• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Kebidanan pada Ibu Hamil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Manajemen Kebidanan pada Ibu Hamil"

Copied!
156
0
0

Teks penuh

Pekerjaan: Karena kita mengetahui aktivitas ibu selama hamil, maka penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang bekerja memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan ibu yang bekerja. Kebutuhan istirahat ibu hamil ±8-10 jam/hari pada malam hari, ±1-2 jam pada siang hari (Sulistyawati, 2012). c) Pola eliminasi.

Identifikasi Diagnosa dan Masalah

Kegunaan utama USG adalah sebagai berikut: a) Penentuan usia kehamilan dan interpretasi ukuran janin. c) Pendarahan vagina dan penyebabnya tidak jelas. f) Kenali adanya hidroamnion dan oligohidramnion. h) Pengenalan penampakan janin pada kasus yang tidak jelas. i) Pengenalan gerakan janin pada kasus yang tidak jelas. j) Evaluasi kelainan pada rahim dan panggul selama kehamilan.

Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial

Identifikasi Kebutuhan Segera

Intervensi

Anjurkan ibu untuk mengurangi asupan cairan pada malam hari dan banyak minum cairan pada siang hari.

Implementasi

Evaluasi

Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada Persalinan

Data Subjektif a. Keluhan Utama

Jika ibu pernah mengalami oligohidramnion maka terdapat risiko terjadinya ketuban pecah dini (PROM) dan jika ibu mengalami poligohidramnion maka perkembangan janin akan terganggu. Sebelum proses persalinan dimulai, sebaiknya anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya secara teratur selama proses persalinan. a) Memperlambat turunnya janin dan menghambat kemajuan persalinan.

Data Objektif

Menentukan kemajuan persalinan dengan membandingkan tingkat penurunan kepala dari hasil pemeriksaan dalam dengan hasil pemeriksaan melalui dinding perut. l) Jika bagian terbawah adalah kepala, pastikan titik rujukannya adalah ubun-ubun minor, ubun-ubun mayor atau ubun-ubun mayor dan celah sagital (jahitan) untuk menilai derajat infiltrasi atau tumpang tindih tulang tengkorak dan apakah ukuran kepala janin sesuai dengan ukuran jalan lahir. m) Setelah pemeriksaan selesai, lepaskan kedua jari pemeriksa dengan hati-hati, celupkan sarung tangan ke dalam larutan dekontaminasi, lepaskan kedua sarung tangan secara terbalik dan rendam dalam larutan dekontaminasi selama 10 menit. n) Cuci kedua tangan dan segera keringkan dengan handuk bersih dan kering. Menurut Sulistyawati (2013), data pendukung digunakan untuk mengetahui kondisi ibu dan janin untuk menunjang proses kelahiran, misalnya.

Analisa

Pemeriksaan yang dilakukan adalah reduksi urin dan albumin urin yang digunakan untuk mengetahui fungsi ginjal dan mendeteksi infeksi saluran kemih, diabetes, gagal ginjal, dan protein urin. Jika terdapat protein dalam urin, dapat terjadi preeklampsia/eklampsia yang dapat mempengaruhi proses kelahiran.

Plan

Amati jalannya persalinan yang meliputi pemeriksaan DJJ, histeria, denyut nadi setiap 30 menit, suhu setiap 2 jam, tekanan darah setiap 4 jam, dan pemantauan setiap 4 jam atau sewaktu-waktu bila ada indikasi. Denyut jantung janin kurang dari 120 atau lebih dari 160 denyut per menit dapat mengindikasikan gawat janin dan harus segera dievaluasi (Rohani, 2013) 2) His. Jika denyut nadi meningkat lebih dari 100 denyut per menit, ini mungkin mengindikasikan infeksi, syok, kecemasan, atau dehidrasi (Rohani Suhu.

Peningkatan tekanan darah melebihi batas normal merupakan indikasi adanya gangguan hipertensi pada masa kehamilan atau syok, cemas atau nyeri (Pemeriksaan dalam Rohani. Pemeriksaan dalam dilakukan setiap 4 jam sekali atau bila ada indikasi (peningkatan frekuensi, durasi dan intensitas kontraksi, dan terdapat tanda gejala pada stadium 2) (Mutmainnah, 2017).

Asuhan Kebidanan Kala II

Rasional: Deteksi dini komplikasi dapat memberikan manfaat dan menjamin kelancaran proses persalinan sehingga berdampak positif terhadap keselamatan ibu dan bayi (JNPK-KR, 2014). Lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. a) Letakkan kain di atas perut ibu dan lakukan resusitasi sambil menopang bahu bayi. Tangan yang satu lagi memegang kepala bayi agar bayi tetap tertekuk agar tidak tertekuk dan membantu lahirnya kepala.

Anjurkan ibu untuk mengejan secara perlahan, mengambil napas cepat dan dangkal saat 1/3 kepala bayi keluar dari vagina. Dorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan klem kembali tali pusat 2 cm dari klip pertama.

Asuhan Kebidanan Kala III

Luruskan bahu bayi sehingga posisi bayi berada lebih rendah di antara payudara ibu dibandingkan payudara ibu. Jika plasenta tidak keluar setelah 30-40 detik, hentikan penjepitan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur di atas. Jika rahim tidak segera berkontraksi, mintalah ibu, suami atau anggota keluarga untuk merangsang puting susu.

Pegang dan putar plasenta (searah jarum jam) hingga selaput ketuban terdistorsi kemudian keluarkan dan letakkan plasenta pada wadah yang telah disediakan. Jika selaput ketuban robek, kenakan DTT atau sarung tangan steril untuk menjelajahi sisa selaput, kemudian gunakan jari tangan atau DTT atau tang steril untuk mengeluarkan sisa selaput.

Asuhan Kebidanan Kala IV

Subyektif : Mengetahui perasaan ibu pada kala satu, perasaan ibu terhadap kelahiran bayi dan ari-arinya, apakah senang/sedih/khawatir. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lap tangan dengan tisu atau handuk yang kering dan bersih.

Pengkajian Bayi Baru Lahir

Kepala: Pemeriksaan ukuran, bentuk, penutupan/ekspansi jahitan, adanya caput auccedaneum, cephalic hematoma, dan sebagainya. Dada : Pemeriksaan bentuk, pembesaran payudara, pernafasan, retraksi interkostal, syphoid subkostal, erangan, pernafasan lubang hidung dan bunyi paru (sonor, vesikular, bronkial, dll). Perut: Pemeriksaan adanya tonjolan (pembesaran hati, limfe, tumor tulang dada), skafoid (kemungkinan bayi menderita atresia diafragma/esofagus tanpa fistula).

Jika bayi disentuh secara tiba-tiba, terutamanya dengan jari dan tangan, ia akan menyebabkan pergerakan berterusan. Apabila tapak tangan bayi disentuh oleh jari pemeriksa, bayi akan cuba menggenggam jari pemeriksa.

Data Obyektif

Mulut: Bibir pucat/tidak, basah/kering, gigi karies/tidak, lidah bersih/tidak, gigi karies/tidak. Payudara: Simetris/tidak berbentuk, bersih/kotor, puting menonjol/datar/cekung, kolostrum keluar/belum keluar. Darah lebih sedikit dan serum lebih banyak, juga tersusun atas leukosit dan robekan plasenta.. d) Loche Alba, muncul 2-6 minggu setelah lahir, berwarna putih.. kuning mengandung leukosit, selaput lendir serviks dan serabut jaringan mati. e) Lochea Purulenta, terjadi infeksi, keluar cairan berupa nanah dan berbau tidak sedap. f) Lokiostatik, loke yang tidak keluar tanpa adanya masalah.

Plasenta Lahir Dua jari di bawah pusat 750 gram 1 minggu Median simfisis 500 gram 2 minggu Tidak tersentuh di atas simfisis 350 gram. Perut : Kondisi tali pusat lembab/kering, bersih/kotor, berbau/tidak, tali pusat berdarah/tidak, bengkak/tidak, benjolan tidak normal/tidak.

Analisa

Plan

Meningkatkan partisipasi ibu dalam pelaksanaan intervensi, selain itu penjelasan dapat mengurangi rasa takut dan meningkatkan kontrol terhadap situasi. Beberapa keunggulan kontrasepsi ini adalah sebagai berikut (1) Efisiensi tinggi (98% keberhasilan dalam 6 bulan setelah kelahiran) (2) Segera aktif. Cara ini cocok bagi ibu menyusui yang ingin menggunakan pil KB karena sangat efektif saat menyusui.

Cara ini sangat efektif dan aman, dapat digunakan oleh semua wanita usia subur, masa subur lebih lambat (rata-rata 4 bulan) dan cocok untuk masa laktasi karena tidak menghambat produksi ASI. Partisipasi ibu yang lebih besar dalam pelaksanaan intervensi, selain memberikan penjelasan, dapat mengurangi rasa takut dan meningkatkan kendali atas situasi.

Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Neonatus .1 Data Subjektif

Data Objektif

Pernapasan pada bayi baru lahir 30-60 kali/menit, tanpa retraksi dada dan bunyi rintihan saat ekspirasi. Denyut nadi normal pada bayi baru lahir adalah 100-180 kali/menit (Sondakh, 2013). 2) Pemeriksaan antropometri a) Berat badan. Penyakit kuning merupakan warna kekuningan pada bayi baru lahir yang kadar bilirubinnya biasanya >5 mg.dL.

Mata bayi baru lahir mungkin tampak merah dan bengkak karena tekanan saat melahirkan dan karena obat tetes mata atau salep yang digunakan. Refleks genggaman plantar dapat diperiksa dengan cara menggosok sedikit telapak kaki bayi. Jari-jari kaki bayi kemudian melengkung rapat.

Analisa

Refleks palmar gliding dapat diamati dengan meletakkan pensil atau jari di telapak tangan anak. Jika bayi ditopang dalam posisi tegak dan kakinya menyentuh lantai, ia tampak seperti sedang mencoba berjalan. f) Refleks tarikan.

Plan

Mencegah kehilangan panas melalui konduksi, yaitu perpindahan panas dari bayi baru lahir ke benda atau permukaan yang lebih dingin dari bayi. Memegang erat tubuh orang tua dan melakukan kontak kulit dengan kulit akan mengurangi kehilangan panas pada bayi baru lahir. Trauma dingin (hipotermia) pada bayi baru lahir yang berhubungan dengan asidosis metabolik dapat berakibat fatal, bahkan pada bayi yang sehat.

Sistem pembekuan darah pada bayi baru lahir belum sempurna sehingga semua bayi berisiko mengalami pendarahan. Hepatitis dapat menular pada bayi baru lahir secara vertikal (penularan dari ibu ke anak saat melahirkan) dan horizontal (penularan dari orang lain).

Rasional : Konseling tanda bahaya secara umum dapat meningkatkan pemahaman orang tua terhadap tanda bahaya yang muncul pada bayi baru lahir, sehingga orang tua dapat segera membawa bayinya ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada usia 3 sampai 7 hari anak mengalami penurunan berat badan, hal ini masih wajar bila penurunan berat badan tidak lebih dari 10%. a) Kepala : Simetris, tidak menggumpal. Wajah : Kadang-kadang terjadi penyakit kuning fisiologis c) Mata : Konjungtiva merah muda, sklera putih d) Mulut : Ada refleks menghisap.. f) Dada : Gerakan dada saat bernafas simetris, puting berbentuk bagus dan tampak simetris.

Perut: Tali pusar kering lepas pada hari ke 5 sampai ke 7, tidak ada tanda-tanda infeksi. Saya). j) Ekstremitas atas dan bawah: tonus otot baik dan gerakan aktif.

Catatan Perkembangan Kunjungan Neonatus 8-28 Hari a. Subjektif

Ibu dievaluasi untuk fibroid rahim, karena kontrasepsi yang mengandung progestin dapat memicu pertumbuhan fibroid rahim. Dikaji apakah ibu pernah mengalami stroke, karena alat kontrasepsi yang mengandung progestin dapat menyebabkan kejang pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung. Wanita yang merasakan nyeri saat buang air kecil, mungkin mengalami infeksi saluran kemih dan nyeri saat menstruasi, tidak dapat menggunakan alat kontrasepsi IUD.

Apabila terdapat infeksi pada daerah genital seperti sifilis, gonore dan infeksi saluran kemih maka IUD tidak dapat digunakan (Saifuddin, 2009). Ibu yang mengalami flek darah setelah berhubungan intim tidak boleh menggunakan alat kontrasepsi hormonal (pil kombinasi, pil progestin, suntik dan implan).

Data objektif

Suhu tubuh yang tinggi menandakan adanya infeksi pada panggul atau saluran kemih sehingga tidak mungkin digunakan IUD (Hartono, 2010). Ibu dengan frekuensi pernapasan >24x/menit kemungkinan besar menderita asma, sehingga sebagai langkah awal, penderita asma dapat menggunakan segala bentuk kontrasepsi (Saifuddin 2009). Masalah berat badan merupakan efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi hormonal, dimana berat badan bertambah atau berkurang (Saifuddin, 2009).

Apabila ibu mempunyai benjolan/kanker payudara atau mempunyai riwayat kanker payudara, sebaiknya tidak menggunakan kontrasepsi hormonal (Saifuddin, 2009). Ibu dengan varises pada ekstremitas bawah yang tidak simetris tidak dapat menggunakan IUD karena kemungkinan terdapat kelainan pada rahimnya (Saifuddin, 2009.

Analisa

Dalam kondisi tertentu, calon/penerima alat kontrasepsi harus menjalani beberapa pemeriksaan penunjang untuk melengkapi data yang telah dikumpulkan dan kebutuhan untuk memastikan adanya kehamilan serta efek samping atau komplikasi penggunaan alat kontrasepsi. Beberapa pemeriksaan laboratorium yang akan dilakukan terhadap calon/penerima alat kontrasepsi antara lain pemeriksaan kehamilan, USG, radiologi untuk memastikan posisi IUD/implan, kadar hemoglobin, kadar gula darah, dan lain-lain.

Plan

Dasar Pemikiran : Dengan mengetahui data pelanggan, kita akan dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Jelaskan berbagai jenis alat kontrasepsi kepada klien, termasuk jenis, kelebihan, kekurangan, efektivitas, indikasi, dan kontraindikasi. Rasional : Memandu klien untuk memilih KB efektif yang memenuhi tujuan atau kebutuhan utama klien.

Rasional: Skrining yang tepat akan memberikan pengaruh positif terhadap pemilihan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi. Rasional : Pelayanan KB yang sesuai dengan pilihannya dapat memberikan ketenangan pikiran pada klien dan menjamin klien dapat memahami kondisi dan perubahan yang terjadi pasca pemasangan KB yang dipilih.

Referensi

Dokumen terkait

Karya Tulis Akhir dengan judul “ Prevalensi Infeksi Saluran Kemih Ibu Hamil Yang Mengalami Ketuban Pecah Dini Di Rumah Sakit Umum Haji.. Surabaya “ ini

Batu saluran kencing (BSK) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, infeksi berulang, gangguan ginjal

Sebagai kelompok kontrol adalah kelompok pasien dengan pelepasan kateter urin pada hari ke 5 pasca operasi kemudian dilakukan pemeriksaan fungsi berkemih dan infeksi saluran kemih,

Hasil uji analisis Chi Square didapatkan nilai p = 0,020 ( p < 0,05) yang berarti terdapat asosiasi antara usia kehamilan dengan infeksi saluran kemih asimtomatik pada

Insiden infeksi saluran kemih akan meningkat pada usia kehamilan 26-36 minggu dengan presentase 7%.. Angka kematian ibu pada infeksi saluran kemih mencapai 11% dan

Wanita hamil yang berisiko mengalami infeksi saluran kemih berulang (wanita dengan riwayat ISK berulang sebelum kehamilan, bakteriuria bergejala atau tanpa gejala yang menetap

2) Pada saat pemasangan alat kontrasepsi yang digunakan tidak steril yang dapat menyababkan infeksi.. 3) AKDR juga mengakibatkan bertambahnya volume dan lama

54 JIMKI Volume 7 No.2 | Mei - Oktober 2019 WANITA USIA 26 TAHUN, MULTIGRAVIDA HAMIL 25 MINGGU DENGAN DIAGNOSIS INFEKSI SALURAN KEMIH Muhammad Luthfi Adnan1 1Program Studi