Skripsi ini telah disetujui oleh dosen pembimbing untuk diserahkan pada sidang panitia skripsi di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang pada. Skripsi ini telah dipertahankan sebelum sidang panitia skripsi di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terkandung dalam tesis ini dikutip atau diacu berdasarkan Kode Etik Ilmiah.
Data jumlah petani padi organik menurut Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sawangan Desa Sawangan Kecamatan Sawangan mempunyai lahan sawah organik yang paling luas diantara 8 desa lain yang ada di Kecamatan Sawangan. Populasi penelitian ini adalah petani yang menanam padi secara organik di Desa Sawangan dan tergabung dalam GATOS (Gabungan Petani Organik Sawangan). Teknik budidaya padi yang dilakukan petani di Desa Sawangan meliputi kegiatan penyiapan tanah, penaburan, penanaman, pengairan, pemeliharaan tanaman, pemanenan, dan pasca panen.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak. Respondennya adalah petani padi organik di Desa Sawangan Kecamatan Sawangan yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi untuk mengisi data terkait penelitian.
Latar Belakang
Ini merupakan pencapaian besar setelah 32 tahun Indonesia mencapai swasembada beras pada tahun 1984. Namun seiring dengan peningkatan produksi pertanian dan kemandirian masyarakat dalam menghasilkan produk pertanian, kesehatan lingkungan seringkali terabaikan. Dalam penelitian Andreas tahun 2008, pertanian organik di Magelang khususnya padi sudah dirintis sejak lama ketika revolusi hijau masih diterapkan secara represif dan petani belum diberikan kebebasan bercocok tanam.
Daerah ini mempunyai potensi lahan pertanian yang tinggi khususnya untuk pengembangan usahatani padi organik, dimana luas lahan pertanian padi organik tersebar merata di setiap desa. Alasan potensi pengembangan di sektor pertanian antara lain adalah luas lahan pertanian yang cukup, ketersediaan sumber daya air yang cukup, dan sumber daya manusia yang cukup untuk mengembangkan usaha peternakan. Pada tahun 2012, kelompok tani dari setiap desa di Kecamatan Sawangan bergabung menjadi satu.
Rumusan Masalah
Kegiatan bercocok tanam padi yang merupakan mata pencaharian utama masyarakat desa dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga petani. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang ada, penelitian ini mengkaji kontribusi budidaya padi organik terhadap total pendapatan rumah tangga petani.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Batasan Istilah
- Kontribusi Pendapatan
- Usahatani Padi Organik
- Pendapatan Usahatani
- Pendapatan Keluarga
Pendapatan rumah tangga adalah jumlah pendapatan riil seluruh anggota keluarga yang dapat disumbangkan untuk memenuhi kebutuhan kolektif atau individu dalam rumah tangga. Dalam penelitian ini pendapatan rumah tangga atau pendapatan keluarga diperoleh dari pendapatan budidaya padi dan pendapatan non pertanian. Pendapatan tersebut dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pendapatan bruto pertanian (revenue) adalah total nilai produksi pertanian dalam jangka waktu tertentu, baik dijual, dikonsumsi oleh rumah tangga petani, atau disimpan di gudang sampai akhir tahun. tahun, sedangkan pendapatan bersih pertanian adalah selisih antara pendapatan kotor pertanian dan biaya, produksi seperti upah tenaga kerja, pembelian benih, obat-obatan dan pupuk yang digunakan oleh perusahaan pertanian.
Pertanian padi merupakan kegiatan pemanfaatan lahan untuk keperluan tanaman pangan yaitu padi untuk menghasilkan hasil yang tinggi dengan mutu yang baik. Tanaman padi memerlukan curah hujan yang baik, rata-rata 200 mm/bulan atau lebih, curah hujan tahunan yang diinginkan berkisar 1500-2000 mm (Herawati, 2012:66). Curah hujan yang baik akan berdampak positif pada irigasi sehingga mengakibatkan banjir. dapat dipenuhi di sawah. Suhu rendah dan kelembaban tinggi pada saat pembungaan mengganggu proses pembuahan sehingga menyebabkan bulir menjadi berlubang atau kosong.
Penyiapan lahan untuk menanam tanaman padi dilakukan dengan beberapa tahap, langkah pertama adalah penyiapan lahan 4. Jarak tanam yang dianjurkan untuk tanaman padi pada umumnya adalah 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 15 cm dan jarak tanam untuk barisan legowo adalah 40 cm. cm x 20 cm x 12,5 cm. Penyiangan merupakan proses pembersihan rumput liar yang dilakukan dalam rangka melindungi tanaman dari organisme perusak tanaman.Penyiangan tanaman padi biasanya dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada 14 HST, 35 HST dan 55 HST.
Pemberian air pada tanah dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Irigasi pada lahan pertanian biasanya menggunakan air yang berasal dari sungai, danau, waduk, mata air dan air hujan. Irigasi di bidang pertanian bertujuan untuk menyuplai air tambahan selain air. Cara menyiram sawah dilakukan dengan dua cara, yaitu penyiraman secara terus menerus dan penyiraman secara berkala atau bertahap. Penyiraman secara terus menerus dilakukan pada kedalaman tertentu yang dirancang sedemikian rupa sehingga cukup untuk menggenangi sawah. Penyiraman terus menerus selama satu musim tanpa kekeringan, Penyiraman terputus-putus atau bertahap yaitu menyiram sepetak sawah hingga mencapai ketinggian tertentu dan membiarkannya hingga sawah mengering dengan sendirinya kemudian disiram kembali bila diperlukan. Tahapan tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1 Pengelolaan air. Pada umumnya padi siap panen ketika berumur 30-40 hari setelah berbunga dan 80% bulirnya sudah menguning dan batang buahnya sudah bengkok. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong batang padi menggunakan alat dan menumpuknya secara bertumpuk. tempat yang kering untuk menghindari kerusakan akibat perendaman. Tahap kedua setelah pemotongan batang padi adalah perontokan, biasanya dilakukan perontokan.
Pendapatan rumah tangga adalah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga yang bersangkutan, baik berasal dari pendapatan kepala rumah tangga maupun pendapatan anggota rumah tangga (BPS. Besar kecilnya pendapatan rumah tangga dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan sosial dan jumlah anggota rumah tangga Pendapatan rumah tangga dapat diperoleh dari pendapatan pertanian dan pendapatan non pertanian atau total pendapatan rumah tangga pertanian dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Kajian Penelitian yang Relevan
Kajian Gapri Anton M dan Maharwati berjudul Kontribusi Budidaya Padi Sawah Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Desa Ogoamas II Kecamatan Soyol Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi budidaya padi sawah terhadap pendapatan pertanian keluarga di Desa Ogoamas. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan pertanian dan pendapatan usahatani non padi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata pendapatan usahatani padi sawah di dataran rendah : Rp37%, sehingga usahatani padi sawah merupakan penyumbang terbesar dibandingkan usahatani kecil lainnya. Penelitian yang dilakukan oleh Margaretha Pattiasina, S berjudul Analisis Struktur Biaya Produksi dan Kontribusi Pendapatan Bahan Baku Kakao di Desa Latu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persentase masing-masingnya.
Metode yang digunakan adalah deskriptif persentase hasil penelitian yaitu komponen biaya terbesar dari struktur total biaya produksi adalah biaya tenaga kerja (67,1%), disusul biaya pemasaran 16,1%, biaya penyusutan peralatan 9,5%, bibit tanaman 5,2% biaya transportasi. 1,6%, dan biaya terendah adalah pajak bumi dan bangunan sebesar 0,5%. Penelitian Asep Abidin berjudul Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Pertanian Organik di Desa Sundawengan Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan budidaya padi organik dan budidaya padi non-organik di Desa Sundawengan, dan tujuan kedua adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan budidaya padi organik.Variabel dalam penelitian ini adalah perbandingan Pendapatan usahatani yaitu pendapatan usahatani padi organik dan organik, variabel kedua yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan usahatani yang meliputi umur, pendidikan, pendapatan, pengalaman, jumlah tanggungan, dan produktivitas.
Hasil dari penelitian ini adalah pendapatan total biaya yang diperoleh dari budidaya padi organik sebesar Rp ha dan pendapatan total biaya yang diperoleh dari budidaya padi non organik sebesar Rp ha. Beras organik varietas Mentik Rp ha/MT berbeda secara signifikan dengan pendapatan dari menanam padi varietas mentik. Rp.01 2.
Pendapatan rata-rata dari budidaya padi adalah Rp ha. Kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap keluarga sebesar 48,18%, kontribusi pendapatan usahatani jagung sebesar 8,94%, budidaya kacang tanah sebesar 30,43%, dan budidaya kakao sebesar 4,11%. % dan budidaya kelapa kopra 8,37% sehingga budidaya padi sawah memberikan kontribusi terbesar dibandingkan budidaya lainnya. Komponen biaya terbesar dalam struktur total biaya produksi diwakili oleh biaya tenaga kerja (67,1%), disusul biaya pemasaran 16,1%, biaya penyusutan peralatan 9,5%, biaya benih tanaman 5,2%, dan biaya transportasi 1,6%. Pendapatan dari total biaya yang diperoleh dari produksi beras organik sebesar Rp ha, dan pendapatan dari total biaya yang diperoleh dari produksi beras non organik sebesar Rp ha.
Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi pilihan usahatani padi organik di Desa Sundaweh adalah umur, pendidikan dan pendapatan.
Kerangka Berfikir
Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti ingin mengetahui seberapa besar kontribusi usahatani padi organik terhadap pendapatan keluarga petani di Desa Sawangan. Untuk mengetahui kontribusi pendapatan dari usahatani padi organik, maka data yang diperlukan adalah total pendapatan usahatani padi organik dan pendapatan keluarga petani secara keseluruhan. Pendapatan usahatani total diperoleh dari total pendapatan usahatani yang diperoleh dari hasil produksi dikalikan harga jual produksi padi.
Untuk memperoleh data primer, peneliti melakukan wawancara langsung kepada petani mengenai usahatani padi organik, yang meliputi umur petani, tingkat pendidikan petani, jenis kelamin, luas kepemilikan lahan, jumlah tanggungan rumah tangga, hasil produksi, harga produksi dan teknik budidaya padi. Kabupaten Magelang mempunyai sawah organik yang tersebar di wilayah tertentu dan tergabung dalam kelompok tani. Kecamatan Sawangan merupakan salah satu daerah yang membudidayakan pertanian padi organik.
Kesimpulan
Kontribusi pendapatan usahatani padi organik terhadap pendapatan keluarga sebesar 29,53% Kontribusi tersebut tergolong rendah dengan rata-rata pendapatan usahatani sebesar Rp per tahun. bulan dan total pendapatan rumah tangga sebesar Rp per
Saran
Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jeruk di Desa Gunung Bau Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap usahatani keluarga di desa Ogoamas II kecamatan Sojol Utara kabupaten Donggala. Meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui penerapan model pengelolaan tanaman padi terpadu di Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Kontribusi Usahatani Jambu Biji Merah Terhadap Pendapatan Rumah Tangga dan Strategi Pengembangan Pertanian di Desa Pagersari Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Pola Spasial Industri Kerajinan Monel dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Pengusaha dan Pekerja di Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara.