• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengantar hukum islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengantar hukum islam"

Copied!
143
0
0

Teks penuh

GAGASAN UMUM TENTANG HUKUM ISLAM

Ruang Lingkup Hukum Islam

Pengertian Ruang Lingkup Hukum Islam Ruang lingkup adalah bidang-bidang hukum yang menjadi objek kajian hukum Islam. 30 Abdul Shamad, Hukum Islam Normisasi Prinsip-prinsip Syariah dalam Hukum Indonesia (jakarta: Prenada Media Group, ct 3, 2017) hal. 9.

Karakteristik Hukum Islam

31 membedakannya dengan hukum-hukum lain, baik hukum Barat maupun hukum adat, yang keduanya merupakan produk manusia yang tidak dapat dihindarkan oleh faktor kepentingan.

TUJUAN HUKUM ISLAM

Tingkatan Maqasid Syariah

Imam al-syatibi mengatakan, maqasid as-syariah itu ada tiga tingkatan, pertama kebutuhan primer, kedua kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami kerugian dalam hidupnya. 58 Suyitno, Maqasid As-Syariyah dan Kisas: Pemikiran As-Syatibi dalam Kitab Al-Muwafaqat, (Majalah Muaddib Vol. 05 No. 1 Juni 2015) hal. 84.

Allah juga memerintahkan manusia untuk menunaikan ibadah sehari-hari, seperti shalat fardu, dan untuk melindungi agama dari gangguan luar, Allah SWT memerintahkan jihad. Pada level ini, hukum Islam hadir untuk menjamin kebutuhan sekunder manusia terlindungi dan terpelihara. 67 Nirwan Nazaruddin, Maqasid Syariah Terhadap Hukum Islam Menurut Imam As-Syatibi dalam Al-Muwafaqat (Jurnal As-Syukriyah Volume 21 Nomor 1 Februari 2020) hal. 115.

49 untuk menaikkan akal manusia, Islam memerintahkan penubuhan sekolah (institusi pendidikan), dengan adanya institusi pendidikan akan memudahkan proses menimba ilmu. 68 Nirwan Nazaruddin, Maqasid Syariah Menentang Hukum Islam Menurut Imam As-Syatibi dalam Al-Muwafaqat (Majalah As-Syukriyah Jilid 21 Nombor 1 Februari 2020) halaman 120.

SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM

Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum

Dari segi terminologi, Ali Jum’ah mengartikan bahwa Al-Qur’an adalah انيلا لوقنملا الله لوسر دمحم يلع لزنملا الله ملاك نم ةرو س رصقاب يدحتملا فاسم Anda tidak perlu khawatir tentang hal ini. Artinya: Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, diturunkan kepada kita secara mutawatir, berada di antara dua sampul dan. Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat, Zabur dan Injil tidak disebut Al-Qur'an b.

Baik itu membaca Al-Quran langsung dari mushafnya, maupun dengan menghafal atau mendengarkannya, itu dianggap sebagai ibadah yang dibalas dengan pahala dari Allah. 87 Fatma Hakim, Keajaiban Al-Qur'an dan Ijaz dalam Al-Qur'an, (Padang: Fakultas Ilmu Sosial, Lembaga Keguruan dan Ilmu Pendidikan 1998) hal.12. I'jaz dalam hal ini menunjukkan lemahnya karakter kepada manusia untuk menciptakan sesuatu yang serupa dengan Al-Quran.

Orang-orang Al-Hasil mengakui kelemahan mereka sambil menerima klaim bahwa Al-Quran bukan buatan manusia. Tantangan ini tidak hanya datang dari Nabi saja, bahkan pada beberapa ayat Al-Quran menantang mereka yang tidak meyakini bahwa Al-Quran berasal dari Allah92. Kisah-kisah bangsa terdahulu yang tidak ada jejak sejarahnya diceritakan dalam Al-Quran, pernyataan Al-Quran tentang kemenangan bangsa Romawi.

As-Sunnah

73 Al-Quran terbukti, tujuan utama al-Quran bukanlah untuk menetapkan teori dan penemuan ini, tetapi penemuan itulah yang mengesahkan bahawa al-Quran bukan dicipta oleh manusia95. Sunnah Taqririyah telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW tentang perkataan atau perbuatan yang dilakukan oleh para Sahabat dengan diam atau tanpa redha, persetujuan atau pendapat yang baik101. 76 Keizinan Rasulullah ialah ketika Muazd bin Jabal hendak dihantar ke Yaman, Muazd kemudiannya berkata sekiranya dia tidak dapat mencari hukum kes daripada al-Quran dan as-Sunnah, maka dia akan cuba menetapkan hukum dalam perkara ini. kes, mendengar , bahawa Rasulullah bersetuju dengan apa yang dikatakan oleh Muazd, dengan sabdanya, segala puji bagi Allah yang memberi pertolongan kepada Rasulullah atas apa yang dipersetujuinya.

Umat ​​Islam bersetuju bahawa apa yang dikatakan, dilakukan dan diputuskan oleh Rasulullah saw, yang membawa kepada undang-undang atau tuntutan dan sampai kepada kita dengan sanad yang sah, adalah bukti bagi umat Islam. Perintah Allah Taat Kepada Rasul-Nya Dalam banyak ayat, Allah memerintahkan seluruh umat Islam untuk mentaati Rasulullah, ketaatan kepada Rasulullah adalah bukti ketaatan kepada Allah, beliau memerintahkan untuk menyerahkan perbedaan pendapat yang terjadi antara mereka kepada Allah dan baginda. Utusan untuk memberi kembali. Dia tidak menganggap iman bagi mereka yang tidak berpuas hati dan tidak menerima keputusan rasul, dia tidak memberi alternatif lain kepada orang Islam apabila Allah dan rasulnya menetapkan hukum.

Kesepakatan antar sahabat menjadikan Rasulullah sebagai rujukan dalam setiap permasalahan dan kesepakatan itulah yang disepakati para sahabat menjadi sumber hukum dalam Islam. Contohnya adalah ayat tentang shalat, dalam Al-Qur'an perintah shalat hanya menunjukkan suatu kewajiban, tetapi tidak bagaimana cara menunaikannya. 79 disebutkan, jika tidak menggunakan As-Sunnah sebagai dalilnya, maka banyak ayat yang tidak bisa digunakan dalam amalan103.

Ijtihad

Secara umum prinsip hukum Islam ada tiga, yaitu asas keadilan, asas kepastian hukum, dan asas kemaslahatan. Asas Kemaslahatan (Manfaat) Asas kemaslahatan artinya perintah dan larangan dalam hukum Islam harus memuat asas kemaslahatan bagi manusia dan alam. 126 Muhammad Daud Ali, Pengantar Hukum Islam dan Tatanan Hukum di Indonesia, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1998) hal. 338.

128 Muhammad Daud Ali, Pengantar Hukum Islam dan Tatanan Hukum di Indonesia, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1998) hal 38. Syarat Allah untuk melakukannya dan tidak meninggalkannya, jika Anda melakukannya, Anda mendapat 'pahala dan jika anda meninggalkan anda mendapat dosa atau ancaman hukuman di akhirat, tuntutan ini disebut wajib dalam hukum Islam. Contoh dari tuntutan ini adalah perintah berpuasa. 2. Abdul Shamad, Hukum Islam Norma Prinsip-prinsip Syariah dalam Hukum Indonesia (jakarta: Prenada Media Group, ct 3, 2017).

133 Muhammad Ali Rusdi, Maslahat Sebagai Metode Ijtihad dan Tujuan Utama Hukum Islam (Jurnal Diktum, Vol. 15, Edisi 2 Desember 2017). Muhammad Daud Ali, Pengantar Hukum Islam dan Tatanan Hukum di Indonesia, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1998). Said Ghazali, Ushul Fiqh, (Mataram: UIN Press 2010) Saifudin Nur, Ilmu Fiqih, (Jakarta: Tafakkur 2018) Saiful Aziz, Ciri-ciri Hukum dan Asas Islam.

ASAS-ASAS HUKUM ISLAM

Asas-Asas umum hukum Islam

Asas ini menyatakan bahwa orang yang dihukum adalah orang yang melakukan kesalahan, atau dengan kata lain seseorang tidak dapat mengalihkan kesalahannya kepada orang lain yang tidak bersalah. Asas ini menyatakan bahwa seseorang yang dituduh melakukan tindak pidana harus dianggap tidak bersalah sebelum hakim menyatakan dia bersalah berdasarkan bukti-bukti yang ada, atau berdasarkan pengakuannya128. Asas ini mengandung makna bahwa segala bentuk hubungan keperdataan yang mendatangkan kemaslahatan dapat terlaksana meskipun tidak disebutkan dalam Al-Quran atau Al-Hadits.

Asas ini mengandung makna bahwa hendaknya seseorang mengembangkan segala bentuk hubungan keperdataan yang membawa manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat, seperti jual beli bahan pokok, dan lain-lain, serta menghilangkan segala bentuk hubungan keperdataan yang mengandung kerugian, seperti jual beli narkotika. , prostitusi dan sebagainya. Asas ini menyatakan bahwa hubungan keperdataan tidak boleh mengandung unsur kecurangan atau perbuatan yang dapat merugikan orang lain, sehingga hasil yang diperoleh dari hubungan keperdataan tercampur antara hak dan kewajiban. Prinsip ini mengandung makna bahwa para pihak harus terlebih dahulu memenuhi kewajibannya sebelum memperoleh hak, hal ini penting karena dapat menghindari terjadinya wanprestasi.

Asas ini mengatur bahwa peralihan harta warisan kepada ahli waris berlaku secara otomatis, tanpa Anda harus bergantung padanya. 108 Prinsip ini menyatakan bahwa perpindahan harta benda dari seseorang ke orang lain terjadi setelah kematian133. Waktu pelaksanaan harus diperhatikan. Dari segi waktunya sebaiknya dibedakan menjadi dua, yaitu muthlaq wajib dan muaqqat wajib. Wajib Muthlaq adalah kewajiban yang dibebankan kepada seseorang namun tidak ada waktu tertentu untuk melaksanakannya, seperti membayar kafarat karena melanggar sumpah. Muaqqat wajib adalah kewajiban yang harus dilakukan seseorang pada waktu yang telah ditentukan, misalnya menunaikan haji dan shalat, yakni melaksanakannya di luar waktu.

Asas-Asas Hukum Perdata Islam

Asas-Asas Hukum Perkawinan Islam

Asas-Asas Hukum Kewarisan Islam

PEMBAGIAN HUKUM ISLAM

Hukum Taklifi

Sebagai syarat melakukan atau meninggalkan dan pilihan untuk melakukan atau meninggalkan, hukum taklifi terbagi menjadi lima. Sebagaimana diketahui pada penjelasan di atas, wajib adalah syarat untuk melakukan sesuatu dan tidak boleh meninggalkannya, karena bagi yang meninggalkannya akan diancam dengan siksa di akhirat. Artinya: dan menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban manusia dihadapan Allah yaitu bagi orang yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah.

Editorial Fiil mudare' dikaitkan dengan lam Al-Amr seperti pada ayat حتعس نم ةعس اوذ قفنيل. 118 menjadikan pekerjaan itu batal. Pembayaran wajib dibedakan menjadi tiga, 1) Pembayaran wajib, yaitu tersedianya waktu untuk melaksanakan kewajiban ini lebih luas dibandingkan dengan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kewajiban tersebut. Misalnya, shalat dzuhur membutuhkan waktu lima hingga sepuluh menit untuk dilaksanakan. namun waktu yang diberikan untuk melakukannya lebih dari tiga jam. . Mandubi atau Sunnah adalah syarat yang bila dilaksanakan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan tidak ada dosa dan ancaman, misalnya seperti shalat Sunnah141.

Sunnah Gairu Muakkadeh merupakan amal shaleh yang dilakukan oleh nabi, namun tidak dilakukan secara rutin atau tidak selalu dilakukan oleh nabi, misalnya shalat sunah empat rakaat sebelum zuhur. Dari segi akad, sesuatu yang haram karena suatu zat maka akan langsung batal akadnya, seperti akad jual beli minuman keras, sedangkan jika haram bagi ardhi tidak serta merta batal. 125 Tidak ada keharusan untuk berbuat atau meninggalkan, berdasarkan hal tersebut para ulama berbeda pendapat tentang masuknya mubah dalam hukum tikhab, para ulama ahlussunnah memasukkan mubah dalam hukum tikhab karena mereka melihat ada unsurnya. tindakan sedangkan ulama mu'tezile no. memasukkan mubah ke dalam hak qitab karena tidak ada keharusan dalam membuat dan meninggalkannya.

Hukum Wad’i

Dalam bahasa, akal adalah sesuatu yang boleh disampaikan kepada orang lain. Dari segi usul fiqh, ulama mendefinisikan akal sebagai sesuatu yang menyebabkan timbulnya hukum. Jika sebab itu wujud maka berlakulah hukum taqlifi dan jika sebab itu tidak wujud. , maka hukum taqlifi tidak berlaku. 127 contoh kedatangan bulan Ramadhan sebagai sebab wajib berpuasa, selagi bulan Ramadhan belum tiba, kewajipan berpuasa tidak ada. Dalam istilah linguistik syarat ialah penentuan sesuatu, dari segi syarat ia adalah sesuatu yang ditetapkan sebagai syarat oleh Tuhan.

128 sahnya hukum tikhabi145, misalnya menutup aurat sebagai syarat sahnya shalat, serta nisab yang cukup yang menjadi syarat wajib zakat. Secara lughawi mani' artinya pengekangan, dalam artian mani' adalah sesuatu yang menghalangi dan menyebabkan tidak adanya hukum. Secara bahasa kekosongan adalah kebalikan dari sah, dalam arti batal adalah perbuatan yang tidak memenuhi salah satu syarat, rukun atau tidak menghindari mania'.

Fatma Hakim, Mukjizat Al-Quran dan Ijaz Dalam Al-Koran, (bidang: Fakulti Sains Sosial, Institut Pendidikan dan Pendidikan, 1998). Munawir Ahmad Warison, Almunawir Kamus Arab-Indonesia (Surabaya: Pustaka Progresif, 2002) Nirwan Nazaruddin, Maqasid Syariah melawan hukum.

PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai hakikat, Muhammad datang sebelum nabi yang lain pada awal siklus kenabian, dan aspek batinnya sebagai logos disebut dalam hadits,”ia (Muhammad) telah menjadi

Dari berbagai definisi Hukum sebagaimana tersebut di atas, maka secara sederhana dapat di kemukakan bahwa Hukum adalah seperangkat peraturan tentang tingkah laku manusia

Kedua dari segi istilah muamalah dibagi dua yaitu muamalah dalam arti luas dan sempit, Muamalah dalam arti sempit adalah aturan-aturan Allah swt yang mengatur

Di era globalisasi sekarang ini, banyak tingkah laku manusia teruma anak remaja yang keluar dari koridor dan aturan baik aturan agama maupun aturan negara. Hal ini

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum merupakan peraturan yang mengatur tentang tingkah laku manusia yang di buat oleh badan berwenang dan bersifat

Pembahasan mengenai ijmak menurut Fazlul Rahman, juga 13 Sunnah yang hidup adalah suatu sikap, pendapat atau tingkah laku (praktek) baik yang dilakukan oleh Nabi saw maupun oleh

Secara sederhana hukum dapat dipahami sebagai peraturan-peraturan atau norma-norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat, baik peraturan atau

Kata tentang tingkah laku manusia mukallaf mengandung arti bahwa hukum islam itu hanya mengatur tingkah laku lahir manusia yang dikenai hukum.25 Dalam pengertian lain hukum Islam juga