• Tidak ada hasil yang ditemukan

Landasan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Kediri

N/A
N/A
nuraini iqomi

Academic year: 2025

Membagikan "Landasan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Kediri"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB

Makalah ini disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

“Pengembangan Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab ” Dosen pengampu:

Dr. Yuyun Zunairoh, M. Pd

Disusun oleh:

Fathul Arifin (23203030)

Azzaahidah Ayyubi (23203087)

Naufal Husain (23203096)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI KEDIRI 2025/2026

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Kami panjatkan puja dan puji suyukur atas kehadirat-nya. Yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-nya kepada kita semua. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Komponen Kurikulum

Adapun makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak. Sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini, Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyakterima kasih kepada dosen danteman- teman yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusunan bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah Pengembangan Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab.

Kami mengharapkan semoga dari makalah Pengembangan Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.

Kediri, 11 Maret 2025

Penulis

(3)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

Latar Belakang ... 1

Rumusan Masalah ... 1

Tujuan Pembahasan ... 1

BAB II ... 2

PEMBAHASAN ... 2

Definisi Landsan Kurikulum ... 2

Landasan Filosofis ...3

Landasan Psikologis ... 4

Landasan Sosiokultural ... 5

BAB III ... 7

PENUTUP ... 7

Simpulan ... 7

DAFTAR PUSTAKA ... 8

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kurikulum memegang peranan krusial dalam dunia pendidikan, memberikan dampak yang signifikan terhadap jalannya proses pembelajaran.

Karena urgensinya, penyusunan kurikulum tidak boleh dilakukan secara serampangan atau tanpa perencanaan yang matang. Kurikulum yang efektif memerlukan fondasi atau landasan yang kokoh dan relevan. Landasan ini penting untuk mencegah potensi kegagalan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, kurikulum yang dibangun di atas dasar yang kuat akan lebih mampu membimbing siswa menuju kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan secara keseluruhan.

Penyusunan kurikulum yang cermat dan berbasis landasan yang kuat merupakan salah satu cara untuk memperbaiki masa depan pendidikan.

Dalam landasan kurikulum terbagi menjadi beberapa bagian. Landasan tersebut mencakup landasan filosofis yang barkaitan dengan nilai-nilai pendidikan Islam, landasan psikologis yang mempertimbangkan aspek perkembangan kognitif dan afektif pada peserta didik, dan sosiokultural yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan konteks global.

B. Rumusan Masalah

1. Apa maksud landasan filosofis?

2. Apa maksud landasan psikologis?

3. Apa maksud landasan sosiokultural?

C. Tujuan Pembahasan

1. Mengetahui landasan filosofis 2. Mengetahui landasan psikologis 3. Mengetahui landasan sosiokultural

(5)

2

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Landasan Kurikulum

Dalam bahasa Arab, kata "landasan" diterjemahkan sebagai "ساسأ" (asas) atau

"ةدعاق" (qa'idah).

Landasan memiliki beberapa makna, antara lain:

1. Dasar atau fondasi: Sesuatu yang menjadi dasar atau fondasi bagi sesuatu yang lain.

"ءانبلا اهيلع موقت يتلا ةدعاقلا وه ساسلأا" (Al-asas huwa al-qa'idah allati taqumu 'alayha al-bina') - "Dasar adalah fondasi yang menjadi landasan bagi bangunan".

2. Prinsip atau azas: Sesuatu yang menjadi prinsip atau azas bagi sesuatu yang lain.

"رارقلا هيلع دمتعي يذلا ساسلأا يه ةدعاقلا" (Al-qa'idah hiya al-asas alladhi yu'tamadu 'alayhi al-qarar) - "Prinsip adalah landasan yang menjadi dasar bagi keputusan".

3. Titik awal atau permulaan: Sesuatu yang menjadi titik awal atau permulaan bagi sesuatu yang lain.

"ةلحرلا اهنم أدبت يتلا ةطقنلا وه ساسلأا" (Al-asas huwa al-nuqtah allati tabda'u minha al- rihlah) - "Dasar adalah titik awal dari perjalanan".

Dalam konteks yang lebih luas, landasan dapat merujuk pada sesuatu yang menjadi dasar atau fondasi bagi sesuatu yang lain, baik itu dalam konteks fisik, konseptual, atau filosofis.

Landasan adalah sesuatu yang di atasnya berdiri sesuatu dengan kukuh.

Dalam sebuah bangunan, landasan sama artinya dengan fondasi yang di atasnya bangunan tersebut ditegakkan. Fungsi landasan pengembangan kurikulum adalah seperti fondasi sebuah bangunan. Untuk membangun sebuah gedung yang kukuh dan tahan lama, diperlukan fodasi yang kukuh pula. Semakin kukuh fondasi sebuah gedung, maka akan semakin kukuh pula gedung tersebut. Demikian pula halnya dengan pengembangan kurikulum, harus berlandaskan pada fondasi yang kuat.

Mengingat pentingnya peranan kurikulum dalam pendidikan, maka dalam penyusunannya harus mengacu pada landasan yang kokoh dan kuat. Landasan pengembangan tidak hanya diperlukan bagi para penyusun kurikulum atau kurikulum tertulis yang sering disebut juga sebagai kurikulum ideal, akan tetapi juga harus dipahami dan dijadikan dasar pertimbangan oleh para pelaksana kurikulum, yaitu para pengawas pendidikan dan para guru serta pihak-pihak lainnya yang terkait dengan tugas-tugas pengelolaan pendidikan, sebagai bahan untuk dijadikan instrumen dalam melakukan pembinaanterhadap implementasi

(6)

3

kurikulum di setiap jenis dan jenjang pendidikan. Dengan posisinya yang penting tersebut, maka penyusunan dan pengembangan kurikulum tidak bisa dilakukan secara sembarangan, akan tetapi harus didasarkan pada berbagai pertimbangan, atau landasan agar dapat dijadikan dasar pijakan dalam menyelenggarakan proses pendidikan, sehingga dapat memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan dan pembelajaran secara lebih efisien dan efektif. Landasan pengembangan kurikulum memiliki peranan yang sangat penting, sehingga apabila kurikulum diibaratkan sebagai sebuah bangunan gedung yang tidak menggunakan landasan atau fundasi yang kuat, maka ketika diterpa angin atau terjadi goncangan, bangunan gedung tersebut akan mudah rubuh dan rusak. Demikian pula halnya dengan kurikulum, apabila tidak memiliki dasar pijakan yang kuat, maka kurikulum tersebut akan mudah terombang-ambing dan yang akan dipertaruhkan adalah manusia (peserta didik) yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri.menurut Hornby landasan adalah suatu gagasan atau kepercayaan yang menjadi sandaran, sesuatu prinsip yang mendasari, contohnya seperti landasan kepercayaan agama, dasar atau titik tolak. Dengan demikian landasan pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu gagasan, suatu asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.

Dalam penjabaranya landasan pengembangan kurikulum bahasa arab dapat di bagi menjadi landasan filosofis, psikologis, sosiokultural yang akan dijabarkan B. Landasan Filosofis

Bahasa merupakan merupakan sesuatu yang inherent dalam diri manusia sebagai karunia Allah SWT untuk manusia. Bahkan Allah SWT sendiri menampakkan diri pada manusia bukan melalui zat-Nya, tetapi melalui bahasaNya, yaitu bahasa alam (ayat kauniyah) dan kitab suci (ayat qauliyah)1, dengan menggunakan bahasa arab. Oleh karena itu, upaya mempelajari bahasa arab merupakan suatu kewajiban dan sekaligus merupakan amal shaleh.

Selanjutnya, salah satu aliran filsafat yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan dewasa ini adalah filsafat konstruktivisme. Konstruktivisme berpandangan bahwa pengetahuan adalah konstruksi manusia melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman, dan lingkungannya. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan atau fenomena yang sesuai. Dalam pandangan konstruktivisme, pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang (guru/dosen) kepada orang lain (siswa/mahasiswa), tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing orang. Setiap orang harus mengkonstruksi pengetahuan sendiri. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus-menerus. Dalam proses itu, keaktifan seseorang yang ingin tahu amat berperan dalam perkembangan pengetahuannya.2 Berdasarkan pandangan konstruktivisme tersebut, kurikulum pembelajaran bahasa arab perlu dikembangkan dalam model pembelajaran yang mampu

1 Asep Ahmad Hidayat, Filsafat Bahasa: Mengungkap Hakikat Bahasa, Makna, dan Tanda, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), 21.

2 Paul Suparno, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, (Yogyakarta: Kanisius, 1997)

(7)

4

melibatkan peserta didik secara aktif membangun pengetahuan dan keterampilan bahasa arab yang mencakup keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Agar peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran bahasa arab, perlu dikembangkan model kurikulum pembelajaran bahasa Arab yang berpusat pada siswa (student centered curriculum).

Adapun aliran filosofis lain yang berpengaruh dalam dunia pendidikan adalah filosofi humanism, filosofis humanism adalah kurikulum pembelajaran bahasa arab yang harus berfokus pada pengembangan kemampuan manusia secara keseluruhan, termasuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dengan definisi beberapa aliran filsafat pendidikan seperti di atas, maka pengembangan kurikulum bahasa arab dapat di aplikasikan sebagai unsur yang sangata penting dalam penyusunannya.

C. Landasan Psikologis

Kurikulum, sebagai program pendidikan yang bertujuan mengubah perilaku manusia, perlu didasarkan pada psikologi, yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia. Hal ini penting karena pengembangan kurikulum memerlukan acuan dalam menentukan jenis dan cara mengembangkan perilaku siswa. Siswa sendiri merupakan individu yang terus berkembang secara fisik, intelektual, sosial, emosional, dan moral.3 Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu didasarkan pada psikologi sebagai pedoman untuk menentukan jenis dan cara pengembangan perilaku peserta didik.4

Landasan psikologis adalah teori-teori psikologi yang digunakan sebagai dasar untuk memahami proses belajar dan pengembangan kemampuan individu.

Dalam konteks pendidikan, landasan psikologis digunakan untuk mengembangkan kurikulum, metode pembelajaran, dan strategi pengajaran yang efektif.

Beberapa landasan psikologis yang relevan dalam pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa arab terdapan beberapa teori.

Teori dalam belajar 1. Teori Behaviorisme

Teori ini menyatakan bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku yang dapat diamati dan diukur. Dalam konteks bahasa Arab, teori ini dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan menulis.5

2. Teori Kognitif: Teori ini menyatakan bahwa belajar adalah proses pengolahan informasi yang melibatkan kemampuan kognitif seperti perhatian, memori, dan pemecahan masalah. Dalam konteks bahasa Arab, teori ini dapat

3 Bradley Setiyadi, Irma Suryani, Resty Framadita, "Landasan dan Asas Pengembangan Kurikulum," DAIWI WIDYA Jurnal Pendidikan Vol.09 No. 2 (2022). Hal. 58-59.

4 Dr. Rusman, M.Pd., Landasan Pengembangan Kurikulum 2. Hlm. 16.

5 Skinner, B. F. (1953). Science and Human Behavior. New York: Macmillan.

(8)

5

digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca dan memahami teks.

3. Teori Konstruktivisme: Teori ini menyatakan bahwa belajar adalah proses konstruksi pengetahuan yang dilakukan oleh siswa melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Dalam konteks bahasa Arab, teori ini dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan menulis melalui kegiatan yang berbasis pada pengalaman siswa.

Teori Dalam Perkembangan

1. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget: Teori ini menyatakan bahwa perkembangan kognitif anak-anak terjadi melalui tahap-tahap yang berbeda, yaitu sensorimotor, preoperasional, operasional konkret, dan operasional formal.

Dalam konteks bahasa Arab, teori ini dapat digunakan untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa.

2. Teori Perkembangan Bahasa Noam Chomsky: Teori ini menyatakan bahwa kemampuan bahasa manusia adalah bawaan dan bahwa anak-anak dilahirkan dengan kemampuan untuk mempelajari bahasa. Dalam konteks bahasa Arab, teori ini dapat digunakan untuk mengembangkan kurikulum yang memanfaatkan kemampuan bawaan siswa untuk mempelajari bahasa Arab.

Adapun Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar

1. Motivasi: Motivasi adalah faktor yang sangat penting dalam proses belajar.

Siswa yang memiliki motivasi yang tinggi akan lebih mudah untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa Arab.

2. Minat: Minat adalah faktor yang juga sangat penting dalam proses belajar.

Siswa yang memiliki minat yang tinggi terhadap bahasa Arab akan lebih mudah untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa Arab.

3. Kemampuan Awal: Kemampuan awal siswa dalam bahasa Arab juga merupakan faktor yang sangat penting dalam proses belajar. Siswa yang memiliki kemampuan awal yang tinggi akan lebih mudah untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa Arab.

Dengan memahami landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Arab, kita dapat mengembangkan kurikulum yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jelas bahwa landasan psikologis sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Karena anak adalah sasaran utama kurikulum, maka pertimbangan psikologis menjadi krusial dalam perencanaan dan penyusunan kurikulum, dengan tujuan untuk mencapai hasil yang optimal.6 D. Landasan Sosiokultural

6 Syamsul Bahri, "Pengembangan Kurikulum Dasar dan Tujuannya," Jurnal Pendidikan XI, no. 1 (2011). Hlm.

23.

(9)

6

Landasan sosiokultural dalam pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Arab adalah teori-teori yang menjelaskan bagaimana faktor-faktor sosial dan budaya mempengaruhi proses belajar dan pengembangan kemampuan bahasa Arab.

Konsep Utama Landasan Sosiokultural

1. Faktor Sosial: Faktor sosial seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat mempengaruhi proses belajar dan pengembangan kemampuan bahasa Arab.

2. Faktor Budaya: Faktor budaya seperti nilai-nilai, norma-norma, dan tradisi mempengaruhi proses belajar dan pengembangan kemampuan bahasa Arab.

3. Interaksi Sosial: Interaksi sosial antara siswa, guru, dan lingkungan mempengaruhi proses belajar dan pengembangan kemampuan bahasa Arab.

Teori-Teori yang Mendukung Landasan Sosiokultural

1. Teori Sosiokultural Vygotsky: Teori ini menyatakan bahwa proses belajar dan pengembangan kemampuan bahasa Arab dipengaruhi oleh interaksi sosial dan faktor-faktor sosial dan budaya.

2. Teori Konstruktivisme Sosial: Teori ini menyatakan bahwa pengetahuan dan kemampuan bahasa Arab dibangun melalui interaksi sosial dan faktor-faktor sosial dan budaya.

Implikasi Landasan Sosiokultural dalam Pengembangan Kurikulum

1. Mengintegrasikan Faktor Sosial dan Budaya: Kurikulum pembelajaran bahasa Arab harus mengintegrasikan faktor-faktor sosial dan budaya yang relevan dengan kebutuhan siswa.

2. Meningkatkan Interaksi Sosial: Kurikulum pembelajaran bahasa Arab harus meningkatkan interaksi sosial antara siswa, guru, dan lingkungan untuk memfasilitasi proses belajar dan pengembangan kemampuan bahasa Arab.

3. Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi: Kurikulum pembelajaran bahasa Arab harus mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa dalam konteks sosial dan budaya yang relevan.

Salah satu contoh pengaplikasian landasa sosiokultural yang sangat ma'ruf adalah penggunaan kurikulum pondok pesantren salafiyah dengan pemaknaan kita turats menggunakan bahasa Jawa dengan pengkolaborasian arab dan logat Jawa yang di sebut arab Pegon.

(10)

7

BAB III PENUTUP

Simpulan

Pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Arab memerlukan landasan yang kuat dan komprehensif. Landasan filosofis, psikologis, dan sosiokultural merupakan tiga landasan yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Arab,dan ketiga landasan tersebut saling berkesinambungan dan tidak bisa hanya di ambil satu landasan saja untuk proses pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa arab.Landasan filosofis membantu memahami hakikat pengetahuan dan bagaimana pengetahuan tersebut diperoleh. Landasan psikologis membantu memahami proses belajar dan pengembangan kemampuan bahasa Arab. Landasan sosiokultural membantu memahami bagaimana faktor- faktor sosial dan budaya mempengaruhi proses belajar dan pengembangan kemampuan bahasa Arab.Dengan memahami ketiga landasan tersebut, pengembang kurikulum dapat mengembangkan kurikulum pembelajaran bahasa Arab yang lebih efektif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Kurikulum yang dikembangkan harus memperhatikan aspek-aspek filosofis, psikologis, dan sosiokultural agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.Dalam implementasinya, kurikulum pembelajaran bahasa Arab harus memperhatikan beberapa hal, seperti: Mengintegrasikan faktor-faktor sosial dan budaya dalam proses pembelajaran,Menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa,Mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa dalam konteks sosial dan budaya yang relevan, Menggunakan teknologi dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung proses pembelajaran,

Dengan demikian, kurikulum pembelajaran bahasa Arab yang dikembangkan dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan dan menjadi warga negara yang berpengetahuan, berbudaya, dan berkompetensi.

(11)

8

DAFTAR PUSTAKA

Agus Tricahyo, Landasan Filosofis Kebijakan Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab, Cendikia, Vol.11,2013.

Setiyadi, Bradley, Irma Suryani, dan Resty Framadita. "Landasan dan Asas Pengembangan Kurikulum." DAIWI WIDYA Jurnal Pendidikan Vol.09, No. 2 (2022).

Rusman, Dr., M.Pd. Landasan Pengembangan Kurikulum 2.

Bahri, Syamsul. "Pengembangan Kurikulum Dasar dan Tujuannya." Jurnal Pendidikan XI, no. 1 (2011).

Indira Falasifa, Umdaturrosyidah, Landasan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum, Jurnal Al-Qiyam, Vol. 2,2001.

Irfan Ismail, Mulyawan Safwandy Nugraha, Asep Nursobah, Landasan Sosiokultural dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam,Indonesian Journal of Islami Education Students, Vol. 2, 2024.

Piaget, J. (1954). The Construction of Reality in the Child. New York: Basic Books. (Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget)

Chomsky, N. (1957). Syntactic Structures. The Hague: Mouton. (Teori Perkembangan Bahasa Noam Chomsky)

Skinner, B. F. (1953). Science and Human Behavior. New York: Macmillan.

(Teori Behaviorisme)

Bruner, J. S. (1966). Toward a Theory of Instruction. Cambridge, MA: Harvard University Press. (Teori Kognitif)

Hall, E. T. (1959). The Silent Language. New York: Doubleday. (Faktor Sosial dan Budaya)

Hymes, D. (1972). On Communicative Competence. In J. B. Pride & J. Holmes (Eds.), Sociolinguistics (pp. 269-293). Harmondsworth: Penguin Books.

(Faktor Sosial dan Budaya)

Kramsch, C. (1993). Context and Culture in Language Teaching. Oxford: Oxford University Press. (Faktor Sosial dan Budaya)

Referensi

Dokumen terkait

Lampiran Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia, Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Pada Madrasah, h... (Yaitu) Al-Qur’an dalam bahasa

Pengembangan komponen kurikulum pada pembelajaran bahasa Arab merupakan serangkaian proses kegiatan menghasilkan kurikulum, proses yang mengaitkan satu komponen dengan

Berkaitan dengan pendekatan potensi dalam pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Arab, dalam makalah ini dibahas sebuah teori yang menyebutkan bahwa manusia telah

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendekripsikan pembelajaran Bahasa Arab pada Institut Agama Islam Negeri Palopo, yang Kedua untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam berbasis

PETA KULIAH KERJA NYATA ( KKN ) INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) KEDIRI..

i PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB GOOGLE SITES PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SKRIPSI Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Kediri untuk memenuhi salah

0354-686564 KEMENTERIAN AGAMA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI IAIN KEDIRI FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN Program Studi: Pendidikan Agama Islam – Tadris Bahasa Inggris –

113| SEMIT: ASAL MUASAL BAHASA ARAB Melisa Rezi Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an Payakumbuh e-mail: [email protected] Amrina Institut Agama Islam Negeri