PENDAHULUAN
Analisis kualitatif merupakan metoda analisis yang berupaya mengungkap komponen-komponen yang menyusun suatu sampel tertentu, dengan menggunakan metoda kimia, metoda fisika dan metoda fisiko-kimia.
Ditinjau dari segi jenisnya, analisis kualitatif dikelompokkan menjadi analisis kualitatif anorganik dan analisis kualitatif organik.
Tahap pertama adalah merekam sejarah sampel, tanggal diterima, wujud sampel, banyaknya sampel, dan organoleptik.
Hingga ahir tahun 1970an, sebelum uji kepastian, terlebih dahulu dilakukan metoda pemisahan seperti, metoda pengendapan sebagai hidroksida dan sebagai sulfidanya, metoda ekstraksi pelarut dan metoda kelarutan.
2
• Kerumitan analisis kualitatif sangat bergantung pada sifat sampel.
• Analisis kualitatif dari cairan yang berasal dari sel otak, mungkin memerlukan teknik-teknik tercanggih yang tersedia.
• Penentuan komponen utama yang ada di dalam air laut akan jauh lebih sederhana.
• Pekerjaan analisis kualitatif memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat dari materi yang akan dianalisis
• Analisis kualitatif difokuskan pada indentifikasi anion dan kation yang terdapat di dalam sebuah senyawa inorganik murni.
• Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kation dan anion anorganik: Sifat Pembentukan Endapan dan kelarutan
2
4
BEBERAPA MINERAL ALAM
BEBERAPA PADATAN GARAM KLORIDA ALKALI DAN ALKALI TANAH
Sodium klorida Kalium klorida
Kalsium klorida Barium klorida 5
4
BEBERAPA PADATAN GARAM KLORIDA ALKALI DAN ALKALI TANAH
Kalsium karbonat Kalsium karbonat alam (gamping)
Barium sulfat Kalsium hidroksida
6
BEBERAPA PADATAN GARAM –GARAM LOGAM TRANSISI
FeCl3·6H2O FeCl3anhidrat
FeSO4·7H2O Fe(NO3)3anhidrat 7
6
BEBERAPA PADATAN GARAM –GARAM LOGAM TRANSISI
CoCl2·6H2O Co(NO3)2·6H2O
CuSO4·5H2O CuCl2·5H2O 8
BEBERAPA PADATAN GARAM –GARAM LOGAM TRANSISI
NiCl2·6H2O Ni(DMG)2
K2Cr2O7 K2CrO4
9
8
BEBERAPA PADATAN GARAM –GARAM LOGAM TRANSISI
KMnO4 PbCrO4
K3[Fe(CN)6] K4[Fe(CN)6]
10
BEBERAPA LARUTAN GARAM – GARAM LOGAM TRANSISI
11
10
BEBERAPA PERALATAN ANALISIS KUALITATIF
12
PEMBAKAR BUNSEN
13
12
PERALATAN BAGI ANALISIS KUALITATIF
14
PERALATAN BAGI ANALISIS KUALITATIF
15
14
PROSEDUR UJI NYALA
16
WARNA NYALA BAGI UJI KATION
17
16
Kation
• Kelompok Iadalah kation yang mengendap dengan adanya ion klorida dalam suasana asam: Ag+, Hg22+, dan Pb2+.
• Kelompok IIadalah kation yang mengendap dengan ion sulfida dalam kondisi sedikit asam. Garam- garam sulfat dari ion-ion tersebut memilikiKspyang jauh lebih kecil dari ion-ion kelompok III. Ion-ion yang termasuk kelompok ini adalah Cu2+, Cd2+, Bi3+, Sn2+, Sn4+, Hg2+, Sb3+, Sb5+, dan Pb2+.
• Kelompok IIIadalah ion-ion yang mengendap dengan ion sulfida atau hidroksida dalam suasana yang sedikit basa. Ion-ion yang termasuk dalam kelompok ini adalah AI3+, Zn2+, Cr 3+, Fe2+, Fe3+, Ni2+, Co2+, dan Mn2+.
• Kelompok IVadalah ion-ion yang tidak mengendap dengan anion-anion diatas (Cl-, S2-dan OH-). Ion-ion yang termasuk golongan ini adalah Ba2+, Ca2+, Mg2+, Na+, K+, dan NH4+.
Anion
• Kelompok sulfatyang terdiri dari SO42-, CO32-, PO43-, CrO42-, C2O42-, SO32-. Anion-anion ini akan membentuk endapan jika direaksikan dengan larutan BaCl2dalam larutan yang sedikit basa.
• Kelompok kloridaterdiri dari Cl-, Br-, I-, SCN-, S2-. Anion-anion ini akan mem bentuk endapan dengan larutan AgNO3dalam suasana asam.
• Kelompok nitratterdiri dari NO3-, NO2-, ClO3-,dan CH3COO-. Anion-anion ini membentuk garam yang larut dengan kation sehingga tidak akan membentuk endapan baik dengan larutan BaCl2maupun AgNO3.
18
Analisis kualitatif ini dibagi menjadi dua tahap.
1. Uji kelarutan di dalam air, asam dan basa dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kation dan anion yang terdapat di dalam sampel
2. Reaksi identifikasi (spot test) untuk mengkonfirmasi adanya ion-ion yang diduga terdapat di dalam sampel.
Pelarut yang digunakan dalam uji kelarutan adalah:
• Air
• H2SO43M
• HCl 6M
• HNO36M
• NH36M
• NaOH 6M
Kelarutan dalam air
• Semua senyawa ion ammonium (NH4+) larut dalam air
• Semua senyawa yang mengandung nitrat (NO3-), Klorat (ClO3-) dan perklorat (ClO4-) larut dalam air
• Sebagaian besar senyawa hidroksida (OH-) tidak larut kecuali hidroksida dari logam alkali dan barium hidroksida. Kalsium hidroksida sedikit larut dalam air.
• Sebagian senyawa yang mengandung klorida (Cl-), bromide (Br-) dan iodide (I-) larut kecuali yang mengandung ion Ag+, Hg22+, dan Pb2+.
• Semua senyawa-senyawa karbonat (CO32-), fosfat (PO43-) dan sulfida (S2) tidak larut kecuali yang mengandung ion-ion alkali dan ammonium.
• Sebagian besar senyawa sulfat larut kecuali kalsium sulfat dan perak sulfat yang sedikit larut. Barium sulfat, raksa(II)sulfat, dan timbal sulfat tidak larut di dalam air.
20
Kelarutan dalam asam : memberikan informasi tentang anion yang terdapat di dalam sampel karena beberapa anion memberikan reaksi yang khas dengan asam.
1. Karbonat (CO32-) : menghasilkan gelembung gas CO2yang tidak berbau dan tidak berwarna.
2. Sulfit (SO32-) : menghasilkan gelembung gas SO2yang tak berwarna, berbau seperti belerang terbakar.
3. Nitrit (NO2-) : menghasilkan gas NO2yang berwarna coklat ; didalam H2SO4dan HNO3larutan yang dihasilkan berwarna biru sementara di dalam HCl larutan berwarna kuning.
4. Klorat (ClO3-): di dalam HCl panas akan menghasilkan larutan berwarna hijau-kuning dan menghasilkan gas yang berbau Cl2.
5. Iodida(I-) : di dalam HNO3akan menghasilkan larutan berwarna kuning. Dalam HNO3panas akan dihasilkan larutan yang berwarna gelap dan uap I2yang berwarna ungu. Dalam H2SO4panas akan menghasilkan larutan berwarna oranye-merah sementara dalam HCl panas menghasilkan larutan berwarna kuning.
6. Bromida(Br-) : di dalam HNO3 panas akan dihasilkan gas Br2yang berwarna oranye dan larutan yang juga berwarna oranye.
7. Tiosianat(SCN-) : di dalam HNO3panas akan dihasilkan gelembung gas yang banyak dan uap NO2yang berwarna coklat. Di dalam H2SO4panas dan HCl panas hanya sedikit gelembung gas yang terbentuk.
8. Kromat(CrO42-) : Larutan yang diperoleh di dalam asam berwarna oranye.
9. Sulfida(S2-) : Senyawa-senyawa sulfida yang cukup larut akan menghasilkan H2S dengan larutan asam.
Senyawa-senyawa sulfida yang tidak larut akan menghasilkan gas NO2yang berwarna coklat di dalam HNO3panas dan residu berwarna gelap atau terang
10. Asetat (CH3COO-) : Di dalam asam yang panas akan menghasilkan sedikit bau cuka (mencium bau batang pengaduk yang telah dicelupkan ke dalam larutan yang telah dipanaskan.)
Anion-anion seperti NO3-, Cl-, SO42-, PO43-, C2O42-, OH-tidak menunjukan reaksi yang khas di dalam asam-asam tersebut.
Kelarutan dalam basa (Kelarutan di dalam NaOH 6 M dan NH36M) : memberikan indikasi kation apa yang ada dalam sampel.
Jika sampel larut di dalam kedua basa tersebut
1. Kation yang terdapat didalam sampel dapat membentuk kompleks dengan OH-atau NH3.
2. Garam hidroksida dari kation tersebut larut dalam air.
Jika sampel yang diuji tidak larut dalam kedua basa tersebut
1. Kation yang terdapat di dalam sampel tidak membentuk kompleks dengan OH-atau NH3.
2. Garam hidroksida dari kation tersebut tidak larut dalam air.
Kation-kation berikut membentuk kompleks dengan ligan yang ada disebelah kirinya NH3(ammonia) : Ag+, Cd2+, Cu2+, Zn2+, Ni2+, (Co2+)
OH-(hidroksida) : Pb2+, Sn2+, Sn4+, Sb3+, Zn2+, Al3+, (Cr3+) Cl-(klorida) : (Ag+), Pb2+, Hg2+, Cd2+, Sn2+, Sn4+, Sb3+
S2-(sulfida) : Hg2+, Sn4+, Sb3+
S2O32-(tiosulfat) : Ag+ C2O42-(oksalat) : Sn4+, Fe3+
22
L,larut dalam air: tidak akan terbentuk endapan jika kation 0,1 M dicampurkan dengan anion 1 M.
L-, sedikit larut: akan terbentuk endapan jika kation 0,1 M dicampurkan dengan anion 1 M.
AP, larut dalam air panas.
A-, larut dalam asam asetat 1 M.
A, larut dalam asam (HCI 6 M atau asam lain yang tidak mengendapkan dan tidak bersifat oksidator).
O, larut dalam HNO36 M.
O+, larut dalam aqua regia (campuran HCI pekat: HNO3 pekat 3:1).
K, larut dalam larutan yang mengendung zat pengkompleks yang sesuai.
TS, tidak stabil, terdekomposisi menjadi produk yang memiliki kelarutan seperti yang diindikasikan.
TL, tidak larut dalam pelarut yang umum digunakan.
*Oksalat membentuk banyak ion-ion kompleks; oksida berlaku seperti hidroksida, tapi larut dengan sangat lambat; FeI3tidak stabil dan akan terdekomposisi menjadi FeI2dan I2;CuI2tidak stabil dan terdekomposisi menjadi CuI dan I2; AgBr dan AgI tidak larut dalam NH36 M; HgI2tidak larut tapi larut dalam I-berlebih; Cr3+dan Co2+dalam kondisi tertentu kompleks berturut-turut dengan OH- dan NH3tapi kompleks ini biasanya tak berbentuk pada kondisi yang digunakan pada percobaan.
Uji indentifikasi
• Na+ : uji nyala (kuning) , satu tetes larutan Na+ditambahkan satu tetes pereaksi seng uranil asetat asetat akan terbentuk endapan kuning NaZn(UO2)3(C2H3O2).
• K+ : Uji nyala (ungu) . Adanya natrium akan menggangu pengamatan. Untuk mencegah gangguan ini kaca berwarna biru ditempatkan didepan nyala untuk menyerap warna kuning akibat radiasi natrium, sehingga memungkinkan pengamatan warna ungu dari garam kalium. (2)Satu tetes larutan K+ ditambahkan satu tetes larutan Na2Co(NO3)6pekat akan terbentuk endapan kuning.
• NH4+ : Jika ditambahkan larutan OH-pekat akan dihasilkan gas NH3yang memiliki bau yang khas. Uap NH3 ini akan merubah warna kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam pereaksi nesler menjadi berwarna coklat.
• Ba2+ : Uji nyala (hijau kuning). Jika ditambahkan larutan K2CrO4akan terbentuk endapan BaCrO4yang berwarna kuning yang larut di dalam asam kuat 6 M.
• Ca2+ : Uji nyala (merah kuning). Jika ditambahkan larutan ammonium oksalat akan terbentuk endapan putih CaC2O4 yang larut dalam asam kuat encer.
• Mg2+ : dua tetes larutan Mg2+ (ditambahkan dua tetes larutan NH4Cl 2 M dan beberapa tetes larutan NH4OH sehingga menjadi basa,dan beberapa tetes Na2HPO4 akan terbentuk endapan putih MgHPO4.7H2O.
• Fe3+ : (1) Jika ditambahkan satu tetes larutan KSCN 2 M akan terbentuk kompleks FeSCN2+ (larutan berwarna merah) (2) Jika ditambahkan satu tetes larutan K4Fe(CN)6akan terbentuk endapan KFe[Fe(CN)6] yang berwarna biru tua.
• Ni2+ : Jika ditambahkan larutan natrium asetat 2 M dan setetes dimetilglioksim terbentuk endapan merah.
• Co2+ : Jika ke dalam setetes larutan Co2+ditambah sedikit KSCN padat dan setetes amil alkohol atau etanol dan kemudian diaduk, maka terbentuknya warna biru pada alkohol menandakan adanya kobalt.
24
Uji indentifikasi
• Zn2+ : Jika ke dalam setetes larutan Zn2+ditambahkan setetes larutan K4Fe(CN)6akan terbentuk endapan putih. Jika didalam terdapat besi dalam jumlah renik endapan akan berwarna hijau biru.
• Mn2+ : Jika ke dalam larutan Mn2+ditambahkan 5 tetes HNO3 6 M dan kemudian sedikit larutan NaBiO3 (bisa juga KIO4atau PbO2) akan terbentuk warna ungu. Panaskan larutan jika perlu.
• Cu2+ : Jika ke dalam setetes larutan Cu2+ditambahkan setetes HCl 2 M dan setetes K4Fe(CN)6akan terbentuk endapan coklat merah Cu2[Fe(CN)6].
• Cd2+ : Jika ke dalam dua tetes larutan Cd2+ditambangkan satu tetes larutan Na2S akan terbentuk endapan kuning CdS.
• Hg2+ : (1) Jika ke dalam larutan Hg2+ditambahkan sekeping tembaga yang bersih maka pada permukaan tembaga akan terbentuk lapisan Hg yang berwarna abu-abu. Jika digosok dengan kertas saring akan mengkilat. (2) Jika ke dalam larutan Hg2+ditambahkan ion iodida akan terbentuk endapan merah HgI2 yang larut kembali jika jumlah ion iodida yang tambahkan berlebih
• Pb2+ : Jika ke dalam setetes larutan Pb2+ditambahkan setetes larutan kalium dikromat akan terbentuk endapan kuning PbCrO4. Endapan ini larut dalam NaOH 2 M.Jika ke dalam larutan Pb2+ditambahkan setetes larutan H2SO4 2 M dan setetes alkohol akan terbentuk endapan putih PbSO4.
• Cl- : Jika ke dalam setetes larutan ion klorida ditambahkan dua tetes larutan AgNO3 dan setetes HNO3 2 M akan terbentuk endapan putih. Jika endapan ini dipisahkan dan kemudian ditambah sepuluh tetes larutan ammonium karbonat maka endapan akan larut kembali.
• Br-: Jika kedalam satu tetes larutan Br- ditambahkan dua tetes AgNO3dan satu tetes HNO3akan terbentuk endapan putih kekuningan. Endapan ini tidak larut dalam ammonium karbonat.
• I- : Jika kedalam larutan I- ditambahkan dua tetes larutan AgNO3 dan setetes HNO3akan endapn kuning. Endapan ini tidak larut dalam larutan ammonium karbonat.
• NO2-: (1) Jika kedalam setetes larutan NO2-yang telah diasamkan dengan setetes asam asetat encer ditambahkan larutan iodide akan terbentuk l2yang berwarna coklat. (2) Setetes larutan NO2- diasamkan dengan H2SO4 1 M kemudian ditambahkan dua tetes tioureum 10%. Diamkan selama 5 menit lalu tambahkan setetes HCl 2 M dan setetes FeCl30,1 M. Timbulnya warna merah menandakan adanya NO2-.
• NO3- : (1) Ke dalam dua tetes larutan NO3-yang telah diasamkan dengan setetes asam asetat encer ditambahkan setetes larutan iodide. Panaskan larutan ini perlahan-lahan. Jika larutan berubah menjadi kuning coklat menandakan adanya NO3-dalam sampel. (2) Tiga tetes larutan NO3-diasamkan dengan H2SO41 M kemudian ditambahkan tiga tetes FeSO4pekat (yang baru dibuat). Kedalam larutan diatas tambahkan perlahan lahan H2SO4pekat melalui dinding tabung reaksi sehingga tidak bercampur dengan larutan tersebut. Timbulnya cincin coklat pada batas asam sulfat pekat dengan larutan menandakan adanya nitrat.
26
• C2O42- : Dua tetes larutan oksalattambahkan satu tetes H2SO4 0,5 M dan satu tetes larutan KMnO40,1 M. Jika warna ungu larutan hilang pada pemanasan maka didalam sampel terdapat oksalat.
• SCN- : Kedalam setetes larutan SCN-tambahkan setetes larutan FeCl3timbulnya warna merah menandakan adanya ion SCN-.
• CH3COO-: Ke dalam sedikit padatan sampel tambahkan KHSO4 padat kemudian campuran ini digerus di dalam lumping (martil) dan amati bau cuka yang muncul.
• CO32- : Kedalam larutan CO32-tambahkan larutan perak nitrat. Endapan putih Ag2CO3 akan terbentuk.
Jika dididihkan endapan akan berubah menjadi berwarna gelap akibat terbentuknya Ag2O.
• SO42- : Kedalam dua tetes larutan SO42-ditambahkan dua tetes larutan Ba2+, endapan putih akan terbentuk. Endapan ini tidak larut dalam air maupun asam encer.
• SO32- : Jika kedalam dua tetes larutan SO32-ditambahkan larutan Ba2+akan terbentuk endapan putih BaSO3. Pisahkan endapan dan tambahkan larutan HCI 1 M tetes demi tetes hingga endapan larut. Lalu tambahkan larutan H2O2jika terbentuk endapan putih BaSO4maka didalam sampel terdapat ion SO32-.
Sebuah padatan berwarna putih dilarutkan kedalam pelarut yang digunakan untuk analisis kelarutan diatas memberikan hasil sebagai berikut
Air : larut, larutan bening H2SO43 M : larut, larutan bening HCl 6 M : larut, larutan bening
HNO3M : larutan oranye, gas oranye terbentuk jika dipanaskan NH36 M : tidak larut, endapan putih
NaOH 6 M : tidak larut, endapan putih
1. Larutan oranye, dan gas oranyeyang terbentuk jika dipanaskan di dalam HNO36 M menunjukan bahwa senyawa yang dianalisis adalah garam bromida. Garam bromida larut dalam air maka kation dari garam ini bukan Ag+, Pb2+ atau Hg22+. Hal ini juga didukung oleh fakta bahwagaram ini larut di dalam HCl.
2. Larutan dalam air yang diperolehtidak berwarna: bukan kation yang berwarna seperti Fe3+, Cr3+, Ni2+, Co2+, Mn2+dan Cu2+.
3. Garam initidak larut dalam NaOH 6 M dan NH36 M : kation tidak membentuk kompleks dengan NH3 maupun OH-, sehingga menghilangkan kemungkinan AI3+, Cd2+dan Zn2+. Garam hidroksida dari kation tersebut tidak larut, sehingga menghilangkan kemungkinan Na+, K+dan NH4+.
4. Sampai tahap ini, kemungkinan kation yang ada pada sampel adalah Mg2+, Ba2+, Ca2+dan Hg2+. Karena sampel larut dalam asam sulfat maka tidak mungkin terdapat ion Ba2+ karena barium sulfat tidak larut. Garam sulfat dari Ca2+maupun Hg2+ juga tidak larut.
Padatan tersebut adalah MgBr2. 28