MAKALAH PERANAN TANAMAN LEGUMINOSA DAN NON LEGUMINOSA BAGI TERNAK
DIBUAT OLEH : ANDIKA JONERI (204503) AMERIDIA PAUSELLI (204502)
ADITYA RISKY (204501) JERIANTO (204506)
MAYUNI (204507)
Universitas Kristen Palangka Raya
Fakultas Peternakan
DAFTAR ISI
Judul Makalah... i Daftar Isi... ii Kata pengantar... iii Bab 1 Pendahuluan
A. Latar belakang...
B. Rumusan Masalah...
C. Tujuan Penulisan...
Bab 2 Pembahasan
A. Pengertian Tanaman Leguminosa dan Non Leguminosa...
B. Jenis-jenis Tanaman Leguminosa dan Non Leguminosa...
C. Manfaat Tanaman Legimunosa Bagi Hewan Ternak...
Bab 3 Penutup
A. Kesimpulan...
Daftar Pustaka
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengulurkan kasih- Nya sehingga tugas makalah yang diberikan oleh Dosen Dwi Dedeh tentang “Tanaman Leguminosa Dan Non Leguminosa” ini dapat tepat pada waktunya. Adapun penulis yang memuat judul dalam makalah ini adalah ” Peranan Tanaman Leguminosa dan Non Leguminosa Bagi Ternak”.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Dwi Dedeh pada Mata Kuliah Biologi. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Pakan Ternak bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dwi Dedeh, selaku Dosen Mata Kuliah Biologi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Palangka Raya, 29 November 2020
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Hijaun pakan merupakan bahan pakan ternak ruminansia yang digunakan oleh ternak untuk mencukupi kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan, produksi, dan reproduksinya. Mode hijaun dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang baik sangat mendukung produktivitas ternak ruminansia. Salah satu tanaman untuk pakan ternak adalah Leguminosa yang
mempunyai peran yang sangat penting di dalam meningkatkan produktivitas karena kemampuan mereka dalam memfiksasi sejumlah nitrogen di udara. Tanaman Leguminosa Termasuk dalam Kingdom Plantae dan Subkingdom Tracheobinta dengan Ordo
Fabales . Pertanaman campuran antara rumput dan leguminosa merupakan alternatif yang
sudah dikembangkan di negara berkembang. Leguminosa mempunyai peran yang sangat
penting di dalam meningkatkan produktivitas karena kemampuan mereka dalam memfiksasi
sejumlah nitrogen di udara. Kontribusi langsungnya terhadap produktivitas ternak melalui
penyediaan sumber pakan yang kaya akan nitrogen.
Selain leguminosa, ada juga hijauan pakan lain non-leguminosae seperti daun nangka, daun sawo, daun beringin, daun coklat, daun jambu air, daun pepaya, daun pisang, dan lain-lainnya.1. Indigofera
T a n a m a n i n i d i m a n f a a t k a n sebagai pakan ternak yang kaya akan nitrogen, f o s f o r d a n kalsium. Dari hasil pengujian nutrisi Indigofera di Balai Pengujian M u t u d a n Sertifikasi Pakan (BPMSP) Bekasi tahun 2015 adalah sebagai berikut: kadar air 72,65%, abu 15,23%, protein kasar 29,16%, lemak kasar 1,25%, serat kasar 21,60%, Ca 0,48% dan P 0,36%. Dengan kandungan protein yang cukup tinggi dan palabilitas yang baik menjadikan tanaman ini banyak diminati oleh peternak. Indigofera umumnya dikembangkan dengan generatif melalui biji. Uji coba palatabilitas dan penggunaan hijauan segar Indigofera zollingeriana pada kambing kacang menunjukkan peningkatan efisiensi pakan dan bobot badan hingga 45% (Tarigan 2009).
2. Alfalfa
Sebagai pakan ternak, alfalfa (Medicago sativa) memiliki kualitas yang sangat bagus.
Selain karena nilai nutrisi dan produksinya yang menguntungkan, tanaman ini juga disebutkan memiliki rasa yang enak sehingga banyak diproduksi. Dibandingkan dengan tanaman pakan lainnya, alfalfa memiliki k a n d u n g a n p r o t e i n d a n k a l s i u m y a n g t i n g g i , t e t a p i e n e r g i termetabolisme dan kadar fosfor di dalamnya relatif rendah. Alfalfa juga termasuk berserat rendah sehingga mudah mencapai rumen (perut besar) dan mudah dicerna oleh hewan ternak Hasil pengujian Lab BPMSP Bekasi Tahun 2015 menunjukkan: kadar air 90,69%, abu 14,75%, protein kasar 32,63%, lemak kasar 3,08%, serat kasar 29,24%, Ca 1,14% dan P 0,92%. Alfalfa selain dapat dikembangkan dengn biji dapat pula dengan menggunakan pols atau sobekan rumpun.
3. Styosanthes
Styloshanthes guianensis (Stylo) merupakan salah satu tanaman pakan yang sangat disukai ternak, kaya akan protein dan mineral. Kandungan nutrisi hasil uji lab BPMSP Bekasi Tahun 2015: kadar air 76,63%, abu 10,98%, protein kasar 19,87%, lemak kasar 1,51%, serat kasar 32,27%, Ca 1,82% dan P 0,19%. Stylo ini sangat disukai ternak r u m i n a n s i a seperti kambing, domba maupun sapi dan kerbau, b a h k a n d a p a t digunakan pula s e b a g a i f e e d suplement untuk ternak ayam, babi dan ikan.
Tanaman ini dapat diberikan dalam keadaan segar atau kering yang diproses dalam bentuk tepung daun. Salah satu kelebihan dari legum ini adalah daun dan batang lembut walaupun umur tanaman sudah cukup tua karena panen/ pemotongan yang terlambat, sehingga pemberiannya kepada ternak masih baik dilakukan karena tidak berpengaruh terhadap palatabilitas ternak.
4. Gamal
Gamal yang dalam bahasa ilmiahnya Gliricidia sepium merupakan tanaman yang sudah tidak asing di telinga masyarakat. Orang sunda menyebutnya “cebreng” karena saking mudahnya tumbuh di berbagai macam kondisi. Cara penanaman gamal ini bisa dilakukan dengan biji atau stek. Batang tanaman gamal dipotong dan ditancapkan ke tanah, proses selanjutnya gamal akan membentuk akar baru dan tumbuh menjadi tanaman baru. K a n d u n g a n nutrisi gamal hasil uji lab BPMSP Bekasi: kadar air 7 7 , 7 2 % , a b u 12,75%, protein kasar 26,29%, lemak kasar 1,94%, serat kasar 30,83%, Ca 2,00% dan P 0,35%.
5. Desmodium
Budidaya tanaman Desmodium rensonii dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif . Interval pemanen an dapat dilakukan setiap 1 bulan sekali, intensitas pemangkasan minimal 1 m, dengan rataan produksi berat kering sebesar 139,9 g/tanaman. Sebagai leguminosa, daun tanaman tersebut kaya akan nitrogen, sehingga sangat baik untuk
hijauan pakan kambing, sapi, domba, kelinci dan babi. Kandungan nutrisi Desmodium:
kadar air 83,63%, abu 10,41%, protein kasar 23,16%, lemak kasar 0,88%, serat kasar 38,49%, Ca 1,9% dan P 0,39%. Desmodium rensonii juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi untuk mengendalikan erosi sekaligus penghasil pupuk hijau.
6. Lamtoro Gum
Lamtoro gung (Leucaena leucocephala L) ini banyak dikenal oleh masyarakat sebagai petai cina atau peuteuy selong sebutan orang sunda . Lamtoro ini adalah jenis leguminosa yang sudah cukup lama digunakan oleh masyarakat untuk area penghijauan atau sebagai pencegah erosi, termasuk sebagai sumber pakan untuk ternak. Kandungan nutrisi untuk kebutuhan ternak dari Lamtoro ini sangat baik, dengan kadar protein yang tinggi, Lamtoro ini bisa menjadi alternatif sumber protein dari hijauan.
Hasil pengujian nutrisi di BPMSP Bekasi Tahun 2015, menunjukkan : kadar air 76,63%, abu 8,31%, protein kasar 36,37%, lemak kasar 0,66%, serat kasar 21,00%, Ca 0,99%
dan P 0,35%.
7. Turi
Tanaman Turi atau dalam bahasa latin Sesbania grandiflora syn merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat, mempunyai akar yang dangkal, dan memiliki cabang cabang yang menggantung. Dengan kadar protein yang tinggi, tanaman ini cukup potensial untuk pakan ruminansia dan non ruminansia. Hasil uji lab BPMSP Bekasi Tahun 2015: kadar air 80,55%, abu 9,29%, protein kasar 27,59%, lemak kasar 2,93%, serat kasar 23,17%, Ca 1,49% dan P 0,31%. Namun dibalik nilai nutrisi yang cukup bagus, turi memliki saponin yaitu zat anti nutrisi yang cukup berbahaya bagi ternak sehingga dalam pemberiannya perlu proses pengolahan terlebih dahulu.
Beberapa jenis leguminosa lain yang dikembangkan yaitu jenis legum yang menjalar/merayap menutupi tanah yang berperan penting dalam proses penyuburan tanah, yaitu Centro, Siratro dan Clitoria dengan kandungan Protein kasar ketiganya rata- rata sekitar 22%. Melihat dari potensi dari beberapa jenis legum tersebut, sesungguhnya sudah cukup memberikan gambaran bahwa jika tanaman-tanaman tersebut dikelola dan dikembangkan dengan baik sehingga mampu memberikan ketersediaan yang cukup untuk ternak, maka pemberian konsentrat sebagai pakan penguat sedikit demi sedikit bisa dikurangi. Formulasi berbasis hijauan nampaknya juga menjadi sesuatu yang menarik. Sudah barang tentu ini menuntut ketersediaan dari hijauan rumput sebagai sumber energi dan legum sebagai sumber protein harus senantiasa tersedia. Oleh karena itu upaya pengembangan Hijauan Pakan Ternak menjadi sesuatu yang harus dilakukan.