• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan dan Pengeluaran

N/A
N/A
Meinur Anggraini

Academic year: 2024

Membagikan " Pendapatan dan Pengeluaran"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

BAB 9 REVENUE DAN BAB 10 EXPENSE

Disusun oleh :

Ade Lutfianisa (2114190029)

Jurusan : Akuntansi Dosen : EFFRIDA, S.E., M.Ak Mata Kuliah : Teori Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I

(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah senantiasa memberkati kami dalam menyelesaikan makalah ini, sehingga kami bisa menyelesaikan tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen, teman-teman, dan semua pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan kepada kami dalam menyusun dan menyelesaikan makalah ini, khususnya terima kasih kepada Ibu EFFRIDA, S.E., M.Ak sebagai dosen mata kuliah Teori Akuntansi yang membimbing dan mengarahkan kami dalam membuat dan menyelesaikan makalah ini.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini selain untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para mahasiswa, khususnya bagi penulis.

Kami telah berusaha untuk dapat menyusun makalah ini dengan baik, namun kami pun menyadari bahwa kami memiliki akan adanya keterbatasan sebagai manusia biasa. Oleh karena itu, jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik dari segi teknik penulisan, maupun dari isi, maka kami memohon maaf.

Selaku manusia biasa, kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan yang tidak disengaja. Oleh karena itu, kami membutuhkan kritik dan saran untuk menyempurnakan pembuatan makalah. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Tujuan... 2

BAB II... 3

PEMBAHASAN... 3

2.1 Pengertian Revenue...3

2.2 Karakteristik Revenue...3

2.3 Pengakuan dan Pengukuran Revenue... 4

2.3.1 Pengakuan Revenue...4

2.3.2 Pengukuran Revenue...5

2.4 Pengertian Expense...6

2.5 Jenis – jenis Expense...6

2.6 Karakteristik Expense... 8

2.7 Pengakuan dan Pengukuran Expense...9

2.7.1. Pengakuan Expense...9

2.7.2. Pengukuran Expense...9

BAB III...11

PENUTUP...11

3.1 Kesimpulan... 11

DAFTAR PUSTAKA... 12

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemahaman terhadap konsep pendapatan dan beban memerlukan analisis yang hati- hati terhadap karekteristik dari transaksi yang berkaitan dengan laporan laba rugi perusahaan. Ada elemen laporan lain yang sifatnya hampir sama dengan pendapatan dan beban namun sebaiknya tidak dimasukkan sebagai komponen pendapatan dan beban.

Karekteristik suatu komponen laporan laba rugi dapat dipahami dengan mengenali batasan atau pengertian yang berkaian dengan pendapatan dan beban.

Dengan pemahaman seperti ini, transaksi yang berkaitan dengan pendapatan dan beban dapat dengan mudah diidentifikasi sehingga dapat disajikan dengan benar dalam laporan keuangan. Dalam makalah ini akan membahas tentang pendapatan dan beban sebagai dasar pencatatan nilai dalam akuntansi.

Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dikenal atau disebut penjualan, penghasilan jasa(fees), bunga, dividen, royalti dan sewa.

Menurut PSAK nomor 23 paragraf 6 adalah sebagai berikut: Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk it u mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Namun demikian, Konsep mengenai pendapatan belum dapat dirumuskan dengan jelas dalam literatur akuntansi, karenapendapatan ini sangat erat kaitannya dengan pengukuran, penetapan waktu dalam konteks sistem pembukuan berpasangan.

Sehubungan dengan hal diatas, pengertian pendapatan dapat berbeda-beda tergantung dari sudutmana pendapatan ini dipandang.

Beban (expense) merupakan salah satu elemen pada laporan keuangan yang mempengaruhi laba dimana untuk mengetahui laba suatu perusahaan, pendapatan akan dikurangi dengan beban beban perusahaan. Beban yaitu penurunan fungsi ekonomi selama suatu periode akuntansi yang berupa bepengurangan asset, sehingga menimbulkan penurunan ekuitas.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa beban pada akhirnya merupakan aliran keluar walaupun terkadang harus melalui hutang terlebih dahulu. Secara konseptual beban lebih bersifat penurunan asset dibandingkan kenaikan hutang. Penggunaan asset dapat dikatakan sebagai beban jika penggunaan tersebut berkaitan langsung dengan penyerahan produk (menghasilkan pendapatan) serta bukan pengubahan asset menjadi potensi jasa yang lain.

Sebagian besar transaksi pendapatan dan beban menimbulkan beberapa masalah dalam pengakuannya. Hal ini karena dalam banyak kasus, transaksi tersebut adalah dimulai dan selesai pada waktu yang sama. Namun tidak semua transaksi sesederhana itu Pengakuan pendapatan dan beban merupakan aktivitas yang paling berisiko dimanipulasi (top fraud risk) dan apapun standar akuntansi yang digunakan, baik IFRS maupun GAAP, risiko atau kesalahan dan ketidakakuratan dalam pelaporan pendapatan dan beban jumlahnya sangat besar. Pendapatan dan beban sebagai elemen penentuan laba rugi suatu perusahaan. Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, perhatian pada perhitungan laba rugi semakin dirasakan manfaatnya. Dengan adanya informasi mengenai pendapatan dan beban, maka dapat membandingkan antara modal yang tertanam dengan penghasilan sebagai alat untuk mengukur.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, ada beberapa rumusan masalah yang akan dibahas didalam makalah ini, diantaranya sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan revenue?

2. Jelaskan karakteristik dari revenue!

3. Bagaimana pengakuan dan pengukuran dari revenue?

4. Apa yang dimaksud dengan expense?

5. Apa saja jenis-jenis expense?

6. Bagaimana karakteristik dari expense?

7. Bagaimana pengakuan dan pengukuran dari expense?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, ada beberapa tujuan dan manfaat dari penyusunan makalah ini, diantaranya sebagai berikut :

1. Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan revenue 2. Mengetahui dan memahami karakteristik dari revenue

3. Mengetahui bagaimana pengakuan dan pengukuran dari revenue tersebut 4. Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan expense

5. Mengetahui apa saja jenis-jenis expense

6. Mengetahui dan memahami karakteristik dari expense

7. Mengetahui bagaimana pengakuan dan pengukuran dari expense tersebut

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Revenue

Pendapatan merupakan tujuan utama dari pendirian suatu perusahaan. Sebagai suatu organisasi yang berorientasi profit maka pendapatan mempunyai peranan yang sangat besar. Pendapatan merupakan faktor penting dalam operasi suatu perusahaan, karena pendapatan akan mempengaruhi tingkat laba yang diharapkan akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

Ikatan Akuntan Indonesia (2019:22) mengungkapkan dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

mendefinisikan Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa dan dikenal dengan sebutan berbeda seperti penjualan, imbalan, bunga, dividen, royalti dan sewa.

Pendapatan adalah kenaikan/pertambahan laba yang berasal dari kegiatan utama perusahaan. Biasanya dinyatakan dalam satuan moneter. Secara garis besar konsep pendapatan dapat ditinjau dua segi, yaitu :

1. Menurut ilmu ekonomi

Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti

keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode.

Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.

2. Menurut ilmu akuntansi

Ada beberapa pandangan diantaranya:

a. Paton, pendapatan merupakan produk dari suatu perusahaan.

b. Committee on Accounting Concept and Standart of the American Accounting Association, Pendapatan adalah pernyataan moneter dari keseluruhan produk dan jasa yang ditransfer oleh suatu perusahaan kepada pelanggannya selama periode tertentu.

c. FASB No.6, Pendapatan adalah arus kas masuk /penambahan lainnya pada aktiva suatu satuan usaha atau penyelesaian kewajiban (kombinasi dari keduanya ) dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa, atau kegiatan lain yang bukan merupakan kegiatan utama. Definisi lebih sempit menurut FASB, Pendapatan dihasilkan dari kegiatan utama.

2.2 Karakteristik Revenue

Dari beberapa definisi di atas dapat didaftar karakteristik karakteristik atau kata kata kunci yang membentuk pengertian pendapatan dan untung. Yang membentuk pengertian pendapatan dan untung adalah :

1) Aliran masuk atau kenaikan aset

2) Kegiatan yang mempresentasi operasi utama atau sentral yang menerus.

3) Pelunasan, penurunan, atau pengurangan kewajiban.

4) Suatu entitas

(7)

5) Produk perusahaan 6) Pertukaran produk

7) Menyandang beberapa nama atau mengambil beberapa bentuk.

8) Mengakibatkan kenaikan ekuitas.

Beberapa karakteristik di atas dikatakan merupakan turunan/konsekuensi dsari atau dikandung secara implisit oleh kata kunci yang lain. Karakteristik (3) sampai (8) sebenarnya merupakan penjabaran atau konsekuensi dari ketiga

karakteristik sebelumnya.Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa karakteristik (1) dan (2) merupakan karakteristik konsekuensi, pendukung, atau penjelas.

Ada beberapa karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan atau membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan. Karakteristik ini dapat dilihat berdasarkan:

1. Sumber pendapatan

Tambahan jumlah rupiah aktiva Perusahaan dapat berasal dari transaksi modal, laba dari penjualan aktiva yang bukan merupakan barang dagangan (seperti: aktiva tetap, surat berharga, ataupun penjualan anak/cabang Perusahaan), hadiah, sumbangan/temuan, revaluasi aktiva tetap, dan penjualan produk perusahaan.Penjualan Produk Perusahaan à Sumber utama Pendapatan.

2. Produk dan kegiatan utama Perusahaan

Produk yang dihasilkan perusahaan dapat berupa

barang/jasa.Produk perusahaan diartikan meliputi seluruh barang/ jasa yang disediakan/diserahkan kepada konsumen tanpa memandang jumlah rupiah relatif tiap jenis produk tersebut atau sering tidaknya produk tersebut dihasilkan.

3. Jumlah rupiah pendapatan dan proses penandingan

Pendapatan merupakan jumlah rupiah dari harga jual per satuan kali kuantitas terjual.Laba/rugi terjadi setelah pendapatan dan biaya

dibandingkan.Setelah biaya yang dibebankan dibandingkan dengan pendapatan, maka akan tampak pendapatan netto.

2.3 Pengakuan dan Pengukuran Revenue 2.3.1 Pengakuan Revenue

Pengakuan pendapatan adalah aspek penting dari akuntansi keuangan yang menentukan kondisi spesifik di mana pendapatan direalisasikan sebagai pendapatan. Ini adalah proses mengakui atau melaporkan pendapatan saat diperoleh, yang pada dasarnya

mencocokkan pendapatan dari kontrak dengan biaya yang terkait dengan menghasilkan penjualan tersebut. Hal ini memastikan bahwa catatan keuangan perusahaan akurat dan transparan, membantu pengambilan keputusan dan memberikan gambaran terkini kepada investor tentang situasi keuangan bisnis. Entitas mengungkapkan:

a. Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, termasuk metode yang digunakan untuk menentukan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa.

(8)

b. Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode tersebut, termasuk pendapatan yang berasal dari :

 Penjulan barang

 Penjualan jasa

 Bunga

 Royalti

 Dividen

c. Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan.

2.3.2 Pengukuran Revenue

Pendapatan diukur dalam satuan nilai tukar produk atau jasa dalam suatu transaksi. Nilai tukar tersebut menunjukkan ekuivalen kas atau nilai diskonto tunai dari uang yang diterima atau akan diterima dari transaksi penjualan. Pendapatan harus diukur pada nilai wajar dari pembayaran yang diterima atau akan diterima sebagai piutang.

Ikatan Akuntan Indonesia (2015) menyatakan: Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima.

Jumlah pendapatan yang timbul dari transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara entitas dengan pembelian atau penggunaan aset tersebut. Jumlah tersebut diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dikurangi jumlah diskon usaha dan rabat volume yang diperbolehkan oleh entitas. Pendapatan diukur dengan satuan moneter (uang), yang harus menunjukkan nilai tukar barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.

Berikut ini ada berbagai macam dasar pengukuran pendapatan antara lain:

1) Cash Equivalent

Jumlah rupiah kas penghargaan produk yang terjual baru akan menjadi pendapatan yang sepenuhnya setelah produk yang tejual baru akan diproduksi dan penjualan benar-benar terjadi.

2) Nilai setara kas

Jumlah rupiah kas yang diperkirakan atau diterima atau dibayarkan pada masa mendatang dari hasil, penjualan aktiva dalam kegiatan normal perusahaan.

3) Harga dibawah harga pasar

Harga pasar yang berlaku sekarang tetap, nilainya dibawah harga semula.

4) Harga pasar

Harga jual bersih yang diperkirakan dikurangi biaya simpanan, biaya penjualan, dan biaya penyerahan produk.

5) Harga kesepakatan

Harga dimana yang nerupakan kesepakatan dengan pelanggan dari setiap jumlah rupiah penjualan yang disepakati dengan pelanggan.

(9)

2.4 Pengertian Expense

Expense atau beban adalah pengeluaran yang digunakan dalam kegiatan bisnis atau aktivitas keuangan lainnya. Pengeluaran ini mengurangi pendapatan perusahaan dan dicatat dalam laporan laba rugi untuk menentukan laba bersih. Dalam dunia akuntansi, expense dibedakan dengan "cost" (biaya). Meskipun keduanya sama-sama merujuk pada pengeluaran, tetapi ada perbedaan mendasar.

Expense adalah pengeluaran yang langsung mengurangi pendapatan, sedangkan cost bisa saja belum tentu menghasilkan pendapatan saat itu juga.

Misalnya, biaya sewa kantor (expense) mengurangi pendapatan secara langsung, sedangkan biaya penelitian dan pengembangan (cost) belum tentu menghasilkan pendapatan saat itu juga, namun diharapkan bisa menghasilkan keuntungan di masa depan.

Menurut Lukman Syamsudin, Kusnadi dan Kertahadi menyebutkan bahwa

"Beban merupakan pemakaian atau konsumsi barang dan jasa dalam proses untuk memperoleh pendapatan. (2001:87)". Berdasarkan beberapa pernyataan dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian beban dalam akuntansi adalah pemakaian barang atau jasa yang bertujuan untukmemperoleh keuntungan atau pendapatan. Dalam laporan laba/rugi, beban akan digunakan sebagai objek pengurang pendapatan sehingga pada saat pendapatan dikurangi oleh beban-beban menghasilkan laba bersih.

Sebagai contoh, pembelian bahan baku secara tunai, karena terdapat aktiva bersih maka tidak ada beban yang dapat diakui. Sehingga sumber daya perusahaan hanya bisa diubah menjadi persediaan bahan baku yang awalnya merupakan kas. Saat perusahaan menjual bahan baku yang sudah diolah menjadi barang jadi, biaya dari bahan baku tersebut akan dicatat sebagai beban yang dilaporkan kedalam laporan laba rugi.

2.5 Jenis – jenis Expense

Dalam dunia akuntansi, expenses atau beban adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menjalankan operasinya. Beban yang terjadi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yang masing-masing memiliki karakteristik dan pengaruh yang berbeda pada laporan keuangan perusahaan. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai beberapa jenis expenses dalam akuntansi :

1. Harga Pokok Penjualan

Jenis ini terkait dengan biaya produksi barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan. Biaya-biaya yang termasuk dalam kategori ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Harga pokok penjualan ini sangat penting untuk dihitung oleh perusahaan karena

berpengaruh pada margin keuntungan perusahaan dan juga menentukan harga jual yang dibuat oleh perusahaan.

2. Beban Operasional

Jenis ini terkait dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Beberapa contoh dari beban operasional adalah biaya sewa, biaya listrik, gaji karyawan, biaya pemeliharaan gedung, dan sebagainya. Beban operasional dapat menjadi pengeluaran yang besar bagi

(10)

perusahaan, sehingga perusahaan perlu melakukan pengendalian dan pengelolaan yang tepat.

3. Beban Keuangan

Jenis ini terkait dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Beberapa contoh dari beban keuangan adalah bunga pinjaman, biaya transaksi keuangan, dan biaya lain yang terkait dengan pengelolaan keuangan. Beban keuangan dapat mempengaruhi laba bersih perusahaan dan menimbulkan tekanan pada perusahaan apabila tidak diatur dengan baik.

4. Extraordinary Expenses

Jenis ini terkait dengan biaya-biaya yang terjadi akibat kejadian yang tidak terduga dan di luar kendali perusahaan, seperti bencana alam, kecelakaan, atau perubahan kebijakan pemerintah. Biaya-biaya yang termasuk dalam kategori ini biasanya bersifat non-recurring dan dapat menimbulkan dampak besar pada laporan keuangan perusahaan.

5. Beban Non-Operasional

Jenis ini terkait dengan pengeluaran perusahaan yang tidak terkait dengan kegiatan operasional, seperti donasi atau sponsor acara. Beban non-

operasional dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif bagi perusahaan namun perlu diatur dengan baik agar tidak mengganggu kelancaran kegiatan operasional perusahaan.

6. Beban Non-Tunai

Jenis ini terkait dengan pengeluaran non-tunai, seperti penyusutan nilai aset tetap atau amortisasi hak paten.Pengeluaran yang termasuk dalam kategori ini tidak melibatkan uang tunai, namun tetap harus dicatat dan dihitung dalam laporan keuangan perusahaan.

Expenses yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya dapat membantu manajemen dalam mengelola keuangan bisnis dengan lebih terstruktur. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai beberapa jenis expenses yang dikelompokkan berdasarkan

fungsinya :

1. Accrued Expenses (Beban Akrual)

Accrued Expense adalah jenis yang terjadi karena kewajiban yang belum terbayarkan, tetapi telah terjadi transaksi atau penggunaan jasa.

2. Bad Debts Expenses (Beban Kredit Macet)

Bad Debts Expenses adalah jenis yang terjadi karena adanya piutang yang tidak dapat dipulihkan atau tidak tertagih.

3. Operational Expenses (Beban Operasional)

Operational Expenses adalah jenis yang terjadi dalam menjalankan

kegiatan operasional bisnis, seperti biaya gaji karyawan, biaya sewa, biaya listrik, dan sebagainya.

4. Depreciation Expenses (Beban Penyusutan)

Depreciation Expenses adalah jenis yang terjadi karena penurunan nilai aktiva tetap (fixed assets) yang dimiliki oleh perusahaan.

5. Prepaid Expenses (Beban yang Ditangguhkan)

Prepaid Expenses adalah jenis yang telah dibayar di muka atau dianggap sebagai pengeluaran awal, tetapi manfaatnya akan diterima di masa depan.

(11)

2.6 Karakteristik Expense

Menurut Suwardjono (2014) terdapat karakteristik penting dan melekat pada beban diantara :

1. Adanya penurunan aktiva (Asset)

Beban muncul karena terjadinya transaksi yang mengakibatkan penurunan atau penyusuan asset sehingga menimbulkan aliran keluar manfaat ekonomi.

Dalam hal ini penggunaan asset menyebabkan timbulnya beban karena telah habis untuk pengiriman barang atau diberikan kepada perusahaan sehingga tidak lagi merasakan manfaat ekonomi dari asset tersebut. Pemakaian bahan baku yang barangnya belum terjual tidak bisa disebut sebagai beban

melainkan biaya, apabila sudah terjual baru bisa dikatakan sebagai beban karena pemanfaatan pemakaian asset yang digunakan untuk segala keperluan barang tersebut.

2. Operasi Utama yang Berkesinambungan

Pada penurunan asset tidak semuanya dapat dikatakan sebagai beban, agar dapat dikatakan menjadi beban, maka penurunan asset harus berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan yang sifatnya berkelanjutan. kegiatan tersebut yang dimaksud adalah kegiatan yang berhubungan dengan proses produksi dan distribusi barang yang mana dalam setiap prosesnya selalu dilakukan secara berkelanjutan. Sebagaimana berlaku pada pendapatan, pengertian operasi merujuk pada kegiatan operasional yang merupakan elemen

pernyataan aliran kas yaitu kegiatan operasi, kegiatan investasi, dan kegiatan pendanaan. Sedangkan beban merupakan penurunan asset yang hanya berkaitan dengan kegiatan operasi, tidak dengan kegiatan investasi maupun kegiatan pendanaan.

3. Kenaikan Kewajiban

Definisi FASB mengenai beban sebagai kewajiban merupakan hal yang tepat, karena secara konseptual semua hal yang dikorbankan untuk kepentingan proses produksi dan pengiriman barang secara berkelanjutan dinyatakan sebagai beban. Kewajiban dapat terjadi pada saat suatu keadaan yang mana perusahaan telah memanfaatkan barang dan jasa namun sebelumnya tidak diakui sebagai asset atau belum mengakuinya sebagai kewajiban atas penggunaan barang atau jasa yang dimiliki pihak lain. Hal tersebut menimbulkan keharusan perusahaan untuk membayar atau melakukan pengorbanan ekonomi dimasa datang sehingga timbul kewajiban.

4. Penurunan ekuitas

Dalam operasi sentral perusahaan, dengan adanya penurunan aset atau

kenaikan kewajiban akan mengubah ekuitas atau menurunkan ekuitas. Namun, penurunan ekuitas merupakan karakteristik pendukung karena tidak setiap penurunan aset mengakibatkan penurunan ekuitas. Misalnya pembagian deviden yang menyebabkan penurunan aset tetapi tidak disebut sebagai beban.

5. Diukur atau dikaitkan dengan kos

Dalam hal ini beban timbul dari adanya kos yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh aset. Beban diukur berdasarkan jumlah kos dari aset yang telah dimanfaatkan selama periode berjalan.

(12)

2.7 Pengakuan dan Pengukuran Expense 2.7.1. Pengakuan Expense

Adalah proses mencatat beban dalam laporan keuangan pada periode akuntansi yang tepat. Menurut IAI dalam bukunya "Standar Akuntansi Keuangan", (2007:23) pengakuan beban adalah sebagai berikut:

"Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh.

Kalau manfaat ekonomi diharapkan timbul selama beberapa periode akuntansi dan hubungannya dengan penghasilan hanya dapat

ditentukan secara luas atau tak langsung, beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar prosedur alokasi yang rasional dan sistematis.

Hal ini sering diperlukan dalam pengakuan bebanyang berkaitan dengan penggunaan aktiva seperti aktiva tetap, goodwill, paten, merk dagang. Prosedural lokasi ini dimaksudkan untuk mengakui beban dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi aktiva yang bersangkutan".

Dalam pernyataan di atas beban merupakan arus keluar atas penggunaan lain dari harta selama periode dari penyerahan atas produksi barang atau kegiatan- kegiatan lain yang merupakan operasi utama perusahaan. Beban diakui dalam laporan laba rugi berdasarkan hal-hal sebagai berikut :

1) Adanya penurunan aktiva tetap yang digunakan oleh perusahaan misalnya aktiva tetap.

2) Adanya proses produksi untuk menghasilkan barang-barang atau jasa.

3) Adanya kewajiban perusahaan terhadap karyawan misalnya pembayaran gaji dan upah.

Adanya kewajiban perusahaan tanpa diiringi dengan perolehan aktiva, misalnya garansi produk dan pembayaran bunga pinjaman. Dengan demikian dapat disimpulkan beban yang berkaitan dengan proses memperoleh pendapatan, harus diakui pada saat pendapatan tersebut diperoleh, sedangkan beban yang berkaitan secara langsung dengan proses dan untuk memperoleh pendapatan harus diakui pada saat beban tersebut dimanfaatkan.

2.7.2. Pengukuran Expense

Dalam mengukur beban dalam satu periode akuntansi, dibutuhkan berbagai keputusan atau pertimbangan untuk menentukan bagaimana beban tersebut akan dialokasikan pada periode - periode selanjutnya yang

menunjukkan adanya pendapatan. Dalam hal tersebut, terdapat berbagai standar akuntansi yangdapat digunakan sebagai acuan atau pedoman.

Misalnya, IAS 16/AASB 116 yang menyatakan bahwa nilai-nilai aset yang dapat di depresiasi dapat diukur dengan beberapa cara setelah

pengakuannya (seperti model biaya perolehan atau model penilaian) dan beberapa pilihan alternatif untuk depresiasi (seperti metode garislurus, nilai menurun dan jumlah unit) Sejalan dengan penilaian aktiva, beban dapat diukur

(13)

atas dasar jumlahrupiah yang digunakan untuk penilaian aktiva dan hutang.

Oleh karena itu,pengukuran beban dapat didasarkan pada:

1) Kos Historis

Kos historis merupakan jumlah rupiah kas atau setaranya yang dikorbankan untuk memperoleh aktiva. Pengukuran beban atas dasar kos historis dapat digunakan untuk jenis aktiva seperti gedung, peralatan, dansebagainya.

2) Kos Pengganti / Kos Masukan Terkini (Replacement Cost/Curent Input Cost) Kos masukkan terkini menunjukkan jumlah rupiah harga

pertukaran yang harus dikorbankan sekarang oleh suatu entitas untuk memperoleh aktiva yang sejenis dalam kondisi yang sama. Contohnya, penilaian untuk persediaan.

3) Setara Kas (Cash Equivalent)

Setara kas adalah jumlah rupiah kas yang dapat direalisir dengan cara menjual setiap jenis aktiva di pasar bebas dalam kondisi

perusahaannormal. Meskipun pada prakteknya metode pengukuran yang masih banyakdigunakan adalah historical cost, namun dengan mulai diadopsinya IFRS diindonesia, maka pengukuran yang sesuai standar adalah dengan menggunakan metodefair value. Dengan demikian, untuk pencatatan beban sebagai akibat dari depresiasi (penyusutan), nilai yang dicantumkan dalam beban adalah nilai selisih antara nilai wajar dengan nilai buku (apabila nilai wajar lebih kecil dari nilai bukunya).

Salah satu cara untuk mengukur beban adalah dengan mengalokasikan beban -beban tersebut ke periode periode dimana beban tersebut dinikmati.

Hal ini biasanya disebut dengan matching concept, Konsep tersebut memperlakukan kos dengan mengalokasikan kos yang sudah kadaluarsa (beban) ke periode- periode dimana beban tersebut terjadi. Namun,

pengalokasian tersebut hanya bersifatestimasi. Dalam akuntansi, pencocokan antara beban dan pendapatan merupakan fungsi utama, namun hal tersebut tetap saja sulit untuk dilakukan karena berhubungan dengan penilaian akuntan tersebut. Akuntan harus mengidentifikasi mana aset yang telah digunakan (kadaluarsa) dan jumlah yang harus ditulissebagai tandingan pendapatan pada periode tersebut.

(14)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pendapatan adalah arus kas masuk /penambahan lainnya pada aktiva suatu satuan usaha atau penyelesaian kewajiban (kombinasi dari keduanya ) dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa, atau kegiatan lain yang bukan merupakan kegiatan utama.

Definisi lebih sempit menurut FASB, Pendapatan dihasilkan dari kegiatan utama. Pada umumnya beban (expense) sering dijadikan sinonim kata dengan biaya (cost), tetapi menurut Soemarso (2013:29), beban dapat

didefinisikan sebagai aliran keluar terukur dari barang atau jasa, yang kemudian ditandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba atau sebagai penurunan dalam aktiva bersih sebagai akibat dari penggunaan jasa ekonomis dalam menciptakan pendapatan atau pengenaan pajak oleh badan pemerintah.

Konsep beban dalam akuntansi selalu mengarah pada pendapatan, karena hasil pendapatan bersih yang diterima oleh perusahaan tergantung berapa banya beban yang dikeluarkan. Beberapa ahli telah menyatakan beban itu penurunan manfaat ekonomis suatu perusahaan karena ada sesuatu yang dikorbankan dalam mendapatkan aktiva tersebut yang disebut dengan beban.

Setiap perusahaan memiliki beban yang berbeda tergantung apa yang dibutuhkanya, tetapi dari segi kolektif, beban-beban dalam setiap perusahaan itu sama.Oleh karena itu, konsep beban dalam akuntansi itu penting karena menyangkut laba ruginya suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan atau usahanya. Semakin tinggi beban semakin rendah laba yang diterima, sebaliknya semakin rendah beban yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin tinggi laba yang diterima.

Beban juga dapat diukur menggunakan berbagai atribut pengukuran, seperti biaya historis, biaya pengganti, nilai pasar, nilai bersih yang dapat direalisasikan, dan nilai sekarang atau nilai yang di diskontokan.Beban disajikan dalam laporan

operasional entitas akuntansi/pelaporan dan harus diungkapkan secara sistematis dalam Catatan Atas Laporan Keuangan untuk menghasilkan informasi yang handal dan relevan. Laporan komperehensif entitas dapat menyajikan suatu laporan tunggal laba rugi dan penghasilan komperehensif lain, dengan laba rugi dan penghasilan komperehensif lain disajikan dalam dua bagian. Beban harus dibedakan dengan biaya, yang berbeda dengan operasi utama dan investasi. Dalam akuntansi, beban adalah aliran keluar yang timbul dari kegiatan utama perusahaan dan tidak terkait dengan transaksi dengan pemilik.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

IAI. (2019). Standar akuntansi keuangan.

Effrida, SE, M.Ak, 2024 Revenue (Lap.posisi Keuangan, Challengers for Standard Setters, Proprietary and Entity Theory)

Effrida, SE, M.Ak. 2024 Expenses (Lap.posisi Keuangan, Challengers for Standard Setters, Proprietary and Entity Theory)

Suwardjono, (1989), Teori Akuntansi, Penerbit BPFE Yogyakarta. Yogyakarta.

https://dealhub.io/glossary/revenue-recognition/

https://www.bee.id/blog/expense-adalah/

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah apakah sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada Dinas Pendapatan, Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten

Hendri Sitorus : Analisa Pendapatan dan Pengeluaran Para Pekerja ..... Hendri Sitorus : Analisa Pendapatan dan Pengeluaran Para

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah akuntansi keuangan yang membahas tentang: akuntansi pada persekutuan, penjualan angsuran dan konsinyasi, akuntansi untuk kantor pusat

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah teori yang membahas kompetensi pengetahuan berbagai teori kejuruan, baik berupa teori yang berhubungan dengan kejuruan

Sistem infomasi akuntansi yang terkait dengan siklus pendapatan, siklus pengeluaran, dan siklus penggajian merupakan aktivitas bisnis utama perusahaan untuk dapat

PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN DAIRI DALAM MENGELOLA PAJAK BUMI DAN BANGUNAN. Pada bab ini penulis membahas mengenai teori

Makalah ini membahas tentang konsep tes minat RMIB/Rothwell Miller Interest Blank yang dirancang untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori dan Praktikum

Makalah ini membahas tentang kutipan dalam mata kuliah Bahasa