• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), Dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap Profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Tahun 2018-2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), Dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap Profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Tahun 2018-2020"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR),

FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), DAN BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS

BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS) TAHUN 2018-2020

SKRIPSI

diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

Program Studi Perbankan Syariah

Oleh : Hamid Fauzi NIM :E20171104

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

APRIL 2022

(2)

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR),

FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), DAN BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS

BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS)TAHUN 2018-2020

SKRIPSI

diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

Program Studi Perbankan Syariah

Oleh:

Hamid Fauzi NIM: E20171104

Disetujui Pembimbing

Agung Parmono, S.E., M.Si NIP: 197512162009121002

ii

(3)

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR),

FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), DAN BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS

BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS)TAHUN2018-2020

SKRIPSI

Telah diuji dan diterima untuk memenuhi

salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam

Program Studi Perbankan Syariah Hari : Kamis

Tanggal : 21 April 2022 Tim Penguji

Ketua Sekretaris

Toton Fanshurna, M.E.I Retna Anggitaningsih, S.E., M.M NIP. 198112242011011008 NIP. 197404201998032001

Anggota:

1. Dr. Roni Subhan S.Pd., M.Pd. ( )

2. Agung Parmono, S.E, M.Si ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Dr. Khamdan Rifa'i, S.E, M.Si NIP. 196808072000031001

iii

(4)

MOTTO

ا ًرْيِثَك َ َّاللَّوُرُكْذا َو ِ َّاللَّ ِلْضَف ْنِم اوُغَتْبا َو ِض ْرَ ْلْا ىِفاوُرِشَتْناَف ُةولَّصلا ِتَي ِضُقاَذِإَف َن ْوُحلْفُت ْمُكَّلَعَّل

Artinya : Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebarablah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu

beruntung. (Q.S. Al Jumuah : 10)1

1Al-Qur’an, 62:10.

iv

(5)

PERSEMBAHAN

Dengan mengucap puji syukur kepada Allah SWT, penulis mempersembahkan skripsi ini kepada :

1. Bapak Nijaki dan Ibu Halimatus Sa’diyah selaku kedua orang tua saya yang telah membesarkan serta merawat saya dari kecil hingga sekarang.

Tanpa kasih dan cinta beliau saya tidak akan bisa sampai ke tahap saat ini.

2. Kakakku (Siti Khotijah) dan seluruh keluarga yang telah memberi motivasi dan dukungan sehingga saya bisa menyelesaikan karya ini.

3. Semua guru-guru sejak saya belajar menulis dan membaca yang telah banyak memberikan ilmunya sehingga saya mampu menyelesaikan pendidikan dari perguruan ini.

4. Almamater Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq yang saya banggakan.

v

(6)

KATA PENGANTAR ميحرلا نمحرلا الله مسب

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayat-Nya, melimpahkan petunjuk dan pertolongan-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ini dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang yakni agama Islam.

Syukur Alhamdulillah, penelitian yang berjudul “Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia tahun 2018-2020” telah penulis selesaikan dengan upaya semaksimal mungkin sehingga terwujud sebuah skripsi meskipun jauh dari kata sempurna.

Penulis menyadari kesuksesan ini penulis dapatkan karena dukungan dari berbagai pihak, maka sudah seharusnya penulis mengucap terimakasih yang sebesar-sebesarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., MM selaku Rektor UIN KHAS Jember.

2. Bapak Dr. Khamdan Rifa’i, S.E., M.Si Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN KHAS Jember.

vi

(7)

3. Ibu Hj. Nurul Setianingrum S.E., MM selaku ketua Program Studi Perbankan Syariah UIN KHAS Jember.

4. Bapak Agung Parmono S.E., M.Si selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan sehingga skripsi ini selesai.

5. Semua Dosen UIN KHAS Jember yang telah banyak memberikan ilmunya 6. Teman-teman seperjuangan Perbankan Syariah 3, teman-teman kontrakan serta keluarga besar kontrakan bapak Talha, teman-teman The Museng dan Tropicalmisme yang selalu memberikan semangat dan suportnya.

Penulis berharap semoga segala bantuan, dukungan, partisipasi dan doa mereka di balas oleh Allah SWT.

Jember, 25 Januari 2022 Penulis

Hamid Fauzi NIM. E20171104

vii

(8)

ABSTRAK

Hamid Fauzi, Agung Parmono,2022 : Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas (ROA) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) tahun 2018-2020.

Salah satu lembaga keuangan syariah di Indonesia ialah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah suatu lembaga keuangan yang dalam menjalankan operasionalnya berdasar prinsip dan aturan Islam. Dalam kegiatan usahanya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah bertujuan untuk mensejahterakan umat Islam khususnya golongan masyarakat yang memiliki ekonomi lemah di daerah kecamatan-kecamatan.

Tujuan penelitian ini yaitu : 1) Untuk menganalisa pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020. 2) Untuk menganalisa pengaruh Financing To Deposit Ratio (FDR)terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020.

3) Untuk menganalisa pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018- 2020. 4) Untuk menganalisa pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018- 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dimana populasinya adalah seluruh BPRS di Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan bulanan BPRS di Indonesia dari tahun 2018- 2020. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi linier berganda dengan tujuan untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel CAR dan FDR berpengaruh positif secara signifikan terhadap ROA, sedangkan variabel BOPO berpengaruh negatif secara signifikan terhadap ROA. Sementara itu secara simultan (bersama-sama) seluruh variabel bebas yaitu CAR, FDR, dan BOPO mempengaruhi ROA secara signifikan.

Kata Kunci : CAR, FDR, BOPO, ROA.

viii

(9)

ABSTRACT

Hamid Fauzi, Agung Parmono, 2022 : The effect of the Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), and Operating Income Operating Costs (BOPO) on the profitability (ROA) of Sharia Rural Banks (BPRS) in 2018-2020.

One of the Islamic financial institutions in Indonesia is the Islamic People's Financing Bank (BPRS). Sharia People's Financing Bank is a financial institution which in carrying out its operations is based on Islamic principles and rules. In its business activities, the Islamic People's Financing Bank aims to improve the welfare of Muslims, especially those who have a weak economy in the sub-districts.

The objectives of this study are: 1) To analyze the effect of the Capital Adequacy Ratio (CAR) on the profitability of Islamic People's Financing Banks in 2018-2020. 2) To analyze the effect of Financing To Deposit Ratio (FDR) on the profitability of Sharia Rural Banks in 2018-2020. 3) To analyze the effect of Operational Income Operational Costs (BOPO) on the profitability of Islamic People's Financing Banks in 2018-2020. 4) To analyze the effect of the Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), and Operating Income Operational Costs (BOPO) on the profitability of Sharia Rural Banks in 2018-2020. This study uses quantitative research methods where the population is all BPRS in Indonesia. The sample used in this study is the monthly financial statements of BPRS in Indonesia from 2018-2020. The data analysis method used in this study is using multiple linear regression analysis with the aim of measuring the effect of the independent variable on the dependent variable.

The results of this study indicate that partially the CAR and FDR variables have a significant positive effect on ROA, while the BOPO variable has a significant negative effect on ROA. Meanwhile, simultaneously (together) all independent variables, namely CAR, FDR, and BOPO significantly affect ROA.

Keywords : CAR, FDR, BOPO, ROA.

ix

(10)

DAFTAR ISI

JUDUL PENILITIAN ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ...v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ...x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ...1

A. Latar Belakang Masalah ...1

B. Rumusan Masalah ...7

C. Tujuan Penelitian ...7

D. Manfaat Penelitian ...8

E. Ruang Lingkup Penelitian ...9

F. Definisi Operasional ...9

G. Asumsi Penelitian ... 12

H. Kerangka Konseptual ... 12

I. Hipotesis ... 13

J. Metode Penelitian ... 17

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 17

2. Jenis dan Sumber Data ... 17

3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 17 x

(11)

4. Analisis Data ... 18

K. Simtematika Pembahasan ... 24

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu ... 26

B. Kajian Teori ... 35

1. Profitabilitas ... 35

2. CAR ... 36

3. FDR ... 37

4. BOPO ... 38

BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Obyek Penelitian ... 39

B. Penyajian Data ... 43

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 47

D. Pembahasan ... 61

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 65

B. Saran ... 66

DAFTAR PUSTAKA ... 67 LAMPIRAN

xi

(12)

DAFTAR TABEL NO URAIAN

TABEL 1.1 Perkembangan BPRS di Indonesia ... 3

TABEL 1.2 Perkembangan CAR, FDR dan BOPO pada BPRS 2018-2020 ... 5

TABEL 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu Dengan Penelitian Ini ... 31

TABEL 3.1 Jumlah BPRS Berdasarkan Lokasi ... 40

TABEL 3.2 Perkembangan CAR ... 41

TABEL 3.3 Perkembangan FDR ... 42

TABEL 3.4 Perkembangan BOPO ... 43

TABEL 3.5 Perkembangan ROA pada BPRS periode 2018-2020 ... 44

TABEL 3.6 Perkembangan CAR, FDR dan BOPO pada BPRS 2018-2020 ... 45

TABEL 3.7 Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif ... 47

TABEL 3.8 Hasil Uji Multikolinieritas... 50

TABEL 3.9 Hasil Uji Autokorelasi ... 52

TABEL 3.10 Durbin Watson ... 52

TABEL 3.11 Hasil Uji Runs Test ... 53

TABEL 3.12 Hasil Uji Regresi Linier Berganda ... 55

TABEL 3.13 Hasil Uji T ... 57

TABEL 3.14 Hasil Uji F ... 59

TABEL 3.15 Hasil Uji Koefesien Determinasi ... 60 xii

(13)

DAFTAR GAMBAR

NO URAIAN

GAMBAR 3.1 P Plot ... 49 GAMBAR 3.2 Scatterplot ... 51

xiii

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, banyak kemajuan-kemajuan yang terjadi salah satunya yaitu perkembangan ekonomi terutama dalam dunia perbankan. Perkembangan ini di tandai dengan semakin banyaknya persaingan antar bank untuk menghimpun nasabah dengan cara memberikan kemudahan kepada nasabah tersebut dalam peminjaman atau transaksi-transaksi lainnya.

Perbankan merupakan suatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai lembaga perantara antara pihak yang memiliki dana yang lebih dan pihak yang kekurangan dana. Sehingga perbankan merupakan salah satu lembaga yang mempunyai peran penting dalam lingkungan ekonomi masyarakat. Dalam memaksimalkan kegiatannya, khususnya dalam menghimpun dana, perbankan harus dapat berinovasi untuk mempertahankan nasabah atau bahkan menambah nasabah baru.2

Pada era modern seperti saat ini, dunia perbankan sangat berperan besar untuk memajukan ekonomi Negara. Menurut Kasmir, semua sektor yang berhubungan dengan keuangan selalu membutuhkan jasa perbankan. Semua aktivitas keuangan baik perorangan maupun lembaga, baik sosial atau perusahaan tidak dapat lepas dari perbankan.

Perbankan sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW dan Para Sahabat. Pada zaman Rasulullah SAW praktek-praktek seperti

2Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainya, (Jakarta:PT Raja Gravindo Persaja,2008), 24

(15)

menerima titipan harta, meninjamkan uang, serta melakukan pengiriman uang, telah lazim dilakukan. Hal ini selaras dengan fungsi utama perbankan modern seperti menabung, meminjam dana, mentransfer uang yang saat ini tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia sehari-harinya.3

Perbankan Syariah didirikan dengan berlandaskan Al-qur’an dan hadist, dimana dalam pengoperasiannya perbankan syariah melarang penggunaan sistem bunga karena dianggap sama dengan riba. Dalam Islam hukum riba adalah haram, sebab itu perbankan syariah mengganti sistem bunga tersebut dengan sistem bagi hasil.

Umat Islam di Indonesia telah lama mendambakan adanya bank yang beroperasi sesuai dengan syariah. Ketua pengurus besar Muhammadiyah periode 1937-1944 K.H Mas Mansyur pernah menyatakan bahwa umat Islam di Indonesia terpaksa menggunakan jasa bank konvensional karena belum memiliki lembaga yang bebas riba. Pada tahun 1990 barulah MUI membentuk kelompok kerja untuk mendirikan Bank Islam di Indonesia, hingga pada akhirnya di tahun 1992 berdirilah bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat.4

Salah satu lembaga keuangan syariah di Indonesia ialah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah suatu lembaga keuangan yang dalam menjalankan operasionalnya mengikuti prinsip dan aturan Islam. BPRS berdiri berdasarkan UU No. 7

3Abdul Muhith, Sejarah Perbankan Syariah. Attanwir Jurnal Kajian Keislaman dan Pendidikan.

Vol 1, no.2 (2012), hal:72

4Agus Marimin1, Abdul Haris Romdhoni2, dan Tira Nur Fitria3, Perkembangan Bank Syariah di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam. Vol. 1, no.2 (2015), hal:80-81

(16)

Tahun 1992 tentang Perbankan dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 Tahun 1992 tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil. Pada pasal 1 (butir 4) UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan,5 BPRS didirikan untuk menyentuh aspek-aspek mikro rakyat kecil seperti memberikan pelayaanan kepada Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM). Seiring berjalannya waktu perkembangan BPRS mengalami perubahan dari tahun ke tahun, dibawah ini jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1

Perkembangan BPRS di Indonesia

Tahun Jumlah BPRS

2013 163

2014 163

2015 163

2016 166

2017 167

2018 167

2019 164

2020 163

Sumber : Statistik Perbankan Syariah OJK

Jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) mengalami perubahan setiap tahunnya, hal ini sesuai dengan kebutuhan dan permintaan nasabah. Data diatas menunjukkan dalam tiga tahun terakhir jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang ada di Indonesia menurun yaitu sebanyak 163 bank yang tersebar di 23 provinsi. Penurunantersebut tentunya akan

5Ismail, Perbankan Syariah, (Jakarta,Kencana Pernamedia Group 2011), cet 1, hlm. 54- 55

(17)

menimbulkan sebuahpertanyaan bagaimana hal itu bisa terjadi apakah karena faktor eksternal atau faktor internal seperti kurangnya profit yang didapat.

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dalam menjalankan bisnisnya mencari keuntuangan atau profitabilitas dari setiap kegiatan usahanya. Return On Asset (ROA)merupakan rasio yang mengukur tingkat profitabilitas perbankan syariah yang telah diatur oleh Bank Indonesia.6 ROA digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan labanya, dengan menggunakan rasio ROA ini, kita bisa menghitung sejauh mana suatu bank bisa menghasilkan keuntungan atau laba dari seluruh aktiva yang diinvestasikan. Semakin tinggi ROA yang diperoleh suatu bank, maka tingkat laba akan semakin baik dan nilai kesehataannya bertambah baik pula.

Untuk mengukur profitabilitas suatu bank, bank tersebut dapat menggunakan rasio keuangan. Salah satu rasio keuangan yang sering digunakan yaitu rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), dimana rasio ini sangat penting dalam mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan risiko.7 Akan tetapi rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) bukanlah satu-satunya rasio yang dapat digunakan untuk menilai profitabilitas bank, masih banyak rasio lain yang dapat digunakan sebagai pengukur kinerja perbankan seperti Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Dalam penelitian ini penulis memasukkan 3 variabel yaitu CAR,

6R. Rizny.2019. Pengaruh FDR, NPF, CAR, dan BOPO Terhadap ROA pada BPRS di Indonesia periode 2010-2017. (Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta)

7Edhi Satriyo dan Muhammad Syaichu, “Analisis Pengaruh Suku Bunga, Inflasi, CAR, BOPO, NPF Terhadap Profitabilitas Bank Syariah”, Journal of Accounting, Vol. 2 No. 2, 2013, Hlm. 4.

(18)

FDR, dan BOPO Bank Pembiayaan Rakyat Syariah pada tahun 2018-2020, berikut adalah data perkembangan CAR, FDR, dan BOPO pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah pada tahun 2018-2020:

Tabel1.2

Perkembangan CAR, FDR dan BOPO pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020

Tahun Rasio Tertinggi Terendah

2018 CAR 22,50% 18,81%

FDR 119,40% 109,34%

BOPO 88,76% 83,75%

2019 CAR 21,72% 17,99%

FDR 122,33% 111,52%

BOPO 90,01% 81,74%

2020 CAR 33,26% 23,28%

FDR 119,72% 108,78%

BOPO 92,25% 83,22%

Sumber : Statistik Perbankan Syariah OJK

(19)

Penelitian yang dilakukan oleh Suryantok (2018) berkaitan dengan profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) menjelaskan bahwa FDR dan CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas, NPF berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas, dan semua variabel bebas tersebut secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas BPRS.Penelitian yang dilakukan oleh Remmy Sari(2020) yang meneliti pengaruh CAR dan BOPO terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Hasil penelitian menjelaskan bahwa CAR dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas BPRS.

Penelitian yang dilakukan Ayub Ardani (2020) meneliti pengaruh CAR, FDR, dan NPF terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Hasil penelitian menjelaskan bahwa CAR dan FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, NPF berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan CAR, FDR, dan NPF secara bersama-sama (simultan) tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.

Berdasarkan data tersebut maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul “PengaruhCapital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) tahun 2018-2020”

(20)

B. Rumusan Masalah

1. Apakah Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikanterhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020?

2. Apakah Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh signifikanterhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020?

3. Apakah Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020?

4. Apakah Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang ada, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk menganalisa pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020.

2. Untuk menganalisa pengaruh Financing To Deposit Ratio (FDR) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020.

3. Untuk menganalisa pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020.

(21)

4. Untuk menganalisa pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tahun 2018-2020.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis

Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi sumber pengetahuan tentang variabel variabel yang mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia, khususnya variabel CAR, FDR, dan BOPO.

2. Bagi Akademisi

Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi akademisi sebagai kajian untuk masukan bahan diskusi, memperluas pengetahuan, melengkapi penelitian terdahulu dan sumbangan referensi bagi pengembangan ilmu perbankan syariah.

3. Bagi Praktisi

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk lebih memahami pengaruh CAR, FDR, dan BOPO terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

(22)

E. Ruang Lingkup Penelitian

1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi timbulnya variabel terikat. Pada penelitian ini variabel bebas (X) yang digunakan adalah :

a) Capital Adequacy Ratio (CAR) (X1) b) Financing To Deposit Ratio (FDR) (X2)

c) Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) (X3) 2. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi karena adanya variabel bebas. Pada penelitian ini variabel terikat (Y) yang digunakan adalah Return On Assets (ROA).

F. Definisi Operasional

1. Capital Adequacy Ratio (CAR)

Capital Adequacy Ratio(CAR)ialah rasio yang menunjukkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung resiko ikut dibiayai dari dana modal sendiri, bank disamping itu memperoleh dana dari sumber-sumber di luar bank, atau rasio kinerja bank utuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung resiko.8Dengan kata lain, CAR adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan risiko.

8 Boy Leon dan Sonny Ericson, Manajemen Aktiva Pasiva Bank Devisa. (Jakarta : Grasindo, 2008), 122.

(23)

Capital Adeuaqy Ratio (CAR) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

CAR = Modal x 100%

ATMR

2. Financing to Deposit Ratio (FDR)

Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah rasio antara seluruh jumlah pembiayaan yang diberikan dengan dana yang diterima oleh bank.9Setiap bank membutuhkan likuiditas yang berbeda karena setiap usaha bank, besarnya bank juga berbeda-beda. FDR tersebut menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan oleh deposan dengan mengandalkan pembiayaan yang disalurkan oleh bank tersebut sebagai sumber likuiditasnya. Sehingga semakin tinggi FDR maka laba akan semakin meningkat dengan catatan bank tersebut mampu menyalurkan pembiayaan dengan efektif.

Financing to Deposit Ratio (FDR) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

FDR = Total Pembiayaan x 100%

Total DPK

3. Biaya Operasional Pendapatan Operasional

BOPO merupakan rasio perbandingan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. BOPO digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan

9Desi Ariyani, “Analisis Pengaruh CAR, FDR, BOPO dan NPF terhadap Profitabilitas pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk”, Al-Iqtishad, 1 (Januari, 2010), 108.

(24)

operasional. Semakin tinggi rasio ini maka semakin tidak efisien biaya opersional bank, dan semakin kecil rasio ini maka bank lebih efisien dalam menjalankan operasional sehari-hari sehingga kemungkinan bank mendapatkan keuntungan menjadi lebih besar.

Rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya. BOPO dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

BOPO = Biaya Operasional x 100%

Pendapatan Operasional 4. Profitabilitas (ROA)

Profitabilitas (ROA) adalah suatu kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.10 ROA merupakan rasio yang sering digunakan untuk mengukur manajemen bank dalam mengelola aset secara keseluruhan guna mendapatkan keuntungan (laba).11 Profitabilitas bisa dikatakan kemampuan suatu bank untuk menghasilkan laba sebanyak-banyaknya, profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam merperoleh keuntungan melalui semua sumber daya yang dijalankan dalam perusahaan tersebut seperti penjualan, tabungan dan masih banyak lainnya. Dalam hal ini perusahaan harus bisa menganalisis kemungkinan hal yang bisa terjadi di masa mendatang yang dapat mempengaruhi jumlah profit dalam perusahaan di masa depan.

10 Ahmad Azmy, Analisis Pengaruh Rasio Kinerja Keuangan Terhadap Profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Jurnal Akuntansi/Volume XXII, No. 01, Januari 2018. Hal : 122

11 Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainya, (Jakarta:PT Raja Gravindo Persaja,2008), 201

(25)

G. Asumsi Penelitian

Pada setiap penelitian diperlukan sebuah asumsi atau biasa disebut juga dengan anggapan dasar. Asumsi penelitian digunakan untuk memperjelas tentang apa yang akan diteliti dan berfungsi sebagai pijakan dalam sebuah penelitian sebelum peneliti mengumpulkan data agar mempertegas variabel yang digunakan sebagai penelitian.12 Pada penelitian ini penulis berasumsi bahwa variabel CAR, FDR, dan BOPO berpengaruh terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia.

H. Kerangka Konseptual

Keterangan : Parsial = Simultan =

12 Tim Penyusun,Pedoman Penulisan Karya Ilmiyah (Jember:Iain Press,2017),39

Profitabilitas (Y) (CAR) (X1)

ROA (Y) (FDR) (X2)

(BOPO) (X3)

(26)

I. Hipotesis

Hipotesis bisa katakan sebagai dugaan sementara yang belum diketahui benar atau salah, dan hipotesis ini dinyatakan dalam bentuk pernyataan sementara terhadap hasil penelitian.13 Adapun hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Profitabilitas CAR adalah rasio untuk mengukur kecukupan modal pada suatu bank, dan menunjukkan kemampuan bank untuk mempertahankan modalnya serta mengawasi risiko mendatang yang akan dihadapi oleh suatu bank. Semakin besar Capital Adequacy Ratio (CAR) maka semakin besar pula kesempatan bank dalam menghasilkan laba, hal ini disebabkan karena dengan adanya modal yang besar manajemen bank bisa leluasa dalam menempatkan dana tersebut kedalam aktivitas investasi yang menguntungkan.14 Penelitian lain yang dilakukan oleh Suryantok (2018) menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA) bank syariah. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian ini sebagai berikut : H1 : Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap Profitabilitas.

13 Priyono, Metode Penelitian Kuantitatif,(Surabaya: Zifatama Publishing,2016),66

14 Edhi Satriyo dan Muhammad Syaichu, “Analisis Pengaruh Suku Bunga, Inflasi, CAR, BOPO, NPF Terhadap Profitabilitas Bank Syariah”, Journal of Accounting, Vol. 2 No. 2, 2013, Hlm. 4.

(27)

2. Pengaruh Financing To Deposit Ratio (FDR) terhadap Profitabilitas

Bank merupakan lembaga yang berfungsi sebagai intermedier keuangan, artinya bank menjadi penghubung atau perantara dalam kegiatan penghimpunan dana (penabung) dan menyalurkannya kembali kepada nasabah yang membutuhkan dalam bentuk kredit atau pinjaman. Bank dapat mengetahui berapa besar pembiayaan yang disalurkan dengan memanfaatkan dana yang dihimpun dengan menggunakan rasio Financing to Deposit Ratio.15 Semakin tinggi FDR maka kemungkinan perusahaan dalam mendapatkan laba juga semakin besar, namun hal ini bisa terjadi jika perusahaan tersebut mampu menyalurkan dana kepada nasabah dengan optimal. Kesimpulan dari pernyataan tersebut yaitu jika FDR naik maka laba perusahaan juga ikut naik dengan catatan penyaluran dana tersebut dilakukan dengan baik serta maksimal.

Teori ini di dukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nurul Altifah Dewi (2019) yang menunjukkan bahwa FDR berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA) bank syariah.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian ini sebagai berikut :

H2 :Financing To Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif terhadap Profitabilitas.

15Ibid, 4

(28)

3. Pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas

BOPO merupakan rasio perbandingan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya, terutama kredit.16 Semakin tinggi rasio ini, maka semakin tidak efisien biaya opersional bank. Sebaliknya, semakin kecil rasio ini berarti semakin baik kinerja manajemen bank tersebut karena berarti lebih efisien dalam menggunakan SDM yang ada.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian ini sebagai berikut :

H3 : Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO)berpengaruh positif terhadap Profitabilitas.

4. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas

Profitabilitas merupakan tujuan utama dalam sebuah perusahaan, profitabilitas sangat penting karena profitabilitas merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba. Selain itu, profitabilitas juga dapat mengukur kinerja yang baik yang ditunjukkan lewat keberhasilan manajemen dalam

16 Lukman Dendawijaya, Manajemen Perbankan, hal. 120.

(29)

menghasilkan laba yang maksimal bagi perusahaan.17 Agar bank dapat menjaga kinerjanya dengan baik maka bank harus tetap menjaga tingkat pforitabilitas bank tersebut dengan baik pula.

Terdapat beberapa rasio yang mempengaruhi profitabilitas, yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO).

CAR adalah rasio untuk mengukur kecukupan modal pada suatu bank, dan menunjukkan kemampuan bank untuk mempertahankan modalnya serta mengawasi risiko mendatang yang akan dihadapi oleh suatu bank. Semakin besar Capital Adequacy Ratio (CAR) maka semakin besar pula kesempatan bank dalam menghasilkan laba, hal ini disebabkan karena dengan adanya modal yang besar manajemen bank bisa leluasa dalam menempatkan dana tersebut kedalam aktivitas investasi yang menguntungkan.

Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah rasio antara seluruh jumlah pembiayaan yang diberikan dengan dana yang diterima oleh bank.18 Semakin tinggi FDR maka kemungkinan perusahaan dalam mendapatkan laba juga semakin besar.

Biaya Operasional Pendapatan Operasional merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisien dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasi. Semakin kecil rasio ini

17 Hery, Analisis Kinerja Manajemen (Jakarta: Grasindo, 2015), 192.

18 Desi Ariyani, “Analisis Pengaruh CAR, FDR, BOPO dan NPF terhadap Profitabilitas pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk”, Al-Iqtishad, 1 (Januari, 2010), 108.

(30)

berarti semakin baik kinerja manajemen bank tersebut karena berarti lebih efisien dalam menggunakan SDM yang ada, jadi kemungkinan bank dalam mendapat laba semakin besar.

H4 : Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh secara simultan terhadap Profitabilitas.

J. Metode Penelitian

1. Pendekaan dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menngunakan analisis deskriptif, dimana data yang diolah pada penelitian ini berupa angka-angka.

2. Jenis dan Sumber Data

Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dalam bentuk angka. Data dalam penelitian ini merupakan data panel yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam laporan statistik perbankan syariah dari Januari 2018 sampai Desember 2020.

3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dimana data yang dikumpulkan dianalisa dan kemudian di tuangkan sebagai kesimpulan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dalam peneltian ini adalah:

(31)

1) Laporan keuangan bulanan dari Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia tahun 2018-2020 yang diambil dari website resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2) Laporan keuangan bulanan yang indikatornya CAR, FDR, BOPO, dan ROA pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia tahun 2018-2020.

4. Analisis Data

Analisis data ini merupakan kegiatan setelah semua data yang akan diteliti terkumpul, mengetahui pengaruh CAR, FDR, dan BOPO terhadap profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi linier berganda dengan tujuan untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun saat menganalisis data, peneliti menggunakan bantuan software Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 24.0 agar mudah dalam mengolah data penelitian.

a. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif ini memberikan deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, variance, maksimum, minimum, range, dan sum. Analisis deskriptif dalam penelitian ini berfungsi sebagai proses olah data menjadi tabel sehingga mudah dipahami.

(32)

b. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas

Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam suatu variabel penelitian. Salah satu cara mengetahuinya adalah dengan melihat probability plot, model regresi dikatakan normal apabila data ploting (titik-titik) mengikuti garis diagonal dan menyebar di sekitar garis tersebut.

2) Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada kemiripan antara variabel independen dengan variabel independen yang lain di dalam satu model. Karena jika terjadi kemiripan antara variabel independen dengan variabel independen lainnya maka akan terjadi korelasi. Dan juga dalam uji multikolinieritas ini bertujuan untuk meghindari kebiasaan pengambilan keputusan pengaruh pada uji persial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Data dikatakan menjadi multikolinieritas apabila nilai tolerance> 0,100 atau sama dengan nilai VIF < 10,00.19

3) Uji Heteroskidastisitas

Uji heteroskidastitas ini betujuan untuk mengetahui apakah varian dari residual data satu observasi ke observasi lainnya berbeda atau tetap. Jika ada kesamaan maka disebut

19 Ibid.,181

(33)

homokedastitas namun jika berbeda disebut heterokedastitas.

Untuk mendeteksi problem heteroskedastitas pada model regresi dapat dilihat pada grafik Scatterplot. Apabila ploting titik-titik menyebar secara acak dan tidakberkumpul pada satu tempat, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi problem heteroskidastitas.

4) Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi residual pada periode (t) dengan residual pada periode sebelumnya (t-1) dalam model regresi. Untuk data time series autokorelasi sering terjadi, tapi untuk daya yang sampelnya crossection jarang terjadi. Metode pengujian yang sering digunakan adalah dengan uji Durbin Watson (DW).

(1) dW < dL, artinya ada autokorelasi positif (+) (2) dL < dW < dU, artinya tidak dapat disimpulkan (3) dW > 4-dL, artinya ada autokorelasi negatif (-) (4) 4-dU < dW < 4-dL, artinya tidak dapat disimpulkan (5) dU < dW < 4-dU, artinya tidak terjadi autokorelasi

Apabila autokorelasi terjadi, ada beberapa cara untuk mengobati autokorelasi salah satunya dengan uji runs test, dimana jika signifikannya >0,05 dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

(34)

c. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui adakah pengaruh antara variabel X terhadap Y.20 Pada penelitian ini dilakukan analisis regresi linier berganda, ini dikarenakan jumlah variabel X atau variabel independennya lebih dari satu.21 Model persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut:

Y= a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e Y= variabel dependen (profitabilitas) a= konstanta

b1= koefisien regresi untuk X1 b2= koefisien regresi untuk X2 b3= koefisien regresi untuk X3 X1= Capital Adequacy Ratio (CAR) X2= Financing to Deposit (FDR)

X3= Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) e= kesalahan residual (variabel pengganggu)

d. Uji Ketepatan Model 1) Uji T

Adapun langkah-langkah Uji Simultan (Uji t) dalam penelitian ini sebagai berikut :

20Ibid, 144.

21 Ibid, 149.

(35)

a) Menentukan Hipotesis

H0 : βi = 0 Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y)

H0 : βi ≠ 0 Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y)

b) Nilai Kritis

Nilai kritis di dapat dari tabel distribusi t dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%. Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikasi sebesar 0,05 (α = 5%) atau tingkatan keyakinan sebesar 95% karena tingkat signifikansi itu yang umum digunakan pada penelitian sebelumnya dan dianggap cukup tepat untuk mewakili hubungan antar variabel yang diteliti.

c) Menentukan nilai t hitungdengan rumus sebagai berikut : Thitung = X- µ0 /s/√n

Keterangan : X = Nilai rata-rata

µ0 = Nilai yang dihipotesiskan s = Standar deviasi

n = Jumlah sampel penelitian

d) Menentukan t tabel dengan cara melihat hasil tabel distribusi pada α 5%.

(36)

e) Memberikan kesimpulan

(1) Jika nilai sig < 0,05 atau t hitung > t tabel maka tedapat pengaruh antara variabel X terhadap Variabel Y

(2) Jika nilai sig > 0,05 atau t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y

2) Uji F

Adapun langkah-langkah Uji Parsial (Uji f) dalam penelitian ini sebagai berikut :

a) Menentukan hipotesis

H0 : β1 : β1 = 0 Artinya secara bersama sama semua variabel bebas (X) berpengaruh tidak terhadap variabel terikat (Y).

H0 : β1 ≠ β1 ≠ 0 Artinya secara bersama sama semua variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y).

b) Menentukan nilai kritis

Nilai kritis didapat dari tabel F dengan menggunakan signifikan 5% (α = 0,05)

c) Menentukan nilai F hitungdengan rumus sebagai berikut : Fhitung = R2 (n – k – 1)/K (1 – R2)

Keterangan :

R2 = Koefisien determinasi n = Jumlah data atau sampel k = Jumlah variabel independen

(37)

d) Menentukan f tabel dengan cara melihat hasil tabel distribusi pada α 5%.

e) Memberikan Kesimpulan

(1) Jika nilai sig < 0,05 atau f hitung > f tabel maka terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y (2) Jika nilai sig > 0,05 atau f hitung < f tabel maka tidak

terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y.

e. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R2)

Uji ini bertujuan untuk mengukur presentase total variasi dalam penelitian dependen yang diterangkan oleh variabel independen.

Dalam penelitian ini peneliti menguji koefisien determinasi dengan melihat tabel model summary dan melihat besarnya Adjust R Square.

K. Sistematika Penelitian 1. BAB I Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang penulis dalam melakukan penelitian, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.

2. BAB II Kajian Pustaka

Bab ini berisi kajian teori yang digunakan penulis untuk dijadikan landasan dalam membuat penelitian ini. Teori-teori ini didapatkan dari buku-buku, jurnal-jurnal, dan riset penelitian terdahulu.

(38)

3. BAB III Penyajian Data dan Analisis

Pada bab ini menguraikan gambaran umum penelitian serta hasil uji data yang telah di analisis.

4. BAB IV Penutup atau Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, kritik dan saran.

(39)

BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini adalah : 1. Halimatus Sa’diyah, 2015. “ANALISIS PENGARUH TINGKAT RISIKO

PEMBIAYAAN TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS PADA BANK SYARIAH (Studi Kasus Pada PT Bank BRISyariah Cabang Jember)”. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskripsif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana pengujian hipotesis melalui Uji t dan analisis koefisien determinasi (r2).

Hasil penelitian ini menunjukkan risiko pembiayaan (Murabahah) tidak mempengaruhi terhadap tingkat profitabilitas (ROA).22

2. Arik Cahyono, 2016. “PENGARUH PEMBIAYAAN MUSYARAKAH TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PERBANKAN SYARIAH (BUS DAN UUS) TAHUN PERIODE 2012-2015”. Penelitian ini mengunakan analisis regresi linier sederhana yaitu untuk mengetahui pengaruh satu variabel bebas yaitu pembiayaan musyarakah dan satu variabel terikat yaitu Profitabilitas Return On Asset (ROA). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pembiayaan Musyarakah terhadap

22Halimatus Sa’diyah, 2015. Analisis Pengaruh Tingkat Risiko Pembiayaan Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Bank Syariah (Studi Kasus Pada PT Bank BRISyariah Cabang Jember).

(Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, IAIN Jember 2015)

26

(40)

profitabilitias ROA dan besaran pengaruh pembiayaan musyarakah terhadap profitabilitas ROA 13,8%. Perbankan Syariah di Indonesia.23 3. Unaisis Sholiyatul Firkiyah, 2016. “PENGARUH PEMBIAYAAN

MUSYARAKAH DAN MUDHARABAH TERHADAP

PROFITABILITAS PT BANK SYARIAH MANDIRI BRANCH BONDOWOSO (PERIODE JANUARI 2013-DESEMBER 2015)”.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah regresi linier berganda. Hasil penelitian pembiayaan musyarakahdan pembiayaan mudharabah secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA dan ROE) PT Bank Syariah Mandiri Branch Bondowoso. sedangkan dari hasil pengujian parsial pembiayaan musyarakah berperngaruh terhadap profitabilitas ROA dan ROE. Pada pengujuan secara parsial pembiayaan mudharabah tidak berpengaruh terhadap profitabilitas ROA dan ROE.

Berdasarkan analisis variabel yang paling mendominasi dalam memberikan kontribusi terhadap profitabilitas (ROA dan ROE) adalah variabel pembiayaan musyarakah.24

4. Leny Nur Fitria, 2017. “ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN DANA PIHAK KETIGA TERHADAP PROFITABILITAS MELALUI FINANCING TO DEPOSIT RATIO SEBAGAI VARIIABEL INTERVENING PADA PERBANKAN SYARIAH (Studi Pada Bank

23 Arik Cahyono 2016. Pengaruh Pembiayaan Musyarakahterhadap Profitabilitas (ROA) Perbankan Syariah (BUS dan UUS)Tahun Periode 2012 -2015.(Skripsi,Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,IAIN Jember 2016)

24 UnaisisSholiyatul Firkiyah, 2016.Pengaruh Pembiayaan Musyarakah Dan Mudharabah Terhadap Profitabilitas Pt Bank Syariah Mandiri Branch Bondowoso (Periode Januari 2013- Desember 2015).(Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Jember 2016).

(41)

Umum Syariah Periode 2011-2015)”. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis jalur (path analyze). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada substruktur I CAR, BOPO, NPF, DPK berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap FDR. Kemudian pada substruktur II CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, variabel NPF, DPK, FDR berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Kemudian variabel CAR, BOPO, NPF dan DPK tidak berpengaruh trehadap ROA melalui FDR sebagai variabel intervening.25

5. M. Benyamin Akhtar Ali, 2018. “ANALISIS PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA”. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan regresi data panel. CAR dan FDR berpengaruh positif terhadap ROA dan signifikan Bank Umum Syariah.

Variabel BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA Bank Umum Syariah. Sedangkan variabel NPF tidak signifikan terhadap ROA Bank Umum Syariah.26

6. Suryantok, 2018. “PENGARUH FINANCING DEPOSIT RATIO (FDR), CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN NON PERFORMING FINANCING (NPF) TERHADAP PROFITABILITAS BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS) DI PROVINSI DAERAH

25Leny Nur Fitria, 2017. Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Dan Dana Pihak Ketiga Terhadap Profitabilitas Melalui Financing To Deposit Ratio Sebagai Variiabel Intervening Pada Perbankan Syariah (Studi Pada Bank Umum Syariah Periode 2011-2015. (Skripsi, Fakultas Ekonomi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2017)

26 M. Benyamin Akhtar Ali, 2018. Analisis Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia.

(Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia 2018)

(42)

ISTIMEWA YOGYAKARTA PERIODE 2012-2016”. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, uji prasyarat analisis, analisis regresi linier sederhana, dan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan FDR dan CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas BPRS di DIY, NPF berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas BPRS di DIY, dan Financing Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non Performing Financing (NPF) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas BPRS di DIY.27 7. Maulia Azhari, 2019. “ANALISIS PENGARUH CAR, BOPO, NPF, DAN

FDR TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2013-2017”. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda untuk pengujian hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional berpengaruh negatif signifikan terhadap Return on Asset, sedangkan Capital Adequacy Ratio, Non Performing Financing dan Financing to Deposit Ratio tidak berpengaruh terhadap Return on Asset Bank Umum Syariah di Indonesia. Secara simultan Capital Adequacy Ratio, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operaional, Non

27Suryantok, 2018. Pengaruh Financing Deposit Ratio (Fdr), Capital Adequacy Ratio (Car) Dan Non Performing Financing (Npf) Terhadap Profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Bprs) Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2012-2016. (Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta 2018)

(43)

Performing Financing dan Financing to Deposit Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset Bank Umum Syariah di Indonesia.28 8. Nurul Altifah Dewi, 2019. “ANALISIS PENGARUH NON

PERFORMING FINANCING (NPF), FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR) DAN BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS PADA BNI SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2015-2018”. Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel NPF, FDR dan BOPO secara simultan berpengaruh terhadap ROA dengan nilai signifikan 0,004 < 0,05. Secara parsial variabel NPF tidak berpengaruh tidak signifikan terhadap ROA dengan nilai Sig = 0,74 > 0,05, FDR berpengaruh tidak signifikan terhadap ROA dengan nilai Sig = 0,018 > 0,05, sedangkan BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dengan nilai Sig = 0,001 < 0,05.29

9. Ayub Ardani, 2020. “ANALISIS PENGARUH CAR, FDR, DAN NPF TERHADAP PROFITABILITAS (RETURN ON ASSETS) PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS) SE-EKS KARESIDENAN BANYUMAS TAHUN 2015-2019”. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji asumsi klasik, regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan

28Maulia Azhari, 2019. Analisis Pengaruh Car, Bopo, Npf, Dan Fdr Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2013-2017. (Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara Medan 2019)

29Nurul Altifah Dewi, 2019. Analisis Pengaruh Non Performing Financing (Npf), Financing To Deposit Ratio (Fdr) Dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (Bopo) Terhadap Profitabilitas Pada Bni Syariah Di Indonesia Periode 2015-2018. (Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry Banda Aceh 2019)

(44)

bahwa CAR dan FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, NPF berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan CAR, FDR, dan NPF secara bersama-sama (simultan) tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.30

10. Remmy Sari, 2020. “PENGARUH RASIO CAR DAN BOPO TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH”. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CAR dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (ROA).31

Tabel 2.1

Persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini

NO NAMA/TAHUN JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN

1 Halimatus Sa’diyah, 2015

ANALISIS PENGARUH TINGKAT RISIKO

PEMBIAYAAN TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS PADA

BANK SYARIAH (Studi Kasus Pada PT Bank BRISyariah Cabang Jember)

Sama dalam varibael terikatnya yaitu

profitabilitas

Perbedaan dalam variabel bebas yaitu

CAR, FDR, dan BOPO

2 Arik Cahyono, 2016

PENGARUH PEMBIAYAAN

Sama dalam variabel terikat yaitu

Berbeda dalam metode analisis yang

30Ayub Ardani, 2020. Analisis Pengaruh CAR, FDR, dan NPF Terhadap Profitabilitas (Return On Assets) Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Bprs) Se-Eks Karesidenan Banyumas Tahun 2015-2019. (Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, IAIN Purwokerto 2020)

31Remmy Sari, 2020. Pengaruh Rasio Car Dan Bopo Terhadap Profitabilitas (Roa) Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. (Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara Medan 2020)

(45)

MUSYARAKAH TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PERBANKAN SYARIAH (BUS DAN UUS) TAHUN

PERIODE 2012-2015

profitabilitas digunakan penilitian saat ini menggunakan metode analisis linier

berganda

3 Unaisis Sholiyatul Firkiyah, 2016

PENGARUH PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DAN

MUDHARABAH TERHADAP PROFITABILITAS PT

BANK SYARIAH MANDIRI BRANCH BONDOWOSO (PERIODE

JANUARI 2013- DESEMBER 2015)

sama menggunakan metode analisis linier

berganda dan profitabilitas sebagai

variabel terikat

Beda dalam variabel bebasnya

4 Leny Nur Fitria, 2017

ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN

DANA PIHAK KETIGA TERHADAP PROFITABILITAS MELALUI FINANCING TO DEPOSIT RATIO SEBAGAI

VARIIABEL INTERVENING PADA PERBANKAN SYARIAH

(Studi Pada Bank Umum Syariah Periode 2011-2015)

Sama sama menggunakan profitabilitas sebagai

variabel terikat

Berbeda dalam metode analisis yang digunakan penilitian saat ini menggunakan metode analisis linier

berganda

5 M. Benyamin Akhtar Ali, 2018

Analisis Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia

Sama sama menggunakan profitabilitas sebagai

variabel terikat

Penelitian saat ini menggunakan analisis regresi linier

berganda

(46)

6 Suryantok, 2018 PENGARUH FINANCING DEPOSIT RATIO (FDR),

CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN NON

PERFORMING FINANCING (NPF)

TERHADAP PROFITABILITAS BANK PEMBIAYAAN RAKYAT

SYARIAH (BPRS) DI PROVINSI DAERAH

ISTIMEWA

YOGYAKARTA PERIODE 2012-2016

Sama dalam variabel terikat yaitu profitabilitas

Penelitian terdahulu menggunakan analisis deskriptif, uji

prasyarat analisis, analisis regresi linier

sederhana

7 Maulia Azhari, 2019

ANALISIS PENGARUH CAR, BOPO, NPF, DAN

FDR TERHADAP PROFITABILITAS BANK

UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE

2013-2017

Sama menggunakan variabel CAR, BOPO, FDR sebagai

variabel bebas dan profitabilitas sebagai

variabel terikat

Penelitian terdahulu menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi

klasik

8 Nurul Altifah Dewi, 2019

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING

FINANCING (NPF), FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR) DAN BIAYA

OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO)

TERHADAP PROFITABILITAS PADA

BNI SYARIAH DI INDONESIA PERIODE

Sama menggunakan metode analisis linier

berganda dan profitabilitas sebagai

variabel terikat

Penelitian saat ini menggunakan CAR

sebagai variabel bebas

(47)

2015-2018

9 Ayub Ardani, 2020 ANALISIS PENGARUH CAR, FDR, DAN NPF

TERHADAP PROFITABILITAS (RETURN ON ASSETS)

PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS) SE-EKS

KARESIDENAN BANYUMAS TAHUN 2015-

2019

Sama dalam variabel terikat yaitu profitabilitas

Analisis data yang digunakan dalam penelitian terdahulu

yaitu uji asumsi klasik, regresi linier

sederhana

10 Remmy Sari, 2020 PENGARUH RASIO CAR DAN BOPO TERHADAP PROFITABILITAS (ROA)

PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT

SYARIAH

Sama-sama menggunakan analisis regresi linier

berganda

Penelitian saat ini menambahkan FDR

sebagai variabel bebas

Sumber : Data yang di olah

Penelitian sebelumnya membantu memahami cara kerja metode ini serta hasil penelitian yang dilakukan. Selain itu, penelitian terdahulu juga merupakan salah satu acuan dasar ketika hendak melakukan penelitian. Fungsi dari penelitian sebelumnya adalah untuk memperluas dan memperdalam teori yang akan digunakan dalam penelitian yang akan datang.

(48)

Penelitian terdahulu merupakan upaya peneliti untuk mencari perbandingan dan menemukan inspirasi baru untuk penelitian selanjutnya, di samping itu kajian terdahulu membantu penelitian dalam memposisikan penelitian serta menunjukkan keaslian dari penelitian.

B. Kajian Teori 1. Profitabilitas

Profitabilitas merupakan keuntungan yang di dapatkan oleh perusahaan dalam periode tertentu dimana laba suatu perusahaan yang berhubungan dengan semua penjualan, modal dan saham. Laba tersebut bisa didapat dari usaha perusahaan tersebut dan bagaimana cara perusahaan memanajerial dan mempertimbangkan risiko-risiko yang akan terjadi dikemudian hari.

Profitabilitas pada bank dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat efektivitas kinerja suatu manajemen. Kinerja manajerial suatu bank dikatakan baik apabila tingkat profitabilitas pada bank tinggi.

Kinerja yang baik akan ditunjukkan lewat keberhasilan manajemen dalam menghasilkan laba yang maksimal bagi perusahaan. Kemampuan bank dalam menghasilkan profit bergantung pada kemampuan dari manajemen bank yang bersangkutan dalam mengelola sebuah asset dan liabilities yang ada pada bank.32

Di negara Indonesia yang menganut dual banking system mempunyai 2 rasio dalam mengukur profitabilitas suatu bank, yaitu Return

32 Hery, Analisis Kinerja Manajemen (Jakarta: Grasindo, 2015), 192.

(49)

On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE). ROA berperan mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba sebelum pajak terhadap total aset bank tersebut. Sedangkan ROE berperan mengukur kemampuan menghasilkan keuntungan setelah pajak terhadap total ekuitas.

Penelitian ini menggunakan Return On Asset (ROA) sebagai variabel dependennya dikarenakan Bank Indonesia sebagai pembina dan pengawas perbankan lebih mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank yang diukur dengan aset yang mana sebagian besar dananya berasal dari masyarakat dan nantinya oleh bank juga harus disalurkan kembali kepada masyarakat.33

2. Capital Adequacy Ratio (CAR)

CAR adalah rasio untuk mengukur kecukupan modal pada suatu bank, dan menunjukkan kemampuan bank untuk mempertahankan modalnya serta mengawasi risiko mendatang yang akan dihadapi oleh suatu bank. CAR juga biasa disebut rasio kecukupan modal dimana rasio ini menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk tujuan pengembangan bisnis dan bisa mencegah kemungkinan resiko kerugian yang bisa saja terjadi saat pengoperasian usaha dalam bank tersebut berjalan.34

Bank harus menjaga kecukupan modal untuk mendukung kegiatan operasionalnya jika suatu hal yang beresiko terjadi. Peran modal sangat penting, jika modal cukup maka kegiatan operasional bank tersebut akan

33 Lukman,Dendawijaya. Manajemen Perbankan. (Jakarta : Ghalia Indonesia,2009)

34Lubis, Anisah, 2013.Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank terhadap Pertumbuhan Laba Pada BPR di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Keuangan , Vol.1,No.4

Gambar

GAMBAR 3.1   P Plot ...................................................................................................
Tabel  diatas  menunjukkan  bahwa  nilai  BOPO  pada  tahun  2017-2018  selalu  mengalami  perubahan
Gambar 3.1 : P Plot
Gambar 3.2 : Scatterplot
+6

Referensi

Dokumen terkait

F INANCING (NPF), F INANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), INFLASI DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) TERHADAP TERHADAP PROPORSI PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK

Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Finance (NPF), FDR (Financing Deposit Ratio), BOPO (Biaya

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposite Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Rasio

tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Return on

Gozali (2006) melakukan penelitian yang menganalisis pengaruh CAR (Capital Adequecy Ratio), FDR (Financing to Deposit Ratio), BOPO (Biaya Operasional

Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh CAR (Capital Adequacy Ratio), NPF (Non Performing Financing),

Skripsi “Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF) Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar Di Otoritas Jasa Keuangan

Alasan penulis memilih Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Non Performing Financing (NPF) dikarenakan Return On Asset (ROA) merupakan