Yufa Fatma Dela 2398011733 Yudha Aji P 2398011742
Pembelajaran Sosial Emosional Ruang Kolaborasi
(LK 2.5)
1. Anda dapat mencatat hal penting yang muncul di pikiran Anda pertama kali saat menonton atau teringat pada film itu. (Laskar Pelangi)
Dari film Laskar Pelangi menunjukkan bahwa pembelajaran sosial emosional adalah bagian penting dari pendidikan. Dengan menerapkan pembelajaran sosial emosional, guru dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses dalam hidup. Hal penting yang Kami pikirkan ketika menonton film Laskar Pelangi antara lain:
Keterampilan sosial: anak-anak di film Laskar Pelangi belajar bagaimana bersosialisasi, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah bersama.
Manajemen emosi: Mereka belajar bagaimana mengelola emosi mereka dengan baik, seperti mengendalikan rasa marah dan frustrasi.
Empati: anak-anak di film Laskar Pelangi belajar bagaimana memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan.
Berfikir kritis: Mereka belajar bagaimana menganalisis dan menilai informasi secara gritis, belahar dan bangkit dari kegagalan dan terus berusaha untuk maju.
Kasih sayang: Guru di film Laskar Pelangi selalu memperlihatkan kepedulian dan tindakan positif terhadap 10 peserta didiknya serta selalu memotivasi peserta didiknya.
2. Bila Anda sudah menonton film tersebut, apa yang bisa Anda pelajari dari film tersebut berhubungan dengan guru yang menjadi agen perubahan?
Yang saya pelajari dari film Laskar Pelangi adalah sebuah kegigihan, dedikasi, krativitas, inovasi, keteladan, dan empaty seorang guru untuk melakukan perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat demi membangun masa depan yang lebih cerah bagi anak bangsa. Contoh tindakan konkret dari film Laskar Pelangi dimana guru menjadi agen perubahan antara lain:
Pak Harfan mendirikan perpustakaan sederhana di sekolahnya dengan mengumpulkan buku- buku bekas dari berbagai sumber.
Pak Harfan mengajak peserta didiknya untuk membersihkan lingkungan sekolah dan menanam pohon.
Pak Harfan membantu peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka.
Pak Harfan bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk membangun sekolah yang lebih baik.
3. Anda bisa menonton alternatif film lain berhubungan dengan guru sebagai agen perubahan, seperti:
Dead Poet Society
Sokola Rimba
4. Apa yang bisa Anda pelajari dari kejadian/film tersebut dan apa hubungannya dengan pembelajaran sosial emosional?
Dead Poet Society
Film Dead Poets Society berlatar di Akademi Welton, sebuah sekolah asrama bergengsi untuk laki-laki pada tahun 1959. Sekolah ini terkenal dengan disiplin yang ketat dan fokusnya pada tradisi dan kesesuaian. Film Dead Poet Society menunjukkan bagaimana SEL y dapat diterapkan dalam pendidikan. Mr. Keating menggunakan berbagai strategi SEL untuk membantu para peserta didik untuk berkembang secara sosial dan emosional sehingga mampu mengapai impian mereka. Strategi ini termasuk:
a. Menciptakan lingkungan yang aman dan suportif b. Guru mendorong pemikiran kritis dan refleksi diri
c. Memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang melalui pengalaman.
d. Membangun hubungan yang positif dengan murid
Sokola Rimba
Film Sokola Rimba menceritakan kisah nyata Butet Manurung, seorang perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk mengajar baca tulis kepada anak-anak Suku Anak Dalam (Orang Rimba) di pedalaman Jambi. Film Sokola Rimba menunjukkan bagaimana SEL dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Butet menunjukkan berbagai keterampilan SEL dalam usahanya untuk mengajar Orang Rimba. Film ini juga menunjukkan bagaimana SEL dapat membantu individu untuk:
a. Membangun hubungan yang positif dengan orang lain.
b. Menghadapi rintangan dan menyelesaikan masalah.
c. Beradaptasi dengan situasi baru.
d. Mencapai tujuan mereka
Dari kedua film tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa guru dapat menjadi agen perubahan yang positif dengan menggunakan metode pembelajaran sosial emosional. Film Sokola Rimba dan Dead Poets Society memberikan inspirasi bagi guru yang ingin membantu peserta didik untuk berkembang secara optimal. Karena dalam proses pembelajaran tidak hanya kegiatan transfer ilmu pengetahuan saja antara guru dengan peserta didik akan tetapi juga bagaimana guru mampu menerapkan pembelajaran sosial emosional kepada peserta didik agar membantu peserta didik untuk membangun keterampilan sosial dan emosional yang penting untuk kesuksesan mereka dalam hidup.