• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH MANAJEMEN SARANA & PRASARANA

N/A
N/A
SUWARTI SUWARTI

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH MANAJEMEN SARANA & PRASARANA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA

Disusun Oleh: Kelompok 2 Mulyana Ulpa

Parijah

Ria Hartini

(2)

INSTITUT AGAMA ISLAM NURUL HAKIM KEDIRI LOMBOK BARAT NTB

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat serta karunia- Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan selesai tepat pada waktunya. Makalah kami beri judul Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pebelajaran Terpadu. Selain itu makalah ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagi penulis dan bagi para pembaca makalah ini. Khususnya mengenai Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan

Kami selaku penulis makalah tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah. Tidak lupa bagi teman-teman yang telah mendukung penulisan makalah ini kami mengucapkan terima kasih. Terakhir, kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Maka dari itu kami membutuhkan kritik dan saran yang bisa membangun kemampuan kami, agar kedepannya bisa menulis makalah ini dengan lebih baik lagi.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca, dan bagi kami sebagai penulis.

Lombok Utara, 24 April 2025

Kelompok 6

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang...1

1.2 Rumusan masalah... 1

1.3 Tujuan...2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Sarana Pendidikan...3

2.2 Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan...4

2.3 Prinsip Dasar Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan...7

2.4 Pengelolaan Fasilitas Sarana Prasarana Pendidikan...8

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan...12

3.2 Saran...13

Daftar Pustaka... 14

(5)

1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Dewasa ini era globalisasi menuntut kesiapan yang lebih matang dalam segala hal. Bidang pendidikan merupakan salah satu andalan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Persiapan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan dilakukan sejak dari masa pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Untuk memenuhi harapan di bidang pendidikan, peran sarana prasana pendidikan sangat penting, yaitu untuk memperlancar pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar. Di satu sisi harapan yang dibebankan pada dunia pendidikan banyak, tetapi di sisi lain dunia pendidikan mempunyai banyak masalah yang menghambat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Salah satu masalah yang dihadapi oleh sekolah adalah masalah sarana pendidikan.

Masalah-masalah sarana pendidikan yang dihadapi sekolah antara lain sarana penunjang pendidikan belum sepenuhnya berada dalam kondisi yang memadai. Hal ini dapat dilihat misalnya sarana belajar yang rusak atau belum tersedia. Kondisi yang demikian, selain akan berpengaruh pada ketidaklayakan, ketidaknyamanan pada proses belajar mengajar, juga akan berdampak pada keengganan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah tersebut.

Agar sarana pendidikan dapat difungsikan dengan baik, maka diperlukan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan, maka sekolah akan mampu mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara lebih terkonsep dan terarah.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa maksud dari pengertian dan ruang lingkup manajemen sarana dan prasarana pendidikan?

2. Apa administrasi sarana dan prasarana pendidikan?

3. Bagaimana prinsip pengelolaan sarana prasarana pendidikan?

4. Bagaimana pengelolaan fasilitas pendidikan?

(6)

1.3 Tujuan

1. Memahami pengertian dari manajemen sarana prasarana pendidikan, 2. Mengetahui ruang lingkup sarana prasarana pendidikan,

3. Memahami proses administrasi sarana prasarana, 4. Mengetahui pengelolaan sarana prasarana pendidikan.

(7)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Sarana Pendidikan

Manajemen Sarana adalah segenap proses penataan yang bersangkutan dengan pengadaan, pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Menurut Tim Penyusun Pedoman Media Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak, maupun tidak bergerak, agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien.

Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen sarana pendidikan adalah suatu proses penataan yang bersangkutan dengan pengadaan, pendayagunaan, an pengelolaan semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar tercapai tujuan pendidikansecara efektif dan efisien.

Sarana/ fasilitas dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:

1. Fasilitas Fisik

Segala sesuatu yang berupa benda atau fisik yang dapat dibendakan, yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan suatu usaha. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materiil. Contoh: perabot ruang kelas, perabot kantor TU, perabot laboratarium, perpustakaan dan ruang praktik.

2. Fasilitas Uang

Segala sesuatu yang bersifat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang.

Menurut keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.079/1975, sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu:

1. Bangunan dan perabot sekolah,

2. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan dan alat-alat peraga,

(8)

3. Media pendidikan yang dapat dikelompokan menjadi; media audio (media untuk pendengaran berupa suara), media visual (media untuk penglihatan berupa gambar), dan media audiovisual (media untuk pendengaran dan penglihatan berupa)

2.2 Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan

Administrasi sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.

Administrasi sarana dan prasarana berfungsi, sebagai berikut.

1. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses belajar mengajar.

2. Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal.

Adapun komponen sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan, antara lain:

1. Lahan

Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus disertai dengan tanda bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat), adapun jenis lahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria.

a) Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisi bangunan.

b) Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan diatasnya.

c) Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek.

d) Lahan pengembangan adalah lahan yang di butuhkan untuk pengembangan bangunan dan kegiatan praktek.

Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan wilayah sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana alam dan lingkungan yang kurang baik.

(9)

1. Ruang

Secara umum jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam :

a) Ruang pendidikan

Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan praktek diantaranya ruang perpustakaaan, ruang laboratorium, ruang kesenian, ruang olah raga, dan ruang keterampilan.

b) Ruang administrasi

Ruang administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor. Ruang administrasi terdiri dari : ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, dan gudang.

c) Ruang penunjang

Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain : ruang ibadah, ruang serbaguna, ruang koperasi sekolah, ruang UKS, ruang OSIS, ruang WC / kamar mandi, dan ruang BP.

2. Perabot

Jenis perabot sekolah di kelompokkan menjadi 3 macam.

a) Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar.

b) Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung kegiatan kantor.

c) Penunjang perabot yang di gunakan atau di butuhkan dalam ruang penunjang. Seperti perabot perpustakaan, perabot UKS, perabot OSIS.

3. Alat dan Media Pendidikan

Setiap mata pelajaran sekurang-kurangnya memiliki satu jenis alat peraga praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran, sehingga dengan demikian proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal.

4. Buku dan Alat Ajar Bahan ajar ini terdiri dari;

(10)

a) Buku pegangan

Buku pegangan di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai acuan dalam pembelajaran yang bersifat Normatif, adaptif dan produktif.

b) Buku pelengkap

Buku ini di gunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam penguasaan materi.

c) Buku sumber

Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik untuk memperoleh kejelasan informasi mengenai suatu bidang ilmu / keterampilan.

d) Buku bacaan

Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan bacaan tambahan (nonfiksi) untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai bahan bacaan (fiksi ) yang bersifat relatif.

Adapun tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah:

1. mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar ,yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.

2. menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran.

3. menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran

4. membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat- sifat individunya.

(11)

2.3 Prinsip Dasar Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan

Dalam mengelola sarana dan prasarana sekolah, terdapat sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan agar tujuan bisa tercapai dengan maksimal. Prinsip- prinsip tersebut menurut Bafadal adalah:

1. Prinsip Pencapaian Tujuan

Pada dasarnya manajemen perlengkapan sekolah dilakukan dengan maksud agar semua fasilitas sekolah dalam keadaan kondisi siap pakai. Oleh sebab itu, manajemen perlengkapan sekolah dapat dikatakan berhasil bilamana fasilitas sekolah itu selalu siap pakai setiap saat, pada setiap ada seorang personel sekolah akan menggunakannya.

2. Prinsip Efisiensi

Dengan prinsip efisiensi berarti semua kegiatan pengadaan sarana dan prasarana sekolah dilakukan dengan perencanaan yang hati-hati, sehingga bisa memperoleh fasilitas yang berkualitas baik dengan harga yang relatif murah.

Selain itu juga berarti bahwa pemakaian semua fasilitas sekolah hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mengurangi pemborosan.

Dalam rangka itu maka perlengkapan sekolah hendaknya dilengkapi dengan petunjuk teknis penggunaan dan pemeliharaannya. Petunjuk teknis tersebut dikomunikasikan kepada semua personel sekolah yang diperkirakan akan menggunakannya. Selanjutnya, bilamana dipandang perlu, dilakukan pembinaan terhadap semua personel.

3. Prinsip Administratif

Di Indonesia terdapat sejumlah peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan sarana dan prasarana pendidikan. Sebagai contohnya adalah peraturan tentang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan milik negara.

Dengan prinsip administratif berarti semua perilaku pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah itu hendaknya selalu memperhatikan undang-undang, peraturan, instruksi dan pedoman yang telah diberlakukan oleh pemerintah.

Sebagai upaya penerapannya, setiap penanggung jawab pengelolaan perlengkapan pendidikan hendaknya memahami semua peraturan perundang-undangan tersebut

(12)

dan menginformasikan kepada semua personel sekolah yang diperkirakan akan berpartisipasi dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan.

4. Prinsip Kejelasan Tanggung Jawab

Di Indonesia tidak sedikit adanya lembaga pendidikan yang sangat besar dan maju. Oleh karena besar, sarana dan prasarananya sangat banyak sehingga manajemennya melibatkan banyak orang. Bilamana hal itu terjadi maka perlu adanya pengorganisasian kerja pengelolaan perlengkapan pendidikan. Dalam pengorganisasiannya, semua tugas dan tanggung jawab semua orang yang terlibat itu perlu dideskripsikan dengan jelas.

5. Prinsip Kekohesifan

Dengan prinsip kekohesifan berarti manajemen perlengkapan pendidikan di sekolah hendaknya terealisasikan dalam bentuk proses kerja sekolah yang sangat kompak. Oleh karena itu, walaupun semua orang yang terlibat dalam pengelolaan perlengkapan itu telah memiliki tugas dan tanggung jawab masing- masing, namun antara yang satu dengan yang lainnya harus selalu bekerja sama dengan baik.

2.4 Pengelolaan Fasilitas Sarana Prasarana Pendidikan

Pengelolaan fasilitas pendidikan meliputi; perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan Dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Perencanaan

Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan suatu proses analisis dan penetapan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga muncullah istilah kebutuhan yang diperlukan (primer) dan kebutuhan yang menunjang. Dalam proses perencanaan ini harus dilakukan dengan cermat dan teliti baik berkaitan dengan karakteristik sarana dan prasarana yang dibutuhkan, jumlahnya, jenisnya dan kendalanya, beserta harganya.

2. Pengadaan

pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dibagi menjadi:

a) Pengadaan tanah

Menurut Soerjani (1988:135) mengemukakan: “Dalam mensirikan gedung sekolah, perlu diperhatikan tentang letak sekolah dan lingkungannya. Letak dan

(13)

lingkungan sekolah adalah salah satu komponen yang dapat menunjang atau menghambat usaha meningkatkan ketahanan sekolah”. Syarat-syarat yang harus diperhatikan menurut J.Mamusung antara lain:

1) Mudah dicapai dengan berjalan kaki ataupun berkendaraan,

2) Terletak disuatu lingkungan yang banyak hubungan dengan kepentingan pendidikan (sekolah),

3) Terdapat air yang bersih dan berkualitas,

4) Memperoleh sinar matahari yang cukup selama waktu sekolah berlangsung, sehingga kelancaran dan kesehatan terjamin,

5) Cukup luas, bentuk maupun tofogafinya akan memenuhi kebutuhan.

b) Pengadaan gedung/ bangunan

Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh suatu bangunan yang ideal, J.Mumusung (1981:16) mengemukakan sebagai berikut.

1) Memenuhi kebutuhan dan syarat pedagogis,

2) Ukuran dan bentuk ruangan disesuaikan dengan kebutuhan, 3) Tinggi rendahnya tembok, letak jendela dan kusen

disesuaikan dengan kondisi anak-anak,

4) Aman, artinya material dan kontruksi bangunannya benar- benar dapat dipertanggungjawabkan baik kekuatan/

kekokohan bangunan itu sendiri, maupun pengaruh erosi, angin, getaran, petir dan pohon yang berbahaya,

5) Pengunaan warna yang cocok.

c) Pengadaan perlengkapan/ perabot

Pengadaan perlengkapan keharusan untuk memilih dan memiliki perabot dan perlengkapan yang sesuai dengan umur, minat serta tarap perkembangan fisik maupun phsyshis dari setiap murid dan kurikulum sekolah yang bersangkutan.

Depdiknas mengelompokannya menjadi barang-barang yang habis dipakai dan barang-barang yang tak habis dipakai. Berikut syarat perlengkapan/ perabot.

1) Sesuai dengan aktivitas murid dalam PBM,

(14)

2) Ukuran perlengkapan/ perabot sesuai dengan fungsinya sebagai pendukung pembelajaran,

3) Kuat, mudah memeliharanya, dan mudah dibersihkan, serta tahan lama,

4) Flexible sehingga mudah digunakan oleh guru maupun murid,

d) Inventarisasi

Semua sarana dan prasaran sekolah hendaknya diinventarisir, dengan format umum yang telah ditetapkan, yaitu: Jumlah barang, Jenis Barang, Kualitas Barang, Tahun Pembuatan, Merek Barang Ukuran Barang, Dan Harga, pencatatan inventaris di Buku Inventaris. Dimana terdapat 2 jenis Buku Inventaris.

a) Buku Induk barang inventaris, mencatat semua barang inventaris menurut urutan tanggal.

b) Buku golongan barang inventaris, mencatat barang inventaris menurut golongan barang yang telah ditentukan.

e) Pemeliharaan

Pemeliharaan atau maintenanace merupakan suatu kegiatan yang dilakukan pihak pemakainya secara kontinu untuk mengusahakan agar sarana dan prasarana pendidikan yang ada tetap dalam keadaan baik, tidak cepat rusak dan siap untuk dipergunakan. Menurut waktunya kegiatan pemeliharaan terhadap bangunan dan perlengkapan serta perabot sekolah dapat dibedakan menjadi pemeliharaan yang dilakukan setiap hari dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala.

f) Penghapusan

Barang-barang yang sudah ada di sekolah, tidak akan selamanya bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. Hal ini dikarenakan mungkin rusak/ sudah tidak sesuai dengan kebutuhan dan keadaan, biaya pemeliharaan yang tinggi. Maka barang-barang tersebut harus segera dihapus.

Artinya menghapus barang-barang inventaris dari daftar inventaris sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya penghapusan maka barang tersebut

(15)

dibebaskan dari biaya perbaikan dan pemeliharaan, dan meringankan beban kerja inventaris dan membebaskan tanggung jawab sekolah terhadap barang tesebut.

Syarat penghapusan barang dari daftar inventaris, sebagai berikut.

a) dalam keadaan rusak berat yang sudah dipastikan tidak dapat diperbaiki lagi atau dipergunakan lagi,

b) secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan,

c) penyusutan diluar kekuasaan pengurus barang (biasanya bahan kimia),

d) tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini, seperti mesin tulis biasanya diganti dengan IBM atau personal komputer.

e) barang-barang yang apabila disimpan lebih lama akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi.

f) dicuri, dibakar, diselewengkan, musnah akibat bencana alam, dsb.

(16)

3.1 Kesimpulan

BAB III PENUTUP

Sarana dan prasarana pendidikan adalah faktor yang kecil dan sepele, namun pada kenyataannya tidak dapat disepelekan dan tidak dapat dianggap sebagai suatu hal kecil, sehingga kerap kali dapat ditemukan pada lembaga- lembaga pendidikan yang ditemui diindonesia ini yang justru tidak dapat mengorganisir dan mengelola sarana yang ada secara optimal, efektif dan efesien.

Padahal sarana dan prasarana pendidikan sangatlah mendukung dan membantu dalam proses belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidikan.

Dalam mengelola sarana dan prasarana yang ada, dibutuhkan adanya suatu badan ataupun tenaga kerja khusus yang memiliki ahli dan hanya terfokus pada sarana dan prasarana tersebut dengan dibantu oleh para tenaga pengurus lembaga yang ada. Pada pengelolaan sarana dan prasarana itu sendiri dibutuhkan adanya perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, penataan, penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana.

Dalam pengelolaaan sarana dan prasarana tidak dapak terlepas dari delapan faktor diatas. Oleh karenanya bagi tenaga pengurus yang termasuk didalamnya tenaga guru pengajar, kepala sekolah, staff dan siswa, hendak memperhatikan pengelolaan sarana dan prasarana sekolahnya. Bila tidak maka jalan menuju untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya tidak mudah untuk dicapai dan pasti akan mengalami banyak kendala-kendala didalamnya.

(17)

3.2 Saran

1. Penggunaan sarana pendidikan harus bersifat meningkatkan minat siswa dalam belajar

2. Dengan sarana pendidikan harus dapat merangsang siswa untuk mengembangkan pengertian pada suatu pembahasan materi.

3. Dianjurkan kepada setiap tenaga pengajar agar menerapkan sarana pendidikan yang tepat dalam setiap penyampaian materi sehingga proses KBM terkesan lebih produktif dan menyenangkan.

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Ary Gunawan, 1996, Administrasi Sekolah (Administrasi Pendidikan Mikro).

Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Mulyasa, 2002, Managemen Berbasis Sekolah, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Suharsimi Arikunto, 1990, Organisasi Dan Administrasi (Pendidikan Teknologi dan Kejuruan), Jakarta: CV. Rajawali.

Yusak Burhanudin, 1998, Administrasi Pendidikan (Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK), Bandung: CV Pustaka Setia.

M. Moh Rifai, 1982, Administrasi Pendidikan, Bandung: Jemmars.

Suryo Subroto, 1988, Dimensi-Dimensi Administrasi Di Sekolah, Jakarta: Bina Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian administrasi sarana pendidikan menurut Wijono (1989: 154) adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan, pendayagunaan dan pengelolaan

Manajemen pemeliharaan prasarana pendidikan merupakan salah satu kegiatan penting pengelolaan prasarana agar semua sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik

Dari beberapa definisi yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa manajemen sarana dan prasarana PJOK adalah proses kerjasama pendayagunaan semua

Manajemen sarana dan prasarana dapat diartikan sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien. Dari

Keadaan sarana dan prasarana yang ada pada objek-objek wisata di Surabaya sudah cukup baik namun masih ada fasilitas sarana dan prasarana yang masih perlu perbaikan untuk kenyamanan

dan Prasarana adalah proses kerjasama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah secara efektif dan efesien. Mulyasa

Jadi dari beberapa manfaat pemeliharaan diatas dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana pendidikan disekolah merupakan kegiatan yang harus dijalankan untuk

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sarana