4.3.1 Analisis Utilitas
1. Mekanikal (Lift, Eskalator, Genset) No
.
Jenis Utilitas Kelebihan Kekurangan
1. Lift Hemat daya, banyak
jenis lift/elevator yang sudah eco-friendly (ramah lingkungan)
Menghemat ruangan
(bila tidak
menggunakan ruang mesin)
Menghemat waktu bagi orang-orang yang ingin menuju ke lantai tinggi
Biaya
pemasangan dan pembuatan yang cukup mahal
Orang-orang semakin malas untuk berjalan
Dapat terjadi kejadian
membahayakan
yang tidak
diinginkan (terjepit lift)
2. Eskalator Menghemat waktu bagi
orang-orang yang tidak ingin menunggu lift
Eskalator memiliki kemungkinan
pengevakuasian yang cepat dan terus menerus
Eskalator dapat digunakan sebagai tangga umum/manual jika terjadi kegagalan
Orang dapat bergerak baik ke atas maupun ke bawah karena susunan escalator yang biasanya berdampingan
Tidak ergonomis bagi orang-orang dengan bawaan yang banyak dan besar
Biaya pembuatan
yang cukup
mahal
Jika tidak
berhati-hati, dapat
menyebabkan kecelakaan seperti kaki terjepit
3. Genset Turbin Kapasitas daya yang
sangat besar
Mampu menjadi
sumber daya cadangan bagi bangunan pabrik maupun industri
Biaya yang
sangat mahal
Instalasi dan perawatan yang lebih rumit
2. Eletrikal
Sistem distribusi elektrikal/kelistrikan pada bangunan dapat diperoleh dengan cara:
Pendistribusian langsung dari PLN
Penghidupan genset sewaktu-waktu listrik padam
3. Plumbing
Sistem plumbing dibedakan menjadi:
Sistem Air Bersih
Pendistribusian air bersih diperoleh dari PDAM. Sistem yang digunakan adalah system tangki tekan.
Prinsip system tangki tekan adalah air yang telah ditampung di dalam tangki bawah akan dipompakan ke dalam bejana tertutup sehingga terjadi pengompresian udara. Air dari tangki tersebut akan didistribusikan ke dalam bangunan. Kelebihan dari system ini adalah:
a) Lebih indah dari segi estetika
b) Pemeliharaan yang lebih mudah karena dapat digabung dengan ruang mesin peralatan lainnya
c) Harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan tangka atap
Sistem Air Kotor
Pembagian pembuangan air kotor dibagi menjadi 2, yaitu: Black Water dan Grey Water.
Black Water berasal dari pembuangan limbah kloset, urinoir, bidet, sedangkan Grey Water berasal dari pembuangan air dari wastafel, sink dapur, dan lainnya.
Sistem Pembuangan Air Hujan
Saluran pembuangan air hujan dan air kotor sebaiknya dipisahkan agar tidak terjadi pencemaran dan lebih efisien dalam mengalirkannya. Selain itu, pemeliharaannya juga akan lebih mudah.
4. Sistem Pengkondisian Udara
Sistem pengkondisian udara akan dibagi menjadi 2, yaitu: Sistem Pengkondisian Alami dan Buatan.
No .
Jenis Penghawaan Kelebihan Kekurangan
1. Penghawaan Alami Biaya jauh lebih murah
Dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruangan
Menentukan
keestetikan bangunan melalui pola, bentuk,
warna dan
penempatannya
Tingkat kenyamanan tidak dapat diatur
Penghawaan bergantung kepada iklim dan temperature daerah
2. Penghawaan Buatan Pendistribusian dapat dilakukan secara merata pada setiap ruangan
Tingkat kelembapan dan suhu dapat diatur
Biaya yang cukup mahal
Membutuhkan space ruangan yang lebih besar
Bangunan yang dirancang akan menggunakan kedua system ini. Dengan menyesuaikan dengan konteks dan aspek lainnya, penempatan bukaan, seperti jendela, ventilasi dan pintu akan menyuplai penghawaan alami, sedangkan penggunaan AC dan elemen mekanis lainnya akan disesuaikan dengan kebutuhan ruangan.
5. Pencahayaan
Pencahayaan Alami
Memanfaatkan Cahaya matahari sebagai sumber pencahayaan alami.
Pencahayaan Buatan
Pencahayaan buatan hanya akan diletakkan pada area indoor saja, yang disesuaikan dengan kebutuhan ruangan, jenis dan kekuatan lampu.
6. Sistem Proteksi Kebakaran
Sistem Aktif
Sistem proteksi yang memerlukan aksi dari manusia. Biasanya menggunakan alat seperti:
detector asap, detector panas, fire hydrant, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan sprinkler
Sistem Pasif
Sistem proteksi yang dilihat dari manfaatnya terhadap bangunan, seperti desain tangga darurat, peletakkan pintu darurat, desain kompartemen.