• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGARUH MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP

PRODUKTIVITAS USAHA BATU BATA DI KECAMATAN WANASABA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

OLEH

UMI ROHAYANITA 152.145.335

JURUSAN EKONOMI SYARI’AH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

2019

(2)

ii

PENGARUH MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP

PRODUKTIVITAS USAHA BATU BATA DI KECAMATAN WANASABA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Agama Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar

Sarjana Ekonomi

OLEH

UMI ROHAYANITA 152.145.335

JURUSAN EKONOMI SYARI’AH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

2019

(3)

iii

(4)

iv

(5)

vi

(6)

vii MOTTO

“Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan, tetapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan

dalam setiap kesulitan”

“Ali bin Abi Thalib”

(7)

viii

PERSEMBAHAN

Dengan seagala puja dan puji syukur kehadirat Allah yang Maha Kuasa dan berkat do’a dari orang-orang yang tercinta , akhirnya skripsi ini bisa dapat

dirampungkan dengan baik dan tepat pada waktunya. Oleh karena itu dengan rasa bangga dan bahagiasaya khaturkan dan terima kasih saya kepada :

1. Allah swt yang telah memberikan kesehatan, kesempatan, izinnya dan karunianya, maka skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

2. Nabi Muhammad saw yang telah membawa umat manusia sehingga kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

3. Orang tua dan keluarga saya yang selalu memberikan dukungan moril maupun materil serta do’a yang tiada henti untuk kesuksesan saya.

4. Bapak dan Ibu dosen Pengajar, Pembimbing, dan Penguji yang ada di Fakultas FEBI UIN Mataram, yang selama ini telah tulus dan ikhlas meluangkan waktunya untuk menuntun, membimbing dan mengarahkan serta mengajar saya menjadi pribadi yang lebih baik.

5. Terimakasih untuk kedua orang tua dan kakak-kakak saya yang luar biasa, dalam memberikan do’a dan dukungan yang tanpa henti.

(8)

ix

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah tuhan semesta alam yang senantiasa memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan perjuangan dan do’a. Sholawat beserta salam selalu tercurahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad saw yang menjadi panutan umat Islam sehingga dapat membedakan yang hak dan yang batil serta memperjuangkan hakikat manusia.

Dalam menyelesaikan skripsi ini, tentunya tidak bisa dilakukan dengan sendiri, tetapi juga butuh bantuan orang lain. Maka dari itu saya pribadi ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan ini. Oleh karena itu, penulis memberikan pengahargaan setinggi- tinggnya dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut :

1. Dr. H. Ahmad Aziz M.Ag sebagai Pembimbing I dan Ummu Rosyidah M.E.Isebagai Pembimbing II yang selelu memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mendetail secara terus-menerus sehingga skripsi ini menjadi skripsi yang lebih matang.

2. Bahrur Rosyid, M.M dan Bq. Elbadriati sebagai Ketua Jurusan Ekonomi Syari’ah.

3. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag sebagai Dekan Fakultasa Ekonomi dan Bisnis Islam.

(9)

x

4. Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat-lipat dari Allah swt dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi mahasiswa UIN Mataram selanjutny. Amin

Mataram, 17 Juli 2019 Penulis

Umi Rohayanita

(10)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI... x

ABSTRAK ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan dan Manfaat ... 7

D. Definisi Operasional Variabel ... 9

E. Sistematika Penulisan ... 101

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Telaah Pustaka ... 13

B. Kerangka Teori ... 16

1. Modal ... 16

2. Tenaga kerja... 18

3. Produktivitas ... 20

C. Kerangka Berpikir ... 23

(11)

xii

D. Hipotesis Penelitian ... 24

BAB III METODE PENELITIAN ... 26

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 26

B. Populasi dan Sampel ... 27

C. Jenis dan Sumber Data ... 29

D. Instrumen Penelitian ... 31

E. Tehnik Pengumpulan Data ... 32

F. Tehnik Analisis Data... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 43

A. Hasil Penelitian ... 43

1. Profil Lokasi Penelitian... 43

2. Pengumpulan dan Penyajian Data ... 45

B. Pembahasan... 76

BAB V PENUTUP... 83

A. Kesimpulan ... 83

B. Saran ... 84

DAFTAR PUSTAKA ... 85 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(12)

xiii

PENGARUH MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP

PRODUKTIVITAS USAHA BATU BATA DI KECAMATAN WANASABA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Oleh Umi Rohayanita NIM : 152.145.335

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh modal dan tenaga secara simultan terhadap produktivitas usaha batu bata dan pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap produktivitas usaha batu bata. Objek penelitian ini adalah usaha batu bata di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan observasi.

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan teknik regresi linier berganda. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik dan uji persamaan regresi dengan presepsi Modal (X1), Tenaga Kerja (X2), dan Produktivitas (Y).Secara parsial, modal dan tenaga kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat produktivitas usaha batu bata.

Sedangkan secara simultan, modal dan tenaga kerja dapat berpengaruh terhadap produktivitas usaha batu bata di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Hal ini dibuktikan dari hasil uji F dengan nilai Prob. F statistic sebesar 0.000< 5% sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh secara simultan antara modal dan tenaga kerja terhadap produktivitas usaha batu bata 42,8% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

Kata Kunci : Modal, Tenaga Kerja, dan Produktivitas Usaha Batu Bata

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Prioritas mempercepat pemulihan ekonomi serta memperkuat landasan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan yang berdasarkan pada sistem ekonomi kerakyatan dan dilakukan melalui pembangunan dibidang ekonomi serta pembangunan dibidang sumber daya alam dan lingkungan hidup. Tujuan pembangunan tersebut dicapai dengan lebih memberdayakan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional terutama usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pengembangan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan serta berbasis sumber daya alam serta sumber daya manusia yang produktif dan mandiri. Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah bertujuan meningkatkan jenis dan peluang kerja. Pembangunan ekonomi daerah di era otonomi menghadapi berbagai tantangan baik internal maupun eksternal, seperti masalah kesenjangan dan iklim globalisasi, yang akhirnya menuntut tiap-tiap daerah untuk mampu bersaing di dalam dan di luar negeri.1

Untuk mendukung pembangunan tersebut sektor industri menjadi salah satu faktor pendukung. Dilihat dari karakteristik sosial ekonomi bangsa

1Rita Yani Iyan Dan Eka Armas Pailis, ”Peranan Sektor Industri Kecil Batu Bata Press Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru”Jurnal JOM Fekon, Vol. 4 No. 1, (Februari) 2017. hlm. 3

(14)

2

Indonesia saat ini industri kecil merupakan satu kekuatan dalam mewujudkan pembangunan.2

Di era globalisasi, industri merupakan salah satu penyokong perekonomian Indonesia yang mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah industri pengolahan. Industri pengolahan merupakan salah satu sektor yang telah memberikan konstribusi signifikan terhadap perekonomian nasional khususnya dalam penyerapan tenaga kerja, mengurangi angka kemiskinan, serta penyerapan semangat kewirausahaan dan kemandirian.3

Kegiatan produksi tidak akan terlaksana tanpa adanya alat atau benda yang digunakan untuk memproduksinya. Dalam kegiatan produksi dibutuhkan tempat untuk produksi, peralatan produksi, dan orang yang melakukan produksi. Sebagaimana diketahui Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil jumlah barang dan jasa yang diproduksi dengan sumber jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi dan sebagainya yang dipakai untuk menghasilkan barang tersebut.

Faktor-faktor produksi di sebut juga sumber daya ekonomi atau alat produksi yang meliputi faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal dan faktor produksi keterampilan. Dalam proses

2 Ibid. hlm. 4.

3 Nurul Janah, “Pengaruh Modal, Tenaga Kerja, Dan Teknologi Terhadap Hasil Produksi Monel”, (Skripsi Universitas Negeri Semarang 2017).hlm 15

(15)

3

produksi, faktor-faktor produksi harus digabungkan, artinya antara faktor produksi yang satu dengan yang lainnya tidak dapat berdiri sendiri tetapi harus dikombinasikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya suatu industri meliputi modal, tenaga kerja, bahan baku, transportasi, bahan bakar dan pemasaran.

Modal merupakan faktor yang sangat penting dalam kelancaran produksi. Produksi yang dihasilkan ditentukan oleh modal yang dimiliki.

Ketersediaan modal yang terbatas akan berpengaruh terhadap output yang akan dihasilkan. Semakin banyak modal yang digunakan maka jumlah produksi yang dihasilkan semakin mengalami peningkatan. Modal dapat diartikan sebagai pengeluaran untuk membeli perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Faktor terpenting lainnya yakni tenaga kerja, dalam kegiatan produksi tidak lepas dari tenaga kerja karena yang sangat dominan untuk melancarkan kegiatan produksi adalah tenaga kerja. Dengan tenaga kerja kegiatan produksi akan cepat terlaksana.Semakin banyak tenaga kerja yang dimiliki maka jumlah output yang dihasilkan juga semakin meningkat. Begitupun sebaliknya jika sedikit pekerja maka jumlah produksi akan sedikit pula. Seperti yang diketahuitenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan

(16)

4

guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.4

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, ditemukan pengusaha yang memproduksi batu bata. Usaha pembuatan batu bata di sana dikategorikan dalam usaha mikro.

Aktivitas pembuatan batu bata ini dikelola oleh masyarakat dengan tujuan utama adalah untuk mendapatkan penghasilan. Sumber daya alam sebagai bahan baku batu bata di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi yang besar. Kecamatan Wanasaba terbagi menjadi 14 dusun dengan kepala keluarga sebanyak 17.466 KK.

Usaha batu bata merupakan salah satu usaha industri kecil yang menjanjikan di Kecamatan Wanasaba, terdapat 114 unit usaha batu bata yang ada dan memiliki jarak yang berdekatan antara satu dengan yang lain. Usaha ini telah ada sejak lama dan berkembang di daerah Kabupaten dan Kecamatan, salah satunya di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis bahwa Pembuatan batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur belum dikelola dengan professional dan kewirausahaan, tingkat produktivitas rendah, modal untuk mengembangkan usaha belum maksimal, cara pemasaran

4 Sumarsono, Ekonomi Manajemensumber Daya Manusia Dan Ketenagakerjaan, (Yogyakarta: Graham Ilmu.2003), hlm.7.

(17)

5

yang masih berdasarkan pesanan, serta inovasi produk yang masih sederhana.

Usaha ini dapat memberikan tambahan pendapatan bagi penduduk sekitar dan juga dapat menampung penduduk yang menganggur dengan menyediakan lapangan pekerjaan pada usaha tersebut. Dalam satu usaha batu bata memiliki atau menggunakan 7 orang atau lebih tenaga kerja yang bekerja. Namun tenaga pembuat batu bata kadang mengalami penurunan, karna apabila pemasaran sepi banyak tenaga pembuat batu bata yang memilih pekerjaan lain.5

Jadi produksi batu bata tergantung pada modal dan tenaga kerja.

Faktor produksi modal dan tenaga kerja mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat tergantung dari faktor produksi sebagai input (masukan) dalam proses produksi tersebut. Modal yang ada harus dapat atau mampu membiayai pengeluaran atau operasi sehari-hari, besar kecilnya modal yang dipergunakan dalam usaha tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh pengusaha. Agar usaha produksinya berjalan dengan baik, diperlukan modal yang cukup memadai. Sedangkan tenaga kerja merupakan faktor produksi yang sangat penting dalam mempengaruhi tingkat pendapatan. Karena tenaga kerja adalah faktor penggerak input yang lain.

5Observasi di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, 9 Desember 2018.

(18)

6

Besar kecilnya produksi yang diperoleh sangat ditentukan oleh faktor produksi yang digunakan.6

Senada dengan hal itu adalah penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Nur Hidayatullah yang berjudul “Pengaruh modal dan tenaga kerja usaha pengrajin batik tulis klasik terhadap tingkat produksi di Desa Margejo, Kecamatan Kerek, Tuban”, yang membahas tentang variabel apa saja yang mempunyai pengaruh pada jumlah produksi dari industi kecil menengah batik tulis klasik. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut adalah modal dan tenaga kerja berpengaruh secara simultan terhadap tingkat produksi usaha batik tulis klasik. Modal dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap tingkat produksi usaha batik tulis klasik di Desa Margejo, Kecamatan Kerek, Tuban. Besarnya pengaruh dari besarnya modal awal dan banyaknya tenaga kerja tersebut terhadap produksi batik perbulan, artinya produksi batik perbulan di pengaruhi oleh adanya faktor modal awal dan jumlah tenaga kerja. Namun yang paling dominan adalah variabel tenaga kerja, dan dapat disimpulkan bahwa dalam industri kecil menengah batik tulis klasik ini adalah padat tenaga kerja.7

6Muhyina Muin, “Pengaruh Faktor Produksi Terhadap Hasil Produksi Merica”. Jurnal Economix, vol. 5 No. 1, juni 2017.

7Muhammad Nur Hidayatullah, “Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Usaha Pengrajin Batik Tulis Klasik Terhadap Tingkat Produksi”.Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 11 No.02, Desember 2013.

(19)

7

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah produksi yang dihadapi industri batu bata bersumber dari masalah modal dan tenaga kerja.

Dari uraian di atas penulis ingin mengetahui bagaimana pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap hasil produksi pada industri batu bata melalui penelitian dengan judul “Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Usaha Batu Bata Di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah :

1) Berapakah pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap produktivitas usaha batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur ?

2) Berapakah pengaruh modal dan tenaga kerja secara simultan terhadap produktivitas usaha batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian a. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumuasan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :

(20)

8

1) Untuk mengetahui berapakah pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap produktivitas usaha batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

2) Untuk mengetahui berapakah pengaruh modal dan tenaga kerja secara simultan terhadap produktivitas usaha batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

b. Manfaat penelitian

Adapun manfaat yang dapat diambil dari penilitian ini adalah :

1) Manfaat teoritis bagi peneliti sendiri, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peneliti dibidang industri batu bata dan dapat dijadikan bahan rujukan dan refrensi dalam melakukan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas usaha batu bata.

2) Manfaat praktis Bagi pihak pengusaha, penilitian ini diharapakan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pengusaha industri batu bata dalam mengembangkan usaha sehingga dapat terserap tenaga kerja yang produktif.

(21)

9 D. Definisi Operasional Variabel

Tabel 1.1 definisi operasional variabel

Variabel Definisi Operasional Indikator Variabel

Modal (X1)

Modal dapat diartikan secara fisik dan bukan fisik.

Dalam artian fisik modal diartikan sebagai segala hal yang melekat pada faktor produksi yang dimaksud, seperti mesin-mesin dan peralatan produksi, kendaraan serta bangunan.

Modal juga dapat berupa dana untuk membeli segala input variabel untuk digunakan dalam proses

produksi guna

menghasilkan output industri.

1. Penambahan Modal

2. Besar modal

3. Manfaat Modal

(22)

10 Tenaga Kerja (X2)

Setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

1. Jumlah Tenaga kerja

2. Efektivitas Tenaga Kerja

Produktivitas (Y)

Sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber tenaga kerja, modal, tanah, energy dan sebagainya) yang

dipakai untuk

menghasilkan hasil tersebut.

1. Tingkat perolehan hasil

2. Peningkatan produktivitas 3. Kualitas dan

waktu produksi

(23)

11 E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam skripsi ini akan disusun dalam lima bagian adalah sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Pada bagian ini berisi tentang uraian latar belakang masalah yang menjadi landasan pemikiran penelitian, rumusan masalah merupakan hal yang ingin diketahui oleh peneliti, tujuan dan manfaat penelitian merupakan harapan peneliti untuk pengembangan akademik dan pengembangan usaha batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

BAB II Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian

Pada bagian ini berisi tentang landasan teori sebagai acuan untuk membahas masalah, telaah pustaka mengungkapkan penelitian terdahulu yang memiliki kemiripan dengan penelitian ini, kerangka berpikir berisi tentang cara berpikir peneliti tentang hubungan antar variabel dan hipotesis merupakan dugaan sementara dari peneliti tentang masalah yang terkait.

BAB III Metode Penelitian

Pada bagian ini berisi tentang metode yang digunakan dalam penelitian ini. Desain dan pendekatan penelitian menjelaskan jenis penelitian yang digunakan selama penelitian berlangsung, populasi dan teknik sampling menjelaskan tentang data populasi yakni pengusaha batu bata di Kecamatan

(24)

12

Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur dan menguraikan cara pengambilan sampel dari jumlah populasi tersebut, teknik pengumpulan data berisi cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data dan instrumen penelitian sebagai alat bantu untuk mengumpulkan data serta teknik analisis data menjabarkan tentang teknik yang digunakan untuk menemukan jawaban dari hipotesis di awal yaitu dengan teknik uji validitas, reliablitas dan regresi berganda.

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bagian ini berisi tentang penjelasan mengenai lokasi penelitian yaitu Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, pengujian hipotesis berisi hasil dari pengujian hipotesis dan pembahasan yang akan menjelaskan hasil penelitian secara menyeluruh. Pada bagian ini juga berisi tentang uraian validasi instrumen dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas, pengumpulan data berisi pengungkapan data-data yang didapatkan, analisa data merupakan proses menganalisa data-data yang didapatkan selama penelitian dan dilanjutkan dengan hasil analisa.

BAB V Penutup

Pada bagian ini menjelaskan tentang kesimpulan dari hasil penelitian ini yang berisi uraian singkat mengenai keseluruhan isi skripsi dan saran bagi pihak terkait dan peneliti selanjutnya.

(25)

13 BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTETIS PENELITIAN

A. Telaah Pustaka

Dalam telaah pustaka ini, peneliti akan menyajikan beberapa penelitian terdahulu, antara lain sebagai berikut:

1. Muhammad Nur Hidayatullah, dalam jurnal dengan judul “pengaruh modal dan tenaga kerja usaha pengrajin batik tulis klasik terhadap tingkat produksi”.8tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan akibat dari modal dan tenaga kerja pada usaha kecil menengah dari pengusaha batik klasik industri klasik pada Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Tuban.

Persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah pada pengaruh modal dan tenaga kerja, akan tetapi yang membedakan adalah penelitian sebelumnya membahas tentang akibat dari modal dan tenaga kerja usaha pengrajin batik tulis terhadap tingkat produksi, sedangkan pada penelitian yang sekarang membahas tentang pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap produktivitas usaha batu bata, yang membedakan pada penilitian ini yakni pada jenis produksi yang akan diteliti.

8 Ibid.

(26)

14

Adapun hasil dari penelitian ini adalah modal dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap tingkat produksi usaha batik tulis klasik di Desa Margejo, Kecamatan Kerek, Tuban. Namun yang paling dominan adalah variabel tenaga kerja, dan dapat disimpulkan bahwa dalam industri kecil menengah batik tulis klasik ini adalah padat tenaga kerja.

2. Suraimaini, dalam skripsi dengan judul, “elastisitas modal dan tenaga kerja terhadap produksi kerupuk kulit kerbau”.9Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat elastisitas modal dan tenaga kerja terhadap produksi kerupuk kulit kerbau di Kabupaten Aceh Barat.

Persamaan dengan penelitian yangditeliti oleh peneliti adalah sama-sama meneliti tentang modal dan tenaga kerja, namun yang menjadi perbedaannya adalah pada jenis produksi yang akan di teliti yakni pada penelitian sebelumnnya membahas tentang produksi kerupuk kulit kerbau sedangkan pelitian yang sekarang membahas tentang produksi batu bata, perbedaannya juga terdapat pada lokasi pengambilan sample, pada penelitian sebelumnya pengambilan samplenya di Kabupaten Aceh Barat sedangkan penelitian yang sekarang pengambilan samplenya di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

9 Suraimaini, “Elastisitas Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Produksi Kerupuk Kulit Kerbau Di Kabupaten Aceh Barat”, (Skripsi Universitas Teuku Umar Meulaboh Aceh Barat 2014).

(27)

15

Adapun hasil dari penelitian ini adalah elastisitas modal dan tenaga kerja berpengaruh secara nyata terhadap produksi kerupuk kulit kerbau di Kabupaten Aceh Barat. Secara varsial variabel modal berpengaruh positif terhadap produksi kerupuk kulit kerbau di Kabupaten Aceh Barat, sedangkan tenaga kerja berpengaruh secara negatif terhadap produksi kerupuk kulit kerbau di Kabupaten Aceh Barat.

3. Muhammad Hamdani, dalam skripsi dengan judul.”Pengaruh kinerja buruh penjemuran gabah terhadap kepuasan pelanggan”. (studi kasus di desa pengadang lombok tengah).10

Persamaan dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti adalah sama-sama membahas tentang tenaga kerja, yang menjadi perbedaannya adalah penelitian sebelumnya memfokuskan penelitiannya pada kualitas kinerja yang diberikan oleh buruh penjemuran gabah terhadap kepuasan pelanggan sedangkan penelitian yang sekarang memfokuskan penelitiannya bukan pada kinerja tenaga kerja tapi kinerja yang diukur dengan efektifitas tenaga kerja.

Adapun hasil dari penelitian ini adalah persepsi kualitas kinerja tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan pelanggan. Semakin tinggi persepsi kualitas kinerja buruh penjemuran gabah (X) maka semakin tinggi pula kepuasan pelanggan.

10Muhammad Hamdani, “Pengaruh Kinerja Buruh Penjemuran Gabah Terhadap Kepuasan Pelanggan”, (Skripsi, Fakultas Syari’ah IAIN Mataram, 2014).

(28)

16 B. Kerangka Teori

1. Modal

a) Pengertian Modal

Modal dapat diartikan secara fisik dan bukan fisik. Dalam artian fisik modal diartikan sebagai segala hal yang melekat pada faktor produksi yang dimaksud, seperti mesin-mesin dan peralatan produksi, kendaraan serta bangunan. Modal juga dapat berupa dana untuk membeli segala input variabel untuk digunakan dalam proses produksi guna menghasilkan output industri. Modal digunakan sejak industri mulai dibangun sampai kepada industri tersebut berjalan. Modal berguna untuk membeli berbagai input produksi termasuk lokasi perusahaan. Bagi perusahaan modal memegang peranan sangat penting. Modal bisanya terdapat di wilayah operasinya saja dan untuk memperolehnya ditentukan oleh lingkungannya sendiri. Di negara-negara berkembang perkembangan perusahaan-perusahaan industri berjalan lambat karena ditandai pula adanya kelangkaan di dalam ketersediaan modal.11

b) Pentingnya Modal Usaha

Dalam menjalankan sebuah usaha salah satu faktor pendukung yang dibutuhkan adalah modal, jika kita ibaratkan memulai usaha dengan membangun sebuah rumah, maka adanya modal menjadi bagian

11Muhammad Teguh, Ekonomi Industri,(Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2013). hlm.

236.

(29)

17

pondasi rumah yang akan dibangun. Semakin kuat pondasi yang dibuat, maka semakin kokoh pula rumah yang dibangun, begitu juga pengaruh modal dalam sebuah bisnis, keberadaanya menjadi pondasi awal bisnis yang akan dibangun. Beberapa modal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis antara lain tekad, pengalaman, keberanian, pengetahuan, serta modal uang, namun kebanyakan orang terhambat memulai usaha karena sulit untuk mendapatkan modal uang. Modal usaha adalah mutlak diperlukan untuk melakukan kegiatan usaha. Oleh karena itu diperlukan sejumlah dana sebagai dasar ukuran finansial atas usaha yang digalakan. Sumber modal usaha dapat diperoleh dari modal sendiri, bantuan pemerintah, lembaga keuangan baik bank maupun non bank. Modal adalah faktor usaha yang harus tersedia sebelum melakukan kegiatan. Besar kecilnya modal akan mempengaruhi perkembangan usaha dalam pencapaian pendapatan. Modal sangat penting dalam mendirikan sebuah usaha, besar kecilnya modal yang dibutuhkan tergantung dari besar kecilnya usaha yang didirikan.12

c) Macam-Macam Modal

Secara keseluruhan modal usaha terbagi menjadi 3 bagian yaitu :13 1) Modal Investasi

12Endang Purwanti,”Pengaruh Karakteristik Wirausaha, Modal Usaha, Strategi Pemasaran Terhadap Perkembangan UMKM di Desa Dayaan dan Kalilondo Salatiga”,Jurnal Among Makarti, Vol.5 No.9 Juli 2012. hlm .18.

13Ibid, hlm.19.

(30)

18

Yang dimaksud modal investasi adalah jenis modal usaha yang harus harus dikeluarkan yang biasanya dipakai dalam jangka panjang.

Modal usaha untuk investasi nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang, namun modal investasi akan menyusut dari tahun ke tahun bahkan dari bulan ke bulan.

2) Modal Kerja

Modal usaha yang harus dikeluarkan untuk membuat atau membeli barang dagangan. Modal kerja ini dapat dikeluarkan tiap bulan atau pada waktu tertentu.

3) Modal Operasional

Modal usaha yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan misalnya pembayaran gaji pegawai, listrik dan sebagaiya.

2. Tenaga Kerja a) Pengertian Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah salah satu faktor produksi yang digunakan dalam melaksanakan proses produksi. Berdasarkan UUD No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, menjelaskan tenaga kerja merupakan setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

Oleh karena itu tenaga kerja sangat penting dalam kegiatan ekonomi

(31)

19

maupun dalam perekonomian suatu negara. Tanpa adanya tenaga kerja kegiatan perekonomian akan lumpuh dan tidak akan berjalan.14

b) Indikator Tenaga Kerja

Indikator-indikator tenga kerja adalah :15 1) Kemampuan

Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas, kemampuan seorang karyawan sangat bergantung pada keterampilan yang dimiliki serta profeionalisme mereka dalam bekerja.

2) Meningkatkan hasil yang dicapai

Berusaha meningkatkan hasil yang dicapai. Hasil merupakan salah satuyang dapat dirasakan baik oleh yang mengerjakan maupun yang menikmati hasil pekerjaan tersebut.

3) Mutu

Selalu berusaha untuk meningkatkan mutu lebih baik dari yang telah lalu. Mutu merupakan hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan kualitas kerja seorang pegawai. Jadi meningkatkan mutu bertujuan untuk memberikan hasil yang terbaik.

14I Made Agustina,”Pengaruh Tenaga Kerja, Modal Dan Bahan Baku Terhadap Produksi Industri Kerajinan Patung Kayu di Kecamatan Tegallalang”,Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol.6 No. 7 Juli 2017. hlm. 11.

15Faustino Cordoso Gomes, Manajemen Sumber Daya Manusia,(Yogyakarta,C.V ANDI OFFSET, 2003) hlm. 104

(32)

20 4) Efisiensi

Perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan.

c) Sistem Pengupahan Tenaga Kerja

Sistem upah merupakan kerangka pengelolaan prihal bagaimana upah diatur dan ditetapkan. Sistem upah di Indonesia pada umumnya didasarkan pada tiga fungsi, yaitu :16

a) Menjamin kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarga b) Mencerminkan imbalan atau hasil seseorang

c) Menyediakan intensif untuk mendorong dan meningkatkan produktivitas kerja

3. Produktivitas a) Pengertian Produktivitas

Produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri atau UKM dalam menghasilkan barang atau jasa. Sehingga semakin tinggi perbandingannya, berarti semakin tinggi produk yang dihasilkan. Ukuran-ukuran produktivitas bisa bervariasi, tergantung pada aspek-aspek output atau input yang

16Hasan Aziz, Konsep Perjanjian Kerja Dan Upah Menurut Hukum Islam Dan Hukum Positif. (Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2015.) hlm 23

(33)

21

digunakan sebagai agregat dasar, misalnya: indeks produktivitas buruh, produktivitas biaya langsung, produktivitas biaya total, produktivitas energi, produktivitas bahan mentah, dan lain-lain.17

b) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas

Adapun faktor-faktor yang mepengaruhi produktivitas adalah:18 1) Faktor Produksi Alam

Untuk menyelenggarakan suatu kegiatan usaha, pasti memerlukan faktor produksi alam. Dalam hal ini misalnya tempat, tanah, sawah, ataupun bahan mentah, betapa pun kecil dan bagaimana pun jenis usaha tersebut. Bahkan suatu kegiatan usaha yang nampaknya tidak memerlukan tempat, misalnya usaha perantara, makelar, bagaimanapun memerlukan tempat untuk bertemu dengan calon pembeli, yang secara lebih luas pasti mempunyai areal atau daerah tertentu untuk menyelenggarakan pemasaran dagangannya.Dalam kenyataannya, tidak semua perusahaan dapat memperoleh dan memiliki fasilitas fisik yang sesuai dengan jenis usahanya. Misalnya usaha dagang, ada yang memperoleh tempat yang strategis dan ada yang terpencil.

Pemilihan dan penentuan fasilitas fisik tersebut selalu dihubungkan dengan biaya dan penghasilan, juga dilihat dari sudut proses

17 Herjanto, E. Manajemen Operasi. (Jakarta: Grasindo. 2007) hlm 37

18Sadono Sukirno, Pengantar Bisnis, (Jakarta,Prenada Media Grup, 2011). hlm. 6

(34)

22

produksi dan pemasaran, sehingga secara keseluruhan memungkinkan tercapainya laba yang tinggi atau layak.

2) Faktor Produksi Manusia (Tenaga Kerja)

Untuk melaksanakan suatu usaha, selalu dibutuhkan tenaga. Sesuai dengan peningkatan kesibukan kerja suatu usaha, maka pengusaha memerlukan tambahan tenaga orang lain, yaitu buruh, karyawan, dan untuk perusahaan besar masih ditambah lagi dengan staf pemikir. Pegawai, karyawan, buruh atau tenaga kerja merupakan salah satu unsur penting dalam pengelolaan kegiatan usaha. Bagaimanapun majunya teknologi dewasa ini, namun faktor manusia masih memegang peranan bagi suksesnya suatu usaha

3) Faktor Produksi Modal

Modal merupakan salah satu faktor produksi yang diperlukan untuk perputaran roda usaha. Sebagian dana atau modal tersebut dipergunakan perusahaan untuk membeli barang-barang yang termasuk kelompok aktiva tetap. Aktiva tetap yang dimaksud di sini adalah aktiva yang mengikat dan untuk jangka waktu yang panjang, biasanya kurang lebih satu tahun, umpamanya mesin, peralatan, bangunan, bahan baku produksi.

(35)

23

Semua perusahaan pasti punya salah satu atau beberapa aktiva tetap di atas.

C. Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir adalah nalar argumentatif peneliti yang merupakan alasan dari pengajuan hipotesis. Dengan kata lain, dalam kerangka berpikir, peneliti mengajukan proses argumentasi dedukatif yang simpulannya berupa pengajuan hipotesis. Kerangka berpikir ini adalah teori yang dikonstruk peneliti yang akan diuji kebenarannya melalui pengajuan hipotesis.19

Untuk mngetahui bagaimana keterkaitan antara masing-masing variabel dapat dilihat pada kerangka berpikir berikut ini:

Gambar 1.1 Kerangka Pikir

19Miftahul Huda dkk, pedoman penulisan skripsi IAIN Mataram, 2014. hlm..25.

Modal (X1)

Produktivitas Usaha Batu Bata (Y) Tenaga Kerja

(X2)

(36)

24

Penelitian ini akan menguji pengaruh dari modalsebagai X1 tenaga kerja sebagai X2 terhadap produktivitas batu bata, sehingga nantinya hasil dari penelitian akan menemukan hasil antara ada pengaruh atau tidak berpengaruh antara variabel-variabel tersebut.

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan kesimpulan teoritis atau sementara dalam penelitian.20 Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan berpengaruh atau tidaknya modal dan tenaga kerja terhadap produktifitas usaha batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Ada dua macam hipotesis yang dibuat suatu percobaan penelitian, yaitu hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha), adapun rumusan hipotesisnya yaitu :

1. Ha1 : terdapat pengaruh antaramodal dengan produksitivitas usaha batu bata.

Hο1 : tidak terdapat pengaruh antara modal dengan produktivitasusaha batu bata.

2. Ha2 : terdapat pengaruh antara tenaga kerja dengan produktivitas usaha batu bata.

20Muhammad, Metodelogi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2008), hlm.76

(37)

25

Ho2 : tidak terdapat pengaruh antara tenaga kerja dengan produktivitas usaha batu bata.

3. Ha3 : terdapat pengaruh secara simultan antara modal dan tenaga kerja dengan produktivitas usaha batu bata.

Ho3 : tidak terdapat pengaruh secara simultan antara modal dan tenaga kerja dengan produktivitas usaha batu bata.

(38)

26 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Studi Kasus. Studi Kasus adalah suatu inkuiri empiris yang menyelediki fenomena dalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas dan dimana bukti dimanfaatkan. Studi Kasus lebih banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan “how” (bagaimana) serta tingkatan tertentu juga menjawab pertanyaan “what” (apa/apakah), dalam kegiatan penelitian. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan.21

Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari

21Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, R&D (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm. 89

(39)

27

hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, tabel, grafik atau tampilan lainnya.22

B. Populasi dan Sampel 1) Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.23 Populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha batu bata yang ada di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur yang berjumlah 114 orang.

2) Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Pengambilan sampel (sampling) adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi, sehingga penelitian terhadap sampledan pemahaman tentang sifat atau karakteristiknya akan membuat kita dapat menggeneralisasikan sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi.24 Teknik yang dipakai untuk pengambilan sampeldalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Teknik ini adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memerhatikan tingkatan yang ada dalam populasi, tiap elemen

22Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan,(Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 14

23Sugiyon,Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, R&D (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm.

80.

24 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), hlm. 148.

(40)

28

populasi memiliki peluang yang sama dan diketahui untuk terpilih sebagai subjek.25

Cara menentukan jumlah elemen/ anggota sampel dari suatu populasi adalah salah satunya menggunakan Rumus Slovin.

Dimana:

n = Jumlah elemen/anggota sampel N =Jumlah elemen/anggota populasi e = Error level (tingkat kesalahan)

Penentuan pengambilan sampel apabila kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10– 15% atau 20–25% atau lebih tergantung setidak–tidaknya dari kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana serta sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.26

Jumlah populasi pengusaha batu bata adalah 114 orang dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 15% karena dalam

25Ibid., hlm.151.

26Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2006), hlm. 134.

(41)

29

penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, maka perhitungannya sebagai berikut:

Diketahui:

N = 114

e = 15% atau 0.15 Maka:

n = 31,977 (dibulatkan menjadi 32)

Jadi, jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 32 pengusaha batu bata.

C. Jenis dan Sumber Data 1) Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a) Data Kuantitatif

Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angka-angka sebagai hasil observasi atau pengukuran. Data ini diperoleh dari pengukuran langsung maupun dari angka-angka yang diperoleh dengan

(42)

30

mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif.27 Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa jumlah pengusaha batu bata serta jumlah responden yang dihitung dengan perhitungan statistik dari kuesioner.

b) Data Kualitatif

Data kualitatif merupakan data yang menunjukkan kualitas atau mutu sesuatu yang ada, baik keadaan, proses, peristiwa/kejadian dan lainnya yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau berupa kata- kata. Penentuan kualitas data itu menuntut kemampuan menilai tentang bagaimana mutu sesuatu itu.28 Adapun yang dipakai dalam penelitian ini yaitu menjelaskan karakteristik profil responden seperti jenis kelamin, usia dan pendidikan responden.

2) Sumber Data

Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a) Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari pihak pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner.

b) Data Sekunder

27 Eko Putro Widoyoko, Tehnik Penyusunan Instrumen Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014) hlm..21.

28Ibid, hlm.19.

(43)

31

Data sekunder yaitu data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahannya.29Data sekunder digunakan untuk membantu peneliti dalam mencari kejelasan dari informasi yang diperoleh secara langsung dari data primer. Dalam penelitian ini penulis mendapatkan data nama-nama pengusaha batu bata dari kepala dusun di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitian dengan cara melakukan pengukuran.

Menurut Sugiyono, instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Dengan melakukan pengukuran akan diperoleh data yang objektif yang diperlukan untuk menghasilkan kesimpulan penelitian yang objektif pula. Titik tolak dari penyusunan adalah variabel-variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti.

Dari variabel-variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur. Dari indikator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan.30Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner/ angket.

29Sofyan Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013) hlm.16

30Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, R&D (Bandung: Alfabeta, 2015) hlm.

103.

(44)

32

Penyusunan kuesioner/angket mengacu pada beberapa teori tentang modal, tenaga kerja dan produksi.

E. Tehnik Pengumpulan Data 1). Angket / Kuesioner

Angket atau kuesioner, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk diberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Angket merupakan metode pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.31 Dalam hal ini, peneliti menyebarkan kuesioner kepada pihak-pihak terkait untuk mendukung berbagai data yang diperlukan selama penelitian berlangsung.

2). Observasi

Observasi atau pengamatan langsung adalah kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung terhadap kondisi objek penelitian yang mendukung kegiatan tersebut, sehingga didapat gambaran secara jelas tentang kondisi objek penelitian tersebut.32 Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini menyangkut kegiatan

31 Eko Putro Widoyoko, Tehnik Penyusunan Instrumen Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014) hlm. 33.

32Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), hlm. 19

(45)

33

pengamatan langsung terhadap produksi batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

3). Skala Likert

Kuesioner/ angket yang disusun dalam variabel independent berisi daftar lima belas pernyataan dan variabel dependent berisi daftar lima pernyataan dengan menggunakan skala skor nilai. Skala yang digunakan adalah skala likert seperti dibawah ini:

a. Sangat setuju = 5 b. Setuju = 4 c. Ragu-ragu = 3 d. Tidak setuju = 2 e. Sangat tidak setuju = 1

4). Dokumentasi

Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia, yaitu berbentuk surat, catatan harian, cendera mata, laporan dan foto. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu, sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi diwaktu silam.33 Dalam penelitian ini, metode dokumentasi dilakukan

33Ibid, hlm.42.

(46)

34

dengan cara memperoleh data dari produsen batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda.Uji regresi linier berganda adalah alat yang dapat digunakan untuk memprediksi permintaan di masa yang akan datang berdasarkan data masa lalu atau untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independent) terhadap satu variabel tak bebas (dependent).

Penerapan metode regresi berganda karena jumlah variabel bebas (independent) yang digunakan lebih dari satu yang memengaruhi satu variabel tak bebas (dependent). Persamaan umum regresi linear berganda digunakan sebagai berikut.34

Y= a + b1X1 + b2X2+ …..+bnXn

Di mana:

Y= Variabel terikat

X1= Variabel bebas pertama X2= Variabel bebas kedua Xn= Variabel bebas ke…n a dan b1 serta b2 = Konstanta

34Ibid, hlm.301.

(47)

35 1) Uji Asumsi Klasik

Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan uji statistik regresi dalam mempelajari hubungan yang ada diantara variabel-variabel tidak bebas jika variabel bebasnya diketahui atau sebaliknya. Pada prakteknya ada empat asumsi klasik yang paling sering digunakan, yaitu:35

a) Uji Normalitas

Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah sebaran data yang terdistribusi secara normal/tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mendeteksi normalitas dapat dilakukan dengan analisis grafik dan uji statistik. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dan distribusi nomal.

b) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent).

Model regresi yang yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi diantara variabel independen. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari besaran Variance Inflation Factor dan Tolerance.

35Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro),2009. hlm. 160-165

(48)

36 c) Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas.

Heterokedastisitas merupakan indikasi bahwa varian antar residual tidak homogen yang mengakibatkan nilai taksiran yang diperoleh tidak lagi efisien.

d) Uji Autokorelasi

Autokorelasi adalah keadaan dimana terjadinya korelasi dari residual untuk pengamatan satu dengan yang lain yang disusun menurut rentan waktu. Tujuan uji korelasi adalah untuk menguji apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t1 (sebelumnya). Prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi dalam model regresi.

Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dengan dilakukan uji D-W (Durbin Watson) dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Nilai d < dl atau d > 4-dl, berarti terdapat autokorelasi.

2. Nilai du < d < 4-du, berarti tidak terdapat autokorelasi.

(49)

37

3. Nilai dl < d < du atau 4-du < d < 4-dl, berarti tidak ada kesimpulan.

2) Uji Validitas dan Reliabilitas a) Uji Validitas

Validitas/ kesahihan adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur. Validitas ini menyangkut akurasi instrumen. Suatu butir instrumen dikatakan valid apabila memiliki sumbangan yang besar terhadap skor total. Dengan kata lain dikatakan mempunyai validitas yang tinggi, jika skor pada butir mempunyai kesejajaran dengan skor total. Kesejajaran ini dapat diartikan dengan korelasi, sehingga untuk mengetahui validitas butir digunakan rumus korelasi product moment, maka dapat dilihat pada tabel nilai product moment atau menggunakan SPSS untuk mengujinya.36

Valid tidaknya suatu item instrumen dapat diketahui dengan membandingkan indeks korelasi product moment atau rhitung dengan nilai kritisnya dan rumus product moment yang digunakan adalah sebagai berikut:

rhitung

√

36 Eko Putro Widoyoko, Tehnik Penyusunan Instrumen Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014)hlm. 141-147.

(50)

38 Dimana:

n = Jumlah responden

x = Skor variabel (jawaban responden)

y = Skor total dari variabel (jawaban responden)

Dengan degree of freedom (df) = (n-2) dan dengan tingkat signifikansi= 0,05, maka:

a. Variabel dikatakan valid jika r hitung> r tabel b. Variabel dikatakan tidak valid jika r hitung< r tabel

Dalam penelitian ini untuk menghitung nilai korelasi product moment atau r hitung menggunakan bantuan aplikasi SPSS version 17.

b) Uji Reabilitas

Reabilitas adalah untuk mengetahui hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula. Reabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen. Oleh karena itu walaupun instrument yang valid pada umumnya pasti reliable, tetapi pengujian reabilitas instrumen perlu dilakukan.37

Uji reabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach yang berguna untuk mengetahui apakah alat

37Ibid, hlm.158.

(51)

39

ukur yang dipakai dapat diandalkan atau dipercaya. Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliable dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach, bila koefisien reabilitas nilai Alpha Cronbach>

0,60.38 Dalam penelitian ini untuk menghitung nilai Alpha Cronbach menggunakan bantuan aplikasi SPSSversion 17

3) Uji F

Uji F dikenal dengan Uji serentak atau uji Model/Uji Anova, yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat. Signifikan, berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi.Penggunaan tingkat signifikansinya beragam, tergantung keinginan peneliti, yaitu 0,01 (1%) ; 0,05 (5%) dan 0,10 (10%).Hasil uji F dilihat dalam tabel ANOVA dalam kolom sig.39 4) Uji t

Uji t melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lain dianggap konstan.

38 Ibid,hlm. 159.

39Ibid, hlm.305.

(52)

40

Uji ini dapat dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung. Kaidah pegujiannya jika, t hitung < t tabel maka Ho diterima dan sebaliknya jika, t hitung > t tabel maka Ha diterima dan t tabel dapat dicari dengan menggunakan tabel t.40

5) Uji Dererminasi (R2)

Uji determinan adalah kuadrat dari koefisien korelasi Pearson Product Moment yang dikalikan dengan 100%.41 Dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variabel X mempunyai konstribusi atau mampu menerangkan variabel Y. Formula dari koefisien determinasi adalah sebagai berikut :

KP = r2 x 100%

Keterangan :

KP : nilai koefisien determinasi r : nilai koefisien korelasi

Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi berapa persentase konstribusi variabel X terhadap variabel Y. Untuk melengkapi analisis data kuantitatif ini maka peneliti menggunakan alat hitung SPSS (Statistic Product And Service Solusion) yang berupa analisis deskriptif (frekuensi). SPSS adalah computer statistic yang mampu memproses

40Ibid, hlm.306.

41 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: CV Alfabeta, 2006). hlm. 212

(53)

41

data statistic secara cepat dan tepat, untuk mencari berbagai outputyang dikehendaki para pengambil keputusan yang akan menunjukkan gambaran pengaruh modal dan tenaga kerja dalam memproduksi batu bata di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

6) Uji Regresi Linear Berganda

Uji regresi linier berganda adalah alat yang dapat digunakan untuk memprediksi permintaan di masa yang akan datang berdasarkan data masa lalu atau untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independent) terhadap satu varibel tak bebas (dependent). Penerapan metode regresi berganda jumlah variabel bebas (independent) yang digunakan lebih dari satu yang memengaruhi satu variabel tak bebas (dependent)42

Tujuan dilakukan pengujian hipotesis terhadap penerapan metode regresi linear berganda adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh antara kelompok data A dan B (variabel X1 dan X2), terhadap kelompok data C (variabel tak bebas) serta untuk menguji signifikansi secara parsial dua varibel bebas (independent)terhadap variabel tak bebas (dependent), yakni untuk mengukur secara terpisah kontribusi yang ditimbulkan dari masing-masing variabel.

42Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013) hlm. 302.

(54)

42

Jika nilai probabilitas< 0,05, maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara variabel bebas terhadap variabel terikat.Namun, jika nilai signifikansi> 0,05, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara antara variabel bebas terhadap variabel terikat.43

43Ibid, hlm.202.

(55)

43 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Profil Lokasi Penelitian

a) Sejarah Kecamatan Wanasaba

Kecamatan Wanasaba merupakan kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kecamatan Wanasaba terbentuk sejak tahun 2001, Kecamatan Wanasaba terdiri dari 14 desa dan 76 dusun yang masing-masing dikepalai oleh seorang kepala dusun, dengan luas wilayah 55,89 km2 dengan tinggi wilayah dari permukaan laut berkisar antara 144-522 meter. Jumlah penduduk kecamatan wanasaba adalah 61.456 jiwa, terdiri dari laki-laki 28.087 jiwa dan perempuan 33.372 jiwa.

b) Letak Geografis Kecamatan Wanasaba

KecamatanWanasaba mempunyai letak yangstrategis karna berada di jalur jalanNegara jurusan Mataram – LabuhanKayangan.Kecamatan Wanasaba terletak diantara±116º - 177º BT dan 8º - 9º LSdengan ketinggian 144-522 meter daripermukaan laut dengan batas-batas:

Sebelah Utara : Kecamatan Sembalun

Sebelah Timur : Kecamatan Pringgabaya dan Suela Sebelah Selatan : Kecamatan Aikmel dan Labuhan Haji

(56)

44 Sebelah Barat : Kecamatan Aikmel

c) Kehidupan Ekonomi dan Usaha Batu Bata di Kecamatan Wanasaba Kecamatan Wanasaba Lombok Timur sebenarnya kaya akan potensi khususnya dalam bidang Pertanian, perkebunan, peternakan, produksi batu-bata, produksi genteng dan lain lainya. Bisa dibilang aikon Kecamatan Wanasaba adalah pertanian.Selain itu, di Kecamatan Wanasaba banyak sekali pengrajin makanan seperti, beraneka ragam macam jajan jajanan, cemilan, nasi bungkus, nasi kotak, soto, keripik, kue dan minuman. Olahan ini kualiatasnya sudah sangat cukup lumayan enak.Potensi-potensi tersebut memberikan tambahan pundi-pundi pemasukan rupiah yang lumayan cukup bagi warga desa. Namun potensi tersebut tidak dapat dimaksimalkan oleh warga desa. Disebab kurangnya pelatihan dan bimbingan yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk kelompok pengerajin dan industri rumahan, terkendala dengan masalah pemasaran produk untuk dijual ke pasar.Produk-produk hasil desa ini belum memiliki merek sama sekali sehingga nilai jualnya belum bisa dimaksimalkan. Selain itu, promosi produk juga kurang begitu gencar karena hanya mengandalkan dari mulut ke mulut saja.

Adapun bisnis yang paling dominan di Kecamatan Wanasaba adalah bisnis batu bata. Di saat semakin banyaknya inovasi dalam hal bahan-bahan bangunan. Seperti, penggunaan batako ataupun bata ringan.

(57)

45

Batu bata hasil karya masyarakat di Kecamatan Wanasaba Kabuapetn Lombok Timur tetap di daerah ini.Para pengusaha batu bata di Kecamatan Wanasaba tetap menunjukkan eksistensinya hingga saat ini.

Hal ini terbukti dengan jumlah pengusaha batu-bata yang semakin bertambah, dengan lokasi pembuatan batu bata yang bisa lebih dari satu tempat. Konsumen batu bata asal Kecamatan Wanasaba bahkan beredar hingga wilayah Kota Mataram. Adapun permintaan dari luar Lombok Timur, seperti dari Lombok Tengah dan Kota Mataram masih tetap ada.

Tarif yang digunakan untuk pembelian batu bataberbeda sesuai jauh dekatnya jarak tempuh, karena mempertimbangkan biaya transportasi.

Untuk wilayah Aikmel dan sekitarnya, dikenakan harga 450 ribu per seribu bata dengan pola bebas biaya angkut. Sedangkan, bagi daerah di luar itu disesuaikan dengan harga maksimal untuk pengiriman ke Kota Mataram.

2. Pengumpulan dan Penyajian Data a) Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini adalah pengusaha batu bata yang ada di wilayah Wanasaba Lombok Timur. Karakteristik responden didasarkan pada jenis kelamin, usia dan pendidikan terakhir.

Pengolongan yang dilakukan terhadap responden dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas mengenai gambaran responden

(58)

46

sebagai objek penelitian. Gambaran umum objek penelitian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Responden Persentase

1 2

Laki-laki Perempuan

19 13

59,4%

40,6%

∑ - 32 100%

Menurut kategori jenis kelamin, dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh jenis kelamin laki-laki sebanyak 19 orang atau sebesar 59,4%, sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 13 orang atau sebesar 40,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah pengusaha batu bata laki-laki lebih dominan dibandingkan pengusaha batu bata perempuan.

2) Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Adapun karakter responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut:

(59)

47

Tabel 4.2Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No Usia Responden Persentase

1 2 3 4

17 – 25 tahun 26 – 40 tahun 41 – 55 tahun 55 – 60 tahun

0 3 21

8

0%

9,4%

65,6%

25,0%

∑ - 32 100%

Menurut kategori usia responden, dapat dilihat bahwa responden didominasi usia antara 41-55 tahun sebanyak 21 orang atau sebesar 65,6%, kemudian diatas usia 55 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 25,0%, dan usia 26-40 tahun sebanyak 3 orang atau sebesar 9,4%. Ini artinya pengusaha batu bata didominasi oleh kaum dewasa.

3) Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Adapun karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3Karakterisitik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

No Pendidikan Responden Persentase

1 2 3 4 5 6

SD/Sederajat SMP/Sederaat SMA/Sederajat

Diploma S1 S2

15 10 5 0 2 0

46,9%

31,3%

15,6%

0%

6,3%

0%

∑ - 32 100%

Gambar

Tabel 1.1 definisi operasional variabel
Gambar 1.1  Kerangka Pikir
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin  No  Jenis Kelamin  Responden  Persentase
Tabel 4.2Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji serempak menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel faktor produksi modal, tenaga kerja, bahan baku dan mesin yang digunakan dalam produksi glycerine pada

Berdasarkan analisis yang telah digunakan dapat diperoleh hasil bahwa variabel jumlah tenaga kerja, modal, upah berpengaruh positif dan signifikan sedangkan variabel lama

Variabel independen yaitu modal kerja, produktivitas tenaga kerja, upah tenaga kerja dan usia usaha secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penyerapan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen modal keja dan likuiditas berpengaruh secara bersama-sama terhadap profitabilitas.Kelana (2007), meneliti pengaruh modal kerja

Yuditya menemukan bahwa upah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, akan tetapi variabel modal dan nilai produksi berpengaruh

Hasil penelitian secara simultan variabel modal, tenaga kerja, dan luas lahan berpengaruh positif terhadap pendapatan beras petani di Desa Brangkal Karanganom, Klaten,

Variabel independen yaitu modal kerja, produktivitas tenaga kerja, upah tenaga kerja dan usia usaha secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penyerapan

Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Modal Awal, Lama Usaha, Tenaga Kerja dan Pembiayaan berpengaruh dan signifikan terhadap Perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.. Kata