LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II
ANALISIS SIFAT KARBOHIDRAT Disusun dan diajukan oleh:
ILHAM PUTRA WIJAYA D131241034
Laporan ini telah diperiksa dan disetujui oleh:
Asisten,
Zulkarnain A. Yunus H031221027
Gowa, April 2025 Praktikan,
Ilham Putra Wijaya D131241034
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Karbohidrat atau hidrat arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Di negara sedang berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak maupun protein. Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam (Wahyudiati, 2017)
Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hydrogen, dan oksigen yang terdapat dalam alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O. Karbohidrat sebenarnya adalah polisakarida aldehid dan keton atau turunan mereka. Nama karbohidrat berasal dari kenyataan bahwa kebanyakan senyawa dari golongan ini mempunyai rumus empiris yang menunjukkan bahwa senyawa tersebut adalah karbon
“hidrat” ddan memiliki nisbah 1:2:1 untuk C, H, dan O. Perbandingan jumlah atom H dan O adalah 2:1 seperti pada molekul air. Senyawa yang termasuk karbohidat terdapat gugus fungsi yaitu gugus –OH, gugus aldehid, atau gugus keton (Fitri dan Fitriana, 2020).
Glukosa merupakan karbohidrat yang paling penting, karena karbohidrat diubah menjadi glukosa dan dari glukosa semua karbohidrat lainnya di dalam tubuh dapat dibentuk. Glukosa termasuk jenis prekusor untuk jenis-jenis karbohidrat lain yang mempunyai fungsi spesifik, misalnya glikogen untuk cadangan energi, ribosa untuk struktur asam nukleat, galaktosa di dalam laktosa susu, dan di dalam senyawasenyawa lipid kompleks pada syaraf otak (glikoprotein dan proteoglikan jaringan sendi). Kelainan yang berhubungan dengan karbohidrat mencakup penyakit diabetes melitus, galaktosemia, glikogen storage diseses dan intoleransi susu (Asman dkk., 2022).
Klasifikasi karbohidrat terdiri dari monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa ato karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbo lain. Monosakarida tidak berwarna, bentuk kristalnya larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut nonpolar(Fitri dan Fitriana, 2020).
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari 2 satuan monosakarida satuan dihubungkan dengan ikatan glikosidik antara C-anomerik dari satu monosakarida dengan gugus –OH dari unit monosakarida yang lainnya. Polisakarida Merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang dan setiap cincin dapat membentuk ikatan glikosid, Polisakarida rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. (Asman dkk 2022).
Berdasarkan uraian di atas, maka percobaan mengenai analisis sifat karbohidrat perlu dilakukan. Percobaan ini dilakukan untuk dapat mengetahui beberapa sifat golongan karbohidrat berdasarkan reaksi kimia terutama pada monosakarida, disakarida dan polisakarida
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan
1. Glukosa merupakan golongan monosakarida, sukrosa merupakan golongan disakarida, dan amilum merupakan golongan polisakarida.
2. Glukosa merupakan gula pereduksi sedangkan sukrosa dan amilum merupakan gula non pereduksi.
3. Hasil yang didapatkan pada uji Tollens dengan glukosa hasilnya positif, dan sukrosa positif Pada uji fehling dengan glukosa didapatkan hasil positif. Untuk uji Benedict dengan glukosa hasilnya negatif dan uji sukrosa juga negatif. Dan pada uji amilum dengan iodium hasilnya negatif. Hasil yang jauh teori dapat terjadi dikarenakan hasil praktikum yang kurang teliti serta pereaksi yang sudah rusak.
4. Pengaruh hidrolisis terhadap reaktivitas karbohidrat untuk memutus ikatan glikosida yang ada pada polisakarida menjadi molekul yang lebih sederhana.
5.2 Saran
5.2.1 Saran laboratorium
Untuk laboratorium agar memperbaruhi dan menambahkan bahan kimia yang rusak, sebaiknya segera dilakukan identifikasi dan pemisahan senyawa tersebut agar praktikum dapat berjalan lebih lancar dan efisien
5.2.2 Saran asisten
Untuk asisten menurut saya sudah bagus hanya suaranya yang perlu di perbesar, Sebaiknya asisten menambah waktu respon, serta memperbanyak kesabaran dalam lab.
Maupun asistensi.
DAFTAR PUSTAKA
Asman, A., Asman, A., Wardani, H. R., (2022). Dasar- Dasar Biokimia, Perkumpulan Rumah Cemerang Indonesia, Tasikmalaya.
Fitri, A. S. dan Fitriani, Y. A. N., (2020). Analisis Senyawa Kimia pada Karbohidrat, Jurnal Saintek. 17(1):45-46.
Wahyudiati, D. (2017). Biokimia. Leppim Mataram. Mataram
Lampiran Sumber Pustaka