• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN RESMI TITTRASI IODOMETRI

Aida Mustafida A@ 038_PKB22

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN RESMI TITTRASI IODOMETRI"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

Larutan Na2S2O3 merupakan standar sekunder karena tidak stabil terhadap oksidasi dari udara, asam dan adanya bakteri pereduksi sulfur yang terkandung dalam pelarut. Titrasi iodimetri adalah titrasi redoks yang menggunakan larutan standar yodium sebagai titran dalam suasana netral atau sedikit asam. Reaksi-reaksi ini dapat dipelajari dengan larutan kalium iodida 0,1 N (Svehla, 1985) Ada dua cara melakukan pengujian dengan menggunakan senyawa pereduksi yodium, yaitu langsung dan tidak langsung.

Sedangkan metode tidak langsung disebut iodometri, oksidator yang dianalisis kemudian direaksikan dengan ion yodium berlebih pada kondisi yang sesuai, kemudian yodium dilepaskan secara kuantitatif dan dititrasi dengan larutan standar natrium tiosilfat atau asam arsenik (Basset et al., 1994). Indikator pati merupakan indikator yang sangat sering digunakan, namun indikator pati harus selalu segar dan baru karena larutan pati mudah terurai oleh bakteri, maka untuk membuat larutan indikator tahan lama perlu dilakukan sterilisasi atau penambahan bahan pengawet. harus dilakukan. Bilas buret dengan menggunakan larutan natrium tiosulfat 2. Masukkan ke dalam buret hingga melewati titik nol 3. Turunkan hingga titik nol dan pastikan tidak ada gelembung 5. Masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 mL. 3. Tambahkan 2 mL larutan indikator kanji.

Hitung volume Na2S2O3 yang digunakan 8. Ulangi titrasi sebanyak 3 kali 9. Konsentrasi sampel betadine Larutan berwarna biru. Pipet 10 mL dengan pipet gondok 2. Masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 mL 3. Tunggu di tempat gelap selama 10 menit. Tabung A1 setelah titrasi Na2S2O3 tidak berwarna. standarisasi larutan Na2S2O3 dengan KIO3 0,1 N menghasilkan volume Na2S2O3. standarisasi) larutan Na2S2O3 dengan KIO3.

PEMBAHASAN

Larutan baku KIO3 tak berwarna sebanyak 10 mL dipipet lalu dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 mL, kemudian ditambahkan aquades sebanyak 10 mL menggunakan gelas ukur dan ditambahkan 2 mL larutan KI 20%, kemudian 1 mL HCl 4 N. ditambahkan sehingga menghasilkan larutan berwarna kuning muda. Setelah itu titrasi dengan larutan Na2S2O3 dalam buret hingga larutan tidak berwarna, tentukan volume Na2S2O3 yang dibutuhkan, kemudian ulangi titrasi sebanyak 3 kali dengan volume KIO3 yang sama, terakhir hitung konsentrasi larutan Na2S2O3. Tabung A1 : 10 ml larutan KIO3 tidak berwarna ditambah 10 ml aquades, kemudian ditambahkan 2 ml larutan KI 20% kemudian ditambahkan 1 ml larutan HCl 4 N hingga diperoleh larutan berwarna kuning sedikit (+), kemudian ditambahkan 2 ml larutan larutan indikator kanji sehingga menghasilkan warna biru. larutan.

Tabung A2 : 10 mL larutan KIO3 tak berwarna dan 10 mL akuades, kemudian ditambahkan 2 mL larutan KI 20%, kemudian ditambahkan 1 mL larutan HCl 4 N hingga diperoleh larutan berwarna kuning muda (+), kemudian ditambahkan 2 mL larutan larutan indikator kanji sampai diperoleh larutan berwarna biru kehitaman (+), kemudian dititrasi dengan larutan Na2S2O3 dan terjadi perubahan warna dari larutan semula berwarna biru kehitaman menjadi larutan tidak berwarna. Tabung reaksi A3: 10 mL larutan KIO3 tidak berwarna dan 10 mL air suling, kemudian ditambahkan 2 mL larutan KI 20%, kemudian ditambahkan 1 mL larutan HCl 4 N hingga diperoleh larutan berwarna kuning muda (+), kemudian ditambahkan 2 mL dari larutan indikator kanji diperoleh larutan berwarna biru kehitaman (+), kemudian dititrasi dengan larutan Na2S2O3 dan terjadi perubahan warna dari larutan semula berwarna biru kehitaman menjadi larutan tidak berwarna. Betadine merah tua dipipet sebanyak 10 mL, kemudian dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 mL, kemudian ditambahkan aquades sebanyak 10 mL menggunakan gelas ukur, kemudian ditambahkan 1 mL HCl 4 N hingga diperoleh larutan berwarna merah kecoklatan.

Kemudian titrasi dengan larutan Na2S2O3 dalam buret hingga larutan tidak berwarna kemudian tentukan volume Na2S2O3 yang diperlukan. Tabung B1 : 10 ml Betadine berwarna merah tua ditambah 10 ml aquades, kemudian ditambahkan 1 ml larutan HCl 4 N hingga diperoleh larutan berwarna merah kecoklatan (+), kemudian ditambahkan 2 ml larutan indikator kanji hingga diperoleh larutan berwarna hitam-biru larutan (+), lalu dititrasi dengan larutan Na2S2O3 dan terjadi perubahan warna dari larutan yang semula berwarna biru kehitaman menjadi larutan tidak berwarna. Tabung B2 : 10 ml Betadine berwarna merah tua ditambah 10 ml aquades, kemudian ditambahkan 1 ml larutan HCl 4 N hingga diperoleh larutan berwarna merah kecoklatan (+), kemudian ditambahkan 2 ml larutan indikator kanji hingga diperoleh larutan berwarna hitam kebiruan. larutan (+), kemudian dititrasi dengan larutan Na2S2O3 dan terjadi perubahan warna dari larutan yang semula berwarna biru kehitaman menjadi larutan tidak berwarna.

Tabung reaksi B3: 10 mL betadine berwarna merah tua dan 10 mL air suling, kemudian ditambahkan 1 mL larutan HCl 4 N hingga diperoleh larutan berwarna merah kecoklatan (+), kemudian ditambahkan 2 mL larutan indikator kanji hingga diperoleh larutan berwarna biru kehitaman. (+), lalu titrasi dengan larutan Na2S2O3 dan terjadi perubahan warna dari larutan semula berwarna biru kehitaman menjadi larutan tidak berwarna. Cairan pemutih dipipet sebanyak 10 mL, kemudian dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 mL, kemudian ditambahkan aquades sebanyak 10 mL dengan gelas ukur, kemudian ditambahkan 2 mL larutan KI 20% hingga menjadi larutan berwarna kuning, kemudian 1 mL ditambahkan HCl 4 N dan didiamkan di tempat gelap selama 10 menit, terbentuk larutan berwarna kuning kemerahan. Kemudian titrasi dengan larutan Na2S2O3 dalam buret sampai larutan menjadi tidak berwarna, tentukan volume Na2S2O3 yang dibutuhkan, kemudian ulangi titrasi sebanyak 3 kali dengan volume pemutih yang sama, dan terakhir hitung kandungan klor aktif dalam pemutih.

Tabung C1: 10 mL pemutih ditambah 10 mL air suling, kemudian tambahkan 2 mL larutan KI 20% hingga menghasilkan larutan berwarna kuning (+), kemudian tambahkan 1 mL larutan HCl 4 N dan biarkan di tempat gelap selama 10 menit hingga berwarna merah. larutan berwarna coklat (+) Kemudian ditambahkan 2 mL larutan indikator kanji sehingga diperoleh larutan berwarna biru kehitaman (+), kemudian dititrasi dengan larutan Na2S2O3 dan terjadi perubahan warna dari larutan yang semula berwarna biru kehitaman menjadi larutan tidak berwarna. Tabung C2 : 10 ml pemutih ditambah 10 ml air suling, kemudian tambahkan 2 ml larutan AI 20% hingga menghasilkan larutan berwarna kuning (+), kemudian tambahkan 1 ml larutan HCl 4 N dan diamkan di tempat gelap selama 10 menit mengelilingi larutan yang berwarna merah kecoklatan (+) Kemudian ditambahkan 2 mL larutan indikator kanji hingga menghasilkan larutan berwarna biru kehitaman (+), kemudian dititrasi dengan larutan Na2S2O3 dan terjadi perubahan warna dari yang semula larutan biru kehitaman menjadi larutan tidak berwarna. Tabung C3 : 10 mL pemutih ditambah 10 mL air suling, kemudian ditambahkan 2 mL larutan KI 20% hingga menghasilkan larutan berwarna kuning (+), kemudian ditambahkan 1 mL larutan HCl 4 N dan diamkan di tempat gelap selama 10 menit hingga berwarna merah. larutan berwarna coklat (+) Kemudian ditambahkan 2 mL larutan indikator kanji sehingga diperoleh larutan berwarna biru kehitaman (+), kemudian dititrasi dengan larutan Na2S2O3 dan terjadi perubahan warna dari larutan yang semula berwarna biru kehitaman menjadi larutan tidak berwarna.

KESIMPULAN

SARAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Maksud dari praktikum kimia dasar adalah menunjang teori yang telah didapatkan atau sedang diberikan oleh dosen pada saat kuliah.Tujuan umum penulisan Laporan Akhir Praktikum

Sri Handayani Karim Theresih, SU; Dini Rohmawati, M.Sc Praktikum Dasar- Dasar Kimia Analitik / P.. Sulistyani, M.Si Praktikum Kimia Fisika I/Kim

laporan praktikum kimia dasar analisis daya hantar listrik sebagai syarat memenuhi tugas mata pelajaran

Laporan resmi praktikum kimia organik percobaan 3 tentang reaksi senyawa karbonil dengan

Laporan praktikum teknik kimia tentang karbohidrat sebagai tugas dasar di Institut Teknologi Adhi Tama

Laporan praktikum asidi alkalimetri sebagai bagian dari Praktikum Dasar Teknik Kimia 2 di Institut Teknologi Adhi Tama