• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan PHBS dengan Membawa Bekal ke Sekolah

N/A
N/A
Nur Hayati K.U

Academic year: 2024

Membagikan " Peningkatan PHBS dengan Membawa Bekal ke Sekolah"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS) dengan membawa bekal ke sekolah

Ditulis oleh : Ninik Martini S.Pd

Guru PJOK SD N 3 Ngrandah, Toroh Kabupaten Grobogan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan ( PJOK) tidak hanya berorientasi pada olahraga fisik semata, dalam kurikulum PJOK Sendiri juga membahas mengenai kesehatan sehari hari atau biasa disebut dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

PHBS dalam tatanan institusi pendidikan adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat (Atikah 2012:21)

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sekolah terdiri dari beberapa indikator yaitu mencuci tangan dengan air yg mengalir dan memakai sabun, mengkonsumsi jajanan/makanan sehat , menggunakan jamban yang bersih & sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan, dan membuang sampah pada tempatnya (Dinkes DIY, 2010).

Dalam rangka meningkatkan PHBS di SD N 3 Ngrandah sendiri guru PJOK Ninik Martini telah menerapkan atau membiasakan siswa untuk membawa bekal makan siang yang akan di makan bersama di akhir mata pelajaran PJOK, dalam pelaksanaanya adapun tumbuhnya kebiasaan yang baik seperti mencuci tangan, kedispilnana, dan kebiasan memakan sayur .

Adapun kebiasaan yang terbentuk adalah peserta didik menjadi terbiasa cuci tangan sebelum makan. Di Awal kegiatan dimulai peserta didik selalu diberikan arahan oleh guru untuk mencuci tangan sebelum makan , ketika sudah berjalan ± 3 minggu peserta didik secara otomatis akan mencuci tangan jika ada yang tidak mencuci tangan maka mereka akan saling mengingatkan.

Selain terbiasanya cuci tangan kegiatan ini juga membentuk kedisiplinan. Tanpa disadari rutinitas yang berlangsung berulang ulang secara otomatis membentuk kedisiplinan peserta didik, kedisiplinan ini dapat dilihat melalui bagaimana peserta didik selalu membawa bekal makanan sehat dan selalu berbaris mencuci tangan dengan tertib tanpa ada arahan dari guru.

(2)

Terbentuknya rasa tenggang rasa antar peserta didik ternyata juga terlihat selama program berlangsung.Dalam pelaksanaan kegiataan ini tentunya para peserta didik membawa berbagai macam lauk, dengan beraneka ragamnya lauk ini para peserta didik saling menawarkan lauk dan makan bersama, bahkan para peserta mengumpulkan lauk untuk diberikan kepada guru.

Kegiatan ini juga mendorong Peningkatan Nafsu makan. Berdasarkan pengamatan serta pernyataan beberapa orang tua bahwa para peserta didik sering melewatkan jam makan siang dan juga sulit untuk makan, namun selama berjalanya kegiatan ini peserta didik yang sering melewatkan jam makan siang menjadi teratur, ketika peserta didik makan bersama nafsu makan mereka juga meningkat. Hal ini juga mamu menjadi salh satu langkah menekan sunting.

Selain meningkatkan nafsu makan peserta didik juga menjadi terbiasa konsumsi makanan sehat.Pada awal kegiatan dimulai Guru mengarahkan peserta didik wajib membawa lauk yang ada sayurnya, awalnya peserta didik enggan memakan sayur yang mereka bawa, tetapi lambat laun mereka mau memakan sayur yang mereka bawa, dengan membawa bekal ini tentunya mengurangi intensitas jajan peserta didik sehingga mereka lebih banyak mengonsumsi makanan sehat.

Di awal kegiatan dilaksanakan Guru merasa sungkan karena takut membebani wali murid, tetapi melihat antusiasme dan rasa terima kasih wali murid guru merasa bahwa kegiatan ini baik untuk dilanjutkan setiap hari.

Kegiatan membawa bekal ke sekolah berorientasi pada indikator PHBS Mencuci tangan sebelum makan dan mengkonsumsi jajan/makanan sehat yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan menekan angka sunting pada anak.

Referensi

Dokumen terkait

MELALUI PROGRAM SEKOLAH SEHAT, TK AISYIYAH 1 CIKELET MEWUJUDKAN SEKOLAH UNGGULAN DALAM PENGEMBANGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN.

"Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar. di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Guru UKS terhadap penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada

Judul Skripsi : Pengaruh Promosi Kesehatan Dengan Metode Bibliotherapy Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Anak Sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada anak Sekolah

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sendiri untuk menolong diri sendiri, keluarga dan masyarakat untuk menjaga, melindungi

HASIL DAN PEMBAHASAN Kami telah menyelesaikan program kerja sosialisasi dan praktek perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah Luar Biasa Negeri Mapilli penerapan PHBS pada siswa

Dokumen ini membahas tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah melalui edukasi, kegiatan praktis, promosi gizi seimbang, kegiatan fisik, dan penerapan kebersihan