• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANGAN, GIZI, DAN PRODUKTIVITAS KERJA - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PANGAN, GIZI, DAN PRODUKTIVITAS KERJA - Spada UNS"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PANGAN, GIZI, DAN

PRODUKTIVITAS KERJA

(2)

PANGAN

Keragaman pangan

dipengaruhi oleh dua faktor : Faktor Internal

a.pendapatan

b.pengetahuan gizi c. budaya dan religi d.preferensi

Faktor Eksternal

a.produksi

b.Ketersediaan c. distribusi bahan

makanan.

1.

2.

(3)

GIZI

Gizi mengacu pada makanan yang dibutuhkan untuk menjaga suatu organisme tumbuh, sehat dan layak.

Pentingnya gizi yang dibutuhkan untuk fungsi optimal dan kesehatan tubuh tidak bisa terlalu ditekankan. Dengan mengambil makanan yang cukup dan sehat, seseorang dapat mencegah berbagai masalah kesehatan.

Pemeriksaan status gizi masyarakat, pada prinsipnya

merupakan upaya untuk mencari kasus dalam masyarakat,

terutama mereka yang terbilang golongan rentan seperti

balita (Devi, 2010).

(4)

Gizi yang dikonsusmsi akan mempengaruhi tubuh manusia.

Menurut Rismayanthi (2015) energi yang akan digunakan untuk kinerja dihasilkan dari proses metabolisme bahan

makanan sehari-hari. • Karbohidrat (50-

65% dari total energi),

• Protein (10-20%

dari total energi),

• Lemak (20-30%

dari total energi),

• Vitamin,

• Mineral,

• Air, dan

• Serat makanan.

Pangan seimbang yang

sebaiknya dikonsumsi harus mengandung :

(5)

PRODUKTIVITAS KERJA

DINNER SPECIAL

Produktivitas merupakan kualitas, keadaan, atau fakta yang mampu menghasilkan, membuat, meningkatkan, atau mendatangkan barang dan jasa. Dalam konteks ini, mengacu pada rasio hasil atau keluaran dengan potensi individu.

Produktivitas adalah konsep yang terkait dengan

lingkungan dan kondisi kerja, serta kemampuan

individu untuk mengatur, mengelola, dan

menerjemahkan waktu kerja menjadi produk atau

layanan (Udonwa dan Iyam, 2015).

(6)

Gizi Kerja

meningkatkan

produktivitas setinggi tingginya.

TUJUAN

Merupakan gizi yang

diperlukan oleh tenaga kerja untuk melakukan

suatu pekerjaan sesuai

dengan jenis pekerjaan dan beban kerjanya.

• Kebutuhan gizi seorang pekerja akan meningkat sesuai dengan peningkatan kerja fisik yang dilakukan.

• Pekerja yang tidak mendapatkan energy yang cukup akan menjadi tidak produktif.

(7)

Pentingnya Gizi Kerja

2.

1.

3.

Status gizi mempunyai korelasi positif dengan kualitas fisik manusia. Makin baik status gizi seseorang semakin baik kualitas fisiknya.

Cukup gizi akan berpengaruh pada :

• mencegah morbiditas,

• menurunkan angka absensi

• meningkatkan produktivitas kerja

Menentukan prestasi kerja tenaga kerja

(8)

Data Antropometri Aktivitas rutin

Hasil Laboratorium

Faktor Kebutuhan Gizi

Umur

Jenis kelamin Gambaran klinis seseorang

Pengkategorian tingkat aktivitas fisik dengan nilai physical activity level (PAL) dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Ringan = 1,4 ≤ PAL ≤ 1,69 2. Sedang = 1,7 ≤ PAL ≤ 1,99 3. Berat = 2 ≤ PAL ≤ 2,4

(9)

Faktor Status Gizi Tenaga Kerja

Faktor ekonomi

Penghasilan keluarga akan turut menentukan hidangan yang disajikan untuk keluarga sehari- hari.

Faktor pengetahuan tentang gizi

dapat membantu keluarga memilih makanan bergizi,murah dan dapat menjadi selera untuk semua anggota keluarga.

Faktor prasangka buruk terhadap bahan makanan tertentu

Adanya orang berpikiran salah dengan menganggap bila makan sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral akan menurunkan harkat keluarga.

Faktor fadhisme

Kesukaan yang berlebihan terhadap jenis makanan tertentu, yaitu kesukaan yang berlebihan terhadap jenis makanan tertentu.

1 2

3

4

Faktor-faktor lingkungan kerja

pengaruh yang sangat nyata terhadap keadaan gizi tenaga kerja yang berlebihan maka penggunaan cadangan energipun akan bertambah besar.

5

(10)

Kekurangan Nilai Gizi

Pertahanan tubuh terhadap penyakit menurun, kemampuan

fisik kurang

Berat badan menurun

Badan menjadi kurus

Muka pucat kurang bersemangat

Kurang motivasi

Bereaksi lamban

Apatis, dll.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

(11)

Penilaian Status Gizi

• Indeks Antropometri

1. Berat badan menurut umur (BB/U) 2. Tinggi badan menurut umur (TB/U)

3. Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) 4. Lingkar lengan atau menurut umur (LLA/U)

• Indeks Massa Tubuh

1. Kurus,

a. Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0

b. Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0-18,4 2. Normal (18,5-25,0)

3. Gemuk

a. Kelebihan berat badan tingkat ringan, 25,1-27,0 b. Kelebihan berat badan tingkat berat, > 27,0

• Klinis

Didasarkan pada perubahan” yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan gizi.

• Biokimia

pemeriksaan dengan specimen yang diuji secara laboratoris.

(12)

Standar Penyediaan Gizi

Karbohidrat (50-65% dari

total energi)

Protein (10-20% dari

total energi)

Lemak (20-30% dari

total energi

1 2 3

Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta zat-zat lain dalam tubuh perlu diperhatikan proporsinya agar seimbang.

(13)

Faktor Produktivitas Tenaga Kerja

2 3 4 5 1

Pendidikan Masa Kerja

Status Kesehatan Umur

Jenis Kelamin

6

Gangguan Lingkungan Kerja
(14)

Penilaian Produktivitas Tenaga Kerja

Penilaian Produktivitas Tenaga Kerja :

Rpo = K/M Keterangan :

• Rpo = rasio produktivitas,

• K = kuantitas (output) barang yang dihasilkan

• M = jumlah jam kerja per orang.

(15)

Thank you

Kelompok 4

Referensi

Dokumen terkait

Data yang dianalisis secara deskriptif meliputi data karakteristik anak berupa (jenis kelamin, umur, dan status gizi yang dihitung berdasarkan indeks

FARAH AZIIZA. Analisis Aktivitas Fisik, Konsumsi Pangan, dan Status Gizi dengan Produktivitas Kerja Pekerja Wanita di Industri Konveksi. Dibawah bimbingan dr. Vera Uripi dan Dr.

Jadi, dapat diketahui bahwa motivasi dan gizi itu akan mempengaruhi kebugaran jasmani seseorang karena dengan motivasi dan gizi yang baik maka seseorang akan

Berat Badan merupakan salah satu antropometri yang memberikan gambaran tentang massa tubuh (otot dan lemak), menggambarkan status gizi seseorang saat ini (

Data yang dianalisis secara deskriptif meliputi data karakteristik anak berupa (jenis kelamin, umur, dan status gizi yang dihitung berdasarkan indeks

Jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan sekunder, data primer meliputi identitas sampel penelitian nama, umur, jenis kelamin, agama, alamat, dan konsumsi zat gizi makro

Pengertian Zat Gizi 3  Komponen kimia dalam makanan yang digunakan tubuh sebagai sumber energi serta membantu pertumbuhan, perbaikan dan membantu perawatan pada sel-sel tubuh

, FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN MIKROBIA PADA PANGAN FAKTOR INTRINSIK : Komposisi bahan nutrisi, senyawa antimikrobia alami, Aktivitas air, Keasaman pH, Potensial