• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kasus Veruka Vulgaris

N/A
N/A
Putri Mayola

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Kasus Veruka Vulgaris"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KASUS VERUKA VULGARIS

Disusun oleh :

Tifani Pertiwi 031052300034

Pembimbing

dr. Ridhawati Muchtar, Sp.KK dr. Atika Damayanti, Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH

PERIODE 06 MEI – 08 JUNI 2024

(2)

PENDAHULUAN

Veruka vulgaris adalah proliferasi jinak pada kulit dan mukosa di bagian epidermis yang di sebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV).

Penyakit ini merupakan penyakit infeksi yang sering dijumpai pada anak, dewasa, dan orang tua. Cara penyebaran virus ini adalah dengan kontak langsung atau inokulasi. Gambaran klinis berupa papul padat verukosa, keratotik, dengan permukaan kasar, hiperkeratosis, serta adanya black dots. Lokasi dapat dimana saja, tetapi sering di punggung, tangan, dan jari tangan. Biasanya asimtomatik, tetapi dapat nyeri bila tumbuh di palmar atau plantar dan merusak kuku bila tumbuh pada lipatan atau bawah kuku. Pada anak-anak, dapat di wajah dan leher.

Veruka vulgaris biasanya asimtomatik. Penyebab veruka vulgaris terutama HPV 2, tetapi dapat juga HPV 1 dan 4.

Veruka vulgaris dapat timbul pada segala usia. Kelainan meningkat selama umur sekolah dan menurun setelah umur 20 tahun. Prevalensi di seluruh dunia sekitar 10% populasi. Pada anak usia sekolah, prevalensinya mencapai 10% - 20%. Penyakit ini lebih sering terjadi pada pasien imunosupresi. Veruka vulgaris dua kali lebih umum terjadi pada orang kulit putih dibandingkan orang kulit hitam atau Asia.

Frekuensi pada laki-laki dan perempuan sama. Veruka vulgaris biasanya terjadi pada orang-orang yang berisiko seperti pada orang dengan Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS atau orang yang pernah menjalani transplantasi organ, pada anak atau dewasa muda dan orang dengan kondisi kulit kronis, seperti eksim, orang yang suka mengigit kuku, atau mencabut kuku.

(3)

ILUSTRASI KASUS

(4)

IDENTITAS PASIEN

Nama : Toni Priyadi

Nomor RM : 9777720

Umur : 34 tahun

Alamat : Jakarta Timur Jenis kelamin : Laki-laki

Tanggal pengambilan data :14 Mei 2024

Identitas pasien

(5)

anamnesis

Keluhan Utama dan Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke poli RSUD Budhi Asih pada tanggal 06 Mei 2024 dengan keluhan benjolan kecil mirip kutil pada telapak tangan sejak 5 tahun yang lalu dan sebelumnya sudah pernah di couter.

Keluhan muncul kembali 2 tahun terakhir. Tidak terasa gatal, nyeri, dan panas. Pasien tidak ingat pernah berkontak dengan orang yang memiliki keluhan yang sama. Pasien sehari-hari kerja sebagai pengangkat barang. Pasien sudah pernah menderita penyakit ini sebelumnya. Setelah di couter, yang awalnya timbul di area sebelah kiri, namun saat ini meluas ke tempat yang lain.

Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien pernah memiliki keluhan yang sama sebelumnya, pasien tidak memiliki riwayat alergi, makanan, obat-obatan sebelumnya.

(6)

anamnesis

Riwayat Penyakit Keluarga

Pasien tidak mengetahui riwayat penyakit keluarga pasien.

Riwayat Pengobatan dan Operasi

5 tahun yang lalu sebelumnya sempat dilakukan tindakan electrocauter

Riwayat Sosioekonomi

Pasien berobat dengan BPJS

(7)

Pemeriksaan fisik

A. Keadaan Umum

B. Tanda vital

(8)

Pemeriksaan fisik

A. Status Generalis

(9)

Pemeriksaan fisik

A. Status Generalis

(10)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

ada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang.

DIAGNOSIS Diagnosis primer : Veruka Vulgaris

PENATALAKSANAAN Medikamentosa

AS2% + Mupirosin 30 gr 3x1 (pada luka post cauter) Kompres NaCl 0,9% 2x20xmenit

Nonmedikamentosa

- Tindakan electrocauter

(11)
(12)

TINJAUAN

PUSTAKA

(13)

Veruka vulgaris adalah papul verukosa yang disebabkan oleh infeksi virus human papilloma virus (HPV). Veruka vulgaris merupakan infeksi pada kulit disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV) yang mengenai sel keratinosit pada lapisan basal epidermis.

DEFINISI

(14)

Epidemiologi

INSIDENSI

dapat timbul pada segala usia, tetapi jarang pada bayi dan

anak

Frekuensi kejadian sama antara laki-laki

dan perempuan

KESINTASAN

diperkirakan terjadi

pada 3-33% dari

seluruh populasi dunia

(15)

ETIOpatogenesis

virus ini tidak memiliki selubung lipoprotein yang dapat menyebabkan kerentanan terhadap inaktivasi yang cepat Penyebab

terutama HPV 2, tetapi dapat juga HPV 1 dan 4.

HPV akan memblok differensiasi akhir dan menstimulasi pembelahan sel untuk pembentukkan enzim-enzim dan kofaktor yang penting untuk replikasi DNA virus

Lesi ini bisa sporadik, rekuren, atau

persisten

(16)

Orang dengan

kondisi kulit kronis, seperti eksim, orang yang suka mengigit kuku, atau

mencabut kuku.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,

seperti pengidap HIV/AIDS atau orang yang pernah

menjalani transplantasi

organ.

Anak-anak dan dewasa muda, karena tubuh mereka mungkin belum memiliki kekebalan terhadap virus.

FAKTOR RESIKO

(17)

MANIFESTASI KLINIS

Plantar wart atau veruka vulgaris terjadi pada telapak kaki

papul padat verukosa, keratotik, dengan ukuran beberapa mm sampai dengan 1 cm

sering di punggung, tangan, dan jari tangan

Apabila kutil tumbuh kearah superfisial akan

membentuk plak hiperkeratotik yang disebut

sebagai kutil mosaik dengan rasa nyeri yang

tidak menonjol dan biasanya disebabkan oleh

HPV 2

(18)

DIAGNOSIS

papul padat verukosa, keratotik, dengan ukuran beberapa mm sampai dengan 1 cm

Lesi veruka vulgaris yang khas

sehingga jarang membutuhkan

pemeriksaan histopatologi

(19)

Diagnosis banding

Keratitis seboroik

Nevus verukosa

(20)

TATALAKSANA

Non

medikamentosa

menjaga higiene perorangan supaya tidak tertular, misalnya dengan menghindari kontak langsung

medikamentosa

destruksi dengan bedah listrik, bedah beku, bedah laser, destruksi dengan bahan keratolitik, kaustik, atau lainnya secara topikal, misalnya asidum salisilikum 25-50%, triklorasetat 25%, fenol liquefaktum

(21)

1. Mengurangi risiko transmisi, seperti menutup kutil dengan bahann tahan air ketika berenang, menghindari pemakaian barang pribadi secara bersama-sama, dan menggunakan alas kaki ketika menggunakan toilet umum.

2. Mengurangi risiko auto-inokulasi, seperti tidak menggaruk lesi, tidak menggigit kuku, dan tidak mencukur daerah yang terapat kutil.

3. Jangan sentuh kutil orang lain.

4. Jangan berbagi handuk, waslap, pakaian, gunting kuku, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya.

5. Jangan menggigit kuku atau mengorek kutikula.

6. Jagalah kelembapan kulit (tidak kering dan pecah-pecah) dan lindungi luka. HPV dapat dengan mudah masuk ke kulit yang pecah-pecah atau rusak.

7. Gunakan kondom untuk mencegah kutil kelamin.

8. Kenakan sandal jepit atau sepatu saat menggunakan ruang ganti umum, area kolam renang, atau kamar mandi.

PENCEGAHAN

(22)

ANALISIS KASUS

Pemeriksaan dilakukan pada pasien laki-laki usia 34 tahun di Poli Klinik Kulit dan Kelamin RSUD Budhi Asih, dengan keluhan utama keluhan benjolan kecil mirip kutil pada telapak tangan sejak 5 tahun yang lalu dan sebelumnya sudah pernah di couter. Keluhan muncul kembali 2 tahun terakhir. Tidak terasa gatal, nyeri, dan panas. Pasien tidak ingat pernah berkontak dengan orang yang memiliki keluhan yang sama. Pasien sehari-hari kerja sebagai pengangkat barang. Pasien sudah pernah menderita penyakit ini sebelumnya. Setelah di couter, yang awalnya timbul di area sebelah kiri, namun saat ini meluas ke tempat yang lain. Berdasarkan teori yang ada, veruka vulgaris dapat terjadi karena adanya maserasi kulit yang menyebabkan defek pada epitel kulit sehingga virus HPV dapat berkembang dan menginfeksi kulit.

Pasien belum pernah memiliki keluhan yang sama sebelumnya. Pasien tidak mengetahui riwayat penyakit keluarga pasien. Pasien memiliki riwayat pengobatan untuk gatal berulang dan tidak memiliki riwayat operasi sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pada regio elbow, brachii-antebrachii bilateral, axillaris, pedis, coli : papul berwarna kulit sampai keabuan dengan permukaan kasar (verukosa), keratotik, dengan ukuran 1 cm, anular, sirkumkript, multiple. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien ini sesuai dengan gambaran khas veruka vulgaris, maka pasien ini didiagnosa veruka vulgaris.

Tatalaksana yang diberikan berupa tindakan electrocauter untuk pengobatan veruka vulgaris serta diberikan salep oles berupa AS2% + Mupirosin 30 gr untuk pada luka pasca cauter serta kompres NaCl 0,9%.2x20 menit.

(23)

kesimpulan

Veruka vulgaris merupakan kelainan kulit berupa proliferasi jinak epitel skuamous yang menimbulkan lesi berupa papul verukosa. Penyebab penyakit ini adalah virus human papilloma virus (HPV) yaitu virus DNA dengan karakteristik replikasi terjadi pada inti sel. Penegakkan diagnosis veruka vulgaris dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik berupa melihat efloresensi status lokalis, dan bila diperlukan dengan pemeriksaan penunjang. Penatalaksaan penyakit ini dapat berupa pengobatan topikal, pengobatan bedah, pengobatan sistemik, dan pengobatan dengan agen imunosupresif, serta edukasi mengenai penyakit ini.

 

(24)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon and infographics & images by Freepik

TERIMAKASIH BANYAK

DOKTER

(25)

Daftar isi

1. Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W. Ilmu penyakit kulit dan kelamin; edisi ke-7. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2016.h.131-2

2. Tampi PGI, Mawu FO, Niode NJ. Profil veruka vulgaris di poliklinik kulit dan kelamin RSUP prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2013. E-Clinic. 2016;4(1):312-7

3. Nadjar M, Anwar AI, Wahab S. Hubungan keratosis seboroik dengan penyakit kulit lain. Medicinus. 2015;28(2):38-42

4. Epidermal Nevus, including Inflammatory Linear Verrucous Epidermal Nevus (Nevus Verrucosus, Dermatitic Epidermal Nevus).

Diunduh dari: http://www. clinicaladvisor.com/ dermatology/epidermal-nevus-including-inflammatory-linear - verrucous - epidermal – nevus – nevus – verrucosus – dermatitic - epidermal - nevus/article/594864/.

5. Histology Findings Nongenital Warts Workup. Diunduh dari: http://emedicine.medscape.com/ article/1133317-workup#c7. Diakses 7 Oktober 2017

6. Dinulos, J.G.H. Warts (verruca vulgaris). School Of medicine of Dartmouth 2023

7. Sterling J, Gibbs S, Haque Hussain S, Mohd Mustapa M, Handfield-Jones S. British Association of Dermatologists' guidelines for the management of cutaneous warts 2014. British Journal of Dermatology. 2014;171(4):696-712.

8. Common Warts . Mayo Clinic [Internet]. 2024 [cited 2024 Mar 3]; Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases- conditions/common-warts/symptoms-causes/syc-20371125

9.Androphy EJ, Lowy DR. Warts in Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 7th ED Vol 2. USA: Mc Graw-Hill Companies . 2008;1914–22.

Gambar

ILUSTRASI KASUS

Referensi

Dokumen terkait

Kutil merupakan neoplasma jinak epidermis yang disebabkan oleh virus dari kelompok human papillomavirus (HPV). Gejala-gejalanya dapat ditunjukkan dengan timbulnya

Kontak langsung antara kulit menyebarkan infeksi HPV secara efisien. Virus tidak ditransmiisikan melalui darah atau cairan tubuh. Daerah genitalia yang diserang adalah mukosa dan

Pengertian (Definisi) Penyakit menular seksual akut yang ditandai dengan kelainan berupa fibroepiteloma pada kulit dan mukosa kelamin yang disebabkan oleh Human

Kanker serviks merupakan keganasan yang terjadi pada leher rahim dan... disebabkan oleh infeksi Human Papiloma Virus

• Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus papilloma humanus (VPH) tipe tertentu dengan kelainan pada kulit dan

Menurut Mansjoer A (2007) Herpes zoster (dampa,cacar ular) adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa. Infeksi

Adalah infeksi akut primer oleh virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi dibagian

Keywords: Condylomata acuminata, KOH 5%, therapy PENDAHULUAN Kondiloma akuminata atau kutil kelamin merupakan infeksi Human Papilloma Virus HPV yang ditandai dengan lesi vegetasi