• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANCASILA: EVOLUSI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA INDONESIA

TI B@17_ Aisyah Safitri

Academic year: 2023

Membagikan "PANCASILA: EVOLUSI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA INDONESIA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PANCASILA: EVOLUSI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA INDONESIA

Aisyah Safitri, Dyah Febria Wardhani

Teknologi Informasi, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negri Antasari Banjarmasin

Jl. Pandarapan, Guntung Manggis, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Email: [email protected]

1. Pancasila dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Pancasila adalah perjanjian mulia yang muncul dari nilai-nilai budaya khas rakyat Indonesia dan merupakan jiwa bangsa. Ini berisi nilai-nilai filosofis dasar dan menjadi cara hidup nyata bangsa Indonesia[1]. Hukum Pancasila adalah hasil dari perjuangan panjang Indonesia untuk kemerdekaan dan pembangunan bangsa yang bebas, demokratis, adil, dan sejahtera. Ini memiliki landasan filosofis dan moral yang kuat yang berasal dari Pancasila sebagai fondasi negara Indonesia[2]. Pancasila terdiri dari lima sila dan merupakan sumber dari semua hukum dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Ini mendukung kekayaan rakyatnya, kebebasan beragama, menghormati keragaman, dan membangun negara yang demokratis[3]. Pancasila adalah ideologi unik yang mengakui dan melindungi hak-hak individu dan masyarakat baik di bidang ekonomi maupun politik. Ini memainkan peran penting dalam menegakkan supremasi hukum dan merupakan fondasi negara Indonesia[4]. Penerapan nilai-nilai Pancasila penting dalam mencegah dan meminimalkan radikalisme dan terorisme di Indonesia[5].

2. Pengembangan Konsep Pancasila dalam Era Republik Indonesia

Perkembangan konsep Pancasila di era Republik Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan dan perdebatan. Konsep ekonomi populis berbasis Pancasila telah diusulkan sebagai cara untuk mengatasi stabilitas dan ketidaksetaraan ekonomi[6]. Namun, implementasi konsep ini belum sepenuhnya terwujud, dengan investor asing masih mendominasi aspek ekonomi di Indonesia[7]. Kurangnya diskusi tentang sejarah dan dinamika Pancasila dalam pendidikan Pancasila juga telah diidentifikasi sebagai kelemahan[8]. Ada perdebatan mengenai legitimasi, pengakuan, dan pelembagaan pendidikan Pancasila, dengan dualisme legitimasi antara eksekutif dan legislatif, pengakuan yang tidak memadai, dan masalah dalam melembagakan nilai-nilai Pancasila[9]. Terlepas dari tantangan ini, Pancasila tetap menjadi fondasi penting bagi negara Indonesia, dengan nilai-nilai nasionalisme, demokrasi, dan keadilan sosial yang membimbing kebijakan nasional[10].

3. Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Nilai-Nilai Yang Tetap Relevan

Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan tetap relevan sebagai prinsip penuntun bagi bangsa. Ini memberikan dasar bagi norma dan nilai-nilai yang mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek sosial, ekonomi, hukum, dan budaya[11]. Namun, ada tantangan dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan negara. Lembaga- lembaga pemerintah perlu mencerminkan komitmen dan sikap Pancasila dalam

(2)

tindakannya untuk menjamin kelangsungan hidupnya sebagai kekuatan pemersatu dan pertahanan terhadap globalisasi. Upaya pelembagaan pendidikan Pancasila menghadapi tantangan dalam hal legitimasi, pengakuan, dan penempatan kelembagaan[12].

Menghidupkan kembali nilai-nilai mulia Pancasila sangat penting di era globalisasi, dan mata kuliah pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dapat berperan dalam memulihkan identitas bangsa Indonesia[8]. Membangun kembali nilai-nilai Pancasila dan mengintegrasikannya dengan kearifan lokal dapat membantu mencegah pengaruh negatif dari globalisasi[13].

Pancasila dianggap sebagai dasar negara dan nilai-nilainya tetap relevan dalam masyarakat Indonesia. Keberadaan nilai-nilai Pancasila dipandang sebagai kerangka acuan untuk sikap, perilaku, dan perbuatan seluruh warga negara[14]. Namun, ada kebutuhan untuk mengkonkretkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai ini untuk membangun karakter anak-anak bangsa[15]. Pancasila dipandang sebagai warisan luar biasa yang menyatukan keragaman bangsa Indonesia dan berfungsi sebagai pertahanan terhadap tantangan globalisasi[12]. Sistem pendidikan memainkan peran penting dalam menanamkan nilai- nilai Pancasila pada generasi muda, dengan pendidikan Pancasila menjadi mata pelajaran wajib di perguruan tinggi[16]. Upaya untuk memperkuat fondasi negara melalui konseling dan wacana telah dilakukan, khususnya menargetkan mahasiswa[17]. Penerapan nilai-nilai Pancasila di sekolah juga telah diamati, dengan Profil Siswa Pancasila berhasil diimplementasikan dalam satu lingkungan sekolah .

4. Masa Depan Pancasila: Pemeliharaan dan Peran di Abad ke-21

Pancasila menghadapi tantangan dan peluang di abad ke-21. Aliran globalisasi yang cepat menimbulkan ancaman terhadap erosi ideologi Pancasila dalam masyarakat Indonesia[18]. Namun, upaya sedang dilakukan untuk melestarikan dan mewariskan Pancasila kepada generasi berikutnya melalui penerapan Profil Siswa Pancasila di sekolah- sekolah[19]. Meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan, sangat penting dalam memelihara warga negara yang kompeten dan kompetitif. Muhammadiyah, aktor penting dalam merumuskan Pancasila, berkomitmen mempertahankan Pancasila sebagai basis negara. Masuknya budaya asing dan perkembangan teknologi semakin menantang pelaksanaan Pancasila[20]. Namun demikian, Pancasila memainkan peran penting dalam membentuk karakter kewarganegaraan mahasiswa melalui pendekatan berbasis nilai di universitas . Secara keseluruhan, sementara ada tantangan, ada juga peluang untuk memperkuat peran Pancasila dalam membentuk masyarakat Indonesia di abad ke-21.[21]

Upaya mempertahankan dan memperkuat Pancasila meliputi pemanfaatan modal sosial di masyarakat pedesaan, seperti ikatan kekerabatan, jejaring sosial, dan nilai-nilai kearifan lokal, untuk mensosialisasikan dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila[22]. Proyek Profil Siswa Pancasila di sekolah berfokus pada membangun karakter dan menanamkan kemampuan melalui pembelajaran intra-kurikuler dan ekstrakurikuler, proyek, dan pembiasaan serta melalui kolaborasi lintas disiplin dalam pendidikan[23]. Guru memainkan peran sentral dalam mengembangkan karakter siswa dalam profil siswa Pancasila, dan tanggapan siswa terhadap guru penting dalam menentukan kompetensi profesional mereka[24]. Pembelajaran online selama pandemi Covid-19 menimbulkan tantangan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila siswa, tetapi kegiatan keagamaan dapat efektif dalam memperkuat profil siswa Pancasila dalam dimensi kesalehan [25].

(3)

DAFTAR PUSTAKA

[1] K. D. & Vinsensius Nase, “ANALISIS INTEGRASI NILAI PANCASILA DALAM BUDAYA MANGGARAI,” J. Altern. Wacana Ilm. Interkultural, vol. 11, no. 2, Jul.

2023, doi: 10.60130/ja.v11i2.112.

[2] Divani Khaira Anggistya and Alisya Afifah Maulidina Putri Abdillah, “Negara Hukum Pancasila Dalam Konsepsi Prismatik,” J. Huk. dan Sos. Polit., vol. 1, no. 1, pp. 48–60, Feb. 2023, doi: 10.59581/jhsp-widyakarya.v1i1.236.

[3] M. A. Muqsith, V. L. Muzykant, R. G. Tayibnapis, and R. R. Pratomo,

“Revolutionizing Pancasila as the ideology of Indonesians,” Rudn J. Sociol., vol. 22, no. 4, pp. 860–871, Dec. 2022, doi: 10.22363/2313-2272-2022-22-4-860-871.

[4] Zaid Effendi, “PANCASILA SEBAGAI DASAR PEMBERANTASAN

KEJAHATAN KORPORASI DI INDONESIA,” J. EQUITABLE, vol. 8, no. 2, Jun.

2023, doi: 10.37859/jeq.v8i2.4706.

[5] S. D. Ariyani, “Is Moral Education Effective in Preventing Radicalism and

Terrorism?,” Indones. J. Count. Terror. Natl. Secur., vol. 2, no. 1, pp. 115–146, Jan.

2023, doi: 10.15294/ijctns.v2i1.66161.

[6] A. Baiza, “The Concept Of People’s Economy Based On Pancasila As Legistimation Of Economic Ideology In Indonesia,” Int. J. Econ. Manag. Rev., vol. 1, no. 2, pp. 15–

28, Jun. 2023, doi: 10.58765/ijemr.v1i2.119.

[7] I. G. N. Santika, I Made Kartika, I Gede Sujana, and Ni Made Adhi Dwindayani, “The Dynamic History of the Journey of Pancasila as the Foundation of the Indonesian State,” J. Sustain. Dev. Sci., vol. 5, no. 1, pp. 25–32, Jun. 2023, doi:

10.46650/jsds.5.1.1432.25-32.

[8] H. Hastangka and S. Ediyono, “Pancasila Education in Indonesia: The debate on Pancasila in the post reform era between legitimation, recognition, and

institutionalization during 2000-2021,” J. Civ. Media Kaji. Kewarganegaraan, vol. 20, no. 1, pp. 167–178, Apr. 2023, doi: 10.21831/jc.v20i1.59673.

[9] Anang Dony Irawan, Lady Nur Adibah, and Dyonny Infans Viri Toniek, “Pancasila Sebagai Ideologi Yang Khas Dan Identitas Bangsa Indonesia,” PACIVIC J. Pendidik.

Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. 3, no. 1, pp. 11–21, Apr. 2023, doi:

10.36456/p.v3i1.7191.

[10] Mutia Evi Kristhy, Alvin Abraham Shallom, and Nani Murni Perdamaian Zai,

“PANCASILA DALAM POLITIK HUKUM INDONESIA,” Gloria Justitia, vol. 3, no. 1, pp. 85–95, May 2023, doi: 10.25170/gloriajustitia.v3i1.4423.

[11] S. Z. Maulida, M. Xavier, and M. Elliot, “The Essence of Pancasila as the Foundation and Ideology of the State: The Values of Pancasila,” Int. J. Educ. Narrat., vol. 1, no. 2, pp. 84–92, Jul. 2023, doi: 10.55849/ijen.v1i2.303.

[12] A. A. Firmansyah, “FACTUAL REFLECTION OF PANCASILA AS THE BASIS OF THE STATE: UNIFIER AND DEFENSE OF THE INDONESIAN NATION,”

Progress. Law Rev., vol. 4, no. 02, pp. 79–83, Nov. 2022, doi: 10.36448/plr.v4i02.89.

[13] A. A. Julianty and D. A. Dewi, “REVITALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DI

(4)

ERA GLOBALISASI MELALUI PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI,” J. Pendidik. Sosiol. dan Hum., vol. 13, no. 2, p. 438, Oct. 2022, doi:

10.26418/j-psh.v13i2.54790.

[14] S. Suyahman, “AKTUALISASI NILAI PANCASILA SEBAGAI UPAYA

MEMBANGUN KARAKTER REMAJA DI DESA KERTONATAN KECAMATAN KARTASURA PADA PASCA MASA PANDEMI COVID-19,” Acad. Educ. J., vol.

14, no. 2, pp. 377–387, Jul. 2023, doi: 10.47200/aoej.v14i2.1633.

[15] Sandi Arifin, Mochamad Alif Kusumah, Hesti Melati, Syaif Ali Yusrifal, and Ratu Zahara Faradisha, “The Importance of Pancasila Education as Learning Material in Higher Education,” Indones. J. Educ. Sci. Technol., vol. 2, no. 2, pp. 207–214, Jun.

2023, doi: 10.55927/nurture.v2i2.4279.

[16] R. D. Adityo, “PENGUATAN DASAR NEGARA MELALUI PENYULUHAN PANCASILA PADA MAHASISWA,” DEVOSI, vol. 3, no. 2, pp. 1–5, Sep. 2022, doi:

10.33558/devosi.v3i2.4473.

[17] Gabriela Elsa Putri, Misnawati Misnawati, Dara Syahadah, Yustina Sari, Rustiana Ummy, and Ika Nurfitria, “Pengamalan Nilai Profil Pelajar Pancasila Dalam Proses Pembelajaran Pada Era Digital Di SMPN 6 Palangka Raya,” Cakrawala J. Pengabdi.

Masy. Glob., vol. 2, no. 1, pp. 171–190, Feb. 2023, doi: 10.30640/cakrawala.v2i1.635.

[18] Safitri Anggita Tunjung Sari, Misnawati Misnawati, Rusdiansyah Rusdiansyah, Lutfi Aji Taufandy, Sri Maya, and Riwi Nitiya, “Pancasila Sebagai Entitas Dan Identitas Bangsa Indonesia Dan Perwujudannya Di SMAN 5 Palangka Raya,” Cakrawala J.

Pengabdi. Masy. Glob., vol. 2, no. 1, pp. 152–170, Feb. 2023, doi:

10.30640/cakrawala.v2i1.634.

[19] E. Jayadiputra, A. A. Karim, S. Sapriya, and R. Rahmat, “The Pancasila and Civic Education curriculum model at 21st century,” J. Civ. Media Kaji. Kewarganegaraan, vol. 20, no. 1, pp. 65–74, Apr. 2023, doi: 10.21831/jc.v20i1.49455.

[20] C. S. Aprilia, E. K. Saputra, and H. Sari, “Peran Pancasila dalam Membentuk Karakter Kewarganegaraan bagi Mahasiswa,” IJOCE Indones. J. Civ. Educ., vol. 2, no. 2, pp.

51–55, Jun. 2022, doi: 10.31539/ijoce.v2i2.3857.

[21] S. N. Hudjolly and R. S. Dewi, “Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Pancasila Ideology in Political Education Programs,” vol. 2, no. 2, p. 793, 2023.

[22] M. Masrukhi, “Efforts to strengthen the resilience of the Pancasila ideology among the village community,” JPPI (Jurnal Penelit. Pendidik. Indones., vol. 9, no. 2, p. 921, Jun. 2023, doi: 10.29210/020231790.

[23] A. Islamy, “Moderasi Beragama Dalam Ideologi Pancasila,” POROS ONIM J. Sos.

Keagamaan, vol. 3, no. 1, pp. 18–30, Jun. 2022, doi: 10.53491/porosonim.v3i1.333.

[24] A. D. A. Sriyono, R. Rusijono, and K. Karwanto, “Student Response to Teachers in the Implementation of Pancasila Student Profile Strengthening Project,” Edunesia J. Ilm.

Pendidik., vol. 4, no. 2, pp. 722–733, Apr. 2023, doi: 10.51276/edu.v4i2.343.

[25] F. Nurdyansyah et al., “Indonesian Character Building Strategy: Planning the Pancasila Student Profile Strengthening Project in Kurikulum Merdeka,” KnE Soc.

Sci., Dec. 2022, doi: 10.18502/kss.v7i19.12456.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

1.1 1.2 1.3 1.4 Menjelaskan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara Menguraikan nilai- nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara

Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan Pancasila pada hakikatnya merupakan dasar falsafah dan Ideologi negara yang diharapkan menjadi pendangan hidup bangsa Indonesia

Pancasila sebagai Dasar Negara, sebagai ideologi Negara, serta pandangan hidup bangsa, memiliki nilai-nilai luhur yang merupakan penjelmaan dari seluruh jiwa manusia Indonesia.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA.

Rany: “Ok… Sekarang kesimpulannya adalah Pancasila sebagai dasar filsafat negara, secara obyektif diangkat dari pandangan hidup dan filsafat hidup bangsa

Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar negara mempunyai kekuatan hukum yang mengikat para penyelenggara negara, para pimpinan pemerintahan dan seluruh rakyat Indonesia

Perumusan Pancasila hasil Panitia 9 Diterimanya secara aklamasi pidato Soekarno, menjadikan BPUPKI telah berhasil memiliki rancangan dasar negara Republik Indonesia.. Untuk membahas

Kelompok 1 Pancasila sebagai sistem filsafat, ideologi dan dasar negara 13 October 2021 Kelompok 2 IDENTITAS NASIOANAL DAN MULTIKULTURALISME 27 October 2021 Kelompok 3 KONSTITUSI DAN