LAPORAN KERJA PRAKTEK PT TIMURAYA TUNGGAL KARAWANG
PABRIK KALIUM SULFAT
Waktu Pelaksanaan : 07 Oktober – 06 Desember 2024
Disusun Oleh :
NAMA 21106312300
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG TAHUN 2024
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusun dapat melaksanakan kerja praktek dan menyelesaikan laporan kerja praktek dengan lancar.
Laporan ini disusun sebagai salah satu untuk memenuhi persyaratan mata kuliah kerja praktek pada program studi S1 Teknik Kimia Universitas Singaperbangsa Karawang selama 2 bulan dimulai pada tanggal 07 Oktober - 06 Desember 2024.
Penyusunan laporan penelitian ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan berbagai pihak.
Untuk itu penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1. Ibu Cintiya Septa Hasanah, S.T., M.Eng., sebagai Koordinator Program Studi Teknik Kimia, Universitas Singaperbangsa Karawang.
2. Bu Vera Pangni Fahriani, S.Pd., M.Pd., sebagai dosen pembimbing kerja praktek.
3. Bapak Mulat selaku SPV Produksi Plant Kalium Sulfat Timuraya Tunggal Karawang atas bimbingan dan bantuannya selama pelaksanaan Kerja Praktek di PT Timuraya Tunggal Karawang.
4. Bapak Sugiyono Sukardi selaku HRD yang telah memberikan izin penyusun untuk melaksanakan kerja praktek di PT Timuraya Tunggal Karawang.
5. Orang tua, serta seluruh keluarga dan orang tercinta atas do’a, semangat, dan dukungannya.
6. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu baik secara moril maupun materil.
Penulis menyadari bahwa laporan penelitian ini masih terdapat kekurangan sehingga saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga laporan penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Karawang, 2024
Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.1.1 Sejarah Perusahaan
PT Timuraya Tunggal didirikan pada tahun 1979, dengan pabrik pertama yang dibangun di atas lahan seluas 45.000 m² di Tangerang, Banten. Setahun kemudian, pada 1980, perusahaan memulai operasi komersialnya dengan memproduksi tiga produk utama: Asam Sulfat, Aluminium Sulfat, dan Alkil Benzena Sulfonat. Keberhasilan awal ini menjadi fondasi untuk pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Pada tahun 1991, PT Timuraya Tunggal mempelopori produksi Asam Sulfamat di Indonesia, menandai langkah penting dalam inovasi produk. Kemudian, pada 1993, perusahaan memperluas operasinya dengan membangun pabrik baru di atas lahan seluas 140.000 m² di Karawang, Jawa Barat, sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan produk dan kepercayaan pelanggan.
Dua tahun kemudian, pada 1995, pabrik di Karawang mulai berproduksi secara komersial dengan unit produksi tambahan, termasuk Asam Sulfat II, Aluminium Sulfat II, dan Asam Sulfamat II.
Pasca krisis ekonomi Asia, pada tahun 1999, PT Timuraya Tunggal memperluas portofolio bisnisnya ke sektor agrokimia dengan memproduksi pupuk Ammonium Sulfate (ZA) di pabrik Karawang. Pada tahun 2001, perusahaan dianugerahi sertifikasi ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu dari Lloyd's Register Quality Assurance. Setahun kemudian, pada 2002, Timuraya kembali memimpin pasar dengan memproduksi Kalium Sulfat di Indonesia, menambah variasi produk pupuknya.
Pada tahun 2007, perusahaan mulai memasok produk kimia untuk pengeboran minyak dan meraih sertifikasi SNI untuk lima produk manufaktur. Dua tahun kemudian, pada 2009, PT Timuraya Tunggal meningkatkan kapasitas produksi Asam Sulfamat, menjadikannya salah satu produsen terbesar di dunia. Pada 2013, perusahaan kembali memperluas lini produksinya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, dengan menambahkan Kalium Sulfat dan memulai produksi komersial Sulphuric Acid Battery Grade. Pada tahun yang sama, perusahaan juga memperoleh Sertifikasi Sistem Jaminan Halal.
PT Timuraya Tunggal memproduksi berbagai produk kimia yang meliputi beberapa kategori utama. dalam industri kimia, produk yang dihasilkan mencakup berbagai bentuk Aluminium Sulfat, termasuk Alum Cair (Aluminium Sulfate Liquid), Alum Sulfat Bubuk (Aluminium Sulfate Powder), Alum Sulfat Bongkah (Aluminium Sulfate Lump), Alum Sulfat Granule (Aluminium Sulfate Granule), dan Alum Sulfat Superfine (Aluminium Sulfate Powder Superfine).
Selain itu, perusahaan juga memproduksi PAC (Poly Aluminium Chloride) dalam berbagai bentuk, seperti PAC Water Drinking (Poly Aluminum Chloride Powder Drinking Grade), PAC Cair (Poly Aluminium Chloride Liquid), dan PAC Powder Putih (Poly Aluminium Chloride Powder). Produk Asam Sulfat yang diproduksi meliputi berbagai konsentrasi, mulai dari Asam Baterai (Sulfuric Acid Battery Grade - H2SO4 98% Battery Grade), Asam Sulfat 98% (Sulfuric Acid - H2SO4 98%), Asam Sulfat Bening 98% (Sulfuric Acid 98% - H2SO4 98% Bening), hingga Asam Sulfat 60% (Sulfuric Acid
60% - H2SO4 60% - Asam Dilute - Dilute Acid). Produk kimia lainnya meliputi Hydrochloric Acid (HCl), Hydrochloric Acid TK1 (HCl - TK1), dan Sulfamic Acid (SA).
Dalam kategori pupuk, PT Timuraya Tunggal memproduksi Kalium Sulfat dan Amonium Sulfat, serta pupuk. Kalium Klorida (KCL/MOP). Sedangkan dalam sektor minyak & gas, PT Timuraya Tunggal menyediakan produk seperti Kalsium Chloride (Calcium Chloride 96% - CaCl2), Barite API (Barite Powder), serta Kalium Klorida (KCl) yang digunakan dalam proses pengeboran minyak.
1.1.2 Visi, Misi, dan Nilai-nilai
Visi : Dikenal sebagai Pemimpin pasar dalam menghadirkan kimia Sulfur dalam kehidupan dunia sehari hari.
Misi :
Kami memenuhi tuntutan pasar dalam hal mutu dan pengiriman melalui perbaikan terus- menerus, penggunaan teknologi dan interaksi pelanggan.
Kami berusaha menjadi produsen dengan biaya paling bersaing.
Kami mendukung karyawan kami untuk mencapai potensinya dan berjuang untuk meraih keunggulan.
Kami mengadopsi praktek terbaik dalam hal keselamatan, kesehatan dan keamanan, dan mengutamakan pelaksanaan program program berkesinambungan untuk masyarakat dan lingkungan.
Kami berkomitmen untuk memelihara pertumbuhan dan memaksimalkan nilai perusahaan bagi para stakeholder.
Nilai-nilai
Tabel 1. 1 Nilai-nilai perusahaan PT Timuraya Tunggal
1.2 Deskripsi Proses
Proses pembentukan Kalium Sulfat (ZK) umumnya dilakukan melalui metode Mannheim, yang melibatkan beberapa tahapan reaksi kimia. Bahan baku utama yang digunakan adalah Kalium Klorida (KCl) dan Asam Sulfat (H₂SO₄). KCl biasanya diperoleh dari mineral silvit atau hasil olahan garam potasium, sementara Asam Sulfat diproduksi secara industri. Pada tahap reaksi, Kalium Klorida dan Asam Sulfat dipanaskan dalam reaktor khusus, yaitu tungku Mannheim, pada suhu tinggi sekitar 600°C- 700°C. Reaksi kimia yang terjadi menghasilkan Kalium Sulfat (K₂SO₄) sebagai produk utama dan gas Hidrogen Klorida (HCl) sebagai produk sampingan. Dapat dilihat pada reaksi dibawah ini
2KCl+H2SO4⟶K2SO4+2HCl
Setelah reaksi selesai, Kalium Sulfat yang terbentuk dalam bentuk padat dipisahkan dari reaktor, sementara gas HCl yang dihasilkan diolah lebih lanjut. Kalium Sulfat kemudian didinginkan dan dikeringkan untuk mengurangi kadar air, sehingga lebih stabil dan tahan lama selama penyimpanan serta pengiriman. Produk akhir berupa Kalium Sulfat dengan kemurnian tinggi ini siap untuk dikemas dan didistribusikan, terutama untuk digunakan sebagai pupuk dalam pertanian. Proses Mannheim dianggap efisien karena selain memproduksi Kalium Sulfat, gas HCl yang dihasilkan juga dapat diolah menjadi produk komersial lainnya.
Integritas
Kami mematuhi setiap komitmen yang kami buat. Bertanggung jawab atas semua keputusan dan tindakan kami. Mewujudkan kejujuran, ketulusan dan keadilan dalam setiap tindakan yang kami lakukan.
Kerjasama tim
Kami menyadari pentingnya perbedaan dalam tim kami. Mengutamakan komunikasi terbuka, agar dapat saling belajar, berbagi ide, menumbuhkan rasa memiliki, dan berkontribusi dalam mengambil keputusan. Mendukung, percaya, peduli dan menghormati sesama pekerja untuk mencapai tujuan bersama.
Keberanian
Kami memberdayakan orang-orang kami untuk berani mengambil inisiatif dan melakukan apa yang benar. Menciptakan budaya berani untuk mengambil risiko secara bijaksana. Siap menghadapi situasi sulit dengan penuh keyakinan dan kebulatan tekad.
Keunggulan
Kami berjuang untuk mencapai nilai terbaik dari yang kami lakukan melalui optimalisasi sumber daya, dan bekerja berdasarkan urgensi, kreativitas, kecerdasan, dan inovasi. Kami adalah organisasi pembelajar yang berjuang untuk perbaikan terus-menerus.
1.3 Pelaksanaan Kerja Praktek
1.3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek
Kegiatan kerja praktel dilaksanakan di PT Timuraya Tunggal, Karawang. Plant yang berlokasi di Jalan Anggadita Raya No 205, Desa Anggadita, Kecamatan Klari, karawang, Jawa Barat. Kegiatan kerja praktek ini dilaksanakan mulai tanggal 07 Oktober – 06 Desember 2024, dibawah bimbingan Bapak Mulat selaku pembimbing lapangan.
1.3.2 Tujuan Kerja Praktek
Pelaksanaan kerja praktek bagi mahasiswa dalam lingkup program Pendidikan sarjana S1 Program Studi Teknik Kimia Universitas Singaperbangsa Karawang mendorong mahasiswa supaya:
a. Mempelajari dan mengamati secara langsung proses operasi produksi serta fasilitas pendukung produksi di PT Timuraya Tunggal khususnya Plant Asam Sulfat agar dapat membandingkan antara teori yang didapat di perkuliahan dengan penerapan langsung di lapangan pabrik.
b. Memahami dan dapat menggambarkan diagram alir proses dan sistem pemrosesan yang digunakan di PT Timuraya Tunggal Karawang Plant Asam Sulfat.
c. Memahami dan dapat menggambarkan masukan-masukan proses produksi meliputi masukan-masukan utama dan penunjang, dan energi yang dibeli dari luar atau dibangkitkan sendiri oleh pihak pabrik.
d. Memahami dan dapat menggambarkan keluaran proses yang meliputi produk utama, produk samping, energi dan limbah dalam proses produksi.
e. Mengenal dan memahami wujud dan karakteristik perangkat-perangkat proses termasuk alat ukur dan alat kendali.
f. Mengamati dan mendapat peluang untuk menangani permasalahan yang ada dalam PT Timuraya Tunggal secara langsung.
g. Mendapatkan gambaran nyata mengenai organisasi kerja dan penerapannya dalam hal pengoperasian sarana produksi termasuk pengenalan tahapan pengelolaan dan sejumlah peraturan kerja.
h. Memperoleh pengalaman dan pemahaman untuk mengembangkan pola pikir mahasiswa dalam dunia kerja secara nyata.
1.3.3 Ruang Lingkup Kerja Praktek
Guna melaksanakan tujuan-tujuan tersebut, diharapkan mahasiswa bisa melaksanakan Praktek Kerja Lapangan dengan tahapan-tahapan berikut:
1. Mengenal perusahaan secara luas dan orientasi umum
2. Memahami seluruh alur proses kinerja yang ada di perusahaan 3. Menganalisa mengenai masalah-masalah yang ada di perusahaan
4. Aktif dalam mencari informasi baik tentang proses maupun hal umum lainnya tentang perusahaan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kalium Sulfat
BAB III BAHAN BAKU
PT Timuraya Tunggal Karawang, menggunakan asam sulfat (K2SO4) dan kalium klorida (KCl) sebagai bahan baku utama pembuatan produk kalium sulfat. Kedua bahan baku tersebut direaksikan di reaktor furnace, kemudian ada penambahan penetral juga seperti soda ash apabila kadar asam nya tidak sesuai standar. Selanjutnya padatan yang terbentuk diproses hingga dipacking. Dalam satu kali proses, dibutuhkan bahan baku sebnayak….ton untuk asam sulfat dan ….ton untuk KCl dengan produk kalium sulfat….ton.
3.1 Bahan Baku Utama 3.1.1 Kalium klorida
Kalium klorida (KCl) merupakan bahan baku utama dalam proses produksi kalium sulfat, yang dikenal sebagai senyawa kimia dengan beragam aplikasi penting, terutama dalam bidang pertanian di mana ia digunakan sebagai pupuk untuk meningkatkan kualitas dan hasil panen. Penggunaan kalium sulfat sebagai pupuk membantu menyediakan nutrisi penting, seperti kalium dan sulfur, yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan optimal.
Untuk menghasilkan kalium sulfat berkualitas tinggi, KCl yang digunakan harus memenuhi standar tertentu, baik dari segi kemurnian maupun kualitasnya, sehingga perusahaan mengimpor KCl ini dari luar negeri. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang besar serta memastikan bahan baku tersebut memenuhi spesifikasi kualitas yang sesuai dengan standar proses produksi. Dalam setiap tahap produksi kalium sulfat, KCl diumpankan atau dimasukkan ke dalam reaktor produksi dalam jumlah yang signifikan, yaitu sekitar 15 ton, tergantung pada kapasitas produksi dan target output yang ditetapkan.
Tabel 3.1 Spesifikasi dalam Kalium Klorida PT Timuraya Tunggal.
Spesifikasi Standar mutu Keterangan
Tipe Bethune -
Kadar K2O 60% Minimun
Kadar H2O 0,5% Minimun
Visual Putih -
Ukuran 65 Mesh Minimum
3.1.2 Asam sulfat
Asam sulfat juga berperan penting sebagai salah satu bahan baku utama dalam proses produksi kalium sulfat. Dalam proses ini, asam sulfat memiliki peran khusus karena strukturnya yang terdiri dari
beberapa komponen, termasuk molten sulfur, oksigen, dan vanadium pentaoksida (V₂O₅). Kombinasi komposisi ini memberikan sifat kimia yang sesuai untuk bereaksi dengan kalium klorida dalam pembentukan kalium sulfat yang berkualitas.
Asam sulfat yang digunakan dalam produksi ini diproduksi secara mandiri oleh PT Timuraya Tunggal, yang telah mengembangkan fasilitas produksi asam sulfat dengan kapasitas produksi mencapai 100 ton per hari. Dengan kapasitas sebesar ini, PT Timuraya Tunggal mampu mendukung kebutuhan bahan baku asam sulfat secara konsisten dan dalam jumlah yang memadai, sehingga proses produksi kalium sulfat dapat berjalan tanpa hambatan pasokan. Ketersediaan asam sulfat dalam jumlah besar ini sangat penting dalam menjaga efisiensi dan stabilitas proses produksi, sekaligus memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan kalium sulfat dengan kualitas yang sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pasar. Spesifikasi kandungan yang terdapat pada bahan baku asam sulfat disajikan pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Spesifikasi dalam Asam sulfat PT Timuraya Tunggal.
Spesifikasi Standar Mutu Keterangan
Kemurnian 98% Standar
Specific gravity (15/4oC) 1,80 Minimum
Besi (Fe) 0,0050 % Maksimum
Residu Pmebaakaran 0,0300 % Maksimum
Klorida (Cl) 0,0010 % Maksimum
Nitrat (NO3) 0,0005 % Maksimum
Timbal (Pb) 0,0050 % Maksimum
3.1.3 Bahan pendukung
Bahan baku pendukung yang digunakan dalam proses produksi ini adalah soda ash, yang memiliki fungsi penting sebagai penetral. Soda ash digunakan untuk menyeimbangkan kandungan Zk, terutama ketika kadar Fa meningkat hingga batas tertentu selama proses produksi berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar kandungan Zk tetap stabil dan aman, sehingga kualitas produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan penggunaan soda ash sebagai penetral, proses produksi dapat berjalan lebih lancar dan hasil akhir produk lebih terjaga kualitasnya.
BAB IV SISTEM PROSES 4.1 Persiapan bahan baku
Bahan baku yang digunakan yaitu asam sulfat …% dan KCl …%. Asam sulfat digunakan sebagai pelarut pada proses pengeceran yang berfungsi sebagai pengik
4.2 Proses Reaksi 4.3 Proses Absorpsi
BAB V
SISTEM PEMROSESAN DAN INSTRUMENTASI 5.1 Spesifiskasi Alat Utama
a) Furnace Mannheim
Fungsi :
Jumlah : 2
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
b) Heat Exchanger (HE)
Fungsi :
Jumlah : 2
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
c) Cooling Drum (CD)
Fungsi :
Jumlah : 4
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
d) Vibrator
Fungsi :
Jumlah : 2
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
e) Disk Mill
Fungsi :
Jumlah : 4
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
5.2 spesifikasi Alat Pendukung a) Hopper KCl
Fungsi :
Jumlah : 3
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
b) Belt Conveyor
Fungsi :
Jumlah : 6
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
c) Bucker Elevator
Fungsi :
Jumlah : 5
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
d) Screw Conveyor
Fungsi :
Jumlah : 15
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
e) Hopper produk
Fungsi :
Jumlah : 4
Diamter :
Tinggi :
Suhu :
CC 4
SR 11 AT 6 AC 8 IT 3 SHC 10
BAB VI PRODUK 6.1 Produk Utama
Kalium sulfat merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh PT Timuraya Tunggal. Sebagai salah satu produsen pupuk di Indonesia PT Timuraya Tunggal memproduksi kalium sulfat dengan standar tinggiu untuk menjamin kemurnian serta kualitas pupuk yang dihasilkan. Dalam memproduksi kalium sulfat mengandung sekitar 50% K2O dan 18% sulfur, dalam bentuk senyawa kalium sulfat yang mudah terserap oleh tanaman, yang juga tidak mengandung klorida sehingga aman untuk tanaman yang sensitive terhadap klorin.
Selain itu kalium sulfat yang ada di PT Timuraya Tunggak memiliki bentuk butiran yang mudah diaplikasikan langsung ke tanah maupun melalui system irigasi tetes hidropinik. Bentuk butiran ini membuat pupuk lebih stabil saat disimpan, karena tidak mudah menggumpal atau mengalami penurunan kualitas. Berikut Adapun spesifikasi produk kalium sulfat seperti yang ditampilkan pada Tabel 6.1
Tabel 6.1 Spesifikasi produk kalium sulfat
Spesifikasi Standar Mutu Keterangan
Kadar K2O 50% Minimal
Kadar SO3 42,5% Minimal
Kadar Sulfur (S) 18% Maksimal
pH 4 Maksimal
Free Acid (Fa) 2,5% Maksimal
Kadar Klorin (Cl) Ekspor 1,5% Maksimal
Kadar Klorin (Cl) Lokal 2,0% Maksimal
Visual Putih
Tabel 6.1 menyajikan produk kalium sulfat yang diproduksi oleh PT Timuraya Tunggal Karawang sesuai dengan standar mutu produk yang ditetapkan.
6.2 Produk Samping
Dalam proses produksi kalium sulfat, tidak hanya produk utama yang dihasilkan, tetapi juga terdapat produk samping berupa asam klorida (HCl) dengan konsentrasi 32%.
Asam klorida ini terbentuk sebagai hasil sampingan dari reaksi kimia yang terjadi selama proses produksi, di mana bahan baku yang digunakan, seperti kalium klorida (KCl) dan asam sulfat (H₂SO₄).
HCl dengan konsentrasi 20% biasanya digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti pengolahan logam, pembersihan permukaan, dan netralisasi zat basa. Sementara
itu, HCl dengan konsentrasi 32,2 % memiliki kegunaan yang lebih luas, termasuk dalam industri kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kimia lainnya, seperti poli aluminium klorida (PAC) dan polimer klorida. Adapun standar mutu HCl yang ditetapkan oleh PT Timuraya Tunggal Karawang, dapat dilihat pada Tabel 6.2.
Tabel 6.2.1 Standar mutu asam klorida 32,2% pada PT Timuraya Tunggal Karawang
Parameter Standar Mutu Keterangan
Kadar asam (HCl) 32,0% Minimum
32,5% Maksimal
32,2 % Standar
Fe (ppm) 5 Maksimal
SO4 (ppm) 500 Maksimal
Visual Jernih Maksimal
Tabel 6.2.2 Standar mutu asam klorida 33,2% pada PT Timuraya Tunggal Karawang
Parameter Standar Mutu Keterangan
Kadar asam 33,2% Standar
Fe (ppm) 10 Maksimal
SO4 (ppm) 500 Maksimal
Visual Jernih Maksimal
BAB VII
UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH 7.1 Utilitas
7.1.1 Unit Pengolahan Air (Water Treatment) 7.1.2 Unit Penyediaan Air Pendingin
7.1.3 Unit Penyediaan Uap Air (Stream) 7.1.4 Unit Penyediaan Listrik
7.2 Pengolahan Limbah 7.2.1 Limbah Padat 7.2.2 Limbah Cair 7.2.3 Limbah Gas
BAB VIII TATA LETAK PABRIK 8.1 Lokasi Pabrik
8.2 Tata Letak Pabrik
BAB IX
ORGANISASI DAN KETENAGAKERJAAN 9.1 Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang ada di PT Timuraya Tunggal Karawang dipimpin oleh seorang presiden direktur yang membawahi kepala-kepala bagian departemen. Secara penuh stuktur organisasi PT Timuraya Tunggal Karawang dapat dilihat pada Gambar 9.1
Gambar 9.1 Struktur Organisasi PT Timuraya Tunggal Karawang 9.2 Keselamatan Kerja
Selama melaksanakan kegiatan dalam pabrik maka setiap pekerja wajib mengenakan
perlengkapan keselamatan sebelum masuk pabrik. Ada beberapa peralatan dan perlengkapan yang disediakan oleh PT Timuraya Tunggal untuk para pekerja yang tergantung pada jenis tugasnya.
Perlengkapan tersebut diantaranya:
a. Masker, terutama untuk pekerja yang bertugas pada proses produksi hingga packing. Masker melindungi saluran pernapasan sehingga menghindari masuknya partikel kecil seperti sulfamic acid yang berupa kristal kecil dan dapat menyebabkan batuk hingga sesak napas.
b. Safety helmet, untuk melindungi kepala terutama di lingkungan pabrik dimana material dapat ditransformasikan di tempat yang cukup tinggi. Serta menghindari terjadinya benturan kepala dengan peralatan
c. Safety shoes, untuk melindungi kaki dari benda–benda yang tajam ataupun panas juga agar tidak tergelincir. Sepatu ini terbuat dari kulit yang dilengkapi besi pada bagian mukanya sehingga melindungi kaki jika ada benda jatuh
d. Goggles, adalah kacamata pelindung yang menutupi semua area disekitar mata. Goggles dapat melindungi mata dari debu dan percikan bahan kimia cair. Goggles juga bisa digunakan bersamaan dengan kacamata resep karena desainnya yang lebih besar
9.3 Pembagian Kerja
Pembagian waktu kerja yang teratur, pasti akan membuat karyawan dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Pembagian kerja yang diberikan kepada karyawan di PT Timuraya Tunggal dibagi dalam dua waktu kerja yaitu non shift dan shift. Pada sistem kerja shift akan ada perubahan shift di 2 minggu sekali. Tabel 9.1 dan 9.2 menyajikan pembagian waktu non shift dan shift.
Tabel 9.1 Pembagian waktu kerja non shift PT Timuraya Tunggal
Hari Jam Keterangan
Senin- Kamis 08.00-12.00 Jam Kerja 12.00-13.00 Istirahat 13.00-17.00 Jam Kerja
Jumat 08.00-12.00 Jam Kerja
11.30-13.00 Istirahat 13.00-17.00 Jam Kerja
Tabel 9.2 Pembagian waktu kerja shift PT Timuraya Tunggal
Shift Jam
1 08.00-16.00
2 16.00-00.00
3 00.00-08.00
BAB X PENUTUP 10.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil setelah melakukan Kerja Praktek di PT Timuraya Tunggal antara lain:
1. PT Timuraya Tunggal merupakan salah satu Perusahaan produsen bahan kimia yang memproduksi khususnya berbasis sulfur beserta dengan turunannya yang berlokasi di Karawang (pabrik produksi) dan Jakarta (kantor).
2. Pabrik Kalium Sulfat pada PT Timuraya Tunggal memiliki kapasitas produksi 50 ton per hari.
3. Proses pembuatan Kalium Sulfat pada PT Timuraya Tunggal dilakukan melalui empat rangkaian proses inti yaitu proses reaksi, proses pendinginan, proses penghalusan dan proses pengayakan.
4. Pabrik Kalium Sulfat menggunakan bahan baku utama yaitu kalium klorida dan asam sulfat.
Produk utama yang dihasilkan berupa kalium sulfat bubuk dengan produk samping berupa asam klorida dengan kadar 20% dan 32%.
DAFTAR PUSTAKA