PENGARUH PENERBITAN SUKUK DAN PRODUK
DEPOSITO SYARIAH TERHADAP ROA (RETURN ON ASSET) BANK MUAMALAT PERIODE 2018-2020
SKRIPSI
Oleh:
Ana Shofia Indriani NIM: E20181101
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
APRIL 2022
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi (S.E)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Program Studi Perbankan Syariah
Oleh:
Ana Shofia Indriani NIM: E20181101
Dosen Pembimbing:
Suprianik, SE.,M.Si NIP. 198404162019032008
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
APRIL 2022
iii
PENGARUH PENERBITAN SUKUK DAN PRODUK
DEPOSITO SYARIAH TERHADAP ROA (RETURN ON ASSET) BANK MUAMALAT PERIODE 2018-2020
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi (S.E)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Program Studi Perbankan Syariah
Oleh:
Ana Shofia Indriani NIM: E20181101
Disetujui Pembimbing
Suprianik, SE.,M.Si
NIP. 198404162019032008
SKRIPSI
Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Program Studi Perbankan Syariah
Hari : Kamis Tanggal : 21 Maret 2022
Tim Penguji
Ketua Sekretaris
Dr. Hj. Nurul Setianingrum, SE,M.M Hj. Mariyah Ulfah, M.EI NIP. 196905231998032001 NIP. 197709142005012004
Anggota :
1. Dr. Khamdan Rifa’i, SE, M.Si ( )
2. Suprianik, SE.,M.Si ( )
v
MOTTO
عِض ًةَّيِِّرُذ ْمِهِفْلَخ ْنِم اْوُكَرَ ت ْوَل َنْيِذَّلا َشْخَيْلَو ْمِهْيَلَع اْوُ فاَخ اًف
ىلص
( اًدْيِدَس ًلًْوَ ق اْوُلْوُقَ يْلَو َالله اوُقَّ تَ يْلَ ف ٩
)
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itulah, hendaklah mereka bertakwa terhadap Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”
(QS. An-Nisa [4]: 9)1
1 CV Penerbit J-Art, Al-Qur’an QS An-Nisa/4:9.
mana telah melancarkan segala urusan dalam mengerjakan penelitian ini, kupersembahkan untuk orang-orang yang berharga dihidupku:
1. Kedua orang tuaku Bapak Ahmad dan Ibu Winarsih yang sudah memberi kasih sayang tanpa batas dan doanya, mudah-mudahan ridhamu bisa menyertai jalan melangkah menuju keberhasilan.
2. Adikku satu-satunya Adinda Nadia Indriani semoga bisa mencontoh hal-hal baik yang telah saya capai dan melampauinya.
3. Teman-teman yang sudah memberi bantuan, semangat, dukungan, dan selalu mau saya repotkan dalam pengerjaan skripsi saya, khususnya Yulia Nur Astutik, Muhammad Muizul Hanani, dan Doni Sandika.
4. Sahabat-sahabat masa sekolah yang selalu menemaniku, Siti Fajar Ilhamia, Endar Ayu Pratikta Dwi Darmaji, Devi Lailatul Khoiriyanti, dan Novia Thita Anggraeny.
5. Sahabat-sahabat satu asrama Ma’had BSS yang selalu mendukungku, Aulia Nur Hayati, Maratus Sholihah, dan Miftahul Jannah.
6. Sahabat-sabahat yang menemani perjalanan kuliahku, Elma Tiana Parahita, Elly Gustiana Pusvita Dewi, Rizky Putri Ayu, dan Nabila Abdullah.
7. Keluarga besar Perbankan Syariah 3 angkatan 2018 yang telah menemani saya dari awal masuk kuliah.
vii
KATA PENGANTAR
مْيِحَّرلا ِنَْحَّْرلا َِّللَّا ِمْسِب
Seluruh puji syukur penulis lantunkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, perancangan, pemgimplementasian, dan penuntasan skripsi yang mana salah satu syarat penyelesaian program sarjana, bisa rampung dengan lancar.
Keberhasilan ini bisa penulis dapatkan atas dorongan berbagai pihak. Oleh karenanya, penulis mengingat dan mengucap terima kasih yang sedalam-dalamnya terhadap:
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM selaku rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
2. Bapak Dr. Khamdan Rifa’i, S.E., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
3. Ibu Dr. Hj. Nurul Setianingrum, SE,M.M selaku Koordinator Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan selaku Dosen Penasehat Akademik.
4. Ibu Suprianik, SE,M.Si. selaku dosen pembimbing skripsi yang selalu sabar dan ikhlas memberi bimbingan dan pengarahan kepada penulis semasa penulisan skripsi ini.
5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang sudah memberi ilmu yang bermanfaat bagi penulis.
7. Kepada Perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember berserta staf yang sudah memberi pelayanan dengan baik semasa proses pengerjaan skripsi.
Akhirnya, mudah-mudahan segenap amal baik yang sudah Bapak/Ibu berikan untuk penulis mendapatkan balasan yang baik dari Allah.
Jember, 21 April 2022
Penulis
ix
ABSTRACT
Ana Shofia Indriani, Suprianik, SE.,M.Si, 2022: Effect of Issuance of Sukuk and Sharia Deposits on the ROA (Return on Assets) of Bank Muamalat for the 2018- 2020 period.
A Sharia bank is a bank which entire operational activities are based on sharia guidelines. In Indonesia, the first Islamic bank was formed by the Indonesian Ulema Council (MUI), the Indonesian Muslim Intellectuals Association (ICMI), and Muslim entrepreneurs, with the support of Indonesian governments on May 1, 1992, or 27 Shawwal 1412 H.
The background of the problem in this thesis are: 1) Whether the issuance of sukuk has a significant effect on the ROA of Bank Muamalat for the 2018-2020 period? 2) Whether the issuance of sharia deposits have a significant effect on the ROA of Bank Muamalat for the 2018-2020 period? 3) Whether the issuance of sukuk and sharia deposits has significant effect on the ROA of Bank Muamalat for the 2018-2020 period?
The objectives are: 1) To find out whether the issuance of sukuk has a significant effect on Bank Muamalat's ROA for the 2018-2020 period. 2) To find out whether sharia deposits have a significant effect on Bank Muamalat's ROA for the 2018-2020 period. 3) To find out whether the issuance of sukuk and sharia deposits has a significant effect on Bank Muamalat's ROA for the 2018-2020 period.
In order to identify these problems, this study applies descriptive statistical analysis with the multiple linear regression analysis method. Then for data collection techniques using secondary data research and library research.
This study concludes: 1) The issuance of sukuk (X1) partially has a significant effect on Bank Muamalat's ROA for the 2018-2020 period, with nominal significance results of 0.000 < 0.05 and t count > t table (4.816 > 2.028). 2) Sharia deposits (X2) partially have no significant effect on Bank Muamalat's ROA for the 2018-2020 period with nominal significance results of 0.102 > 0.05 and t count <
t table (1.686 < 2.028). 3) The issuance of sukuk (X1) and sharia deposits (X2) simultaneously has a significant effect on Bank Muamalat's ROA for the 2018-2020 periode with the nominal 0,000 < 0,05 and F count > F table (11,734 > 3,29).
Keywords: sukuk issuance, sharia deposits, return on assets
2020.
Bank syariah yakni bank yang seluruh aktivitas operasionalnya berlandaskan pada pedoman syariah. Di Indonesia, bank syariah pertama yang dibentuk atas dukungan Pemerintah dengan usulan dan buah pikiran Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), juga pengusaha muslim pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H.
Latar belakang masalah dalam skripsi ini yakni: 1) Apakah penerbitan sukuk berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat Periode 2018-2020?
2) Apakah produk deposito syariah berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat Periode 2018-2020? 3) Apakah penerbitan sukuk dan produk deposito syariah berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat Periode 2018-2020?
Tujuannya yakni: 1) Guna mengetahui apakah penerbitan sukuk berpengaruh signifikan atas ROA Bank Muamalat periode 2018-2020. 2) Guna mengetahui apakah produk deposito syariah berpengaruh signifikan atas ROA Bank Muamalat periode 2018-2020. 3) Guna mengetahui apakah penerbitan sukuk dan produk deposito syariah berpengaruh signifikan atas ROA Bank Muamalat periode 2018-2020.
Guna mengidentifikasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan analisis statistik yang bersifat deskriptif, dengan metode analisis regresi linier berganda. Lalu untuk teknik pengumpulan data memakai penelitian data sekunder dan penelitian kepustakaan.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan 1) Penerbitan sukuk (X1) secara parsial berpengaruh signifikan atas ROA Bank Muamalat periode 2018-2020 dengan hasil nominal signifikansi sejumlah 0,000 < 0,05 dan t hitung > t tabel (4,816 >
2,028). 2) Deposito syariah (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan atas ROA Bank Muamalat periode 2018-2020 dengan hasil nominal signifikansi sejumlah 0,102 > 0,05 dan t hitung < t tabel (1,686 < 2,028). 3) Penerbitan sukuk (X1) dan deposito syariah (X2) secara simultan berpengaruh signifikan atas ROA Bank Muamalat periode 2018-2020 dengan hasil nominal signifikansi sejumlah 0,000 <
0,05 dan F hitung > F tabel (11,734 > 3,29).
Kata kunci: penerbitan sukuk, deposito syariah, return on asset
xi
DAFTAR ISI
Hal
Halaman Sampul Luar...i
Halaman Sampul Dalam ...ii
Lembar Persetujuan Pembimbing ...iii
Lembar Pengesahan Tim Penguji ...iv
Motto ...v
Persembahan ...vi
Kata Pengantar ...vii
Abstrak ...ix
Daftar Isi...xi
Daftar Tabel ...xiii
Daftar Gambar ...xiv
Daftar Lampiran ...xv
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang Masalah ...1
B. Rumusan Masalah ...9
C. Tujuan Penelitian ...9
D. Manfaat Penelitian ...9
E. Ruang Lingkup Penelitian ...11
F. Definisi Operasional ...13
G. Asumsi Penelitian ...14
H. Hipotesis ...15
B. Kajian Teori ...29
BAB III METODE PENELITIAN ...52
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ...52
B. Populasi dan Sampel ...52
C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ...54
D. Analisis Data ...55
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ...61
A. Gambaran Objek Penelitian ...61
B. Penyajian Data ...64
C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ...67
D. Pembahasan ...79
BAB V PENUTUP ...82
A. Simpulan ...82
B. Saran-Saran ...82
Daftar Pustaka ...84
Pernyataan Keaslian Tulisan ...89
Lampiran-Lampiran ...90
xiii
DAFTAR TABEL
No Uraian Hal.
1.1 Indikator Penelitian ...12
2.1 Mapping Persamaan dan Perbedaan...24
4.1 Penerbitan Sukuk, Deposito Syariah, dan ROA (Return on Asset) Bank Muamalat Periode 2018-2020 ...65
4.2 Hasil Uji Normalitas ...68
4.3 Hasil Uji Multikolinieritas ...69
4.4 Hasil Uji Heterokedastisitas ...70
4.5 Hasil Uji Autokorelasi I ...71
4.6 Hasil Uji Autokorelasi II ...72
4.7 Hasil Pengobatan Uji Durbin-Watson ...72
4.8 Hasil Regresi Linier Berganda ...74
4.9 Hasil Uji Statistik t (Uji Parsial) ...76
4.10 Hasil Uji Statistik F (Uji Simultan) ...77
4.11 Hasil Koefisien Determinasi (R2) ...78
1.1 Perkembangan Penerbitan Sukuk dan Deposito Syariah ...5
1.2 Perkembangan ROA (Return on Asset)...7
1.3 Asumsi Penelitian ...14
4.1 Pedoman Statistik Durbin-Watson I...71
4.2 Pedoman Statistik Durbin-Watson II ...73
xv
DAFTAR LAMPIRAN
No Uraian Hal.
1 Surat Izin Penelitian ...91
2 Surat Selesai Penelitian ...92
3 Matriks Penelitian ...93
4 Data Penelitian (Data Sebelum Diolah) ...94
5 Uji Asumsi Klasik ...95
6 Uji Regresi Linier Berganda, Uji Hipotesisi, dan Koefisien Determinasi ....97
7 Biodata Penulis ...98
A. Latar Belakang Masalah
Membekas di benak kita peristiwa tahun 1997/1998 yaitu krisis di Asia Tenggara yang mengakibatkan kondisi perekonomian terpuruk cukup parah, bahkan hingga merambah ke wilayah Asia Timur dan Rusia sehingga menyebabkan krisis Asia yang berdampak melambatkan pertumbuhan ekonomi dunia.1 Banyak dari negara di Asia Tenggara yang akhirnya terkena krisis moneter, tak terkecuali Indonesia. Hal ini dimulai sejak awal Juni tahun 1997 yang berkelanjutan hingga dua tahun dan berakhir menjadi krisis ekonomi.
Krisis ekonomi ialah keadaan dimana terjadi suatu kelumpuhan kegiatan ekonomi pada suatu negara. Apabila kegiatan kegiatan ekonomi terhenti, maka keuangan negara juga akan tersendat.2
Krisis ekonomi ini menyebabkan banyak sektor mengalami kelumpuhan, salah satu sektor yang terpukul cukup parah ialah sektor perbankan syariah.
Masa terberat yang dialami pada perbankan Indonesia merupakan pada masa ini, bahkan terdapat banyak puluhan bank pada saat itu terpaksa untuk gulung tikar.
Namun, dibalik musibah tersebut masih ada bank-bank yang berhasil survive atas kondisi ekonomi saat itu dan terus beroperasi hingga saat ini, salah satunya
1 Tim Kajian Pola Krisis Ekonomi, Pola Krisis Ekonomi, (Jakarta: Kementerian
Keuangan Republik Indonesia, 2012), 18.
2 Lepi T. Tarmidi, “Krisis Moneter Indonesia: Sebab, Dampak, Peram IMF dan Saran”,
Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, no. 4 (Oktober 2003), 1.
2
yakni bank syariah yang memiliki konsep di mana seluruh kegiatan operasionalnya berlandaskan pada prinsip syariah.3
Apabila dibandingkan dan dilihat secara keseluruhan, bank konvensional masih kalah ketahanannya terhadap krisis daripada bank syariah. Hal demikian terjadi sebab investasi yang dilakukan terkesan menjauhi yang bersifat spekulatif karena dapat memicu krisis keuangan dan jenis inilah yang diterapkan pada bank konvesional. Namun, sebagian orang berpendapat bahwa transaksi keuangan yang didukung oleh aset fisik sebagaimana di industri keuangan Islam tengah dipandang minim risiko. Meskipun demikian, tetapi skema keuangan Islam tetaplah ditaksir lebih tahan daripada konvensional lantaran saat terjadi krisis tak berdampak signifikan.4
Di Indonesia, perkembangan dari ekonomi Islam juga dinilai membawa angin segar karena dianggap telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan.
Beragam Undang-Undang telah dibuat untuk mendukung terkait regulasi sistem ekonomi Islam salah satunya menyangkut perbankan syariah, seperti UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Syariah lalu diganti menjadi UU No. 10 Tahun 1998 dan UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI), dinyatakan dalam Pasal 10 yaitu Bank Indonesia bisa mengimplementasikan kebijakan keuangan berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Karena itulah, atas dukungan bank syariah diharapkan dapat menggalakkan pemulihan sektor ekonomi, mengingat Indonesia merupakan
3 Muammar Khaddafi, dkk, Akuntansi Syariah, (Medan: Penerbit Madenatera, 2017), 145.
4 Novita Anjarsari, “Perspektif Keuangan Islam Menghadapi Krisis Keuangan Global:
Tinjauan Konseptual”, Jurnal Akuntansi UNESA, no. 1 (September 2013), 14.
negara dengan sebagian besar penduduk beragama Islam dan juga negara yang total populasi penduduk Islam paling besar di dunia. Hal tersebut menciptakan peluang bank syariah untuk terus maju dan berkembang serta memiliki imbas yang kuat untuk perekonomian Indonesia. Harapan ini sejalan dengan realita yang mana kondisi perbankan syariah saat ini menunjukkan eksistensinya dalam memperkuat stabilitas keuangan nasional.
Dengan semakin banyaknya peminat dan pengetahuan masyarakat mengenai perbankan syariah, bank syariah terus berinovasi tidak hanya menawarkan produk tabungan dan pembiayaan, tetapi juga menyediakan produk yang menarik minat masyarakat terkait investasi. Karena dalam Islam telah dijelaskan bahwasanya harta yang dimiliki hendaklah digunakan secara produktif dengan syarat sesuai ketentuan syariah daripada hanya didiamkan.
Untuk merealisasikannya, dapat dialokasikan dengan berinvestasi.5
Investasi meliputi semua aktivitas yang memakan waktu, uang, maupun tenaga dengan mendambakan hasil berupa profit dan manfaat di masa depan.6 Investasi juga bisa dijabarkan yakni komitmen atas suatu dana ataupun sumber daya lain guna mendapatkan profit di masa selanjutnya.7 Jadi sederhananya investasi merupakan kegiatan membelanjakan sesuatu yang diimpikan bisa dijual lagi di masa selanjutnya dengan nominal yang lebih tinggi. Pada konteks finansial, yang dibeli berupa aset, seperti properti, emas, saham, dan lain-lain.8
5 Taufik Hidayat, Buku Pintar Investasi Syariah, (Jakarta: Mediakita, 2011), 23.
6 Desmond Wira, Belajar Saham Untuk Pemula, (JurusCUAN, 2021), 1.
7 Sudirman, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, (Gorontalo: Sultan Amai Press,
2015), 47.
8 Desmond Wira, Belajar Saham Untuk Pemula, 1.
4
Di kondisi pandemi saat ini, minat investasi masyarakat justu makin meningkat. Masyarakat yang melakukan WFH (Work from Home) menjadi tidak memerlukan biaya transportasi untuk pergi ke tempat kerja, karananya ada uang yang bisa disisihkan untuk berinvestasi. Bagi masyarakat yang mungkin masih ragu untuk investasi ke pasar uang dengan jasa bursa efek khususnya bagi investor pemula, masyarakat bisa menginvestasikannya melalui bank, khususnya bank syariah.
Bank syariah sendiri juga menyadari minat masyarakat terhadap investasi yang tinggi. Oleh karenanya produk-produk bank syariah tidak hanya menampung dana lewat tabungan dan menyalurkan dana melalui pembiayaan, tetapi juga memfasilitasi minat investasi masyarakat. Produk investasi pada bank syariah ini pun tergolong aman dan risikonya lebih kecil karena imbal hasil yang diperoleh bersifat tetap sesuai nisbah bagi hasil, berlainan atas konsep bank konvensional yang mempraktikkan sistem bunga.
Di Indonesia terdapat berbagai bank umum syariah yang menawarkan berbagai produk untuk menarik minat masayarakat menyimpan dananya dan pastinya bebas dari riba. Salah satu bank umum syariah dan kini masih tetap beroperasi yakni Bank Muamalat yang notabenenya bank pertama di Indonesia dengan berlandaskan atas syariat Islam. Bank Muamalat juga memfasilitasi masyarakat untuk berivenstasi dengan lebih aman melalui produk sukuk dan deposito syariah. Disamping Bank Muamalat dapat menghimpun dana dari masyarakat, masyarakat juga mendapatkan keuntungan, yang artinya kedua belah pihak memperoleh keuntungan.
Sukuk dimaknai sebagai sebuah bukti dokumen hak milik atas sejumlah aset berbentuk nilai manfaat, jasa, atau hak milik aset sejumlah proyek ataupun aktivitas investasi tertentu.9 Sedangkan deposito syariah merupakan simpanan berwujud investasi tak terikat pihak ketiga ke bank syariah yang pencairan danannya hanya bisa dicairkan saat jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan nasabah pemilik dana (shahibul maal) dan bank (mudharib) lalu margin bagi hasil berdasar pada nisbah yang sudah tertera diawal.10
Untuk mengetahui perkembangan penerbitan sukuk dan deposito syariah di Bank Muamalat pada tahun 2016-2020, bisa dilihat berikut ini.
Sumber: Laporan Keuangan Bank Muamalat (data diolah)
Gambar 1.1
Perkembangan Penerbitan Sukuk dan Deposito Syariah
9 Nisful Laila, Pengembangan Sukuk Negara di Indonesia, (Surabaya: Airlangga
University Press, 2019), 2.
10 Irfan, Analisis Pembiayaan Mudarrabah Perbankan Syariah di Indonesia,
(Lhokseumawe: Unimal Press, 2018), 35.
22 1.9
21 2
27 2.9
30 1.9
26 1.8
0 5 10 15 20 25 30 35
Deposito Syariah Penerbitan Sukuk
Jumlah Dana dalam Rp Triliun
2016 2017 2018 2019 2020
6
Berdasarkan gambar, bisa dilihat yakni nilai deposito syariah jauh lebih besar dibandingkan penerbitan sukuk. Karena masyarakat masih belum banyak yang mengetahui mengenai apa itu sukuk, masyarakat lebih familiar dengan deposito syariah. Salah satu faktor yang menyebabkan sukuk asing ditelinga masyarakat ialah kurangnya pengenalan dan konsep mengenai produk investasi berbasis syariah. Karenanya, jumlah dana deposito syariah yang ditampung dari masyarakat lebih banyak dibandingkan dengan sukuk.
Penerbitan sukuk mulai tahun 2016 sejumlah 1,8 triliun mengalami peningkatan ditahun 2017 sejumlah 1,9 triliun dan tahun 2018 sejumlah 2,9 triliun yang juga mencapai nilai tertinggi. Namun, pada tahun 2019 dan 2020 turun yaitu sejumlah 2 triliun dan 1,9 triliun. Sedangkan deposito syariah mulai tahun 2016 sejumlah 26 triliun mengalami peningkatan ditahun 2017 sejumlah 30 triliun yang juga mencapai nilai tertinggi. Namun, pada tahun 2018 dan 2019 turun sejumlah 27 triliun dan 21 triliun. Lalu pada tahun 2020 meningkat lagi sejumlah 22 triliun.
Dengan banyaknya dana yang ditampung dari masyarakat lewat penerbitan sukuk dan deposito syariah, hal ini akan memberi pengaruh pada pendapatan atau profitabilitas bank. Profitabilitas bank merupakan hal yang sangat vital karena faktor inilah yang menentukan kesehatan bank dan seberapa efisien bank dalam mengelola dananya. Salah satu indikator guna mengetahui seberapa besar derajat profitabilitas ialah dengan mengetahui ROA atau rasio profit atas aset.
ROA (Return on Asset) ialah rasio yang menaksir kapabilitas perusahaan mengelola aktiva yang dipunyai. Dalam hal ini, ROA dapat membagikan informasi terkait sampai manakah efektif bank syariah menggunakan, memanfaatkan, dan mengalokasikan sumber ekonomi berupa aset yang dipunyai guna menghasilkan laba. Bagaimana kinerja bank syariah tersebut akan dinilai dari tinggi dan rendahnya nilai ROA.11
Untuk mengetahui perkembangan ROA Bank Muamalat ditahun 2016- 2020, bisa diamati gambar berikut ini.
Sumber: Laporan Keuangan Bank Muamalat (Data diolah)
Gambar 1.2
Perkembangan ROA (Return on Asset)
Berdasar pada gambar yang tertera, bisa diamati bahwa nilai ROA dari tahun ke tahun terus dihadapkan dengan kondisi yang terus turun. Penyusutan
11 Wulandari Nur Cahyani dan Syaikhul Falah, “Analisis Pengaruh ROA, ROE, BOPO,
dan Suku Bunga Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah pada Perbankan Syariah”, Journal of Islamic Banking and Finance, no. 6 (2017): 108.
0.22
0.11
0.08
0.05
0.03
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
Dalam Persen (%)
2016 2017 2018 2019 2020
8
cukup signifikan terlihat ditahun 2016 ke tahun 2017 yakni sejumlah 0,22%
menjadi 0,11%. Hal tersebut berkebalikan dengan data yang telah dipaparkan pada penerbitan sukuk dan deposito syariah kedua-duanya pada tahun 2016 ke tahun 2017 nominalnya meningkat. Berbeda dengan penerbitan sukuk dan deposito syariah yang mengalami kenaikan dan penurunan, ROA justru malah terus mengalami penurunan dalam 5 tahun terakhir.
Secara teori, dampak yang diakibatkan adanya penerbitan sukuk oleh suatu perusahaan maka perusahaan tersebut akan memperoleh profit atau setidaknya dapat memperoleh tambahan sumber pendanaan. Ditambah lagi dengan penghimpunan dana masyarakat melalui deposito syariah yang dinilai cukup besar juga akan menjadi tambahan dana atau keuntungan. Namun, terkadanag pada kenyataannya hal tersebut tidaklah terjadi dengan dibuktikan melalui data perkembangan ROA yang mengalami penurunan.
Didasarkan pada latar belakang di atas, dengan menyadari potensi produk sukuk dan deposito syariah menampung dana dan menyalurkan minat masyarakat guna berinvestasi maka peneliti bermaksud untuk meneliti tentang pengaruh penerbitan sukuk dan produk deposito syariah atas ROA Bank Muamalat. Maka penulis terdorong mengerjakan penelitian dengan judul
“Pengaruh Penerbitan Sukuk dan Produk Deposito Syariah Terhadap ROA (Return on Asset) Bank Muamalat Periode 2018-2020”.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah penerbitan sukuk berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020?
2. Apakah produk deposito syariah berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020?
3. Apakah penerbitan sukuk dan produk deposito syariah berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020?
C. Tujuan Penelitian
1. Guna mengetahui apakah penerbitan sukuk berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020.
2. Guna mengetahui apakah produk deposito syariah berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020.
3. Guna mengetahui apakah penerbitan sukuk dan produk deposito berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat sebagai bentuk dedikasi dari hal yang bisa diberikan penulis setelah menyelesaikan penelitian. Kegunaan yang didapatkan dari penelitian ini bisa berbentuk yang wujudnya teoritis dan praktis, semisal untuk penulis, instansi dan masyarakat menyeluruh. Kegunaan dalam penelitian
10
ini juga haruslah bersifat realistis.12 Berikut ini sejumlah manfaat yang kiranya bisa ditarik atas hasil penelitian terdiri dari:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian dilakukan dengan harapan bisa berperan untuk memberikan kontribusi bagi Khasanah Ilmu Ekonomi Islam sehingga dapat dijadikan acuan informasi dan referensi pustaka bagi peneliti lain, khususnya pada bidang masalah terkait dengan penerbitan sukuk, deposito syariah, dan ROA.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Penelitian dilakukan dengan harapan bisa turut andil menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman peneliti, serta menjadi sumber referensi ataupun landasan pijak bagi penelitian selanjutnya atau di masa selanjutnya.
b. Bagi Bank Muamalat
Penelitian dilakukan dengan harapan bisa menjadi masukan sebagai referensi untuk melihat dan memahami seberapa besar sukuk dan deposito syariah berpengaruh terhadap ROA.
c. Bagi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Penelitian dilakukan dengan harapan dapat menjadi sumber referensi dan informasi yang dilatar belakangi untuk pengembangan ilmu- ilmu Ekonomi Islam, terkhusus pada ranah ilmu Perbankan Syariah.
12 Tim Revisi Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IAIN Jember, Pedoman Penulisan
Karya Ilmiah, (Jember: IAIN Jember Press, 2018), 38.
d. Bagi Masyarakat
Penelitian dilakukan dengan harapan bisa menyampaikan informasi secara tertulis dan bisa dijadikan masukan dalam pengambilan keputusan dalam berinvestasi melalui penerbitan sukuk dan produk deposito syariah, khususnya bagi investor dan calon investor.
E. Ruang Lingkup Penelitian 1. Variabel Penelitian
Di bahasan ini diharuskan memilih semua variabel dengan jelas dan tegas. Variabel penelitian ialah segala sesuatu hal bisa yang dijadikan sebagai bahan untuk penelitian oleh peneliti kemudian dipelajari dengan manfaat didapatkannya berbagai informasi, dari informasi yang didapatkan itulah maka bisa diperoleh suatu kesimpulan.13
Di sini variabel penelitian dibagi menjadi dua variabel, yang hendak dijabarkan meliputi:
a. Variabel Independen (X)
Variabel independen juga disebut variabel bebas. Variabel yang jadi pemicu terbentuknya transformasi pada variabel dependen inilah yang disebut variabel independen. Artinya, variabel ini berpengaruh dan selalu menjadi faktor penyebab adanya perubahan atas variabel dependen.14 Untuk variabel independen yang dipakai meliputi:
13 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah,
(Jakarta: Kencana, 2017), 48.
14 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta,
2019), 69.
12
1) Penerbitan Sukuk (X1) 2) Deposito Syariah (X2) b. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen juga disebut variabel terikat. Variabel ini selalu memperoleh pengaruh atas variabel independen, sehingga hasil perubahan yang diakibatkan karena pengaruh variabel independen inilah yang disebut variabel dependen. Variabel dependen menujukkan sebuah reaksi akan perubahan dari pemicunya yaitu variabel independen.15 Untuk variabel dependen yang dipakai dipenelitian ini yakni ROA (Return on Asset) (Y).
2. Indikator Variabel
Indikator variabel diperlukan dalam sebuah penelitian, karena hal ini merupakan patokan dari model penentuan pengukuran suatu variabel.
Fungsinya ialah sebagai deteksi atas variabel yang akan ditaksir dengan syarat indikator variabel ini sebelumnya ada dalam penentuan konsep variabel.16
Tabel 1.1 Indikator Penelitian
Variabel Indikator Variabel Skala
Penerbitan Sukuk (X1)
Sukuk to Equity Ratio
= 𝑆𝑢𝑘𝑢𝑘
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 x 100% Rasio
Deposito Syariah (X2)
Deposito Syariah
= Total Deposito yang diterima Bank
Total DPK x 100% Rasio
ROA (Return on
Asset) (Y) ROA = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ (𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒)
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 x 100% Rasio
15 Ade Ismayani, Metodologi Penelitian, (Aceh: Syiah Kuala University Press, 2020), 12.
16 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana, 2017), 103.
F. Definisi Operasional
Yakni tersusun atas kumpulan definisi-definisi yang dipakai dalam suatu penelitian. Definisi operasional memiliki peranan sebagai alat pijakan untuk penilaian secara empiris atas variabel dalam penelitian bedasarkan pada rumusan yang dilandaskan sesuai dengan indikator variabel.17 Berikut ini merupakan penjabaran definisi-definisi dari beberapa istilah berikut:
a. Sukuk (Obligasi Syariah)
Sukuk merupakan produk penghimpunan dana masyarakat dengan skema investasi berupa surat berharga syariah dikukuhkan fatwa, memaknai sukuk atau obligasi syariah yakni jenis surat berharga berlandaskan pedoman syariah yang diterbitkan emiten ke pemegang berwujud bagi hasil/margin/fee kemudian membayar dananya kala waktu jatuh tempo.18
b. Deposito Syariah
Deposito syariah yakni produk penghimpunan dana masyarakat memakai model investasi dana berlandaskan akad mudharabah atau lainnya yang tak berseberangan atas pedoman syariah yang pencairannya hanya bisa dicairkan jika sudah waktu jatuh tempo berasaskan akad deposan dan bank.19 c. ROA (Return on Asset)
ROA yakni proporsi penghasilan bersih (net income) dan rata-rata aktiva (average assets).ROA ini ialah rasio yang diterapkan guna menaksir kapabilitas manajemen bank dalam menghasilkan profit dan pengelolaan
17 IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 38.
18 Man Sastrawidjaja, Kompilasi Hukum Bisnis, (Bandung: CV. Keni, 2012), 7.
19 Mustofa, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Deposito Perbankan,” Jurnal An-Nisbah,
no. 1, (Oktober 2015), 259.
14
kadar efesiensi usaha bank dengan menyeluruh. Makin tinggi rasionya menandakan tingkat rentabilitas yang makin baik atau sehat.20
G. Asumsi Penelitian
Ialah perkiraan awal atau postulat, yakni titik awal (starting point) gagasan yang validitasnya diterima peneliti. Sebelum penelitian maju ketahap pengumpulan data, perumusan perkiraan dasar harus dijelaskan dengan sejalas- jelasnya. Perkiraan dasar ini fungsinya bukan hanya sebagai pijakan dasar yang kuat bagi permasalahan yang diteliti, tetapi juga untuk menekankan variabel menjadi bagian yang vital bagi penelitian dan merumusakan hipotesis.21
Gambar 1.3 Asumsi Penelitian Keterangan :
: Pengaruh secara parsial : Pengaruh secara simultan
20 Muhamad, Manajemen Bank Syariah, (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2018), 304.
21 IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 39.
Bagan tersebut menggambarkan pengaruh variabel bebas yakni penerbitan sukuk (X1) dan deposito syariah (X2) atas variabel terikat yakni ROA (Return on Asset) (Y).
H. Hipotesis
Hipotesis dimaknai dengan pernyataan atas kaitan antar variabel dan bersifat sementara. Hipotesis juga bisa dikatakan sebagai pernyataan kaitan dua variabel ataupun lebih, sifatnya sementara atau dugaan, maupun yang sifatnya lemah. Lemah yang dimaksud ialah kaitannya kebenaran atas pernyataan yang dirumuskan dihipotesis, bukanlah dari jalinan antar variabelnya yang lemah.22 Oleh karena itu, hipotesis sifatnya masih sementara, lantaran jawaban yang dimuat masih berpedoman atas teori yang relevan, belumlah bersumber atas realita dan fakta empiris yang nantinya akan didapatkan jawabannya dengan penghimpunan data.23
Adapun variabel independen yaitu penerbitan sukuk dan deposito syariah kemudian dipaparkan dan diuji melalui pengujian normalitas dan asumsi klasik.
Kemudian dilakukan analisis dengan regresi linier berganda atas tujuan guna mencari pengaruh dari variabel dependen yakni ROA pada Bank Muamalat kurun waktu 2016-2020. Hipotesisnya meliputi:
a. H1: Penerbitan sukuk berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020.
22 Muslich Anshori dan Sri Irwati, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Surabaya:
Airlangga University Press, 2017), 47.
23 Sugiyono, Metode Penelitian, 100.
16
b. H2: Deposito syariah berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020.
c. H3: Penerbitan sukuk dan deposito syariah berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Muamalat periode 2018-2020.
I. Sistematika Pembahasan
Sistematika penyusunan skripsi ini meliputi lima bagian, ialah BAB I, BAB II, BAB III, BAB IV, dan BAB V.
Pada BAB I, ialah Pendahuluan yang merupakan acuan rangkaian kala pembuatan skripsi, yang didalamnya memuat tentang latar belakang masalah untuk mendeskripsikan berbagai aspek yang menjadi basis atau penunjang lahirnya problematika yang diteliti. Berdasar pada latar belakang masalah tersebut dapat tersusun rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian (variabel dan indikator variabel), definisi operasional, asumsi penelitian, hipotesis, dan sistematika pembahasan.
Pada BAB II, merupakan Kajian Kepustakaan yang memuat mengenai penelitian terdahulu yang berisikan tentang ringkasan terhadap berbagai penelitian terdahulu terkait atas penelitian dan kajian teori yang memuat pembahasan atas teori terkait yang dipakai sebagai dasar pijakan dalam melaksanakan penelitian yaitu tinjauan umum tentang sukuk (obligasi syariah), deposito syariah, serta Return on Asset (ROA).
Pada BAB III, merupakan Metode Penelitian yang didalamkan memuat mengenai pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrumen pengumpulan data, serta analisis data.
Pada BAB IV, ialah Penyajian Data dan Analisis yang memaparkan mengenai gambaran objek penelitian, penyajian data, analisis dan pengujian hipotesis, serta pembahasan.
Pada BAB V, ialah Penutup yang tersusun atas simpulan dan saran-saran.
Bab ini fungsinya guna mendapatkan gambaran hasil penelitian meliputi kesimpulan serta saran-saran yang sifatnya konstruktif untuk seluruh pihak pada umumnya dan terkhusus untuk institusi yang diteliti.
18
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu
Di sini, akan ada sejumlah hasil dari penelitian sebelumnya dicantumkan berdasarkan keterkaitan terhadap penelitian yang akan dilaksanakan kemudian diringkas, baik itu penelitan yang sudah dipublikasi ataupun belum dipublikasi meliputi skripsi, tesis, disertasi, dan sejenisnya. Lewat dilakukannya tahap ini, lalu akan terlihat sabatas mana keautentikan dan ketidaksamaan penelitian yang akan dilaksanakan.24
Dengan latar belakang tersebut, peneliti akan menampilkan gambaran besar sejumlah penelitian yang ada kaitannya dengan tema yang dikaji oleh peneliti terdahulu. Perihal sejumlah hasil penelitian tersebut meliputi:
1. Pada penelitian Hayatin Nupus, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2015, berjudul “Pengaruh Penerbitan Sukuk Terhadap Kinerja Bank Muamalat Indonesia Periode 2010-2014”. Tujuannya meliputi melakukan analisis pengaruh penerbitan sukuk atas kinerja Bank Muamalat dan pengaruh ROE dan ROA atas kecukupan modal. Untuk metode yang digunakan ialah dengan metode analisis data dan uji asumsi klasik menggunakan model uji signifikansi (pengaruh nyata). Hasilnya menujukkan yakni penerbitan sukuk, ROE, dan ROA secara simultan punya pengaruh atas CAR Bank Muamalat.
Persamaannya terletak pada pemakaian variabel independen yakni penerbitan
24 IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 39.
sukuk. Perbedaan penelitian yang dilaksanakan oleh Hayatin Nupus posisinya pada variabel dependennya, Hayati Nupus menggunakan variabel dependen CAR. Sedangkan penulis memakai variabel dependen yakni ROA.
2. Pada penelitian Destri Nuraini, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017, berjudul “Pengaruh ROA, ROE, dan Firm Size Terhadap Rating Obligasi Syariah/Sukuk pada BNI Syariah dan Bank Muamalat Indonesia Periode 2013-2016”. Tujuannya ialah guna mengetahui pengaruh ROA, ROE, dan Firm Size atas rating sukuk. Lalu metode yang digunakan ialah dengan metode uji asumsi klasik menggunakan model estimasi regresi panel data. Hasil penelitian menunjukkan ROA, ROE, dan Firm Size punya pengaruh secara simultan atas rating sukuk.Persamaannya ialah posisinya dipemakaian variabel ROA. Perbedaan penelitian yang dilakukan posisinya pada variabel ROA, dalam hal ini Destri Nuraini posisinya pada variabel indepeden untuk penulis sendiri posisinya pada variabel dependen.
3. Pada penelitian Khairul Hidayat Lubis, Universitas Sumatera Utara Medan, 2017, berjudul “Pengaruh Investasi Sukuk, Non Performing Financing, Piutang Murabahah, Pembiayaan Mudharabah, dan Musyarakah Terhadap ROA Bank Umum Syariah di Indonesia”. Tujuannya ialah guna mengetahui pengaruh investasi sukuk, NPF, piutang murabahah, pembiayaan mudharabah dan musyarakah atas ROA. Lalu metode yang diterapkan yakni analisis statistik deskriptif dan asumsi klasik dengan model regresi berganda.
Hasilnya menampilkan yakni secara simultan investasi sukuk, NPF, piutang murabahah, pembiayaan mudharabah dan musyarakah punya pengaruh
20
signifikan atas ROA. Secara parsial investasi sukuk dan piutang murabahah tak punya pengaruh atas ROA, lalu NPF dan pembiayaan musyarakah punya pengaruh signifikan negatif, pembiayaan mudharabah punya pengaruh signifikan positif atas ROA. Persamaannya pada pemakaian variabel dependen yakni ROA. Perbedaan penelitian yang diterapkan yakni pada penggunaan variabel independennya, Khairul Hidayat Lubis memakai lima variabel independen untuk penulis sendiri memakai dua variabel independen.
4. Pada penelitian Muhammad Fathurrahman, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019, berjudul “Pengaruh Penerbitan Sukuk dan Profitabilitas Terhadap Kecukupan Modal Bank BRI Syariah (Periode Desember 2014-September 2018)”. Tujuannya ialah untuk menganalisis pengaruh penerbitan sukuk, ROA, dan ROE atas kecukupun modal. Lalu metode yang diterapkan yakni statistik deskriptif dan uji asumsi klasik dengan model regresi linear berganda. Hasilnya menampilkan yakni penerbitan sukuk secara parsial punya pengaruh positif signifikan atas kecukupan modal, ROA punya pengaruh positif signifikan atas CAR, ROE punya pengaruh negatif tak signifikan atas CAR, lalu penerbitan sukuk, ROE, dan ROA secara simultan punya pengaruh sebesar 85%. Persamaannya pada pemakaian ROA dan variabel independen penerbitan sukuk. Perbedaannya pada posisi variabel ROA, dalam hal ini Muhammad Fathurrahman posisinya pada variabel independen untuk penulis sendiri posisinya pada variabel dependen.
5. Pada penelitian Randi Syarif Hidayat, Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2019, berjudul “Pengaruh Penerbitan Sukuk Negara Terhadap Profitabilitas
Bank Syariah Mandiri Periode 2011-2018”. Tujuannya guna mendeteksi dampak penerbitan sukuk negara atas profitabilitas (ROA dan ROE). Metode yang diterapkan yakni analisis statistik klasik dan uji asumsi klasik memakai regresi linier sederhana. Hasilnya menampilkan penerbitan sukuk negera memberikan pengaruh atas profitabilitas (ROA dan ROE). Persamaanya pada pemakaian variabel penerbitan sukuk dan ROA. Perbedaan penelitian yang diterapkan posisinya di variabel dependennya, Randi Syarif Hidayat menggunakan dua variabel dependen ROA dan ROE untuk penulis sendiri hanya menggunakan satu variabel dependen ROA.
6. Pada penelitian Dwi Sri Rahayu, Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung, 2020, berjudul “Pengaruh CAR dan BOPO Terhadap ROA pada PT Bank BNI Syariah Periode 2014-2018”. Tujuannya guna mendeteksi pengaruh CAR dan BOPO atas ROA. Untuk metode yang diterapkan yakni uji asumsi klasik dengan regresi linier berganda. Hasilnya menampilkan secara parsial maupun simultan variabel CAR dan BOPO tak punya pengaruh signifikan atas ROA. Persamaannya pada pemakaian variabel dependen yakni ROA. Perbedaan penelitian yang dilaksanakan Dwi Sri Rahayu terletak pada variabel independennya, dalam ini Dwi Sri Rahayu memakai variabel independen CAR dan BOPO untuk penulis sendiri memakai variabel independen penerbitan sukuk dan deposito syariah.
7. Pada penelitian Gita Uti Cahyani, Institut Agama Islam Negeri Surakarta, 2020, berjudul “Pengaruh Tabungan Mudharabah dan Deposito Mudharabah Terhadap Bagi Hasil Mudharabah pada PT Bank Syariah Mandiri Indonesia
22
Periode Juni 2017-Mei 2020”. Tujuannya guna mendeteksi pengaruh tabungan mudharabah dan deposito mudharabah atas bagi hasil mudharabah.
Metode yang diterapkan yakni uji asumsi klasik dengan regresi linier berganda. Hasilnya menujukkan secara parsial maupun simultan variabel tabungan mudharabah dan deposito mudharabah tak punya pengaruh signifikan atas bagi hasil di Bank Syariah Mandiri. Persamaannya pada pemakaian variabel independen deposito syariah. Perbedaan penelitian yang diterapkan posisinya pada variabel independen lainnya dan variabel dependennya, disini Gita Utani Cahyani menggunakan variabel independen lain yaitu tabungan mudharabah dan variabel dependen bagi hasil mudharabah untuk penulis sendiri memakai variabel independen lain yakni penerbitan sukuk dan variabel dependen ROA.
8. Pada penelitian Masrenna Siregar, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, 2020, berjudul “Pengaruh Penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) Terhadap ROA dan ROE PT. Bank Syariah Mandiri di Indonesia Studi Kasus PT. BSM Tahun 2013-2019”. Tujuannya guna mendeteksi pengaruh penerbitan sukuk atas ROA dan ROE. Metode yang diterapkan yakni analisis statistik deskriptif dengan analisis regresi linier sederhana. Hasilnya menujukkan penerbitan sukuk tak berpengaruh signifikan atas ROA, namun memberikan pengaruh signifikan dengan koefisien negatif atas ROE.
Persamaannya ialah pemakaian variabel independen yakni penerbitan sukuk dan variabel dependen yakni ROA. Letak perbedaan penelitian yang dilaksanakan Masrenna Siregar posisinya pada jumlah variabel independen
dan dependen, Masrenna Siregar memakai satu variabel independen dan dua variabel dependen, penulis memakai dua variabel independen dan satu variabel dependen.
9. Pada penelitian Siti Hardina Syanti Harahap, Institut Agama Islam Negeri Padangsimpuan, 2020, berjudul “Pengaruh Penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) Terhadap ROA di PT. Bank Syariah Mandiri”. Tujuannya guna mendeteksi pengaruh penerbitan sukuk atas ROA. Metode yang diterapkan yakni analisis statistik deskriptif dengan analisis regresi linier sederhana.
Hasilnya menampilkan pengaruh penerbitan sukuk atas ROA di Bank Syariah Mandiri berpengaruh signifikan. Persamaannya pada pemakaian variabel independen penerbitan sukuk dan variabel dependen ROA. Perbedaan penelitian yang dilakukan terletak pada jumlah variabel independen dan dependennya, dalam ini Siti Hardina Syanti Harahap memakai satu variabel independen dan dependen lalu penulis memakai dua variabel independen dan satu variabel dependen.
10. Pada penelitian Yulia Safitri Harahap, Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan, 2021, berjudul “Pengaruh Penerbitan Sukuk dan CAR Terhadap ROA pada PT. Bank Panin Syariah, Tbk”. Tujuannya guna mendeteksi pengaruh penerbitan sukuk dan CAR atas ROA. Metode yang diterapkan yakni metode analisis statistik deskriptif dan uji asumsi klasik dengan regresi linier berganda. Hasilnya diketahui yakni secara parsial penerbitan sukuk tak punya pengaruh signifikan atas ROA, secara parsial CAR punya pengaruh signifikan atas ROA, serta secara simultan penerbitan
24
sukuk dan CAR punya pengaruh atas ROA. Persamaannya pada pemakaian variabel penerbitan sukuk dan ROA. Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Yulia Safitri Harahap terletak pada variabel independennya, dalam hal ini Yulia Safitri Harahap menggunakan dua variabel independen penerbitan sukuk dan CAR untuk penulis sendiri menggunakan dua variabel independen penerbitan sukuk dan deposito syariah.
Tabel 2.1
Mapping Persamaan dan Perbedaan
No. Nama Judul Persamaan Perbedaan
1. Hayatin Nupus (2015)
Pengaruh
Penerbitan Sukuk Terhadap Kinerja Bank Muamalat Indonesia Periode 2010-2014
Sama-sama memakai variabel independen penerbitan sukuk.
Pemakaian variabel dependen.
2. Destri Nuraini (2017)
Pengaruh Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), dan Firm Size Terhadap Rating Obligasi Syariah/Sukuk pada BNI Syariah
Sama-sama memakai variabel ROA.
Posisi variabel ROA.
dan Bank Muamalat
Indonesia Periode 2013-2016
3. Khairul Hidayat Lubis (2017)
Pengaruh
Investasi Sukuk, Non Performing Financing, Piutang Murabahah, Pembiayaan Mudharabah, dan Musyarakah Terhadap Return on Asset Bank Umum Syariah di Indonesia
Sama-sama memakai variabel dependen ROA.
Pemakaian variabel independen.
4. Muhammad Fathurrahman (2019)
Pengaruh
Penerbitan Sukuk dan Profitabilitas Terhadap
Kecukupan Modal Bank BRI
Sama-sama memakai variabel ROA dan variabel independen
Posisi variabel ROA.
26
Syariah (Periode Desember 2014- September 2018)
penerbitan sukuk.
5. Randi Syarif Hidayat (2019)
Pengaruh
Penerbitan Sukuk Negara Terhadap Profitabilitas Bank Syariah Mandiri Periode 2011-2018
Sama-sama memakai variabel penerbitan sukuk dan ROA.
Pemakaian dua variabel dependen yakni ROA dan ROE.
6. Dwi Sri Rahayu (2020)
Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Beban Operasional Pendapatan Operasion (BOPO)
Terhadap Return on Asset (ROA) pada PT Bank BNI Syariah Periode 2014- 2018
Sama-sama memakai variabel dependen ROA.
Pemakaian variabel independen.
7. Gita Uti Cahyani (2020)
Pengaruh Tabungan
Mudharabah dan Deposito
Mudharabah Terhadap Bagi Hasil
Mudharabah pada PT Bank Syariah Mandiri Indonesia Periode Juni 2017-Mei 2020
Sama-sama memakai variabel independen deposito syariah.
Pemakaian variabel independen lainnya dan variabel dependennya.
8. Masrenna Siregar (2020)
Pengaruh Penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) Terhadap Return on Asset (ROA) dan Return o Equity (ROE) PT. Bank Syariah Mandiri di Indonesia Studi
Sama-sama memakai variabel independen penerbitan sukuk dan variabel dependen ROA.
Pemakaian jumlah variabel independen dan variabel dependen.
28
Kasus PT. BSM Tahun 2013-2019 9. Siti Hardina
Syanti Harahap (2020)
Pengaruh Penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) Terhadap Return on Asset (ROA) di PT.
Bank Syariah Mandiri
Sama-sama memakai variabel independen penerbitan sukuk dan variabel dependen ROA.
Pemakaian jumlah variabel independen dan variabel dependen.
10. Yulia Safitri Harahap (2021)
Pengaruh
Penerbitan Sukuk dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Return on Asset (ROA) pada PT.
Bank Panin Syariah, Tbk
Sama-sama memakai variabel penerbitan sukuk dan ROA.
Pemakaian variabel independen selain penerbitan sukuk.
B. Kajian Teori
Pada kajian teori, bahasan mengenai sejumlah teori yang bersangkut paut atas tema penelitian inilah yang hendak dijadikan dasar pijakan dalam proses penelitian. Teori-teori tersebut akan dibahas dengan maksud peneliti memahami secara keseluruhan apa permasalahan yang menjadi tujuan akhir dari penelitian yaitu terpecahkannya rumusan masalah dan tujuan penelitian.25
1. Sukuk
a. Pengertian Sukuk
Sukuk pada tesaurus ekonomi bermakna legal instrument, deed ataupun check. Berdasar pada tafsir bahasa Arab, sukuk ialah bentuk jamak dari kata sakk, yaitu nama dokumen berupa akta finansial yang mirip dengan obligasi syariah. Sedangkan saat periode klasik Islam, kata sakk (sukuk) dan cheque itu serupa yaitu berupa dokumen yang dapat mewakili kontrak meliputi hak dan kewajiban maupun finansial yang sejalan dan tidak bertentangan dengan syariah.26
Menurut Islamic Development Bank (IDB), sukuk diartikan sebagai sertifikat atau bukti kepemilikan yang termasuk dalam efek syariah, memiliki nilai yang sama dan mewakili unit penyertaan yang tak bisa dipisahkan, tak bisa dibagi atas hak milik aset berbentuk tertentu, nilai manfaat dan jasa terhadap aset proyek, juga hak milik terhadap aset proyek ataupun kegiatan investasi. 27
25 Ibid., 39.
26 Mugiyati, Sukuk di Pasar Modal: Tinjauan Bisnis Investasi dan Fiqh, (Surabaya: UIN
Sunan Ampel Press, 2016), 49.
27 Ibid., 50.
30
Menurut fatwa DSN-MUI tentang Sukuk, dijelaskan bahwa sukuk berwujud surat berharga syariah (efek syariah) berbentuk sertifikat atau keterangan hak milik dengan nominal yang sama dan mewakili komponen hal milik yang batasnya tak bisa ditetapkan (musya’) terhadap aset yang melandasinya (ushul al-shukuk) sesudah dana sukuk diperoleh, pemesanan ditutup, serta pemanfaatan dana dimulai sesuai penerapannya.
Dari sejumlah pengertian yang dipaparkan, bisa ditarik ringkasan bahwa sukuk merupakan surat berharga berupa bukti hak milik (claim) atas aset, baik itu berwujud tangible, intangible maupun perjanjian proyek aktivitas tertentu, dengan ketentuan emiten wajib memenuhi penerimaan bagi hasil terhadap pemilik sukuk dan membayar kembali sukuk sesuai tanggal jatuh tempo dari kesepakatan kontrak yang tertera. Segala kegiatan dalam operasional sukuk haruslah selaras dengan prinsip syariah.28
Pada dasarnya yang membedakan prinsip sukuk dan obligasi konvensional yakni aplikasi model imbalan dan bagi hasil yang mengganti konsep bunga, terdapat transaksi penunjang meliputi sejumlah aset tertentu yang menjadikan basis diterbitkannya sukuk, serta terdapat akad berlandas prinsip syariah. Sukuk bukan surat utang layaknya obligasi konvensional, tapi berupa sertifikat investasi (keterangan hak milik) suatu aset berwujud atau hak manfaat (benefical title) yang jadi underlying assetnya. Karena itu, skema akadnya memakai investasi bukanlah akad utang-piutang.29
28 Maula Nasrifah, “Sukuk (Obligasi Syariah) dalam Perspektif Keuangan Islam”, Jurnal
Asy-Syari’ah, no. 2, (Juni 2019): 69.
29 Sri Nurhayati dan Wasilah, Akuntansi Syariah di Indonesia, (Jakarta: Salemba Empat, 2019), 226.
b. Sejarah Perkembangan Sukuk
Sukuk sebenarnya sudah digunakan sejak lama, yaitu pada masa awal Islam. Ssejarah mencatat bahwasanya Khalifah Umar Bin Khattab merupakan khalifah pertama yang mengeluarkan sukuk, yakni melalui cara mencantumkan stempel pada kertas sukuk. Lalu dimasa ini pula salah satu alat pembayaran yang dipakai untuk membayar gaji para pegawai negara yaitu dengan menggunakan sukuk.
Pada abad 4-5 H (10-11 M) pengaplikasian sukuk mulai banyak digunakan sebagai alternatif pembayaran yaitu pada sektor perdagangan, para pembeli bisa mengirim sukuk pada seorang pedagang. Karena pada masa itu, mayoritas mata pencarian masyarakat ialah sebagai pedangang.
Seiring dengan berjalannya waktu, bukan hanya kalangan masyarakat saja yang menggunakan sukuk, tetapi juga di kalangan pemerintah.30
Pada abad pertengahan, sukuk menjadi semakin marak digunakan bahkan jika para pedangan muslim menggunakan sukuk merupakan suatu hal yang lazim. Pada masa ini, sukuk sendiri sudah menjadi suatu hal yang tak lepas dari berbagai aktivitas ekonomi dan menjadikan sukuk sebagai bentuk dari sertifikat tanda tanggungan keuangan yang tumbuh lewat perniagaan maupun kegiatan profitabel lainnya.
Pada masa kontemporer, kehadiran sukuk dimaksudkan sebagai usaha guna meninggalkan pemakaian konsep riba yang diaplikasikan di
30 Dede Abdul Fatah, “Perkembangan Obligasi Syariah (Sukuk) di Indonesia”, Jurnal Al-
‘Adalah, no. 1, (Januari 2011): 37.
32
obligasi konvensional. Sukuk diupayakan sebagai usaha untuk mencari opsi lain perangkat pembiayaan entah bagi pengusaha maupun negara yang selaras atas syariah, juga harus diiringi dengan dukungan regulator dan pemerintah. Sukuk diharapkan bisa diunggulkan sebagai salah satu mekanisme penting guna peningkatan keuangan pada pasar modal dunia dan pastinya berdasarkan stuktur yang sesuai dengan ketentuan syariah.31 c. Dasar Hukum Sukuk
1) Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 275
بِ رلا َنْوُلُكَْيَ َنْيِذَّلَا طْيَّشا ُهُطَّبَخَتَ ي ْيِذَّلا ُمْوُقَ ي اَمَك َّلَِا َنْوُمْوُقَ ي َلَ او
ِ سَمْلا َنِم ُن ذ
ىلقَكِل
ْوُلاَق ْمَُّنََِّبِ
بِ رلا ُلْثِم ُعْيَ بْلا اََّنَِّا ا او
م
بِ رلا َمَّرَحَو َعْيَ بْلا ُالله َّلَحَاَو او
ىلق
اَج ْنَمَف ِهِ بَّر ْنِ م ٌةَظِعْوَم ُهَء
هَ تْ ناَف َفَلَس اَم ُهَلَ ف ى
ىلقُهُرْمَاَو ِالله َلَِا
ىلقلوُاَف َداَع ْنَمَو حْصَا َكِئ
ُب ِراَّنلا
جاَهْ يِف ْمُه
( َنْوُدِل خ ۲۷۵ )
Artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tak bisa berdiri melainkan layaknya berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang sedemikian itu karena mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah sudah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah datang kepadanya larangan dari Tuhannya, kemudian berhenti (mengambil riba), kemudian apa yang telah diambilnya dulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu ialah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.
31 Muhammad Iqbal Fasa, “Sukuk: Teori dan Implementasi”, Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam, no. 1, (Juni 2016): 82.
2) Hadits Nabi Riwayat Imam al-Tirmidzi dari ‘Amr bin ‘Auf al-Muzani
ىَلَع َنوُمِلْسُمْلاَو اًماَرَح َّلَحَأ ْوَأ ًلَ َلََح َمَّرَح اًحْلُص َّلَِإ َْيِْمِلْسُمْلا َْيَْب ٌزِئاَج ُحْلُّصلَا .اًماَرَح َّلَحَأ ْوَأ ًلَ َلََح َمَّرَح اًطْرَش َّلَِإ ْمِهِطوُرُش
Artinya: “Perjanjian boleh dilaksanakan di antara kaum muslim melainkan perjanjian yang mengharamkan yang halal ataupun menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat oleh syarat- syarat mereka terkecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.”
3) Kaidah Fiqh
ُلْصَلأا .اَهِْيِْرَْتَ ىَلَع ٌلْيِلَد َّلُدَي ْنَأ َّلَِإ ُةَحَبِِْلْا ِت َلََماَعُمْلا ِفِ
Artinya: “Pada dasarnya, segala bentuk mu’amalah boleh dilakukan, kecuali ada dalil yang mengharamkannya.”32
d. Karakteristik Sukuk
1) Berupa dokumen yang memuat atas bukti hak milik dari aset yang berwujud atau memiliki hak manfaat (benefial title).
2) Penerimaan yang diberikan berbentuk imbalan (kupon), margin, dan bagi hasil sama berdasar ketentuan akad yang tertera pada kontrak.
3) Tidak mengandung komponen yang diharamkan dalam syariat Islam, meliputi riba, gharar, dan maysir.
4) Sukuk tersebut diterbitkan lewat Spesial Purpose Vechile (SPV).
5) Dibutuhkan adanya underlying asset.
6) Pemakaian proceeds diharuskan mememuhi ketentuan syariat Islam.33
32 Maula Nasrifah, “Sukuk (Obligasi Syariah)”, 71.
33 Ibid., 72.
34
e. Jenis-Jenis Sukuk
Secara umum sukuk dikategorikan sebagai collateral assets (atau aset jaminan) dan business investment (investasi bisnis).34 Sedangkan berdasarkan penggunaan akad, sukuk dapat dibedakan menjadi:
1) Sukuk ijarah, yang mana satu pihak atau bisa yang menjadi wakil menjual ataupun menyewakan manfaat atas aset pada pihak lainnya berdasar pada harga dan rentang waktu sewa saat kesepakatan, namun tak disertai dengan pemindahan hak milik dari aset itu sendiri.
2) Sukuk mudharabah, sebagai kerja sama yakni pihak penyedia modal (rabb al-mal) dan pihak yang pengelola (mudharib), profit atas kerja sama dihitung berlandaskan margin yang telah disetujui.
3) Sukuk musyarakah, perihal kerja sama sejumlah pihak guna melaksanakan merger modal guna membangun, mengembangkan, atau membiayai usaha. Kerugian ditanggung bersama sesuai nilai keikutsertaan modal.
4) Sukuk murabahah, sebagai sukuk yang mewakili obligasi moneter dan usaha menjual kredit oleh bank, tetapi tak bisa menghasilkan instrumen yang bisa dijualbelikan. Lalu tagihannya (receivable) tak bisa meraup return tertentu, perjanjiannya harus sesuai dengan yang telah tertera.
5) Sukuk istisna', sebagai jual beli antar pihak guna kepentingan atas pembiayaan suatu proyek. Sedangkan cara, jangka waktu, dan harganya ditetapkan pada persetujuan dari para pihak tersebut.
34 Nisful Laila, Pengembangan Sukuk Negara di Indonesia, 33.
6) Sukuk salam, dengan pembayaran dimuka, lalu barang akan dikirim, tapi tidak boleh menjual barang yang belum diterima. Untuk memiliki sukuk ini belum diputuskan karena para pakar belum dapat menerima.35 7) Sukuk wakalah, diterbitkan dengan akad wakalah dimana investor
mewakilkan kepada wali amanat untuk mengelolanya. Sukuk wakalah diterbitkan oleh pemerintah melalui sukuk tabungan dan swasta.36 f. Manajemen Sukuk
1) Metode Penerbitan Sukuk
a) Bookbulding, di mana investor menyatakan penawaran pembelian dengan jumlah dan harga (yield) yang tersedia, lalu dituliskan di book order dari investment bank dan berperan jadi bookrunner.
b) Lelang, di mana peserta akan mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif yang sudah ditentukan dan diumumkan dalam periode waktu penawaran melalui sistem yang sudah disediakan.
c) Private placement, di mana penerbitan dan pemasaran surat berharga dilaksanakan dengan ketentuan dan syarat yang sudah disetujui para pihak penerbit dan pihak tertentu.
Umumnya, SPV-lah lembaga yang menerbitkan sukuk, tetapi bisa juga diterbitkan langsung oleh originator atau obligor.37 Namun, untuk menerbitkan sukuk, ada ketentuan dan persyaratan yang harus dikantongi, meliputi:
35 Mugiyati, Sukuk di Pasar Modal: Tinjauan Bisnis Investasi Fiqh, (Surabaya: UIN
Sunan Ampel Press, 2016), 58.
36 Sri Nurhayati dan Wasilah, Akuntansi Syariah di Indonesia, 229.
37 Maula Nasrifah, “Sukuk (Obligasi Syariah)”, 73.
36
a) Aktivitas utama bisnis dari perusahaan tersebut haruslah halal, tidak bertolakbelakang dengan ketentuan dari fatwa.
b) Jenjang investment grade yakni menyandang fundamental usaha yang kukuh, keuangannya layak dan stabil, serta citra memiliki yang baik di mata khalayak publik.
c) Tergolong dan tercatat di komponen JII (Jakarta Islamic Index).38 2) Pihak yang Terlibat di Penerbitan Sukuk
a) Obligor ialah penanggung jawab dari pelunasan dana pokok dan imbal hasil.
b) SPV (Special Purpose Vehicle) ialah lembaga berbadan hukum yang dibangun spesial guna menerbitkan sukuk.
c) Investor ialah pihak yang mempunyai hak milik sukuk.
d) Sharia Advisor ialah pihak yang menyataan kesesuaian terhadap fatwa dengan prinsip syairah.
e) Wali amanat ialah pihak yang menjadi wakil atas keperluan pemegang hak milik sukuk berdasar pada yang telah dijanjikan.
3) Jangka Waktu (Tenor) Sukuk
Sukuk terbit untuk jangka pendek, menengah, dan panjang berasas syariah serta menjadi dasar penerbitan. Namun, sukuk bisa pula terbit tidak disertai adanya jangka waktu berdasarkan pada akad yang diterapkan.39
38 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: Kencana, 2018), 142.
39 Maula Nasrifah, “Sukuk (Obligasi Syariah)”, 74.
4) Sifat Imbalan Sukuk
Imbalan (kupon) sukuk berdasar pada akad dan strukturnya, bisa sifatnya tetap (fixed rate) atau mengambang (floating). Imbalan sukuk biasanya berbentuk persentase dan dibayarkan pada periode tertentu mengacu pada ketentuan dan persyaratan terbitnya sukuk.40 g. Risiko Sukuk
1) Risiko Tingkat Pengembalian (Rate of Return Risk)
Risiko ini ditemukan diseluruh varian sukuk yang fixed rate.
Margin imbal hasil yang berketentuan kepada benchmark konvensional lain jadi berdampak pada return sukuk dipengaruhi oleh suku bunga.
2) Risiko Kredit (Credit Risk)
Risiko ini disebabkan oleh gagal bayar (default) atas sewa underlying asset. Perancangan ulang utang yang imbal hasilnya lebih banyak haram dalam Islam memicu default makin besar.41
3) Risiko Nilai Tukar (Foreign Exchage Rate Risk)
Jika return manajemen underlying asset berupa mata uang asing terjadilah risiko nilai tukar. Penerbit dapat menghitung dan memberi jaminan untuk mengcover investor dari gejolak valuta.
4) Risiko Tingkat Harga (Price/Collateral Risk)
Risiko ini terjadi apabila aset yang tampak dalam nilai terbitan sukuk yang diminta beda dengan nilai pasar sebenarnya. Sukuk ijarah
40 Ibid., 75.
41 Nisful Laila, Pengembangan Sukuk Negara di Indonesia, 55.