• Tidak ada hasil yang ditemukan

Polemik Pengelolaan Perguruan Prayatna di Medan

N/A
N/A
Kevin Hans Sihaloho

Academic year: 2024

Membagikan "Polemik Pengelolaan Perguruan Prayatna di Medan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

LEGAL OPINION

Tindakan Melawan Hukum dalam Pengelolaan Perkumpulan Perguruan Prayatna

A. Para Pihak

Perkumpulan Perguruan Prayatna, sebuah institusi pendidikan yang memiliki sejarah panjang sejak pendiriannya pada tahun 1957, telah menjadi bagian integral dalam perkembangan pendidikan di wilayah Medan. Namun, konflik dalam pengelolaan organisasi ini telah memunculkan persoalan hukum yang signifikan, sebagaimana tergambar dalam Perkara Nomor 273/Pdt.G/2023/PN-Mdn yang saat ini sedang diperiksa di Pengadilan Negeri Medan.

Kasus ini melibatkan dua pihak utama, yaitu H. Habibuddin Harahap dan Masnuri Harahap sebagai Penggugat, melawan Danharry Parlaungan Harahap sebagai Tergugat.

Penggugat menuduh Tergugat mengelola Perkumpulan Perguruan Prayatna secara sepihak, tanpa koordinasi dengan pengurus lainnya, yang diduga mengakibatkan kerugian materiil dan immateriil. Perselisihan ini menggambarkan pentingnya pengelolaan organisasi berbasis hukum yang sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Pendapat hukum ini bertujuan untuk menganalisis alat bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak dan memberikan pandangan tentang apakah tindakan Tergugat dapat dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum berdasarkan KUHPerdata.

Dalam Perkara Nomor 273/Pdt.G/2023/PN-Mdn yang diajukan ke Pengadilan Negeri Medan terdapat dua pihak utama yang terlibat yakni H. Habibuddin Harahap sebagai Penggugat I dan Masnuri Harahap sebagai Penggugat II yang masing-masing dari mereka diwakili oleh Kuasa Hukum yakni Indra Akbar Sanjani Lubis, SH dan Aulia Hakim, SH, lalu pihak Tergugat yakni Danharry Parlaungan Harahap diwakili Kuasa Hukumnya yaitu Mukhlis Lubis, SH, dan Drs. Burhanuddin, SH, MH. Penggugat mengklaim bahwa Tergugat telah mengelola Perkumpulan Perguruan Prayatna secara sepihak tanpa koordinasi dengan pengurus lainnya, serta menguasai aset perkumpulan yang menyebabkan kerugian materiil dan immateriil bagi Penggugat. Penggugat telah mengajukan alat-alat bukti yang mendukung klaim mereka dan Tergugat pula telah mengajukan alat-alat bukti yang dapat mendukung dalil bahwa mereka mengelola Perkumpulan Perguruan Prayatna tidak secara sepihak.

B. Analisis Alat Bukti Penggugat

(2)

Untuk menguatkan dalil-dalil para Penggugat, Penggugat melalui Kuasa Hukumnya telah mengajukan 8 bukti surat yang diberi tanda P-1 sampai P-8. Alat bukti yang diajukan oleh Penggugat dari alat bukti P-1 sampai dengan alat bukti P-8 telah diberi materai secukupnya, dilegalisasi sesuai dengan aslinya.

Untuk membuktikan para penggugat adalah Pengurus Perkumpulan Perguruan Prayatna, pihak penggugat mengajukan alat bukti P-1, yang menyatakan hal sebagai berikut :

- Ketua : Tuan Doctorandus Haji RAJUDDIN HARUN HARAHAP;

- Wakil Ketua : Nyonya MASNURI HARAHAP;

- Sekretaris : Tuan DAN HARI PARLAUNGAN HARAHAP;

- Bendahara : Hajjah NURPIANA SIREGAR

- Komisaris : Tuan Doctorandus HABIBUDDIN HARAHAP.

Untuk menguatkan dalil bahwa Penggugat telah dirugikan melalui perbuatan pengelolaan Perkumpulan Perguruan Priyatna secara sepihak yang dilakukan oleh Tergugat, Penggugat mengajukan alat bukti yang diberi tanda P-2 yang merupakan Fotocopy Surat Kantor Hukum IRFAN FADILA MAWI LAW FIRM Nomor 033/SK/IFM-Law Firm/XI/2022 tanggal 12 Oktober 2022 tentang somasi, alat bukti P-3 yang merupakan Fotocopy Surat Kantor Hukum IRFAN FADILA MAWI LAW FIRM Nomor 034/SK/IFM- Law Firm/XI/2022 tanggal 24 Oktober 2024, dan alat bukti P-4 yakni Fotocopy Kwitansi Pembayaran Honorarium advokat dan biaya operasional advokat tanggal 03 April 2023.

Alat-alat bukti ini menunjukkan bahwa Penggugat telah melakukan somasi terhadap Tergugat melalui Kantor Advokat IRFAN FADILA MAWI LAW FIRM.

Untuk menguatkan dalil bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan pengelolaan Perkumpulan Perguruan Priyatna secara sepihak, Penggugat mengajukan alat bukti yang diberi tanda P-6 yang merupakan Fotocopy Surat Keputusan pengurus Perguruan Perkumpulan Perguruan Prayatna Nomor 6175/KEPUS/PP-33/2017 Tanggal 01 Agustus 2017 Tentang Pengangkatan Guru Bidang Studi (SMK-BM) Perguruan Prayatna Tahun ajaran 2017-2018 yang ditandatangani Sekretaris perkumpulan Perguruan Prayatna.

Untuk menguatkan dalil bahwa penggugat aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai pengurus dalam Perkumpulan Perguruan Priyatnda, Penggugat mengajukan alat bukti P-7 yang berupa Fotocopy Surat Undangan panggilan rapat tertanggal 21 Juli 2024 dan alat bukti P-8 yang merupakan Fotocopy daftar hadir rapat perkumpulan perguruan Prayatna tanggal 24 Juli 2024.

(3)

C. Analisis Alat Bukti Tergugat

Untuk menguatkan dalil-dalil para Tergugat,Tergugat melalui Kuasa Hukumnya telah mengajukan 23 alat bukti surat yang diberi tanda T-I sampai T-XXIII. Alat bukti yang diajukan oleh Penggugat dari alat bukti T-1 sampai dengan alat bukti T-XXIII telah diberi materai secukupnya, dilegalisasi sesuai dengan aslinya.

Tergugat mengajukan alat bukti T-VI dan alat bukti T-VII untuk menyatakan bahwa Perkumpulan perguruan Prayatna berkedudukan di Medan, didirikan pada tanggal 20 April 1957, sesuai dengan salinan naskat ”Perkumpulan Perguruan Prayatna” No 76, yang dibuat dihadapan Notaris Hasan gelar Soetan Pane Paroehoem, yang didirikan oleh Tuan Profesor Suhaji Hadibroto dan kawan-kawan.

Tergugat mengajukan alat bukti T-I, T-II, T-III, dan T-IV untuk menyatakan bahwa Alm.

Bapak Drs. H. Rajuddin Harun Harahap Jalan Sei Serayu No 57 telah mengganti rugi seluruh investasi Perkumpulan Perguruan Prayatna di Jl. Letda Sujono No.403 dengan harga Rp.90.000.000 (Sembilan Puluh Juta Rupiah). Ganti rugi tersebut sudah termasuk jual beli tanah, bangunan dan seluruh mobileir yang ada didalam kelas, ruangan guru, ruang administrasi, ruang kepala sekolah dan ruang-ruang lainnya tanpa terkecuali yang termasuk kekayaan dan inventaris Perkumpulan Perguruan Prayatna pada saat itu. Terhadap hal-hal tersebut, maka pihak perguruan Prayatna menyerahkan Asli Sertifikat No.1 (Bukti T-V), Asli salinan naskat Perkumpulan Perguruan Prayatna No 76 (Bukti T-VII), dan Asli Kutipan dari daftar Penetapan Menteri Kehakiman tertanggal 11 Desember 1957 Nomor J.A 5/96/17 (Bukti T-VIII).

Untuk membuktikan bahwa semua biaya akta No.39, No.40, No.41 dan Biaya Leges di Pengadilan Negeri medan dibiayai sepenuhnya oleh Alm Drs. H. Rajuddin Harun Harahap, Tergugat mengajukan alat bukti T-IX dan T-X.

D. ANALISIS HUKUM

Berdasarkan Pasal 1866 KUHPerdata, alat pembuktian yang sah meliputi bukti tertulis, saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah. Dalam kasus ini, baik Penggugat maupun Tergugat telah mengajukan alat bukti tertulis yang relevan.

Tindakan Melawan Hukum

Tindakan Tergugat dapat dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum jika terbukti bahwa pengelolaan yang dilakukan tidak sesuai dengan anggaran dasar organisasi dan tidak

(4)

melibatkan pengurus lainnya. Berdasarkan dokumen yang diajukan Penggugat, ada indikasi bahwa Tergugat mengabaikan prinsip keterbukaan dalam pengelolaan organisasi.

Namun, Tergugat juga mengajukan bukti bahwa pengelolaan dilakukan berdasarkan persetujuan pihak-pihak tertentu dalam organisasi, yang dapat menjadi dasar pembelaan bahwa tindakannya sah secara hukum.

Implikasi Kerugian

Penggugat harus membuktikan bahwa tindakan Tergugat menyebabkan kerugian nyata, baik secara materiil maupun immateriil. Bukti berupa somasi dan kwitansi pembayaran advokat menunjukkan upaya mereka untuk mempertahankan haknya, yang dapat menguatkan klaim kerugian immateriil.

E. KESIMPULAN

Berdasarkan Pasal 1866 KUHPerdata, alat pembuktian meliputi bukti tertulis, bukti saksi, persangkaan, pengakuan, sumpah. Sehingga alat-alat bukti tertulis yang telah diajukan oleh pihak Penggugat dan pihak Tergugat telah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam KUHPerdata.

Berdasarkan analisis alat bukti yang ada, tindakan Tergugat yang mengelola Perkumpulan Perguruan Prayatna secara sepihak tanpa koordinasi dengan pengurus lainnya dan menguasai aset perkumpulan dapat dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum.

Namun, Tergugat juga memiliki alat bukti yang menunjukkan bahwa perubahan kepengurusan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Oleh karena itu, keputusan akhir akan sangat bergantung pada penilaian hakim terhadap kredibilitas saksi, keabsahan dokumen, dan konsistensi bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak.

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok dilakukan di kelas X-7 pada pembelajaran ekosistem SMA Prayatna Medan Tahun Pembelajaran

Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah pengaruh nilai mata pelajaran kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha siswa kelas X SMK Prayatna-1

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Snowball Throwing pada materi pokok Organisasi Kehidupan di Kelas VII SMP PRAYATNA Medan Tahun

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH ( PBM ).. PADA SISWA KELAS X SMK PRAYATNA MEDAN TAHUN AJARAN 2012

Objek penelitian ini adalah penerapan teknik permainan akun untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XII IS 1 SMA Swasta Prayatna Medan Tahun

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan kecil dengan studi kasus TBM Mas Raden Medan sudah hampir memenuhi standar sebagai

Dari tabel di atas dapat di simpulkan bahwa, hasil dari pernyataan 30 orang siswa-siswi SMA Swasta Prayatna Medan, Ada 30 orang yang menyatakan bahwa mereka sama sekali

Pada bagian Latar Belakang telah dipaparkan beberapa masalah terkait Pengelolaan Pendidikan Tinggi melalui mekanisme pembentukan Perguruan Tinggi Badan Hukum