• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh penerapan strategi pembelajaran aktif tipe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh penerapan strategi pembelajaran aktif tipe"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE LEARNING TOURNAMENT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP

MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 21 PADANG

Oleh

Yuhelmi *), Delsi. K **), Anna Cesaria **)

*)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

**) Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

This research beginning be fact in SMPN 21 Padang that lesson is still going on one direction until make the process of lesson less gratify. One of the way that can be muddling through the problem is by applying of learning active strategy of learning tournament type. A type of this research is the research of pra- experiment with the program of one shot case study. The instrument of research is quiz and final test in essay form that contain of indicator comprehension concept.

Form of the test can be used is amaunt of 7 question list with reabilitas test r11= 0,77. Based on the result of the analysis quiz of data and final test. The avarage of quiz I is result 79,31,quiz II is 84,29, quiz III is 85,89, and quiz IV is 86,67, the result of the hypothesis test acquire t=5,238 and ttable=1,960. This matter means the hypothesis to this research is received.

Key Word : type of active learning strategies Learning Tournament, Comprehensions of Mathematical concept

PENDAHULUAN

Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pendidikan yang banyak memberikan konstribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ilmu alam, teknik, kedokteran, ilmu sosial dan psikologi.

Matematika berperan penting dalam membentuk pola pikir peserta didik.

Pola pikir tersebut dapat terbentuk dalam pembelajaran matematika

apabila setiap siswa mampu memahami matematika dengan baik.

Mengingat belajar matematika itu penting, maka sistem pembelajaran perlu diperbaharui lagi agar peserta didik lebih aktif dan termotivasi dalam belajar matematika. Salah satu sistem yang telah diperbaharui yaitu perubahan kurikulum yang sebelumnya menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013. Dengan adanya

(2)

Kurikulum 2013 ini diharapkan siswa dapat menumbuhkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sikap sopan santun dan beradab, penalaran yang baik, kemampuan komunikasi yang baik dan aktif dalam melaksanakan pembelajaran sehingga siswa dapat menguasai aspek-aspek kemampuan matematika.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran yang sudah dilaksanakan belum memberikan hasil yang maksimal. Hal ini terlihat dari persentase ketuntasan nilai ulangan semester II matematika siswa kelas VII yang naik ke kelas VIII SMPN 21 Padang tahun pelajaran 2014/2015. Bahwa masih banyak siswa kelas VIII SMPN 21 Padang yang belum tuntas dalam pembelajaran matematika dimana nilainya masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 75.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 29 Januari, 5 Februari dan 11 April 2014 bahwa di SMPN 21 Padang masih menggunakan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) sedangkan Tahun Pelajaran 2014/2015 sekolah

diwajibkan untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa mencari pengetahuan bukan menerima pengetahuan. Adapun masalah yang ditemukan dalam pembelajaran matematika antara lain adalah proses pembelajaran masih berlangsung satu arah dimana guru mendominasi kegiatan pembelajaran di kelas, guru yang banyak berperan dalam pembelajaran, mulai dari menjelaskan materi sampai menyelesaikan soal, sedangkan siswa hanya melihat, mendengarkan dan mencatat sehingga membuat pembelajaran kurang menyenangkan. Siswa hanya menerima konsep yang diberikan guru tanpa mengetahui bagaimana konsep tersebut dirumuskan dan bagaimana keterkaitan antara suatu konsep dengan konsep lainnya. Siswa yang kurang paham tidak mau bertanya tentang materi yang tidak dipahaminya.

Kesimpulan dari hasil wawancara dengan siswa dan guru matematika SMPN 21 Padang yaitu siswa menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan karena mereka hanya

(3)

duduk, melihat, mendengarkan dan mencatat penjelasan guru ditambah lagi banyak rumus, angka-angka dan simbol-simbol yang harus dihafal.

Sejalan dengan itu, guru menyatakan bahwa siswa kurang memahami suatu konsep yang telah diajarkan sehingga siswa kesulitan mengerjakan latihan dan mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Selain itu, guru jarang mengarahkan siswa untuk belajar dalam bentuk diskusi kelompok sehingga interaksi antar siswa kurang dalam pembelajaran matematika.

Melihat permasalahan di atas, maka guru harus mampu menggunakan suatu metode atau strategi pembelajaran yang tepat dalam mengajar. Strategi dan metode yang dipilih guru diharapkan dapat merangsang kegiatan belajar siswa semaksimal mungkin sehingga guru tidak hanya sebagai penyaji materi dan sumber informasi tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator. Guru juga harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang menyenangkan serta berusaha agar siswa selalu terlibat dan mengambil bagian dalam kegiatan belajar tersebut. Salah satu strategi yang dapat mengatasi masalah diatas

adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Learning Tournament. Strategi ini menggabungkan kelompok belajar dan kompetisi tim dan bisa digunakan untuk meningkatkan pembelajaran beragam fakta, konsep dan keterampilan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan pemahaman konsep matematis siswa setelah menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Learning Tournament dan untuk mengetahui apakah penerapan strategi pembelajaran aktif tipe Learning Tournament berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMPN 21 Padang.

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian Rola Yusmarmiza (2008) dengan judul

“Penerapan model pembelajaran tipe Learning Tournament dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII SMPN 3 Lembah Gumanti Tahun Pelajaran 2008/2009. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran aktif tipe

(4)

Learning Tournament lebih baik dari hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvesional”.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre-Experimental dengan model rancangan One-Shot Case Study.

Menurut Arikunto (2010 : 124) rancangan penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1 :

Tabel 1. Rancangan Penelitian Treatment Post Test

X T

Sumber : Arikunto (2010:124)

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 21 Padang yang terdaftar pada Semester 1 tahun pelajaran 2014/2015 dengan sampel kelas VIII.3. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Strategi Pembelajaran aktif tipe Learning Tournament dan Variabel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman konsep matematika siswa

Instrumen penelitian adalah kuis setiap pertemuan dan tes akhir dengan 7 butir soal. Rubrik yang digunakan dalam penelitian ini berpedoman pada Iryanti, (2004:13).

Sebelum soal diujikam maka dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba

dilakukan di sekolah yang sama namun dikelas yang berbeda yaitu kelas VIII.1 SMPN 21 Padang. Dari uji coba diperoleh reliabilitas r11= 0,77 maka soal reliabel\, merujuk (Arikunto, 2010 : 196).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Kuis

Berdasarkan nilai kuis yang diperoleh siswa setiap pertemuan, masing-masing siswa mempunyai perkembangan pemahaman konsep matematis. Untuk melihat perkembangan pemahaman konsep matematis siswa tersebut, dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Rata-rata Nilai Kuis Siswa Pada Setiap Pertemuan

No Kuis

I II III IV

̅ 79,31 85,71 85,89 86,67 Berdasarkan Tabel 9 dapat dilihat gambaran pemahaman konsep matematis siswa. Pemahaman konsep matematis siswa terlihat dari rata-rata

kuis I sampai kuis IV, dimana rata- rata hasil kuis dari pemahaman konsep matematis siswa mengalami peningkatan pada setiap pertemuan.

(5)

2. Tes Akhir

Data pemahaman konsep matematis diperoleh dari tes akhir yang mengandung tiga indikator pemahaman konsep yaitu menyatakan ulang sebuah konsep, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis dan mengaplikasikan konsep atau algoritma kepemecahan masalah.

Pemahaman konsep matematis siswa kelas eksperimen dapat dilihat dari hasil tes akhir belajar matematika siswa. Hasil perhitungan ini dapat dilihat pada tabel 3

Tabel 3. Analisis Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sebelum dan Setelah Perlakuan.

Tabel 3 menyatakan bahwa skor rata-rata siswa setelah perlakuan lebih tinggi dari skor rata-rata sebelum perlakuan. Ini berarti bahwa nilai siswa setelah diberi perlakuan lebih meningkat dari nilai siswa sebelum diberi perlakuan.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif tipe Learning Tournament terhadap pemahaman

konsep matematis siswa. Untuk mngetahui hipotesis diterima atau ditolak maka dibandingkan nilai pemahaman konsep matematis siswa sebelum perlakuan dan setelah perlakuan.

Sesuai dengan hipotesis dalam penelitian ini yaitu “pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Aktif tipe Learning Tournament berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa”, maka terlebih dahulu dilakukan uji hipotesis dengan tujuan untuk mengetahui apakah Strategi Pembelajaran Aktif tipe Learning Tournament berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa, sehingga untuk menguji hipotesis digunakan uji t dua pihak. Setelah dilakukan perhitungan, diperoleh t = 5,238 dan t(0,025;30)=

1,960. Karena t > t(0,025;30) maka tolak H0. Ini berarti Strategi Pembelajaran Aktif tipe Learning Tournament berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa di SMPN 21 Padang

Sebelum Learning Tournament dimulai guru menugaskan siswa untuk mengamati buku siswa yang diberikan

Sebelum perlakuan Setelah perlakuan Rata-

rata ( ̅̅̅

Simpangan baku (S)

Rata- rata ( ̅̅̅

Simpangan baku (S)

42,70 8,84 77,90 15,56

(6)

guru. Siswa dibimbing untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang tidak dipahami atau mencari tambahan informasi tentang apa yang telah diamatinya, setelah itu siswa diminta untuk mencari kemungkinan- kemungkinan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan yang telah mereka ajukan.

Setelah itu guru memerintahkan siswa untuk duduk berkelompok, kemudian guru membagikan lembaran pertanyaan turnamen kepada masing-masing anggota dalam kelompok. Setelah semua siswa mendapatkan lembaran pertanyaan atau soal turnamen maka Learning Tournament sudah bisa dimulai.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan analisis hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan pemahaman konsep matematis siswa mengalami peningkatan pada setiap pertemuan setelah menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Learning Tournament dan penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Learning Tournament berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa dikelas VIII SMPN 21 Padang.

Diharapkan pada guru bidang studi matematika untuk dapat menerapkan pembelajaran dengan menggunakan strategi belajar aktif tipe Learning Tournament di samping dengan strategi pembelajaran lain.

Karena pembelajaran dengan strategi belajar aktif tipe Learning Tournament ini dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa dan guru mampu untuk menguasai kelas dan dimulai tepat waktu.

KEPUSTAKAAN

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bumi Aksara Iryanti, Puji. 2004. Penilaian Unjuk

Kerja.Yogyakarta: Depdiknas.

Silberman, Mel. 2009. Aktif Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif.

Yogyakarta: Pustaka Insan Media

Referensi

Dokumen terkait

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan