• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Mata Kuliah Metodologi Penelitian

N/A
N/A
Hasrullah Mahda

Academic year: 2025

Membagikan " Makalah Mata Kuliah Metodologi Penelitian"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN TEORI

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Metodologi penelitian Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Makassar

Oleh:

Nurilah : 40100122083 Firman : 40100122076 Alsadar Insani : 40100122087 Resky Aditya : 40100122086

FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2024

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji milik Allah yang Esa. Berkat limpahan karunia nikmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Landasan Teori”.

Penyusunan makalah ini dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian. Proses penyusunannya tak lepas dari masukan berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih atas bimbingannya.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata bahasa maupun isi. Sehingga penulis terbuka dalam menerima segala kritik saran yang membangun dari pembaca.

Akhir kata, kami mohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kesuksesan bagi kita semua.

Gowa, 13 November 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN...1

A.Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...1

C. Tujuan...1

BAB II PEMBAHASAN... 2

A. Pengertian landasan teori...2

B. Fungsi landasan teori... 3

C. Landasan Teori dalam Penelitian dan Kerangka Berpikir...5

BAB III PENUTUP... 10

A. Kesimpulan...10

DAFTAR PUSTAKA...11

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Teori merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam penelitian, yang memainkan peran penting dalam keseluruhan proses. Landasan teori sangat penting, karena sering kali menjadi dasar penelitian atau upaya ilmiah, yang umumnya disebut sebagai studi literatur atau tinjauan literatur. Contoh penting dari karya tulis adalah karya yang didasarkan pada penelitian. Dengan terlibat dalam studi teoritis, peneliti dapat memperoleh kesimpulan atau pendapat ahli, yang kemudian disintesis menjadi perspektif baru.

Dasar teoritis terdiri dari pernyataan yang disusun secara sistematis, yang berfungsi sebagai landasan yang kokoh untuk penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Biasanya, dalam persiapan dokumen tertulis, karya ilmiah, dan proyek serupa, penulis menyajikan dasar teoritis di awal pekerjaan mereka. Landasan teori ini menjadi landasan terpenting dalam melaksanakan penelitian ilmiah dan kegiatan yang dikandungnya.1

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan landasan teori ? 2. Apa fungsi-fungsi landasan teori ?

3. Apa yang dimaksud kerangka berpikir ? C. Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu landasan teori.

2. Untuk mengetahui fungsi-fungsi landasan teori.

3, Untuk mengetahui apa itu kerangka berpikir.

1 Salmaa, ‘Landasan Teori: Pengertian, Macam, Dan Cara Membuatnya’, Deepublish.Com, 2023

<https://penerbitdeepublish.com/landasan-teori/> [accessed 14 November 2024].

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian landasan teori

Gagasan yang terorganisasi atau terstruktur secara sistematis berdasarkan pengamatan dan penalaran rasional adalah apa yang kita sebut sebagai teori. Banyak konsep dan prinsip yang disusun secara efektif, menawarkan kerangka kerja yang membantu peneliti dalam memahami dan menafsirkan pengalaman dan pengamatan mereka terhadap realitas. Melalui berbagai fakta dan pengamatan, teori memberikan penjelasan logis atau terstruktur dalam ranah kehidupan tertentu, yang memungkinkan peneliti memahami esensinya. Teori-teori ini didasarkan pada data, bukti, dan penelitian, yang dijalin dengan penalaran logis, dan bertujuan untuk menjelaskan fenomena tertentu. Selain itu, teori dapat berfungsi untuk meramalkan peristiwa dan menginformasikan desain upaya penelitian di masa mendatang.2

Kerlinger (1973) Dapat disimpulkan bahwa teori terdiri dari kumpulan konstruk atau konsep yang memfasilitasi pemikiran sistematis mengenai tanda, yang memungkinkan formulasi definisi dan proposisi dengan mengklarifikasi hubungan antar variabel. Hal ini dilakukan dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi fenomena.

Lebih jauh, teori berfungsi sebagai sumber informasi yang luas dan berharga, yang bertindak sebagai salah satu asal usul hipotesis atau respons yang berasal dari pernyataan yang belum diungkapkan atau belum diartikulasikan.3

Ada beberapa pilihan dalam hal teori penelitian; Biasanya, teori (1) induktif, yang menghasilkan penjelasan dari data untuk mengerjakan wawasan teoretis; (2) deduktif, yang berangkat dengan asumsi yang bersifat spesifik atau berpikir spekulatif dalam merinci penjelasan data; Dan (3) teori fungsi yang mencakup interaksi berpengaruh antara data dan konstruk teoritis; Di mana data membentuk teori, dan teori pada gilirannya memengaruhi data, artinya ada bentuk yang saling mempengaruhi antara data dan teori dalam sebuah penelitian.

(Sugiyono, 2014) memandang teori sebagai berikut: (1) Perspektif mengacu pada metode penjelasan yang digeneralisasi. (2) Ini adalah seperangkat hukum yang terstruktur secara logis yang menekankan hubungan deduktif antara data dan teori. (3) Teori dapat diartikan sebagai rangkuman seperangkat hukum yang diperoleh melalui proses empiris dalam suatu bidang ilmu tertentu. Pembentukan suatu teori memerlukan beberapa langkah ilmiah, sehingga teori tersebut harus dapat diuji validitasnya.

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan keabsahan suatu teori, sehingga kesalahan dalam proses penelitian yang sistematis dapat mengakibatkan terbentuknya

2 Zainuddin Iba and Aditya Wardhana, Landasan Teori, Kerangka Pemikiran, Penelitian Terdahulu, &

Hipotesis, ed. by Mahir Pradana (Jawa Tengah: EUREKA MEDIA AKSARA, 2023).

3 Nizamuddin. and others, METODOLOGI PENELITIAN; KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIS BAGI

MAHASISWA, ed. by CV. DOTPLUS Publisher (CV. DOTPLUS Publisher, 2021) <https://books.google.co.id/books?

id=66MqEAAAQBAJ>.

(6)

suatu teori yang dapat dibantah oleh teori-teori lain. Hasil dari pengujian suatu teori dapat diperkuat, dilemahkan atau bahkan dibatalkan.4

Landasan teori disusun dalam bentuk suatu konsep yang teratur dan sistematis, guna menjadi landasan kokoh bagi penelitian yang harus dilakukan peneliti. Landasan teori inilah yang akan menjadi landasan kokoh bagi penelitian yang akan dilakukan. Oleh karena itu, dengan adanya landasan teori, maka landasan tersebut dapat kokoh, maka penelitian menjadi suatu hal yang penting karena landasan teori tersebut jelas, sistematis dan baik, sehingga menjadi landasan penelitian.

Kajian teori seharusnya mengadopsi setidaknya satu teori dasar yang sesuai dengan topik penelitian yang akan dibahas. Teori yang digunakan dalam kajian ini harus tetap relevan untuk mendefinisikan variabel-variabel yang ditemukan dalam penelitian tersebut. Selain itu, kajian teori juga perlu mampu menjawab hipotesis yang telah diajukan dan memberikan penjelasan sementara yang sudah dirumuskan sebelumnya.5

Contoh Landasan Teori yang kongkrit Dalam Penelitian

( " "

ةسارد روصنملا ءافيهل ةدجو مليفلا يف ةيسيئرلا ةيصخشلا فصو )ةيبدأ ةيسفن يناثلا بابل يرظنلا ساسلأا ةيبدلأا تاساردلاو مليفلا لولأا لصفلا : ةيبدلأا ةسارد أ .

ةيسنرفلا هتلمحب تربانوب نويلبان لوصو عم يبرعلا بدلأا خيرات يف ثيدحلا بدلأا أدبي

) ( (

ماع رصم يف ة ةيسنرف ۱۷۹۸

/ م ۱۲۱۳ يذلا بدلأا ىلع قلطي يبرع حلطصم يف بدلأا ـه .

ينعي صاخلا ينعم و ةديمحلا قلاخلأا ينعي بدلأا نم ماعلا ىنعمف صاخلاو ماعلا ينعم هيدل ىلع بدلأا فيرعت يبرعلا ريبخ رظن يف ناسنلاا ةيسفن ىلع ريثأت يذلا ديجو ةليمج تاملك

:

و ةليضفلا ىلا وعدي و قلخلا بذهي و سفنلا يف رثؤي رشنلا وأ رعش لك وه بدلأا يلاتلا وحنلا ليمج بولساب ةليذرلا نع دعبي

ةيجهنم ةفرعم وأ يملع ماظن وه ةيرظنلاب دوصقملا ماع لكشب ةيبدلأا ةيرظنلا فيرعت

.

فصو وأ موهفم ىلع ةيرظنلا يوتحت ةدوصرملا ضارعلأا نيب ةقلاعلا ةفرعم طمن ددحت بدلأا نأ ىرت ةاكاحملا ةيرظنف ةنيعم رظن ةهجو نم ملعلا عوضوملا ةماعلا نيناوقلا

4 Ence Surahman, Adrie Satrio, and Herminarto Sofyan, ‘Kajian Teori Dalam Penelitian’, JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 3.1 (2020),h. 49–58 <https://doi.org/10.17977/um038v3i12019p049>.

5 R Tahir and others, METODOLOGI PENELITIAN : Teori, Masalah Dan Kebijakan (PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2023) <https://books.google.co.id/books?id=LHTYEAAAQBAJ>.

(7)

فطاوعو تلااعفنا ةراثإ يه بدلأا ةمهم نأ ريبعتلا ةيرظن ىرتو ،يراقلا فطاوع رهطي ةصلاخلا ةعتملاب \اساسحإ هيدل قلخيو ءىراقلا ىلسي بدلأا نأ ىرتف قلخلا ةيرظن امأ ،ءىراقلا

. .

اهنإف ساكعنلاا ةيرظن امأ لمعلل قلتم درجم ءىراقلا نأ نيبتي اذه لك نمو صلاخلا لامجلاب وأ يبدلأا عادبلإا ةيلمع يف رشابم ريغ لكشب كراشمو قلتمك ئراقلل رظنت ( يهو تلااجم ةثلاث كانه ،بدلأا ي ۱

) ( ،ةيبدلأا ةيرظنلا ۲

) ( و يبدلأا خيراتلا ۳

دقنلا )

ةيبدلأا لامعلأا ريياعمو تائفو ئدابم ةسارد يه ةيبدلأا ةيرظنلا يبدلأا.

ةسارد وه يبدلأا دقنلا امنيب اهروطتو ةيبدلأا لامعلأا ةدلاو ةسارد وه بدلأا خيرات ۱۸

. يبدلأا لمعلا مييقت يأ ،سوملم لكشب ةيبدلأا لامعلأا ١٨

يملاعلإا حاصفلإاو ضرعلا بولسأ نم \اءدب نمزلا عم روطتتو ا\ضيأ بدلأا عاونأ عونتت ةيبدلأا لامعلأا نم ديدعلا فييكت مت نلآا ةفلتخم ةقيرطب ةيبدلأا لامعلأاب عاتمتسلاا ءارقلل نكمي ثيحب ،ملافلأا يف تاياورلا لث

مليفلا ب لكش ىلع اهضرع متي ةريصق ةصق نع ةرابع هسفن مليفلا ،ثيدحلا بدلأا وه مليفلا .ةدوجوملا تاهويرانيسلاو ريرحتلا تاينقتو اريماكلا باعلأ عم ةقيرطب اهعيمجت متي توصو روص داعبأب ةيئاور اصصق مدقي يذلا رعشلاو رثنلاو اماردلا بناج ىلإ بدلأا عاونأ دحأ مليفلا دعي

. .

دوجو رارمتسا نم مغرلا ىلع اماردلاو رثنلا ىلإ ةفاضلإاب ةصق نم مليفلا نوكتي ةفلتخم ملافلأا نيب هباشت هجوأ كانه نأ نوثحابلا ىري يبدأ عونك مليفلاب قلعتي اميف يأرلا يف تافلاتخا تاياورلا لثم ةيبدلأا لامعلأا نم ىرخأ عاونأو.

.ةيجراخلا رصانعلاو ةيرهوجلا رصانعلا يهو ،ءانب رصانع ىلع اضيأ مليفلا يوتحي :يهو ،بناوج ةدع ةيرهوجلا رصنع هلمكأب مليفلا ءانب يف يساسلأا رصنعلا يه ةيرهوجلا . رصنعلا يه ةيجراخ امنيب يتفرعمو ةرماؤملاو ،ةغللاو عارصلاو ةيصخشلاو ،ةيلاولاو عوضوملا . لثم مليفلا يف رهظت يتلا بناوجلا نم ديدعلا ةيجراخلا رصنع مليفلا يف معدك ةيجراخلا . فورظلا كلذكو قلاخلأاو ةيلقعلا ةايحلا نم فقوملاو كولسلا ةيلاحلا تاروطتلا يف ةيفاقثلاو ةيعامتجلاا ٢٠

اضيأ مليفلا هبشي ،كلذ ىلإ ةفاضلإاب

طئاسولا مدختستو ةصقلا يف اراوحو اراودأ بعلت تايصخش ا\ضيأ مليفلا يف دجوي ثيح اماردلا ملافلأا ليلحت نكمي ،كلذل حوضوب ةيئرم تايصخشلا فطاوع نوكت ثيحب ةعومسملاو ةيئرملا . يبدأ جحت مادختساب.

ينعي بدلأاو ،ةيئرملا نونفلا نم ايئزجو بدلأا نم ايئزج ىقتسم مليفلا يف لكشلاو

» «

صن هنلأ ،ادج يساسلأا ىنعملاب \ابدأ نوكي دق ويرانيسلاف يلاتلابو ،\ابوتكم \ائيش \انمض

(8)

" . ىلع لهسي هنلأ يدرسلا روظنملاو ىوتحملا مهف يف ايبسن لهسأ مليفلا عون ربتعي بوتكم

نوكي ةعومسملاو ةيئرملا طئاسولا للاخ نم ةصقلا هلقنت يذلا ىنعملا نع ريبعتلا نيثحابلا ةيؤر ا\ضيأ نكميو ،مهفلا يف لهسأ تاضراعتلا ثودح نأ امك ،ا\حوضو رثكأ تايصخشلا ريبعت ليلدك تاسابتقلاا ميدقت يف ةبوعصلا نمكت ،حوضوب نامزلاو ناكملا نم لك يف دادعلإا ضرع عطقملا عم ىشامتت راوحلا صن نم تاسابتقا ميدقت انيلع نيعتي هنلأ ،يليلحت / short cut يف مليفلا دهشم دييحتو ،رشبلا عنص نم يهف ؛يرشبلا لقعلاب ةعبشم نونفلا لك نأش اهنأش ملافلأا - اروص مدختسي ،ةغلابلا ةيويحلاب معفم ينف لكش اهنإ رشبلا نم روهمج اهدهاشيو ،ةيرشب لااعفأ . طيرش ربع روهمجلاو امنيسلا عانص نيب طبرلل ،ةايحلاب ةضبان اتاوصأو ،ةذاخأ ةكرحتم ساوحلاو ديولوليسلا . "

تايصخش اضيأ مليفلا يف دجوي ،اماردلاو رثنلا ابيرقت مليفلا هبشي ،اقباس انحضوأ امك

. .

نويلايخ دارفأ مه تايصخشلا مليفلا يف امهم ارود تايصخشلا بعلت ةصقلا ينبت تاعارصو رود اهل ةيصخش لك تايصخش ةدع نم ةداع مليفلا نوكتي ،ةصقلا يف تاراوحو اراودأ نوبعلي فيصوتلا ةيصخشلا هذه ةيصخش وأ ةيصخش ىمست ةفلتخم ةيصخشو.

تايصخش و ةيسيئر تايصخش ىلإ مليفلا يف تايصخشلا ميسقت متي ،ماع لكشب

وأ مليفلا يف ريبك ريثأت اهل يتلا ةيصخشلا يه ةيسيئرلا ةيصخشلا ةمعاد تايصخش وأ ةيفاضإ قفارت يتلا تايصخشلا يه ةيفاضلإا تايصخشلا ةصقلا بناوج عيمج جسنتو ةرطيس رثكلأا .

ةصقلا بناوج عيمج يطغي لا اهدوجو نكل ،اهعم لعافتت وأ ةيسيئرلا ةيصخشلا

يسفنلا بدلأا ملع يناثلا لصفلا : نأ سفنلا ملع هباتك يف ةضيوع دمحم دمحم لماك خيشلا دنع ةملك وأ سفنلا ملع ةيجيلوكيسلا (psychology) ةينناوي ينتملك نم ءاج (psyche) وأ لقعلا وأ حورلا ينعت يتلا نيعتو ،تاذلا (logos) فشكي امك تاذلا ةسارد وه سفنلا ملع نوكي يناثلابو ،ةساردلا وأ ملعلا كولسلا يف يأ طاشنلاو لمعلاو ءادلأا يف اهسفن نع . "

للاخ نم ةيبدأ تاسارد ءارجإب يبدلأا سفنلا ملع موقي يسفنلا روظنملا يف بدلأا ( يتنانك ءارقلاو فلؤملا نم ةيسفن ةطشنأ اهنأ ىلع ةيبدلأا لامعلأا ىلإ رظنلا( ٢٠٠٦

ام امئاد .)

صصق تاياورلاو اماردلاو ةريصقلا صصقلا لثم رثن لكش يف ةصاخ ،ةيبدلأا لامعلأا رهظت تايصخش تاذ تايصخش ميدقت نيفلؤملا ىلع بجي ،مهلامعأ ةباتك دنع مهتايح يف تايصخشلا بناجلا اذه يبدلأا سفنلا ملع ريثي اهنوبتكي يتلا صصقلا ىلإ مامتهلاا ةفاضلإ ةديرف تايكولسو . ةصاخ ،ةيسارد ةدام هرابتعاب

(9)

ةلصلا تاذ ةيبدلأا لامعلأا يف تايصخشلا راكفأو لاعفأ ةيفلخب قلعتي اميف.

» «

،قلخلا ةيلمع ةسارد وأ ، درفك وأ طمنك بتاكلا ةسارد بدلأا ةيجولوكيسب ينعن دق - وأ ،ةيبدلأا لامعلأا لخاد ةيجولوكيسلا نيناوقلاو طامنلأا ةسارد وأ ،قلخلا ةيلمع ةسارد وأ

( -

ةيجولوكيس هئارق ىدل بدلأا اهكرتي يتلا راثلآا ةسارد \اريخأ ليلحتو ريسفت يه يبدلأا ثحبلا يف ةلوقعملاو ةيعيبطلا ةيادبلا ةطقن نإ عمتسملا .

هتئيبو ،بتاكلا ةايحب انمامتها ةياهنلا يف رربت يتلا يه ةيبدلأا لامعلأا نأ ذإ ،هتاذ ةيبدلأا لامعلأا ةيبدلأا ةيلمعلا لكو ،ةيعامتجلإا ..

لمعلا ىلع زكرت عبطلاب يبدلأا ثحبلا يف هنأ ريسفت نكمي ، هلاعأ حرشلا ىلع \ءانب يف اهتحبنس يتلا بناوجلاب قلعتي اميف ةيلاتلا ةلحرملا ىلإ لاقتنلاا اننكمي مث ،هسفن يبدلأا ةيبدلأا لامعلأا يف ةدراولا ةيسفنلا بناوجلا ،لاثملا ليبس ىلع يبدلأا لمعلا. .

ا ديورف دنومغيسل يسفنلا ليلحتلا ةيرظن ثاثلا لصفل : ةساردك ،هعابتأو ديورف دنومغيس هروط ملعلا عورف نم عرف وه يسفنلا ليلحتلا اميف طقف يسفنلا ليلحتلا حلطصم مادختسا مت ،ةيادبلا يف ناسنلإل يسفنلا كولسلاو ةفيظولل

" " "

ىنعملا سفن ديورفل يسفنلا ليلحتلا و يسفنلا ليلحتلا نم لكل ناك كلذل ،ديورفب قلعتي ( ديورف دنومغيس دلو ٦

ويام ) ١٨٥٦ ٢٣ -

( ربمتبس ) ۱۹۳۹

) نم هتلئاع اسمنلا ،جربيارف يف .

ايلامأ هتدلاو مسا امنيب ديورف بوكاج هدلاو مسا يدوهي لصأ . . نوشاتن ٢١

ةميدقلا ةينامورلاو ةينانويلا ةفاقثلا نع يوق يكيسلاك ديورف ىدل ناك (

يف ةيناسنلإاو Gymnase ) ،سرد ،ةينامللأا نع رظنلا فرصب ،ةيوناثلا ةسردملا نم عون وهو . ةيزيلجنلإاو ةيسنرفلاو ةينيتلالاو ةينانويلا اضيأ ٢٢

ماع انييف ةعماجب ديورف قحتلا ۱۸۷۳

ماع بطلا يف هاروتكدلا ةجردب هجرخت دعب ۱۸۸۱

،

ةعماجلاب ثاحبلأا تاربتخم يف هلمع ديورف لصاو ا\بيبطو ايسفن ابيبطو ا\بيبط ديورف ناك٢٨

.ةيسفنلا تابارطضلاا جلاعو مهفب امتهم ناك ا\باصعأ ٢٩

ميدقتل ةيرظنلا هذه مدختست يسفنلا ليلحتلا ةيرظنلا سسؤم لوأ ديورف دنومغيس ناك . مسا ا\ضيأ يسفنلا ليلحتلا ىلع قلط•ي ةيسفنلا هتافص ىلع \ءانب درفلا ةيصخشل يجهنم سفت .

.

،جراخلا نم ةيئرملا ةيصخشلا طقف تسيل ةاطعملا ةءاضلإا نأ وه ببسلاو قيمعلا سفنلا ملع . اهتعيبطب يعاولالا درفلا لخاد ةدوجوملا ةيصخشلا ا\ضيأ نكلو ٢٠

مهأ وه يعولالا نأب لداجو

. .

ليلحتلا يف هثحب فدهي يسفنلا ليلحتلا فاشكتساب مامتها هيدل يرشبلا لقعلا يف لماع نكمي فيك ةفرعم ىلإ يسفنلا

(10)

.

يف يسفنلا ليلحتلا لوح ةيلولأا راكفلأا حرط مت يعيبط لكشب لمعي نأ يرشبلا لقعلل "" .

ماع ايريتسهلا ١٨٩٣

.

ةسارد ناونعب باتك رشني نانثلاا ماق ربورب فيزوج عم ديورف لبق نم

يعولالاو يعولالاو يعولا يهو ،تايوتسم ةثلاث ىلإ يعولا ديورف مسق ةيادبلا يف

.) (

ميهافملا دحأ وه ةيصخشلا لكيه ،ةيرشبلا ةيصخشلا ةينب ىلع هتيرظن ديورف زكر مث يعولالا

.

فيكو درفتلا ىلع ريبك ريثأت اهل ةيصخشلا ةينب نأ ربتعي ديورفل يسفنلا ليلحتلا يف ةمهملا صخشلا فرصتي.

" .ايلعلا انلأاو انلأاو ،وهلا ،رصانع ةثلاث نم ةيرشبلا ةيصخشلا لكيه نوكتي ،ديورفل اقفو مسقنيو ،يسفنلا ليلحتلا ةيرظن اهيلع موقت يتلا ةيساسلأا ةيضرفلا وه ،ريخلأا ىوتسملا اذهو

: . : :

بناجلا هلثميو انلأا يجولويبلا بناجلا هلثميو وحلا يه ،ةعراصتم ىوق ثلاث ىلإ هرودب

: .

يقلاخلأا وأ يعامتجلاا بناجلا هلثميو ىلعلأا انلأا يروعشلا وأ يجولوكيسلا . .) » « (

ةيساقلا ةايحلا قئاقحو وه ـلا ةيلولأا ةيويحلا انتاقاطب ،ةيساسأ عفاودب دلون نحن

مايقلا ملعتن مث نمو ؛لاماك اعابشإ اهلك انتابغر عابشلإ ليبس لا هنأ انملعت ) » ( (

نم بستكت ،فاطملا ةياهن يفو ، انأ ـلا ةيمويلا ةايحلا يف ةيرورضلا تامواسملاب ) » ايلعلا انأ ـلا أطخلاو باوصلاب اجومدم انح انيدلاو « ) ٣٠

ةثلاثلا رصانعلا هذه لصف نكمي لا

ليصافتلا نم ديزمل درفلل ةيلقعلا تايلمعلا يف ضعبلا اهضعب ىلع ريثأتلاو . يلاتلا وحنلا ىلع:

1( 1) وهلا نم يتأي يذلا عفادلا ةيساسلأا عفاودلا لك ردصم وهو ةيصخشلا ماظن رصانع دحأ وهلا

.

ءافولا متي مل اذإ هقيقحت امئاد لواحيو سنجلاو شطعلاو عوجلا لثم ،يعاو ريغو يئادب ةيوهلا

.

عقاولاب متحت لا وهلا ،ةعتملا أدبم للاخ نم وهلا يف مكحتلا متي ةبغرلا قيقحت امئاد متيسف ،اهب لوصحلا لجأ نم اهتاجايتحا ةيبلت ىلع انلأا امئاد وهلا ثحي عمتجملا يف ةدوجوملا فارعلأاو . . ةعتملا ىلع ٣٥

. هنوكلتمي رشبلا لكو ةدلاولا ذنم يرطف وهلا اذه ٣٦

ةيرشبلا تانئاكلا كرحتت

) ( » «

بلج فدهب فنعلاو ، سنجلاو ، عوجلا لثم ةينانأ تابغرب ةعوفدم ،دلايملا ذنم ۳۷

.

ملافلأا يف هدوجو رثكي امم وه ةعتملا نع ينانلأا ثحبلاو ةاناعملا بنجتو ةعتملا

انلأا ب (Ego ) ) درفلا ةايح مكحت يتلا انلأا ةعيبط رشبلا يذل ،يقيقحلا ملاعلاب لاصتا ىلع امئاد انلأا

.

ريغو ءايمعلا ةعيبطلا يف مكحتي طيسوك وه انلأا رود نأ ىلع لدي اذه اهمظنتو اهيف مكحتتو لكشب لمعتو ةيقطنم انلأا هذه ةعيبط نإف ،يقيقحلا ملاعلاب قلعتت اهنلأ ارظن ،وهلل ةيقلاخلأا

(11)

. يقيقحلا ملاعلاو وهلا نيب انلأا طسوتت فوس ،رخآ ىنعمب ،يعقاو ٣٨

رعشي نأ عيطتسي لا وهلا

وهلا يف يجراخلا ملاعلا ليثمتب موقي يذلا انلأا قيرط نع لاإ ةيجراخ تاريغت يأ لبقي وأ. "

ايلعلا انلأا ج (Super-Ego) ) مت يتلا ةيعامتجلاا فارعلأا ىلع يوتحي يذلا ةيصخشلا رصنع نم ءزج يه ايلعلا انلأا

.

نأ انلأا نم ايلعلا انلأا بلطت عمتجملاو ةرسلأا نم هيلع لوصحلا مت يذلا صخشلا يف اهباعيتسا ةينلاقع ريغو ةيعقاو ريغ نايحلأا ضعب يف ايلعلا انلأا بلاطم نوكت وهلا لثم امامت اهتابغر كردت .

.

أدبم مدختسي وهلا ناك اذإ هنومدختسي يذلا أدبملا وه ايلعلا انلأاو ةيوهلا زيمي ام ةليحتسمو لب

.

عفاود نوكت نأ بجع لا قلاخلأا أدبم وأ لامكلا أدبم يأ ،سكعلا مدختست ايلعلا انلأا نإف ،ةذللا انلأا و وهلا

. .

انلأا دوقي اذه ةينوناق تارابتعاو ةيقلاخأ ةنودم اهيدل ايلعلا انلأا مئاد فلاخ ىلع ايلعلا

بسانملا ريغ وأ بسانملا ءاطخلا وأ باوصلا ،رشلاو ريخلا لثم ميق نع ثدحتلل ايلعلا."

نلأ ،ةيوهلا نع ةئشانلا تاضبنلا عمق ايلعلا انلأا نع ةئشانلا ةقاطلا وأ عفاودلا لواحتس

ايلعلا انلأا لبق نم هلوبق نكمي لا وأ بسانم ريغ ايئادب لازي لا يذلا ةيوهلا نم عفادلا.

نلآاو وهلا نم يتأت يتلا تاضبنلا نيب طغضلا طغض هيف ثدحي يذلا ناكملا وه اذه . ايلعلا ١٢

ايلعلا نلآاو انلأاو مهلا وهو ،هلاعأ ةيرشبلا ةيصخشلل ةثلاثلا بناوجلا حرش مت .

،ةدلاولا ذنم ةدوجوم تناك يتلا ةيصخشلا بناوج نم بناج يه ةيوهلا نأ مهفت نأ نكمي يروفلا عابشلإل ىعسيو ةذللا أدبمب فرعملا مزتلي ةيساسلأا ةيناسنلإا تاجايتحلال ليثمت يهو

.

ةيصخش ماظن وهو ايلعلا انلأا سكع ىلع رشلا وأ ريخلا نع رظنلا ضعب تاجايتحلااو تابغرلل ميقلل امامتها ىلعلأا انلأا يلوي رشلاو ريخلاب قلعتي اميف ةيمييقت دعاوقو ميق ىلع يوتحي .)

.

يهف ،يقيقحلا ملاعلا عم انلأا لماعتت هذاختا متي لمع لك يف ةيقلاخلأا E رارقلا عناص وأ ددحملا عارصلا ةبرجتو ةطبارتم ةماعلا نم ةثلاثلا رصانعلا هذه ةيقطنم تارابتعا ىلع \ءانب . Dalam penelitian mengenai landasan teori yang di ambil dalam bentuk skripsi yang berjudul Deskripsi tokoh utama dalam film “Wadjda” karya Haifa Al-Mansour (kajian psikologi sastra) yang terdapat di Bab II,dalam contoh landasan teori skripsi diatas menjelaskan mengenai teori yang ada dalam film Wadjda yang dimana penjelasan nya itu terdapat tiga teorinya yaitu studi film dan sastra, sastra psikologi dan teori psikologi Sigmund Freud di situ di jelaskan dari pengertian,jenis-jenis nya dan contohnya dan Kesimpulan bahwa landasan teori terdapat di Bab II yang berisi pengertian, jenis-jenis dan contohnya tapi itu harus sesuai dengan rumusan masalah yang kita bahas

(12)

B. Fungsi landasan teori

Teori adalah alat ilmu pengetahuan. Nazir (2005) menunjukkan bahwa sebagai alat ilmiah, teori memainkan peran berikut.

1. Orientasi didefinisikan oleh teori sebagai disiplin ilmu yang menawarkan definisi melalui berbagai jenis data yang akan diabstraksikan. Fungsi utama teori dalam orientasi adalah untuk memaksakan batasan pada sains dengan mempersempit rentang fakta yang dapat diperiksa. Mengingat bahwa berbagai fenomena yang dapat dapat dianalisis dari beragam perspektif, teori menentukan bagian-bagian mana dari fenomena tertentu yang akan diselidiki. Misalnya, pertandingan sepak bola dapat dianalisis melalui beberapa lensa, termasuk fisik, ekonomi (seperti penawaran dan permintaan bola), kimia, sosiologi, dan lainnya. Melalui penerapan teori, dimungkinkan untuk mengidentifikasi dan menentukan jenis fakta yang berkaitan dengan aspek tertentu dari fenomena tersebut.

2. Teori menawarkan kerangka konseptual yang secara sistematis menjelaskan dan menghubungkan fenomena yang relevan. Teori berfungsi sebagai sarana konseptualisasi dan klasifikasi. Selain itu, salah satu tujuan utama sains adalah membangun sistem klasifikasi berdasarkan struktur konsep. Dalam proses ini, sains memainkan peran penting, dikarenakan konsep dan pembagiannya dapat berkembang karena sifat fenomena yang sering berubah.

3. Teori merangkum fakta dalam bentuk generalisasi empiris dan sistem generalisasi.

Teori secara efektif merangkum fakta dan temuan penelitian. Kehadiran teori memudahkan generalisasi hasil penelitian yang belum dilakukan. Teori muncul dari sintesis hubungan antara generalisasi atau proposisi, yang memungkinkan integrasi empiris dari generalisasi tersebut.Prediksi fakta disediakan oleh teori, yang juga meramalkan fakta-fakta tersebut. Kemampuan teori untuk meringkas fakta mengarah pada konsistensi dalam pengamatan. Konsistensi ini memungkinkan fakta- fakta masa depan diprediksi berdasarkan fenomena saat ini.

4. Teori menguraikan fakta-fakta apa yang dapat diantisipasi dari pengamatan ini, mengatasi kesenjangan dalam pemahaman kita. Dengan mengklarifikasi ruang-ruang kosong ini, teori merangkum fakta-fakta yang diketahui sambil juga memprediksi fakta-fakta masa depan yang tidak teramati, menawarkan wawasan ke dalam area- area dalam perbendaharaan ilmiah yang masih belum dieksplorasi. Teori menguraikan fakta-fakta apa yang dapat diantisipasi dari pengamatan ini, mengatasi kesenjangan dalam pemahaman kita. Dengan mengklarifikasi ruang-ruang kosong ini, teori merangkum fakta-fakta yang diketahui sambil juga memprediksi fakta-fakta masa depan yang tidak teramati, menawarkan wawasan ke dalam area-area dalam perbendaharaan ilmiah yang masih belum dieksplorasi.6

Semua penelitian didasarkan pada kaidah ilmiah, sehingga seluruh peneliti harus menggunakan teori dasar ilmiah (Sugiyono, 2014). Dalam penelitian kuantitatif dan penelitian eksperimental, teorinya harus jelas sebelum melakukan penelitian. Memang teori-teori ilmiah akan menjadi landasan untuk memperjelas permasalahan penelitian, menarik kesimpulan dan meramalkan hasil akhir penelitian.

6 Rudi Susilana, ‘Modul Landasan Teori Dan Hipotesis’, Rudi Susilana, 2015, h, 14

<http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENELITIAN_PENDIDIKAN/BBM_5.pdf>.

(13)

Dari sudut pandang ini, dapat disimpulkan bahwa teori memenuhi beberapa fungsi penting dalam penelitian. Pertama, teori berperan dalam memperjelas masalah penelitian untuk membuat peneliti dan pembaca mudah mengenali masalah penelitian yang terkait dengan objek penelitiannya. Kedua, teori berfungsi sebagai landasan perumusan hipotesis penelitian. Peneliti dapat merumuskan dugaan sementara berdasarkan masalah yang ditemukan dengan cara membandingkan teori yang terkait.

Terakhir, teorine berhasil sebagai referensi dalam menyusun alat bantu penelitian.

Terdapat konsep teori dasar yang menjadi landasan penyusunan alat bantu penelitian dan ini umum diketahui.

Sedangkan fungsi dari landasan teori dalam sebuah penelitian menurut (Creswell &

Poth, 2016), landasan teori memiliki beberapa fungsi penting dalam sebuah penelitian, yaitu:

1. Memberikan Kerangka Kerja Konseptual: Landasan teori menawarkan kerangka kerja konseptual sehinnga memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena yang diteliti dalam konteks teoritis yang lebih luas.

2. Mengarahkan Penelitian: Landasan teori berfungsi sebagai panduan yang jelas, mengarahkan penelitian dengan menunjukkan variabel-variabel yang perlu diselidiki, hubungan antar variabel tersebut, serta pertanyaan penelitian yang relevan.

3. Menyediakan Dasar Riset: Selain itu, landasan teori juga menyediakan dasar yang kokoh untuk merancang penelitian. Dengan landasan ini, peneliti dapat memilih metode yang tepat serta menganalisis dan menafsirkan temuan dengan lebih akurat.

4. Mendorong Kritisisme: Tak hanya itu, ia mendorong peneliti untuk mengadopsi sikap kritis terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya, mempertanyakan asumsi- asumsi yang menjadi fondasi teori-teori yang ada, dan mencari penjelasan yang lebih mendalam.

5. Memberikan Kredibilitas: Landasan teori memberikan kredibilitas ilmiah pada penelitian, dengan mengaitkan temuan-temuan penelitian dengan literatur yang relevan, serta menunjukkan kontribusi penelitian tersebut terhadap pemahaman yang lebih baik tentang topik yang diteliti.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa landasan teori tidak hanya memberikan konteks teoretis, tetapi juga memainkan peranan vital dalam setiap tahap proses penelitian, mulai dari perencanaan hingga interpretasi hasil.7

Penjelasan teori hendaknya dilakukan secara jelas dan rinci dalam desain penelitian.

Teori ini berfungsi sebagai kerangka keseluruhan proses penelitian baik perumusan pertanyaan atau hipotesis, sampai prosedur pengumpulan data. Penelitian kuantitatif selalu berangkat dari teori, sehingga peneliti berorientasi terhadap pengujian atau pemeriksaan terhadap teori. Artinya, melalui jawaban hipotesis atau pertanyaan penelitian yang timbul dari teori yang sudah ada. Hipotesis atau pertanyaan penelitian tersebut mengandung variabel-variabel yang harus dijawab.

7 S Sunaryono and others, Buku Ajar Metodologi Penelitian 1 (PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024)

<https://books.google.co.id/books?id=dMwNEQAAQBAJ>.

(14)

Penelitian kualitatif dimulai dari awal dengan mengkaji fenomena atau gejala yang terjadi kemudian mengembangkan atau menghasilkan teori. Teori penelitian kualitatif berbentuk model alami atau generalisasi. Oleh karena itu, struktur suatu fenomena dapat dianggap sebagai teori. Dalam penelitian kualitatif, teori berfungsi sebagai alat analisis untuk memahami masalah yang diteliti.8

Selain fungsinya, landasan teori memiliki tujuan penting: memungkinkan terciptanya teori dan dimasukkan ke dalam penelitian. Tujuan dari landasan teori antara lain:

1. Teori berfungsi untuk menjelaskan aspek-aspek yang berkaitan dengan perilaku dan sikap dalam konteks penelitian.

2. 2. Teori juga diperlukan sebagai titik akhir suatu kegiatan penelitian. Artinya peneliti disini akan melakukan kegiatan penelitiannya secara induktif.

3. Dalam hal ini, peneliti menjalankan kegiatan penelitian mereka secara induktif, mengandalkan perspektif teoretis sebagai panduan umum yang mencakup isu-isu terkait gender, ras, kelas, dan lain sebagainya.

4. Meskipun dalam beberapa penelitian kualitatif tidak selalu terdapat penerapan teori yang terlalu eksplisit.

5. Tujuan utama dari teori tetaplah untuk menggali hal-hal baru dan menyempurnakan penemuan yang telah ada sebelumnya.

C. Landasan Teori dalam Penelitian dan Kerangka Berpikir Berikut adalah Landasan Teori yang ada di dalam Penelitian :

a) Teori yang ada di dalam penelitian kuantitatif. Teori dapat diartikan sebagai sekumpulan gagasan yang terdiri dari konstruk atau variabel yang berkaitan, disertai dengan proposisi atau hipotesis yang merinci interaksi antar variabel, biasanya dalam konteks besaran atau arahnya. Dalam konteks penelitian, teori berfungsi sebagai argumentasi, pembahasan atau logika yang mendasari penelitian. Teori adalah struktur yang digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atau lebih dalam tentang dunia. Lebovitz dan Hagedorn memperluas definisi tersebut dalam debat di Creswell 2016 mengenai pembenaran teoritis atau percepatan terhadap berpikir tentang bagaimana dan mengapa dua variabel dan pernyataan relasional relasional.Yang lain, peneliti kuantitatif dapat mempresentasikan teorinya dalam bentuk yang berbeda. Misalnya, suatu teori dapat dirumuskan dalam serangkaian hipotesis yang tidak terkait, meskipun bersangkutan secara langsung atau saling bergantung. Selain itu, peneliti juga dapat menyampaikan teori dalam bentuk pernyataan “jika-maka” yang menyajikan alasan mengapa variabel independen diperkirakan akan mempengaruhi variabel dependen. Selain itu, peneliti dapat menyajikan teori dalam bentuk visual, yang penting untuk menerjemahkan variabel ke dalam representasi gambar yang lebih mudah dipahami.

8 Fathoni Muhammad, ‘Landasan Teori’, Landasan Teori, 2021, h. 18.

(15)

Keberadaan teori dalam sebuah penelitian kuantitatif memegang peranan yang sangat krusial dalam keseluruhan proses penelitian yang akan dijalani. Teori digunakan sebagai pedoman peneliti untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, dan mengembangkan konsep, metodologi, dan alat analisis data. Selain itu, teori juga berfungsi untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Penelitian kuantitatif berupaya menyederhanakan kompleksitas fenomena dengan mereduksi unsur-unsur tersebut menjadi dimensi yang dapat diukur. yang dapat dimanipulasi dan diukur. Ukuran dari fenomena yang diolah dan diukur disebut variabel. Dalam konteks penelitian kuantitatif, variabel-variabel dan hubungan antar variabel tersebut tercermin dalam rumusan masalah.9

Dalam penelitian kuantitatif, pembangunan teori terjadi sebagai bagian dari upaya untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian. Proses mencari jawaban melalui pembangunan teori akan melakukan dua hal. Pertama, teori memungkinkan pemahaman mendalam tentang variabel-variabel yang dirumuskan dalam pertanyaan penelitian. Pengetahuan ini dibutuhkan sebagai panduan dalam pengumpulan data.

Data yang terkait dengan variabel yang diambil kemudian digunakan untuk melakukan validasi empiris mengenai kebenaran hipotesis yang diajukan oleh teori. Jawaban atas pertanyaan penelitian diperoleh melalui pengujian dengan data empiris yang mengkonfirmasi keabsahan teori hipotetis berdasarkan bukti empiris. Kedua, pengembangan teori diperlukan untuk memberikan pedoman dalam pengujian dengan merumuskan hipotesis yang terbukti benar dan valid secara teoritis.

Kebenaran sementara dinyatakan dalam pernyataan hipotesis Kemudian akan diuji dengan data yang dikumpulkan secara empiris. Perlu dicatat bahwa kebenaran manusia tidak pernah mutlak. Setiap penemuan akan diikuti oleh batas ketidaktahuan yang baru. Ketika batas ini terlampaui, para ilmuwan akan menemukan tingkat ketidaktahuan yang lebih tinggi. Proses pencarian kebenaran tidak pernah berhenti dan tidak ada permasalahan yang dapat terselesaikan secara tuntas. Solusi terbaik adalah dengan menarik kesimpulan sementara berdasarkan teori yang ada. ada.1.

Teori Induktif (grounded theory), Teori ini dihasilkan dari pengamatan terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar, dan sering kali diaplikasikan dalam ilmu pengetahuan alam. Proses penjelasannya bergerak dari data menuju pembentukan teori. Berpikir induktif adalah suatu metode berpikir di mana kesimpulan umum ditarik untuk menghasilkan pernyataan yang lebih khusus.

2. Teori Fungsional (substantive theory), Teori ini berasal dari interaksi antara data dan spekulasi teoritis yang berkaitan dengan isu tertentu. Pendekatan ini memungkinkan pembatasan analisis pada masalah yang lebih spesifik.

3. Teori Deduktif (middle range theory), Teori ini berada di antara hipotesis yang bersifat kecil (khusus) dan yang lebih besar (umum). Ia dimulai dari suatu spekulasi tertentu dan kemudian diarahkan untuk menjelaskan data yang relevan. Proses berpikir deduktif mengawali dari pernyataan (konklusi) umum untuk kemudian menarik kesimpulan yang lebih spesifik.

9 HERMAWAN IWAN, Metodologi Penelitian Pendidikan ( Kualitatif, Kuantitatif Dan Mixed Method ) (Hidayatul Quran, 2019) <https://books.google.co.id/books?id=Vja4DwAAQBAJ>.

(16)

b) Teori dalam Penelitian Kualitatif Peneliti kualitatif menggunakan teori untuk berbagai tujuan dalam penelitiannya. Dalam konteks ini, teori seringkali berfungsi sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap tertentu. Teori tersebut dapat disempurnakan melalui adanya variabel penelitian, konstruk dan hipotesis. Peneliti kualitatif biasanya mengadopsi perspektif teoretis sebagai panduan untuk mengeksplorasi topik seperti gender, kelas, ras, dan pertanyaan terkait lainnya. kelompok marginal. Dalam penelitian kualitatif, teori seringkali menjadi titik akhir analisis.

Penelitian kualitatif, disebut juga penelitian lapangan, berfokus pada pengamatan langsung terhadap fenomena atau gejala yang terjadi untuk merumuskan atau mengembangkan teori. Dalam konteks ini, teori seringkali berbentuk model alami atau generalisasi. Dengan demikian, model suatu fenomena yang teridentifikasi dapat dianggap sebagai teori. Dalam penelitian kualitatif, teori berfungsi sebagai alat analisis yang membantu memahami permasalahan. sedang mencari.

Kerangka berpikir :

Kerangka berpikir atau yang sering disebut kerangka berpikir merupakan landasan berpikir dalam penelitian yang dibuat dengan memadukan fakta, observasi, dan studi literatur. Sehingga, kerangka tersebut mencakup teori, postulat atau konsep yang akan dijadikan sebagai landasan penelitian. Di dalam kerangka berpikir ini variabel- variabel pada penelitian dijelaskan secara mendalam dan sesuai dengan masalah yang diteliti sehingga memudahkan peneliti dalam merumuskan jawabannya. masalah yang dihadapi.

Menurut Widayat dan Amirullah (2002), kerangka pikir atau kerangka konseptual adalah suatu model konseptual yang menghubungkan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai persoalan (objek) penting. Dalam penelitian, kerangka pemikiran bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang menjadi objek kajian.

Benang merah pemikiran yang disampaikan melalui teori-teori sebelumnya dan pengalaman empiris memberikan dasar untuk membangun kerangka kerja yang efektif dalam merumuskan hipotesis. Jadi apa, Kerangka berpikir memegang peranan penting dalam perumusan hipotesis itu sendiri.10

Kerangka berpikir merupakan kombinasi antara asumsi-asumsi teoritis dan logis yang menjelaskan atau mengidentifikasi variabel-variabel yang diteliti, serta hubungan di antara variabel-variabel tersebut dalam rangka mengeksplorasi fenomena atau masalah yang dihadapi. Terdapat tiga jenis kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian, yaitu:

1. Kerangka teori merupakan uraian yang menegaskan teori mana yang dijadikan landasan dan hipotesis teoritis yang diturunkan dari teori tersebut untuk menjelaskan fenomena yang diteliti.

10 Dela fay Syahputri, F Addini Zahra and Ramadani Syafitri, ‘Kerangka Berfikir Penelitian Kuantitatif’, Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pengajaran, 2.1 (2023), 160–66.

(17)

2. Kerangka konseptual adalah uraian yang menjelaskan berbagai konsep yang memuat hipotesis teoritis, yang berfungsi untuk mengabstraksi unsur-unsur yang terkandung dalam fenomena yang diteliti, serta hubungan antar konsep tersebut.

3. Kerangka operasional merupakan penjelasan yang mencakup variabel-variabel yang berasal dari konsep-konsep yang dipilih, apa hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan indikator apa yang akan digunakan untuk mengukur variabel-variabel tersebut.

Menurut Sugiono (2019), kerangka kerja adalah model konseptual tentang bagaimana teori dikaitkan dengan berbagai aspek yang diidentifikasi. Kerangka refleksi didasarkan pada:

1. Permasalahan Penelitian

Mengemukakan kembali secara eksplisit dalam membangun kerangka konseptual ataupun kerangka pemikiran untuk menyampaikan secara jelas alasan yang melandasi pelaksanaan riset tersebut. Hal ini harus berlandaskan pada kajian empiris dan teoritis, serta mencakup dimensi teori yang digunakan beserta analisisnya. Peneliti perlu menetapkan arah pemikiran yang jelas, di mana pandangan pribadi tidak harus terpengaruh oleh keberpihakan terhadap teori tertentu yang dianggap valid. Dalam kerangka berpikir, tidak diperkenankan untuk menyertakan kutipan-kutipan.

2. Kajian Teori yang Digunakan Peneliti mengkaji atau menganalisa teori (grand theory) sehingga alur penelitian akan menjadi fokus dan terarah.

Kerangka berpikir berfungsi sebagai penghubung antara penelitian dengan pengembangan pengetahuan baru. Inti dari kerangka berpikir adalah teori yang telah ditentukan yang akan mendasari perumusan hipotesis. Teori ini bertujuan untuk memberikan jawaban atas pendekatan pemecahan masalah dengan menjelaskan hubungan antarvariabel berdasarkan pembahasan teoritis. Dalam penelitian yang melibatkan dua variabel atau lebih, penting untuk menyampaikan kerangka berpikir.

Penelitian semacam ini biasanya mengarahkan pada perumusan hipotesis berbentuk hubungan, yang membutuhkan kerangka berpikir asosiatif. Kerangka berpikir ini dapat dirumuskan dengan kalimat yang mengindikasikan hubungan, seperti ”jika-maka”.

Sugiyono (2011) menyatakan bahwa seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar untuk menyusun argumen dalam kerangka pemikiran, yang akhirnya menghasilkan hipotesis.

Kerangka berpikir juga memiliki manfaat sebagai berikut:

1. Kerangka berpikir membantu peneliti menggali dan mengembangkan konsep yang lebih matang. Dengan demikian, setiap permasalahan yang tercantum dalam rumusan masalah dapat ditemukan solusinya.

2. Kerangka ini juga memudahkan peneliti dalam setiap tahapan penyelesaian penelitian, karena memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian yang akan dijalani.

3. Menghubungkan berbagai unsur dalam penelitian sering kali menghadirkan tantangan yang melelahkan. Untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dan

(18)

perubahan pola pikir, kerangka berpikir dapat mengaitkan elemen-elemen penelitian, khususnya terkait data variabel dan data penelitian.

4. Selain itu, kerangka berpikir juga memudahkan pembaca dalam memahami hasil penelitian yang disajikan secara tertulis. Penulis menyusun kerangka berpikir yang logis agar pembaca dapat dengan mudah menangkap inti dari penelitian yang dilakukan.

(19)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Landasan teori merupakan suatu konsep yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Landasan teori inilah yang akan menjadi landasan kokoh bagi penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Selain itu, landasan teori menjalankan beberapa fungsi penting dalam penelitian, yaitu

1. Mengarahkan Penelitian 2. Menyediakan Dasar Riset 3. Mendorong Kritisisme 4. Memberikan Kredibilitas

Kerangka atau kerangka pemikiran memberikan dasar bagi penelitian berdasarkan bukti, observasi, dan tinjauan pustaka. Dengan demikian, kerangka refleksi ini mencakup teori, prinsip, dan konsep yang akan dijadikan landasan dalam melakukan penelitian.

Kerangka kerja ini bertindak sebagai jembatan antara penelitian dan pengetahuan baru. Kerangka pemikiran merupakan inti dari teori yang dikembangkan, yang melandasi rumusan hipotesis. Teori ini dirumuskan untuk memberikan jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah dengan menunjukkan hubungan antar variabel berdasarkan analisis teoritis.

DAFTAR PUSTAKA

(20)

HERMAWAN IWAN, Metodologi Penelitian Pendidikan ( Kualitatif, Kuantitatif Dan Mixed Method ) (Hidayatul Quran, 2019) <https://books.google.co.id/books?

id=Vja4DwAAQBAJ>

Iba, Zainuddin, and Aditya Wardhana, Landasan Teori, Kerangka Pemikiran, Penelitian Terdahulu, & Hipotesis, ed. by Mahir Pradana (Jawa Tengah: EUREKA MEDIA AKSARA, 2023)

Muhammad, Fathoni, ‘Landasan Teori’, Landasan Teori, 2021, 18

Nizamuddin., Khairul Azan, Khairul Anwar, Muhammad Ashoer, Aisyah Nuramini, Irlina Dewi, and others, METODOLOGI PENELITIAN; KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIS BAGI MAHASISWA, ed. by CV. DOTPLUS Publisher (CV. DOTPLUS Publisher, 2021)

<https://books.google.co.id/books?id=66MqEAAAQBAJ>

Salmaa, ‘Landasan Teori: Pengertian, Macam, Dan Cara Membuatnya’, Deepublish.Com, 2023 <https://penerbitdeepublish.com/landasan-teori/> [accessed 14 November 2024]

Setiawati, Ubudiyah, ‘TINJAUAN PUSTAKA : Pengutipan Yang Baik’, 2015, 6

Sunaryono, S, T Sukmawati, E Trisnawati, A P Hardayu, Y Yulianto, E Efitra, and others, Buku Ajar Metodologi Penelitian 1 (PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024)

<https://books.google.co.id/books?id=dMwNEQAAQBAJ>

Surahman, Ence, Adrie Satrio, and Herminarto Sofyan, ‘Kajian Teori Dalam Penelitian’, JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 3.1 (2020), 49–58

<https://doi.org/10.17977/um038v3i12019p049>

Susilana, Rudi, ‘Modul Landasan Teori Dan Hipotesis’, Rudi Susilana, 2015, Hal, 14

<http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENELITIAN_PENDIDIKAN/BBM_5.p df>

Syahputri, F Addini Zahra, Dela fay, and Ramadani Syafitri, ‘Kerangka Berfikir Penelitian Kuantitatif’, Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pengajaran, 2.1 (2023), 160–66 Tahir, R, A F Anggraeni, S Thamrin, M L Yulianti, W Lestari, A N Wahidah, and others,

METODOLOGI PENELITIAN : Teori, Masalah Dan Kebijakan (PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2023) <https://books.google.co.id/books?id=LHTYEAAAQBAJ>

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu maka segera terasa bahwa manfaat dari mata kuliah ini yakni mahasiswa akan ditolong memahami teori-teori Metodologi Penelitian yang meliputi: Konsep Dasar

Kasiram, Metodologi Penelitian , (Malang: UIN-Malang Press, 2008), hal.. Dari keseluruhan pengertian diatas, maka metodologi penelitian adalah ilmu yang membahas tentang suatu

Mata Kuliah Metodologi Penelitian mengkaji tentang (1) prinsip dan etika penelitian, pengertian penelitian, pendekatan ilmiah dan non ilmiah, (2) teknik

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR. HARI JAM MATA KULIAH SKS NAMA

Dengan demikian, Mata Kuliah Pengajaran Apresiasi Sastra berisi konsep apresiasi sastra, konsep pembelajaran apresiasi sastra, dan beberapa teori pembelajaran apresiasi

Sebagai satu upaya untuk senantiasa meningkatan kualitas proses pembelajaran khususnya dalam mata kuliah metodologi komunikasi kualitatif, maka anda diminta untuk

tugas ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah metodologi penelitian. dimana tugas ini bisa kita angkat sebagai judul

Rencana pembelajaran semester untuk mata kuliah Metodologi Penelitian pada Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah