PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Standar pemeriksaan juga mempengaruhi perilaku dan etika seorang auditor yang dapat dilihat dari profesionalisme dan independensinya serta daya saing seorang auditor dalam melaksanakan tugasnya di Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan pengamatan peneliti inspektorat di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan perilaku dan etika yang baik dengan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan SDM auditor.
TINJAUAN PUSTAKA
Teori Perilaku Terencana
Teori perilaku terencana mencakup keyakinan yang memengaruhi sikap terhadap perilaku tertentu pada norma subjektif dan kontrol perilaku yang diinternalisasi. Norma subyektif adalah seberapa besar seseorang memiliki motivasi atau dorongan untuk mengikuti pandangan orang lain terhadap perilaku yang akan dilakukan.
Hubungan Theory of Planned Behavior
Audit internal tentunya memiliki lingkungan kerja yang berbeda dengan lembaga audit atau lembaga lainnya. Oleh karena itu, audit internal memiliki peran dan cara pandang yang berbeda terhadap lingkungan kerja.
Akuntansi Keperilakuan
Lingkungan kerja berkaitan dengan keyakinan normatif, dimana dijelaskan bahwa keyakinan normatif berhubungan langsung dengan pengaruh lingkungan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi itu sendiri dipengaruhi oleh perilaku individu dalam bersikap dan berperilaku.
Tujuan Akuntansi Keperilakuan
Ruang Lingkup Akuntansi Keperilakuan
Hubungan Kompetensi dengan Kinerja Auditor
Dari beberapa penjelasan mengenai kompetensi di atas, terlihat jelas bagaimana auditor harus memiliki kompetensi dan pengetahuan teknis tentang audit yang dilakukannya agar terhindar dari risiko salah saji dan mampu memberikan bukti yang memadai atas apa yang dilakukannya.
Hubungan Akuntabel dengan Kinerja Auditor
Hubungan Perilaku Profesional dengan Kinerja Audito
Oleh karena itu, dapat dikatakan profesionalisme adalah sikap tanggung jawab seorang auditor untuk menyelesaikan pekerjaan auditnya sesuai dengan etika profesi yang ada agar hasil kinerja tercapai sesuai dengan yang diharapkan dan memaksimalkan kinerja agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari untuk apa dan bagaimana suatu perusahaan. auditor memang memiliki.
Audit Internal
Definisi tersebut menurut Sawyer dengan jelas menjelaskan bahwa audit internal merupakan tonggak utama dalam mendukung efektivitas suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Uraian di atas menunjukkan bahwa audit internal memberikan kontribusi terhadap operasi dan pengendalian secara objektif dan sistematis dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam suatu audit, seorang auditor memiliki fungsi dan tanggung jawab yang penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan audit internal.
Kualifikasi yang dibutuhkan auditor internal tidak harus auditor internal, tetapi juga teknisi, tenaga pemasaran, insinyur produksi dan tenaga lain yang memiliki pengetahuan dan pengalaman operasi organisasi sehingga memenuhi syarat untuk melakukan audit internal.
Kecurangan (Fraud)
Pendapat lain juga dikemukakan oleh berbagai ahli yang mendukung penelitian terkait seringnya menyontek. Fraud memiliki beberapa jenis dalam hal ini untuk memudahkan dalam mendeteksi dan menganalisis jenis-jenis fraud yang sering terjadi. Adanya nilai dan norma dapat membantu terciptanya budaya kejujuran dan etika yang tinggi bagi seorang auditor agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga dapat mematuhi kode etik yang ada.
Dalam hal ini, manajemen dan dewan direksi bertindak sebagai pedoman bagi karyawannya dan tidak menerima karyawan yang tidak menerima kejujuran dan perilaku etis.
Pengaruh Korupsi
Pada tahun 1999, korupsi adalah perbuatan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau perusahaan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Korupsi juga diartikan sebagai perbuatan seseorang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu perusahaan. Juga menyalahgunakan wewenang, kesempatan atau sumber daya yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Sehingga akan berdampak pada pembangunan ekonomi suatu negara dan menimbulkan banyak masalah di bidang ekonomi, antara lain: berkurangnya produktivitas dan lambatnya pertumbuhan ekonomi, rendahnya kualitas barang dan jasa yang dihasilkan untuk masyarakat, berkurangnya tingkat pendapatan suatu negara. , berkurangnya kepercayaan investor, keterbelakangan ekonomi negara.
Etika Auditor
Perbuatan korupsi akan menghambat jalannya kegiatan ekonomi di suatu negara, karena pelaku ekonomi akan merasa dirugikan dan membuat mereka tidak melakukan kegiatan ekonomi. Pelaksanaan audit harus mengacu pada Standar Auditing dan Kode Etik yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses audit. Hal inilah yang membuat seorang auditor mengetahui kode etik dan perilaku yang mereka tunjukkan terhadap setiap penyelesaian risiko, sehingga etika auditor bukan sekedar aturan atau formalitas yang tidak dilakukan oleh seorang auditor.
Kerangka Pikir
Berdasarkan judul yang diangkat oleh penulis “Etika dan Analisis Perilaku Auditor Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) di Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan”, maka penelitian ini dilakukan di Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengumpulkan data yang akan diperoleh. Oleh karena itu, Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan selaku internal audit Provinsi Sulawesi Selatan bertujuan untuk mencari jawaban atas tujuan penelitian ini. Wawancara dalam penelitian ini merupakan proses tanya jawab atau diskusi antara peneliti dengan informan yang menjadi narasumber.
Penelitian ini dilakukan dalam setting yang natural, sehingga tidak ada batasan dalam menginterpretasikan atau memahami fenomena yang diteliti.
Metode Analisis
Mencari data dan menggabungkan makna pernyataan yang dirasakan oleh informan dengan mendatarkan, artinya setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan sama. Selanjutnya, pernyataan-pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pernyataan, serta pernyataan-pernyataan yang berulang atau tumpang tindih, dihilangkan sehingga hanya menyisakan horizon (makna tekstur dan unsur-unsur pembentuk atau pembentuk fenomena) yang tidak mengalami penyimpangan. Selain itu, peneliti mengembangkan deskripsi fenomena yang komprehensif untuk menemukan esensi dari fenomena tersebut.
Peneliti kemudian memberikan penjelasan naratif tentang esensi dari fenomena yang diteliti dan memperoleh makna dari pengalaman informan terhadap fenomena tersebut.
Definisi Operasional
Jadwal Penelitian
Dalam menjalankan tugasnya, pemeriksa menunjukkan perlawanan terhadap tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat. Hal ini sejalan dengan fungsi auditor dalam memberikan saran untuk mengukur dan memverifikasi efektivitas sistem pengendalian internal. Dari pengamatan peneliti Inspektorat Propinsi Sulawesi Selatan terlihat jelas bahwa etika dan perilaku auditor mendapat tanggapan positif terhadap teori yang dikemukakan oleh (Azjen.1975), berikut ini.
Jawab: Pengertian standar auditing bagi seorang akuntan adalah pertama akuntabilitas, kedua transparansi, integritas lanjutan, profesionalisme sebagai akuntan dalam melaksanakan tugas auditnya.
PEMBAHASAN
Dasar Hukum organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Teknis Daerah dan Instansi lain di Provinsi Sulawesi Selatan disebutkan bahwa Inspektorat mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan tugas di bidang pengawasan berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Penyusunan peraturan daerah tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 64 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Struktur Organisasi
Tugas utama inspektur adalah melaksanakan urusan pengawasan sesuai dengan asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan pengelolaan bersama. Sekretaris, bertugas menyiapkan bahan koordinasi pengawasan dan pelayanan administratif dan fungsional kepada seluruh unsur di lingkungan Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan dan kabupaten/kota. Subbagian Tata Usaha Umum mempunyai tugas menangani urusan kepegawaian, keuangan dan tata usaha persuratan dan kerumahtanggaan.
Bagian Pengawasan (Pembangunan, Tata Kelola dan Kemasyarakatan) bertugas mengawasi urusan pemerintahan daerah dan perkara banding sesuai dengan wilayah kerjanya, dengan uraian tugas sebagai berikut.
Fungsi Organisasi
Visi Organisasi
Misi Organisasi
Nilai Organisasi
Ketika mengendalikan perilaku auditor dalam menangani kasus korupsi, penyidik mewawancarai informan perilaku dan etika yang menunjukkan tanggapan auditor. Alasan lain yang mendukung seorang akuntan akuntabel, yang kedua adalah transparansi, integritas dan profesionalisme. Alasan lain juga dikemukakan oleh informan kedua yang mengartikan kode deontologis sebagai sanksi bagi seorang auditor jika melakukan kesalahan dalam menjalankan tugasnya.
Sedangkan auditor inspektorat provinsi Sulawesi Selatan dalam menjalankan tugas profesionalnya berpedoman pada kode etik dan standar auditing yang ditetapkan sebagai pedoman dan prinsip yang diacu dalam pelaksanaan tugasnya sesuai dengan etika dan profesionalisme yang berlaku. . Fokus penelitian ini adalah untuk melihat perilaku dan etik tanggapan positif atau negatif auditor di Inspektorat Sulawesi Selatan terhadap tindak pidana korupsi yang terjadi karena faktor ekonomi, gaya hidup dan keserakahan. Respon positif diberikan jika auditor melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi tindak pidana korupsi dengan mengikuti pelatihan dan disiplin memahami tugas-tugas auditor yang tertuang dalam kode etik auditor.
Tujuan Sasaran Organisasi
Kebijakan dan Program Organisasi
Kebijakan utama yang ditempuh untuk mengefektifkan pencapaian visi dan misi inspektorat provinsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya adalah kebijakan peningkatan kinerja SKPD, kebijakan peningkatan kualitas profesional aparatur negara dan kebijakan peningkatan kelembagaan pemerintahan dan penataan manajemen. . Selain sebagai langkah strategis, program ini juga akan menggambarkan keadaan Inspektorat yang ingin dicapai, yang merupakan langkah dalam mencapai visi dan misi yang diembannya, sebagai berikut. Dalam kebijakan tersebut terdapat program peningkatan profesionalisme aparat pengawas dan pengawas untuk meningkatkan kualitas aparat pengawas di bidang manajemen umum dan manajemen pemerintahan, keterampilan dan kompetensi khusus serta kepemimpinan yang berkelanjutan.
Program ini juga melakukan presentasi secara reguler. hasil pemantauan yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam mengambil keputusan atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.
Hasil Penelitian
- Hasil Analisis Theory of Behavior pada Auditor
- Analisis Kompetensi dan Kinerja Auditor terhadap Kasus
- Hasil Analisis Standar Audit dengan Etika Auditor
- Hasil Analisis Pencegahan Tindak Pidana Korupsi
Dari hasil wawancara dan observasi langsung oleh peneliti pada auditor inspektorat Sulawesi Selatan, sudah sesuai dengan perilaku dan etika seorang auditor yang harus percaya diri dalam melakukan evaluasi diri terhadap hasil perilaku serta untuk memastikan bahwa perilaku dan motivasi yang diharapkan sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh auditor sehingga tidak ada faktor yang menghambat perilaku auditor dalam pelaksanaan tugasnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan membuktikan bahwa seorang auditor harus memiliki etika dan perilaku yang independen sehingga tidak terpengaruh oleh pihak lain dan bersikap netral dalam menjalankan tugasnya. Berdasarkan hasil wawancara dan jawaban para informan tersebut membuktikan bahwa standar auditing mempunyai arti penting bagi seorang auditor terutama dalam pelaksanaan tugasnya menggunakan standar auditing sebagai acuan.
Jawab: Jadi seorang auditor memiliki standar audit, dimana standar audit tersebut ditentukan oleh Asosiasi Independen Auditor Pemerintah Indonesia atau standar yang dikeluarkan oleh Komite Audit APIP.
PENUTUP
Saran
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan wawancara mendalam tentang etika dan perilaku auditor sesuai dengan kode etik dan standar auditor dalam pelaksanaan tugasnya terhadap pihak terkait. Etika dan perilaku yang ditampilkan oleh auditor di Inspektorat Sulsel terhadap tindak pidana korupsi diharapkan dapat memotivasi inspektorat dan lembaga lainnya untuk menjalankan tugasnya, khususnya pencegahan korupsi di negeri ini.
Keterbatasan Penelitian
Jawab: Padahal kalau tugas pokok auditor adalah audit keuangan, artinya kalau auditor tidak mau mengaudit kasus fraud sebenarnya tidak mungkin karena lari dari tugas pokoknya, tapi kalau kita Di Sini. Selama ada perintah dari pimpinan akan kami laksanakan sebagai auditor dan tidak boleh menolak, ini yang disebut konsekuensi dari jabatan anda, artinya jika ingin menduduki jabatan auditor tidak boleh menolak. mau anu kalau saya tidak mau, karena ada perintah dari pimpinan disebut pelanggaran tanpa integritas, kalau kita berintegritas kita sebut integritas, jadi setiap ada perintah dari pimpinan. , kita harus melaksanakannya, kita tidak bisa menolaknya. Namun yang terpenting adalah kompetensi dan keahliannya, minimal memiliki sertifikasi, artinya auditor disini tidak bisa diangkat sebagai auditor jika tidak memiliki sertifikasi. Jawab: Padahal kalau kita di pemerintahan, ini cara yang efektif untuk mencegah korupsi, paling tidak kita harus menanyakan tentang kesejahteraan seorang auditor, karena auditor dituntut keahliannya, misalnya dari segi pendapatan saja sudah cukup. . mengukur, sebagai ASN, dia tidak akan melakukan korupsi karena atau penipuan, istilahnya termasuk untuk Sekarang kita memiliki tim yang disebut kode etik, artinya jika dia melanggar akan dikenakan sanksi, baik kode etik sebagai auditor maupun menurut terhadap kode etik, dia terkena pelanggaran hukuman disiplin oleh seorang ASN bukan? dengan auditee “(orang yang diperiksa/diaudit)” dikenakan sanksi, misalnya kita disini kadang-kadang kalau misalnya kita melakukan kecurangan pada auditee atau kalau misalnya kerjasama yang diaudit tidak dijadwalkan tiga bulan, kita akan diberikan efek, jika demikian.
Jawab: Kami ada yang namanya pelatihan pengembangan staf, jadi kalau saya akuntan, ada substansi yang berhubungan dengan tugas pokok akuntan, misalnya audit barang milik daerah, audit. pengadaan barang dan jasa serta audit lainnya.