• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh efikasi diri, lingkungan keluarga, disiplin

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh efikasi diri, lingkungan keluarga, disiplin"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH EFIKASI DIRI, LINGKUNGAN KELUARGA, DISIPLIN BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN

KELAS XI SMKN 2 PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA

,

1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat

2Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]

ABSTRACT

The results show that: (1) Self efficacy has a positive and significant effect on students’ achievement, which is shown by the value of regression coefficient (X1) of 0.198. The value of the regression coefficient is significant because the thitung value is 4.566> ttabel of 1.67. (2) Family environment has a positive and significant impact on students’ achievement, which is shown by regression coefficient value (X2) equal to 0,123. The value of regression coefficient is significant because the value of thitung of 3.411> ttabel of 1.67. (3) Learning discipline has a positive and significant effect on student achievement, which is shown by regression coefficient value (X3) of 0.161. The value of regression coefficient is significant because the value of thitung of 3.164> ttabel of 1.67. (4) Learning facilities have a positive and significant impact on students’

achievement, which is shown by the value of regression coefficient (X4) of 0.219.

The value of regression coefficient is significant because the value of thitung of 3.590> ttabel of 1.67. (5) Self efficacy, family environment, learning discipline and learning facilities altogether have a significant effect on students’ achievement where is obtained value Fhitung 56,702> Ftabel 2,53. The amount of contribution of self efficacy variable, family environment, learning discipline and learning facilities on students’ achievement in entrepreneurship subjects is 79.6% and the remaining 20.4% is influenced by other factors not included in this study.

Keywords: Self Efficasy, Family Enviroment, Learning Discipline, Learning Facilities, Students’ Achievement

PENDAHULUAN

Pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan

mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha

(2)

Esa berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani,

kepribadian yang mantap, mandiri dan bertanggung jawab kepada masyarakat dan negara serta menjadikan manusia yang berkualitas. Untuk menciptakan mutu sumber daya manusia yang berkualitas tentunya tidak terlepas dari unsur siswa itu sendiri, selain dari itu unsur dari sisi orang tua maupun guru juga ikut berperan dalam menciptakan manusia yang berkualitas.

Terkait dengan dunia pendidikan, untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan berprestasi tinggi maka siswa harus memiliki prestasi belajar yang baik.

Salah satu indikator keberhasilan suatu pendidikan dapat dilihat dari

prestasi belajar siswa. Menurut (Syah Muhibbin, 2008:141), “prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang ditetapkan dalam sebuah program”.

Prestasi belajar merupakan pengukuran dan penilaian hasil belajar yang telah dilakukan oleh siswa setelah siswa melakukan kegiatan proses pembelajaran yang kemudian dibuktikan dengan suatu tes dan hasil pembelajaran tersebut dinyatakan dalam bentuk simbol, baik dalam bentuk angka, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai.

Penulis melakukan observasi awal pada tanggal 22 Februari 2017 di SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya dan penulis memperoleh data prestasi belajar sebagai berikut:

Tabel 1. Rata-Rata Nilai Rapor Mata Pelajaran Kewirausahaan Semester Ganjil Kelas XI Tahun Ajaran 2016/2017

No Kelas

Jumlah Siswa (orang)

KKM Nilai Rata- Rata

Ketuntasan Tuntas

(orang)

Presentase (%)

Tidak Tuntas (orang)

Presentase (%)

1 XI MM 1 17 75 75,65 9 52,94 8 47,05

2 XI MM 2 16 75 78,31 12 75,00 4 25,00

3 XI APH 18 75 78,78 14 77,77 4 22,22

4 XI Jasa Boga 12 75 79,92 8 66,66 4 33,33

Jumlah 63 43 20

Sumber: Guru Mata Pelajaran Kewirausahaan SMKN 2 Pulau Punjung

(3)

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari empat kelas yang penulis teliti masih ada siswa yang nilai rapor nya dibawah KKM yaitu sebanyak 20 orang siswa. Kelas XI MM 1 sebanyak 8 siswa, XI MM 2 sebanyak 4 siswa, XI APH sebanyak 4 siswa dan kelas XI Jasa Boga sebanyak 4 siswa. Hasil nilai rapor ini dimana di dalamnya telah ditambah dengan nilai-nilai yang lainnya, tetapi masih ada siswa yang belum mencapai nilai minimum. Hal ini terjadi karena efikasi diri, lingkungan keluarga, disiplin belajar dan fasilitas belajar masih kurang, khususnya pada mata pelajaran kewirausahaan di SMKN 2 Pulau Punjung.

Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Bukan hanya guru, siswa turut menentukan terjadi atau tidaknya belajar, sehingga siswa dituntut aktif dalam belajar. Siswa yang aktif dalam pembelajaran di kelas tentu mempunyai keyakinan diri (efikasi diri) yang tinggi. Efikasi diri merupakan keyakinan dan harapan mengenai kemampuan individu untuk menghadapi tugasnya.

Menurut (Tavris, 2007:180) menyatakan bahwa “self-efficacy (efikasi diri) adalah keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu meraih hasil yang diingingkan, seperti penguasaan suatu keterampilan baru atau mencapai suatu tujuan”.

Faktor lain diduga mempengaruhi prestasi belajar siswa adakah lingkungan keluarga.

Lingkungan keluarga adalah merupakan sumber motivator bagi siswa, jika orang tua tidak acuh pada pendidikan anak dan tidak melengkapi kebutuhan belajar anaknya maka hal tersebut akan menghambat prestasi anak. Peran serta orang tua sangat diperlukan karena orang tua adalah merupakan pendidikan lingkungan keluarga.

Orang tua harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dikeluarganya dan memotivasi anaknya untuk berprestasi dengan demikian anak akan memiliki pandangan tentang apa yang ingin dicapainya. Menurut (Djamarah, 2004:24) pendidikan dalam keluarga memiliki nilai strategis dalam membentuk kepribadian anak. Sejak

(4)

kecil anak sudah mendapat pendidikan dari kedua orang tuanya melalui keteladanan dan kebiasaan hidup sehari-hari dalam keluarga.

Baik tidaknya keteladanan yang diberikan dan bagaimana kebiasaan hidup orang tua sehari-hari dalam keluarga akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak.

Konteksnya dengan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan, maka orang tua adalah pendidikan pertama dan utama dalam keluarga.

Selanjutnya disiplin belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Menurut (Alam, 2015:190)

“Disiplin sebagai kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesesuaian keteraturan dan ketertiban”. Di dalam proses pembelajaran disiplin sangat penting peranannya. Tanpa adanya kesadaran untuk melaksanakan aturan yang telah ditetapkan, siswa akan berlaku seenaknya sehingga pembelajaran tidak mungkin berjalan lancar dan mencapai hasil yang maksimal.

Selain dari efikasi diri, lingkungan keluarga, dan disiplin

belajar, fasilitas belajar juga dapat memperlancar tujuan pembelajaran, untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan, siswa harus dapat memanfaatkan fasilitas belajar dengan baik. Menurut (Dimyati &

Mudjiono, 2006:249) menyatakan bahwa lengkapnya sarana dan prasaran pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik.

Kelengkapan fasilitas belajar di sekolah sangat diperlukan oleh siswa untuk belajar, misalnya sarana belajar yang meliputi meja, kursi, papan tulis, ruangan kelas serta penerangan.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah asosiatif. Sebagaimana Menurut (Iskandar, 2009:19) penelitian asosiatif ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antar dua variabel atau lebih yaitu pengaruh efikasi diri, lingkungan keluarga,

(5)

disiplin belajar dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan.

Penelitian ini dilakukan di SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2017.

Pada penelitian ini yang menjadi sampel adalah siswa kelas XI yang terdiri dari 63 orang siswa. Menurut (Arikunto, 2013:131) Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Selain itu (Arikunto, 2002:112) juga mengemukakan mengenai sampel populasi yaitu apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi, teknik penggunaan sampel pada penelitian ini adalah “Total Sampling” karena populasi nya kurang dari 100, maka sampelnya berjumlah 63 orang siswa. Dengan menggunakan nilai kritis 5%. Skala pengukuran data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah skala likert, skala yang berhubungan dengan pernyataan atau sikap seseorang terhadap sesuatu dengan interval penilaian untuk setiap jawaban responden 1-5.

Sebelum angket disebarkan kepada responden, terlebih dahulu dilakukan uji coba. Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket.

Menurut (Arikunto, 2010:211) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahan sesuatu instrumen. Suatu instrumen dinyatakan valid (sah) jika pertanyaan pada suatu angket mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut pernyataan dinyatakan valid jika corrected item-total correlation

>0,361. Menurut Nullally (dalam Ghozali, 2012:48) suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha

>0,70. Untuk mengukur reliabilitas dilihat dari nilai Cronbach Alpha dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0.

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis induktif yang terdiri dari uji likelihood, uji ramsey, uji normalitas, uji multikolonialitas, uji heteroskedastisitas, uji

(6)

autokorelasi dan regresi linear berganda.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini adalah berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis pertama diketahui pengaruh efikasi diri terhadap prestasi belajar sebesar 0,198. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung sebesar 4,566 lebih besar dari ttabel sebesar 1,67 dengan nilai signifikan 0,000 ˂ α = 0,05, berarti Hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.

Artinya efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

Berdasarkan analisis deskriptif Efikasi Diri (X1), tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator Magnitude (tingkat kesulitan tugas) dengan rata- rata skor sebesar 4.16 pada TCR sebesar 83.17% tergolong pada kategori baik. Sedangkan tanggapan responden yang terendah terdapat

pada indikator Generality (penguasaan suatu bidang) dengan rata-rata skor sebesar 3.48 pada TCR sebesar 69.52% tergolong pada kategori cukup. Sedangkan total rata- rata pada variabel efikasi diri adalah sebesar 3.92 pada TCR sebesar 78.34% tergolong pada kategori Cukup. Hal ini menunjukan bahwa efikasi diri siswa kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya tergolong pada kategori Cukup.

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa efikasi diri berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dapat dilihat bahwa dengan efikasi diri yang tinggi, siswa berani untuk memilih aktivitas belajar yang sulit, menjadi lebih aktif di kelas, mencoba tugas- tugas baru walaupun dirasa sulit untuk dilakukan, meningkatkan kuantitas dan kualitas usahanya dalam belajar serta kegigihan ketika siswa menghadapi tugas-tugas yang sulit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki oleh siswa akan semakin tinggi pula prestasi

(7)

belajar kewirausahaan, hal ini juga berlaku sebaliknya.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh (Apsari, 2014:98) menyatakan bahwa perasaan efikasi diri siswa berfungsi mempengaruhi pilihan aktivitas, tujuan, usaha serta kegigihan dalam aktivitas di kelas. Dengan efikasi diri tinggi, siswa berani untuk memilih aktivitas belajar yang sulit, menjadi lebih aktif di kelas, mencoba tugas- tugas baru walaupun dirasa sulit untuk dilakukan, meningkatkan kualitas usahanya dalam belajar serta meningkatkan kegigihan ketika siswa menghadapi tugas-tugas yang sulit.

Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Bekti Susilo Apsari (2014) dengan judul ”Pengaruh Efikasi Diri, Pemanfaatan Gaya Belajar dan Lingkungan Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Surakarta)”.

Dimana berdasarkan hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh efikasi diri terhadap prestasi belajar. Yang menandakan bahwa efikasi diri mempunyai pengaruh terhadap

Prestasi Belajar Akuntansi (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Surakarta).

Berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis kedua diketahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar sebesar 0,123. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung sebesar 3,411 lebih besar dari ttabel sebesar 1,67 dengan nilai signifikan 0,001 ˂ α = 0,05, berarti Hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.

Artinya lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

Berdasarkan analisis deskriptif lingkungan keluarga (X2), tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator keadaan ekonomi keluarga dengan rata-rata skor sebesar 4.19 pada TCR sebesar 83.81% tergolong pada kategori baik.

Sedangkan tanggapan responden yang terendah terdapat pada indikator latar belakang kebudayaan dengan rata-rata skor sebesar 3.62 pada TCR sebesar 72.38% tergolong pada kategori cukup. Sedangkan total

(8)

rata-rata pada variabel lingkungan keluarga adalah sebesar 3.94 pada TCR sebesar 78.89% tergolong pada kategori Cukup. Hal ini menunjukan bahwa lingkungan keluarga siswa kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya tergolong pada kategori Cukup.

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa lingkungan keluarga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dapat dilihat bahwa lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, karena sebagian besar waktu anak berada di rumah setelah siswa pulang dari sekolah. Cara orang tua mendidik anak yang baik dengan memperhatikan belajar anak akan menjadikan anak besungguh- sungguh dalam belajar sehingga prestasi belajar yang diperoleh optimal.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh (Indrakusuma, 2003:123) tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan orang tua, akrab tidaknya hubungan orang tua dengan anak, semua itu

mempengaruhi keberhasilan belajar anak, sehingga orang tua dapat didefenisikan sebagai hal ikhwal, keberhasilan anak dengan dalam belajar tergantung cara orang tua memperhatikan anak di dalam belajar untuk mencapai prestasi. Sedangkan menurut (Slameto, 2010:61) menyatakan bahwa orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya, tidak memperhatikan sama sekali akan kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan anaknya dalam belajar, tidak mengatur waktu belajarnya, tidak menyediakan atau melengkapi alat belajarnya, tidak memperhatikan apakah anaknya belajar atau tidak, tidak mau tahu bagaimanakah kemajuan belajar anaknya, kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar dan lain-lain dapat menyebabkan anak tidak/

kurang berhasil dalam belajarnya.

Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Alam Winulang (2015) dengan judul ”Pengaruh Disiplin Belajar, Gaya Belajar Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran

(9)

Ekonomi Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Solihin Kabupaten Magelang Tahun Ajaran 2013/2014”.

Dimana berdasarkan hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar. Yang menandakan bahwa lingkungan keluarga mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Solihin Kabupaten Magelang Tahun Ajaran 2013/2014.

Berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis ketiga diketahui pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar sebesar 0,161. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung sebesar 3,164 lebih besar dari ttabel sebesar 1,67 dengan nilai signifikan 0,002 ˂ α = 0,05, berarti Hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.

Artinya disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

Berdasarkan analisis deskriptif disiplin belajar (X3),

tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator disiplin waktu dengan rata-rata skor sebesar 4.22 pada TCR sebesar 84.44%

tergolong pada kategori baik.

Sedangkan tanggapan responden yang terendah terdapat pada indikator disiplin perbuatan dengan rata-rata skor sebesar 3.73 pada TCR sebesar 74.60% tergolong pada kategori cukup. Sedangkan total rata- rata pada variabel disiplin belajar adalah sebesar 3.97 pada TCR sebesar 79.41% tergolong pada kategori Cukup. Hal ini menunjukan bahwa disiplin belajar siswa kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya tergolong pada kategori Cukup.

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa disiplin belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dapat dilihat bahwa disiplin memiliki peran yang penting dalam pembelajaran. Untuk belajar secara efektif dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap siswa. Siswa yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara

(10)

belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektif dan efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain. Kedisiplinan itu merupakan dasar untuk mencapai prestasi yang baik, karena kedisiplinan merupakan dasar untuk memperoleh prestasi, terutama dalam belajar.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh (Tu’u, 2004:15) menyatakan bahwa disiplin menjadi salah satu faktor dominan dalam mempengaruhi prestasi belajar siswa. Selain itu menurut (Liang Gie, 2002:60) mengemukakan bahwa dalam usaha apapun juga, keteraturan dan disiplin akan tetap merupakan kunci memperoleh hasil yang baik. Siswa yang memiliki disiplin belajar yang tinggi akan mendapatkan prestasi belajar yang tinggi pula. Sedangkan menurut (Alam, 2015:191) menyatakan bahwa disiplin menjadi prasyarat bagi pembentukan sikap,

perilaku dan tata kehidupan berdisiplin, yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Disiplin juga dapat berfungsi sebagai pemaksaan kepada seseorang untuk mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan itu. Dengan pendampingan guru-guru, pemaksaan pembiasaan, dan latihan disiplin seperti itu dapat menyadarkan siswa bahwa disiplin itu penting baginya. Dari mula-mula karena paksaan, kini dilakuan karena kesadaran diri, menyentuh kalbunya, merasakan sebagai kebutuhan dan kebiasaan.

Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Alam Winulang (2015) dengan judul ”Pengaruh Disiplin Belajar, Gaya Belajar Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Solihin Kabupaten Magelang Tahun Ajaran 2013/2014”.

Dimana berdasarkan hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar.

Yang menandakan bahwa disiplin

(11)

belajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Solihin Kabupaten Magelang Tahun Ajaran 2013/2014.

Berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis keempat diketahui pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar sebesar 0,219. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung sebesar 3,590 lebih besar dari ttabel sebesar 1,67 dengan nilai signifikan 0,001 ˂ α = 0,05, berarti Hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.

Artinya fasilitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

Berdasarkan analisis deskriptif fasilitas belajar (X4), tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator ruang/ tempat belajar yang baik dengan rata-rata skor sebesar 4.02 pada TCR sebesar 80.32% tergolong pada kategori baik.

Sedangkan tanggapan responden yang terendah terdapat pada

indikator perlengkapan belajar yang efisien dengan rata-rata skor sebesar 3.93 pada TCR sebesar 78.54%

tergolong pada kategori cukup.

Sedangkan total rata-rata pada variabel Fasilitas Belajar adalah sebesar 3.93 pada TCR sebesar 78.54% tergolong pada kategori Cukup. Hal ini menunjukan bahwa fasilitas belajar siswa kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya tergolong pada kategori Cukup.

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa fasilitas belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dapat dilihat bahwa tersedianya fasilitas yang lengkap akan membantu atau menunjang pencapaian prestasi belajar sedangkan kurangnya fasilitas belajar yang tersedia akan menghambat pencapaian prestasi belajar.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh (Inayah, 2013:8) yang mengatakan untuk belajar yang baik hendaknya tersedia fasilitas belajar yang memadai, antara lain ruang tempat belajar, penerangan cukup, buku-

(12)

buku pegangan dan kelengkapan peralatan belajar dan teori dari

(Inayah, 2013:4) yang

mengemukakan bahwa yang dimaksud fasilitas belajar merupakan kelengkapan belajar yang harus dimiliki oleh sekolah yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha belajar.

Tanpa adanya fasilitas belajar atau sarana dan prasarana maka proses belajar tidak akan maksimal. Hal ini bisa menyebabkan siswa kehilangan semangat dalam belajar. Jika siswa telah kehilangan semangat dalam belajar, maka akan berdampak pada prestasi yang diperoleh oleh siswa.

Sedangkan menurut (Suryabrata, 2004:233) mengemukakan bahwa, alat-alat yang dipakai untuk belajar dan faktor-faktor lainnya harus diatur dengan sedemikian rupa sehingga dapat membantu proses belajar secara maksimal. (Muhibbin, 2011:154) menyatakan bahwa alat- alat belajar merupakan faktor yang dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu, fasilitas belajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Ridaul Inayah (2013) dengan judul ”Pengaruh Kompetensi Guru, Motivasi Belajar Siswa dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA

Negeri 1 LASEM JAWA

TENGAH”. Dimana berdasarkan hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar. Yang menandakan bahwa fasilitas belajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 LASEM JAWA TENGAH.

Berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis kelima diketahui pengaruh efikasi diri, lingkungan keluarga, disiplin belajar dan fasilitas belajar secara bersama- sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, dimana diperoleh nilai Fhitung 56,702

> Ftabel 2,53 dan nilai Sig 0,000 < α 0,05 artinya H0 ditolak dan Ha

diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa efikasi diri, lingkungan keluarga, disiplin belajar

(13)

dan fasilitas belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Artinya semakin baik efikasi diri, lingkungan keluarga, disiplin belajar dan fasilitas belajar maka prestasi belajar siswa juga semakin meningkat.

Prestasi belajar menurut (Tu’u, 2004:75) hasil belajar yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Selain itu, prestasi belajar adalah pengguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan oleh nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Prestasi merupakan suatu hasil dari usaha yang telah dilakukan oleh seseorang. Seseorang dikatakan belajar jika mengalami perubahan tingkah laku.

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan dan hasil analisis data, tentang pengaruh efikasi diri, lingkungan keluarga,

disiplin belajar dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan efikasi diri terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya..

4. Terdapat pengaruh positif dan signifikan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN

(14)

2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

5. Terdapat pengaruh yang signifikan efikasi diri, lingkungan keluarga, disiplin belajar dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas XI SMKN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Alam, W. (2015). Pengaruh Disiplin

Belajar, Gaya Belajar dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Akuntansi Siswa kelas XI IPS SMA Solihin Kabupaten Magelang Tahun Ajaran 2013/2014. Economic Education Analysis Journal, 4(1), 185–193.

Suharsimi, Arikunto. (2002).

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Cetakan Ketiga Belas. Jakarta: PT

Rineka Cipta.

______(2010). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:

Bumi Aksara.

______(2013). Prosedur Penelitian:

Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

PT Rineka Cipta.

Dimyati, & Mudjiono. (2006).

Belajar dan Pembelajaran.

Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. (2004).

Komunikasi Orang Tua Dan Anak Dalam Keluarga. Jakarta:

PT Rineka Cipta.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Menggunakan Program IBM.

SPSS 19. Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang.

Iskandar. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan Dan Sosial (Kuantitatif Dan Kualitatif). Jakarta: GP. Press.

Muhibbin, S. (2008). Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja

(15)

Rosdakarya.

Wade, T. (2007). Psikologi Edisi Sembilan. Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh antara efikasi diri dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa program keahlian pemasaran SMK

terkhusus dalam penyusunan skripsi yang berjudul “ Pengaruh Disiplin Belajar dan Konsep Diri Terhadap Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas X SMK Swasta Pelita

Juduk Skripsi : Pengaruh Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas X SMK Batik 1 Surakarta Tahun Ajaran

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh disiplin belajar dan kreativitas guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS siswa di kelas XI SMK Batik

Objek penelitian dari pengaruh disiplin dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran prodiktif administrasi perkantoran di kelas XI SMK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI di SMK Muhammadiyah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri, lingkungan keluarga, minat berwirausaha siswa tergolong baik, efikasi diri dan lingkungan keluarga secara parsial

PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH, EFIKASI DIRI, DUKUNGAN SOSIAL DAN PRESTASI BELAJAR TERHADAP MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELASXII SMKN 1 LUBUK BASUNG