PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
DAN THINK PAIR SQUARE SISWA KELAS VII SMPN 1 LEMBAH MELINTANG KABUPATEN PASAMAN BARAT
Laila Fitra *), Melisa **), Merina Pratiwi **)
*) Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR
**) Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR
ABSTRACT
This research is motivated by the students who did not want to participate in the learning and understanding of mathematical concepts students are still low. The purpose of this research to determine the differences in students understanding of mathematical concepts using cooperative learning model Think Pair Share and Think Pair Square in class VII SMPN 1 Lembah Melintang. Land of this research is an experimental research. The population of this study are students of class VII SMPN I Lembah Melintang listed in the 2014/2015 academic year consisting of 8 classes with random sampling techniques, chosen VII.5 class by implementing cooperative learning model Think Pair Share and class VII.3 by implementing cooperative learning model think Pair Square. The instruments that used is mathematics achievement test in the form of an essay with the reliability test is 0.84. The result of hypotesis test obtained by the P-value 0.007 it means that less than , so hypothesis of the research is accepted with in experimental class I is 84.37 and the experimental class II is 74.51, so it can be concluded that any a differences understanding of mathematical concepts students are using cooperative learning model Think Pair Share and Think Pair Square class VII of SMPN 1 Lembah Melintang.
Keywords: Think Pair Share, Think Pair Square, Understanding of mathematical Concept.
PENDAHULUAN
Matematika merupakan ilmu yang secara menyeluruh mendasari perkembanga teknologi. Matematika juga berkaitan dengan pola, aturan dan bagaimana aturan itu dipakai.
Oleh karena itu, pelajaran matematika perlu diberikan kepada
seluruh jenjang pendidikan karena dalam pelajaran matematika peserta didik dibekali dengan kemampuan berpikir logis, kritis, sistematis dan kemampuan bekerja sama.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMPN 1 Lembah Melintang, terlihat beberapa masalah
yang terjadi dalam proses pembelajaran matematika antara lain pembelajaran masih terpusat pada guru, siswa belum mau untuk berpartisipasi, siswa tidak percaya diri dengan kemampuannya sendiri, siswa kurang mampu dalam mngumpulkan data, menalar dan mengkomunikasikan hasil yang diperoleh, dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah.
Melihat masalah yang terjadi, maka salah satu cara yang dapat dilakukan agar siswa mau berpartisipasi dalam proses pembelajaran adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Think Pair Square. Model pembelajaran ini diperkirakan dapat membuat siswa berpartisipasi dan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Dengan model pembelajaran ini siswa dilatih bagaimana mengutarakan pendapat dan siswa juga belajar menghargai
pendapat orang lain dengan tetap mengacu pada materi atau tujuan pembelajaran.
Sedangkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pemahaman konsep matematis menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Think Pair Square siswa kelas VII SMPN 1 Lembah Melintang.
Penelitian ini relevan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh:
1) Yora Juita (2013) diperoleh hasil bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih baik dari pada pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional siswa Kelas VII SMPN 5 Padang. 2) Meitrida Wulandari (2012), hasil yang diperoleh dalam penelitiannya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square lebih baik dari pada pemahaman konsep matematis siswa
dengan menerapkan pembelajaran konvensional Siswa Kelas VIII SMP Negeri 23 Padang Tahun Pelajaran 2011/2012.
METODE PENELITIAN
Berdasarkan masalah yang diteliti dan tujuan yang dicapai dalam penelitian, maka jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni dengan rancangan penelitian Randomized Post Test Only Comparison Group Design.
Penelitian ini telah dilakukan dari tanggal 15 sampai tanggal 29 Januari 2015 di SMPN 1 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Lembah Melintang yang terdiri dari delapan lokal. Teknik pengambilan sampel secara acak, kelas VII.5 sebagai kelas eksperimen I dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan kelas VII.3 sebagai kelas eksperimen II dengan menerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square.
Instumen dalam penelitian ini adalah tes akhir belajar berbentuk esai.
Sebelum soal digunakan pada tes
akhir, dilakukan uji coba di kelas VII.3 SMPN 2 Lembah Melintang dan diperoleh reliabilitas 0,84.
Menurut Arikunto (2009: 109)
“Apabila harga reliabilitas ini dikonsultasikan dengan tabel r product moment, dan didapat reliabilitas rt berarti tes akhir belajar yang sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan reliabel”.
Maka dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut reliabel.
Prosedur penelitian ini yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji-t dua pihak dengan software MINITAB.
HASIL PENELITAIN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil tes akhir siswa pada kelas sampel yaitu Kelas eksperimen I diikuti oleh 34 orang siswa dari 36 siswa dan kelas eksperimen II diikuti oleh 34 orang siswa dari 34 siswa diperoleh nilai rata-rata ( , simpangan baku (S), skor tertinggi ( ), skor terendah ( dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Perhitungan Rata-Rata ( , Simpangan Baku (S), Skor Tertinggi ( ), Skor Terendah ( Tes Akhir Kelas Sampel
Kelas
Sampel Eksperime
n I
84,3 7
12,3 7
10 0
55,5 6 Eksperime
n II
74,5 1
15,8 6
10 0
25,9 3 Tabel 1 dapat dilihat bahwa simpangan baku kelas eksperimen I lebih kecil dibandingkan dengan simpangan baku kelas eksperimen II.
Hal ini menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen I memiliki keragaman yang kecil, sehingga menyebabkan pada umumnya nilai siswa tersebut tidak terlalu jauh dari nilai rata-rata kelas. Semakin kecil keragaman suatu nilai maka kurva normal menjadi lebih tegak dan mendekati nilai rata-rata kumpulan data tersebut. Selain itu, jika dilihat dari nilai maksimum dan nilai minimum yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen I juga lebih tinggi dibandingkan dengan kelas eksperimen II.
Hipotesis dalam penelitian yang telah dilakukan adalah “terdapat perbedaan pemahaman konsep
matematis menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Think Pair Square siswa kelas VII SMPN 1 Lembah Melintang”. Sebelum dilakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas dengan software MINITAB. Hasil uji normalitas pada kelas eksperimen I diperoleh P-value = 0,062
dan kelas eksperimen II diperoleh P-value = 0,193 berarti P-value > dari dan untuk
uji homogenitas terdapat irisan pada tiap-tiap selang, jadi dapat disimpulkan bahwa sampel berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis diperoleh P- value = 0,007 dengan derajat kebebasan (DF) = 66.
Berdasarkan hasil tes akhir kedua kelas eksperimen dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Think Piar Square siswa kelas VII SMPN 1 Lembah Melintang.
Proses Proses pembelajaran pada kelas eksperimen 1 dengan
menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dari pertemuan pertama sampai pertemuan keempat sesuai dengan tahap pelaksanaan dimana pada langkah awal guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru memberikan materi pokok dan fotokopian buku untuk siswa, siswa menanyakan materi yang belum mereka pahami, siswa duduk secara berkelompok, guru memberikan lembar soal kepada siswa dan menyelesaikan soal secara individu kemudian berpasangan serta guru memilih secara acak kelompok yang akan mempresentasikan hasil diskusinya.
Tahap Think terlihat bahwa hampir semua siswa membaca dan memahami materi yang sedang dipelajari. Hanya beberapa siswa saja yang masih bermain-main, tetapi setelah melihat teman-temannya sibuk memahami materi, siswa tersebut akhirnya membaca materi yang sedang dipelajari. Siswa juga sudah menjawab soal secara individu pada lembar diskusi individu.
Tahap Pair siswa sudah saling memberikan pendapatnya ketika
akan menjawab soal pada lembar diskusi berpasangan. Mereka tidak
ragu-ragu lagi untuk
mempertahankan hasil pendapatnya masing-masing.
Tahap Share siswa tidak malu-malu lagi ketika ditunjuk untuk mempresentasikan hasil diskusinya bahkan ada dari keompok lain yang mengajukan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusinya tetapi kelompok yang ditunjuk tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan guru. Kelompok yang lain juga tidak malu-malu lagi untuk menanggapi, tanpa disuruh guru ketika kelompok yang tampil selesai mempresentasikan hasil diskusinya mereka langsung tunjuk tangan karena ingin menanggapi jawaban kelompok yang tampil.
Proses pembelajaran pada kelas eksperimen 2 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think pair Square. Langkah awal guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru memberikan materi pokok dan fotokopian buku untuk siswa, siswa menanyakan materi yang belum mereka pahami, siswa duduk secara berkelompok,
guru memberikan lembar soal kepada siswa dan menyelesaikan soal secara individu kemudian berpasangan dan berempat serta guru memilih secara acak kelompok yang akan mempresentasikan hasil diskusinya.
Tahap Think proses pembelajaran sudah lancar. Terlihat siswa mebaca dan memahami materi dengan sungguh-sungguh, siswa juga mengerjakan latihan secara individu dan tidak mencontek jawaban temannya lagi.
Tahap Pair siswa sudah saling memberikan pendapatnya, siswa juga mendiskusikan jawaban soal yang diberikan guru kemudian menuliskannya pada lembar diskusi berpasangan.
Tahap Square siswa sudah saling berbagi hasil diskusinya, siswa juga terlihat siswa saling memberikan pendapatnya tentang soal yang didiskusikan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep matematis siswa menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Think Pair Share dan Think Pair Square siswa kelas VII SMPN 1 Lembah Melintang.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar- dasar Evaluasi Pendidikan.
Jakarta : bumi Aksara.
Juita, Yora. (2013). “Pengaruh
Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share
(TPS) Terhadap
pemahaman konsep
Matematis Siswa kelas VII SMPN 5 Padang”. Skripsi Tidak Diterbitkan. Padang:
STKIP PGRI SUMBAR.
Wulandari, Meitrida. (2012).
“Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square Siswa kelas VIII SMPN 23 Padanag
Tahun Pelajaran
2011/2012”. Skripsi Tidak Diterbitkan. Padang:
STKIP PGRI SUMBAR.