Buku ajar ini ditujukan bagi para akademisi dan praktisi pada umumnya, khususnya para pelaku bisnis di bidang UMKM dan mahasiswa yang mengambil mata kuliah manajemen strategis, manajemen usaha kecil dan kewirausahaan. Penyusunan buku ajar ini diawali dengan konsep dasar manajemen strategis dan UMKM secara umum.
Manajemen Strategi
Strategi Tingkat Bisnis lebih fokus pada hal-hal yang lebih kecil dibandingkan dengan strategi tingkat perusahaan karena dalam strategi tingkat bisnis ini strateginya akan ditentukan oleh masing-masing unit bisnis itu sendiri (Unit Bisnis Strategi) dimana strategi tingkat bisnis berada dalam strategi tingkat perusahaan. Manajemen strategis menekankan dan fokus pada pengamatan atau evaluasi peluang yang akan dihasilkan dari perencanaan jangka panjang yang telah dilakukan sebelumnya, seperti implementasi strategi, evaluasi, dan pengendalian (Wheelen & Hunger, 2001).
Konsep UMKM
Misalnya usaha mikro dapat menjadi basis pengembangan usaha kecil, sedangkan usaha kecil untuk usaha menengah dan usaha menengah untuk usaha besar. Berdasarkan laporan BPS, terdapat perbedaan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam hal latar belakang atau motivasi pelaku usaha dalam berusaha.
Manajemen Strategi untuk UMKM
Tiga poin yang telah kita bahas tadi benar-benar menunjukkan pentingnya manajemen dan strategi bagi UMKM Anda. Kedua bagian ini merupakan faktor pengaruh besar yang dapat membahayakan usaha atau usaha yang kita jalankan.
Market Based View (MBV)
Penelitian (Lukas, Tan, & Hult, 2001) menunjukkan bahwa perusahaan yang memposisikan perilaku selalu aktif dan berani mengambil risiko pada lingkungan yang ditandai dengan kondisi lingkungan yang buruk memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. 17. Studi industri elektronik Cina, 1994) menunjukkan bahwa dalam lingkungan yang bercirikan kondisi tinggi, lingkungan sederhana, perilaku defensif mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Resources Based view
Sumber daya yang tidak dapat ditiru secara sempurna adalah sumber daya yang tidak dapat dengan mudah dikembangkan oleh perusahaan lain. Tidak semua sumber daya dan kemampuan perusahaan berpotensi menjadi landasan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Blue Ocean Strategy
Anda telah membangun kanvas strategi yang dengan jelas mengungkapkan strategi samudra biru Anda di masa depan. Hal ini membawa kita pada prinsip keempat strategi samudra biru Anda: Membuat rangkaian strategi yang tepat.
Profil Bisnis UMKM Di Indonesia
51. serta usaha tidak langsung usaha menengah atau besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini. Usaha Mikro, merupakan Usaha Kecil Menengah yang mempunyai ciri-ciri pengrajin, namun belum mempunyai sifat wirausaha. Fast Moving Enterprise, merupakan usaha kecil menengah yang telah mempunyai jiwa wirausaha dan akan bertransformasi menjadi usaha besar (UB).
Hambatan Ekspor Dalam UMKM
Dengan total 84,32 persen ekspor nonmigas disumbangkan oleh usaha besar, sedangkan usaha mikro hanya menyumbang 1,38 persen, usaha kecil 2,76 persen, dan usaha menengah 11,54 persen. Untuk itu, saat ini kita harus bisa memberdayakan usaha kecil dan mikro untuk berkontribusi lebih besar lagi terhadap ekspor yang ada ke Indonesia saat ini. Hal ini dibuktikan dengan 53,3 persen pelaku UKM yang mulai mengeluhkan ketatnya persaingan usaha saat ini dan 30 persen pelaku usaha sudah berniat beralih ke jenis usaha lain.
Strategi Bersaing UMKM
Strategi dan Daya Saing Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), strategi diartikan sebagai ilmu dan seni menggunakan seluruh sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam keadaan perang dan damai. Meningkatkan Daya Saing MMV Permasalahan yang dihadapi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia secara umum relatif sama. Padahal, di era perdagangan bebas dan globalisasi perekonomian dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia menjadi dua faktor dominan yang menentukan daya saing suatu produk atau perusahaan. UMKM yang mampu bertahan baik di pasar domestik maupun global adalah UMKM yang efisien dan menghasilkan produk berkualitas.
Karakteristik Persaingan Berbasis Pengetahuan
Eksplisit ke eksplisit adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menggabungkan dan menyempurnakan pengetahuan eksplisit yang sudah ada. Pengetahuan tacit hingga eksplisit diperoleh dari formalisasi pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang. Pengetahuan eksplisit hingga tacit diperoleh dengan meneruskan pengetahuan tertulis atau formal kepada seseorang.
Pengelolaan Kompetensi Dan Pengetahuan Kerja
Kelima unsur kompetensi individu inilah yang akan membentuk kompetensi kerja individu yang pada akhirnya akan menentukan dan mempengaruhi kualitas kerja pegawai. Kompetensi individu dapat dikelola dan dikembangkan melalui proses pembelajaran individu yang mengarah pada proses pembelajaran organisasi. Proses pembelajaran individu merupakan proses peningkatan potensi individu akibat transformasi modal informasi menjadi kompetensi baru akibat perluasan dan pendalaman kompetensi (Ulrich, Von, Ann, & Todd, 1994).
Transformasi Pengetahuan Melalui Proses Pembelajran
Istilah sosialisasi digunakan untuk menekankan pentingnya kegiatan bersama antara sumber pengetahuan dan penerima pengetahuan dalam proses konversi pengetahuan internal. Pengetahuan internal diungkapkan dan diterjemahkan ke dalam metafora, konsep, hipotesis, diagram, model atau prototipe sehingga dapat dipahami oleh pihak lain. Pengetahuan internal digunakan untuk memperluas, memperdalam dan mengubah pengetahuan internal yang dimiliki oleh setiap anggota perusahaan.
Pengembangan Kapabilitas Kompetensi
Pengembangan kompetensi inti tidak dapat dipercepat dengan investasi, sulit bagi perusahaan pesaing untuk meniru dan mentransfer serta memberikan keunggulan kompetitif kepada perusahaan (Schoemaker, 1992).Dengan mengembangkan kompetensi inti, perusahaan global dapat mencapai daya saing dalam jangka panjang ( Hamel & Prahalad, 1990) Strategi pencapaian keunggulan kompetitif dengan upaya meneliti dan membangun kompetensi inti dilakukan oleh beberapa perusahaan, Sony, Motorola, NEC, WallMart dan beberapa perusahaan global lainnya. Kompetensi harus dikelola melalui proses kognitif, suatu proses yang memerlukan pemahaman dan kesadaran seluruh komponen yang terlibat. Dalam mengembangkan kompetensi inti untuk pembelajaran global, peran CEO sangatlah penting, karena strategi ini memerlukan komunikasi, keterlibatan dan kolaborasi dengan setiap fungsi manajemen, baik di dalam maupun di seluruh organisasi.
- Aset Tak Berwujud (Intangible Asset)
- Modal Manusia (Human Capital)
- Modal Organisasi (Organizational Capital)
- Modal Hubungan/Relasi (Relational Capital)
Menggunakan pendekatan rantai nilai untuk mengungkap kemampuan, aktivitas, dan proses organisasi yang mewakili sumber daya potensial yang berharga untuk menghasilkan keunggulan kompetitif. Sumber daya ini merupakan sumber daya yang kuat sebagai dasar untuk mengembangkan keunggulan kompetitif dan mengembangkan strategi yang sukses. Menurut Choo & Bontis, modal intelektual merupakan sumber daya organisasi yang terdiri dari modal manusia, modal struktural, dan modal relasional.
Pemberdayaan Masyarakat
Artinya, pemerintahan Orde Reformasi secara konseptual dan moral cukup peduli terhadap kepentingan seluruh warga negara. Namun dalam praktiknya, semangat membangun kesetaraan dan keadilan sosial tidak dibarengi dengan mekanisme politik yang mengatur agar hak-hak warga negara dalam berbagai bidang kehidupan dapat diwujudkan secara setara dan berkeadilan sosial. Yang terjadi sebenarnya adalah persaingan bebas ala liberal, yaitu warga negara yang kuat menjadi pemenang dan mendapat hak istimewa atas warga negara negara lemah.
Pemberdayaan Dan UMKM
Kesejahteraan manusia dan realisasi diri merupakan inti dari konsep pembangunan yang berpihak pada pemberdayaan manusia dan komunitas. Salah satu prinsip bantuan pemberdayaan masyarakat adalah dengan mengakui pengalaman dan pengetahuan lokal masyarakat. Keterlibatan pemangku kepentingan UKM dalam pemenuhan kebutuhan pemberdayaan masyarakat bagi UKM yang telah terjadi dan banyak dilakukan selama ini dapat diidentifikasi seperti terlihat pada Tabel 1.
Kendala Pemberdayaan Masyarakat
Fungsi monitoring dan evaluasi tidak hanya untuk mengetahui hasil pelaksanaan program kerja bersama, apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan program kerja yang ditetapkan bersama, tetapi juga untuk melakukan penyesuaian bila diperlukan sesuai dengan perubahan kondisi. lingkungan. kondisi.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat
Sosialisasi pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menciptakan komunikasi dan dialog dengan masyarakat. Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya (tujuan keseluruhan). Proses pemberdayaan masyarakat merupakan proses pembelajaran berkelanjutan bagi masyarakat dengan tujuan kemandirian masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidupnya.
Sumber Daya Lokal
Pendekatan RBS merupakan strategi pengelolaan sumber daya lokal yang berorientasi pada: kualitas, proses, kinerja, pengembangan, budaya, lingkungan (management by process) yang berbasis pada pembelajaran, kompetensi, keunggulan, pemikiran sistematis dan pengetahuan (management by based on knowledge) Efrizal , 2001). Kunci model RBV didasarkan pada identifikasi tiga sumber daya dasar yang menjadi landasan utama dalam penemuan dan pengembangan kompetensi inti. Kapabilitas adalah kemampuan sekumpulan sumber daya untuk melaksanakan suatu tugas atau kegiatan secara terpadu.
Buah Kelapa sebagai Sumber Daya Lokal
Kapabilitas atau kapabilitas merupakan kompetensi inti ketika suatu perusahaan memenuhi empat kriteria keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (valuable, rare, IMPERFECT IMITABLE, non-substitutable/VRIN). 2011:15) mendefinisikan sumber daya sebagai masukan untuk proses produksi, seperti barang modal, kekayaan karyawan, paten, keuangan dan manajer berbakat. Secara umum aset dapat digolongkan menjadi tiga kategori yaitu: sumber daya fisik, sumber daya manusia, dan organisasi. Satu jenis sumber daya saja belum tentu dapat memberikan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, sehingga diperlukan kombinasi dan integrasi suatu kelompok agar sumber daya dapat memperoleh keunggulan kompetitif.
Briket Arang dari Tempurung Kelapa
Peningkatan ekspor cangkang dan arang aktif dalam 10 tahun terakhir masing-masing sebesar 13,86% untuk cangkang dan 6,1% untuk arang aktif. Nilai ekspor cangkang dan arang aktif saat ini masing-masing sebanyak 29.493 ton dan 11.553 ton. Briket arang tempurung kelapa akan selalu dibutuhkan karena merupakan penghasil energi alternatif yang ramah lingkungan.
Konsep Kemiskinan
Mulai dari program yang ditujukan kepada petani, melalui berbagai skema kredit dan subsidi, hingga berbagai program pemberdayaan keluarga miskin, seperti pemberian dana bergulir, program ekonomi produktif, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Namun berbagai program tersebut belum mampu menurunkan jumlah penduduk miskin secara signifikan sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa banyak program pengentasan kemiskinan tidak efektif. Pengentasan kemiskinan secara terpadu dan pemanfaatan keunggulan lokal merupakan salah satu solusi yang dapat ditawarkan dalam pengentasan kemiskinan.
Karakteristik Masyarakat Miskin Perdesaan
Dalam kaitannya dengan kemiskinan siklis, keluarga miskin di pedesaan umumnya tidak memiliki tingkat pekerjaan yang tinggi di sektor formal. Keluarga miskin di pedesaan cenderung melakukan pekerjaan informal ketika mereka masih muda, seperti pembuat batu bata, pedagang bakso, dan juga penjual mie ayam. Jenis Pekerjaan informal ini tidak memerlukan kualifikasi pendidikan formal yang memadai. Berdasarkan temuan di masyarakat pedesaan, jenis pekerjaan informal di atas sangatlah rentan. Kemiskinan alami yang dihadapi masyarakat miskin pedesaan tercermin dari ketidakmampuan sumber daya alam untuk menunjang kehidupan normal keluarga miskin. Terlebih lagi, usia tua membuat keluarga miskin yang terlibat tidak dapat lagi bekerja.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Berdasarkan penjelasan variabel strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat di atas, telah dilakukan penelitian oleh (Jhony, 2012) bahwa strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat terdiri dari variabel kesadaran (X1), organisasi (X2), pembentukan kader pendampingan (X3). , dukungan teknis (X4), dan sistem administrasi (X5) secara simultan berpengaruh terhadap keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Metodologi Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat, Makalah Singkat Kuliah Intensif Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan, Kajian Pemberdayaan Perdesaan (SORem). Hubungan lingkungan-strategi dan implikasi kinerjanya: Sebuah studi empiris industri elektronik Cina.