• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil Kependudukan Kabupaten Purworejo Tahun 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Profil Kependudukan Kabupaten Purworejo Tahun 2021"

Copied!
185
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

TUJUAN

Tujuan disusunnya Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Purworejo adalah untuk menyajikan data kependudukan di Kabupaten Purworejo, baik dari segi kuantitas, kualitas dan mobilitas, perkembangan dan permasalahan kependudukan serta kepemilikan dokumen kependudukan, yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pengambil kebijakan dalam perencanaan pembangunan. Selain itu, Buku Profil Kependudukan Wilayah Purworejo dapat memberikan gambaran status kependudukan Wilayah Purworejo dan menjadi tolak ukur dalam menentukan tingkat keberhasilan pembangunan berorientasi kependudukan di Wilayah Purworejo.

RUANG LINGKUP

PENGERTIAN UMUM

Proporsi penduduk adalah jumlah dan informasi mengenai penduduk menurut kelompok tertentu seperti umur dan jenis kelamin; Angka perkawinan adalah angka yang menunjukkan persentase penduduk yang menikah relatif terhadap jumlah penduduk pada pertengahan tahun pada tahun tertentu; Angka perkawinan umum adalah data yang menunjukkan persentase penduduk yang menikah pada seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas pada suatu tahun tertentu;

GAMBARAN UMUM

KONDISI GEOGRAFIS

Rasio gender Kabupaten Purworejo menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan penduduk perempuan. Jika dikaitkan dengan kelompok umur, terlihat bahwa proporsi penduduk laki-laki lebih banyak berada pada kelompok umur muda. Jumlah penduduk pada tahun 2021 sebanyak 799.411 jiwa dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2020 sebanyak 797.951 jiwa, sehingga mengalami pertumbuhan sebanyak 1.460 jiwa dalam kurun waktu 12 (dua belas) bulan yaitu sejak akhir bulan Desember 2020 sampai dengan bulan Desember 2021.

GAMBARAN EKONOMI

Selama kurun waktu 4 tahun, struktur perekonomian Purworejo didominasi oleh lima kelompok usaha, yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; jasa konstruksi dan pendidikan. Mengacu pada asumsi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purworejo pada tahun 2021 akan mengalami kontraksi dan diharapkan pada tahun 2022 sudah pulih dari dampak pandemi COVID-19 yang didukung dengan penanganan melalui berbagai refocusing. upaya dalam program dan kegiatan yang mendukung penguatan perekonomian masyarakat.

POTENSI DAERAH

Dalam bidang peternakan, hewan ternak khas Purworeja adalah kambing peranakan Etawa (PE), kambing asal India yang bertubuh besar dan tinggi. Di bidang perikanan, Provinsi Purworejo mempunyai potensi yang cukup besar, baik perikanan tersebut dilakukan oleh nelayan pesisir laut selatan antara lain Kecamatan Grabag, Nkombol dan Purwodadi. Di bidang industri, Kabupaten Purworejo mempunyai lima industri besar, yaitu: PT Bagelen Raharja Sejahter/PT Hanjaya Mandala Sampoerna TBK yang berlokasi di Pekutan Kecamatan Bayan yang bergerak di bidang rokok dengan jumlah karyawan sebanyak 1.512 orang; PT Indotama Omicron Kahar yang berlokasi di Dukuhre, Kecamatan Bayan, bergerak di bidang penyambungan panel/kayu olahan dengan 850 karyawan;

SUMBER DATA

Karakteristik kepala keluarga berdasarkan status perkawinan di Kabupaten Purworejo tahun 2021 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Karakteristik kepala rumah tangga berdasarkan status pekerjaan di Kabupaten Purworejo tahun 2021 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Jumlah mobilitas tidak permanen (migrasi melingkar dan migrasi komuter) di Kabupaten Purworejo pada tahun 2021 belum tercatat.

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Jumlah dan Persebaran Penduduk

  • Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Jenis Kelamin/
  • Kepadatan Penduduk
  • Laju Pertumbuhan Penduduk

Permasalahan yang terkait dengan jumlah penduduk yang besar merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari dan memiliki berbagai potensi konflik. Selain itu, jika dilihat dari gender secara keseluruhan, jumlah penduduk laki-laki tampaknya lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan. Kegunaan penghitungan laju pertumbuhan penduduk adalah untuk memperkirakan jumlah penduduk suatu wilayah pada masa yang akan datang (proyeksi penduduk).

Penduduk Menurut Karakteristik Demografi

  • Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis
    • Rasio Jenis Kelamin
    • Piramida Penduduk
    • Rasio Ketergantungan Penduduk
  • Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Status Kawin36
    • Angka Perkawinan Umum
    • Angka Perkawinan Menurut Kelompok Umur
    • Rata-Rata Umur Kawin Pertama
    • Angka Perceraian Kasar
    • Angka Perceraian Umum
  • Keluarga
    • Jumlah Keluarga dan Rata-Rata Jumlah Anggota
    • Hubungan dengan Kepala Keluarga
    • Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan
    • Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis
    • Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan
    • Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan
    • Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan
  • Penduduk Menurut Karakteristik Sosial
    • Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan
    • Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
    • Jumlah Penduduk Menurut Agama
    • Jumlah Penduduk Menurut Kecacatan
  • Kelahiran
    • Jumlah Kelahiran
    • Angka Kelahiran Kasar
  • Kematian
    • Jumlah Kematian
    • Angka Kematian Kasar

Tabel 4.6 menunjukkan rasio jenis kelamin (SRH) di wilayah Purworejo pada tahun 2021 sebesar 100,18 yang berarti jumlah penduduk laki-laki sama dengan jumlah penduduk perempuan. Rasio ketergantungan Kabupaten Purworejo secara keseluruhan jika dirinci berdasarkan gender pada Tabel 4.7 menunjukkan bahwa rasio ketergantungan laki-laki lebih tinggi dibandingkan rasio ketergantungan perempuan. Perkiraan angka perkawinan di wilayah Purworejo pada tahun 2021 adalah 7,50 jiwa, yang berarti terdapat 8 perkawinan per 1000 penduduk.

Angka perkawinan pertama perempuan di wilayah Purworejo tahun 2021 adalah 26,96 tahun, dengan rincian 29,08 tahun untuk laki-laki dan 24,78 tahun untuk perempuan. Angka perceraian kotor di Kabupaten Purworejo pada tahun 2021 sebesar 3,96 yang berarti dari 1000 penduduk terjadi perceraian sebanyak 4 kali. Angka perceraian secara keseluruhan di Provinsi Purworejo adalah 4,99. Artinya pada tahun 2021 akan terjadi 5 kasus perceraian dari 1.000 penduduk berusia 15 tahun ke atas.

Jumlah keluarga dan rata-rata jumlah anggota keluarga di Kabupaten Purworejo tahun 2021 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Selanjutnya jika dilihat dari kelompok umur, Tabel 4.17 menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di Kabupaten Purworejo dikepalai oleh kepala keluarga yang berumur 30-59 tahun (60,68%). Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Purworejo harus memberikan perhatian terhadap keluarga yang dikepalai oleh kepala keluarga yang sedang/tidak bekerja, meskipun proporsinya tidak terlalu besar.

Dari tabel 4.23 terlihat bahwa kualitas penduduk Kabupaten Purworejo menurut tingkat pendidikan formal pada tahun 2021 relatif rendah. Jumlah kematian merupakan banyaknya kematian yang terjadi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.Jumlah kematian di Kabupaten Purworejo pada tahun 2021 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel  4.4.  di  atas  menunjukkan  bahwa  6,23  persen  (49.802  jiwa)  penduduk  Kabupaten  Purworejo  merupakan  balita
Tabel 4.4. di atas menunjukkan bahwa 6,23 persen (49.802 jiwa) penduduk Kabupaten Purworejo merupakan balita

KUALITAS PENDUDUK

  • Kesehatan
    • Kelahiran
    • Kematian
  • Pendidikan
    • Angka Melek Huruf
    • Angka Partisipasi Kasar
    • Angka Partisipasi Murni
    • Angka Penduduk Putus Sekolah
  • Ekonomi
    • Proporsi dan Jumlah Tenaga Kerja dan
    • Jumlah dan Proporsi Penduduk yang Bekerja Menurut
  • Sosial
    • Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
    • Proporsi Penduduk Penyandang Cacat
    • Proporsi Penduduk Miskin Penerima BPJS

Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Purworejo Tahun 2021 dapat dilihat pada tabel berikut. Angka kematian pasca neonatal (bayi dibawah usia 1 bulan sampai satu tahun) pada tahun 2021 di wilayah Kabupaten Purworejo sebesar 3,42 kasus dari 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian anak usia 1-4 tahun di wilayah Kabupaten Purworejo sebesar 0,31 per seribu anak usia 1-4 tahun.

Angka kematian bayi usia 0 sampai 5 tahun di wilayah Provinsi Purworejo sebesar 2,38 per seribu (1000) anak usia 0 sampai 5 tahun. Sumber : Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama Kabupaten Purworejo 2021. Jumlah tenaga kerja dan proporsi tenaga kerja di Kabupaten Purworejo tahun 2021 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Jumlah penduduk bekerja pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Purworejo. Semakin banyak jumlah pegawai di Kabupaten Purworejo maka semakin besar pula kebutuhan akan lowongan (pekerjaan). Jumlah dan pangsa penduduk Kabupaten Purworejo yang bekerja menurut jenis pekerjaannya dapat dilihat pada Tabel 4.46 di bawah ini.

Jumlah penderita masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Purworejo tahun 2021 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Jumlah dan proporsi masyarakat miskin penerima Askeskin di Kabupaten Purworejo tahun 2020 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

MOBILITAS PENDUDUK

  • Mobilitas Permanen
    • Migrasi Masuk
    • Migrasi Keluar
    • Migrasi Netto
  • Mobilitas Non Permanen
  • Urbanisasi

Dilihat berdasarkan kecamatan, pada Tabel 4.51 terlihat bahwa jumlah migran yang meninggalkan wilayah Purworejo terbanyak terdapat di Kabupaten Purworejo, yaitu persentase penduduk dengan komposisi 322 migran laki-laki dan 328 migran perempuan. Terlihat juga dari Tabel 4.50 dan 4.51 di atas bahwa migrasi yang terjadi di Kabupaten Purworejo adalah migrasi. Angka migrasi netto di Kabupaten Purworejo sebesar -5,53 yang berarti pada tahun 2021 lebih banyak penduduk yang keluar dibandingkan yang masuk ke Kabupaten Purworejo.

Mobilitas non-permanen adalah perpindahan penduduk yang bersifat non-residen atau bertujuan (tinggal sementara untuk tujuan tertentu). Kabupaten Purworejo merupakan wilayah yang terdiri dari 469 desa dan 25 kelurahan sehingga cukup sulit membedakan antara kota dan desa. Untuk itu Kabupaten Purworejo terus melakukan pemutakhiran data terkait kepemilikan akta kelahiran dan akta nikah.

Hal ini patut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Purworejo ketika merencanakan program kegiatan, seperti edukasi pentingnya akta cerai. Penerbitan akta kematian berdampak besar terhadap keabsahan data kependudukan Kabupaten Purworejo, dan berdampak besar pula pada data pemilu DP4. Jumlah akta Kepatian yang diterbitkan di Kabupaten Purworejo pada tahun 2021 dapat dilihat pada tabel berikut.

Data kependudukan di Kabupaten Purworejo masih perlu dilakukan pemutakhiran agar valid, sehingga perlu adanya kebijakan terkait dengan mengkomunikasikan pentingnya pencatatan peristiwa penting kepada seluruh anggota masyarakat agar selalu dapat memperbaharui data kependudukan ketika terjadi perubahan peristiwa penting.

Tabel  29  menunjukkan  jumlah  migrasi  masuk  (penduduk  yang  datang)  ke  Kabupaten  Purworejo  pada  tahun  2021  yakni  1.046  jiwa  dengan  komposisi  laki-laki  sebesar 480 jiwa dan perempuan 566 jiwa
Tabel 29 menunjukkan jumlah migrasi masuk (penduduk yang datang) ke Kabupaten Purworejo pada tahun 2021 yakni 1.046 jiwa dengan komposisi laki-laki sebesar 480 jiwa dan perempuan 566 jiwa

KEPEMILIKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN

KEPEMILIKAN KARTU TANDA PENDUDUK

Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan suatu bentuk identitas hukum bagi penduduk yang menjadi bukti bahwa seseorang diakui sebagai penduduk pada suatu wilayah administratif di Indonesia. Berdasarkan undang-undang no. 23 Tahun 2006, KTP wajib dimiliki oleh seluruh penduduk Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas, atau mereka yang berusia di bawah 17 tahun namun telah menikah; di profil ini disebut penghuni wajib KTP. Program KTP elektronik diluncurkan pada tahun 2011. Program e-KTP didasarkan pada sistem pembuatan KTP konvensional/nasional di Indonesia yang memungkinkan seseorang memiliki lebih dari satu KTP.

Sebab, belum ada database terintegrasi yang mengumpulkan data kependudukan di seluruh Indonesia. Fakta ini memberi peluang bagi warga yang ingin berbuat curang dalam hal tertentu dengan menggandakan KTP. Oleh karena itu, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, didorong dengan diperkenalkannya e-Government dan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, memperkenalkan sistem informasi kependudukan berbasis teknologi yaitu kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. . /el-KTP.

Menteri Dalam Negeri mengeluarkan pekeliling bahawa semua e-KTP adalah sah seumur hidup, walaupun ada yang ditulis sah untuk 2016, dan 2017, namun kesahihannya adalah sama sepanjang hayat. 34; Ini bermakna KTP elektronik yang dikeluarkan sejak 2011 adalah sah seumur hidup, tidak ada sebab untuk melanjutkannya, walaupun tempoh sah laku telah tamat, melainkan terdapat perubahan pada elemen data. Bagi fungsi KTP-el: Sebagai identiti; Berlaku secara nasional, jadi tidak perlu lagi membuat KTP tempatan untuk pengendalian permit, membuka akaun bank dan sebagainya;.

KEPEMILIKAN AKTA

  • Akta Kelahiran
  • Akta Perkawinan
  • Akta Perceraian
  • Akta Kematian
  • Akta Pengakuan Anak

Sedikitnya warga yang memiliki akta kelahiran, diduga tidak melaporkan atau mendaftarkannya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Jika diperhatikan, persentase kepemilikan akta kelahiran pada usia 0-18 tahun cukup tinggi, hal ini menunjukkan bahwa orang tua mempunyai kesadaran yang baik dalam mencatatkan kelahiran anaknya. Akta nikah merupakan identitas penduduk yang berstatus menikah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Akta perkawinan menjamin sahnya ikatan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam suatu keluarga dengan segala hak dan kewajiban yang timbul karenanya. Hal ini biasa terjadi di seluruh Indonesia karena masyarakat disana khususnya umat Islam hanya melakukan perkawinan secara agama saja, sehingga perkawinan tersebut tidak diakui oleh hukum negara, atau diduga orang yang sudah menikah dan tidak mempunyai akta nikah belum mencatatkan perkawinannya. akta (buku nikah) di Kementerian Kependudukan dan Penyandang Disabilitas Sipil, karena perkawinannya dicatatkan oleh KUA setempat atau warga yang sudah menikah dan tidak mempunyai akta nikah, ada dugaan kurang lengkap pada saat pengisian formulir. data biologis tentang penduduk. Ditengarai masih banyak para janda yang tidak memiliki akta cerai namun belum mencatatkan perceraiannya.

Pada tahun 2021 diterapkan inovasi GERTAK dan PAK SUBUR yang dapat meningkatkan penerbitan akta kematian. Pengakuan anak adalah pengakuan sah terhadap ayah kandung dari anaknya yang dilahirkan di luar nikah atas persetujuan ibu kandung anak tersebut. Pengakuan seorang anak menimbulkan hubungan keperdataan antara anak yang diakui dengan ayah biologisnya, namun tidak mengakibatkan timbulnya hubungan keperdataan antara ayah dan anak tersebut.

Tabel  5.6  menggambarkan  jumlah  penduduk  berstatus  cerai  hidup  dan  kepemilikan  akta  cerai  di  Kabupaten  Purworejo
Tabel 5.6 menggambarkan jumlah penduduk berstatus cerai hidup dan kepemilikan akta cerai di Kabupaten Purworejo

PENUTUP

Gambar

Tabel  4.4.  di  atas  menunjukkan  bahwa  6,23  persen  (49.802  jiwa)  penduduk  Kabupaten  Purworejo  merupakan  balita
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia  produktif laki-laki lebih tinggi dibandingkan penduduk usia  produktif  perempuan,  hal  yang  sama  untuk  penduduk  kelompok usia muda
Tabel  4.26  menggambarkan  agama  yang  dianut  penduduk  Kabupaten  Purworejo,  nampak  bahwa  98,07  persen  penduduk  Kabupaten  Purworejo  beragama  Islam,  diikuti  0,97  persen  agama  Kristen,  0,86  persen  beragama  Katholik,  dan  Konghuchu  mer
Tabel  29  menunjukkan  jumlah  migrasi  masuk  (penduduk  yang  datang)  ke  Kabupaten  Purworejo  pada  tahun  2021  yakni  1.046  jiwa  dengan  komposisi  laki-laki  sebesar 480 jiwa dan perempuan 566 jiwa
+2

Referensi

Dokumen terkait

adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen kependudukan dan Data Kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil,

Profil perkembangan kependudukan ini berisi informasi mengenai gambaran kuantitas, kualitas, mobilitas penduduk serta kepemilikan dokumen kependudukan dan catatan sipil

Kebutuhan dasar penduduk miskin dijamin pemerintah Kriteria, tata cara perlindungan diatur dengan PP. Bab VI Perkembangan Kependudukan (

Meningkatnya kualitas pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Persentase penduduk yang memiliki dokumen

Buku Profil Perkembangan Kependudukan ini berisi gambaran umum tentang kuantitas, kualitas, mobilitas penduduk dan kepemilikan Dokumen Kependudukan di Kabupaten

Dalam kebijakan ini, yang dimaksud dengan administrasi kependudukan adalah kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk,

Dependent Variable: kinerja Sumber: Data Primer Diolah Spss v29 2023 Hipotesis pertama: H1: Etos Kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas kependudukan dan

Laporan profil kependudukan kota Sorong akan memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik penduduk, pertumbuhan populasi, struktur demografis, dan isu-isu terkait kependudukan