VOLUME V, NOMOR 1, JULI 2016
JURNAL FARMASI UDAYANA
VOLUME V NOMOR 1 HALAMAN 1-45 EDISI JULI 2016
INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2016 i Vol 5 No 1
JURNAL FARMASI UDAYANA
INFORMASI BAGI PENULIS DAFTAR ISI
• Deskripsi
• Pembaca
• Editor
• Petunjuk Penulisan
DESKRIPSI
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat.
Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat.
PEMBACA
Ilmuwan di bidang kimia medisinal, farmasetika dan biofarmasetika, farmakologi, kimia analisis, farmakologi klinik, mikrobiologi, bioteknologi, kimia dan statistika
EDITOR
Penanggung jawab : Drs. Ida Bagus Made Suaskara, M.Si Pengarah : Drs. I Made Satriya Wibawa, M.Si
Anak Agung Bawa Putra, S.Si., M.Si Dr.rer.nat. IMAG. Wirasauta, M.Si., Apt
Editor :
Ketua Dewan Redaksi : Cokorda Istri Sri Arisanti, S.Farm., M.Si., Apt Wakil Dewan Redaksi : Ni Kadek Warditiani, S.Farm., M.Sc., Apt Mitra Bestari:
Ketua : Luh Putu Febryana Larasanty, S.Farm.,M.Sc., Apt Anggota:
a. Ni PutuAriantari, S.Farm., M.Farm., Apt (Biologi Farmasi)
b. I G. N. Agung Dewantara, S.Farm., M.Sc., Apt (Teknologi Farmasi) c. Ni Made Pitri Susanti, S.Farm., M.Si. Apt (Kimia Farmasi)
PETUNJUK PENULISAN PENDAHULUAN
Naskah yang diajukan ke jurnal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: (1) topik artikel akan melewati proses review terlebih dahulu oleh editor, dan (2) artikel belum dipublikasikan atau akan dipublikasikan seluruhnya atau sebagian di jurnal lain atau media publikasi yang lain.
Tipe artikel
Artikel hasil penelitian Review article
Naskah review article harus memuat: judul, abstrak dan kata kunci (3-6 kata), pendahuluan, pembahasan khusus oleh penulis, kesimpulan, ucapan terima kasih, daftar pustaka, gambar dan tabel. Tiap pokok bahasan dari pendahuluan sampai kesimpulan harus diberi nomor. Sub pokok bahasan juga harus dinomori dengan 1.1., 1.2., 1.3., dan seterusnya. Setiap halaman harus diberi nomor dan judul harus diberi halaman 1.
FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN Conflict of interest
Semua penulis wajib menghindari terjadinya Conflict of interest yang meliputi pembiayaan atau hubungan dengan orang lain atau badan paling lama tiga tahun sebelum pengajuan artikel ke jurnal yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung penelitian yang bersangkutan
Contoh hal yang potensial menyebabkan Conflict of interest antara lain pekerja, konsultan, kepemilikan bahan, honor, pengajuan registrasi/paten, hibah atau sumber dana yang lain.
Verifikasi Artikel
Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam posisi akan diterbitkan pada jurnal lain, artikel telah mendapat persetujuan semua penulis yang tercantum di dalam artikel yang bersangkutan dan secara eksplisit telah mendapat persetujuan dari tempat dimana penulis melakukan penelitian dan jika diterima, artikel tidak dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk yang sama dalam bahasa Indonesia atau bahasa lainnya untuk menghindari plagiarisme
Konstribusi
Semua penulis harus berpartisipasi di dalam penelitian dan atau penyipan naskah, sehingga fungsi dari masing-masing penulis harus didefinisikan.
INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2016 iii Vol 5 No 1
Kepemilikan artikel
Semua penulis harus memiliki peran penting pada setiap tahap pengajuan artikel yang meliputi: (1) konsep dan desain penelitian, pengolahan data atau menganalisis atau menginterpretasi data, (2) memperbaiki naskah, (3) menyetujui draf akhir yang akan dipublikasikan
Perubahan penulis
Pada jurnal ini dimungkingkan untuk menambahkan, pengurangi, mengubah urutan penulis untuk naskah yang diterima. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain: membuat permintaan untuk dapat menambahkan, mengurangi atau mengubah urutan penulis kepada pengelola jurnal yang diajukan oleh corresponding author yang dicantumkan di dalam naskah yang diajukan dan meliputi: (a) alasan mengapa nama penulis harus ditambahkan, dikurangi atau diubah susunannya (b) konfirmasi tertulis (e-mail, fax, surat) dari semua penulis yang menyatakan persetujuan dengan perubahan tersebut di atas
Bahasa
Penulisan menggunakan bahasa Indonesia sesuai ejaan yang disempurnakan.
PERSIAPAN
Penggunaan program miscrosoft word. File dibuat dalam format asli menggunakan program miscrosoft word. Teks harus dibuat dalam format satu kolom, huruf font Times new roman 11, 1 spasi, ditulis dalam kertas ukuran A4.
Struktur Artikel
Sub pokok bahasan-penomoran
Artikel dibagi menjadi pokok bahasan dengan penomoran yang jelas. Sub pokok bahasan harus diberi nomor 1.1 (kemudian 1.1.1, 1.1.2,...), 1.2 dan seterusnya.
Abstrak tidak dimasukkan dalam sistem penomoran.
Pendahuluan
Nyatakan tujuan dan landasan penelitian, hindari tinjauan pustaka yang terperinci atau kesimpulan dari hasil penelitian
Bahan dan metode
Ungkapkan bahan dan metode secara terperinci untuk kemungkinan keterulangan penelitian. Metode yang umum digunakan cukup menunjukkan sumber pustaka, hanya modifikasi yang relevan yang harus dideskripsikan
Hasil
Pengungkapan hasil harus jelas dan ringkas Pembahasan
Bagian ini harus merupakan kajian mendalam dari hasil penelitian, jangan mengulang pengungkapan hasil. Hindari kutipan dan pembahasan yang berlebihan dari penelitian sebelumnya
Kesimpulan
Kesimpulan utama dari penelitian sebaiknya ditampilkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, yang dapat menjadi bagian tersendiri di dalam pokok bahasan kesimpulan atau menjadi bagian dari pembahasan atau hasil
Appendik
Jika apendik lebih dari satu maka harus dibuat sebagai A, B dan seterusnya.
Persamaan matematika harus diberi nomor terpisah: Pers. (A.1), Pers. (A.2) dan seterusnya. Hal yang sama juga berlaku untuk tabel dan gambar: Tabel A.1;
Gambar. A.1
Informasi penting dalam struktur artikel Judul
Ringkas, jelas dan informatif. Jika dimungkinkan hindari pencantuman persamaan matematika dan singkatan
Nama penulis dan institusi
Ungkapkan institusi tempat bekerja (tempat dimana penelitian dilakukan) di bawah nama penulis. Tunjukkan institusi penulis dengan supercript di belakang nama penulis dan didepan nama institusi. Tuliskan alamat lengkap termasuk kode pos dan nama kota, jika perlu disertakan alamat email masing-masing penulis
Alamat korespondensi
Tunjukkan dengan jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap korespondensi semua tahap dari pengajuan, revisi, publikasi maupun sampai pasca publikasi.
Cantumkan nomor telepon disamping alamat email, kode pos. Kontak terperinci harus tetap diperbaharui oleh korespondensi penulis
Alamat penulis
Jika alamat penulis berbeda dibandingkan dengan tempat penelitian semula, maka alamat terbaru atau tetap penulis sebagai catatan kaki dari nama penulis. Alamat dimana penelitian semula dilakukan oleh penulis tetap digunakan sebagai alamat utama. Penulisan catatan kaki untuk alamat terbaru maupun alamat tetap menggunakan supercrip dengan penomoran Arabic
Abstrak
Dibutuhkan abstrak yang jelas, ringkas dan sesuai fakta penelitian. Abstrak harus menunjukan tujuan penelitian secara tegas, hasil yang penting dan kesimpulan umum. Untuk memenuhi persyaratan abstrak ini, disarankan untuk tidak menyertakan tinjauan pustaka, tetapi jika sangat diperlukan wajib mengutip nama penulis dan tahun. Disamping itu dihindari pencantuman singkatan yang tidak umum tetapi jika sangat diperlukan maka harus dijelaskan pada awal abstrak itu sendiri
Gambar
Gambar harus dibuat untuk menyimpulkan isi dari artikel secara jelas untuk dapat menarik perhatian pembaca yang berasal dari berbagai bidang yang berhubungan
INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2016 v Vol 5 No 1
dengan farmasi. Gambar harus dibuat dalam bagian terpisah dari artikel. Ukuran gambar: sediakan gambar dengan minimal setara 531x1328 pixel atau lebih, tetapi dapat tetap terbaca pada layar 200x500 pixel (pada 91 dpi yang sama dengan 5 x13 cm). Program yang digunakan dapat berupa pdfatau MS Word
Kata kunci
Kata kunci maksimal 6 kata diletakkan langsung di bawah abstrak, hindari penggunaan frase dan penghubung (dan, dari dan sebagainya)
Singkatan
Deskripsikan singkatan yang tidak umum sebagai catatan kaki pada halaman pertama artikel. Singkatan yang menjadi keharusan untuk diungkapkan pada abstrak diwajibkan didefinisikan pada bagian sebelum singkatan tersebut ditulis.
Penulisan singkatan harus konsisten pada seluruh artikel.
Ucapan terima kasih
Cantumkan ucapan terima kasih pada bagian terpisah di bagian akhir artikel sebelum daftar pustaka, hindari penyertaan ucapan terima kasih pada judul, sebagai catatan kaki judul atau bagian artikel lainnya. Buatlah rincian orang yang berkontribusi di dalam penelitian (penerjemah, pengetik atau pembaca dan lain sebagainya)
Unit
Gunakan satuan internasional (SI). Jika satuan diungkapkan dalam unit yang berbeda, sebaikknya diungkapkan kesetaraan dengan SI
Tabel
Penomoran tabel diurut berdasarkan urutan munculnya di dalam artikel. Tabel dibuat dengan tiga garis horisontal, hindari penggunaan garis vertikal dan data yang diungkapkan di dalam tabel tidak diungkapkan berulang pada bagian lain dari artikel
Daftar pustaka
Pastikan daftar pustaka tercantum di dalam artikel. Hasil yang belum dipublikasikan dan personal communication tidak direkomendasikan dimasukkan di dalam daftar pustaka. Pustaka yang ditandai dengan In Press menunjukan bahwa artikel tersebut telah disetujui untuk dipublikasikan dan dapat digunakan sebagai sumber pustaka. Penulisan pustaka mengikuti aturan penulisan pustakan jurnal ini.
Aturan penulisan pustaka
Daftar pustaka harus diurut berdasarkan alfabetis dan kronologi. Jika terdapat lebih dari satu sumber yang berasal dari penulis yang sama pada tahun yang sama, maka harus ditambahkan a, b, c dan seterusnya di belakang tahun terbit.
Penulisan buku
Penulis, A.A., Penulis, B.B., & Penulis, C.C. (tahun terbit). judul buku: sub judul.
(Edisi [jika bukan edisi pertama}). tempat terbit: penerbit
Contoh:
Buku dengan satu penulis
Nama penulis (tanpa singkatan). (tahun terbit). judul buku. Tempat terbit: penerbit Reynords Hadi. (2000). Black pioners. Ringwood,Vic: Penguin
Buku dengan banyak penulis Dua-enam penulis
Dua penulis: kedua penulis. (tahun terbit). judul buku. Tempat terbit: penerbit Gilbert, R., & Gilbert, P. (1998). Maculinity goes to school. St. Leonards, N.S.W.:
Allen & Unwin Lebih dari 6 penulis
Setelah nama dan singkatan nama penulis ke-enam gunakan dkk Buku yang memiliki editor
Broinowski, A. (Ed.) (1990). ASEAN into 1990s. London: Macmillan
Nugent, S.L., Shore, C. (Eds.). (1997). Anthropologyband cultural study. London:
Pluto Press
Buku yang memiliki penulis dan editor
Valery, P. (1957). Oeuvres (J. Hytier, Ed). Paris: Gallimard Bab yang terdapat di dalam buku
Penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul bab:sub judul. editor. judul buku. (hal. x-y). tempat terbit: penerbit
Artikel jurnal
Penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul artikel. singkatan jurnal, volume (issue), halaman
Skipsi/Tesis/Disertasi
Nama penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul. skrispi/tesis/disertasi.
Universitas, kota
Sumber penulisan singkatan jurnal
Index Medicus journal abbreviations: http//www.nlm.nih.gov/tsd/serials/lji.html List of titlle word abbreviations: http//www.issn.org/2-22661-LTWA-online.php CAS (Chemical Abstract Service): http//www.cas.org/sent.html
Submission checklist
Daftar isian di bawah ini dapat digunakan untuk memudahkan pemeriksaan akhir sebelum artikel dikaji oleh editor.
Satu orang penulis ditunjuk sebagai corresponding author:
• alamat email
• kode pos
• nomor telepon atau fax
Semua file yang dibutuhkan telah diupload
• Kata kunci
• Gambar
INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2016 vii Vol 5 No 1
• Tabel (termasuk judul, deskrispi, catatan kaki) Hal selanjutnya yang harus diperhatikan
• Gunakan penomoran baris (tiap 5 baris) untuk memudahkan pengkajian naskah
• Naskah telah dicek tata bahasa dan pengucapannya
• Pustaka telah ditulis sesuao format di dalam jurnal ini
• Semua pustaka yang ditulis di dalam daftar pustaka disinggung di dalam teks
• Izin telah didapat dari untuk materi yang memiliki hak cipta yang berasal dari sumber lain (termasuk web)
SETELAH ARTIKEL DITERIMA Perbaikan
Naskah yang telah dikoreksi akan dikirimkan kembali dalam bentuk pdf kepada corresponding author (melalui alamat email) sehingga penulis dapat mengunduh untuk keperluan pribadi. Gunakan perbaikan ini untuk mengecek urutan penulisan, mengedit, menyempurnakan dan memperbaiki tulisan, tabel dan gambar. Pengiriman naskah yang telah diperbaiki menyertakan koreksi pertama dari editor ini. Perubahan signifikan dari artikel yang disetujui untuk dipublikasikan dalam jurnal ini harus mendapat persetujuan dari penerbit. Kami akan berusaha untuk mempublikasikan artikel anda akurat dan cepat sehingga diharapkan kami menerima hasil koreksi anda paling lambat 5 hari kerja. Sangat penting koreksi artikel dilakukan dalam satu kali komunikasi sehingga cermati hal-hal yang harus dikoreksi sebelum dikirimkan kembali ke editor jurnal.
Naskah yang dipublikasikan
Artikel akan diberikan kepada corresponding author dalam bentuk pdf melalui email. Penulis akan menerima artikel sesuai format yang terbit di dalam jurnal dan disertai dengan cover jurnal.
DAFTAR ISI
hal Halaman Judul ………...
Petunjuk Penulisan ...
Daftar Isi ………..
i ii viii
1 Efektivitas Perlindungan Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) dalam Mempertahankan pH Kulit Tikus Wistar Jantan Yang Diberi Paparan Sinar UV-B ……….. 1 2 Uji Kepekaan Obat Anti Fungi Fluconazole dan Nistatin terhadap Candida albicans
ATCC 10231 dengan Metode Difusi Disk ……... 8 3 Ekstraksi Likopen Dari Limbah Buah Tomat (Solanum lycopersicum
L.)………. 12
4 Uji Daya Anthelmintik Ekstrak Etanol Kulit Batang Lamtoro (Leucaena leucocephala (LAM.) de wit) Pada Cacing Gelang Babi (Ascaris suum Goeze) Secara In Vitro ………... 15 5 Karakteristik MCC Jerami Padi Beras Merah Dengan Metode Delignifikasi NaOH
5%……. ………. 20
6 Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Penggunaan Obat Generik Dan Obat Generik Bermerek (Branded Generic) Pada Pasien Rawat Jalan di Badan Rumah Sakit Umum
Tabanan ………... 24
7 Pengaruh Pemberian Vitamin E, Isolat Andrografolid Serta Kombinasi Isolat Andrografolid Dan Vitamin E dalam Pencegahan Terbentuknya Plak Lemak Pada
Aorta Tikus……….……… 28
8 Gambaran Terapi Layanan Jkn Pada Pasien Hipertensi Stage I Dan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Udayana ………... 33 9 Uji Kompatibilitas Karaginan Dari Eucheuma cottonii Dan Eucheuma spinosum
Dengan Agar Komersial Sebagai Pemadat (Solidifier) Media Penumbuh Mikroba….. 40
Paramita dkk.
Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 8-11
8
UJI KEPEKAAN ANTIFUNGI FLUCONAZOLE DAN NISTATIN TERHADAP Candida albicans ATCC 10231 DENGAN METODE DIFUSI DISK
Paramita, N. L. P.V.1, Trisnadewi, I G.A.A.1, Pratiwi, N.P.C.1, Dwijayanti, N.M.P.1, Ardiyanti, N.L.P.P.1, Yustiantara, P. S.1, Putra. A.A.G.R.Y.1, Wirasuta, I M.A.G1
1Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
Korespondensi: Ni Luh Putu Vidya Paramita
Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Jalan Kampus Unud-Jimbaran, Jimbaran-Bali, Indonesia 80364 Telp/Fax: 0361-703837
Email : [email protected] ABSTRAK
Sejumlah agen antifungi banyak digunakan dalam pengobatan infeksi candida. Obat antifungi fluconazole dan nistatin banyak digunakan dalam pengujian terhadap strain Candida albicans menggunakan metode difusi disk. Penggunaan fluconazole dan nistatin memberikan nilai diameter zona hambat yang berbeda ketika diujikan secara in vitro dengan metode difusi disk pada 3 strain Candida albicans. Tujuan penelitian ini adalah uji kepekaan untuk mendapatkan antibiotik yang positif dalam menghambat Candida albicans ATCC 10231 beserta dosis efektifnya.
Metode uji antifungi menggunakan Metode Difusi Disk. Sampel uji adalah Fluconazole dengan 6 variasi konsentrasi ( 64, 128, 256, 512, 1024, 2048 µg/mL) dan Nistatin dengan 6 variasi konsentrasi (200, 250, 300, 350, 400, 450 µg/mL). Aktivitas antifungi ditandai dengan munculnya daerah zona hambatan disekitar disk uji (ukuran 6 mm). Nilai diameter zona hambatan dianalisa secara deskriptif berdasarkan kategori respon hambat dari CSLI yaitu resistent (≤ 14 mm), intermediate (15 – 19 mm), susceptible (≥ 20 mm).
Hasil penelitian menunjukkan Fluconazole mulai memberikan respon hambatan kategori resistent terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 pada konsentrasi 512 µg/mL (8,7 mm), kategori intermediate pada konsentrasi 1024 µg/mL (16,9 mm), dan kategori susceptible pada konsentrasi 2048 µg/mL (23,5 mm). Sedangkan nistatin mampu menghambat Candida albicans ATCC 10231 juga dengan kategori resisten mulai konsentrasi 350 µg/mL (6,1 mm), 400 µg/mL (6,7 mm), 450 µg/mL (8,1 mm).
fluconazole memiliki kepekaan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 dengan kategori susceptible sehingga dapat direkomendasikan dalam uji antifungi metode difusi disk.
Kata Kunci : Fluconazole, Nistatin, Difusi Disk, Candida albicans ATCC 10231 1. PENDAHULUAN
Species Candida salah satunya Candida albicans merupakan flora normal yang hidup pada mukosa oral, saluran pencernaan dan vagina (Sardi, et al 2013). Infeksi vagina dan oral candidiasis diperkirakan terjadi sebanyak 40 juta infeksi per tahunnya (Naglik, et al, 2014).
Keadaan Oral candidiasis (OC) dapat mempengaruhi daerah orofaring dan atau esophagus seseorang yang mengalami disfungsi sistem imun (Mayer, et al 2013). Sebanyak lebih dari 90 % pasien dengan infeksi HIV diketahui
menderita oropharyngeal candidiasis (Coelho, et al¸2012).
Sejumlah agen antifungi banyak digunakan dalam pengobatan infeksi candida. Agen antifungi utama yang biasa digunakan pada oropharyngeal candidiasis adalah golongan polyene, golongan imidazole, golongan triazole, golongan echinocandins (Johnson and Kauffman, 2003; Bormann and Morrison, 2009; Mario et al., 2012; Coelho, et al¸2012).
Salah satu golongan triazole yaitu fluconazole merupakan agen antifungi yang
Paramita dkk.
Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 8-11 tetap digunakan sebagai pengobatan lini pertama
untuk candidiasis lokal dan sistemik. (Martin, 1999). Selain itu obat lain yang efektif dalam pengobatan candidiasis adalah nistatin. Obat ini efektif dalam pengobatan topikal pada infeksi oral candidiasis (Coelho, et al¸2012).
Fluconazole dan nistatin banyak digunakan dalam pengujian terhadap strain Candida albicans menggunakan metode disk difusi.
Metode ini umumnya sebagai uji kepekaan antimikroba dimana nilai diameter zona hambat merupakan indikator penentu dalam memutuskan kepekaan suatu antibiotika (Cockerill, et al, 2012). Pada suatu prosedur uji kepekaan agen antifungi dengan metode difusi disk diperlukan suatu agen antibiotik sebagai kontrol positif. Penggunaan kontrol positif pada penelitian eksperimental untuk menjamin validitas suatu penelitian karena diharapkan memberikan efek positif dalam pengujian tersebut. Berdasarkan penelitian Delic, et al (2013) dilaporkan bahwa penggunaan fluconazole dan nistatin memberikan nilai diameter zona hambat yang berbeda ketika diujikan pada 3 strain Candida albicans.
Maka pada penelitian ini kami melakukan uji kepekaan untuk mendapatkan antibiotik yang positif dalam menghambat Candida albicans ATCC 10231 beserta dosis efektifnya.
2. BAHAN DAN METODE 2.1 Bahan
Jamur Candida albicans ATCC 10231, Media Sabourad Dextrose Broth (SDB) (Merck®), Agar (CONDA®), Fluconazole (Kimia Farma®), Nistatin (Candistin®)
2.2 Pembuatan sampel Uji Fluconazole dan Nistatin
Sampel Uji Fluconazole dan Nistatin masing-masing dibuat sebanyak 6 variasi konsentrasi. Pemilihan konsentrasi sampel uji berdasarkan hasil penelitian dari Delić et al (2013) terhadap Candida albicans ATCC 10231.
Sampel Uji Fluconazole pertama dibuat dengan konsentrasi 2048 µg/mL kemudian diencerkan sebanyak dua kalinya sampai memperoleh 6 variasi konsentrasi.
Tahap Pembuatan sampel uji Nistatin
Candistin sebesar 100 kali, kemudian dari sampel tersebut dibuat larutan stok kerja dengan konsentrasi 600 µg/mL. Sebanyak 6 variasi konsentrasi nistatin diperoleh dari pengenceran larutan stok kerja.
2.3 Uji Aktivitas Anti Candida
Uji aktivitas anti candida menggunakan metode difusi disk. Suspensi jamur C. albicans ATCC 10231 (0.5 Mc Farland) disebar merata pada media Sabourad Dextrose Agar (SDB dan Agar) dengan teknik swab sebanyak 3 putaran dengan masing-masing putaran berjarak 60oC (Goldman dan Green, 2009). Kertas cakram (paper disk) dibuat menggunakan kertas whatmann no.1 berdiameter 6 mm. Selanjutnya, kertas cakram ditetesi dengan masing masing sampel uji. 6 paper disk fluconazole, 6 paper disk nistatin, kontrol negatif (CMC-Na 0,5%
b/v) ditempelkan pada cawan petri. Cawan petri kemudian diinkubasi pada suhu 37ºC selama 24- 48 jam (Raihana, 2011). Setiap perlakuan di lakukan pengulangan 3 kali.
2.3 Analisis Data
Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengkategorikan nilai rata – rata diameter zona hambat sampel uji berdasarkan tabel katagori kekuatan antifungi yang dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Klasifikasi Respon Hambatan berdasarkan Clinical and Laboratory Satandart Institute (CLSI) (Cockerill et al.,2012).
No Kode Keterangan Diameter Zona hambat (mm) 1 +++ Susceptible ≥ 20 2 ++ Intermediate 15 – 19
3 + Resisten ≤ 14
3. HASIL
Uji Kepekaan kedua anti fungi tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Daya hambat Fluconazole dan Nistatin terhadap Candida albicans ATCC 10231
Konsentrasi Nilai Diameter zona hambat
Paramita dkk.
Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 8-11
Fluconazole 64 nd 128 nd 256 nd 512 8,7*
1024 16,9**
2048 23,5***
Nistatin
200 nd 250 nd 300 nd 350 6,1*
400 6,7*
450 8,1*
Kontrol negatif nd Ket : nd = tidak terdeteksi; *resisten;
**intermediate; ***susceptible
Berdasarkan tabel 2. Fluconazole mulai memberikan respon hambatan terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 pada konsentrasi 512 µg/mL. sedangkan nistatin mampu menghambat Candida albicans ATCC 10231 mulai konsentrasi 350 µg/mL. Respon hambatan yang dihasilkan oleh Nistatin memberikan efek resisten terhadap fungi Candida albicans ATCC 10231, berbeda halnya dengan Fluconazole yang mampu menghasilkan respon hambat dengan kategori susceptible pada konsentrasi 2048 µg/mL.
4. PEMBAHASAN
Tujuan uji kepekaan antimikroba adalah untuk memberikan data in vitro mengenai ketepatan dan kemampuan antimikroba sehingga mendapatkan jaminan pengobatan yang optimal.
Prinsip uji kepekaan dengan metode difusi disk adalah penggunaan paper disk yang telah diberi sejumlah sampel/antibiotik, antibiotik tersebut akan berdifusi keluar dari disk membentuk gradient konsentrasi dan mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme yang ada di permukaan agar dan menghasilkan zona hambatan. Karena difusi disk berdasarkan pada perubahan gradient konsentrasi, maka variasi densitas inokulum sangat mempengaruhi ukuran zona hambatan yang dihasilkan dengan tidak
memperhatikan kepekaan mikroorganisme uji (Wanger, 2009).
Hasil pada penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilaporkan oleh Delic, et al (2013), dimana pada penelitian tersebut fluconazole 2000 µg/mL tidak memiliki aktivitas terhadap Candida albicans ATCC 10231. Sedangkan nistatin dilaporkan pada konsentrasi 200 dan 250 µg/mL mampu menghambat pertumbuhan ‘Candida albicans ATCC 10231. Perbedaan hasil respon hambat dari kedua antifungi terhadap Candida albicans ATCC 10231 dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Pada penelitian ini suspensi jamur Candida albicans yang digunakan lebih besar yaitu 0.5 Mc Farland (1.5 x 108 CFU/mL) dibandingkan penelitian Delic, et al (2013) yaitu 1.5 x 106 CFU/mL. Selain itu faktor lain yang memungkinkan perbedaan hasil adalah, penelitian ini menggunakan jenis obat antifungi yang berasal dari pabrik yang berbeda dengan jenis obat antifungi pada jurnal referensi.
Berdasarkan CSLI, Kelompok antifungi golongan ampothericin dan golongan azoles memang dilaporkan sebagai antifungi yang mampu menghambat pertumbuhan Spesies Candida sebanyak berturut turut 100 % dan 80
% (Wanger, 2009).
5. KESIMPULAN
Antibiotik yang peka dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 dan memberikan respon hambat dengan kategori susceptible adalah fluconazole dengan dosis uji efektif yaitu 2048 µg/mL.
6. UCAPAN TERIMA KASIH
Penelitian ini dapat terlaksana karena dana DIPA PNBP.
DAFTAR PUSTAKA
Coelho, J.M, Claudino, A.L.R., Chavasco, J.M., Birman, E.G., Gambale, W., Aleva, N.A., Dias, A.L.T., Paula, C.R., dan Chavasco, J.K., 2012, Antifungal susceptibility evaluation of Candida albicans isolated from buccal lesions of hiv-positive and HIV- 10
Paramita dkk.
Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 8-11 negative patients, Três Corações, 10(1): P.
156-166
Naglik, J.R., Richardson, J.P., dan Moyes, D.L., 2014, Candida albicans Pathogenicity and Epithelial Immunity, PLOS Pathogens, 10 (8) : p. 1-4
Sardi, J.C.O., Scorzoni, L., Bernardi, T., Fusco- Almeida, A.M., dan Mendes Giannini, M. J.
S., 2013, Candida Species: Current Epidemiology, Pathogenicity, Biofilm Formation, Natural Antifungal Products And New Therapeutic Options, Journal of Medical Microbiology, 62, hal 10–24
Martin, M.V., 1999, The use of fluconazole and itraconazole in the treatment candida albicans infections: a review, Journal of Antimicrobial Chemotherapy, (44) : 429-437 Mayer, F.L., Wilson, D., dan Hube, B., 2013,
Candida albicans pathogenicity mechanisms, Virulence, 4(2): 119–128;
Mario, D. A.N., Denardi, L. B., Bandeira, L. A., Antunes, M. S., Santurio, J. M., Severo, L.
C., Alves, S. H., 2012, The activity of echinocandins, amphotericin B and voriconazole against fluconazole-susceptible and fluconazoleresistant Brazilian Candida glabrata isolates. Memórias do Instituto Oswaldo Cruz, 107
Johnson, L.B., dan Kauffman, C.A., 2003, Voriconazole: a new triazole antifungal agent, Clinical and Infectious Disease, 36:
630-637
Bormann, A.M. dan Morrison, V.A., 2009, Review of the pharmacology and clinical studies of micafungin. Journal of Drug Design, Development and Therapy, 3: 295- 302
Dafina N. Delić, Jelica R. Skrobonja, Maja A.
Karaman, Milan N. Matavulj, Mirjana A.
Bogavac, 2013, Antifungal Activity Of Essential Oils Of Origanum Vulgareand Rosmarinus Officinalis Against Three Candida Albicansstrains, Jour Nat Sci, 124:
203—211
Cockerill, F.R., Matthew A. W., Jeff A., Michael N. D., George M. E., Mary J. F., et al.,2012., Performance Standards for Antimicrobial Disk Susceptibility Tests;
Approved Standard—Eleventh Edition.
Clinical and Laboratory Standards Institute., p. 1-4
Wanger, A., 2009, Antibiotic susceptibility Testing, in: Goldman, E., dan Green, L.H., Practical Handbook of Microbiology, 2nd Ed., New York, CRC Press, p. 149 - 154
Uji Kepekaan Antifungi Fluconazole dan Nistatin
terhadap Candida albicans ATCC 10231 Dengan Metode Difusi
Disk
by Nlp Vidya Paramita
FILE
TIME SUBMITTED 11-JUL-2016 03:18AM SUBMISSION ID 688817436
WORD COUNT 1635 CHARACTER COUNT 11296 JURNAL_PUBLIKASI_CANDIDA_2.DOC (89K)
17 %
SIMILARIT Y INDEX
13 %
INT ERNET SOURCES
6 %
PUBLICAT IONS
12 %
ST UDENT PAPERS
1 3 %
2 2 %
3 1 %
4 1 %
5 1 %
6 1 %
7 1 %
Uji Kepekaan Antifungi Fluconazole dan Nistatin terhadap Candida albicans ATCC 10231 Dengan Metode Difusi Disk
ORIGINALITY REPORT
PRIMARY SOURCES
ojs.unud.ac.id
Int ernet Source
bradscholars.brad.ac.uk
Int ernet Source
pkukmweb.ukm.my
Int ernet Source
www.msptm.org
Int ernet Source
"Research Findings from D.A.N. Mario et al Update Understanding of Candida glabrata.
(Report)", Biotech Week, May 23 2012 Issue
Publicat ion
Submitted to Aberystwyth University
St udent Paper
www.aspergillus.org.uk
Int ernet Source
9 1 %
10 1 %
11 1 %
12 1 %
13 < 1 %
14 < 1 %
15 < 1 %
16 < 1 %
17 < 1 %
University
St udent Paper
Submitted to 87988
St udent Paper
Submitted to Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
St udent Paper
www.sdiarticle1.org
Int ernet Source
www.mp.mg.gov.br
Int ernet Source
repository.ipb.ac.id
Int ernet Source
faperta.uniska-bjm.ac.id
Int ernet Source
www.unsri.ac.id
Int ernet Source
elib.pdii.lipi.go.id
Int ernet Source
J. Beutlich. "A Predominant Multidrug-Resistant Salmonella enterica Serovar Saintpaul Clonal Line in German Turkey and Related Food Products", Applied and Environmental Microbiology, 06/01/2010
Publicat ion
18 < 1 %
EXCLUDE QUOTES OFF EXCLUDE
BIBLIOGRAPHY
OFF
EXCLUDE MATCHES OFF
Millon, L.. "Physiopathologie de la candidose oropharyngee au cours de l'infection par le VIH", Medecine et Maladies Infectieuses, 200212
Publicat ion