• Tidak ada hasil yang ditemukan

NOTA DINAS PEMBIMBING

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "NOTA DINAS PEMBIMBING "

Copied!
85
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Amalan Mudharabah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pagesangan Barat Kota Mataram merupakan akad kerjasama dalam perdagangan usaha kecil. Hal ini tidak sesuai dengan konsep akad mudharabah, padahal nisbah bagi hasil ditentukan sebelum penandatanganan perjanjian kerjasama.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu, baik dalam arti menyempurnakan dan memperkuat teori-teori yang ada maupun memberikan kontribusi bagi ilmu hukum ekonomi Islam khususnya kajian hukum yang berkaitan dengan permasalahan yang ada dalam praktik bagi hasil. , sehingga dapat dijadikan sebagai bahan bacaan, rujukan dan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Telaah Pustaka

Penelitian Muhammad Viqhi Pratama tentang “Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Tentang Bagi Hasil Pada Koperasi Peternakan Merpati (Studi Kasus Kompleks Perumahan Polda Ii Kelurahan Pinang Jaya Kecamatan Kemiling Kabupaten Bandar Lampung) Tahun 2021”. 7 Muhammad Viqhi Pratama, Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Tentang Bagi Hasil Dalam Koperasi Beternak Merpati, (Skripsi, FS, UIN Intan Lampung, 2021).

Kajian Teori

  • Pengertian Akad
  • Rukun dan Syarat Akad
  • Asas-asas Akad
  • Wanprestasi Dalam Hukum Islam
  • Berakhirnya Akad
  • Akad Mudharabah

Pihak yang mengadakan perjanjian, yaitu pihak yang berhak mengadakan perjanjian kerjasama disebut ahli yatul ada'. Hal ini sesuai dengan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, dimana rukun akad terdiri dari empat unsur yaitu para pihak yang melakukan akad, obyek akad, tujuan utama akad dan kesepakatan. Tujuan utama kontrak, dimana ketentuan tujuan utama kontrak diatur dalam Pasal 25 menjelaskan bahwa tujuan kontrak itu sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengembangkan usaha masing-masing pihak yang mengadakan kontrak.

Dengan demikian, tidak terlepas dari nilai-nilai tauhid, yaitu memiliki tanggung jawab kepada Tuhan, tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, dan tanggung jawab kepada pihak yang telah mengadakan perjanjian kerjasama (akad). Pihak-pihak yang membuat perjanjian kerjasama bebas untuk membuat perjanjian sama ada mengenai perkara perjanjian dan syarat-syaratnya, termasuk menentukan kaedah penyelesaian pertikaian jika ia timbul pada masa hadapan. Ini mempengaruhi pihak yang membuat perjanjian untuk tidak berbohong, menipu dan melakukan penipuan.

Metode Penelitian

  • Pendekatan Penelitian
  • Kehadiran peneliti
  • Lokasi Penelitian
  • Sumber Data
  • Prosedur pengumpulan data
  • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Data

Jenis data primer, yaitu jenis data yang diperoleh langsung dari orang atau lembaga yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk mengumpulkan atau memelihara dokumen atau sumber data pokok yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari objek penelitian.35 Berkenaan dengan sumber data atau informasi dalam penelitian ini, mengenai perjanjian kerjasama perdagangan untuk pengusaha kecil, data ini diperoleh dari informan. Dalam observasi ini diperoleh pengumpulan data yang dengannya peneliti terlibat langsung dalam kegiatan yang akan dilakukan serta memperoleh dan memperoleh data yang lebih lengkap dan mendalam. Oleh karena itu, observasi ini dimaksudkan untuk membantu peneliti dalam memperoleh data yang diperlukan.

Teknik ini merupakan teknik pengumpulan data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti 43 Dalam hal ini peneliti menggunakannya untuk mendapatkan data khususnya gambaran desa Pagesangan Barat Kota Mataram dan mengumpulkan dokumentasi yang relevan sesuai dengan topik penelitian yaitu dokumen dan kerjasama kesepakatan antara para pihak dan pihak lain. Peneliti menggunakan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1992), yaitu reduksi data, penyajian/penampilan data dan verifikasi data, penjelasannya sebagai berikut:44. Dengan demikian, data yang akan direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan menanyakannya bila diperlukan.

Sistematika Penelitian

Pada tahap verifikasi ini, peneliti memeriksa kembali keabsahan data dengan mendengarkan kembali hasil wawancara peneliti dengan informan dan mencocokkannya dengan hasil wawancara yang ditulis oleh peneliti. Setelah data dianalisis, pengecekan keabsahan data merupakan proses yang sangat penting dalam suatu penelitian yang harus dilakukan oleh setiap penelitian. Selain itu pemeriksaan keabsahan data memiliki kelebihan agar peneliti mengetahui kekurangan dari hasil penelitian, sehingga dapat dilakukan perbaikan terhadap ketidaksempurnaan yang ada.

Validitas data di sini bertujuan untuk membuktikan bahwa apa yang diamati oleh peneliti konsisten dengan apa yang diberikan tentang kenyataan dan konsisten dengan apa yang terjadi.

PRAKTIK PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Dilihat dari segi geografis, keadaan Kecamatan Pagesangan Barat dikategorikan sebagai dataran rendah non pesisir, dengan luas daratan yang relatif datar dengan ketinggian 5-15 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram, yang dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Walikota Mataram Nomor 9/PERT/2008 tentang Rincian Tata Laksana tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kota Mataram disebutkan bahwa struktur organisasi Kelurahan Pagesangan Barat terdiri dari :.

Keadaan Sosial dan Ekonomi

Praktek Perjanjian Kerja Sama Antara Pemilik Modal dengan

Praktik kesepakatan kerjasama antara pemilik modal dan pengelola modal kerajinan bagi pengusaha kecil v. Bentuk perjanjian kerjasama antara pemilik modal dan pengelola modal pengusaha kecil di Desa Pagesangan Barat Kota Mataram. Penduduk desa Pagesangan Barat di kota Mataram memiliki jenis usaha kecil yang dapat digunakan untuk membuat perjanjian kerjasama antara pemilik modal dan pengelola modal.

Dalam sistem perjanjian kerjasama ini digunakan perjanjian tertulis dan lisan antara pemilik modal dan pengelola modal pada pengusaha kecil di Desa Pagesangan Barat Kota Mataram. Maka pemilik modal (Nyonya Wardah) mengadakan perjanjian pengembalian dengan pengelola modal (Ny. Sapwah) dalam bentuk perjanjian kerjasama tertulis, hal ini juga dipenuhi oleh pengelola modal (Ny. Sapwah) ). Pada tahun 2008, mereka mengadakan perjanjian kerja sama secara lisan dimana pemilik modal memberikan modal untuk sebuah toko emas yang akan dikelola oleh pengelola modal.

ANALISIS PRAKTIK PERJANJIAN KERJA SAMA

Analisa Pelaksanaan Sistem Perjanjian Kerja Sama Antara

Isi perjanjian kerjasama antara pemilik modal dengan pengelola modal yang dilaksanakan di desa Pagesangan Barat kota Mataram yaitu jenis usaha yang telah ditentukan dalam perjanjian kerjasama, dan perjanjian bagi hasil (bagi hasil) dibagi menurut isi kontrak dalam bentuk tertulis dan lisan. Bagi hasil terkait akad kerjasama fasilitas usaha perdagangan daging sapi dan ayam yaitu pemilik modal mendapatkan Rp. Bagian keuntungan dari perjanjian kerjasama dalam objek usaha pengelolaan toko perhiasan yaitu 50% menjadi milik pemilik modal.

Bagian keuntungan sehubungan dengan akad kerjasama dalam pemotongan sarana usaha (ternak), yaitu pemilik modal dan pengelola modal membagi keuntungan dengan nisbah yang sama (50:50), maka bagian keuntungan tersebut akan dibagikan bila ada kesepakatan pada saat memperoleh keuntungan. . Penafsiran tersebut dapat dipahami bahwa sistem bagi hasil yang terkait dengan perjanjian kerjasama pada usaha kecil di Desa Pagesangan Barat Kota Mataram dapat didasarkan pada asas kepercayaan antara para pihak yang melakukan akad, seperti usaha pengelolaan toko emas dan pemotongan hewan (sapi ternak). Dalam pelaksanaan sistem perjanjian kerjasama tersebut, beliau melengkapi pilar-pilar yaitu pemilik modal, pengelola modal, ijab dan qabul, objek usaha, pekerjaan pengelola modal dan rasio keuntungan.

Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Perjanjian Kerja

Walaupun perjanjian kerjasama harus dalam bentuk tertulis, namun bentuk perjanjian kerjasama di Desa Pagesangan Barat Kota Mataram masih menunjukkan ketidaksesuaian isi perjanjian dengan praktek di lapangan, seperti yang ditemukan peneliti yaitu perjanjian kerjasama antara pemilik ibu kota (shahibul mal) dan pengurus ibu kota (mudharib) secara tertulis. Pemilik modal (shahibul mal) adalah bapak Yek Humaidi Al-Qadri dan pengelola modal (mudharib) adalah bapak Yek Muhammad di objek usaha jagal (ternak). Di Desa Pagesangan Barat, pemilik modal (shahibul mal) memberikan modal berupa uang kepada pengelola modal (mudharib) sesuai dengan jenis usaha kecil yang disepakati.

Hal ini sesuai dengan praktek perjanjian kerjasama berupa perjanjian tertulis yang dilakukan oleh pemilik modal (Ibu Wardah), dimana sistem bagi hasil ditetapkan dalam jangka waktu satu minggu untuk memperoleh keuntungan sebesar Rp. Perspektif hukum ekonomi syariah tentang pelaksanaan perjanjian kerjasama antara pemilik modal dan pengelolaan modal perdagangan bagi pemilik usaha kecil merupakan studi kasus di Kelurahan Pagesangan Barat Kota Mataram yang pelaksanaannya hanya praktik perjanjian kerjasama dalam bentuk lisan. , yang dikatakan sesuai dengan mudharabah- kontrak. Kesesuaian akad akad Mudharabah dalam bentuk lisan dapat dilihat dari rukun yaitu adanya pemilik modal (shahibul mal) dengan pengelola modal (mudarib) bersama objek modal yang jelas dalam perjanjian kerjasama dan dalam menentukan bagi hasil. tidak ditetapkan.

PENUTUP

Kesimpulan

Sistem perjanjian kerjasama yang digunakan di Desa Pagesangan Kota Mataram adalah sistem akad mudharabah, dimana bentuk perjanjian kerjasama ini tertulis dan lisan. Dalam isi perjanjian bentuk tertulis tersebut, berbagai permasalahan terjadi baik pada saat perjanjian maupun setelah perjanjian berlangsung. Misalnya dalam isi perjanjian terdapat banyak perbedaan, seperti pemilik modal bukan perseroan, tetapi disebutkan perseroan dalam isi perjanjian tertulis, maka dalam penetapan bagi hasil, jangka waktu yang ditentukan yaitu per minggu Rp.

1.000.000 (satu juta rupiah) diberikan kepada pemilik modal dan pengelola aset yang wanprestasi atau ingkar janji setelah kesepakatan dibuat. Namun peneliti juga menemukan perjanjian kerjasama secara lisan, dimana perjanjian kerjasama ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan ketentuan akad mudharabah. Praktek perjanjian kerjasama dalam bentuk tertulis, meskipun ada pemilik modal dan pengelola modal, tidak ada kejelasan tentang objek yang dikelola oleh pengelola modal atau ketidaksesuaian antara isi perjanjian dengan kenyataan, demikian pula pemilik modal menyebut dirinya sendiri. perusahaan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang peneliti temui di lapangan.

Saran-Saran

Astaman, Kecerdasan dalam Perspektif Psikologis dan Al-Qur'an/Hadith, Tarbiya Islamica Journal of Islamic Teaching and Education, Vol. Fitri Andriani dan Imam Zulfitri, Berakhirnya Akad dalam Hukum Islam dan Hukum Perdata, Jurnal Syariah dan Keadilan Islam Al-Ahkam, Vol. Fitrah dan Luthfiyah, Metodologi Penelitian, Penelitian Kualitatif, Aksi Kelompok dan Studi Kasus, Kota Bima: CV Jejak, 2017.

Yuni Harlina, Hellen Lastfitriani, Kajian Hukum Islam tentang wanprestasi bagi konsumen yang tidak mendapatkan sertifikat kepemilikan rumah, Jurnal Hukum Islam, vol. Zumratul Wahidah, Akhir Perjanjian Perspektif Hukum Islam dan Hukum Perdata, Jurnal Tahkim Peradaban dan Hukum Islam, vol. Saharudin, Kajian Hukum Islam Sistem Bagi Hasil Kerjasama Bidang Pertanian di Desa Ganggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, Tesis, FS IAIN Mataram, Mataram 2011.

Siti Ade Fani Junaidi, Tinjauan Hukum Islam Tentang Praktek Koperasi Dalam Pengelolaan Pertambangan Batu, Skripsi, FS UIN Raden Intan Lampung, 2021. Ahmad Saiful Umam, Revisi Penerapan Sistem Bagi Hasil Ternak Dengan Akad Mudharabah di Rumah Sakit Tuan.

Gambar

FOTO DOKUMENTASI PENELITIAN
Tabel 2.2  Sarana Tempat Ibadah

Referensi

Dokumen terkait

Segala perj Segala perjanjian kerja anjian kerja sama yang sama yang dilakukan ole dilakukan oleh Bank h Bank Pelaksana Pelaksana dan Perusahaan Penjamin berdasarkan

Kerja sama dalam rangka menanggulangi dampak pandemi COVID-19 tercermin melalui kerja sama di berbagai badan sektor di Pilar Sosial Budaya ASEAN, salah satunya adalah badan

Adapun yang menjadi fokus penelitian adalah perkongsian yang dilakukan di dalam usaha perikanan, kerja sama yang dilakukan oleh pemilik modal dengan pemilik perahu

Dari hasil penelitian terhadap praktek perjanjian kerjasama pertanian garam di Desa Guyangan Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati dilakukan oleh dua pihak yaitu antara pemilik lahan

Pemanfaatan hasil teknologi sangat dirasakan berperan besar dalam meningkatkan mutu pembelajaran, begitu halnya upaya yang dilakukan oleh pihak lembaga penyelenggara pendidikan RA Nurul

Analisis dan Perancangan Sistem Dalam pengerjaan kerja praktek di Toko Kayu Barito Indah pengumpulan data kebutuhan dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pemilik dan

Adiwarman Karim mudharabah mengatakan selain akad kerja sama pemilik modal dengan pengelola ia juga merupakan bentuk perjanjian atau kerja sama kepercayaan serta menaati tingkat

v DAFTAR ISI HALAMAN DEPAN i PENGESAHAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI v DAFTAR GAMBAR vii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang Pemikiran Kerja Praktek 1 1.2 Tujuan dan