• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN MUTU PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM KONTEKS OTONOMI PERGURUAN TINGGI

N/A
N/A
BLKK DARUL HASAN

Academic year: 2023

Membagikan "MANAJEMEN MUTU PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM KONTEKS OTONOMI PERGURUAN TINGGI"

Copied!
410
0
0

Teks penuh

Latar Belakang Masalah

Buruknya mutu pendidikan tinggi di PTS secara umum menunjukkan bahwa perguruan tinggi khususnya PTAIS saat ini tidak mampu menangkap dan merespon setiap permasalahan yang muncul serta kurang dalam pengelolaan program pendidikan tinggi yang berkualitas. Oleh karena itu, PTAIS kini harus mulai beralih dari manajemen atau model manajemen konvensional menuju manajemen program pendidikan tinggi yang berkualitas.

Perumusan dan Pembatasan Masalah

Apa persamaan dan perbedaan implementasi manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam di Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam konteks otonomi pendidikan tinggi saat ini. Bagaimana gambaran model manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam di Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam konteks otonomi pendidikan tinggi saat ini.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Untuk mengetahui dan menganalisis persamaan dan perbedaan implementasi manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam di Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam konteks otonomi pendidikan tinggi saat ini. Untuk mengetahui dan menganalisis gambaran model manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam di Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam konteks otonomi pendidikan tinggi saat ini.

Definisi Operasional

Pengelolaan mutu program pendidikan tinggi Islam dalam konteks otonomi perguruan tinggi Konteks otonomi perguruan tinggi. Implementasi, pemahaman dan sosialisasi manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka otonomi pendidikan tinggi.

Landasan Pemikiran

  • Landasan Filosofis
  • Landasan Teoritis

Dalam konteks penerapan program pendidikan tinggi Islam dengan pendekatan total quality management di UII dan UMY, menurut penulis, pandangan tersebut mempunyai sejumlah konsekuensi akademik. Pertama, pelaksanaan manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam dengan menetapkan nilai-nilai Islam (teuhidan) sebagai landasan yang berlaku merupakan kebijakan yang mutlak.

Konsep Manajemen Mutu Program Pendidikan Tinggi

  • Makna Program Pendidikan Tinggi Islam
  • Makna Manajemen Pendidikan Tinggi Islam
  • Konsep Mutu Pendidikan Tinggi Islam
  • Kajian Otonomi Perguruan Tinggi
  • Manajemen Mutu Program Pendidikan Tinggi Islam
  • Penelitian Terdahulu yang Relevan

Roda siklus implementasi manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam menunjukkan adanya pola kerja yang sistematis. Dalam konteks yang hampir sama, mutu program pendidikan tinggi, dalam hal ini juga mutu pendidikan tinggi di Indonesia Belum ada penelitian terkait implementasi manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam dalam konteks otonomi pendidikan tinggi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Ketiga karakteristik perilaku tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi mutu hasil penyelenggaraan program pendidikan tinggi yang bermutu di UII. Selain kedua model perguruan tinggi luar negeri tersebut, pimpinan UII Yogyakarta juga akrab dengan model manajemen mutu program pendidikan tinggi yang dikembangkan oleh Universitas Bina Nusantara (Ubinus) Jakarta. Pada prinsipnya penerapan manajemen mutu program pendidikan tinggi di UMY tetap bertumpu pada upaya pengembangan nilai-nilai keislaman dalam diri mereka.

Rencana mutu pendidikan tinggi yang telah dibuat secara implisit tertuang dalam Renstra UII. Penjelasan mengenai “program strategis” inilah yang selanjutnya akan dibahas dalam penyelenggaraan mutu pendidikan tinggi di UII.

Gambar 2.6. di atas memberikan gambaran bahwa manajer  atau administratur adalah merupakan unsur yang penting dalam  mengoptimalkan sumber-sumber daya melalui kegiatan atau fungsi  manajerial untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh
Gambar 2.6. di atas memberikan gambaran bahwa manajer atau administratur adalah merupakan unsur yang penting dalam mengoptimalkan sumber-sumber daya melalui kegiatan atau fungsi manajerial untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh

Tempat dan Waktu Penelitian

  • Tempat Penelitian
  • Waktu Penelitian

Sesuai dengan fokus masalah yang telah dikemukakan pada pemaparan sebelumnya, maka tempat atau lokasi penelitian ini adalah Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pemilihan kedua subjek penelitian ini dimaksudkan untuk lebih menentukan subjek penelitian dengan memfokuskan pada PTAIS yang mempunyai pendidikan tinggi yang bermutu dan telah menggunakan manajemen mutu program pendidikan sebagai bagian penelitiannya. Dengan demikian, kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan masa depan dunia pendidikan tinggi Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kedua perguruan tinggi (UII dan UMY) merupakan PTAIS yang senantiasa berkembang dan maju, didukung oleh pamor berbagai prestasi akademik baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional yang telah menjadikan manajemen mutu program pendidikan tinggi sebagai landasan pengembangannya. dari universitas Islam mereka. program pendidikan tinggi tetap mengedepankan ciri nilai-nilai keislaman serta semangat otonomi pendidikan yang berbasis manajemen berdasarkan kemandirian institusi. Baik UII maupun UMY, kedua perguruan tinggi ini dapat dipandang sebagai representasi dari PTAIS yang mempunyai kualitas terbaik, menerapkan manajemen mutu, menerapkan IT yang terintegrasi dalam proses pendidikan tinggi dan memiliki banyak konsumen yang menggunakan jasa pendidikan tinggi swasta, sehingga mereka layak dijadikan objek penelitian untuk mengetahui sejauh mana implikasi penerapan manajemen mutu program pendidikan di PTAIS terhadap mutu hasil pendidikan yang dihasilkannya. Contoh penerapan triangulasi dalam penelitian ini adalah membandingkan hasil wawancara atau informasi yang diperoleh dari pimpinan UII dan UMY.

Pendekatan dan Metode Penelitian

Analisis seperti ini dapat menggambarkan lingkungan secara lebih lengkap dan dapat mengambil keputusan apakah akan dipindahkan ke lingkungan lain atau tidak. Pandangan ini dibenarkan oleh Sukmadinata yang mengatakan bahwa “Penelitian kualitatif berakar pada latar belakang alami seperti perlunya mengandalkan orang sebagai alat penelitian, menggunakan metode kualitatif dan melakukan analisis induktif”. Sejalan dengan hal tersebut, Lincoln dan Guba (1990:19) menyatakan, “Penelitian dengan metode kualitatif akan membuka peluang yang lebih luas untuk menjalin hubungan langsung antara peneliti dengan responden atau tujuan penelitian.” Tujuan penelitian diarahkan untuk menemukan teori-teori dasar. Ciri-ciri tersebut berarti bahwa pertama, peneliti sendirilah yang menjadi instrumen utama untuk mengunjungi sumber data secara langsung.

Kedua, pelaksanaan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini biasanya berbentuk kata-kata, bukan angka. Ketiga, menjelaskan bahwa temuan penelitian kualitatif menekankan pada proses, bukan sekedar hasil, dan keempat, melalui analisis induktif, peneliti mengungkap makna dari kondisi yang diamati, baik di UII maupun di UMY. Dari pernyataan-pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode penelitian kualitatif mempunyai ciri-ciri utama sebagai berikut: (1) pengumpulan data berlangsung dalam lingkungan alami tanpa manipulasi situasi, dengan peneliti sebagai instrumen, (2) hasil penelitian bersifat deskriptif, mengutamakan proses daripada produk, (3) analisis data dilakukan secara terus menerus untuk mencari makna yang bersifat konseptual atau sesuai dengan persepsi subjek yang diteliti, dan (4) kesimpulan dibentuk melalui proses verifikasi dan triangulasi. .

Data dan Sumber Data Penelitian

Prosedur Pengumpulan Data

Analisis Data

  • Reduksi Data
  • Display Data (Penyajian Data)
  • Penarikan Kesimpulan (Verifikasi)

Dengan dukungan manajemen mutu program pendidikan tinggi yang dilaksanakan dengan baik dan tepat, PTAIS di Indonesia niscaya akan mampu menghasilkan pendidikan yang berkualitas pula. Apa saja yang dilakukan pimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam perencanaan mutu program pendidikan tinggi Islam dalam konteks otonomi perguruan tinggi? Bagaimana implementasi program pendidikan tinggi Islam yang bermutu yang dilakukan oleh pimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka otonomi pendidikan tinggi.

Bagaimana evaluasi mutu program pendidikan tinggi Islam yang dilakukan pimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka otonomi pendidikan tinggi? Bagaimana dampak penerapan manajemen mutu program pendidikan tinggi Islam terhadap mutu hasil pendidikan yang dihasilkan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam konteks otonomi pendidikan tinggi saat ini. Untuk mengetahui dan menganalisis evaluasi mutu program pendidikan tinggi Islam yang dilakukan oleh pimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka otonomi pendidikan tinggi.

Dalam manajemen mutu program pendidikan tinggi ini, peneliti akan membatasi pada beberapa bidang yang meliputi: (a), proses pengenalan, pemahaman dan sosialisasi konsep manajemen mutu program pendidikan tinggi, (b) perencanaan mutu pendidikan tinggi. program, (c) pelaksanaan program mutu pendidikan pada tingkat tinggi, (d) evaluasi mutu program pendidikan tinggi, dan (e) dampak penerapan manajemen mutu program pendidikan tinggi terhadap mutu pendidikan capaian yang diraih oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pengelolaan mutu program pendidikan tinggi Islam di PTAIS sebagai suatu proses juga berjalan seperti sebuah siklus yang saling berhubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya. Sebagaimana lazimnya konsep manajemen pada umumnya, manajemen mutu program pendidikan tinggi juga mempunyai komponen-komponen strategis untuk meningkatkan mutu suatu institusi, termasuk dalam hal ini mutu pendidikan tinggi di PTAIS.

Dengan keterlibatan seluruh sumber daya manusia pada perguruan tinggi, maka mutu pendidikan tinggi Islam yang dicanangkan akan tercapai.

Pemeriksaan Keabsahan Data

  • Kredibilitas
  • Transferabilitas
  • Dependabilitas dan Konfirmabilitas

Dengan segala reputasi dan prestasi akademis yang dimilikinya, juga menyoroti betapa baiknya sistem manajemen mutu program pendidikan tingginya. Selain itu, pimpinan UII Yogyakarta berpendapat bahwa pengelolaan mutu program pendidikan adalah bagian terpenting. Secara tegas, prinsip-prinsip filosofis Islam tentang mutu dikembangkan oleh UMY untuk mendukung penerapan manajemen mutu pada program pendidikan tingginya dengan upaya.

Dari hasil penelitian pada aspek tersebut diketahui bahwa UMY menggunakan konsep manajemen mutu program pendidikan tinggi Perguruan Tinggi yang disebut PMPPT. Perencanaan Mutu Program Pendidikan Tinggi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka otonomi pendidikan tinggi. 1) Perencanaan Mutu Program Pendidikan Tinggi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Pada tahap ini juga akan dihasilkan target mutu dan komponen mutu program pendidikan yang menjadi prioritas dan tolak ukur program pendidikan tinggi Islam di UII.

Deskripsi Data

  • Temuan Umum Penelitian
  • Temuan Khusus Penelitian

Lebih lanjut Luthfi Hasan menjelaskan, dalam kasus UII Yogyakarta, model manajemen mutu program pendidikan tinggi tertuang dalam rencana strategis mutu universitas yang tertuang dalam Renstra UII. Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa para pimpinan UII Yogyakarta telah mengenal konsep manajemen mutu pada program pendidikan tingginya dari beberapa sumber dan literatur serta pelatihan manajemen mutu. Berdasarkan hasil kajian mengenai manajemen mutu program pendidikan tinggi, UII Yogyakarta memilih model manajemen mutu program pendidikan berbasis ISO yang operasional secara akademis dan masuk dalam perencanaan mutu strategis (renstra) UII.

Guna mengoptimalkan upaya penerapan manajemen mutu program pendidikan tinggi yang dimilikinya, UMY sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam juga berupaya memperkuat basis operasionalnya dengan memperkuat nilai-nilai keislaman yang tercermin dalam prinsip-prinsip filosofis mutu Islam yang dimilikinya. dikembangkan. Mekanisme perencanaan mutu program pendidikan tinggi yang dilakukan oleh pimpinan UII Yogyakarta dilakukan melalui beberapa tahapan atau prosedur, antara lain 3 (tiga) tahap; A). diagnosa, b). rencana, dan c). Dari hasil perencanaan mutu program pendidikan tinggi tingkat RTMU, telah disepakati beberapa komponen rencana mutu program pendidikan tinggi, antara lain: a). persiapan pembelajaran, b). belajar, c). proses pemeriksaan, d).

Dengan kata lain, nilai mutu program pendidikan yang ingin dicapai diserahkan sepenuhnya kepada fakultas masing-masing. Prosedur yang digunakan untuk mempermudah proses penyusunan rencana mutu program pendidikan tinggi adalah dengan pihak-pihak yang terlibat mendapatkan formulir.

Simpulan

Implikasi

Rekomendasi

Gambar

Gambar 2.6. di atas memberikan gambaran bahwa manajer  atau administratur adalah merupakan unsur yang penting dalam  mengoptimalkan sumber-sumber daya melalui kegiatan atau fungsi  manajerial untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh

Referensi

Dokumen terkait

Penelietian mencakup empat perguruan tinggi Islam yaitu di UIN Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Wahid

Thoyib, M.Pd Model Manajemen Mutu Pendidikan Tinggi Islam dalam Konteks Otonomi Perguruan Tinggi di Indonesia (Studi Kualitatif pada Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Judul Skripsi : Karakteristik Varian Fundamentalisme Islam di Perguruan Tinggi (Studi Kasus pada Gerakan Fundamentalisme Islam di Kalangan Mahasiswa Universitas

Penelietian mencakup empat perguruan tinggi Islam yaitu di UIN Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Wahid

Pertama Mata Kuliah Studi Al Qur’an. Dalam studi tafsir al-Qur’an diatas dibahas sikap yang menggambarkan nilai moderat dalam Islam yaitu: 11 1) Islam adalah agama yang

Selaku Ketua Program Pascasarjana Magister Ilmu Agama Islam (MIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, terima kasih telah memberikan motivasi dan saran

Sekolah tinggi ini kemudian berubah menjadi University Islam Indonesia (Universitas Islam Indonesia) dengan beberapa fakultas, yaitu: Fakultas Agama, Fakultas

Namun, setelah pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta akibat revolusi, status Sekolah Tinggi Islam berubah menjadi Universitas Islam Indonesia pada tanggal 10 April