• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH ALKULLIYATU AL KHAMSAH

N/A
N/A
Saifullah

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH ALKULLIYATU AL KHAMSAH"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

MAKALAH

“ALKULLIYATU AL KHAMSAH”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas

Disusun oleh:

Nama : Kelas :

2024

(2)

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, yang telah memberikan kemurahan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai harapan.

Didalam makalah ini penulis mengulas “Alkulliyatu Al Khamsah”. Tulisan dalam Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mendalami lebih jauh mengenai Alkulliyatu Al Khamsah itu sendiri utamanya untuk mahasiswa/mahasiswi dan sekaligus melaksanakan hal yang menjadi tugas dan kewajiban mahasiswa.

Meskipun menyadari kekurangan dalam penyusunan bahasa maupun aspek lainnya, penulis dengan tulus menerima saran dan kritik dari para pembaca untuk meningkatkan kualitas tulisan di masa depan. Semoga makalah ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita semua.

, 2024 Penyusun,

penulis

(3)

3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tujuan syariat Islam adalah menolak kemudaratan dalam lima hal, yang dikenal dengan istilah maqashid al-khamsah atau al-kulliyatul al khamsah, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Jika kelima prinsip universal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka akan tercipta kemaslahatan umat. Demikian pula sebaliknya, apabila mengabaikan lima prinsip universal tersebut maka akan timbul kesulitan dan kerusakan.

Terkait realisasi al-kulliayatu al-khamsah, salah satunya yakni senantiasa menjagakesehatan diri dan kelestarian ekosistem alam sekitar beriorentasi pada sub- bagian menjaga jiwa (al-nafs), yang mana hal tersebut setidaknya akan menuntut setiap individu manusia (khususnya umat Islam) agar lebih memerhatikan bagaimana tata cara atau upaya yang harus dilakukan sehingga hasil akhirnya juga mampu menciptakan taraf kehidupan yang bersih dan sehat serta sejalan dengan anjuran syari’at agama (Sidqi, Ramadhan, Santiani, & Najah, 2023).

Berbagai macam Al Kulliyatu Al Khamsah sendiri terbagi atas lima bidang penting sebagai pembentukan individu dalam islam. Kelima bidang tersebut di antaranya, Al Fiqh (hukum islam), Al Hadits (tradisi islam), Al Tafsir (eksplanasi Al-Qur'an), Al Usul al-Fiqh (prinsip-prinsip hukum islam), dan Al Nahw (gramatika Arab).

(4)

4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Alkulliyatu Al Khamsah

Al Kulliyatu Al Khamsah adalah salah satu konsep penting dalam islam.

Adapun dalam bahasa Indonesia sendiri istilah ini seringkali disebut juga dengan

"lima pelajaran utama". Istilah ini menjadi cerminan betapa pentingnya pendidikan dalam budaya dan agama islam.

Kata al-kulliyatul al-khamsah, terdiri dari dua kata yaitu al-kulliyatu dan al- khamsah. Al-kulliyatu artinya prinsip dasar, sedangkan al-khamsah berarti lima, jadi al-kulliyatu al-khamsah berarti lima prinsip dasar hukum Islam. Dalam istilah ushul figih, kata al-kulliyatu al khamsah sering disebut dengan maqashid al-khamsah (lima tujuan) dan al-dharuriyyat al-khamsah (lima kepentingan yang vital). Maka dapat disimpulkan bahwa al-kulliyatu al khamsah berarti lima prinsip dasar hukum Islam yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan (al-maslahat), dan apabila hal ini tidak ada maka akan muncul kerusakan (mafsadat). Lima prinsip dasar hukum Islam yaitu menjaga agama (hifzhu al-din), menjaga jiwa (hifzhu al-najs), menjaga akal (hifzhu al-'Aql), menjaga keturunan (hifzhu al-nasl), dan menjaga harta (hijzhu al-mal).

(5)

5 2.21 Macam-macam al Kulliyatu al-Khamsah

Terdapat lima hal yang diatur dalam al-kulliyatu al-khamsah. Berikut penjelasan macam-macam al-kulliyatu al-khamsah:

1. Menjaga agama (hifzhu al-din)

Dalam al-kulliyatu al-khamsah, menjaga agama menjadi poin utama sebelum menjaga prinsip yang lain. Sebab, agama menjadi salah satu pokok alasan manusia hidup di dunia. Dalil al-kulliyatu al-khamsah dalam aspek menjaga agama termuat dalam Surah Az-Zariyat ayat 56 berikut:

"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku," (QS. Az-Zariyat [51]: 56).

Agama harus dijaga karena merupakan kumpulan akidah, ibadah, dan muamalah, yang mengatur hubungan manusia dengan Allah Swt.

(habluminallah) dan sesama manusia (habluminannas).

2. Menjaga jiwa (al-nafs)

Menjaga keberlangsungan hidup menjadi prinsip dasar hukum Islam yang kedua setelah agama. Islam memberikan peringatan tegas terhadap segala perbuatan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Dalil al- kulliyatu al-khamsah termuat dalam Surah Al-Maidah ayat 32 sebagai berikut:

"Oleh karena itu, Kami menetapkan [suatu hukum] bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena [orang yang dibunuh itu] telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Sebaliknya,

(6)

6

siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar- benar telah datang kepada mereka dengan [membawa] keterangan- keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi," (QS. Al-Maidah [5]: 32).

3. Menjaga akal (hifzhul al-'aql)

Akal adalah karunia agung dari Allah Swt. Hal itu juga yang membuat manusia berbeda dengan hewan dan makhluk lainnya. Maka dari itu, syariat Islam memerintahkan supaya menjaga akal, dan menggunakannya untuk mempelajari ilmu pengetahuan.

4. Menjaga keturunan (hifzhu al-nasl)

Menjaga keturunan merupakan salah satu tujuan agama. Syariat menyertakan berbagai syarat, rukun, dan ketentuan pernikahan dengan tujuan menjaga keturunan. Maka dari itu, Islam menganjurkan pernikahan dan melarang perzinahan. Dalam hadis dari Abdullah bin Mas'ud Ra., Rasulullah saw. pernah bersabda sebagai berikut:

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menahan syahwatnya.” (HR. Bukhari).

(7)

7 5. Menjaga harta (hifzhul al-mal)

Islam memerintahkan umatnya untuk bekerja secara halal guna mencari rezeki yang berkah. Setelah rezeki diperoleh, harapannya muslim dapat bertahan hidup secara layak serta beribadah dengan tenang. Maka dari itu, Islam begitu memperhatikan masalah harta benda kaum muslim. Allah Swt., dalam Surah Al-Jumuah ayat 10, berfirman sebagai berikut:

"Apabila salat [Jumat] telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung," (QS. Al-Jumuah [62]: 10).

(8)

8 BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Al-Kulliyatu Al-Khamsah yang berarti lima prinsip dasar hukum Islam adalah konsep penting dalam Islam yang sering disebut sebagai "lima pelajaran utama." Prinsip ini mencakup menjaga agama (hifzhu al-din), menjaga jiwa (hifzhu al-nafs), menjaga akal (hifzhu al-'aql), menjaga keturunan (hifzhu al-nasl), dan menjaga harta (hifzhu al-mal). Kelima prinsip ini bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan (al-maslahat) dan menghindari kerusakan (mafsadat), dengan dukungan dalil dari Al-Qur'an dan hadits yang menekankan pentingnya perlindungan aspek-aspek tersebut demi kemaslahatan umat.

3.2 Saran

Pentingnya Al-Kulliyatu Al-Khamsah ditegaskan dalam berbagai dalil Al- Qur'an dan hadits yang menunjukkan perlunya melindungi dan memelihara aspek- aspek tersebut demi kebaikan dan kesejahteraan umat manusia. Dalam budaya dan agama Islam pendidikan mengenai prinsip-prinsip ini sangat penting untuk menjaga tatanan kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.

(9)

9

DAFTAR PUSTAKA

Sidqi, N., Ramadhan, S. A., Santiani, S., & Najah, T. S. (2023). Penerapan Isi Materi Ajar “Al-Kulliyatu Al-Khamsah” Pada Mata Pelajaran PAI di Keseharian Peserta Didik (Tinjauan Analisis Evaluasi Sumatif). Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(1), 218–225. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i1.750

Referensi

Dokumen terkait

Ika Yunia Fauzia dan Abdul Kadir Riyadi, Prinsip Dasar Ekonomi Islam : Perspektif Maqashid Al- syari’ah, Prenadamedia Group, Jakarta, 2014, hlm.. untuk mencari nafkah

Adapun kata al-nisa adalah bentuk jamak dari al-mar’ah berarti perempuan yang sudah matang, berbeda dengan kata al- untsa yang berarti jenis kelamin perempuan

yang berarti dasar. Jadi Pancasila merupakan lima dasar negara yang harus dijadikan pedoman hidup bagi seluruh bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan.

Dalam perkembangan dan dinamika turunnya wahyu terdapat berbagai istilah-istilah yang muncul dalam pengkajian atau studi al-Qur’an.

Penamaan manusia dengan kata Al-Basyar dinyatakan dalam al-qur’an sebanyak 27 kali.6 Kata basyar secara etimologis berasal dari kata (ba’, syin, dan ra’) yang berarti sesuatu

Sedangkan menurut istilah fikih, kata multi akad merupakan terjemahan dari kata Arab yaitu al-uqud al-murakkabah yang berarti akad ganda (rangkap). Multi akad

Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansakerta. Panca yang berarti lima dan Syila yang brarti alas atau dasar. Pancasila artinya lima asas yang menjadi

Pengertian Hadits Maqtu Secara etimologi, kata maqthu' عوطقملا berasal dari akar kata Arab عطق yang berarti "terputus" atau "terpotong." Sebagai istilah dalam ilmu hadis, hadis maqthu'