LAPORAN AKHIR MAHASISWA
PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 7 TAHUN 2024
Disusun Oleh:
Mutiara Ayu Lestari NIM. 2101033
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI NAMA PERGURUAN TINGGI
2024
ISI LAPORAN A. Hasil Analisis Kebutuhan Sekolah
Salah satu Sekolah Menengah Pertama yang menjadi tempat sasaran tim program Kampus Mengajar Angkatan 7 yaitu SMP Ma’arif NU 2 Majenang yang terletak di Jl. Masjid Baitul Muminin, Pahonjean, Kec.
Majenang, Kab. Cilacap Prov. Jawa Tengah. SMP Ma’arif NU 2 Majenang adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SMP yang berada di bawah naungan Yayasan yang memiliki akreditasi B, dan sumber listrik yang digunakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar berasal dari PLN. Untuk akses internet menggunakan wifi.
Para siswa juga dibiasakan untuk berpakaian sopan dan rapi sesuai dengan tata tertib sekolah. Mereka biasanya masuk dijam 07.00 WIB sampai 13.00 WIB. Di sekolah ini memiliki 4 ruang kelas, 1 kantor guru, 1 ruang kepala sekolah,1 Masjid, 1 toilet guru dan siswa, perpustakaan serta dapur.
Berdasarkan observasi yang dilakukan, keadaan lingkungan sekolah di SMP Ma’arif NU 2 Majenang sudah cukup mendukung. Hal ini dikarenakan ruangan kelas yang sudah memadai, memiliki papan nama informasi ruangan yang terpasang, dan satu ruangan yang tidak terpakai tidak layak untuk digunakan. Untuk penataan lingkungan sekolah masih perlu penataan ulang, terbukti dengan beberapa bunga yang kurang terawat dan pohon yang ditanam di lingkungan sekolah. Selain itu di SMP Ma’arif NU 2 Majenang sudah menerapkan program literasi dan numerasi yaitu siswa diwajibkan membaca Asmaul Husna selama 15 menit sebelum melakukan pembelajaran. Selain itu siswa juga melakukan sholat duha berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
Ada berapa fasilitas yang diberikan SMP Ma’arif NU 2 Majenang yaitu perpustakaan, laporatorium, chromebook, wi-fi, proyektor, toilet guru dan siswa, masjid, dapur serta ruang kelas. Namun, beberapa fasilitas tersebut tidak digunakan bahkan terbengkalai seperti, 1 ruangan kosong yang tidak terpakai, hanya ada 1 toilet jadi toilet guru dan siswa digabung, perpustakaan dan dapur digabung dalam ruangan yang sama hanya ditutupi lemari sebagai sekat, susunan buku yang acak, keadaan ruangan yang berantakan membuat
kurangnya pengunjung serta minat baca siswa. Selain itu, fasilitas teknologi sudah cukup memadai, terdapat 15 chromebook baru dan 2 proyektor, tetapi fasilitas tersebut kurang dimanfaatkan untuk media pembelajaran karena beberapa guru sudah berumur dan gaptek atau kurang melek akan teknologi.Terkadang chromebook digunakan oleh siswa hanya saat ujian ANBK kelas 8. Masjid yang terdapat disekolah merupakan bagian sarana prasarana yang ada di Yayasan LP Ma’arif terbilang cukup aktif untuk sholat berjamaah . Saat memasuki waktu sholat dzuhur tepatnya pada istirahat kedua siswa diajak untuk sholat berjamaah dengan guru. Masjid tersebut memiliki banyak mukena serta sajadah yang disusun rapi pada lemari kaca.
Setelah kami melaksanakan observasi mengenai keadaan ruang kelas SMP Ma’arif NU 2 Majenang masih cukup baik dan layak. Beberapa kelas bahkan sudah menggunakan kipasangin, tetapi ruang kelas kurang akan poster edukasi atau pajangan karya siswa membuat kelas menjadi kosong dan kurang menarik.
Tidak ada gerbang masuk sekolah yang seharusnya menjadi gambaran awal pada saat memasuki sekolah tersebut justru tidak ada sehingga sangat mudah untuk siswa keluar area sekolah untuk membolos pelajaran. Sekolah juga hanya memiliki satu lapangan membuat siswa TK,SD dan SMP pada saat acara tertentu harus bergantian atau bahkan digabung.
Selain fasilitas, hal yang menjadi urgensi adalah minimya literasi dan numerasi di sekolah ini. Beberapa siswa kelas 7, 8 dan 9 terbilang kurang minat baca. Tingkat numerasi yang kami dapatkan saat observasipun sangat rendah.
Banyak siswa belum bisa memahami rumus matematika.
Dapat diperhatikan dari hasil observasi kami yang ada di sekolah rendahnya literasi, kurangnya adaptasi teknologi, kurang berfungsinya perpustakaan, sangatdiperlukan program inovasi.Perancangan Program
B. Perancangan Program
Setelah melakukan observasi di lingkungan sekolah, mahasiwa KM 7 melakukan penyeusunan program kerja yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekolah. Program kerja yang sudah terbentuk didiskusikan dengan DPL beserta guru pamong. Hasil dari FKKS mengasilkan program kerja sebagai berikut
1. Literasi
a. Literasi spiritual : Asmaul Husna
Melafalkan Asmaul Husna dan Ayat Kursi menjadi budaya siswa SMP MA’ARIF NU 2 MAJENANG. Siswa setiap harinya rutin melafalkan Asmaul Husna dan Ayat Kursi selama 15 menit sebelum mengawali pembelajaran, sebagai proses awal kondisi untuk memulai hal yang baik.
b. Pohon Literasi
Program Pohon Literasi merupakan sebuah inisiatif untuk meningkatkan minat baca dan literasi peserta didik. Pohon literasi sendiri merupakan pohon buatan yang berupa tempelan-tempelan kertas yang disengaja berbentuk pohon.
c. TTS
Permainan teka-teki silang untuk SMP adalah permainan di mana pemain harus mengisi kotak-kotak kosong dalam sebuah grid dengan huruf-huruf untuk membentuk kata-kata yang sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
d. Word Wall
Kegiatan ini dibuat untuk mengisi pembelajaran siswa-siswi kelas 8. Para siswa mencari kata-kata yang disusun dari beberapa huruf- huruf acak didalamnya.
e. BINSIK (Bincang Asik)
BINSIK (Bincang Asik) merupakan sebuah kegiatan berdiskusi bersama, dengan membahas suatu tema yang dirangkum dalam sebuah
materi lalu dibaca bersama-sama dengan siswa, kemudian dilakukan diskusi bersama dan diakhiri dengan kesimpulan dari siswa.
f. Pojok Baca
Program ini dilakukan di seluruh kelas karena masih perlu untuk dibenahi terutama dalam mendesain dengan tampilan yang menarik sehingga siswa-siswi lebih berminat untuk membaca buku. Pengerjaan program ini dilakukan bersama seluruh siswa SMP Ma’arif NU 2 Majenang.
2. Numerasi
a. Puzzle matematika
Puzzle matematika merupakan permainan atau teka-teki yang didesain untuk menguji dan mengasah kemampuan pemecahan masalah matematika. Terdiri dari serangkaian tantangan matematika yang harus di pecahkan dengan menggunakan pemikiran logis, kreatifitas, dan pemahaman konsep matematika.
b. Math Spinner
Math Spinner adalah alat pembelajaran interaktif yang menyenangkan untuk siswa dalam mempelajari matematika. Alat ini biasanya berbentuk roda putar yang dibagi menjadi beberapa bagian, masing-masing bagian memiliki nomor atau jenis soal matematika yang berbeda.
c. Estafet Matematika
Estafet matematika adalah sebuah permainan yang melibatkan kerjasama tim, dimana diperlukan kerja sama tim yang baik agar dapat menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat.
3. Transformasi Digital Untuk Pembelajaran/Adaptasi Teknologi a. Pengenalan Canva
Program ini mengenalkan beberapa fitur-fitur atau kegunaannya untuk pendidikan, yaitu sebagai media pembelajaran yang kreatif,
inovatif, interaktif, dan kolaboratif sehingga membuat pembelajaran menjadi mudah dan menyenangkan.
b. Watch2gether
Program ini dilakukan dengan menampilkan film edukasi mengenai sosialisasi 3 dosa besar pendidikan kepada peserta didik melalui proyektor.
c. Pengenalan Microsoft Word
Kegiatan pengenalan fitur Microsoft Word dapat mencakup tutorial singkat tentang tata letak antarmuka, fungsi dasar seperti membuat, menyimpan, dan mengedit dokumen, penggunaan alat pemformatan teks seperti huruf, paragraf, dan alinea, serta memperkenalkan fitur-fitur lanjutan seperti mail merge, tabel, dan gambar.
4. Pengelolaan Dan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu Dalam Perpustakaan
a. Administrasi Perpustakaan
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang melibatkan manejemen dan pengelolaan berbagai kegiatan dan sumber daya perpustakaan yang terkait dengan lingkungan pendidikan tingkat menengah pertama.
b. Revitalisasi Perpustakaan
Program ini dapat mencakup berbagai aspek, seperti renovasi fisik bangunan perpustakaan, peningkatan koleksi buku dan materi bacaan, pengenalan teknologi informasi untuk akses informasi digital, pelatihan dan pengembangan tenaga perpustakaan, serta program- program edukasi dan promosi agar masyarakat lebih aktif menggunakan perpustakaan.
5. FESTIVAL LITERASI DAN NUMERASI a. RAMGI
Kegiatan bagi-bagi takjil yang dilakukan oleh siswa merupakan suatu kegiatan sosial untuk membantu sesama, terutama mereka yang sedang berpuasa. Para siswa berkumpul untuk menyiapkan takjil lalu membagikannya kepada masyarakat yang berpuasa di sekitar lingkungan mereka.
b. BUKBER
Bukber merupakan kegiatan buka bersama yang dilakukan saat bulan Ramadhan, yang akan diisi materi mengenai religi. Setelah penyampaian materi dilanjutkan sesi tanya jawab dan akan dibagikan door prize untuk siswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan. Sesi penutup diakhiri dengan pembacaan doa dan foto Bersama.
c. MERAPI (Merajut Ramadhan Penuh Arti: Berprestasi di Bulan Suci)
Kegiatan lomba ini diadakan sebagai Event Bulan Ramadhan.
Kegiatan ini terdiri dari lomba pidato d. Gebyar Budaya
Program kegiatan Gebyar budaya adalah acara yang mempersembahkan kekayaan budaya dari berbagai daerah. Kegiatan menari berkelompok dalam gebyar budaya akan melibatkan penampilan grup tari dari berbagai daerah dengan kostum dan gerakan yang khas. Peserta akan menampilkan tarian tradisional yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah, menciptakan suasana yang memukau dan memperkaya pengalaman penonton tentang keberagaman budaya Indonesia.
6. PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA a. Sosialisasi 3 Dosa Besar Pendidikan
Kegiatan sosialisasi ini dapat membantu peserta didik memahami pemahaman mereka tentang tiga dosa besar dan dampak negatifnya.
b. Open Recruitment OSIS
Open Recruitment OSIS adalah proses di mana siswa-siswa di SMP diundang untuk mendaftar dan mengikuti serangkaian seleksi untuk menjadi anggota OSIS. Seleksi ini biasanya mencakup tahap- tahap seperti pendaftaran, seleksi administrasi, wawancara, tes keterampilan, dan pemilihan final oleh panitia yang ditunjuk.
c. Mading
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus OSIS untuk memperbarui Mading agar madding dapat terlihat lebih menarik untuk dibaca oleh siswa sehingga literasi siswa lebih meningkat.
7. Pelestarian Lingkungan Atau Mitigasi Perubahan Iklim a. Kebersihan dan Kreatifitas Kelas
Kegiatan ini merupakan kegiatan dimana siswa berkompetisi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan menunjukkan kreativitas mereka. Peserta akan melakukan berbagai aktivitas, seperti membersihkan area kelas, menghias atau membuat ruang kelas lebih menarik dan mengembangkan proyek lingkungan yang inovatif.
b. Pemanfaatan Barang Bekas (Pembuatan Pot dari Galon Bekas) Pemanfaatan barang bekas, seperti pembuatan pot dari galon bekas, dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Proses ini melibatkan penggunaan kembali bahan-bahan yang sudah tidak terpakai untuk mengurangi jejak karbon dan limbah plastik.
C. Mitra yang Terlibat dalam Penugasan Program Kampus Mengajar Pada pelaksanaan program, mitra yang ikut berperan adalah guru pamong, kepala sekolah, dan guru mata Pelajaran serta siswa SMP Ma’arif NU 2 Majenang. Program kerja yang diikuti oleh beberapa mitra adalah beberapa mata pelajar seperti Bahasa Indonesia, PKN, dan Matematika, RAMGI (Ramadghan Bagi-bagi), MERAPI (Merajut Ramadhan Penuh Arti : Berprestasi di Bulan Suci), BUKBER (Buka Bersama) dan Gebyar Budaya, . Mahasiswa KM 7 dan para siswa bergotong royong bersama dalam melakukan penanaman tumbuhan, mulai dari mengganti tanah yang sudah tidak subur di pot-pot yang lama dengan tanah yang gembur dan subur yang sudah diberi pupuk.
Selain para guru mitra yang terlibat adalah dinas yang memberikan ijin untuk bisa mendatangi penempatan sekolah. Serta untuk meminta persetujuan untuk pelaksanaan program kerja yang akan dilaksanakan.
DPL juga berperan dalam penugasan kampus mengajar ini, membantu dalam proses pelepasan dan penarikan. Memberikan saran mengenai program kerja.
D. Pelaksanaan AKM Kelas dan Asesmen Murid
Kegiatan AKM dilaksanakan di jenjang pendidikan SMP yang melibatkan siswa kelas 8. Pelaksanaan AKM di sekolah SMP Ma’arif NU 2 Majenang melibatkan 30 siswa mengikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dengan jumlah soalliterasi dan numerasi masing-masing 20 soal dan kami membagi 2 sesi pelaksanaan AKM. Pelaksanaan AKM memanfaatkan teknologi dimana siswa mengerjakan soal menggunakan chromebook sekolah yang telah didipersiapkan untuk pelaksanaan AKM. Dalam pelaksanaan AKM kendala yang dihadapi yaitu masalah ada 2 chromebook yang sering loading sehingga harus memiliki cadangan laptop sebagai pengganti.
Pre-TestAKM dilakukan pada hari Kamis, 07 Maret 2024. Dari hasil Pre-Test AKM literasi mencapai 54%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat literasi siswa dan siswi kelas 8 masih tergolong rendah. Di sisi lain, hasil Pre-
Test AKM numerasi hanya mencapai 26%. Ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa-siswi dalam menjawab soal berhitung juga masih tergolong sangat rendah.
Pelaksanaan Post-Test AKM dilakukan pada hari Senin, 27 Mei 2024.
Setelah melihat hasil dari Post-Test AKM Kelas 8 SMP Ma’arif NU 2 Majenang, kami melihat perubahan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hasil Pre-Tes. Dari hasil Post-Test AKM literasi mencapai 80% . Sedangkan, hasil Post-Test AKM numerasi mencapai 72%. Hal ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan signifikan kemampuan literasi dan numerasi siswa-siswi kelas 8 SMP Ma’arif NU 2 Majenang dalam Post-Test AKM.
E. Implementasi Program
Secara keseluruhan semua implementasi program terlaksana dengan baik. Dalam program kegiatan mengajar mahasiswa mengisi kelas yang pada saat itu guru berhalangan hadir dengan melakukan asistensi pembelajaran.
Pada kegiatan mengajar kami membuat dan memanfaatkan sebuah media pembelajaran seperti estafet matematika, math spinner, word wall, TTS, BINSIK (Bincang Asik) serta sesekali memberikan ice breaking kepada siswa.
Kami juga mengadakan Festival Literasi dan Numerasi dengan mengadakan lomba literasi seperti lomba baca pidato dan menceritakan makna dari tarian daerah pada masing-masing kelompok yang telah ditentukan.
F. Refleksi dan Evaluasi Implementasi Program
Kampus Mengajar 7 memberikan dampak yang positif bagi mahasiswa, memberikan kesempatan untuk belajar, mencari pengalaman serta mengembangkan aktivitas diluar kampus. Mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata kepada Pendidikan yang ada di Indonesia. Sebuah pencapaian yang cukup membanggakan saya bisa terjun langsung melaksanakan dan mengikuti setiap pembelajaran yang ada di SMP Ma’arif NU 2 Majenang.
Dampak dari Kampus Mengajar 7 ini tidak hanya berdampak pada mahasiswa,
tetapi berdampak juga kepada guru dan siswa. Peserta Program Kampus Mengajar dapat menginspirasi mereka untuk belajar lebih giat hingga ke jenjang yang lebih tinggi sehingga diharapkan meningkatnya literasi, numerasi serta adaptasi teknologi siswa.
Tantangan yang dihadapi ketika melaksanakan penugasan di SMP Ma’arif NU 2 Majenang yaitu rendahnya literasi dan numerasi siswa. oleh sebab itu kami sebagai tim Kampus Mengajar 7 SMP Ma’arif NU 2 Majenang perlu memberikan inovasi pada program kerja. Memberikan motivasi siswa agar memiliki minat dalam pembelajaran literasi dan numerasi.
Rendahnya tingkat numerasi membuat kami merancang program sedemikian rupa dengan permainan. Dengan program pembuatan media pembelajaran di kelas diharapkan siswa lebih tertarik dan semangat akan belajar numerasi menggunakan media game atau gamifikasi.
Penggunaan teknologi untuk KBM juga sangat minim, sementara fasilitas mengenai teknologi seperti chromebook, di sekolah sendiri sudah tersedia dengan total 15 chromebook. Di era digital seperti sekarang ini seharusnya siswa lebih melek teknologi, para guru perlu mampu mengoperasikan perangkat teknologi informasi untuk mengakses pembelajaran lebih luas lagi.
G. Deskripsi Kegiatan Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dalam Penugasan Program Kampus Mengajar
1. Adapun kegiatan dari Mahasiswa Kampus Mengajar 7 SMP Ma’arif NU 2 Majenang yaitu
a. Melaksanakan program kerja yang sudah dirancang dan disetujui oleh pihak sekolah.
b. Berkolaborasi dengan pihak sekolah ketika melaksanakan program kerja.
c. Membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar atau biasa disebut asistensi mengajar
2. Kegiatan bersama Dosen Pembimbing Lapangan dalam Penugasan Program Kampus Mengajar 7 di SMP Ma’arif NU 2 Majenang sebagai berikut
a. Dosen Pembimbing Lapangan dan Mahasiswa Kampus Mengajar 7 SMP Ma’arif NU 2 Majenang mengadakan pertemuan pertama secara daring menggunakan Zoom Meeting. Pada pertemuan pertama ini kami berkenalan satu sama lain.
b. Dosen Pembimbing Lapangan mengantarkan kami sekaligus menyerahkan untuk melaksanakan penugasan selama 4 bulan ke sekolah penugasan yaitu SMP Ma’arif NU 2 Majenang.
c. Dosen Pembimbing Lapangan menghadiri acara FKKS III sekaligus penarikan kami Kembali karena pelaksanaan penugasan Kampus Mengajar 7 SMP Ma’arif NU 2 Majenang sudah selesai.
H. Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan
Dengan adanya Kampus Mengajar Angkatan 7, mahasiswa dan para guru dapat meningkatkan semangat, motivasi dan minat belajar siswa. Mahasiswa secara aktif dan kreatif berkolaborasi dengan para guru di sekolah untuk menciptakan belajar mengajar yang relevan untuk saat ini dan menyenangkan yang telah disesuaikan dengan konteks pembelajran serta menggugah minat belajar siswa dan bertujuan agar meningkatkan kreativitas dan produktivitas siswa.
Dari kegiatan Kampus Mengajar juga memberikan beberapa pengalaman bagi mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini, berupa relasi baru, kerja sama antar anggota, dan terutama bisa belajar bagaimana cara menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
2. Saran
a. Pengembangan Program, perlu upaya untuk terus mengembangkan program yang telah di implementasikan. Dalam program kerja Kampus Mengajar 7 SMP Ma’arif NU 2 Majenang yang sudah kami laksanakan, kami menyarankan untuk penyediaan buku bacaan yang sesuai dengan level baca siswa, inovasi mengenai kegiatan di sekolah untuk menarik minat baca siswa, dilakukannya
pembaruan konten pada mading secara berkala, pembuatan media pembelajaran dengan kreatif dan variatif agar siswa lebih tertarik untuk belajar, dan pengembangan ketrampilan adaptasi teknologi pada siswa maupun guru.
b. Menerapkan sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk terus memantau dampak dari program kerja yang diberikan oleh tim Kampus Mengajar di sekolah, mengidentifikasi hal yang harus diperbaiki, dan menyesuaikan strategi implementasi sesuai dengan kebutuhan.
c. Penyediaan sumber daya tambahan diperlukan agar meningkatkan dukungan sumber daya, baik dalam hal fasilitas maupun dana. Hal tersebut dapat mendukung program dan dapat membantu mengatasi keterbatasan yang dihadapi oleh beberapa sekolah.
Kami menyarankan kepada pihak sekolah agar menambah sumber daya manusiauntuk menambah penjaga perpustakaan atau pustakawan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali perpustakaan agar berjalan sebagaimana semestinya serta memanajemen perpustakaan.
Lampiran
1. Dokumentasi implementasi program kerja 1. Literasi Spiritual : Asmaul Husna
2. Pohon Literasi
3. TTS (Teka-Teki Silang)
4. Word Wall
5. BINSIK (Bincang Asik)
6. Pojok Baca
7. Puzzle Matematika
8. Math Spinner
9. Estafet Matematika
10. Pengenalan Canva
11. Watch2gether
12. Pengenalan Microsoft Word
13. Administrasi Perpustakaan
14. Revitalisasi Perpustakaan
15. RAMGI (Ramadhan Bagi-bagi)
16. BUKBER (Buka Bersama)
17. MERAPI (Merajut Ramadhan Penuh Arti : Berprestasi di Bulan Suci)
18. Gebyar Budaya
19. Sosialisasi 3 Dosa Besar Pendidikan
20. Open Recruitment Osis
21. Mading
22. Kebersihan dan Kreatifitas Kelas
23. Pemanfaatan Barang Bekas (Pembuatan Pot dari Galon Bekas)
24. green School Day
26. Pre-Test AKM
27. FKKS II
28. Asistensi Pembelajaran
29. Halal Bi Halal
30. Sosialisasi Anti Bullying Bersama Kapolda Jawa Tengah
31. Upacara Memperingati Hari Kartini
32. Kegiatan Rutin Sholat Dhuha
33. Latih Tari
34. Sosialisasi PPDB ke SD/MI
35. Istighosah
36. Pelaksanan ASAJ (Asesmen Sekolah Akhir Jenjang)
37. Pelatihan OSN
38. Perpisahan Siswa-siswi Kelas IX
39. Post-Test AKM
40. Dokumentasi kegiatan mahasiswa bersama DPL dan para pemangku kepentingan terkait (dinas pendidikan, kepala sekolah, guru/guru pamong)
1. Penerjunan Mahasiswa KM7 bersama DPL, Kepala Sekolah dan Guru Pamong
2. Kunjungan dari Direktorat Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan
3. FKKS III