• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH tauhid 6

N/A
N/A
irfan syafei Siregar

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH tauhid 6"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH ILMU TAUHID

Tentang

SIFAT ALLAH ILMU DAN SAMA’

Disusun Oleh :

Kelompok 6

Irfan Syafei Siregar 2314010294

Dosen Pengampu :

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI-G)

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG 1445 H/ 2024 M

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kami sampaikan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat dan salam selalu dan senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tidak lupa pemakalah mengucapkan terima kasih dengan sebesar-besarnya kepada yang terhormat dosen pengampu kami Dr. Ulfatmi, M. Ag atas bimbingan dan arahannya kepada pemakalah sehingga dapat menyelesaikan makalah kami dengan baik. Tujuan makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah

“Pendidikan Keluarga Islam”.

Maka dari itu, apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini, pemakalah mohon kritikan dan saran dari para pembaca yang akan membawa pemakalah ke arah yang lebih baik untuk selanjutnya. Pemakalah berharap dapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi kami selaku pemakalah. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Padang, 18 Maret 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

sifat Allah merupakan inti dari pemahaman teologis dalam Islam. Allah, dalam kepercayaan Islam, adalah entitas yang memiliki sifat-sifat yang sempurna dan tak terbatas, yang mencakup segala aspek kebijaksanaan, kekuasaan, dan kasih sayang.

Konsep sifat-sifat Allah mencakup atribut-atribut seperti keadilan, kasih sayang, kebijaksanaan, kekuasaan, dan keabadian. Sifat-sifat ini dianggap tidak dapat dibatasi oleh ruang, waktu, atau perubahan, dan membentuk dasar keyakinan dan praktik spiritual bagi umat Islam. Pengetahuan tentang sifat-sifat Allah memberikan landasan bagi pengabdian, ibadah, dan kepatuhan kepada-Nya, serta memandu individu dalam hubungan pribadi dan moral dengan Sang Pencipta.

sifat Allah yang berkaitan dengan ilmu (‘ilmu) dan kesamaan (sama') merupakan aspek penting dalam pemahaman teologis dalam Islam. Allah, dalam kepercayaan Islam, dipandang sebagai sumber pengetahuan yang sempurna dan Maha Mendengar segala sesuatu. Konsep ilmu Allah menegaskan bahwa-Nya memiliki pengetahuan yang meliputi segala hal, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, serta masa lalu, masa kini, dan masa depan. Kesamaan Allah menekankan bahwa Allah adalah Maha Mendengar, yang memperhatikan segala doa, permohonan, dan pikiran manusia. Dengan memahami sifat-sifat ilmu dan kesamaan Allah, umat Islam memperoleh keyakinan yang kuat bahwa Allah mengetahui segala sesuatu dan mendengarkan setiap doa mereka, yang mengarah pada pengabdian, kepatuhan, dan hubungan yang kokoh dengan-Nya.

B. Rumusan Masalah 1. Sifat Allah Ilmu 2. Sifat Allah Sama’

C. Tujuan

Untuk Mengetahui Sifat Allah Ilmu Untuk Mengetahui Sifat Allah Sama’

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Sifat Allah Ilmu

Sifat kesembilan yang wajib bagi Allah adalah Ilmu dan dia adalah sifat qadim yang berdiri dengan dzat Allah lagi maujud, yang tersingkap dengannya barang yang maklum dengan sebenar-benarnya atas jalan yang meliputi dengan tanpa didahului oleh kesamaran.Ta’alluq sifat ilmu itu dengan segala perkara yang wajib, segala perkara yang jaiz, dan segala perkara yang mustahil.

Maka Dia mengetahui akan zatnya yang Maha Tinggi dan beberapa sifat-Nya dengan ilmuNya dan Dia mengetahui bebrapa perkara yang maujud seluruhnya dan beberapa perkara yang ma’dum seluruhnya dengan ilmu-Nya, serta Dia mengetahui beberapa perkara yang mustahil dengan makna bahwa Dia mengetahui bahwa sekutu itu musthil atas Allah dan dia mengetahui bahwasanya sekutu itu kalau dia didapatkan niscaya berakibat kerusakan atas-Nya.

Maha Suci Allah daripada sekutu dan Maha Tinggi Dia dengan ketinggain yang besar.Bagi ilmu hanya ta’alluq tanjizi qodim saja. Maka Allahmengetahui akan segala yang tersebut ini pada zaman azali dengan pengetahuan yang sempurna. Bukan atas jalan dzon dan syak karena dzon dan syak itu keduanya mustahil atas Allah.

Sifat ‘ilmun pada Allah SWT tertulis dalam Alquran Surat Qaf ayat 16 yang berbunyi sebagai berikut:

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaf: 16)1

1Habib Usman Bin Yahya, Sifat Dua Puluh Awalluddin, h. 19.

(6)

ILMU ( Mengetahui)

Artinya mengetahui, mustahil Allah itu jahil (tidak mengetahui).Maka Allah SWT mengetahui akan segala yang tersebut ini pada zaman azali dengan pengetahuan yang sempurna. Bukan atas jalan dzon(perkiraan) dan syak (keraguan) karena dzon dan syak itu keduanya mustahil atas Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. an-Nisa’: 176)

Oleh sebab itu, seharusnya para orang-orang muslim hendaknya memiliki ketakutan berbuat maksiat dan perbuatan yang dosa, sebab segala sesuatu yang dikerjakan manusia tak luput dari pengawasanNya. 2

Sifat Allah yang berkaitan dengan ilmu (‘ilmu) adalah salah satu dari 99 nama atau sifat yang diakui dalam Islam. Ini menegaskan bahwa Allah adalah Maha Mengetahui, memiliki pengetahuan yang sempurna dan komprehensif tentang segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Konsep ini terwujud dalam keyakinan bahwa Allah mengetahui segala hal yang terjadi di alam semesta, masa lalu, masa kini, dan masa depan, serta setiap pikiran dan perasaan individu.

Ilmu Allah tidak terbatas oleh waktu atau ruang, dan melampaui batasan pengetahuan manusia. Dengan memahami sifat ilmu Allah, umat Islam dianjurkan untuk mencari petunjuk dan hikmah-Nya dalam menjalani kehidupan, serta memperkuat keyakinan bahwa Allah adalah Pemegang Pengetahuan yang Maha Agung. Ayat dalam Al-Quran seperti "Dan Dia-lah yang mengetahui segala sesuatu"

(QS. Al-An'am: 80) menggarisbawahi kebijaksanaan dan ketidakberpihakan ilahi yang melekat pada sifat ilmu Allah.

2Muhammad Al-Fudholi, Kifayatul Awam, Terj. Mujiburrahman, h. 95.

(7)

Latar belakang tentang sifat Allah yang berkaitan dengan ilmu dan kesamaan adalah konsep-konsep yang sangat penting dalam pemahaman teologis dalam agama Islam. Dalam Islam, Allah dianggap sebagai entitas yang memiliki sifat-sifat yang sempurna, termasuk ilmu (‘ilmu) dan kesamaan (sama’).

Ilmu (‘Ilm):

Ilmu adalah salah satu dari 99 nama atau sifat Allah dalam Islam. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah Maha Mengetahui, yang memiliki pengetahuan yang sempurna tentang segala sesuatu, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.

Konsep ilmu Allah dalam Islam melampaui pemahaman manusia. Allah tidak hanya mengetahui masa lalu dan sekarang, tetapi juga masa depan, serta setiap aspek kehidupan manusia.

Ayat dalam Al-Quran secara konsisten menegaskan kebijaksanaan, pengetahuan, dan ketidakberpihakan ilahi: "Dan tidak ada yang ditutupi dari-Nya meliputi sesuatu pun di langit dan di bumi, dan Dia tidak mempunyai penolong di antara mereka, dan tidak ada yang sekutu bagi-Nya dalam memerintah-Nya. Dan Dia- lah yang mengetahui segala sesuatu" (QS. Al-Jathiyah: 19).

Kepercayaan akan ilmu Allah memberi umat Islam keyakinan bahwa takdir, atau qadar, telah ditentukan oleh-Nya dengan pengetahuan yang sempurna.

B. Sifat Allah Sama’

sama’ artinya mendengar, maka mustahil Allah itu tuli. Allah SWT

tidak ada suatu yang tidak didengar oleh allah Swt. Walaupun jumlah suara manusia ratusan juta, semua akan didengar oleh Allah Swt.

Allah Swt Berfirman : "Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui" (Q.S.Al Hujuraat 1)

(8)

yang dimaksud dengan sifat sama'adalah bahwa Allah Swt maha mendengar apayang dapat di dengar. Sifat ini seperti sifat-sifat Allah yang lain yang tidak sama dengan sifat-sifat manusia yang mendengar dengan telinga.3

Dan sifat ini juga merupakan kesempurnaan bagi allah, dan karena itu mustahil allah tidak mendengar atau tuli. jika tidak mendengar berarti membutuhkan dzat lain, yakni membuatnya bisa mendengar. Hal itu tidak rasional, sebab tuli adalah sifat ketidaksempurnaan atau cacat, sedangkan allah maha suci dari sifat kekurangan/cacat.4

Sebagai dalil naqli berikut ini :" apakah mereka mengira, bahwa kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka ? Sebenarnya (kami mendengar ), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) kami selalu mencatat di sisi mereka ."

SAMA’ (Mendengar)

Sifat Allah yang berkaitan dengan sama' adalah salah satu dari 99 nama atau sifat yang diakui dalam Islam, yang mengacu pada pendengaran-Nya yang sempurna.

Allah disebut Al-Sami' dalam Islam, yang berarti "Maha Mendengar". Ini menegaskan bahwa Allah mendengar segala sesuatu, baik yang terucap maupun yang terpikirkan, dari semua makhluk-Nya.

Konsep kesamaan Allah menyiratkan bahwa Allah tidak hanya mendengar secara fisik, tetapi juga memahami dan merespons doa, permohonan, dan pengakuan setiap individu. Dalam Al-Quran, Allah menyatakan, "Dan Tuhanmu berfirman:

'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang- orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan memasuki neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghafir: 60), yang menunjukkan pentingnya berdoa kepada Allah dengan keyakinan bahwa Dia mendengarkan dan akan merespons doa mereka.

3Dr.Ahmad Daudy, Kuliah Akidah Islam, (Jakarta : PT bulan Bintang :1996),hal 84

4Drs. H.Zainuddin Ilmu Tauhid Lengkap, (Jakarta:PT Rineka Cipta :1992),hal 81

(9)

Kesadaran akan sifat sama' Allah memberikan umat Islam keyakinan bahwa hubungan mereka dengan Allah melalui doa dan pengabdian didengar dan diperhatikan oleh-Nya.

sifat Allah yang berhubungan dengan pendengaran-Nya yang sempurna. Ini menunjukkan bahwa Allah mendengar segala sesuatu, baik yang terucap maupun yang terpikirkan, dari semua makhluk-Nya.

Allah disebut Al-Sami' dalam Islam, yang berarti "Maha Mendengar". Ini menegaskan bahwa Allah menerima doa, permohonan, dan pengakuan setiap individu.

Konsep kesamaan Allah mengandung makna penting dalam ibadah dan hubungan pribadi dengan-Nya. Umat Islam dianjurkan untuk berdoa kepada Allah dengan keyakinan bahwa Dia mendengarkan dan akan merespons doa mereka.

Dalam Al-Quran, Allah mengatakan: "Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada- Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan memasuki neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghafir: 60).

Referensi

Dokumen terkait

- Menjelaskan pengertian sifat wajib bagi Allah - Menyebutkan lima sifat wajib bagi Allah SWT4. - Menunjukkan perbedaan sifat Allah SWT dengan makhluknya 2.2 Mengartikan lima

Yaitu takdir yang terkait dengan ilmu Allah Yang Maha Mengetahui apa yang terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi.. Allah Ta’ala meliputi segala sesuatu secara global dan

Perilaku yang tidak mencerminkan beriman terhadap sifat wajib bagi Allah adalah.. Lawan dari sifat

mungkin akan berbuat yang tidak sesuai dengan perintah Allah. Iman kepada Allah adalah meyakini sepenuh hati terhadap.. sifat-sifat Allah dan adanya iman sebagai

Tentu saja, untuk mengetahui sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz, baik pada Allah, juga pada Rasul-Nya, perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan

Penulis : Sebutkan Nadham yang menjelaskan tentang sifat wajib Allah Sofia : ِقَلا ۡطِ ۡلۡٱِب ِقۡلـَخـۡلِل ٌفِـلاَخُم * يـِقاَب ٌميِدـَق ٌدوـُج ۡوَم ُهللٱَف ۡيَش ِّلُكِب ٌمِـلاَع ٌدـي

Allah Dzat yang Maharaja adalah makna Al-Asma Al-Husna yang diterangkan dalam sifat … a.. Salat wajib 2 rakaat adalah

Tauhid menurut istilah ilmu akidah adalah mengEsakan Allah SWT, meyakini keEsaan Allah SWT dalam rububiyah-Nya, ikhlas beribadah kepada-Nya, serta menetapkan bagi-Nya nama-nama dan