PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI
Disusun Oleh :
1. Dwi Mutiara 21121006
2. Aprizal Virmansyach 20120002
Kelas : 2B
PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA
TEGAL 2021/2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penyusunan makalah yang berjudul " PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI" dapat selesai tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini, Kami juga ingin mengucapkan terima kasih dengan hati yang tulus kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini semoga Tuhan senantiasa membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempuma, oleh karena itu Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna perbaikan dan kelengkapan penyusunan makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...2
Daftar Isi...3
BAB I PENDAHULUAN...4
A. Latar Belakang...4
B. Rumusan Masalah...5
C. Pembahasan...5
BAB II PEMBAHASAN...6
A. Definisi Gerakan Anti Korupsi...6
B. Peran Peran Mahasiswa Dalam Gerakan Anti Korupsi...8
C. Keterlibatan Mahasiswa Dalam Gerakan Anti Korupsi...11
D. Strategi Dalam Gerakan Anti Korupsi...13
BAB III PENUTUP...15
A. Kesimpulan...15
B. Saran...15
Daftar Pustaka...16
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Korupsi di Indonesia yang dari tahun ke tahun semakin meningkat dan sudah dalam kondisi yang cukup parah. Sejumlah kerugian yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Serta Tindakan korupsi yang sudah menjadi budaya di masyarakat. Korupsi yang sudah tidak terkendali akan membuat negara semakin terpuruk perekonomian rakyatnya.
Oleh karena itu korupsi tidak bisa di golongkan sebagai kejahatan yang bisa tetapi luar biasa karena korupsi tidak bisa di selesaikan secara mudah harus dengan penganangan yang luar biasa. Di Indonesia sendiri hukuman untuk orang yang melakukan korupsi belum tegas dan masih lemah dalam penangan kasus korupsi.
Mahasiswa dalam sejarah di indonesia memiliki peranan yang cukup banyak dalam membangun negeri. Walaupun jaman terus bergerak dan berubah, namun untuk penangannan tindak korupsi masih sangan lamban.
Semangat dari mahasiwa yang ingin melakukan perubahan dengan melakukan aksi demo untuk menyuarakan yang dianggap tidak adil untuk membentuk budaya anti korupsi. Dengan demikian mahasiswa perlu di bekali pengetahuan tentang korupsi dan pemberentasannya.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi?
2. Apa saja keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi?
3. Apa saja Strategi dalam Gerakan anti korupsi?
C. PEMBAHASAN
Adapun tujuan nya sebagi berikut
1. Untuk mengatuhi peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi 2. Untuk keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi 3. Bisa memahami Strategi dalam Gerakan anti korupsi
BAB II PEMBAHASAN
A. DEFINISI GERAKAN ANTI KORUPSI
Korupsi di Indonesi sudah terjadi sejak lama dari awal berdirinya bangsa sampai sekarang, Berbagai peraturan perundangan tentang pemberantasan korupsi juga sudah dibuat. Dan juga berbagai institusi pemberantasan korupsi silih berganti didirikan, dimulai dari Tim Pemberantasan Korupsi pada tahun 1967 sampai dengan pendirian KPK pada tahun 2003. Namun demikian harus diakui bahwa upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil maksimal. Hal ini antara lain terlihat dari masih rendahnya angka Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. Berdasarkan UU No.30 tahun 2002, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dirumuskan sebagai serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
Rumusan undang-undang tersebut menyiratkan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak akan pemah berhasil tanpa melibatkan peran (tiga) unsur utama, yaitu: pencegahan, penindakan, dan peran serta masyarakat. Pencegahan adalah seluruh upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku koruptif. Pencegahan juga sering disebut sebagai kegiatan Anti-korupsi yang sifatnya preventif. Penindakan adalah seluruh upaya yang dilakukan untuk menanggulangi atau memberantas terjadinya tindak pidana korupsi. Penindakan sering juga disebut sebagai kegiatan Kontra Korupsi yang sifatnya represif. Peran serta masyarakat adalah peran aktif perorangan, organisasi kemasyarakatan, atau lembaga swadaya masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Salah satu upaya pemberantasan korupsi adalah dengan sadar melakukan suatu
Gerakan Anti-korupsi di masyarakat. Gerakan ini adalah upaya bersama yang bertujuan untuk menumbuhkan Budaya Anti Korupsi di masyarakat. Dengan tumbuhnya budaya anti korupsi di masyarakat diharapkan dapat mencegah munculnya perilaku koruptif. Gerakan Anti Korupsi adalah suatu gerakan jangka panjang yang harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait, yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat. Dalam konteks inilah peran mahasiswa sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat sangat diharapkan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pada dasamya korupsi itu terjadi jika ada pertemuan antara tiga faktor utama, yaitu: niat, kesempatan dan kewenangan. Niat adalah unsur setiap tindak pidana yang lebih terkait dengan individu manusia, misalnya perilaku dan nilai-nilai yang dianut oleh seseorang. Sedangkan kesempatan lebih terkait dengan sistem yang ada.
Sementara itu, kewenangan yang dimiliki seseorang akan secara langsung memperkuat kesempatan yang tersedia. Meskipun muncul niat dan terbuka kesempatan tetapi tidak diikuti oleh kewenangan, maka korupsi tidak akan terjadi. Dengan demikian, korupsi tidak akan terjadi jika ketiga faktor tersebut, yaitu niat, kesempatan, dan kewenangan tidak ada dan tidak bertemu.
Sehingga upaya memerangi korupsi pada dasamya adalah upaya untuk menghilangkan atau setidaknya meminimalkan ketiga faktor tersebut. Gerakan anti-korupsi pada dasamya adalah upaya bersama seluruh komponen bangsa untuk mencegah peluang terjadinya perilaku koruptif. Dengan kata lain gerakan anti-korupsi adalah suatu gerakan yang memperbaiki perilaku individu (manusia) dan sistem untuk mencegah terjadinya perilaku koruptif.
Diyakini bahwa upaya perbaikan sistem (sistem hukum dan kelembagaan serta norma) dan perbaikan perilaku manusia (moral dan kesejahteraan) dapat menghilangkan, atau setidaknya memperkecil peluang bagi berkembangnya korupsi di negeri ini. Upaya perbaikan perilaku manusia antara lain dapat dimulai dengan menanamkan nilai-nilai yang mendukung terciptanya perilaku anti-koruptif. Nilai-nilai yang dimaksud antara lain adalah kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Penanaman nilai-nilai ini kepada
masyarakat dilakukan dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan kebutuhan. Penanaman nilai-nilai ini juga penting dilakukan kepada mahasiswa. Pendidikan anti- korupsi bagi mahasiswa dapat diberikan dalam berbagai bentuk, antara lain kegiatan sosialisasi, seminar, kampanye atau bentuk-bentuk kegiatan ekstra kurikuler lainnya. Pendidikan anti korupsi juga dapat diberikan dalam bentuk perkuliahan, baik dalam bentuk mata kuliah wajib maupun pilihan.
Upaya perbaikan sistem antara lain dapat dilakukan dengan memperbaiki peraturan perundang-undangan yang berlaku, memperbaiki tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi, menciptakan lingkungan kerja yang anti-korupsi, menerapkan prinsip-prinsip clean and good govemance, pemanfaatan teknologi untuk transparansi, dan lain-lain. Tentu saja upaya perbaikan sistem ini tidak hanya merupakan tanggungjawab pemerintah saja, tetapi juga harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan termasuk mahasiswa. Pengetahuan tentang upaya perbaikan sistem ini juga penting diberikan kepada mahasiswa agar dapat lebih memahami upaya memerangi korupsi.
B. PERAN PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI
Berbagai hal sudah dilakukan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, dalam sejarahnya mahasiswa memiliki pereran yang sangat penting. Apabila kita melihat sejarah perjuangan bangsa di awali dengan pegerakan melawan Belanda oleh Mahasiswa Kedokteran STOVIA.
Kemudian Presiden pertama kita yakni Soekarno merupakan tokoh pergerakan mahasiswa. Selajutnya mahasiwa pada orde lama melakukan aksi protes kepada perintah yang dianggap korup, Mahasiswa ini terbagung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa).
Masa Orde baru yang dipimpin oleh Soerharto sebenarnya sudah dibangun sebuah Lembaga anti korupsi tetapi tidak efektif dalam menidak
lanjuti korupsi. Mahasiswa melakukan demo disebabkan oleh kenaikan bahan bakar, minyak tanah, harga harga bahan pokok. Mahasiswa menganggap bahwa korupsi adalah masalah utama di negera Indonesia kala itu. Pada Tahun 1997 akhirnya mahasiswa menuntut lengsernya soeharto. Setelah Rezim 32 tahun lamanya bertahan tergeser pemerintah terus peraturan tentang pemberantasan korupsi yang lebih tegas dan menambahkan peraturan tentang korupsi pada pemerintahan selanjutnya.
Perjuangan mahasiwa dalam memerangi korupsi. Perjuangan melawan korupsi masih sampai sekarang tidak kalah susahnya dengan masa lampau.
Kondisi yang membuat bangsa Indonesia terpuruk, yaitu masalah korupsi yang merebak di seluruh bangsa ini. Mahasiswa harus berpandangan bahwa korupsi adalah musuh utama bangsa Indonesia dan harus diperangi.
Dalam Gerakan anti korupsi mahasiswa sangat diharapkan dapat menjadi penggerak agen perubahan dalam pemberantasan korupsi. Maka mahasiswa bertindak dengan cara :
a. Menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di kampus
Untuk menciptakan Menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di kampus dimulai dengan diri sendiri. Dimulai dengan masuk perkuliahan, mahasiwa perlu mengkritisi kebijakan atau peraturan kampus agar tidak ada peluang terjadinya korupsi. Bila pada saat masuk sudah masuk atau memberikan uang suap kepada para pihak pengurus beasiswa dan macam- macam tindakan lainnya. Maka hal ini akan terus berkelanjutan dan menjadi sebuah kebiasaan.
Dengan adanya kesadaran serta komitmen dari diri sendiri dan sebagai pihak pengontrol kebijakan intemal kampus maka bisa menekan jumlah pelaku korupsi. Upaya lain untuk menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di lingkungan kampus adalah mahasiswa bisa membuat koperasi atau kantin jujur. Tindakan ini diharapkan agar lebih mengetahui secara jelas signifikansi resiko korupsi di lingkungan kampus.Mahasiswa
juga bisa berinisiatif membentuk organisasi atau komunitas intra kampus yang berprinsip pada upaya memberantas tindakan korupsi. Organisasi atau komunitas tersebut diharapkan bisa menjadi wadah mengadakan diskusi atau seminar mengenai bahaya korupsi. Selain itu organisasi atau komunitas ini mampu menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan intemal kampu.
Mahasiwa bisa memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai korupsi dan dampaknya sehingga bisa melawan korupsi di daerah lingkungan mereka.
b. Menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan pemerintah.
Mahasiswa dapat menjadi pengotrol kebijakan dari pemerintah jika dirasa kurang baik dalam keadilan dan kesejajteraan masyarakat untuk mencapai negosisasi yang terbaik bagi semua. Mahasiwa harus :
i. Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik.
ii. Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh
iii. Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional
iv. Membuka wawasan seluas- luas nya pemahaman tentang penyelenggaraan pemerintahan negara dan aspek-aspek hukumnya.
v. Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas.
C. KETERLIBATAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI
Sebagai mahasiswa keterlibatannya dibagi menjadi beberapa macam yaitu :
a. Di Lingkungan Keluarga
Dimulai dari yang terdekat, melakukan pengamatan dari keseharian dari setiap anggota keluarga. Melihat dari aturan / tata aturan/tata tertib yang berlaku. Substansi dari dilanggamya aturan/tata tertib adalah dirugikannya orang lain karena haknya terampas. Terampasnya hak orang lain merupakan cikal bakal dari tindakan korupsi
Justru anggota keluarga adalah orang-orang terdekat,yang setiap saat bertemu dan berkumpul, maka pengamatan terhadap adanya peilaku korupsi yang dilakukan di dalam keluarga seringkali menjadi bias adan kita terkadang tidak berani menegur anggota keluarga kita saat terjadi nya korupsi. Maka dari itu kita harus berani menegur atau memberi wawasan tentang korupsi tersebut.
b. Di Lingkungan Kampus
Mahasiswanya sendiri dan orang lain seorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah agar dirinya sendiri tidak berperilaku koruptif dan tidak korupsi. Sedangkan untuk bersosialisasi seorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah agar rekan-rekannya sesama mahasiswa dan organisasi mahasiswa di kampus tidak berperilaku koruptif dan tidak korupsi
Mencoba berbagai kegiatan untuk menumbuhkan nilai-nilai anti- korupsi kepada komunitas mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan agar tumbuh budaya anti korupsi di mahasiswa. Kegiatan kampanye, sosialisasi, seminar, pelatihan, kaderisasi dan lain-lain dapat dilakukan untuk menumbuhkan budaya anti korupsi. Kegiatan kampanye ujian bersih atau anti mencontek misalnya, dapat dilakukan untuk
menumbuhkan antara lain nilai-nilai keija keras, kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian. Kantin kejujuran adalah contoh lain yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
c. Di Masyarakat Sekitar
Hal yang sama dapat dilakukan oleh mahasiswa atau kelompok mahasiswa untuk mengamati lingkungan di lingkungan masyarakat sekitar, misalnya:
1. Melihat pada kantor pemerintahan menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakatnya dengan sewajamya: pembuatan KTP, SIM, KK, dll bila ada biaya melihat biaya yang di dilihat wajar atau tidaknya.
Kita juga bisa mencari di internet tentang biaya yang harus dikeluakan untuk pelayanan.
2. Melihat infrastruktur kota bagi pelayanan public, Misalnya: kondisi jalan, penerangan terutama diwaktu malam, ketersediaan fasilitas umum, rambu-rambu penyebrangan jalan, dsb.
3. Pelayanan publik yang sesuai dan tepat sasaran. Dan lain sebagainya
d. Di Tingkat Lokal dan Nasional
Dalam tingkat nasional , keterlibatan seorang mahasiswa dalam gerakan anti korupsi bertujuan agar dapat mencegah terjadinya perilaku koruptif dan tindak korupsi yang massif dan sistematis di masyarakat.
Mahasiswa dengan kompetensi yang dimilikinya dapat menjadi pemimpin (leader) dalam gerakan massa anti korupsi baik yang bersifat local maupun nasional.
Berawal dari kegiatan-kegiatan yang terorganisir dari dalam kampus, mahasiswa dapat menyebarkan perilaku anti korupsi kepada masyarakat luas, dimulai dari masyarakat yang berada di sekitar kampus kemudian akan meluas ke lingkup yang lebih luas.
Dari Sabang sampai Merauke diharapkan semua wilayah di Indonesia bisa di perhatikan oleh pemerintahdan sejahtera hidupnya. Dengan berbagai kekayaan di Indoneisa jangan sampai hanya untuk memperkaya diri sendiri tap bisa mensejahterahkan rakyatnya.
D. STRATEGI DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI
Upaya memerangi korupsi bukanlah hal yang mudah. Dari pengalaman Negaranegara lain yang dinilai sukses memerangi korupsi, segenap elemen bangsa danmasyarakat harus dilibatkan dalam upaya memerangi korupsi melalui cara-cara yang mendasar
Upaya pemberantasan korupsi meliputi beberapa prinsip, antara lain:
a. memahami hal-hal yang menjadi penyebab korupsi,
b. upaya pencegahan, investigasi, serta edukasi dilakukan secara bersamaan,
c. tindakan diarahkan terhadap suatu kegiatan dari hulu sampai hilir (mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan aspek kuratifnya) dan meliputi berbagaui elemen.
Sebagaimana Hong Kong dengan ICAC-nya, maka strategi yang perlu dikembangkan adalah strategi memerangi korupsi dengan pendekatan tiga pilar yaitu preventif, investigative dan edukatif. Strategi preventif adalah strategi upaya encegahan korupsi melalui perbaikan system dan prosedur dengan membangunbudaya organisasi yang mengedepankan prinsip-prinsip fairness, transparency, accountability & responsibility yang mampu mendorong setiap individu untuk melaporkan segala bentuk korupsi yang terjadi. Strategi investigatif adalah upaya memerangi korupsi melalui deteksi, investigasi dan penegakan hukum terhadap para pelaku korupsi. Sedangkan strategi edukatif adalah upaya pemberantasan korupsi dengan mendorong masyarakat untuk berperan serta memerangi korupsi dengan sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-masing. Kepada masyarakat perlu ditanamkan nilai-nilai kejujuran (integrity) serta kebencian terhadap korupsi melalui pesan-pesan moral.
Kemudian komisi pemberantasan korupsi dalam bukunya mengenal panduan memberantas korupsi dengan mudah dan menyenangkan.
Mengelomp okkan strategi pemberantasan tersebut ke dalam 3 strategi, yaitu : a. Sirategi Represif
b. Strategi ini adalah strategi penindakan tindak pidana korupsi dimana seseorang diadukan, diselidiki, dituntut, dan di eksekusi berdasarkan saksi- saksi dan alat bukti yang kuat.
c. Strategi perbaikan system.
d. Strategi perbaikan system dilakukan untuk mengurangi potensi korupsi caranya dengan kajian system, penataan layanan public melalui koordinasi/supervise pencegahan serta transfaransi penyelenggaraan Negara.
e. Strategi edukasi dan kampanye
f. Strategi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang memiliki peran strategi dalam pemberantasan korupsi. Melalui strategi ini akan dibangun perilaku dan budaya anti korupsi. Edukasi dilakukan pada segenap lapisan masyarakat sejak usia dini. Ketiga strategi tersebut harus dilaksanakan secara bersamaan.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Gerakan anti korupsi bukan hanya peran mahasiswa saja tetapi juga seluruh masyrakat Indonesia untuk peluang terjadinya korupsi. Pada Setiap orang juga harus ditanami perlilaku anti korupsi.
Dalam pencegahan pada setiap elemen masyarakat, masyarakat harus diberi pengatuhuan tentang Pendidikan anti korupsi. Melalui seminar, kampanye. dan sosialiasi. Peran mahasiswa sendiri bisa memberikan sosialisasi ataupun kegiatan anti korupsi yang pastinya mahasiwa sendiri sudah dibekali dengan pengatuhuan anti korupsi juga, Dengan demikian diharapka dapat memberantas korupsi sampai ke akar
B. SARAN
Mahasiswa dapat berperan aktif dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan peraturan dan berpihak kepada rakyat dan juga mengkritisi setiap perturan yang baru agar bisa adil.
Saat ini banyak peraturan yang masih tidak seimbang dan hanya mementingkan suatu golongan tertentu mahasiswa dapat menyuarakan ke tidak seimbangan ini kepada pemerintah. Semangan tersebut dapat mendorong dan menggerakan masyarakat atas ketidakadalin system penyelewengan jabatan dan korupsi.
DAFTAR PUSTAKA
https://kumparan.com/zulfadhlinasution/aksi-mahasiswa-dalam-sejarah- pemberantasan-korupsi-di-indonesia-1-1uF4c9DJYMT
https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/aksi/20220107-pentingnya-peran- mahasiswa-dalam-pencegahan-korupsi
https://www.bpkp.go.id/public/upload/unit/investigasi/files/Gambar/PDF/peran an_mahasiswa.pdf
https9//cgmjfurhcoujjmo.gmlns.wbrjprnss.ebk/6035/05/fcf-8-pnrco- kchcsmswc-
jclck-dnrcaco-cotm-abrupsm.pjg