• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Psikologi Pendidikan Matematika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Psikologi Pendidikan Matematika"

Copied!
370
0
0

Teks penuh

Dilarang memperbanyak isi buku ini, seluruhnya atau sebagian, dalam bentuk apa pun atau dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari penulis dan penerbit. Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan buku Psikologi Pendidikan Matematika. Selama ini mahasiswa Tadris Matematika telah mengambil mata kuliah psikologi umum selain konsep dan pembelajaran matematika, sedangkan buku ini mempelajari psikologi yang berhubungan langsung dengan konsep matematika.

Buku ini terdiri dari 9 bab yang memberikan pengenalan tentang psikologi pendidikan matematika, pembentukan konsep matematika, gagasan skema matematika, kecerdasan intuitif dan reflektif, simbol matematika, representasi matematika, sistem bilangan, kebutuhan akan bilangan baru. berdiskusi, dan sistem bilangan. Penulis tertarik ketika melihat kenyataan bahwa permasalahan dalam pembelajaran matematika tidak hanya berkaitan dengan masalah kecerdasan saja, tetapi juga berkaitan dengan masalah psikologis. Masalah belajar merupakan masalah psikologis dan sebelum kita dapat meningkatkan pembelajaran matematika, kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana matematika dipelajari.

Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca untuk penyempurnaan buku ini pada edisi berikutnya.

DAFTAR TABEL

OUTLINE MATA KULIAH

Siswa mampu menganalisis dan mempelajari konsep-konsep berbagai strategi pembelajaran matematika, dapat menerapkannya, dan dapat memahami lebih jauh hakikat siswa Indonesia dalam mempelajari matematika, pembentukan konsep matematika, cara mengajarkannya, dan cara mengembangkannya sebagai seorang guru. disiplin ilmu.

PENGANTAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN MATEMATIKA

BAB 1

Oleh karena itu, sudah saatnya pendidikan kita melayani kebutuhan dan sifat psikologis peserta didik. Pemahaman seorang siswa terhadap aspek psikologis merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Efikasi diri (SE) merupakan faktor penting yang mempengaruhi prestasi akademik siswa.

Siswa seringkali tidak mampu menunjukkan prestasi akademiknya dengan kemampuan terbaiknya. Pendidik harus melakukan penilaian situasional terhadap kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya menyelesaikan tugas matematika secara valid. -Pembelajaran yang diatur pada siswa dipengaruhi oleh proses internal yang saling berhubungan.

Tujuan akademik menjadi penyebab perbedaan penggunaan strategi self-regulated learning antara siswa yang berprestasi tinggi dan rendah. Emosi siswa dapat menghambat atau memperlancar prestasi akademik. Penilaian diri merupakan respon siswa yang membuat perbandingan sistematis antara hasil yang dicapai dengan hasil standar.

Ketiga faktor tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap self-regulated learning dan saling berkaitan yaitu faktor pribadi yang nantinya kembali lagi kepada diri siswa itu sendiri. Self-regulated learning memegang peranan penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menunjang keberhasilan studi siswa. Self-regulated learning merupakan faktor penting dalam pendidikan karena berkaitan dengan prestasi belajar siswa.

Siswa belajar mandiri mengubah kemampuan mental mereka menjadi keterampilan dan strategi akademik (Zimmerman, 2002). Fenomena kesulitan belajar siswa biasanya terlihat dari menurunnya prestasi akademik atau prestasi belajar. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi mereka kurang penting jika dibandingkan dengan siswa yang menginginkan hasil yang baik.

Jika ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, patut diberi pujian.

PEMBENTUKAN KONSEP-KONSEP MATEMATIKA

BAB 2

Namun dari definisi konseptual yang disebutkan di atas, dapat diidentifikasi unsur-unsur pembentuk suatu konsep, yang dapat digunakan untuk membedakannya dengan konsep lainnya. Konsep nonverbal adalah konsep yang diperoleh dengan mengabstraksi dari contoh dan dipelajari melalui pembentukan konsep. Sedangkan konsep verbal adalah konsep yang bercirikan pernyataan-pernyataan yang menunjukkan nama dan dipelajari melalui gabungan konsep-konsep.

Oleh Ausebel konsep ini disebut asimilasi, dimana seseorang memperoleh konsep dengan menggunakan konsep lain. Karena sifat materi matematika yang bersifat hierarkis, maka suatu konsep dalam matematika pada umumnya digunakan secara terus menerus untuk menjelaskan konsep-konsep lain. Kita akan melihat bagaimana terbentuknya konsep-konsep yang menghubungkan bentuk visual dengan bentuk nyata dan item semantik.

Tiga langkah pembentukan konsep yang dikembangkan pada Tabel 2.1 dapat digunakan sebagai model pengorganisasian pembelajaran pada tingkat mikro, yaitu dirinya sendiri. Jika pada saat membentuk konsep siswa mengelompokkan contoh-contoh menurut kriteria tertentu dan masing-masing kelompok mengilustrasikan konsep yang berbeda, maka pada saat memahami konsep hanya ada satu konsep dan dengan bantuan kriteria yang diberikan guru siswa berusaha menentukan identitasnya. dan definisi konsep ini. Model pilihan mengacu pada strategi pengorganisasian contoh-contoh konseptual tanpa memberi label “ya” atau “tidak”.

Contohnya adalah objek yang ditandai oleh konsep, yaitu anggota himpunan yang ditentukan oleh konsep tersebut. Contoh yang dikerjakan dapat memperjelas konsep yang dipelajari karena bersifat definitif, spesifik, dan mudah diidentifikasi. Metode ini mengarahkan siswa untuk dapat membandingkan objek-objek yang diwakili oleh konsep yang diajarkan dengan objek-objek lain yang sudah diketahui siswa.

Persamaan dan perbedaan yang ditemukan akan sangat membantu siswa dalam memahami dan mengingat konsep yang dipelajarinya. a) Dalam mengajarkan grafik fungsi kosinus, guru dapat membandingkan dan membedakannya dengan grafik fungsi sinus yang telah diajarkan sebelumnya. Dimensi konsep yang dapat digunakan untuk membedakan konsep lain adalah sifat, struktur, keabstrakan, kelengkapan, keumuman, ketelitian, dan kekuatan. Menjelaskan dimensi konsep yang dapat digunakan untuk membedakannya dengan konsep lain menurut Flavel.

Gambar 2. 1 Proses Pembentukan Konsep
Gambar 2. 1 Proses Pembentukan Konsep

GAGASAN SKEMA MATEMATIKA

BAB 3

Siswa dapat mengartikan kombinasi dua atau tiga simbol berdasarkan simbol dasar yang telah diberikan. Dengan struktur pengetahuan yang hierarkis, hanya siswa yang menguasai komponen-komponennya yang dapat mencapai tugas. 144 Andi Aras, M.Pd. & dr. Buhaerah, M.Pd. 3) Mengajarkan siswa untuk selalu menyesuaikan skema lama dengan skema baru.

Siswa kemungkinan akan menjumlahkan 30 dan 20 serta menggabungkan penjumlahan 8 dan 7. Ada kemungkinan juga siswa akan melakukannya. Banyak siswa mempelajari aturan-aturan tidak berarti yang melekat pada hubungan yang merupakan upaya untuk menghubungkan ide-ide. Gagasan yang dipahami dan dipahami dengan baik akan mengembangkan konsep diri yang positif pada siswa, yaitu kemampuan belajar dan memahami pelajaran.

Mengajar adalah membantu siswa membangun ide-idenya sendiri dengan menggunakan ide-ide yang sudah dimiliki siswa. Agar siswa dapat merefleksikan ide-ide yang dipelajarinya dan menghubungkannya ke dalam suatu jaringan ide, maka siswa perlu dilibatkan dalam berpikir. Siswa perlu menemukan ide-ide relevan yang dimiliki siswa dan membawanya untuk mendukung pengembangan ide-ide baru.

Berpikir reflektif meningkat ketika siswa terlibat dalam pekerjaan siswa lain. Demikian pula, siswa juga harus memahami bahwa siswa juga dapat belajar dari ide-ide yang dirumuskan oleh orang lain. Semua siswa harus yakin bahwa gagasan siswa akan menghasilkan kesimpulan yang benar atau salah.

Konsep matematika yang dibangun siswa bukanlah gagasan yang dapat dipahami dengan baik oleh orang dewasa. Ketika siswa secara aktif memikirkan ide-idenya, mereka sebenarnya menguji ide-ide tersebut dengan berbagai cara. Asimilasi adalah proses kognitif dimana peserta didik mengintegrasikan persepsi, konsep, atau pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya.

Tabel 3.1 Pasangan Bilangan dan Ide Penghubung
Tabel 3.1 Pasangan Bilangan dan Ide Penghubung

KECERDASAN INTUITIF DAN REFLEKTIF

BAB 4

Oleh karena itu kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan kecerdasan intuitif dan kecerdasan reflektif. Sebagai gambaran awal tentang kecerdasan intuitif dan reflektif, terdapat sebuah kisah yang terdapat dalam Al-Qur'an yang menceritakan tentang dialog antara Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS ketika Nabi Musa merasa dirinya adalah orang yang paling pintar lalu ia bertanya kepada Allah SWT, agar Allah menunjukkan kepadanya bahwa ada yang lebih pintar dari Nabi Musa AS, yaitu Nabi Khidir AS. Intuisi adalah kemampuan untuk mengetahui sesuatu tanpa melalui proses penalaran atau analisis secara sadar sehingga kita dapat menjawab “apa yang harus dilakukan”.

Pada tingkat intuitif, kita memahami bahwa melalui reseptor sensorik kita (terutama penglihatan dan pendengaran), kita dapat merasakan lingkungan eksternal. Kecerdasan intuitif adalah kemampuan untuk menghasilkan dan memilih ide/konsep/skema yang telah kita ketahui untuk merespon rangsangan secara otomatis dan spontan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Schwartz & Perkins (1989) mendefinisikan kecerdasan reflektif sebagai kemampuan untuk menyadari kebiasaan mental seseorang dan kemampuan untuk mengatasi pola-pola yang membatasi.

Meskipun sampai batas tertentu kita dapat berpikir secara reflektif mengenai pengaturan yang kita buat, langkah-langkah penting lebih lanjut dapat diambil. Mengembangkan kecerdasan intuitif dan reflektif Sebelum kita membahas caranya Sebelum kita membahas bagaimana mengembangkan kecerdasan intuitif dan reflektif, kita perlu mengetahui hubungan antara kecerdasan intuitif dan reflektif dalam skema tersebut. Guru : “Jika 9 buah apel dibagikan kepada 3 anak, berapa buah apel yang didapat setiap anak?”

Jika kita mengetahui kemampuan anak dalam melakukan suatu hal, kita dapat mengetahui bagaimana ia melakukan hal lainnya. Artinya, kita tidak hanya memikirkan metode yang kita gunakan, namun mencoba menemukan detail spesifik di dalamnya. Jadi bisa dijelaskan bahwa kita bisa menghilangkan koma desimal terlebih dahulu, lalu mengalikan 12 dan 57 seperti biasa, lalu memasukkan koma desimal lagi, menghitung jumlah digit di belakang koma desimal (12 X 57 = 684.

Psikologi Pendidikan Matematika 171 Setelah menyelesaikan perkalian, kita dapat melanjutkan ke bagian selanjutnya, tanpa kita sadari kita telah menggunakan suatu metode komunikasi, maka kita dapat memutuskan metode yang lebih baik. Selain itu, terdapat interaksi gagasan seseorang dengan gagasan orang lain, yaitu penjelasan gagasan yang ada di benak seseorang, menyebutnya dengan istilah yang tidak menimbulkan salah paham, menyatakan keterkaitannya dengan gagasan lain; memodifikasi kelemahan pihak lain dan pada akhirnya mendapatkan struktur yang lebih kuat dan kohesif dari sebelumnya. Jika kita terjebak pada kesalahan berpikir di atas, maka kita memerlukan waktu untuk berpikir lebih banyak, berpikir lebih jernih dan mendalam serta mengembangkan cara berpikir yang semuanya merupakan kecerdasan reflektif.

Gambar 4. 1  Skema Kecerdasan Intuitif
Gambar 4. 1 Skema Kecerdasan Intuitif

Gambar

Gambar 2. 1 Proses Pembentukan Konsep
Tabel 2.1. Langkah Strategi Pembentukan Konsep  Kegiatan yang
Tabel 2.2 Langkah Strategi Pemahaman Konsep Model  Penerimaan
Tabel 2.3. Langkah Strategi Pemahaman Konsep Model  Pilihan
+6

Referensi

Dokumen terkait

Mata kuliah ini mengkaji konsep dan teori belajar matematika, yang meliputi hakikat matematika, proses belajar matematika, pemahaman dalam matematika, perkembangan

Mata kuliah ini membahas konsep dasar psikologi yang meliputi pengertian, obyek dan lingkup psikologi serta hubungan psikologi dengan ilmu-ilmu yang lain; metode-metode yang

Mata kuliah ini menyajikan konsep dasar gejala jiwa manusia dalam bidang pendidikan dan penerapannya, yang meliputi konsep dasar psikologi, bentuk-bentuk gejala

Pada dasarnya Ilmu psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang khusus mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat

Tinjauan psikologi perkembangan, psikologi belajar dan psikologi sosial di atas memberikan implikasi kepada konsep pendidikan. Implikasi itu sebagian besar dalam

Psikologi pendidikan pada asasnya adalah sebuah disiplin psikologi yang khusus mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tinggkah laku manusia yang teribat dalam

1. Pengantar memahami psikologi pendidikan.. Perbedaan Individu dan Aplikasinya dalam pendidikan 3. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelaJani tingkah laku manusia,

Mata kuliah Psikologi Pendidikan ini membahas tentang sistematika proses dan faktor kejiwaan yang berkaitan dengan