• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH sigit

N/A
N/A
Ropik Zakaria

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH sigit"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

KAJIAN STRATEGIS MITIGASI ABRASI PANTAI MAIK ANYIR LOMBOK TIMUR

OLEH:

M. REZY IQBALUL SIGIT NPM : 5420102021037

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GUNUMNG RINJANI

SELONG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul "Mitigasi Abrasi Pantai Labiuan Haji Lombok Timur." Makalah ini disusun untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai masalah abrasi pantai yang terjadi di kawasan Labiuan Haji, Lombok Timur, serta upaya-upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari fenomena tersebut.

Penulisan makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bimbingan, saran, dan masukan yang sangat berharga dalam proses penyusunan makalah ini.

Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan di masa yang akan datang.

Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pengetahuan mengenai mitigasi abrasi pantai dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir.

Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat memberikan solusi dalam mengatasi masalah abrasi pantai di wilayah Labiuan Haji, Lombok Timur.

Gapuk 15 Desember 2024

M. Rezy Ikbalul Sigit

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Tujuan...3

1.3 Manfaat... 3

BAB II...4

KAJIAN PUSTAKA...4

2.1 Profil Pantai Labuhan Haji...4

2.2 Abrasi...5

2.3 Kajian Strategis... 6

2.4 Mitigasi... 7

BAB III... 8

METODE...8

3.1 Metode Pemilihan Lokasi...8

3.2 Kerangka Berfikir...8

3.3 Analisi Data...9

BAB IV... 11

PEMBAHASAN... 11

4.1 Kondisi Umum Pantai Labuhan Haji...11

4.2 Penyebab Abrasi Pantai Labuhan Haji...13

4.3 Dampak Abrasi terhadap Ekosistem Laut dan Pesisir...14

4.4 Dampak Abrasi terhadap Perekonomian Masyarakat Setempat...16

(4)

4.6 Mitigasi abrasi di Pantai Labuhan Haji...22

BAB V...25

PENUTUP... 25

5.1 Kesimpulan... 25

5.2 Saran...26

DAFTAR FUSTAK...27

(5)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pantai Labuhan Haji, yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, merupakan salah satu pantai yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat setempat. Selain menjadi destinasi pariwisata, pantai ini juga merupakan pusat aktivitas ekonomi, terutama di sektor perikanan dan transportasi laut. Namun, fenomena abrasi yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir telah menimbulkan kekhawatiran besar. Abrasi pantai adalah proses pengikisan garis pantai akibat gelombang laut dan arus, yang sering diperparah oleh aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.

Salah satu penyebab utama abrasi di Pantai Labuhan Haji adalah perubahan iklim global, yang mengakibatkan naiknya permukaan laut dan meningkatnya intensitas badai.

Selain itu, aktivitas lokal seperti penebangan mangrove, penggalian pasir, dan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir telah memperburuk kondisi ini. Mangrove yang sebelumnya berfungsi sebagai penahan gelombang kini mengalami degradasi, sehingga kawasan pantai menjadi lebih rentan terhadap erosi. Tidak hanya itu, alur sungai yang bermuara di pantai juga mengalami sedimentasi, mengubah pola arus dan mempercepat proses abrasi.

Akibat dari abrasi ini, beberapa area di sekitar Pantai Labuhan Haji telah kehilangan lahan yang signifikan. Infrastruktur seperti jalan, permukiman, dan fasilitas umum rusak, mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Kerusakan ekosistem pesisir, termasuk habitat mangrove dan terumbu karang, juga berdampak negatif pada hasil tangkapan ikan, yang menjadi sumber utama penghidupan bagi sebagian besar penduduk lokal. Kondisi ini memperburuk kerentanan ekonomi masyarakat pesisir, terutama mereka

(6)

Selain dampak lingkungan dan ekonomi, abrasi juga menimbulkan tantangan sosial.

Banyak masyarakat harus pindah dari tempat tinggal mereka karena lahan yang semakin menyempit. Hal ini memicu konflik atas penggunaan lahan dan sumber daya, terutama di wilayah yang terbatas. Dalam konteks ini, mitigasi abrasi menjadi prioritas mendesak untuk melindungi Pantai Labuhan Haji serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kajian strategis mitigasi abrasi di Pantai Labuhan Haji bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama masalah ini, mengevaluasi dampaknya, dan merumuskan solusi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat, diharapkan kajian ini dapat memberikan rekomendasi konkret kepada pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengelola wilayah pesisir dengan lebih baik. Penanganan yang tepat tidak hanya akan memulihkan kondisi pantai, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kebutuhan lingkungan, sosial, dan ekonomi di kawasan tersebut.

Dampak abrasi tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi aspek sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar pantai. Banyak penduduk kehilangan lahan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat erosi pantai yang terus berlangsung. Pendapatan dari sektor pariwisata juga menurun karena kerusakan fasilitas dan berkurangnya daya tarik pantai. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan tingkat kemiskinan dan kerentanan sosial di kawasan tersebut.

Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah abrasi, seperti pembangunan pemecah gelombang dan penanaman mangrove, hasilnya belum optimal. Kurangnya koordinasi antar-stakeholder, minimnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan dana menjadi hambatan utama dalam implementasi kebijakan pengelolaan pesisir. Oleh karena itu, diperlukan kajian strategis yang komprehensif untuk merumuskan langkah-langkah mitigasi yang efektif dan berkelanjutan.

(7)

1.2 Tujuan

1. untuk mengidentifikasi penyebab utama abrasi di Pantai Labuhan Haji 2. merumuskan strategi mitigasi yang efektif.

1.3 Manfaat

1. Melindungi ekosistem laut dan pesisir dari kerusakan lebih lanjut.

2. Mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.

3. Memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah untuk pengelolaan pantai yang lebih baik.

(8)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA 2.1 Profil Pantai Labuhan Haji

Pantai Labuhan Haji terletak di pesisir timur Pulau Lombok dan menjadi salah satu kawasan pesisir yang memiliki arti penting bagi masyarakat dan perekonomian lokal.

Dengan garis pantai yang panjang, Pantai Labuhan Haji menawarkan pemandangan yang indah serta berbagai potensi alam yang dapat dimanfaatkan. Karakteristik fisik pantai ini meliputi pasir hitam yang khas, ombak dengan intensitas moderat, serta ekosistem pesisir seperti mangrove dan terumbu karang yang mendukung keanekaragaman hayati. Selain itu, pantai ini merupakan lokasi aktivitas ekonomi utama seperti perikanan, budidaya laut, dan perdagangan hasil laut.

Sebagai salah satu destinasi wisata, Pantai Labuhan Haji juga memiliki daya tarik tersendiri, seperti pemandangan matahari terbit yang memukau dan suasana tenang yang diminati wisatawan. Namun, potensi wisata ini semakin terancam akibat abrasi yang menyebabkan berkurangnya area pantai. Infrastruktur penunjang wisata, seperti jalan akses dan fasilitas umum, juga mengalami kerusakan. Selain menjadi pusat ekonomi, Pantai Labuhan Haji memiliki nilai budaya bagi masyarakat sekitar, seperti tradisi bahari yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Meski demikian, kondisi pantai ini semakin tertekan oleh berbagai faktor, baik alamiah maupun antropogenik. Abrasi telah mengakibatkan penyusutan lahan, hilangnya habitat alami, dan kerugian ekonomi. Oleh karena itu, pelestarian Pantai Labuhan Haji

(9)

sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

2.2 Abrasi

Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang disebabkan oleh interaksi gelombang laut, arus, dan aktivitas manusia yang berkontribusi terhadap ketidakseimbangan ekosistem pesisir. Fenomena ini terjadi akibat kekuatan gelombang laut yang membawa material pasir dan sedimen dari pantai ke laut, menyebabkan penyusutan garis pantai secara bertahap.

Faktor utama penyebab abrasi meliputi kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim, yang dipengaruhi oleh pemanasan global. Selain itu, kerusakan vegetasi pesisir seperti mangrove yang ditebang untuk lahan pertanian atau tambak turut mempercepat proses abrasi.

Di Pantai Labuhan Haji, abrasi juga diperparah oleh aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur yang tidak ramah lingkungan, eksploitasi pasir pantai, dan kurangnya perencanaan tata ruang yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Akibatnya, ekosistem pesisir mengalami degradasi, dan banyak spesies laut kehilangan habitat alaminya. Dalam jangka panjang, abrasi dapat mengancam stabilitas lingkungan pesisir dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.

Fenomena abrasi terjadi ketika kekuatan gelombang laut dan arus lebih besar daripada daya tahan pantai. Hal ini menyebabkan pasir atau sedimen pantai terbawa ke laut, sehingga garis pantai bergeser ke arah daratan. Penyebab utama abrasi di antaranya:

1. Perubahan Iklim

(10)

Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub dan pemanasan global mempercepat abrasi. Di kawasan seperti Pantai Labuhan Haji, hal ini semakin diperburuk oleh gelombang pasang yang tinggi.

2. Kerusakan Vegetasi Pesisir

Mangrove yang biasanya berfungsi sebagai penahan alami gelombang dan penyerap karbon, banyak mengalami kerusakan. Penebangan mangrove untuk lahan tambak atau pemukiman menghilangkan pelindung alami pantai.

3. Kegiatan Manusia

Pembangunan infrastruktur seperti dermaga, pelabuhan, atau tambak yang tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap aliran arus laut dapat menyebabkan ketidakseimbangan di ekosistem pesisir, memicu abrasi.

4. Eksploitasi Sumber Daya Pantai

Penambangan pasir pantai dan eksploitasi terumbu karang juga memperlemah kemampuan pantai untuk menahan abrasi.

2.3 Kajian Strategis

Kajian strategis dalam konteks mitigasi abrasi di Pantai Labuhan Haji bertujuan untuk merumuskan solusi yang efektif dan berkelanjutan melalui pendekatan holistik. Proses ini melibatkan analisis menyeluruh terhadap penyebab abrasi, evaluasi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, serta pengembangan rencana mitigasi berbasis data. Kajian ini juga mempertimbangkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta, untuk memastikan keberhasilan implementasi strategi.

(11)

Dalam kajian strategis ini, langkah awal adalah mengidentifikasi akar penyebab abrasi melalui observasi lapangan dan analisis data. Selanjutnya, dampak abrasi terhadap ekosistem pesisir, perekonomian, dan kehidupan masyarakat dievaluasi untuk menentukan prioritas mitigasi. Strategi mitigasi yang dirumuskan mencakup pendekatan teknis, seperti pembangunan infrastruktur perlindungan pantai, serta pendekatan ekologis melalui restorasi habitat alami. Kajian strategis juga menekankan pentingnya edukasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.

2.4 Mitigasi

Mitigasi abrasi di Pantai Labuhan Haji mencakup berbagai upaya yang dirancang untuk mengurangi dampak abrasi dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Pendekatan teknis meliputi pembangunan tanggul, pemecah gelombang, dan breakwater untuk melindungi pantai dari gelombang laut yang kuat. Pendekatan ekologis melibatkan penanaman kembali mangrove di wilayah pesisir yang terdampak abrasi serta konservasi terumbu karang untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. Selain itu, pengelolaan tata ruang pesisir yang berbasis keberlanjutan juga diperlukan untuk mencegah aktivitas manusia yang merusak lingkungan.

Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan mitigasi abrasi. Program edukasi tentang pentingnya pelestarian ekosistem pesisir perlu digalakkan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam upaya konservasi. Kerjasama antar-stakeholder, termasuk pemerintah daerah, akademisi, LSM, dan sektor swasta, sangat diperlukan untuk memastikan implementasi strategi berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Pantai Labuhan Haji dan masyarakat sekitarnya.

(12)

BAB III METODE 3.1 Metode Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi penelitian merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan relevan dan dapat memberikan data yang sesuai dengan tujuan.

Dalam konteks penelitian ini, lokasi yang dipilih adalah kawasan pesisir Pantai Telindung.

Pemilihan lokasi penelitian di Pantai Labuhan Haji didasarkan pada kriteria yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Lokasi ini relevan untuk mengkaji dampak abrasi secara holistik dan memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk mengelola kerusakan lingkungan pesisir. Pendekatan yang terstruktur dan berbasis data memastikan bahwa penelitian dapat memberikan hasil yang akurat dan bermanfaat bagi pengelolaan wilayah pesisir di masa depan.

3.2 Kerangka Berfikir

Abrasi pantai terjadi akibat kombinasi faktor alami seperti gelombang laut, pasang surut, serta aktivitas manusia yang tidak terkontrol, seperti konversi lahan pesisir untuk pertanian, penebangan mangrove, dan pembangunan di sepanjang pesisir. Sehingga terbentuklah Kerangka berfikir sebagai berikut:

1. Hubungan antara aktivitas penduduk dengan tingkat abrasi.

2. Dampak abrasi terhadap ekosistem dan ekonomi.

3. Analisis kebijakan dan upaya mitigasi untuk mengelola abrasi.

(13)

3.3 Analisi Data

Pendekatan analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan data primer, data sekunder, serta metode analisis kualitatif dan kuantitatif.

Data primer diperoleh langsung dari lapangan melalui wawancara, survei, dan dokumentasi.

Wawancara dilakukan dengan masyarakat setempat, termasuk nelayan, petani pesisir, dan tokoh masyarakat, untuk menggali informasi mengenai dampak abrasi terhadap kehidupan sehari-hari mereka. Survei lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi fisik pantai, mencatat tingkat kerusakan, dan memetakan wilayah terdampak. Dokumentasi berupa foto, video, dan data geografis membantu memberikan bukti visual yang mendukung analisis.

Adapun untuk pendekatan analisis data dalam penelitian ini dilakukan untuk mengolah, memahami, dan menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan sehingga dapat menjawab tujuan penelitian. Analisis data dilakukan melalui kombinasi data primer, data sekunder, serta analisis kualitatif dan kuantitatif.

1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini digunakan untuk meneliti fenomena kontemporer secara utuh dan menyeluruh pada kondisi yang sebenarnya, dengan menggunakan berbagai sumber data, sebagai upaya untuk mencapai validitas (kredibilitas) dan reliabilitas (konsistensi penelitian).4 Studi kasus dalam khazanah metodologi dikenal sebagai suatu studi yang bersifat komprehensif, intens, rinci dan mendalam serta lebih diarahkan sebagai satu upaya untuk mengkaji masalah-masalah atau suatu fenomena yang bersifat kontemporer 2. Sumber Data

Sumber Data merupakan subjek dari mana data dapat diperoleh. Beberapa

(14)

Field research (penelitian lapangan) menjadi sumber data utama dalam penelitian ini.

yang berarti bahwa sumber data yang diperoleh dari lapangan penelitian, yaitu mencari data dengan cara wawancara untuk memperoleh data yang lebih konkrit yang berkaitan dengan hal yang diteliti.

\

(15)

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Umum Pantai Labuhan Haji

Pantai Labuhan Haji terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dan merupakan salah satu pantai dengan nilai strategis di wilayah ini. Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang dengan pasir hitam bertekstur halus, yang menjadi ciri khasnya.

Lokasinya yang mudah diakses melalui infrastruktur jalan utama menjadikannya pusat kegiatan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, budaya, maupun pariwisata.

Gambar 1 kondisi pantai Labuhan Haji

Pantai ini berperan penting sebagai sentra aktivitas nelayan lokal, dengan banyak kapal kecil berjejer di sepanjang garis pantainya. Aktivitas perikanan tangkap menjadi sumber utama penghidupan masyarakat sekitar. Selain itu, kawasan ini juga dimanfaatkan untuk budidaya laut, seperti rumput laut dan kerang mutiara, yang mendukung perekonomian lokal. Di sisi lain, perdagangan hasil laut, termasuk ikan segar dan olahan hasil laut, menjadi aktivitas yang rutin dilakukan di area ini, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Pantai Labuhan Haji juga merupakan destinasi wisata yang menarik. Keindahan alamnya, terutama pemandangan matahari terbit yang memukau, menjadikannya tempat

(16)

area parkir, dan kios makanan tersedia di beberapa titik. Namun, fasilitas tersebut masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan daya tarik wisata yang berkelanjutan.

Dari sisi ekologis, Pantai Labuhan Haji memiliki ekosistem yang kaya, termasuk hutan mangrove, terumbu karang, dan habitat pesisir lainnya yang mendukung keanekaragaman hayati. Namun, kondisi ekosistem ini sedang menghadapi tekanan akibat berbagai aktivitas manusia dan perubahan alam. Abrasi pantai menjadi salah satu ancaman serius yang telah mengurangi luas wilayah pantai secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penebangan mangrove untuk lahan tambak dan pembangunan tanpa perencanaan yang matang telah memperburuk kondisi ini.

Gambar 2 kegiatan nelayan di Pantai Labuhan Haji

Secara sosial, masyarakat sekitar pantai sangat bergantung pada keberadaan Pantai Labuhan Haji, baik untuk kegiatan ekonomi maupun untuk kebutuhan sosial dan budaya.

Tradisi bahari masih dilestarikan, seperti upacara adat dan festival laut, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Sayangnya, dampak abrasi telah mengancam keberlanjutan tradisi ini dengan mengurangi ruang hidup dan area kerja masyarakat.

Secara keseluruhan, Pantai Labuhan Haji merupakan kawasan dengan potensi besar yang menghadapi tantangan serius. Oleh karena itu, pelestarian dan pengelolaan yang

(17)

ekologis, dan sosial, sehingga kawasan ini tetap menjadi aset berharga bagi masyarakat Lombok Timur.

Gambar 3 abrasi di pantai Labuhan Haji 4.2 Penyebab Abrasi Pantai Labuhan Haji

1. Penyebab Abrasi Pantai Labuhan Haji

Penyebab utama abrasi pantai di Labuhan Haji adalah kombinasi dari faktor alam dan aktivitas manusia. Secara alami, abrasi disebabkan oleh gelombang laut yang kuat, terutama saat musim angin barat. Angin ini menghasilkan gelombang besar yang terus-menerus menggerus garis pantai. Perubahan pola arus laut yang terjadi akibat aktivitas manusia di laut, seperti pembangunan pelabuhan atau pengerukan pasir di area tertentu, juga mempercepat pengikisan. Fenomena ini diperparah oleh naiknya permukaan air laut yang didorong oleh perubahan iklim global.

Selain faktor alam, aktivitas manusia di sekitar pantai memiliki pengaruh signifikan.

Penduduk setempat sering mengambil pasir pantai untuk digunakan sebagai bahan bangunan, yang mengurangi stabilitas garis pantai. Penebangan mangrove di kawasan pesisir untuk membuka lahan pertanian atau pembangunan pemukiman juga menghilangkan penghalang alami terhadap gelombang laut. Hilangnya vegetasi ini memperbesar risiko abrasi karena akar pohon mangrove biasanya membantu menahan tanah di area pesisir.

(18)

2. Hubungan Antara Kerusakan Pantai Dan Dan Aktivitas Masyarakat sekitar Terdapat hubungan erat antara kerusakan pantai dan aktivitas masyarakat sekitar.

Sebagai contoh, beberapa penduduk yang tinggal di kawasan pesisir mengolah lahan pertanian hingga mendekati batas pantai. Aktivitas ini tidak hanya mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir tetapi juga meningkatkan laju sedimentasi yang merusak terumbu karang di sekitar pantai. Sementara itu, praktik pertanian yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia sering mencemari air yang mengalir ke laut, memperburuk kesehatan ekosistem pesisir.

Interaksi antara laut, pesisir, dan kegiatan pertanian di sekitar Pantai Labuhan Haji menciptakan siklus kerusakan yang saling terkait. Hilangnya tanah pesisir karena abrasi berdampak pada produktivitas pertanian, sementara degradasi lingkungan laut memengaruhi pendapatan dari sektor perikanan. Tanpa pengelolaan yang baik, aktivitas penduduk ini terus memicu kerusakan yang lebih besar.

4.3 Dampak Abrasi terhadap Ekosistem Laut dan Pesisir

Dampak abrasi terhadap ekosistem laut dan pesisir pada Pantai Labuhan Haji dapat dilihat dari berbagai aspek, dan berikut ini adalah data terkini serta dampak beberapa dampak abrasi:

1. Kerusakan Habitat Terumbu Karang

Data dari survei terbaru di wilayah sekitar Labuhan Haji menunjukkan bahwa abrasi telah menyebabkan peningkatan sedimentasi di laut. Sedimen yang terlepas akibat tanah yang tergerus mengendap di atas terumbu karang, menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis alga simbiotik (zooxanthellae) pada karang. Berdasarkan

(19)

laporan dinas lingkungan hidup Kabupaten Lombok Timur pada 2024, sekitar 40% terumbu karang di kawasan ini dalam kondisi rusak, dengan 20% di antaranya rusak parah akibat sedimentasi yang terus meningkat.

2. Pengurangan Vegetasi Pesisir

Abrasi juga menyebabkan hilangnya vegetasi pesisir seperti pohon bakau (mangrove) dan vegetasi pantai lainnya. Data dari proyek pemantauan ekosistem pesisir menunjukkan bahwa luas hutan mangrove di sekitar Pantai Labuhan Haji berkurang hampir 30% dalam satu dekade terakhir. Mangrove yang biasanya menjadi habitat ikan, udang, dan kepiting, sekaligus melindungi pantai dari hempasan gelombang, kini tidak lagi mampu menjalankan fungsi tersebut secara optimal.

3. Penurunan Populasi Biota Laut

Penelitian lapangan menunjukkan dampak langsung pada populasi biota laut, termasuk ikan karang yang menjadi komoditas utama nelayan setempat. Penurunan populasi ikan di perairan dangkal dekat pantai mencapai 25% dalam lima tahun terakhir akibat rusaknya terumbu karang dan mangrove. Selain itu, organisme laut yang bergantung pada habitat pesisir, seperti kepiting pantai dan burung laut, juga mengalami penurunan jumlah.

4. Erosi Keanekaragaman Hayati

Abrasi memicu hilangnya habitat bagi berbagai spesies, sehingga menurunkan keanekaragaman hayati di wilayah pesisir. Sebuah laporan dari lembaga konservasi setempat menyebutkan bahwa spesies ikan kecil yang sebelumnya umum ditemukan di kawasan ini, seperti ikan gobi dan blenny, mulai jarang terlihat. Hal ini menunjukkan tekanan ekologis

(20)

5. Keseimbangan Nutrisi Laut

Abrasi menyebabkan ketidakseimbangan siklus nutrisi di laut. Sedimen dan limbah dari aktivitas manusia yang terbawa ke laut mengandung bahan organik berlebih, yang memicu eutrofikasi atau ledakan alga. Fenomena ini mengurangi kadar oksigen di perairan dangkal dan menyebabkan kematian massal organisme laut. Tahun 2023, kasus ledakan alga dilaporkan di perairan sekitar Labuhan Haji, mengakibatkan kerugian besar pada sektor perikanan.

4.4 Dampak Abrasi terhadap Perekonomian Masyarakat Setempat 1. Dampak Sebelum Dan Sesusdah Abrasi

Abrasi pantai Labuhan Haji telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap masyarakat setempat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir. Sebelum abrasi menjadi parah, masyarakat mengandalkan pantai sebagai sumber utama penghidupan melalui kegiatan perikanan, wisata, dan perdagangan hasil laut. Namun, setelah abrasi, perubahan yang drastis dirasakan dalam berbagai sektor berikut:

a. Penurunan Hasil Perikanan

Data dari Dinas Perikanan Lombok Timur menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan nelayan di kawasan ini menurun hingga 30% dalam lima tahun terakhir. Kerusakan ekosistem laut akibat abrasi, seperti hilangnya terumbu karang dan vegetasi pesisir, mengurangi populasi ikan yang sebelumnya menjadi andalan nelayan. Akibatnya, pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan juga menurun secara signifikan.

b. Penurunan Sektor Pariwisata

(21)

Sebelum terjadi abrasi yang parah, Pantai Labuhan Haji merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok Timur. Namun, kerusakan pantai akibat abrasi menyebabkan penurunan daya tarik wisata. Berdasarkan data dari Badan Pariwisata Daerah, kunjungan wisatawan ke kawasan ini turun sebesar 40% dalam tiga tahun terakhir.

Hilangnya keindahan pantai, ditambah dengan kerusakan infrastruktur seperti jalan akses dan fasilitas wisata, mengakibatkan banyak usaha kecil yang bergantung pada pariwisata gulung tikar.

c. Kehilangan Lahan Pertanian

Abrasi juga memengaruhi lahan pertanian masyarakat yang berada di dekat garis pantai. Tanah yang tergerus oleh gelombang laut mengurangi luas area pertanian produktif, sehingga hasil panen menurun. Sebagai contoh, data survei lapangan pada tahun 2023 mencatat bahwa sekitar 15 hektar lahan pertanian di kawasan pesisir hilang dalam lima tahun terakhir akibat abrasi.

d. Pergeseran Mata Pencaharian

Dengan menurunnya hasil perikanan, hilangnya lahan pertanian, dan penurunan kunjungan wisatawan, masyarakat setempat terpaksa mencari alternatif sumber pendapatan.

Sebagian besar penduduk kini bekerja sebagai buruh serabutan atau merantau ke daerah lain untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Data statistik desa menunjukkan peningkatan jumlah migrasi penduduk dari wilayah pesisir hingga 20% dalam satu dekade terakhir.

e. Kerugian Infrastruktur

Infrastruktur publik di sekitar Pantai Labuhan Haji, seperti dermaga dan jalan akses,

(22)

tetapi upaya ini seringkali tidak cukup karena laju abrasi yang terus meningkat. Biaya perbaikan infrastruktur diperkirakan mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya.

f. Dampak Sosial

Kehilangan mata pencaharian dan tekanan ekonomi akibat abrasi juga membawa dampak sosial yang signifikan. Beberapa keluarga di kawasan pesisir melaporkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan. Ketergantungan pada bantuan sosial dari pemerintah meningkat, sementara peluang kerja di kawasan pesisir semakin terbatas.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah data yang digunakan untuk menggambarkan dampak kerusakan sebelum dan sesudah abrasi di Pantai Labuhan Haji:

Aspek Sebelum Abrasi Sesudah Abrasi

Ekosistem Laut Terumbu karang sehat, mangrove tumbuh subur, populasi ikan melimpah.

Terumbu karang rusak akibat sedimentasi, mangrove berkurang drastis, populasi ikan menurun hingga 30%.

Hasil Perikanan Tangkapan ikan stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat lokal.

Hasil tangkapan ikan menurun hingga 30%, memengaruhi pendapatan nelayan.

Lahan Pertanian Lahan produktif mencapai 50 hektar di wilayah pesisir.

15 hektar lahan hilang akibat abrasi dalam lima tahun terakhir.

Pariwisata Pantai menarik wisatawan dengan rata-rata kunjungan meningkat 10% per tahun.

Kunjungan wisatawan menurun hingga 40% akibat kerusakan pantai dan infrastruktur.

(23)

Infrastruktur Dermaga dan jalan akses dalam kondisi baik dan dapat digunakan.

Infrastruktur rusak akibat abrasi, biaya perbaikan mencapai miliaran rupiah.

Pekerjaan Mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan, petani, dan pengelola wisata.

Banyak penduduk beralih menjadi buruh serabutan atau merantau untuk mencari nafkah.

Dampak Sosial Masyarakat hidup stabil dengan akses pendidikan dan kesehatan yang memadai.

Meningkatnya kesulitan ekonomi menyebabkan ketergantungan pada bantuan sosial.

Sumber Data: Dinas Perikanan Lombok Timur, Badan Pariwisata Daerah, survei lapangan pada tahun 2023.

Tabel ini menggambarkan secara ringkas dan visual perubahan signifikan yang terjadi akibat abrasi. Bahwa abrasi berdampak sangat besar terhadap prekonomian masyarakat yang ada di pesisir pantai. Banyak perubahan yang terjadi akibat abrasi baik dari segi pariwisata, hasil perikanan, ekosistem laut, bidang pertanian sampai pada pekerjaan masyarakat sekitar pesisir pantai.

2. Hubungan Abrasi dengan Sumber Nafkah Penduduk

Abrasi memiliki hubungan langsung dengan sumber nafkah masyarakat pesisir.

Aktivitas nelayan yang sebelumnya menjadi tumpuan ekonomi terganggu oleh kerusakan ekosistem laut. Begitu pula sektor pariwisata, yang terkena dampak akibat hilangnya daya tarik pantai. Bahkan sektor pertanian, yang sebagian besar bergantung pada tanah pesisir,

(24)

tidak luput dari dampak abrasi. Tanpa langkah mitigasi yang efektif, abrasi akan terus mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat di wilayah ini.

4.5 Kebijakan Pemerintah Terhadap Pengelolaan Pantai Labuhan Haji

Pemerintah daerah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengatasi abrasi di Pantai Labuhan Haji. Salah satunya adalah program rehabilitasi pantai melalui penanaman mangrove dan pembangunan pemecah gelombang. Selain itu, regulasi pengelolaan sumber daya pesisir telah diterapkan, meskipun implementasinya masih menemui berbagai tantangan. Pemerintah juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk meningkatkan kesadaran penduduk mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir

Kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan Pantai Labuhan Haji melibatkan berbagai upaya untuk menangani abrasi yang terus mengancam kawasan tersebut. Berikut adalah langkah-langkah yang telah diambil:

1. Rehabilitasi Pantai dengan Penanaman Mangrove

Pemerintah daerah bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lingkungan untuk melakukan program penanaman mangrove di area pesisir. Mangrove berfungsi sebagai penghalang alami terhadap gelombang laut, yang dapat mengurangi dampak abrasi secara signifikan. Program ini juga mencakup pemeliharaan tanaman mangrove agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

2. Pembangunan Pemecah Gelombang dan Tanggu

(25)

Untuk mengurangi laju abrasi, pemerintah membangun struktur pemecah gelombang dan tanggul di beberapa titik pantai yang dianggap paling rawan. Proyek ini memerlukan dana besar, tetapi penting untuk melindungi garis pantai dari erosi lebih lanjut.

3. Regulasi Pengelolaan Pesisir

Regulasi tentang pengambilan pasir pantai telah diperketat untuk mencegah eksploitasi yang merusak. Selain itu, pemerintah menerapkan aturan mengenai pemanfaatan lahan di kawasan pesisir, termasuk larangan membangun terlalu dekat dengan garis pantai.

4. Sosialisasi dan Pendidikan Lingkungan

Melalui berbagai program edukasi, pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai. Kampanye ini mencakup pelatihan untuk nelayan tentang praktik perikanan berkelanjutan dan panduan bagi petani dalam menggunakan metode yang ramah lingkungan.

5. Kerja Sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Pemerintah daerah menggandeng LSM untuk melibatkan masyarakat lokal dalam program pelestarian lingkungan pesisir. Misalnya, beberapa LSM membantu mendanai proyek restorasi ekosistem dan memfasilitasi pelatihan keterampilan alternatif bagi penduduk yang terdampak abrasi.

6. Pemantauan dan Penelitian Rutin

(26)

Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait melakukan survei berkala untuk memantau perkembangan abrasi dan efektivitas kebijakan yang telah diterapkan. Data dari penelitian ini digunakan untuk menyusun rencana pengelolaan yang lebih baik ke depannya.

4.6 Mitigasi abrasi di Pantai Labuhan Haji

Mitigasi abrasi pantai Labuhan haji dilakukan melalui kombinasi pendekatan struktural dan non-struktural. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi dampak abrasi serta melindungi masyarakat dan ekosistem pesisir.

1. Pendekatan Struktural

Pendekatan ini melibatkan pembangunan infrastruktur fisik untuk melindungi garis pantai dari kerusakan lebih lanjut:

a. Pembangunan Tanggul Penahan Gelombang

Pemerintah telah membangun tanggul di beberapa area pantai yang paling rawan abrasi. Tanggul ini berfungsi untuk mengurangi kekuatan gelombang laut yang menghantam garis pantai, sehingga mencegah erosi lebih lanjut.

b. Pemecah Ombak (Breakwater)

Pemecah ombak dipasang di titik-titik strategis untuk mengurangi intensitas gelombang sebelum mencapai pantai. Struktur ini juga membantu menahan sedimentasi, sehingga area pantai dapat direhabilitasi.

c. Penguatan Garis Pantai dengan Geotekstil

Beberapa area pantai menggunakan teknologi geotekstil sebagai penguat tanah.

Material ini membantu menjaga kestabilan pantai dan mencegah pengikisan laut.

2. Pendekatan Non - Struktural

(27)

Pendekatan ini berfokus pada konservasi ekosistem alami dan pemberdayaan masyarakat lokal:

a. Rehabilitasi Mangrove

Penanaman kembali mangrove di kawasan pesisir dilakukan untuk menciptakan penghalang alami terhadap gelombang laut. Mangrove juga membantu memperbaiki kualitas habitat pesisir bagi ikan dan satwa lainnya.

b. Restorasi Vegetasi Pesisir

Selain mangrove, vegetasi lain seperti pohon cemara laut dan pandan pantai juga ditanam untuk menstabilkan tanah di kawasan pesisir.

c. Edukasi dan Kampanye Kesadaran Lingkungan

Program edukasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kampanye ini melibatkan pelajar, kelompok masyarakat, dan nelayan.

d. Pengelolaan Berbasis Masyarakat (Community-Based Management)

Pemerintah bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk merancang kebijakan pengelolaan pantai, termasuk pengawasan bersama terhadap aktivitas ilegal seperti pengambilan pasir atau penebangan mangrove.

3. Penelitian dan Pemantauan Rutin a. Survei Abrasi dan Pola Arus Laut

Penelitian berkala dilakukan untuk memetakan laju abrasi, perubahan garis pantai, dan pola arus laut. Data ini digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi mitigasi yang lebih efektif.

b. Evaluasi Kebijakan dan Infrastruktur

(28)

Pemerintah dan lembaga terkait rutin mengevaluasi efektivitas tanggul, pemecah ombak, dan program rehabilitasi ekosistem untuk memastikan keberlanjutan mitigasi.

(29)

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Abrasi di Pantai Labuhan Haji merupakan masalah lingkungan yang serius, dengan dampak signifikan terhadap ekosistem, masyarakat, dan infrastruktur. Penyebab utama abrasi mencakup faktor alamiah seperti gelombang laut dan perubahan pola arus, yang diperparah oleh aktivitas manusia, termasuk pengambilan pasir, penebangan mangrove, dan aktivitas pembangunan yang tidak berkelanjutan. Perubahan ini tidak hanya merusak garis pantai tetapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem laut dan pesisir.

Dampak abrasi dirasakan secara luas, terutama terhadap ekosistem pesisir.

Kerusakan habitat mangrove dan terumbu karang mengurangi keanekaragaman hayati serta populasi ikan, yang menjadi andalan masyarakat setempat. Dampaknya meluas hingga sektor ekonomi, dengan penurunan hasil perikanan, berkurangnya daya tarik wisata, dan hilangnya lahan pertanian. Akibatnya, masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, yang memaksa mereka untuk mengubah mata pencaharian atau bermigrasi ke wilayah lain.

Mitigasi yang dilakukan menunjukkan hasil awal yang positif, seperti pengurangan laju abrasi di beberapa titik pantai dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Namun, keberhasilan jangka panjang memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Selain itu, penting untuk terus melakukan penelitian untuk memahami dinamika abrasi dan mengembangkan strategi yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan global.

Secara keseluruhan, pengelolaan Pantai Labuhan Haji membutuhkan pendekatan

(30)

yang terkoordinasi, diharapkan dampak abrasi dapat diminimalkan, sehingga keberlanjutan kawasan pesisir dan kesejahteraan masyarakat setempat tetap terjaga.

5.2 Saran

1. Pemerintah perlu memperkuat regulasi terkait aktivitas di kawasan pesisir, terutama larangan pengambilan pasir pantai.

2. Masyarakat harus dilibatkan lebih aktif dalam program restorasi ekosistem pesisir seperti penanaman mangrove.

3. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan teknologi dan strategi mitigasi abrasi yang lebih efektif.

4. Kesadaran lingkungan masyarakat perlu ditingkatkan melalui kampanye edukasi dan pemberdayaan komunitas lokal.

(31)

DAFTAR FUSTAK

Arisanty, D., Hastuti, K. P., Aristin, N. F., Angriani, P., Alviawati, E., Adyatma, S., ... &

Setiawan, F. A. (2024). Geografi Ekonomi: Kajian Pada Lingkungan Lahan Basah. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Burhanuddin, A. I., & Nessa, N. (2018). Pengantar Ilmu Kelautan dan Perikanan.

Deepublish.

Huri, R. U., Sukarelawati, S., & Fitriah, M. (2019). Perilaku Sosial Muslim Terhadap LGBT Dalam Film Cinta Fiisabiilillah Versi Youtube. Jurnal Komunikatio5(1).

Kurniawan, A. (2023). Strategi pengembangan kawasan tambakrejo kota semarang dengan menggunakan analisis SWOT (Master's thesis, Universitas Islam Sultan Agung (Indonesia)).

Nugroho, F., Farhan, A. F. F. F., & Prasetiyo, N. (2024). PEMBUATAN STORY MAPS PETA KERAWANAN TSUNAMI DAN RANCANGAN JALUR EVAKUASI DI PESISIR PANTAI KABUPATEN BANTUL. Elipsoida: Jurnal Geodesi dan Geomatika7(2), 83-92.

Umar, H., Rachman, T., & Sari, I. P. (2019). Analisis Perubahan Lahan Akibat Perubahan Garis Pantai di Wilayah Pesisir Kecamatan Biringkanaya. Riset Sains dan Teknologi Kelautan, 45-53.

Wahyuningsih, T. (2023). ADAPTASI MASYARAKAT DI WILAYAH PESISIR DESA SURODADI, KECAMATAN SAYUNG TERHADAP BANJIR ROB (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Gambar

Gambar 1 kondisi pantai Labuhan Haji
Gambar 2 kegiatan nelayan di Pantai Labuhan Haji
Gambar 3 abrasi di pantai Labuhan Haji 4.2 Penyebab Abrasi Pantai Labuhan Haji
Tabel ini menggambarkan secara ringkas dan visual perubahan signifikan yang terjadi   akibat   abrasi

Referensi

Dokumen terkait

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan dengan tepat waktu naskah skripsi

vii KATA PENGANTAR Puji syukur, penulis panjatkan kehadirat Tuhan Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan Skripsi

ix KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Karya ilmiah

xxii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya dapat memberikan kelancaran kepada penulis untuk menyelesaikan

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah meberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Mutual Holdings”

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis memplmyai kek"Uatan, semangat dan kesabaran