• Tidak ada hasil yang ditemukan

6301414088 Optimized

N/A
N/A
Friagsandya Nityazada

Academic year: 2023

Membagikan "6301414088 Optimized"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Pengaruh pola Z dan

Latar Belakang Masalah

Faktor yang mempengaruhi prestasi sepak bola antara lain faktor fisik dan keterampilan gerak dasar dalam permainan sepak bola. Lakukan latihan fisik dan keterampilan gerak dasar secara teratur dan sebaiknya dimulai sejak usia dini. Aspek latihan ini bertujuan untuk mengetahui dan memperbaiki kondisi setiap pemain, karena tanpa kemampuan fisik dan gerak dasar yang baik dalam bermain sepak bola maka seorang pemain tidak akan dapat mengembangkan permainannya.

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dalam penelitian ini penulis hanya akan membahas salah satu teknik dasar bermain sepak bola yaitu dribbling. Pemain yang mampu menggiring bola dengan kecepatan tinggi dan mampu berpindah posisi dengan kecepatan tinggi juga dalam permainan sepak bola. Salah satu faktor kondisi fisik yang menunjang kemampuan seseorang dalam menggiring bola adalah kelincahan dan kecepatan.

Identifikasi Masalah

Pembatasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Teknik Dasar Dribble Bola

Menurut Sukatamsi Dribbling, bola diartikan sebagai suatu gerakan berlari yang menggunakan kaki untuk mendorong bola agar menggelinding terus menerus di atas tanah. Sedangkan Engkos Kosasih (1994:94) berpendapat bahwa menggiring bola berarti berlari dengan bola atau membawa bola dengan kaki. Dari pernyataan tersebut kecepatan menggiring bola dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan kakinya dan mendorong bola agar terus menggelinding di tanah secepat mungkin.

Luxbacher (2004:47) menyatakan bahwa menggiring bola dalam sepak bola mempunyai fungsi yang sama dengan bola basket, yaitu memungkinkan pemain menahan bola sambil berlari melewati lawan atau maju ke ruang terbuka. Pemain dapat menggunakan berbagai bagian kaki (bagian dalam, luar, punggung, telapak kaki) untuk mengontrol bola sambil terus menggiring bola dan pernah dikatakan oleh Robert Koger (2004:28) bahwa menggiring bola adalah menggerakkan bola dari suatu titik ke titik. yang lain di lapangan menggunakan kaki Anda. Pemain dapat mengembangkan gayanya sendiri atau melakukan improvisasi ketika berlari melawan lawan atau membuka pertahanan lawan, karena menurut Mielke (2003:1) ketika pemain telah menguasai keterampilan menggiring bola secara efektif maka kontribusinya dalam pertandingan akan sangat besar.

Teknik Pelaksanaan Dribble Bola

Prinsip-prinsip menggiring bola di atas harus benar-benar dipahami dan dipahami agar pemain benar-benar dapat menampilkan teknik gerak dengan sangat terampil sehingga dapat melakukan teknik individu yang baik dan enak dilihat. Setiap pemain atau tim berusaha untuk menguasai bola, karena dengan menguasai bola Anda dapat dengan mudah mencetak gol. Setelah bola dikuasai, pemain atau tim akan berusaha memastikan bola tidak hilang atau mudah ditangkap lawan.

Tujuan Dribble Bola

Mata selalu terfokus pada bola, sehingga dalam permainan pemain tidak melihat keadaan di lapangan secara keseluruhan. Jika ingin tetap menguasai bola, simpanlah jika tidak ada kemungkinan atau peluang untuk segera mengopernya kepada teman. Untuk bisa menguasai bola dengan baik, Anda harus mengetahui terlebih dahulu cara menendang dan mengontrol bola dengan baik.

Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan mampu menggiring bola dengan baik apabila ia tidak bisa menendang dan menguasai bola dengan baik.

Macam-macam Teknik Dribble Bola

  • Dribble Bola Menggunakan Kura-Kura Kaki Bagian Dalam (punggung kaki)
  • Dribble Bola Menggunakan Kura-Kura Kaki Bagian Luar

Posisi kaki saat menggiring bola sama dengan posisi kaki saat menendang bola dengan bagian dalam kaki. Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak diayunkan seperti pada teknik menendang, namun setiap langkahnya teratur memukul atau mendorong bola ke depan dan bola harus selalu berada dekat dengan kaki agar bola mudah dikuasai dan tidak mudah ditangkap. oleh bola. lawan. Saat lawan menggiring bola, lutut Anda harus sedikit ditekuk dan saat kaki Anda menyentuh bola, mata Anda melihat ke arah bola dan kemudian ke situasi di lapangan.

Mengubah arah atau berbelok ke kiri atau ke kanan berarti menghindari bola dari lawan, karena dengan cara ini tubuh pemain yang menggiring bola dapat menutup atau membatasi jarak antara lawan dan bola. Posisi kaki untuk menggiring bola sama dengan posisi kaki saat menendang bola dengan bagian luar kaki. Setiap langkah teratur dengan bagian luar kaki kanan atau kiri mendorong bola ke depan dan bola harus selalu berada dekat dengan kaki.

Gambar 1.Dribble Bola Menggunakan Kura-Kura Kaki Bagian Dalam
Gambar 1.Dribble Bola Menggunakan Kura-Kura Kaki Bagian Dalam

Kecepatan Dribble Bola

Oleh karena itu, kecepatan penanganan bola dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan kakinya dan mendorong bola agar terus menggelinding di permukaan tanah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kecepatan bola dalam menggiring bola dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan kakinya dan mendorong bola agar menggelinding terus menerus di lantai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Harsono (1988: 208). Menurut Rubiant Hadi (2007:91), syarat-syarat dalam melakukan latihan kecepatan adalah sebagai berikut: 1) Latihan kecepatan harus dilakukan dengan usaha yang maksimal.

Menurut Remmy Muchtar (1992:87), latihan kecepatan yang masih bersifat umum dilakukan dalam bentuk lari dan bersamaan dengan latihan reaksi. Latihan kecepatan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : 1) Latihan kecepatan dilakukan pada awal satuan latihan pada saat otot masih segar. Selain itu, agar latihan kecepatan lebih efektif diperlukan rangsangan atau rangsangan seperti isyarat tepuk tangan, bunyi peluit, atau bunyi perintah start yang juga melatih reaksi pemain.

Unsur Kondisi Fisik

  • Daya tahan (endurance)
  • Kekuatan (strength)
  • Kecepatan (speed)
  • Daya Lentur (flexibility)
  • Koordinasi (coordination)
  • Konsep Dasar Latihan

Faktor yang mempengaruhi daya tahan tubuh adalah kemampuan maksimal dalam memenuhi konsumsi oksigen yang ditandai dengan VO2 max. Menurut Rusli L (1999:66) kekuatan merupakan komponen yang sangat penting untuk meningkatkan kondisi fisik seseorang secara keseluruhan. Rusli Lutan (1999:74) Kecepatan adalah kemampuan berjalan, berlari atau bergerak dengan sangat cepat seperti keterampilan lainnya.

Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan suatu gerakan atau serangkaian gerakan secepat mungkin sebagai respons terhadap rangsangan. Menurut Rusli Lutan (1999:75), mobilitas adalah kemampuan melakukan gerakan sendi melalui jangkauan gerak yang luas. Ini adalah kemampuan manusia untuk secara efisien mengintegrasikan berbagai gerakan yang berbeda ke dalam satu pola gerakan.

Prinsip-Prinsip Latihan .1 Prinsip Latihan Kecepatan .1 Prinsip Latihan Kecepatan

  • Prinsip Overload
  • Prinsip Peningkatan beban Terus Menerus dan Progresif

Pembinaan menyeluruh merupakan salah satu prinsip latihan yang harus diperhatikan terutama bagi atlet pemula yang baru terjun dalam suatu kegiatan olahraga. Beban latihan adalah banyaknya aktivitas dengan intensitas, volume, durasi, dan frekuensi yang harus dilakukan seorang atlet selama periode waktu tertentu untuk meningkatkan kapasitas fungsional sistem organ tubuh agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. sesuai dengan tujuan latihan, penambahan beban sebaiknya dilakukan bertahap dan bertahap. Mulailah dengan beban yang rendah dan lanjutkan dengan beban yang lebih tinggi, bukan sebaliknya, Anda mendapat beban yang berat di awal latihan, kemudian lambat laun beban latihannya menjadi lebih sedikit.

Menurut Nala (1998:34), yang dimaksud dengan beban latihan tidak selalu bersifat kuantitatif, tetapi mencakup kuantitatif dan kualitatif. Beban latihan ini bersifat kuantitatif, beban latihan dapat berupa beban yang akan diangkat, jumlah repetisi, set, lama istirahat per set, kecepatan, frekuensi per minggu, dan lain-lain. Mutu beban latihan dapat berupa persentase intensitas latihan, berapa persentase beban latihan yang diambil pada awal latihan, dan berapa persentase peningkatannya.

Faktor-Faktor Latihan

  • Persiapan Fisik
  • Persiapan Teknik
  • Persiapan Taktik
  • Persiapan Psikologis

Persiapan teknik adalah keterampilan menguasai teknik-teknik gerak yang diperlukan agar atlet mampu melakukan gerakan-gerakan pada cabang olahraga yang digelutinya, misalnya teknik memukul bola, menggiring bola, menerima bola, dan lain-lain. Latihan teknik ditujukan pada pembentukan dan pengembangan kebiasaan atau perkembangan motorik (syaraf otot), penyempurnaan teknik gerak sangat penting karena akan menentukan gerak secara keseluruhan. Memberikan teori dasar terkait pengetahuan teori taktis dengan mempertimbangkan model sistem pertandingan, pengetahuan aturan permainan dan kompetisi, serta pengaruh latihan terhadap pertandingan.

Menurut Harsono, latihan mental merupakan latihan yang lebih memperhatikan perkembangan kematangan atlet, serta perkembangan emosi dan impulsif, guna meningkatkan mental atlet, terutama jika atlet berada dalam situasi stres yang kompleks. Pembentukan mental yang tinggi merupakan kemampuan atlet dalam menghadapi situasi sulit dan kurang menguntungkan dengan penuh kesabaran dan pengertian. Secara umum kesalahan yang dilakukan pelatih adalah mengabaikan faktor psikologis yang sebenarnya sangat penting karena pelatih hanya fokus pada persiapan fisik, teknik, dan taktik.

Komponen-Komponen Latihan

  • Intensitas Latihan
  • Volume Latihan
  • Durasi
  • Frekwensi Latihan
  • Ritme

Volume latihan yang digunakan dalam program latihan ini adalah jumlah set untuk melakukan latihan dribbling, yang meningkat seiring berjalannya waktu. Durasi latihan biasanya berbanding terbalik dengan intensitas latihan, jika intensitasnya tinggi maka durasi latihannya pendek dan sebaliknya. Frekuensi latihan adalah berapa kali Anda berlatih setiap minggu, seberapa cepat atau lambat suatu latihan dilakukan per set.

Irama juga merupakan sifat ritme latihan yang berkaitan dengan tinggi rendahnya tempo serta berat latihan dalam suatu set latihan.

Karakteristik Perkembangan Psikologi Usia anak 10-13 tahun

Anak mulai bisa membedakan arti senyuman dengan perilaku sosial lainnya, seperti marah (tidak suka mendengar suara keras) dan kasih sayang. Persyaratan sosial bagi perilaku sosial anak bergantung pada perbedaan ekspektasi budaya dan persyaratan dalam masyarakat tempat anak berkembang, juga bergantung pada usia dan tugas perkembangannya.

Latihan Men-dribble bola

  • Latihan Dribble Z-Pattern
  • Latihan Dribble X -Pattern

Dalam menggiring bola Z-Pola ini, sebuah lapangan dibatasi oleh 4 buah kerucut sebagai penanda luas dengan jarak total 20 meter yang masing-masing kerucut berjarak 5 meter dan garis diagonal sepanjang 10 meter berbentuk huruf Z. Penerapan Z- Pola menggiring bola diawali dengan perintah “start”. Pemain menggiring bola dari kerucut pertama dengan jarak 5 meter kemudian lurus menuju kerucut 2, kemudian mengelilingi kerucut kemudian bergerak secara diagonal menuju kerucut ketiga dan keempat dengan cara memutari kerucut tersebut. Kelebihan metode latihan dribbling dengan menggunakan metode latihan Z-Pattern antara lain unsur gerak badan dan kecepatan dribbling dapat ditingkatkan karena dalam latihan mengandung unsur ketangkasan, sedangkan kelemahan dari latihan dribbling Z-Pattern adalah perasaan pemain lelah. cepat karena berlari sambil terus menerus menguasai bola dalam waktu yang ditentukan.

X-Pattern Multi-Skill Ball Dribbling Training adalah suatu bentuk latihan untuk membantu meningkatkan kemampuan dribbling bola Anda. Selain itu latihan X-Pattern Multi-Skill juga bertujuan untuk meningkatkan ketangkasan gerak tubuh pada saat menggiring bola (Lee E. Brown, 2000:92). Kelebihan metode latihan menggiring bola dengan metode latihan X-Pattern Multi-Skill antara lain adanya unsur gerak badan dan kecepatan menggiring bola yang dapat ditingkatkan karena latihan tersebut mengandung unsur ketangkasan, sedangkan kelemahan dari X-Pattern Multi-Skill Latihan menggiring bola adalah pemain cepat merasa lelah dalam melakukan gerakan berlari sambil terus menerus mengontrol bola dalam waktu yang ditentukan.

Kerangka Berpikir

Hipotesis

Terdapat pengaruh latihan dribbling pola Z terhadap kecepatan dribbling pemain SSB Putra Bersemi KU 10-13 2018. .

Saran

Gambar

Gambar 1.Dribble Bola Menggunakan Kura-Kura Kaki Bagian Dalam
Gambar 2.Dribble Bola Menggunakan Kura-Kura Kaki Bagian Luar
Gambar 4 Pola Latihan X-Pattern Multi-Skill  Sumber: Lee E. Brwon (2000:92)

Referensi

Dokumen terkait

Dapat disimpulkan kedelapan variasi speed dribble race tersebut baik untuk meningkatkan kemampuan dribble sepakbola dan pada setiap speed dribble race mempunyai

Untuk itu penulis berkeinginan untuk dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak melalui penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus

Latihan kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan. Bentuk-bentuk latihan

Untuk mengetahui latihan mana yang lebih baik antara latihan Slalom Dribble dengan latihan Curving line trajectory terhadap peningkatan hasil kecepatan menggiring

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latihan apakah yang lebih berpengaruh antara latihan Berlari Slalom Dribble dan latihan Home Base Drill Terhadap

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan pengaruh latihan Relay dribble dengan cepat (X) terhadap kecepatan dribble (Y) pada Tim Ekstrakurikuler sepak bola Smk

Adapun bentuk latihan yang dapat meningkatkan kecepatan lari 200 meter antara lain adalah latihan interval untuk dapat memilih metode latihan tersebut dengan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan relay dribble dengan cepat terhadap kecepatan dribble pada ekstrakurikuler sepak bola SMK kehutanan