasi, tetapi tanpa pembelajaran individu tidak akan terjadi pembelajaran organisasi.
Pada penelitian ini pihak organisasi perlu membuat paradigma organisasi pembelajar (learning organization) karena paradigma ini tidak hanya mendorong organisasi melakukan penyesuaian terhadap lingkungan kinerja, tetapi juga untuk belajar secara berkelanjutan demi terciptanya layanan baru, agar lebih maju dari perusahaan pesaing. Organisasi pembelajar harus mampu terhadap tuntutan internal dan eksternal. Jadi bisa disimpulkan jika learning organization adalah sebuah konsep dimana suatu organisasi dianggap mampu untuk terus melakukan proses self learning sehingga organisasi mampu memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespon berbagai macam perubahan yang ada.
Kemampuan berinovasi (innovation capability) diperlukan karena ide dan gagasan baru akan terus muncul di sebuah perusahaan dan menjadi sangat banyak seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan pengalaman, maka tingkat inovasi yang dihasilkan pun akan meningkat. Inovasi dapat pula diartikan sebagai aplikasi
ide-ide baru ke dalam proses atau aspek lain dalam organisasi. Inovasi proses lebih dilihat dari sisi peningkatan efisiensi.
Individual innovation capability dapat dilihat dari berbagai perspektif, yaitu personality characteristics, perspektif perilaku (behavior), dan perspektif output.
Fokus utama inovasi adalah menciptakan gagasan baru meski saat ini kurang sesuai, dan dapat melakukan beberapa farmasi secara fundamental terhadap kebijakan konvensional. Adapun pengetahuan yang dilakukan dengan merancang kerangkanya yang diawali dari data, informasi, dan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya, sedangkan fungsi organisasi sendiri dalam memberikan pengetahuan yaitu dengan adanya dukungan kepada individu yang ada di dalam organisasi.
Adapun fenomena pada RSUD Kabupaten Tangerang yaitu minimnya komunikasi dalam melakukan pertukaran pengetahuan antar ruangan. Jumlah perawat pada unit gawat darurat sebanyak 14 orang (12 orang perawat, 2 orang asisten perawat) pada sift pagi, siang dan malam, dengan kapasitas pasien sebanyak 17 orang pasien. Beban kerja yang tinggi menyebabkan perawat kurang melakukan knowledge sharing dan learning oraganization terhadap individual innovation capability. Dalam hal ini perlu dilakukan kegaiatan organisasi dengan tujuan agar pengetahuan dan pengalaman tidak terpusat hanya pada satu orang dan satu tempat saja.
Kurangnya pelatihan-pelatihan yang berhubungan dalam ruang lingkup intern rumah sakit. Berdasarkan hasil wawancara 10 orang tenaga kesehatan khsusunya perawat pada bagian unit gawat darurat yang peneliti temui, sebanyak 6 orang (60%) merasa kurangnya knowledge sharing, dan learning organization terhadap individual innovation capability, sedangkan 4 orang (40%) merasa sudah cukup dengan knowledge sharing dan learning organization terhadap individual innovation capability pada tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang.
Dengan adanya wawancara singkat ini, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tersebut masih kurang disampaikan secara merata kepada antar perawat.
Sehubungan dengan kondisi sebagaimana yang telah dijelaskan, pengetahuan telah diciptakan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Organisasi perlu
dikembangkan keseluruh unit-unit organisasi melalui knowledge sharing untuk dapat diseberluaskan dan diaplikasikan dalam organisasi secara maksimal, tentunya sesuai dengan harapan yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga organisasi mau berinovasi dan mampu untuk bersaing.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti, membahas dan menganalisa berdasarkan teori-teori yang ada. Maka untuk melakukan penelitian ini penulis mengambil judul:“Pengaruh Knowledge sharing dan Learning organization terhadap Individual innovation capability pada Tenaga Kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang”.
1.2 Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, perlu kiranya ada pembatasan masalah dalam penelitian ini. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah:
“Bagaimana pengaruh Knowledge sharing dan Learning organization terhadap Individuali innovation capability pada Tenaga Kesehatan di RSUD Kabuapten Tangerang”.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah diatas, maka dapat dirumuskan 3 (tiga) masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh Knowledge sharing terhadap Individual innovation capability pada tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang?
2. Bagaimana pengaruh Learning organization terhadap Individual innovation capability pada tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang?
3. Bagaimana pengaruh antara Knowledge sharing dan Learning organization secara simultan terhadap Individual innovation capability pada tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang
1.4 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk menganalisa pengaruh Knowledge sharing terhadap Individual innovation capability pada tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang.
2. Untuk menganalisa pengaruh Learning organization terhadap Individual innovation capability pada tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang.
3. Untuk menganalisa antara pengaruh Knowledge sharing dan Learning organization terhadap Individual innovation capability pada tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang.
1.5 Kegunaan Penelitian 1. Aspek Teoritis
Diharapkan teori dan hasil dari penilaian ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti - peneliti berikutnya sehingga dapat memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan yang terdapat pada penelitian ini. Khususnya pengaruh Knowledge sharing dan Learning organization terhadap Individual innovation capability pada RSUD Kabupaten Tangerang.
2. Aspek Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbang saran kepada pihak pimpinan dan karyawan perusahaan sejenis mengenai pengaruh Knowledge sharing, Learning organization, dan Individual innovation capability pada RSUD Kabupaten Tangerang.