• Tidak ada hasil yang ditemukan

(1)1 PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP EARNING PER SHARE PADA P.T

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "(1)1 PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP EARNING PER SHARE PADA P.T"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1 PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP EARNING PER SHARE

PADA P.T. INTANWIJAYA INTERNATIONAL, Tbk

Muhibah

STIE Tri Dharma Nusantara Makassar Email : [email protected] ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Financial Leverage terhadap Earning Per Share pada P.T. Intanwijaya International Tbk. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif kemudian sumber data yang digunakan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis rasio dan analisis regresi sederhana. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa nilai regresi sederhana yaitu y = 14,378 + 633,58x ini menunjukkan bahwa adanya hubungan searah antara Financial Leverage terhadap Earning Per Share. Dengan nilai r = 0,591 artinya Financial Leverage berpengaruh positif terhadap Earning Per Share pada P.T.

Intanwijaya Internatonal Tbk. Serta nilai r² diperoleh nilai sebesar 0,35 artinya sebesar 35 % Financial Leverage berpengaruh terhadap Earning Per Share dan sebanyak 65 % dipengaruhi oleh faktor dari luar yang tidak diteliti. Uji hipotesis ini menunjukkan t- hitung = 1,270 < 2,353, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan menolak H0 artinya Financial Leverage berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Earning Per Share pada P.T. Intanwijaya International Tbk. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan penulis diterima.

Kata Kunci : Financial Leverage, Earning Per Share

THE EFFECT OF FINANCIAL LEVERAGE ON EARNING PER SHARE ON P.T. INTANWIJAYA INTERNATIONAL, Tbk

Muhibah

STIE Tri Dharma Nusantara Makassar Email : [email protected] ABSTRACT

This study aims to determine the effect of Financial Leverage on Earning Per Share on P.T. Intanwijaya International Tbk. The types of data used in this study are qualitative and quantitative data and then the data sources used are secondary data. The analytical method used is ratio analysis and simple regression analysis. From the results of these studies it was found that the simple regression value, y = 14,378 + 633,58x, indicates that there is a unidirectional relationship between Financial Leverage and Earning Per Share. With a value of r = 0.591, it means that Financial Leverage has a positive effect on Earning Per Share on P.T. Intanwijaya Internatonal Tbk. As well as the value of r² obtained value of 0.35 means that for 35 % Financial Leverage has an effect on Earning Per Share and as much as 65% is influenced by external factors not examined. This hypothesis test shows t-count = 1,270 < 2,353, it can be concluded that H_1 is accepted and rejects H_0, meaning Financial Leverage has no significant positive effect on Earning Per Share on P.T. Intanwijaya International Tbk. This shows that the hypothesis proposed by the author is accepted.

Key Words : Financial Leverage, Earning Per Share

(2)

2 PENDAHULUAN

Perkembangan ekonomi dunia seperti saat ini mendorong peningkatan atau pertumbuhan dunia saat ini, yang membuat persaingan begitu ketat bagi perusahaan.

Apalagi saat dunia diterpa oleh krisis global yang menimpa hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan harus mengembangkan strategi secara terencana dan tepat serta berkelanjutan agar mampu membuat kebijakan dan keputusan yang tepat pada setiap kegiatan usahanya. Perusahaan akan selalu berusaha mencari peluang untuk dapat mengembangkan usahanya atau bertahan dalam berbagai macam situasi ekonomi serta memikirkan strategi yang akan dilakukan.

Untuk memperoleh peluang tersebut perusahaan perlu memperhatikan seluruh aspek dalam ekonomi termasuk faktor internal dan eksternal perusahaan, yaitu kondisi keuangan perusahaan itu sendiri dan kondisi ekonomi global, sehingga dapat dicapai tujuan perusahaan dengan resiko yang minimal. Seperti diketahui bahwa perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimalkan kesejahteraan pemiliknya. Dalam usaha mencapai tujuan tersebut, harus melalui beberapa cara antara lain melalui keputusan atau kebijakan investasi, keputusan pendanaan dan keputusan dividen.

Investasi yang dilakukan tentunya juga membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga perusahaan perlu mencari sumber dana lain untuk membantunya dalam merealisasikan hal tersebut. Manajemen investasi merupakan bagian dari grand theory manajemen keuangan, sedangkan manajemen keuangan itu sendiri meliputi dua hal penting yaitu financing management terkait dengan cara untuk mendapatkan dana investasi, dan investing management yaitu berkaitan dengan bagaimana menggunakan dana tersebut.

Pemenuhan dana yang dibutuhkan perusahaan ini dapat berasal dari sumber internal yang meliputi modal saham dan laba ditahan, dan sumber eksternal yang meliputi hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Dalam kondisi tertentu perusahaan dapat memenuhi kebutuhan dananya dengan mengutamakan sumber dana yang berasal dari dalam, namun karena adanya pertumbuhan perusahaan, maka mengakibatkan kebutuhan dana semakin besar, sehingga dalam memenuhi kebutuhan dana tersebut, perusahaan dapat menggunakan sumber dana dari luar perusahaan yaitu hutang. Perusahaan dapat melakukan kebijakan leverage agar dapat membayar bunga atas penggunaan hutang dan dapat mengembalikan return atas hasil penjualan saham, serta dapat memberikan kepuasan terhadap pemegang saham.

Dalam manajemen keuangan, leverage adalah penggunaan assets dan sumber dana (sources of funds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. Sebaliknya, leverage juga meningkatkan variabilitas (risiko) keuntungan, karena jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dari biaya tetapnya, maka penggunaan leverage akan menurunkan keuntungan pemegang saham. Konsep leverage tersebut sangat penting terutama untuk menunjukkan kepada analis keuangan dalam melihat trade-off antara risiko dan tingkat keuntungan dari berbagai tipe keputusan financial.

Konsep operating dan financial leverage adalah bermanfaat untuk analisis, perencanaan dan pengendalian keuangan. Dalam manajemen keuangan, leverage adalah penggunaan assets dan sumber dana (sources of founds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. Jika semua biaya bersifat variabel, maka akan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menghasilkan laba. Tapi karena sebagai biaya perusahaan bersifat biaya tetap, maka untuk menghasilkan laba diperlukan tingkat penjualan minimum tertentu.

(3)

3 Perusahaan menggunakan operating dan financial leverage dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya assets dan sumber dananya, dengan demikian akan meningkatkan keuangan pemegang saham. Sebaliknya leverage juga meningkatkan variabilitas (risiko) keuntungan, karena jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dari biaya tetapnya, maka penggunaan leverage akan menurunkan keuntungan pemegang saham begitu juga dengan sebaliknya.

Untuk mendapatkan informasi baik tidaknya kinerja keuangan suatu perusahaan tercermin dari laporan keuangannya. Laporan keuangan memuat informasi posisi kekayaan suatu perusahaan, posisi kas, serta informasi keluar masuknya dana. Serta untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham biasa disebut dengan rasio laba per lembar saham (earning per share). Earning per share merupakan komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis perusahaan. Informasi earning per share suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan untuk semua pemegang saham.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Apakah Financial Leverage berpengaruh positif terhadap Earning Per Share pada P.T. Intanwijaya International Tbk”.

TINJAUAN PUSTAKA Analisis Leverage

Analisis leverage adalah analisis dimana untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. Analisis ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan atau untuk mengukur sampai berapa jauh perusahaan telah dibiayai dengan utang-utang jangka panjang.

Leverage adalah sarana untuk meningkatkan sesuatu. Dengan adanya leverage dimaksudkan peluang yang tersedia untuk menarik manfaat dari struktur modal perusahaan, dengan memperhitungkan tingkat biaya modal sumber equity dan tingkat biaya modal sumber debt, struktur modal perusahaan dapat diatur sedemikian rupa, sehingga para pemegang saham dapat menarik manfaat yang optimum dari padanya.

Oleh sebab itu, masalah leverage mempunyai beberapa implikasi yaitu :

1. Para kreditur akan memperhatikan berapa besar jumlah equity atau dana yang disediakan para pemilik perusahaan, karena jumlah tersebut merupakan batas jaminan terakhir atau margin of safety bagi mereka. Bila para pemilik hanya menyediakan sejumlah kecil saja dari pembelanjaan yang diperlukan, maka bagian terbesar dari resiko perusahaan dipikul oleh para kreditur.

2. Para pemegang saham sebenarnya menarik manfaat dari penarikan dana melalui modal luar. Mereka tetap memiliki hak pengawasan penuh atas kegiatan perusahaan, akan tetapi dengan jumlah investasi yang relatif kecil.

3. Bilamana laba yang diperoleh atas dana pinjaman lebih besar dari bunga yang harus dibayar, laba atas equity akan meningkat.

Serta leverage dapat didekati dengan dua cara yaitu :

1. Dengan jalan meneliti rasio dalam neraca untuk menentukan sampai berapa jauh dana pinjaman dari luar telah dipergunakan untuk membelanjai kegiatan perusahaan.

2. Dengan jalan mengukur sampai berapa jauh resiko para kreditur berkenaan dengan bunga pinjaman yang harus diterimanya. Ini dapat dilakukan dengan jalan menghitung berapa kali biaya tetap (bunga pinjaman dan kewajiban-kewajiban tetap lainnya) tertutup oleh laba usaha.

(4)

4 Kedua macam rasio leverage tersebut bersifat saling melengkapi atau komplementer. Oleh sebab itu, dalam meneliti leverage suatu perusahaan, seorang analis keuangan seharusnya memperhitungkan kedua rasio leverage tersebut untuk mengetahui kondisi perusahaan. Analisa ini terdiri dari debt to asset ratio (debt ratio), debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, tangible assets debt coverage, current liabilities to net worth, times interest earned dan charge coverage.

Rahardjo (2005 : 121), menyebutkan bahwa rasio leverage atau solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (baik jangka pendek maupun jangka panjang), apabila perusahaan saat dilikuidasi. Rasio solvabilitas atau leverage yang mengukur kontribusi pemilik dibanding dengan dana yang berasal dari kreditor.

Financial Leverage

Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar dari pada beban tetapnya sehingga akan meningkat keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham. Dengan demikian alasan yang kuat untuk menggunakan dana dengan beban tetap adalah untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia bagi pemegang saham.

Menurut Sartono (2016 : 263 ) dimana financial leverage adalah penggunaan sumber yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar dari pada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.

Dalam penggunaan financial leverage bagi suatu perusahaan diharapkan mampu meningkatkan Earning Per Share (EPS). Bagi perusahaan yang mampu menanggung beban bunga dari penggunaan hutang, maka penggunaan financial leverage dinilai dapat meningkatkan EPS. Sedangkan bagi yang tidak mampu menanggung beban tetapnya, maka dinilai tidak perlu menggunakan financial leverage.

Rasio-Rasio Financial Leverage

Keputusan untuk memilih menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman haruslah digunakan beberapa perhitungan yang matang. Dalam hal ini rasio leverage (rasio solvabilitas) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya besarnya jumlah utang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya jika dibandingkan dengan menggunakan modal sendiri (Kasmir, 2016).

Financial leverage menunjukkan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasinya. Perusahaan yang tidak mempunyai leverage berarti menggunakan modal sendiri 100 %. Penggunaan utang itu sendiri bagi perusahaan mengandung tiga dimensi menurut (Sartono, 2016).

1. Pemberi kredit akan menitikberatkan pada besarnya jaminan atas kredit yang diberikan.

2. Dengan menggunakan utang, maka apabila perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari beban tetapnya maka pemilik perusahaan keuntungannya akan meningkat dan sejahtera.

3. Dengan menggunakan utang, maka pemilik memperoleh dana dan tidak kehilangan pengendalian perusahaan.

Menurut Sartono (2016) Rasio Financial Leverage terdapat lima yaitu :

1. Debt Ratio, pada ratio ini semakin tinggi rasio maka semakin besar pula risiko yang dihadapi, dan investor akan meminta tingkat keuntungan yang semakin tinggi.

2. Debt to Equity Ratio, merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar total modal sendiri yang dibiayai dengan total hutang. Semakin tinggi DER

(5)

5 menunjukkan semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar, hal ini sangat memungkinkan menurunkan kinerja perusahaan.

3. Times Interest Earned Ratio, rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi beban tetapnya berupa bunga.

4. Fixed Charge Coverage ratio, yaitu mengukur berapa besar kemampuan perusahaan untuk menutup beban tetapnya termasuk pembayaran dividen saham preferen, bunga, angsuran pinjaman dan sewa.

5. Debt Service Coverage, yaitu mengukur kemampuan perusahaan memenuhi beban tetapnya termasuk angsuran pokok pinjaman. Jadi sama dengan leverage yang lain, hanya dengan memasukkan angsuran pokok pinjaman.

Faktor Leverage

Faktor leverage adalah rasio antara nilai buku seluruh utang (debt) terhadap total aktiva (total assets = TA) dalam terminologi nilai buku atau hutang dari nilai pasar (B) terhadap nilai total (V) dari suatu perusahaan dalam terminologi nilai pasar. Bila kita membahas total aktiva (TA), yang kita maksudkan adalah total nilai buku dari aktiva menurut catatan akuntansi. Nilai total perusahaan (V) berarti total nilai pasar seluruh komponen struktur keuangan perusahaan. Meskipun nilai pasar lebih banyak digunakan untuk mengembangkan teori keuangan, faktor leverage juga akan digunakan dalam hubungannya dengan nilai buku akuntansi (Weston and Copeland, 2010 : 20).

Earning Per Share

Menurut Syafri (2008 : 306), Earning Per Share adalah rasio yang menunjukkan berapa besar kemampuan perlembar saham dalam menghasilkan laba. Di buku lain juga dikatakan bahwa Earning Per Share merupakan rasio yang menggambarkan jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa (Syamsuddin, 2009 : 66). Jadi dapat disimpulkan bahwa Earning Per Share merupakan rasio yang menunjukkan besar kecilnya kemampuan perlembar saham dalam mendapatkan keuntungan yang diperoleh untuk para pemegang saham. Oleh karena itu pada umumnya manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemegang saham sangat tertarik akan Earning Per Share. Earning Per Share adalah suatu indikator keberhasilan perusahaan.

Rasio laba per lembar saham atau juga disebut juga rasio nilai buku merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang mudah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, sebaliknya dengan rasio tinggi, kesejahteraan pemegang saham meningkat (Kasmir, 2016 : 207). Keuntungan bagi pemegang saham adalah jumlah keuntungan setelah dipotong pajak. Keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham biasa adalah jumlah keuntungan dikurangi pajak, dividen dan dikurangi hak-hak lain untuk pemegang saham prioritas.

Hubungan Financial Leverage dan Earning Per Share

Financial leverage merupakan penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham. Dengan demikian alasan yang kuat untuk menggunakan dana dengan beban tetap adalah meningkatkan pendapatan yeng tersedia bagi pemegang saham (Sartono, 2016 : 263-265), tampak juga bahwa penggunaan Financial Leverage mempengaruhi keuntungan baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positif atas penggunaan financial leverage akan meningkatkan pengembalian laba bersih perlembar saham atau Earning Per Share (EPS) perusahaan, sedangkan pengaruh negatif atas penggunaan financial leverage bagi perusahaan adalah meningkatnya biaya operasi perusahaan sebagai akibat dari meningkatnya beban bunga atas modal pinjaman yang mengalami peningkatan pula. Tetapi peningkatan Earning Per Share (EPS) tidak

(6)

6 terlepas dari kaitannya dengan volume penjualan perusahaan dalam menghasilkan produk atau jasa yang akan dijual.

Dalam hal ini yang berperan aktif yaitu manajer keuangan. Apabila manajer keuangan memutuskan untuk membagikan laba yang diperoleh dalam bentuk deviden, maka ketergantungan terhadap sumber dana eksternal menjadi semakin besar.

Sebaliknya apabila manajer keuangan memandang bahwa perusahaan telah memiliki financial leverage yang tidak menguntungkan, maka sebaiknya laba yang diperoleh ditahan untuk memperbaiki struktur modal perusahaan.

METODE PENELITIAN Variabel Penelitian

Menurut Sugiono (2010 : 58), bahwa variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Variabel merupakan indikator terpenting yang menentukan keberhasilan suatu penelitian, sebab variabel penelitian adalah objek penelitian atau titik perhatian dalam suatu penelitian. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah Financial Leverage dan Earning Per Share (EPS) pada P.T. Intanwijaya International, Tbk.

Definisi Operasional dan Pengukurannya

1. Financial leverage merupakan penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar dari pada beban tetapnya, sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham (Sartono, 2016 : 263). Financial leverage dapat dihitung dengan rasio hutang (debt ratio).

𝐹𝑖𝑛𝑎𝑛𝑐𝑖𝑎𝑙 𝐿𝑒𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 =Total Kewajiban Total Aktiva

2. Laba per Lembar Saham atau Earning Per Share adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki (Kasmir, 2012 : 207).

Laba per Lembar Saham = Laba Bersih Jumlah Saham Beredar METODE ANALISIS DATA

Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengukur hubungan variabel dependen, dimana pada penelitian ini financial leverage sebagai variabel independen dan earning per share sebagai variabel dependen, formulanya yaitu :

𝒀 = 𝒂 + 𝒃𝒙 Keterangan :

Y : Variabel Dependen a : Bilangan Konstanta b : Koefisien Variabel x x : Variabel Independen

Nilai a dan b dapat dihitung dengan menggunakan rumus dibawah ini : 𝑎 =(∑ 𝑦) (∑ 𝑥2 ) − (∑ 𝑥) (∑ 𝑥𝑦)

𝑛(∑ 𝑥2) − (Σx)²

𝑏 =𝑛(∑ 𝑥𝑦) − (∑ 𝑥) (∑ 𝑦) 𝑛(∑ 𝑥2) − (Σ𝑥)² Analisis Korelasi

Korelasi merupakan istilah yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antar variabel. Menurut Hasan (2014), analisis korelasi adalah cara untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antar variable, misalnya hubungan dua variabel.

(7)

7 Apabila terdapat hubungan antar variable, maka perubahan-perubahan yang terjadi pada salah satu variabel akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya.

Koefisien korelasi linear dengan metode least square dapat digunakan rumus berikut : 𝑟 = n ∑ xy − (∑ x)(∑ y)

√{𝑛𝛴𝑥² – (𝛴𝑥)²} {𝑛𝛴𝑦2 – (𝛴𝑦)2}

n = Banyaknya Pasangan Data X dan Y Σx = Total Jumlah dari Variabel X Σy = Total Jumlah dari Variabel Y

Σx2 = Kuadrat dari Total Jumlah Variabel X Σy2 = Kuadrat dari Total Jumlah Variabel Y

Σxy = Hasil Perkalian dari Total Jumlah Variabel X dan Variabel Y Uji t

Uji t dikenal dengan uji parsial yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya.

Pengujian hipotesis dimaksudkan sebagai cara untuk menentukan apakah suatu hipotesis tersebut sebaiknya diterima atau ditolak. Pada penelitian ini nilai t hitung akan dibandingkan dengan t tabel pada tingkat signifikan (α) = 5 %. Kriteria pengambilan keputusan pada uji t ini adalah :

H0 diterima jika : t hitung < t tabel atau nilai t hitung > 0,05 H1 diterima jika : t hitung > t tabel atau nilai t hitung < 0,05 Untuk menentukan t hitung dengan menggunakan rumus :

t=r√n − 2

√1 − r2 Keterangan :

t : t hitung

r : Koefisien Korelasi n : Jumlah Data

Untuk menentukan t tabel, tabel distribusi t dicari pada α = 5 % dengan menggunakan uji satu arah dengan derajat kebebasan (df) n-k-1, dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Financial Leverage

Di bawah ini adalah perhitungan Financial Leverage P.T. Intanwijaya International Tbk.

Tabel 1.

Perhitungan Financial Leverage

Tahun Total Hutang (Rp) Total Aktiva (Rp) Financial Leverage 2013 10.050.376.983 136.142.063.219 0,074 2014 10.872.710.103 147.992.617.351 0,073 2015 15.494.757.317 169.546.066.314 0,091 2016 26.524.918.593 269.351.381.344 0,098 2017 35.408.565.186 303.788.390.330 0,116 Sumber : Data diolah, 2018

Berdasarkan perhitungan di atas dapat dilihat bahwa nilai Financial Leverage selama 5 tahun mengalami peningkatan ini diakibatkan karena meningkatnya total aktiva yang merupakan sumber daya yang relatif liquid seperti meningkatnya kas, piutang dagang, persedian dan beban dibayar di muka dibanding dengan total hutang yang diterima oleh perusahaan. Pada tahun 2017, total hutang mengalami peningkatan sementara total aktiva perusahaan mengalami peningkatan relatif stabil, hal ini

(8)

8 disebabkan karena banyaknya kegiatan operasional yang dilakukan oleh P.T.

Intanwijaya International Tbk.

Earning Per Share (EPS)

Earning Per Share merupakan rasio yang menunjukkan besar kecilnya kemampuan per lembar saham dalam mendapatkan keuntungan yang diperoleh untuk para pemegang saham. Berikut ini adalah hasil perhitungan Earning Per Share P.T.

Intanwijaya International Tbk. dari tahun 2013-2017 sebagai berikut : Tabel 2.

Perhitungan Earning Per Share

Tahun Laba Bersih Total Saham Beredar Earning Per Share

2013 10.331.808.096 181.035.556 57,07

2014 11.028.221.012 181.035.556 60,91

2015 16.960.660.023 181.035.556 93,68

2016 9.988.836.259 181.035.556 55,17

2017 16.554.272.131 181.035.556 91,44

Sumber : Data diolah, 2018

Berdasarkan tabel di atas, Earning Per Share pada tahun 2013 yaitu 57,07 dan mengalami peningkatan pada tahun 2014 dimana Earning Per Share 60,91 dan pada tahun 2015 mengalami peningkatan yaitu 93,68. Di tahun 2016 Earning Per Share mengalami penurunan yaitu 55,17 dan tahun 2017 yaitu 91,44. Dengan adanya Earning Per Share ini menandakan bahwa kesejahteraan pemegang saham meningkat, sehubungan dengan meningkatnya Earning Per Share dan tidak adanya nilai negatif yang dihasilkan perusahaan.

Apabila di dalam perusahaan tersebut, disamping saham biasa, juga terdapat saham prioritas, kita dapat menentukan mana yang menjadi hak pemegang saham prioritas setelah dikurangkan dari laba yang diperoleh. Baru kemudian menghitung Earning Per Share masing-masing saham.

Analisis Pengaruh Financial Leverage terhadap Earning Per Share 1. Analisis Regresi Linear Sederhana

Untuk menguji hubungan antara besarnya Financial Leverage terhadap Earning Per Share, maka digunakanlah berbagai metode statistika-matematika antara lain metode Regresi Linear Sederhana, metode Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi. Jika dihitung secara manual untuk mencari persamaan regresi linear di atas, maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.

Perhitungan Regresi Sederhana Financial Leverage dan Earning Per Share

Tahun X Y X²

Y² XY

2013 0,074 57,07 0,005476 3.256,985 4,22318 2014 0,073 60,91 0,005329 3.710,028 4,44643 2015 0,091 93,68 0,008281 8.775,942 8,52488 2016 0,098 55,17 0,009604 3.043,729 5,40666 2017 0,116 91,44 0,013456 8.361,274 10,60704 Total 0,452 358,27 0,042146 27.147,958 33,20819 Sumber : Data diolah, 2018

Apabila hasil perhitungan di atas kita substitusikan kedalam persamaan untuk menghitung konstanta-konstanta a dan b, maka akan diperoleh harga a dan b sebagai berikut :

b =n(ƩXY) − (ƩX)(ƩY) n(ƩX2) − (ƩX)2

(9)

9 b =5(33,20189) − (0,452)(358,27)

5(0,042146) − (0,452)2 b =(166,00945) − (161,93804)

0,21073 − 0,204304 b = 4,07141

0,006426 b = 633,58

Untuk nilai a adalah : a =ƩY

n − bƩX n a =358,27

5 − 633,580,452 a = 71,654-57,276 5

a = 14,378

Sehingga jika harga a dan b didistribusikan kedalam persamaan regresi linear, maka akan diperoleh persamaan Regresi Linear Sederhana sebagai berikut :

Y= a + bx Y = 14,378−633,58x

Dari model persamaan regresi tersebut dapat dijabarkan bahwa nilai sebesar 14,378 merupakan Financial Leverage, yang artinya jika Financial Leverage sama dengan nol, maka Earning Per Share perusahaan sebesar 14,378. Untuk nilai b = 633,58 yang artinya jika Financial Leverage turun sebesar satu (1) poin, maka Earning Per Share akan naik sebesar 633,58. Nilai b positif artinya terjadi hubungan searah antara Financial Leverage terhadap Earning Per Share.

Koefisien Korelasi

Linear sederhana, keterkaitan atau korelasi antara Financial Leverage (variabel bebas) terhadap Earning Per Share (variabel terikat) pada P.T. Intanwijaya International Tbk. dapat ditentukan dengan menggunakan rumus korelasi dimana dirumuskan sebagai berikut :

𝑟 = 𝑛 ∑x𝑦 − (∑𝑋)(∑𝑌)

√[𝑛∑𝑋2− (∑𝑋)2][𝑛∑𝑌2− (∑𝑌)2] Dimana :

r = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y ϰ = Variabel Independen (Financial Leverage) 𝑦 = Variabel Dependen (Earning Per Share)

∑ϰ𝑦 = Jumlah perkalian antara nilai X dan Y ϰ2 = Kuadrat dari nilai ϰ

𝑦2 = Kuadrat dari nilai y

𝑟 = 𝑛(∑ 𝑥 𝑦) − (∑ 𝑥)(∑ 𝑦)

√[𝑛(∑ 𝑥2) − (∑ 𝑥)2][𝑛(∑ 𝑦2) − (∑ 𝑦)2] 𝑟 = 5(33,20189) − (0,452)(358,27)

√[5(0,042146) − (0,452)²][5(27.147,958) − (358,27)2] 𝑟 = 166,00945 − 161,93804

√[0,21073 − 0,204304][135.739,79 − 128.357,39]

𝑟 = 4,07141

√(0,006426)(7.382,4)

(10)

10 𝑟 = 4,07141

√47,4393024 𝑟 =4,07141

6,88762 r = 0,591

Dari perhitungan koefisien korelasi di atas, didapatkan kesimpulan bahwa pengaruh Financial Leverage terhadap Earning Per Share bersifat positif dan dalam interval yang sedang, hal ini dapat dilihat dengan membandingkan nilai r yang didapatkan dengan interval koefisien pada tabel di atas sebesar 0,591.

Koefisien Determinasi

Selain menggunakan analisis regresi linear sederhana dan koefisien korelasi, keterkaitan dari Financial Leverage terhadap Earning Per Share dapat juga dihitung dengan menggunakan koefisien determinasi secara sederhana koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi 𝑟2.

Tujuan metode koefisien determinasi berbeda dengan koefisien korelasi. Pada metode koefisien determinasi, kita dapat mengetahui seberapa besar pengaruh Financial Leverage terhadap Earning Per Share tapi bukan taraf hubungan seperti pada koefisien korelasi (lebih memberikan gambaran fisik atau keadaan sebenarnya dari kaitan Financial Leverage terhadap Earning Per Share, maka akan dihitung koefisien determinasinya melalui perhitungan sebagai berikut :

𝑟2 = (0,591)2

𝑟2 = 0,35 atau 35 %

Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa diperoleh nilai sebesar 0,35 artinya sebesar 35 % Financial Leverage berpengaruh terhadap Earning Per Share pada perusahaan P.T. Intanwijaya International Tbk, dan sisanya 65 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

Pengujian Hipotesis dengan Uji t

Pada penelitian ini penulis memiliki hipotesis bahwa penetapan Financial Leverage memiliki korelasi atau ketertarikan dengan Financial Leverage pada P.T.

Intanwijaya International Tbk. Untuk membuktikan hipotesis tersebut, maka digunakan metode uji hipotesis yang disebut dengan metode uji t. Adapun rumus uji t (thitung karena nilainya akan dihitung) sebagai berikut :

𝑡hitung = 𝑟√𝑛 − 2

√1 − r2 Dimana :

n = Jumlah Data (dalam penelitian ini n = 5)

Dengan mensubstitusikan nilai r dan n kedalam persamaan di atas, akan di peroleh nilai thitung sebagai berikut :

𝑡hitung = 𝑟√𝑛 − 2

√1 − r2 𝑡hitung = 0,591√5 − 2

√1 − 0,35 𝑡hitung = 1,024

0,806 𝑡hitung = 1,270

Uji hipotesis belum selesai karena dalam uji hipotesis dalam penarikan kesimpulannya memiliki dua batasan yaitu :

(11)

11 1. thitung ≥ ttabel maka H0 ditolak yang artinya adanya korelasi/signifikan antara Financial Leverage terhadap Earning Per Share pada P.T. Intanwijaya International Tbk.

2. thitung ≤ ttabel maka H0 diterima yang artinya tidak adanya korelasi/tidak signifikan antara Financial Leverage terhadap Earning Per Share pada P.T. Intanwijaya International Tbk.

Langkah selanjutnya dalam uji hipotesis adalah mencari harga ttabel dari tabel t student dengan asumsi yang digunakan untuk data penelitian ini adalah taraf signifikan (α) = 0,05 = 5 % dengan derajat bebas (df) = n - 2 atau 5 - 2 = 3 maka ttabel = 2,353.

Harga taraf signifikan ditentukan oleh peneliti. Adapun pengertian dari harga signifikan 5 % dapat diperjelas dengan contoh berikut ini. Jika kita melakukan 100 kali percobaan, maka kira-kira 5 kali terjadi kesalahan menolak H0 yang seharusnya kita terima, atau kira-kira 95 % yakin bahwa kita telah membuat kesimpulan yang benar dan kemungkinan salah sebesar 5 %.

Hasil Uji-t terhadap variabel Financial leverage menghasilkan t-hitung sebesar 1,270 dengan nilai t-hitung ini lebih kecil dari nilai t-tabel yaitu 2,353. Jadi dapat disimpulkan bahwa Financial Leverage berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Earning Per Share pada P.T. Intanwijaya International Tbk.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Hasil perhitungan koefisien korelasi sederhana (r) diperoleh nilai sebesar 0,591 artinya Financial Leverage berpengaruh positif terhadap Earning Per Share pada perusahaan P.T. Intanwijaya International Tbk.

2. Hasil perhitungan koefisien determinasi (𝑟2) diperoleh nilai sebesar 0,35, artinya sebesar 35 % Financial Leverage berpengaruh terhadap Earning Per Share pada perusahaan P.T. Intanwijaya International Tbk dan sebanyak 65 % dipengaruhi oleh faktor dari luar yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

3. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel yakni uji t hitung sebesar = 1,270 dan t tabel sebesar = 2,353 atau (1,270 < 2,353) dengan taraf nyata 5 %, ini menunjukkan bahwa Financial Leverage mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap Earning Per Share pada perusahaan P.T. Intanwijaya International Tbk.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan saran sebagai berikut :

1. Diharapkan P.T. Intanwijaya International Tbk dapat mempertahankan kestabilan nilai dan keuangan yang baik pada perusahaan sehingga harga saham per lembar dapat ditingkatkan dan banyak investor yang akan menanam saham dan dapat membuat perusahaan lebih terkenal.

2. Diharapkan P.T. Intanwijaya International Tbk dapat mengembangkan seperangkat tehnik analisis yang didasarkan pada laporan keuangan yang dipublikasikan, guna dapat memberikan informasi yang relevan dengan tujuan dan kepentingan pemakainya. Salah satu teknik yang harus diaplikasikan dalam praktek bisnis khususnya dalam memprediksi laba adalah analisis rasio keuangan.

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi Irham. 2016. Pengantar Manajemen Keuangan Teori dan Soal Jawab, Alfabeta, Bandung.

Hanafi Mamdu, Halim Abdul. 2016. Analisis Laporan Keuangan, UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

(12)

12 Haming,Murdifin, Basalamah Salim. 2010. Studi Kelayakan Investasi Proyek & Bisnis,

Bumi Aksara. Jakarta.

Harmono. 2017. Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori, Kasus dan Riset Bisnis, Bumi Aksara. Jakarta.

Hasan, Iqbal. 2014. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif), Bumi Aksara.

Jakarta.

Hery. 2013. Akuntansi Keuangan Menengah, CAPS (Center of Academic Publishing Service). Yogyakarta.

Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. P.T. Rajagrafindo Persada, Jakarta.

. 2016. Analisis Laporan Keuangan. P.T. Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Munawir. 2014. Analisis Informasi Keuangan, Liberty, Yogyakarta.

Rahardjo. 2005. Dasar-Dasar Ekonomi Wilayah, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Riadi Muchlisin. Akuntasi, http://www.kajianpustaka.com/2012/12/rasio-profitabilitas.

html.

Samsul, Mohamad. 2015. Pasar Modal & Manajemen Portofolio, Edisi 2, Erlangga.

Jakarta.

Sartono, Agus. 2016. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi 4, BPFE- Yogyakarta.

Syafri, Sofyan. 2008. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, P.T. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Syamsuddin. 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan, P.T. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Weston Fred, E. Copeland Thomas. 2010. Manajemen Keuangan. Edisi Revisi, Jilid 2, Binarupa Aksara Publisher. Tangerang.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan skripsi yang berjudul ” Pengaruh Financial Leverage dan Total Assets Turnover Terhadap Earning Per Share (EPS) Pada Perusahaan Perkebunan dan

Analisis data yang telah dilakukan atas pengaruh financial leverage, return on assets dan earning per share terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan

Rumusan masalah pada penulisan ilmiah ini adalah bagaimana perhitungan earning per share (EPS) yang akan dihasilkan untuk memperbesar pendapatan per lembar saham dan

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadimya Underpricing dalam penelitian ini adalah Reputasi Underwriter, Ukuran KAP, Financial Leverage, dan Earning Per Share.. Penelitian

Hasil penelitian i Variabel Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Earning Per Share, ii Variabel Debt to Asset Ratio dam Debt to Equity

Adanya pengaruh signifikan secara positif antara operating leverage terhadap earning per share perusahaan dalam industri barang konsumsi menunjukkan bahwa penggunaan aktiva yang

2012, Pengaruh Financial Leverage terhadap Return On Equity ROE dan Earning Per Share EPS pada sektor Industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Student Journal,

Pengaruh Earning Per Share, Dividend Per Share dan Financial Leverage Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.. Jurnal Akuntansi