• Tidak ada hasil yang ditemukan

perancangan dan penerapan sistem informasi akuntansi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "perancangan dan penerapan sistem informasi akuntansi"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BARANG DALAM RANGKA PENGENDALIAN INTERN

PADA PT PARIT PADANG BREBEK INDUSTRI SIDOARJO

SKRIPSI

Oleh :

NENO ALVAREZA MEILERINA PUTRI SHOLEHA 1612311028/FE/AK

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS

UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA 2020

(2)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Oleh :

NENO ALVAREZA MEILERINA PUTRI SHOLEHA 1612311028/FE/AK

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS

UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA 2020

(3)
(4)
(5)
(6)

iv

melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga skripsi dengan judul

“Perancangan dan Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang Dagang Dalam Rangka Meningkatkan Pengendalian Intern pada PT.

Parit Padang Berbek Industri Sidoarjo” dapat disusun dan diselesaikan dengan baik.

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu skripsi ini terlaksana berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati peneliti menyampaikan ucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada:

1. Bapak Brigjen. Pol (Purn) Drs. Edy Prawoto, SH, M.Hum. Rektor Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara) yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan studi di Program Studi Ekonomi Akuntansi Fakultas Ekonomi

& Bisnis Universitas Bhayangkara Surabaya.

2. Ibu Dr. Hj. Siti Rosyafah Dra. Ec, MM. Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Bhayangkara Surabaya yang telah memberikan izin penelitian.

3. Bapak Arief Rahman, SE.,M.Si. Kepala Program Studi Ekonomi Akuntansi atas dukungan dari awal penyusunan skripsi hingga skripsi ini selesai.

4. Bapak Syafi’i, SE,M.,Ak. putra Dosen Wali atas bimbingan dan arahan selama menempuh pendidikan di Program Studi Ekonomi Akuntansi.

(7)

v

5. Ibu Mahsina,SE.,M.Si. Dosen Pembimbing Skripsi atas bimbingan, arahan, dan dukungan dari awal penyusunan skripsi hingga skripsi ini selesai.

6. Ibu Drs. Masyhad, M.Si.,Ak.,CA. Dosen Pembimbing Skripsi atas bimbingan, arahan, dan dukungan dari awal penyusunan skripsi hingga skripsi ini selesai.

7. Kedua orang tuaku (Ayah Sholeh dan Ibu Ririn) yang selalu memberi nasehat, motivasi, do’a, dan dukungan kepada penulis dalam menjalani segala sesuatu dalam kehidupan ini pada umumnya dan perkuliahan pada khususnya. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, rezeki, keimanan, ketaqwaan dan ridho kepada keduanya.

8. Adik-adik tercinta (Clarissa, Rafi dan Inayah) atas motivasi dan do’anya dalam setiap langkahku.

9. Sahabat-sahabat tersayang (Dinda, Amel, Inda, Dilla, Jannah, Anggi, Ganet, Ilzam) atas kebersamaan, do’a, dukungan, dan motivasi di setiap langkahku.

10. Keluargaku (Kakek dan Nenek) atas do’a dan dukungannya.

11. Teman-teman Seangkatan tahun 2016 kelas A yang sama-sama berjuang dalam menyelesaikan skripsi. Terima kasih atas semangat dan doa’anya 12. Teman-teman Seangkatan tahun 2016 Fakultas Ekonomi & Bisnis Prodi

Ekonomi Akuntansi Universitas Bhayangkara Surabaya atas kebersamaan, dukungan, dan motivasi.

13. Pihak lain yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu yang telah terlibat dan membantu sehingga skripsi ini dapat disusun dengan baik dan lancar.

(8)

vi

Surabaya, 10 Juli 2020

Penulis

(9)

iv DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN SAMPUL DEPAN ... i

HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ... xv

ABSTRAK ... xvi

ABSTRACT ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Manfaat Penelitian ... 8

1.5 Sistematika Penulisan ... 8

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Penelitian Terdahulu ... 14

2.2. Landasan Teori ... 14

(10)

v

2.2.1 Sistem ... 14

2.2.1.1 Pengertian Sistem ... 14

2.2.1.2 Klasifikasi Sistem ... 15

2.2.1.3 Karakteristik Sistem ...16

2.2.1.4 Tujuan Sistem ...17

2.2.2 Informasi ... 18

2.2.5.1 Pengertian Informasi ... 18

2.2.5.2 Karakteristik Informasi ... 18

2.2.5.3 Kualitas Informasi ... 19

2.2.5.4 Fungsi Informasi ... 21

2.2.3 Sistem Informasi ... 21

2.2.3.1. Pengertian Sistem Informasi ... 21

2.2.3.2. Komponen Sistem Informasi ... 22

2.2.3.3. Tujuan Sistem Informasi ... 23

2.2.4 Akuntansi ... 24

2.2.4.1. Pengertian Akuntansi ... 24

2.2.4.2. Tujuan Akuntansi ... 24

2.2.5. Sistem Informasi Akuntansi ... 25

2.2.5.1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi ... 25

2.2.5.2. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi ... 25

2.2.5.3. Fungsi Sistem Informasi Akuntansi ... 26

(11)

vi

2.2.5.4. Manfaat dan Kegunaan Sistem Informasi Akuntansi ... 26

2.2.5.5. Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi ... 27

2.2.5.6. Komponen Sistem Informasi Akuntansi ... 28

2.2.6. Persediaan ... 28

2.2.6.1. Pengertian Persediaan ... 28

2.2.6.2. Fungsi Persediaan ... 30

2.2.6.3. Jenis-jenis Persediaan ... 30

2.2.6.4. Prosedur Persediaan Barang Dagang ... 31

2.2.7. Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang Dagang ... 38

2.2.7.1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang Dagang ... 38

2.2.8. Pengendalian Internal ... 51

2.2.8.1. Pengertian Pengendalian Internal ... 51

2.2.8.2. Tujuan Pengendalian Internal ... 53

2.2.8.3. Fungsi Pengendalian Internal ... 54

2.3. Kerangka Konseptual ... 55

2.4. Research Question Dan Model Analisis ... 56

2.4.1. Research Question ... 56

2.4.1.1. Main Research Question ... 56

2.4.2. Model Analisis ... 56

2.4.2.1. Bagan Model Analisis ... 56

(12)

vii

2.4.2.2. Proposisi Penelitian Yang Digunakan ... 57

2.4.2.3. Penegasan Logis Antara Data Dan Proposisi ... 58

2.5 Desain Studi Untuk Penelitian Kualitatif ... 59

BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Kerangka Proses Berpikir ... 60

3.2. Pendekatan Penelitian ... 61

3.3. Jenis dan Sumber Data ... 61

3.3.1. Jenis Data ... 61

3.3.2. Sumber Data ... 62

3.4. Unit Analisis ... 63

3.5. Teknik Pengumpulan Data ... 64

3.6. Teknik Analisa Data ... 65

BAB IV PEMBAHASN 4.1 Deskripsi Obyek Penelitian ... 66

4.1.1. Latar Belakang dan Sejarah Singkat Perusahaan ... 66

4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan ... 67

4.1.3. Struktur Organisasi ... 68

4.2. Hasil Analisis ... 73

4.2.1. Identifikasi Data dari Sistem Informasi Akuntansi atas Prosedur Persediaan Barang Dagang pada PT. Parit Padang ... 73

4.2.1.1.Catatan Akuntansi dan Prosedur Sistem Persediaan Barang Dagang PT. Parit Padang ... 73

(13)

viii

4.2.1.2. Dokumen yang digunakan pada Persediaan Barang Dagang PT. Parit Padang ... 74

4.2.1.3. Fungsi yang Terkait dalam Persediaan Barang Dagang pada PT. Parit Padang ... 76 4.2.2. Analisa Deskriptif Kualitatif Sistem Informasi Akuntansi Persediaan

Barang Dagang pada PT. Parit Padang ... 77

4.2.2.1. Prosedur yang membentuk Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Parit Padang ... 77

4.2.2.2. Bagan Alir Sistem Persediaan Barang Dagang pada PT. Parit Padang ... 78 4.2.2.3. Penjelasan Bagan Alir Sistem Persediaan Barang Dagang PT. Parit

Padang ... 82 4.2.3 Evaluasi Potensi Resiko dan Kelemahan Sistem Informasi Akuntansi

Persediaan Barang Dagang pada PT. Parit Padang ... 84 4.5. Interprestasi ... 85

4.5.1. Usulan Rekomendasi dan Solusi Atas Kelemahan dan Potensi Resiko yang Ditemukan Sistem Akuntansi Persediaan Barang Dagang pada PT. Parit Padang ... 85 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan ... 94 5.2. Saran ... 94 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(14)

ix

DAFTAR TABEL

Gambar 2.1 Prosedur Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi Yang dijual... 45

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Parit Padang ... 68

Gambar 4.2 Jenis Produk Penjualan PT. Parit Padang... 72

Gambar 4.3 Kartu Perhitungan Fisik ... 74

Gambar 4.4 Daftar Hasil Perhitungan Fisik ... 75

Gambar 4.5 Bukti memorial ... 75

Gambar 4.6 Bagan Alir Pencatatan Produk, Pencatatan Harga Produk Yang Dijual, dan Pengeluaran Barang ... 79

Gambar 4.7 Bagan Alir Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli dan PermintaanBarang ... 80

Gambar 4.8 Rekemendasi Struktur Organisasi PT. Parit Padang ... 85

Gambar 4.9 Usulan Bagan Alir Pencatatan Produk, Pencatatan Harga Produk Yang Dijual, dan Pengeluaran Barang ... 87

Gambar 4.10 Usulan Bagan Alir Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli dan PermintaanBarang ... 88

(15)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Prosedur Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi Yang dijual ..….45

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Parit Padang ………..….68

Gambar 4.2 Jenis Produk Penjualan PT. Parit Padang ………..….72

Gambar 4.3 Kartu Perhitungan Fisik ………..….74

Gambar 4.4 Daftar Hasil Perhitungan Fisik ………..…….75

Gambar 4.5 Bukti memorial ………..….75

Gambar 4.6 Bagan Alir Pencatatan Produk, Pencatatan Harga Produk Yang Dijual, dan Pengeluaran Barang ………...79

Gambar 4.7 Bagan Alir Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli dan PermintaanBarang ………...80

Gambar 4.8 Rekemendasi Struktur Organisasi PT. Parit Padang ……..…….85

Gambar 4.9 Usulan Bagan Alir Pencatatan Produk, Pencatatan Harga Produk Yang Dijual, dan Pengeluaran Barang ………..……….87

Gambar 4.10 Usulan Bagan Alir Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli dan PermintaanBarang ………88

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Parit Padang ………68

Gambar 4.2 Jenis Produk Penjualan PT. Parit Padang ...72

Gambar 4.3 Kartu Perhitungan Fisik ...74

Gambar 4.4 Daftar Hasil Perhitungan Fisik ………75

Gambar 4.5 Bukti memorial ………75

Gambar 4.6 Bagan Alir Pencatatan Produk, Pencatatan Harga Produk Yang Dijual, dan Pengeluaran Barang ………79

(16)

xi

Gambar 4.7 Bagan Alir Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli dan

PermintaanBarang ………80

Gambar 4.8 Rekemendasi Struktur Organisasi PT. Parit Padang ………85 Gambar 4.9 Usulan Bagan Alir Pencatatan Produk, Pencatatan Harga Produk Yang Dijual, dan Pengeluaran Barang ………87 Gambar 4.10 Usulan Bagan Alir Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli

dan PermintaanBarang ………88

(17)

xii

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kartu Bimbingan

Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian

(18)

xvi ABSTRAK

PERANCANGAN DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BARANG DAGANG DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN PADA PT. PARIT PADANG BERBEK INDUSTRI

SIDOARJO

Oleh: Neno Alvareza Meilerina Putri Sholeha

PT. Parit Padang Berbek Industri Sidoarjo adalah sebuah perusahaan dagang yang bergerak di bidang penjualan berbagai jenis obat/farmasi, peralatan kesehatan, food dan kosmetik. Permasalahan yang terjadi adalah adanya selisih jumlah stok barang digudang dengan jumlah stok barang yang ada pada pencatatan pembukuan serta kebijakan dalam prosedur penerimaan barang yang belum dijalankan sesuai dengan kebijakan perusahaan yang mengharuskan barang yang masuk harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu.Sistem akuntansi persediaan barang dagang yang ada pada PT. Parit Padang telah terlaksana dengan baik namun masih perlu adanya beberapa perbaikan. Hasil penelitiannya adalah Tidak adanya pemisahan antara fungsi gudang dengan fungsi Akuntansi mengakibatkan seringnya kesalahan dalam pencatatan persediaan dan lemahnya pengendalian internal terhadap stock persediaan. Tidak adanya fungsi penerimaan barang mengakibatkan adanya selisih jumlah stok barang digudang dengan jumlah stok barang yang ada pada pencatatan pembukuan.

Kata Kunci : Sistem akuntansi persediaan barang dagang, fungsi gudang, fungsi akuntansi.

(19)

xvii ABSTRACT

DESIGN AND APPLICATION OF TRADING INVENTORY ACCOUNTING INFORMATION SYSTEMS IN ORDER TO IMPROVE INTERNAL CONTROL IN

PT. SADOARJO INDUSTRIAL PADANG PARIT By: Neno Alvareza Meilerina Putri Sholeha

PT. Trench Padang Berbek Industri Sidoarjo is a trading company engaged in the sale of various types of drugs / pharmaceuticals, health equipment, food and cosmetics. The problem that occurs is the difference in the amount of stock in the warehouse with the amount of stock of goods in the accounting records as well as policies in the procedure for receiving goods that have not been carried out in accordance with company policy that requires incoming goods to be checked first. Accounting system for existing merchandise inventory at PT. The Padang Trench has been carried out well, but some improvement is still needed. The results of his research are the absence of separation between the warehouse function with the accounting function resulting in frequent errors in recording inventory and weak internal control over inventory stock. The absence of the function of receipt of goods results in a difference in the number of stock of goods in the warehouse with the amount of stock of goods in the accounting records.

Keywords: Merchandise inventory accounting system, warehouse function, accounting function.

(20)

1 1.1 Latar Belakang Masalah

Globalisasi diidentikkan dengan dunia tanpa batas dalam artinegara–negara dapat menjual produknya ke negara lainnya, serta dapat pula mendatangkan barang dan jasa dari negara lain. Era ini mendorong setiap negara harus efisien, tak terkecuali perusahaan yang ada di negara tersebut. Efisiensi merupakanfaktor daya saing setiap Negara maupun perusahaan. Pertumbuhan penduduk dan semakin bervariasinya kebutuhan masyarakat mengakibatkankebutuhan tidak dapat lagi dipenuhi dari satu sumber. Hal ini mendorong tumbuhnya persaingan usaha untuk meraih pasar seluas–luasnya. Perusahaan perlu melakukan inovasi agar mampu bersaing. Selain itu, semakin meningkatnya taraf hidup masyarakat juga mendorong perubahan pola pengeluaran dan pola konsumsi yang cenderung lebih menginginkan yang serba praktis.

Perkembangan arus globalisasi dan perkembangan teknologi menyebabkan pengaruh lingkungan usaha di tempat perusahaan beroperasi menjadi semakin luas dan kompleks, segala jenis perubahan yang berkembang akan menimbulkan banyak tekanan baik dari luar maupun dari dalam perusahaan. Tekanan–tekanan dari luar dapat berupa persaingan dengan perusahaan lain, kemajuan pendidikan serta teknologi infomasi yang lebih maju. Masalah yang harus diperhatikan adalah masalah yang berasal dari dalam perusahaan, yaitu masalah yang disebabkan

(21)

2

karena hubungan dan pelayanan yang baik dengan pelanggan serta masalah yang dihadapi oleh manajemen perusahaan.

Di zaman sekarang ini banyak sekali perusahaan baik perusahaan manufaktur, perusahaan jasa, dan perusahaan dagang yang saling bersaing demi mencapai target perusahaannya, karena banyaknya persaingan tersebut maka perusahaan dituntut untuk memiliki informasi yang akurat dan relevan guna mempertahankan jalannya kegiatan operasional perusahaan. Informasi tersebut haruslah dapat berguna untuk manajer agar dapat menjadi patokan manajer dalam mengambil keputusannya.Agar informasi tersebut dapat menjadi akurat dan relevan maka diperlukan sebuah sistem yang dapat mengatur tentang informasi tersebut. Sistem tersebut biasanya dikenal dengan nama sistem informasi.

Salah satu bentuk dari sistem informasi yang berguna bagi perusahaan adalah sistem informasi akuntansi yang secara umum membahas mengenai sistem akuntansi yang berjalan didalam suatu perusahaan.Sistem informasi akuntansi tersebut sangatlah penting bagi perusahaan karena sistem tersebut dapatmenjadi patokan apakah perusahaan tersebut berjalan dengan baik atau tidak. Sistem tersebut mencakup secara keseluruhan mengenai kegiatan yang ada di dalam perusahaan seperti: kegiatan penjualan, pembelian, penerimaan, pengeluaran kas hingga laporan keuangan yang ada diperusahaan. Bagian yang paling penting dari sistem informasi akuntansi tersebut yaitu persediaan barang dagang di karenakan persediaan menjadi salah satu aset yang sangat besar serta terpenting di dalam perusahaan saat menjalankan kegiatannya.Khususnya pada perusahaan dagang yang kegiatan utamanya adalah menjual barang dagang kepada konsumen secara

(22)

langsung baik secara kredit maupun tunai, tetapi jika jenis barang dagang yang akan dijual itu banyak maka penjualan dapat di lakukan secara kredit dengan tanggal jatuh tempo pembayaran yang akan ditetapkan oleh perusahaan seperti pada perusahaan distributor. Untuk melakukan proses penjualan barang dagang tersebut maka perusahaan harus mempunyai persediaan barang dagang yang siap dijual karena didalam sebuah perusahaan, persediaan memiliki arti penting tersendiri yang dapat mempengaruhi siklus produksi didalam sebuah perusahaan.Dengan adanya sistem akuntansi yang baik dalam perusahaan dapat menghindarkan perusahaan dari kegiatan pihak tertentu untuk melakukan penyelewengan, penipuan serta pemborosan terhadap harta kekayaan perusahaan dan meminimalkan penyalahgunaan prosedur yang telah ditentukan.

Salah satu tujuan dari setiap perusahaan adalah mencapai laba yang maksimal.

Dengan memperoleh laba yang maksimal, perusahaan dapat mempertahankan hidupnya, dapat berkembang dan dapat memenuhi tanggung jawab sosialnya.

Dalam mencapai tujuan tersebut maka diperlukan manajemen yang memiliki tingkat efektifitas yang tinggi, efisiensi biaya, serta keekonomisan operasional.

Menurut Bayangkara (2016:12), operasi yang berjalan secara hemat dan berdaya guna tanpa mengabaikan pencapaian tujuan perusahaan (hasil guna) akan mampu menghasilkan produk dengan harga pokok yang relatif lebih rendah dengan kualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Operasional perusahaan yang memiliki tingkat ekonomis yang tinggi akan menghasilkan produk dengan harga yang relatif lebih rendah. Harga yang relatif rendah tersebut dapat

(23)

4

meningkatkan dan memaksimalkan nilai pelanggan tanpa mengganggu keuntungan yang diharapkan.

Perusahaan tiap harinya melakukan berbagai transaksi. Transaksi dalam perusahaan juga memiliki karakteristik sendiri–sendiri, misalnya ada yang berhubungan dengan penerimaan kas, pengeluaran kas, ada yang berhubungan dengan pemindahan barang (baik dari da lam perusahaan ke pihak luar maupun sebaliknya), Karena memiliki karakteristik yang berbeda–beda, maka tiap transaksi harus dicatat dengan cara yang berbeda–beda, un tuk itu dibuatkan prosedur untuk menanggulangi masalah tersebut . Perusahaan senantiasa memberi perhatian yang besar pada persediaan. Tanpa persediaan, para pengusaha akan berhadapan dengan resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para pe langgannya. Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan lingkungan persaingan bisnis yang meningkat dengan cara memeriksa kembali setiap kegiatan internal dalam usaha untuk mendapatkan nilai tambah dengan biaya minimal.

Persediaan merupakan bagian utama dari aktiva lancar serta seringkali memiliki nilai yang cukup besar dan material bagi perusahaan dagang, maka persediaan harus menjadi perhatian utama bagi manajemen perusahaan.

Pengendalian terhadap persediaan harus dilakukan dengan baik oleh manajemen, karena persediaan yang menumpuk akan menimbulkan biayapenyimpanan tambahan, resiko kerusakan barang karena terlalu lama di gudang, sedangkan persediaan barang yang tidak tersedia jenis, kualitas, dan jumlah akan mengganggu operasional perusahaan.

(24)

Perusahaan dagang harus memberi perhatian terhadap persediaan. Menurut Jusup Al Haryono (2015:184), persediaan barang dagangan adalah merupakan elemen aktiva yang sangat aktif dalam operasi perusahaan dagang. Persediaan juga memiliki banyak potensi resiko seperti rawan kecurian, rawan rusak karena bencana, penyalahgunaan persediaan barang dagang, dsb. Kelancaran dari aktivitas operasional perusahaan ini tergantung pada semua pihak perusahaan, terutama semua pihak yang berada di fungsi operasional perusahaan. Oleh karena hal itu, maka manajemen harus memiliki pengendalian internal yang memadai.Persediaan barang dagang yang ada dalam perusahan itu bisa diperoleh dari distributor lain atau dipesan langsung dari pusat perusahaan. Persediaan tersebut ditampung di dalam sebuah gudang yang nantinya akan disalurkan kembali kepada para konsumen/masyarakat. Persediaan yang ada di gudang biasanya terdapat beberapa masalah yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan, untuk dapat meminimalisir masalah–masalah tersebut, maka perusahaan membutuhkan sebuah sistem yang dapat mengatur persediaan barangdagang yang ada didalam perusahaannya agar perusahaan dapat mengantisipasi kerugian tersebut. Sistem itu dibuat agar para manajer perusahaan dapat mengetahui proses yang dimulai dari pemasukan dan pengeluaran barang dagang.

Pengendalian internal dilakukan untuk tindakan pengamanan untuk mencegah terjadinya kerusakan, pencurian, maupun tindakan penyimpangan lainnya. Menurut Tuanakotta (2013:127), Pengendalian internal dirancang, diimplementasi, dan dipelihara oleh manajemen, dan karyawan lain untuk

(25)

6

menangani risiko bisnis dan risiko kecurangan yang diketahui mengancam pencapaian tujuan.Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Definisi pengendalian internal menurut COSO (2013) adalah proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan semua insan entitas, dirancang untuk memberikan keyakinan memadai untuk mencapai tujuan entitasyaitu efektivitas dan efisiensi operasi; keandalan pelaporan keuangan; danketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

PT. Parit Padang Berbek Industri Sidoarjo adalah sebuah perusahaan dagang yang bergerak di bidang penjualan berbagai jenis obat/farmasi, peralatan

kesehatan, food dan kosmetik. Produk yang dijual berupa obat-obatan dari PT. SOHO Global Health. PT. Parit Padang melakukan distribusi lebih dari

129.000 retail berupa farmasi, rumah sakit, klinik, apotek, outlet modern maupun tradisional ke seluruh Indonesia. Karena banyaknya produk yang didistribusikan oleh PT. Parit Padang Berbek Industri di Sidoarjo ini maka berdasarkan hasil penelitian bahwa permasalahan yang terjadi adalah adanya selisih jumlah stok barang digudang dengan jumlah stok barang yang ada pada pencatatan pembukuan serta kebijakan dalam prosedur penerimaan barang yang belum dijalankan sesuai dengan kebijakan perusahaan yang mengharuskan barang yang masuk harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Selisih itu didapat dari perbandingan pencatatan kartu stok digudang yang dicatat berdasarkan jumlah fisik stok sedangkan pembukuan dicatat berdasarkan nota pembelian sehingga dapat terjadi selisih stok dan spesifikasi barang yang tidak sesuai dengan pesanan

(26)

barang dagang dikarenakan oleh penerimaan barang yang masuk ke gudang tidak dilakukan pengecekkan ulang pada barang yang masuk, sedangkan kebijakan perusahaan mengharuskan adanya pengecekkan barang saat barang masuk, seperti pengecekan jenis barang, jumlah barang, dan ukuran barang.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul“ Perancangan dan Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang Dagang Dalam Rangka Meningkatkan Pengendalian Intern pada PT. Parit Padang Berbek Industri Sidoarjo”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dikemukakan, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:

Bagaimana perancangan danpenerapan Sistem Informasi Akuntansi persediaan barang dagang dalam meningkatkan pengendalian intern pada PT. Parit Padang berbek Industri Sidoarjo?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian dari rumusan masalah, maka dapat disimpulkan tujuan dari peneliti tersebut adalah:

Untuk mengetahui perancangan danpenerapan Sistem Informasi Akuntansi persediaan barang dagang dalam meningkatkan pengendalian intern pada PT.

Parit Padang berbek Industri Sidoarjo

(27)

8

1.4 Manfaat Penelitian

Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan berguna bagi seluruh pihak diantaranya:

1. Bagi Peneliti

Dengan melakukan penelitian ini penulis dapat menambah pengetahuan, pengalaman, serta dapat membandingkan antara fakta yang ada dengan teori–

teori yang telah dipelajari.

2. Bagi Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah yang terjadi dalam kegiatan perusahaan terutama dalam pengendalian intern persediaan barang dagang.

3. Bagi Pembaca

Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber informasi serta bahan referensi untuk penelitian–penelitian selanjutnya.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan secara garis besar diuraikan sebagai berikut:

BAB I :PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

(28)

BAB II :TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi penelitian terdahulu, landasan teori mengenai sistem akuntansi persediaan barang dagang, fungsi terkait, dokumen yang digunakan, catatan akuntansi yang digunakan, jaringan prosedur yang membentuk sistem dan unsur pengendalian internal.

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini membahas mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, jenis data, teknik pengumpulan data dan teknis analisis data.

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi gambaran umum perusahaan yang berisikan tentang sejarah singkat PT. Parit Padang berbek Industri Sidoarjo, struktur organisasi dan hasil penelitian yang didapat serta pembahasan tentang analisis sistem pada perusahaan dan rancangan sistem akuntansi yang diusulkan.

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan rancangan sistem berdasarkan yang diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

(29)

10 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu

Di bawah ini di uraikan beberapa penelitian sebelumnya yang dijadikan acuan penulis dalam penelitian ini. Penelitian yang sebelumnya diantaranya adalah sebagai berikut:

2.1.1. Ulfatuzzahroh, Universitas Islam Negeri Maliki Malang 2014

Penelitian mengenai perancangandan penerapan sistem informasi akuntansi persediaan barang dagangan sebelumnya pernah dilakukan oleh Ulfaruzzahroh dengan judul “Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan barang dagangan pada Bussiness Center UIN Maliki Malang” Persamaan dari penelitian ini adalah peneliti sama-sama membahas tentang penelitian terdahulu analisa sistem informasi akuntansi. Perbedaan pada peneliti terdahulu meneliti tentang Persediaan barang dagang Universitas Islam Negeri Maliki Malang, Sedangkan penelitian ini disamping menerapkan dan merancang Sistem Informasi Akuntansi (SIA) persediaan barang dagang dalam rangka meningkatkan pengendalian internal secara tepat juga membahas tentang pentingnya sistem dan prosedur persediaan barang dagang pada PT. Parit Padang Berbek Industri Sidoarjo.

Adapun persamaan dan perbedaan penelitian Ulfatuzzahroh (2014) dengan penelitian saat ini adalah sebagai berikut:

Persamaan:

a. Variabel penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini sama-sama menganalisa sistem informasi akuntansi.

(30)

b. Penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini sama-sama menggunakan metode kualitatif.

Perbedaan:

a. Penelitian terdahulu bergerak di bidang jasa pendidikan dan penelitian sekarangbergerak dalam bidang usaha dagang.

b. Lokasi penelitian terdahulu terdapat di UIN Maliki Malang. Sedangkan penelitian saat ini terdapat di PT. Parit Padang Berbek Industri Sidoarjo.

2.1.2. Dhika Permana, Universitas Negeri Yogyakarta 2015

Penelitian Dhika Permana menggunakan UD. Utama Jati di Yogyakarta pada tahun 2015. Hasil penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Bahan Baku” Hasil dari analisissistem menunjukkan bahwa sistem layak untuk dikembangkan, layak karena sistem baru sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam menghasilkan laporan terkait persediaan bahan baku.

Secara ekonomi, sistem juga layak dikembangkan, dengan masa payback period 7 bulan, NPV Rp 3.027.510. Desain sistem menggunakan software microsoft access sebagai pengolah database dan microsoft visual basic 6 sebagai desain interface, dari desain tersebut terdapat 8 tabel yang meliputi: Tabel jenis barang, supplier, pembelian, pembelian detail, order barang, retur pembelian, transaksi serta login dan 6 form yang meliputi: form jenis barang, form pemasok, form pembelian, retur pembelian, order barang, serta pengeluaran bahan baku. Implementasi sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku pada UD. Utama Jati Yogyakarta dimulai dengan tahapan persiapan implementasi, pelatihan kepada calon user, dan pengujian sistem. Pada saat melakukan pengujian sistem informasi akuntansi

(31)

12

persediaan bahan baku terbukti mampu memberikan informasi yang dibutuhkan, yaitu : (a) Laporan Persediaan Bahan Baku, (b) Laporan Pembelian, (c) Laporan Retur Pembelian, (d) Laporan Transaksi Pengeluaran Bahan Baku, (e) Laporan Suplier, (f) Laporan Order Barang. Merode konversi yang dilakukan adalah metode konversi langsung.

Adapun persamaan dan perbedeaan penelitian Dhika Permana(2015) dengan penelitian sekarang adalah sebagai berikut:

Persamaan:

a. Variabel penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini sama-sama menganalisa sistem informasi akuntansi.

b. Penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini sama-sama menggunakan metode kualitatif.

c. Peneliitian terdahulu dan penelitian sekarang sama-sama bergerak dalam bidang usaha dagang.

Perbedaan:

a. Lokasi penelitian terdahulu terdapat di UD. Utama Jati Yogyakarta. Sedangkan lokasi penelitian sekarang terdapat di PT. Parit Padang Berbek Industri Sidoarjo.

2.1.3. Wahyu Galih Prastowo, Universitas Negeri Yogyakarta 2017

Penelitian Wahyu Galih Prastowo menggunakan UD. Puteri Bakery pada tahun 2017. Hasil penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan barang dagang dan Bahan Baku” mempunyai kesimpulan 1) SistemInformasi Akuntansi Persediaan Barang Dagang dan Bahan Baku pada UD.

(32)

Puteri Bakery masih menggunakan sistem manual, 2) Fungsi yang terkait pemilik, produksi, pengemasan keuangan, distribusi dan dagang, 3) Dokumen yang digunakan nota pembelian dan retur, 4) Catatan yang digunakan catatan pembelian, catatan penjualan dan rekapitulasi persediaan barang dagang dan bahan baku, 5) Prosedur yang digunakan prosedur pembelian, prosedur retur pembelian, prosedur penjualan dan prosedur retur penjualan, 6) Berdasarkan analisis PIECES dapat disimpulkan bahwa sistem lama masih banyak kelemahan, dan berdasarka analisis kebutuhan sistem, secara fungsional dan nonfungsional, perancangan sistem yang baru diperlukan bagi perusahaan berdasarkan hasil analisis kelayakan dari kelima aspek TELOS, 7) Pengembangan sistem meiputi:

a) Desain database, b) Desain input, c) Desain output terdiri dari: laporan pembelian dan retur, laporan penjualan dan retur, laporan persediaan barang dagang dan laporan persediaan bahan baku, d) Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan dengan lancar.

Adapun persamaan dan perbedaaan penelitian Wahyu Galih Prastowo (2017) dengan penelitian sekarang adalah sebagai berikut:

Persamaan:

a. Variabel penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini sama-sama menganalisa sistem informasi akuntansi.

b. Penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini sama-sama menggunakan metode kualitatif.

c. Peneliitian terdahulu dan penelitian sekarang sama-sama bergerak dalam bidang usaha dagang.

(33)

14

Perbedaan:

a. Lokasi penelitian terdahulu terdapat di UD. Puteri Bakery. Sedangkan lokasi penelitian sekarang terdapat di PT. Parit Padang Berbek Industri Sidoarjo.

Dari penjelasan di atas dapat diambil suatu perbedaan penelitian saat ini dengan penelitian terdahulu seperti yang terdapat pada tabel 2.1

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Antara Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Sekarang

No Nama dan Judul Penelitian Persamaan Perbedaan

1 Ulfatuzzahroh (2014) Metode kualitatif

Sasaran Penelitian:

Persediaan bahan baku

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Bidang usaha jasa:

Persediaan barang dagangan pada Pendidikan

Business Center UIN MalikiMalang

2 Dhika Permana (2015) Metode kualitatif

Sasaran Penelitian:

Persediaan Barang dagang Perancangan Sistem Informasi Bidang usaha dagang

Akuntansi Persediaan bahan baku

UD. Utama Jati Yogyakarta

3 Wahyu Galih Prastowo (2017) Metode kualitatif

Sasaran Penelitian:

Persediaan barang dagang Perancangan Sistem Informasi Bidang usaha dagang Dan bahan baku

Akuntansi Persediaan Barang Dagang

dan Bahan Baku pada UD. Puteri

Bakery

Sumber: Diolah Peneliti (2019)

2.2. Landasan Teori 2.2.1. Sistem

2.2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut Mulyadi (2012:5) ”sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu dan diciptakan untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau yang rutin terjadi. Sistem akuntansi yang diterapkan oleh suatu

(34)

perusahaan berlainan, hal ini bergantung dari kebutuhan serta luas ruang lingkup perusahaan tersebut”.

Menurut Yakub (2012:22) “sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu”.

Menurut Susanto (2013:22) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi: “sistem adalah kumpulan dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu lebih lanjut Churchman dalam Daud dan Windana (2014:54) berpendapat bahwa sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan. Sementara Elemen Sistem terdiri dari: tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan”.

Menurut Umami (2013:11) “Sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian- bagian yang saling berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses dan output. Sedangkan menurut Baramuli dan Karamoy (2013:191) Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen- komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu”.

2.2.1.2. Klasifikasi Sistem

Menurut Sutabri (2012:15) sistem dapat diklasifikasikan sebagai:

1. Sistem abstrak dan sistem fisik.

2. Sistem alamiah dan sistem buatan.

3. Sistem deterministik dan sistem probabilistik.

4. Sistem terbukan dan sistem tertutup.

Sistem informasi masuk di dalam klasifikasi sistem fisik, sistem buatan manusia, sistem pasti dan sistem terbuka. Sebagai sistem fisik, sistem informasi mempunyai komponen-komponen fisik. Sebagai sistem buatan manusia, karena dirancamg dan dibuat oleh analis atau pemakai sistem. Sebagai sistem pasti, karena hasil dari sistem ini yang berupa informasi merupakan hasil yang sudah dirancang dan sudah ditentukan dengan sesuai dengan pemaikainya. Sebagai

(35)

16

sistem yang terbuka, karena sistem ini berhubungan dengan lingkungan luarnya.

Lingkungan luar sistem informasi dapat berupa sesuatu di luar sistem informasi ini tetapi masih di lingkungan atau sesuatu di luar lingkungan perusahaannya.

2.2.1.3. Karakteristik Sistem

Menurut Jogiyanto (2012:82), suatu sistem memiliki karakteristik tertentu, yaitu sebagai berikut:

1. Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

2. Batasan Sistem

Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar Sistem

Lingkungan luar system (envronment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi oprerasi sistem.

4. Penghubung Sistem

Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu sub sistem dengan sub sistem yang lainya.

5. Masukan Sistem

Masukan (input) energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenanceinput) dan masukan sinyal (signalinput). Maintenanceinput adalah energi yang dimasukkan supaya

(36)

sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energy yang diproses untuk didapatkan keluaran.

6. Keluaran Sistem

Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

7. Pengolahan Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran atau Tujuan Sistem

Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem.

2.2.1.4. Tujuan Sistem

Adapun tujuan sistem menurut Susanto (2013:117) yang bukunya berjudul Sistem Informasi Akuntansi adalah sebagai berikut:

Tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem. Agar supaya target tersebut bias tercapai, maka target atau sasaran tersebut harus diketahui terlebih dahulu ciri-ciri atau kriterianya. Upaya mencapai suatu sasaran tanpa mengetahui ciri-ciri atau kriteria dari sasaran tersebut kemungkinan besar sasaran tersebut tidak akan pernah tercapai. Ciri-ciri atau kriteria dapat juga digunakan sebagai tolak ukur dalam menilai suatu keberhasilan suatu sistem dan menjadi dasar di lakukannya suatu pengendalian. Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem merupakan kumpulan suatu komponen sistem

(37)

18

yang saling berhubungan satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan suatu kegiatan pokok perusahaan.

2.2.2. Informasi

2.2.2.1. Pengertian Informasi

Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Bambang Hartono (2013:15)

“information is data has been processed into a form that is meaningful to the recipient and is of real or perceived value in current or prospective decision.

(Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berguna bagi penerimanya dan memiliki nilai bagi pengambil keputusan saat ini atau di masa yang akan datang)”.

Menurut Sutarman (2012:47) “informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima”.

Menurut Sutabri (2012:29) “informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.

Baramuli dan Karamoy (2013:68) mendeskripsikan “informasi sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian (kumpulan fakta). Informasi terdiri dari data yang telah ditransformasi dan dibuat lebih bernilai melalui pemrosesan”.

2.2.2.2. Karakteristik Informasi

Menurut Chenhall dan Morris (2012:65) “mejelaskan bahwa terdapat beberapa karakteristik Informasi yaitu Scope (lingkup), timeliness (tepat waktu), agrregation (agregasi),danintegration (integrasi) yang dapat dideskripsikan”

sebagai berikut:

1. Scope (lingkup).

Didalam sistem informasi, broad scope (lingkup luas) mengacu kepada dimensi fokus, kuantifikasi, dan horison waktu.

2. Timeliness (tepat waktu).

Kemampuan para manajer untuk merespon secara tepat terhadap suatu peristiwa kemungkinan dipengaruhi oleh timeliness. Informasi yang timeliness

(38)

meningkatkan fasilitas untuk melaporkan peristiwa paling akhir dan untuk memberikan umpan balik secara tepat terhadap keputusan yang telah dibuat.

3. Aggregation (agregasi).

Yaitu memberikan informasi dalam berbagai bentuk agregasi yang berkisar dari pemberian bahan dasar, data yang tidak diproses hingga berbagai agregasi berdasarkan periode waktu atau area tertentu, misalnya pusat pertanggungjawaban atau fungsional.

4. Integration (integrasi)

Aspek pengendalian suatu organisasi yang penting adalah koordinasi berbagai segmen dalam sub organisasi. Karakteristik yang membantu koordinasi mencakup spesifikasi target yang menunjukkan pengaruh interaksi segmen dan informasi mengenai pengaruh keputusan pada operasi seluruh sub-sub unit organisasi.

2.2.2.3. Kualitas Informasi

Menurut Lippeveld, Sauborn, dan Bodart di dalam bukunya Hartono (2013:17-18) terdapat delapan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan nilai dari suatu informasi adalah sebagai berikut:

1. Relevansi

Informasi disediakan atau disajikan untuk digunakan. Oleh Karena itu, informasi yang bernilai tinggi adalah yang relevan dengan kebutuhan, yaitu untuk apa informasi itu digunakan.

(39)

20

2. Kelengkapan dan Keluasan

Informasi akan bernilai semakin tinggi, jika tersaji secara lengkap dalam cakupan yang luas. Informasi yang sepotong-potong, apalagi tidak tersusun sistematis, tentu tidak akan banyak artinya. Demikian pula bila informasi itu hanya mencangkup area yang sempit dari suatu permasalahan.

3. Kebenaran

Kebenaran informasi ditentukan oleh validitas atau dapatnya dibuktikan.

Informasi berasal dari data, dan data fakta. Informasi yang bernilai tinggi adalah informasi yang benar-benar berasal dari fakta, bukan opini atau ilusi.

4. Terukur

Informasi berasal dari data atau hasil pengukuran dan pencatatan terhadap fakta. Jadi, informasi yang bernilai tinggi adalah informasi yang jika dilacak kembali kepada datanya, data tersebut dapat diukur sesuai dengan faktanya.

5. Keakuratan

Informasi berasal dari data atau hasil pengukuran dan pencatatan terhadap fakta. Oleh karena itu kecermatandalam mengukur dan mencatat fakta akan menentukan keakuratan data dan nilai dari informasi yang dihasilkan.

6. Kejelasan

Informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk teks, tabel, grafik, chart, dan lain-lain. Namun, apapun bentuk yang dipilih, yang penting adalah menjadikan pemakai mudah memahami maknanya. Oleh sebab itu, selain bentuk penyajiannya harus benar, juga harus diperhatikan kemampuan pemakai dalam memahaminya.

(40)

7. Keluwesan

Informasi yang baik adalah yang mudah diubah-ubah bentuk penyajiannya sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi.

8. Ketepan Waktu

Informasi yang baik adalah informasi yang disajikan tepat pada saat dibutuhkan. Informasi yang terlambat datang menjadi informasi basi yang tidak ada lagi nilainya (misalnya untuk pengambilan keputusan).

2.2.2.4. Fungsi Informasi

Menurut Jogiyanto (2013:43) f”ungsi informasi adalah untuk menambah pengetahuan dan mengurangi ketidakpastian pemakai informasi. Fungsi informasi tidak mengarahkan pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi untuk mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian yang menyebabkan diambilnya suatu keputusan yang baik”.

2.2.3. Sistem Informasi

2.2.3.1. Pengertian Sistem Informasi

Menurut Sutarman (2012:13) “sistem informasi adalah sistem yang dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut Obrian dalam Yakub (2012:16)“bahwa sistem informasi merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras (hardwere), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang megumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi”.

Menurut Sutabri (2012:46) “sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

Menurut Loudon dalam bukunya yang berjudul sistem informasi akuntansi (2013:52)“sistem akuntansi adalah komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas didalam perusahaan”.

(41)

22

2.2.3.2. Komponen Sistem Informasi

Menurut Yakub (2012:20), bahwa sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen. Komponen sistem informasi disebut dengan istilah blok bangunan (building block). Komponen sistem informasi tersebut terdiri dari:

1. Blok Masukan (Input Blok)

Input memiliki data yang masuk kedalam sistem informasi, juga metode- metode untuk menagkap data yang di masukkan.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data.

3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Technology Block)

Blok teknologi digunakan untuk menerima input, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dari sistem secara keseluruhan.

Terdiri dari tiga bagiam utama, yaitu:

1) Teknisi (Brainwere)

2) Perangkat Lunak (Softwere) 3) Perangkat Keras (Hardwere) 5. Blok Basis Data (Databese Block)

(42)

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak (softwere) untuk memanipulasinya.

2.2.3.3. Tujuan Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto (2013:32) tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi (information) adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Tujuan sistem informasi terdiri dari:

1. Kegunaan (usefulness)

Sistem harus menghsilkan informasi yang tepat waktu dan relevan untuk mengambil keputusan manajemen dan personil operasi di dalam organisasi.

2. Ekonomi (economic)

Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian- pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak- tidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.

3. Keandalan (reability)

Keluaran sistem harus mempunyai tingakatan ketelitian yang tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif bahkan pada waktu komponen manusia tidak hadir atau saat komponen mesin tidak beroperasi secara temporer.

4. Pelayanan langganan (customer service)

Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada pelanggan.

(43)

24

5. Kesederhanaan (simplicity)

Sistem harus cukup sederhana, sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.

6. Fleksibilitas (fleksibility)

Sistem harus cukup fleksibel, untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

2.2.4. Akuntansi

2.2.4.1. Pengertian Akuntansi

MenurutSumarsan (2013:1) akuntansi adalah suatu seni untuk mengumpulkan, mengidentifikasikan, mengklasifikasikan, mencatat transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan, sihingga dapat menghasilkan informasi yaitu laporan keuangan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Menurut Daud dan Windana (2014:61) Akuntansi pada hakikatnya merupakan suatu proses yang dapat menghasilkan informasi yang digunakan manajer untuk menjalankan operasi perusahaan. Melalui akuntansi pulalah informasi perusahaan dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

2.2.4.2. Tujuan Akuntansi

Menurut Umami (2013:67) akuntasi berfungsi untuk mencatat piutang yang timbul dari transaksi penjualan kredit dalam membuat serta mengirimkan pernyataan piutang kepada para debitur, membuat laporan penjualan, dan juga

(44)

bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan yang dijual ke dalam persediaan.

2.2.5. Sistem Informasi Akuntansi

2.2.5.1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Susanto Azhar (2013:72)’ sistem informasi akuntansi adalah kumpulan dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik atau non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan”.

Menurut Loudon (2013:52) “sistem informasi akuntansi adalah komponen- komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas didalam perusahaan”.

Menurut Bodnard dan Hopwood (2013:12) “sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi”.

Menurut Daud dan Windana (2014:126) “Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi”.

2.2.5.2. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Berdasarkan pengertian sistem informasi, sistem informasi akuntansi memiliki tujuan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan oleh para pembuat keputusan, baik pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.

Terdapat tiga tujuan utama sistem informasi akuntansi menurut Baramuli dan Karamoy (2013:98) adalah sebagai berikut:

1. Untuk memperbaiki informasi yang diberikan oleh sistem dalam kualitas, ketepatan waktu atau struktur dari informasi tersebut.

2. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yang berarti memperbaiki daya andal informasi akuntansi dan menyediakan catatan

(45)

26

yang lengkap sebagai pertanggungjawaban dalam melindungi harta perusahaan.

3. Untuk menurunkan biaya dalam menyelenggarakan catatan akuntansi.

2.2.5.3. Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi dibangun dengan tujuan utama untuk mengolah data akuntansi yang berasal dari berbagai sumber menjadi informasi akuntansi yang diperlukan oleh berbagai macam pemakai untuk mengurangi resiko saat mengambil keputusan. Ada tiga fungsi sistem informasi akuntansi byaitu sebagai berikut:

Menurut Susanto Azhar (2013:8) fungsi sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut:

1. Mendukung aktivitas perusahaan sehari-hari.

2. Mendukung proses pengambilan keputusan.

3. Membantu pengelola perusahaan dalam memenuhi tanggungjawab kepada pihak eksternal.

2.2.5.4. Manfaat dan Kegunaan Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Romney &Steinbart (2015:11-12) manfaat dan kegunaan sistem informasi adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa. Contohnya Sistem informs dapat memonitor mesin sehingga operator akan diberitahukan sesegera mungkin ketika kinerja berada diluar kualitas yang diterima.

2. Meningkatkan efisiensi. Contohnya informasi yang tepat waktu membuat pendekatan manufaktur just-in-timemenjadi memungkinkan, Karena

(46)

pendekatan ini membutuhkan informasi yang konstan, akurat, dan terbaru mengenai persediaan bahan baku dan lokasi mereka.

3. Berbagi pengetahuan. Berbagi pengetahuan dan keahlian dapat menigkatkan operasi dan memberikan keunggulan kompetetif.

4. Meningkatkan efesiensi dan efektivitas rantai pasokannya. Contohnya memungkinkan pelanggan untuk secara langsung mengakses persediaan dan sistem entri pesanan penjualan yang dapat mengurangi penjualan dan biaya pemasaran, sehungga meningkatkan tingkat retensi pelanggan.

5. Meningkatkan struktur pengendalian internal. SIA dengan struktur pengendalian internal yang tepat dapat membantu melindungi sistem dari kecurangan, kesalahan, kegagalan sistem, dan bencana.

6. Meningkatkan pengambilan keputusan. Pengingkatan dalam pengambilan keputusan adalah hal yang sangat penting.

2.2.5.5. Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Krismiadji (2012:13) terdapat beberapa unsur dari sistem informasi akuntasi yaitu sebagai berikut:

1. Prosedur merupakan tahapan yang dilakukan secara berurutan.

2. Dokumen untuk merekem data transksi

3. Catatan akuntansi untuk mencatat transaksi kedalam jurnal dan memposting data dari jurnal kedalam buku besar.

4. Laporan yang dihasilkan untuk memberikan informasi yang bermanfaat untuk pembuatan keputusan oleh manajemen.

(47)

28

5. Catatan akuntansi untuk mencatat transaksi kedalam jurnal dan memposting data dari jurnal kedalam buku besar.

2.2.5.6. Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Untuk mencapai tujuan sistem informasi akuntansi yaitu memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan maka diperlukan unsur- unsur sistem informasi akuntansi yang terdiri dari beberapa unsur pokok seperti yang dikemukakan oleh Romney dan Steinbart (2012:30) adalah sebagai berikut:

1. People. Orang-orang yang memngoperasiakan sistem dan melakukan berbagai fungsi.

2. Procedures and intructions, baik prosedur manual maupun terkomputerisasi, yang dilibatkan dan mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi.

3. Data. Data tentang proses-proses bisnis organisasi.

4. Softwere yang dipakai untuk memproses data organisasi.

5. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan pendukung, dan peralatan komunikasi jaringan.

6. Internal controls and security measures.

2.2.6. Persediaan

2.2.6.1. Pengertian Persediaan

Menurut PSAK 14 (Penyesuaian tahun 2014)Persediaan adalah aset:

1. tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa.

2. dalam proses produksi untuk penjualan tersebut atau

(48)

3. dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Menurut Nurmailiza(2015),“Jenis–jenis persediaan akan berbeda sesuaidengan bidang atau kegiatan normal usaha perusahaan tersebut.

Berdasarkanbidang usaha perusahaan dapat terbentuk perusahaan industri (manufacture),perusahaan dagang, dan ataupun perusahaan jasa. Adapun untukperusahaanindustri jenis persediaan yang dimiliki adalah persediaan bahan baku(rawmaterial),barang dalam proses(work in process),persediaan barang jadi(finishedgoods),serta bahan pembantu yang akan digunakan dalam proses produksi,sedangkan perusahaan dagang persediaannya hanya satu yaitu barang dagang

Menurut Sofyan Assauri (2015:50) Persediaan barang ialah sebagai suatu aktiva lancar yang meliputi barang-barang yang merupakan milik perusahaan dengan sebuah maksud supaya dijual dalam suatu periode usaha normal ataupun persediaan barang-barang yang masih dalam pekerjaan sebuah proses produksi maupun persediaan bahan baku yang juga menunggu penggunaannya di dalam suatu proses produksi.”.

(49)

30

2.2.6.2. FungsiPersediaan

Menurut Azhar Susanto (2014:304) membagi lima jenis penjualan sebagai berikut:

1. Trade selling (jual perdagangan), dapat terjadi bilamana produsen dan pedagang besar mempersilakan pengecer untuk berusaha memperbaiki distribusi produk-produk mereka.

2. Missionary selling (penjual misioner), adalah usaha untuk meningkatkan penjualan dengan memborong pembeli untuk membeli barang-barang dari penyalur perusahaan.

3. Technical selling (Teknik penjualan), usaha untuk meningkatkan penjualan dengan memberikan saran dan nasehat kepada pembeli akhir dari barang dan jasa yang dijual.

4. New business selling (penjualan bisnis baru), usaha untuk baru dengan mengubah calon pembeli menjadi pembeli. Jenis penjualan ini sering digunakan oleh perusahaan asuransi.

5. Responsive selling (penjual responsif), setiap tenaga penjual diharapkan dapat memberikan reaksi terhadap permintaan pembeli.

2.2.6.3. Jenis-jenis Persediaan

Persediaan atau inventory adalah sejumlah bahan-bahan atau barang-barang yang disediakan oleh perusahaan baik barang jadi, bahan mentah, maupun barang yang masih dalam proses. Oleh sebab itu persediaan merupakan suatu unsur yang penting dalam usaha mencapai tingkat penjualan yang dikehendaki. Persediaan yang disimpan perusahaan mungkin terdiri dari barang-barang yang tahan lama,

(50)

barang-barang yang mudah rusak, yang mahal dan yang murah. Hal tersebut tergantung dari sifat perusahaannya.

Menurut Rangkuti (2000:7) dilihat dari fungsinya, persediaan dapat dibedakan atas :

a. Batch Stock atau Lot Size Inventory yaitu persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan/barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari pada jumlah yang dibutuhkan pada saat itu. Keuntungan batch stock atau lot size inventory antara lain :

1. Potongan harga pada harga pembelian.

2. Efesiensi produksi.

3. Penghematan biaya angkutan.

b. Fluctuation Stock adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan.

c. Anticipation Stock yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan atau penjualan permintaan yang meningkat. Walaupun kita mengetahui persediaan menurut fungsinya, tetapi perlu kita ketahui bahwa persediaan itu sendiri merupakan fungsi cadangan dank arena itu hendaknya harus dapat digunakan secara efesien.

2.2.6.4. Prosedur Persediaan Barang Dagang

Prosedur yang bersangkutan dengan sistemakuntansi menurutMulyadi (2014;559) yaitu:

(51)

32

1.Prosedur Pencatatan Produk Jadi a.Deskripsi Prosedur

Prosedur inimerupakan salah satu prosedur dalam sistem akuntansibiaya produksi. Dalam prosedur ini dicatat harga pokok produk jadiyang didebitkan kedalam rekening persediaan produk jadi dandikreditkan ke dalam rekening barang dalam proses.

b. Dokumen

Dokumen sumber yang digunakan dalam prosedur pencatatan produkjadi adalah laporan produk selesai dan bukti memorial

c. Catatan Akuntani

Catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur pencatatan produkjadi adalah kartu gudang, kartu persediaan dan jurnal umum.

2.ProsedurPencatatan Harga Pokok Produk Jadi yang Dijual a.Deskripsi Prosedur

Prosedur ini merupakan salah satu prosedur dalam sistem penjualandisamping prosedur lainnya seperti: prosedur order penjualan,prosedur persetujuan kredit, prosedur pengiriman barang, prosedurpenagihan dan prosedur pencatatan piutang.

b. Dokumen

Dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualanproduk jadi adalah surat order pengiriman dan faktur penjualan.

(52)

c. Catatan Akuntansi

d. Catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur pencatatan hargapokok produk jadi adalah kartu gudang, kartu persediaan, dan jurnalumum.

3.Prosedur Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi yang diterima kembali daripembeli

a.Deskripsi Prosedur

Jika produk jadi yang telah dijual kembali oleh pembeli, makatransaksi retur penjualan ini akan mempengaruhi persediaan produkjadi yaitu menambah kuantitas produk jadi dalam kartu gudang yangdiselenggarakan oleh bagian gudang dan menambah kuantitas danharga pokok produk jadi yang dicatat oleh bagian kartu persediaandalam kartu persediaan produk jadi.

b. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam prosedur pencatatan harga pokokproduk jadi yang dikembalikan oleh pembeli adalah: laporanpenerimaan barang dan memo kredit.

c. Catatan Akuntansi

Catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur pencatatan produkjadi adalah: kartu gudang, kartu persediaan, jurnal umum dan returpenjualan 4. Prosedur Pencatatan tambahan dan penyesuaian kembali harga

pokokpersediaan produk dalam proses.

(53)

34

a.Deskripsi Prosedur

Pencatatan persediaan produk dalam prosesumumnya dilakukan olehperusahaan pada akhir periode, pada saat dibuat laporan keuanganbulanan dan laporan keuangan tahunan

b. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam prosedur ini adalah laporanpengiriman barang dan memo debit

5.Prosedur Pencatatan harga pokok persediaan yang dibeli.

a.Deskripsi Prosedur

Prosedur ini merupakan salah satu prosedur yang membentuk systempembelian. Dalam sistem ini dicatat harga pokok persediaan yangdibeli

b. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam prosedur ini adalah : laporanpenerimaan barang dan bukti kas keluar.

6.Prosedur Pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan kepadapemasok

a.Deskripsi Prosedur

Jika persediaan yang telah dibeli dikembalikan kepada pemasok, makatransaksi retur pembelian ini akan mempengaruhi persediaan yangbersangkutan, yaitu mengurangi kuantitas persediaan dalam kartugudang yang diselenggarakan oleh bagian gudang dan

(54)

mengurangikuantitas dan harga pokok persediaan yang dicatat oleh bagian kartupersediaan dalam kartu persediaan yang bersangkutan.

b. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam prosedur ini adalah: laporanpengiriman barang dan memo debit

7.Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang a.Deskripsi Prosedur

Prosedur ini merupakan salah satu prosedur yang membentuk systemakuntansi biaya produksi.

b. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam prosedur ini adalah: buktipermintaan dan pengeluaran barang.

8. Prosedur pencatatan tambahan harga pokok persediaan karena pengambilan barang gudang.

a. Deskripsi Prosedur

Transaksi pengembalian barang gudang mengurangi biaya dan menambah persediaan barang digudang.

b. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam prosedur ini adalah: bukti pengembalian barang gudang.

(55)

36

9. Sistem Perhitungan fisik persediaan a. Deskripsi Prosedur

Sistem perhitungan fisik persediaan umumnya digunakan oleh perusahaan untuk menghitung secara fisik persediaan yang disimpan di gudang.

b. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam prosedur ini adalah: kartu perhitungan fisik, daftar hasil perhitungan fisik dan bukti memorial.

c. Catatan Akuntansi

Catatan Akuntansi yang digunakan dalam prosedur ini adalah: Kartu persediaan, kartu gudang dan jurnal umum.

2.2.6.5 Dokumen-Dokumen yang Digunakan Dalam Persediaan Barang Dagang

Menurut Mulyadi (2016:576) dokumen yang digunakan dalam perhitungan fisik persediaan adalah sebagai berikut:

1. Kartu Penghitung fisik

Dokumen ini digunakan untuk merekam hasil perhitungan fisik persediaan. Dalam perhitungan fisik persediaan, setiap persediaan dihitung dua kali secara independen oleh penghitung (counter) dan pengecek (checker).

Kartu perhitungan fisik dibagi menjadi tiga bagian, yang tiap bagian dapat dipisahkan satu dengan lainnya dengan cara menyobeknya pada waktu proses, perhitungan fisik persediaan dilaksanakan. Bagian ke-3 kartu penghitung fisik disediakan untuk merekam data hasil perhitungan oleh penghitung pertama.

Bagian ke-2 kartu persediaan digunakan untuk merekam hasil penghitungan

Gambar

Gambar 2.2  Sumber : Mulyadi (2016:570)
Gambar 2.3 Kerangka Konseptual  Sumber: Penulis 2019
Gambar 2.5Bagan Model Analisis  Sumber: Olahan Peneliti 2019
Tabel 2.2 Penegasan Logis Dan Proposisi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan sebaiknya membuat pemberian kategori undangan yang dijual, agar bagian penjualan dapat mengidentifikasi mengenai jumlah barang yang paling laku terjual dan barang

sistem aplikasi pengolahan data persediaan dalam suatu perusahaan.. distributor barang, yang mana didalamnya mencakup

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi penjualan dan persediaan barang dagang pada Perusahaan Hakasima Kota Ternate, Metode pengumpulan data yang

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi penjualan dan persediaan barang dagang pada Perusahaan Hakasima Kota Ternate, Metode pengumpulan data yang

Laporan keuangan yang dibuat yaitu laporan penjualan, laporan pembelian, laporan persediaan barang, laporan hutang dagang, jurnal umum, laporan rugi-laba, laporan

Persediaan didalam operasi perusahaan mengalami tahapan kegiatan yang dimulai dari pembelian atau produksi, penerimaan, penyimpanan dan pemakaian atau dijual kembali.

Untuk memperoleh laporan keuangan yang akurat, perusahaan harus memastikan tidak terjadinya kesalahan dalam menentukan nilai persediaan barang dagang dalam hal ini persediaan spare part

Persediaan barang jadi Finished Goods Stock Barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual kepada pelanggan atau perusahaan lain.11 2.4