TAHUN PELAJARAN 2024/2025
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT
CABANG DINAS WILAYAH VI
Jalan By Pass, Lubuk Sikaping, Kab. Pasaman
Email : [email protected] – [email protected] Website : http://sman2lubuksikaping.sch.id
i IDENTITAS SEKOLAH
1. Nama dan Alamat Sekolah
• Nama Sekolah
• Alamat Sekolah
2. NPSN
3. Nomor Telepon, Fax, dan Email Sekolah
• Nomor Telepon
• Fax
4. Nama Kepala Sekolah 5. Nomor Telp/HP dan Email
• Nomor Telp/HP
6. Nama Ketua TPK Sekolah 7. Nomor Telp/HP dan email
• Nomor Telp/HP
8. Nilai Akreditasi Terakhir
• Nilai Angka
• Predikat
• Tahun Akreditasi
9. Nilai KOSP Tahun lalu
• Predikat
: :
:
: : :
: : : :
: :
: : :
:
SMAN 2 LUBUK SIKAPING
Jalan By Pass, Nag. Aia Manggis, Kec.
Lubuk Sikaping, Kab. Pasaman, Prov.
Sumatera Barat, Kode Pos 26318 10310590
- -
[email protected] [email protected] KARMELIA MAWARDI, S.Pd., M.Pd.
081266093726
[email protected] ADI FARMAN, S.Pd, Gr.
085375486480
91
A (Sangat Baik) 2019
Amat Baik
iii KATA PENGANTAR
Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah- Nya, SMAN 2 Lubuk Sikaping telah dapat menyusun Kurikulum yang berlaku di sekolah. Penyusunan Kurikulum ini merupakan salah satu upaya mengimplementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan menjadi kegiatan pembelajaran yang operasional, siap dilaksanakan oleh sekolah, sesuai dengan karakteristik daerah, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Berdasarkan Permendikbud no. 12 tahun 2024 tentang penyusunan KSP adalah Kurikulum yang dikembangkan dan diimplementasikan oleh satuan pendidikan diwujudkan dalam bentuk Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). KSP adalah kurikulum yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pengembangan KSP jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan pedoman implementasi Kurikulum. KSP dikembangkan oleh satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah, dan kemudian disahkan oleh kepala dinas pendidikan atau kantor kementerian agama provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.
Kurikulum SMAN 2 Lubuk Sikaping disusun dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP dan model- model pembelajaran atau program yang dihasilkan oleh Pusat Kurikulum. Namun demikian, kami menyadari bahwa kurikulum ini masih belum sempurna.
Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan seiring dengan terbitnya standar-standar lainnya, yaitu: standar isi, standar proses, standar kelulusan, standar pendidik dan tenaga pendidik, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang merupakan sumber acuan lainnya dalam menyusun kurikulum ini.
SMAN 2 Lubuk Sikaping mulai beroperasi pada tahun 2010 dengan melaksanakan Kurikulum 2006. Pada tahun pelajaran 2017/2018 kelas X sudah melaksanakan Kurikulum 2013 dan pada tahun 2018/2019 kelas X dan XI sudah melaksanakan Kurikulum 2013. Pada tahun pelajaran 2019/2020 s.d 2020/2021 semua tingkat di SMAN 2 Lubuk Sikaping (kelas X, XI, dan XII) melaksanakan Kurikulum 2013. Pada tahun pelajaran 2023/2024 kelas X dan XI telah
iv melaksanakan Kurikulum Merdeka, sehingga pada tahun Pelajaran 2024/2025 semua tingkat di SMAN 2 Lubuk Sikaping (kelas X, XI, dan XII) sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka.
Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas terbentuknya KSP SMAN 2 Lubuk Sikaping Tahun Pelajaran 2024/2025 kepada :
1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat 2. Tim Pengembang Kurikulum Provinsi Sumatera Barat 3. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI
4. Pengawas Menejerial SMAN 2 Lubuk Sikaping 5. Komite SMAN 2 Lubuk Sikaping
6. Kepala Sekolah SMAN 2 Lubuk Sikaping
7. Tim Pengembangan Kurikulum SMAN 2 Lubuk Sikaping
8. Seluruh Guru dan Karyawan Tata Usaha SMAN 2 Lubuk Sikaping Setelah terbentuknya kurikulum SMAN 2 Lubuk Sikaping ini dengan harapan dapat dilaksanakan semua yang tertuang di dalam Struktur Kurikulum sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk terhadap segala upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 2 Lubuk Sikaping khususnya dan di Sumatera Barat pada umumnya.
Kami menyadari dokumen ini masih ada kekurangan. Untuk itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pihak-pihak yang terkait demi kesempurnaan Kurikulum ini. Terimakasih.
Lubuk Sikaping, Juni 2024 Kepala SMAN 2 Lubuk Sikaping
KARMELIA MAWARDI, S.Pd., M.Pd.
NIP. 19770920 200501 2 009
v DAFTAR ISI
COVER
HALAMAN IDENTITAS SEKOLAH ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
BAB I PENDAHULUAN A. Karakteristis Satuan pendidikan ... 2
B. Dasar Hukum ... 30
C. Prinsip Penyusunan KSP ... ... 34
D. Tujuan Penyusunan KSP ... ... 35
BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN A. Visi... 37
B. Misi ... 38
C. Tujan ... 39
BAB III PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN A. Intrakurikuler ... 41
1. Struktur Kurikulum Kelas X ... 41
2. Struktur Kurikulum Kelas XI ... 42
3. Struktur Kurikulum Kelas XII ... 45
B. Ko-Kurikuler Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ... 50
1. Struktur Kurikulum Kelas X ... 50
2. Struktur Kurikulum Kelas XI ... 76
3. Struktur Kurikulum Kelas XII ... 100
C. Ekstrakurikuler ... 127
BAB IV PERENCANAAN PEMBELAJARAN A. Capaian Pembelajaran ... 196
vi
B. Alur Tujuan Pembelajaran ... 199
C. Rencana Pembelajaran ... 209
D. Asesmen ... 267
E. Kriteria Kenaikan Kelas ... 280
F. Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan ... 284
G. Kalender Pendidikan ... 287
1. Penetapan Awal Tahun Ajaran ... 287
2. Pengaturan Waktu Belajar Efektif ... 288
3. Pengaturan Waktu Libur ... 295
4. Matrik Kalender Dinas Pendidikan... 296
5. Matrik Kalender Satuan Pendidikan ... 297
BAB V PENDAMPING, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL A. Evaluasi Pembelajaran dan KSP ... 303
1. Evaluasi Pembelajaran ... 303
2. Evaluasi KSP ... 307
B. Pendampingan, Pengembangan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan ... 310
1. Supervisi Pembelajaran ... 313
2. Supervisi Administrasi ... 318
3. Pengembangan Profesional ... 320 LAMPIRAN
1. SK Tim Pengembang Kurikulum Sekolah Tahun Ajaran 2024/2025 dilengkapi dengan uraian tugas dan rencana aksi.
2. SK Komunitas Belajar, uraian tugas dan rencana aksi.
3. SK Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPK SatPen), uraian tugas dan rencana aksi.
4. Dokumen Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran dan 1 (satu) contoh Perencanaan Pembelajaran (RPP/Modul Ajar)
vii mata pelajaran umum Fase E dan Fase F dengan mapel yang berbeda
5. Program, Modul dan Instrumen Asesmen Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang terdiri dari 2 tema yang berbeda
1 BAB I PENDAHULUAN
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dan Permendikbudristek nomor 12 tahun 2024). Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.
Kurikulum adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 pasal 1 ayat 16).
Seiring dengan perubahan kebijakan tentang implementasi kurikulum, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pada Tahun Pelajaran 2024/2025 SMAN 2 Memilih kurikulum merdeka berubah.
Berdasarkan hal tersebut SMAN 2 Lubuk Sikaping menyiapkan kurikulum satuan pendidikan yang sesuai dengan kemendikbud tersebut, yang di sesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan tantangan sehingga membantu Sekolah dalam menyelenggarakan pengelolaan pendidikan.
Kurikulum operasional ini disusun melalui diskusi bersama seluruh unsur pimpinan SMAN 2 Lubuk Sikaping, guru-guru dan tenaga kependidikan, dan komite melalui beberapa tahapan, mulai dari evaluasi keterlaksanaan kurikulum tahun lalu, dilanjutkan dengan revisi visi-misi sekolah.
Berdasarkan masukan hasil diskusi, maka disusun draft kurikulum dan setelah melalui beberapa kali pembahasan maka dokumen kurikulum ini dinyatakan final dan siap diimplementasikan pada Tahun Pelajaran 2024/2025 yang didalamnya memuat Kurikulum Merdeka Berubah bagi peserta didik kelas X , XI dan XII.
2 A. Karakterististik Satuan Pendidikan
SMAN 2 Lubuk Sikaping adalah salah satu satuan pendidikan yang berada di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Tepatnya berada di Kenagarian Aia Manggih Kecamatan Lubuk Sikaping. SMAN 2 Lubuk Sikaping berada sekitar dua kilometer arah utara pusat kota Lubuk Sikaping tepatnya di pertigaan jalan By Pass dan jalan Kabupaten.
Karena letaknya yang strategis di atas Bukit di dekat pertigaan, akses transportasi dan jaringan telekomunikasi lancar. Tipografi SMAN 2 Lubuk Sikaping di sebelah Barat, Utara, Selatan dan Timur berbatasan dengan kebun penduduk sehingga memberi suasana lingkungan sekolah asri jauh dari kebisingan dan kondusif untuk belajar.
SMAN 2 Lubuk sikaping berdiri pada tahun 2010 melalui keputusan Bupati Pasaman kemudian diumumkan kepada publik pada saat peringatan hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Bupati. Hal yang mendasari berdirinya SMAN 2 Lubuk Sikaping karena kapasitas SMAN 1 Lubuk Sikaping sudah tidak lagi mampu menampung tamatan SMP dan MTs. Sejalan dengan era otonomi daerah, dimana urusan pemerintah yang biasanya terpusat sekarang berubah menjadi desentralisasi, sehingga peranan pemerintah kota/kabupaten sangat dominan beberapa tahun yang lalu. Untuk selanjutnya kewenangan pemerintah kabupaten Pasaman dialihkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat diharapkan SMAN
2 Lubuk Sikaping mendapatkan dukungan baik berupa pendanaan maupun dukungan moril dari pemerintahan provinsi Sumatera Barat.
Status tanah lokasi berdirinya sekolah ini dengan luas 23.440 m2, dan luas bangunan 1577 m2. Gedung sekolah terdiri dari 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang TU, 1 ruang Guru, 20 ruang Kelas dan 1 ruang Lab IPA, 2 ruang Lab TI, 1 ruang Perpustakaan, 1 ruang BK,1 Ruang UKS, 1 Ruang OSIS, 1 Ruang KOPSIS, 1 Musholla, 1 ruang Piket serta 3 Kantin.
SMAN 2 Lubuk Sikaping juga memiliki lahan untuk bercocok tanam, biasanya lahan ini di gunakan oleh OSIS SMAN 2 Lubuk Sikaping untuk
3
bercocok tanam seperti menanam jagung, tanaman kunyit, lengkuas, jahe, dan taman bunga.
Karakteristik sekolah kita sudah membudayakan 5S yaitu: Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun. Untuk membudayakan ini sekolah akan memasang baliho kecil di tempat seperti di kantor guru, perpustakaan sekolah, tata usaha, labor, kelas peserta didik, ruang BK, ruang UKS dengan tujuan semua warga sekolah dapat membaca dan membudayakan 5S ini baik dalam lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah dengan membiasakannya di sekolah.
1. Analisis Konteks
a. Analisis Berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan di SMAN 2 Lubuk Sikaping
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real Rekomendasi Program 1 Standar Isi
1.1 Kurikulum sudah sesuai dan relevan
1.1.1.
Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.
Sekolah perlu mengembangkan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP terutama mengenai 7 prinsip
pengembangan kurikulum dan analisis konteks sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum sekolah lainnya yang memiliki karakteristik yang sama
Pemahaman guru untuk mengaplikasikan panduan BSNP dalam
mengembangkan kurikulum masih kurang
Melaksanakan workshop pengembangan kurikulum berdasarkan panduan BSNP dengan menda- tangkan nara- sumber yang relevan
1.1.2. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah,
Sekolah perlu mengoptimalkan pengembangan kurikulum dengan
TPK dan guru belum
menganalisis secara cermat
Asistensi dan monitoring dalam
pengembangan
4
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran.
mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran dengan penekanan pada muatan lokal sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum sekolah lainnya yang
memiliki karakteristik yang sama
dan teliti tentang pertimbangan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran dalam
pengembangan kurikulum
kurikulum oleh pengawas satuan pendidikan
1.1.3. Kurikulum telah menunjukkan adanya alokasi waktu, rencana program remedial, dan pengayaan bagi peserta didik.
Sekolah perlu menyusun program remedial dan pengayaan serta melaksanakannya secara berkala dan sistematis untuk setiap peserta didik
Masih rendahnya komitmen dan kompetensi sebahagian guru dalam
melaksanakan program remedial dan pengayaan
Monitoring dan pendampingan oleh pengawas, kepala sekolah dan tim kurikulum
1.2. Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik
1.2.1. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
Sekolah perlu menyediakan layanan dan bimbingan secara teratur dan
berkesinambungan yang terprogram dengan jelas dan lengkap serta membuat laporan kegiatan dan tindak lanjutnya
Masih rendahnya komitmen dan kompetensi sebahagian guru BK dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling serta membuat laporan kegiatan dan tindak Lanjutnya
Monitoring dan pendampingan oleh pengawas, kepala sekolah dan tim kurikulum
1.2.2 .Sekolah menyediakan Kegiatan
ekstrakurikuler untuk memenuhi
kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
Sekolah perlu menyediakan kegiatan ekstra kurikuler yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan kondisi sekolah serta melibatkan
masyarakat
Kurangnya fasilitas sarana prasarana, pelatih dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekstrakurikuler
Melengkapi sarana prasarana, mendatangkan pelatih dan memberdaya- kan
masyarakat untuk kegiatan ekstrakurikuler
5
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
2 Standar Proses 2.1. ATP sudah
sesuai/relevan dengan standar 2.1.1. ATP (Alur Tujuan
Pembelajaran) dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar
Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan Kurikulum Merdeka
Sekolah perlu mengembang ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) berdasarkan SI, SKL dan panduan
Kurikulum Merdeka mempertimbangkan situasi dan kondisi sekolah
Belum semua ATP (Alur Tujuan
Pembelajaran) mata pelajaran SKL dan SI dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah
Workshop pengembangan ATP (Alur Tujuan
Pembelajaran)
2.1.2.
Pengembangan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) dilakukan guru secara mandiri atau
berkelompok
Sekolah perlu meningkatkan pengembangan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) secara mandiri yang berdampak pada peningkatan mutu peserta didik
Workshop yang ada selama ini belum sesuai dengan kebutuhan
Melakukan penyempurnaan program
kegiatan Workshop pengembangan ATP (Alur Tujuan
Pembelajaran) 2.2. Modul Ajar
dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik 2.2.1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (Modul Ajar) disusun
berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.
Sekolah perlu mengembangkan Modul Ajar yang direview secara berkala untuk memastikan
dampaknya terhadap peningkatan hasil peserta didik
Kemampuan guru dalam mereview Modul Ajar masih belum optimal dalam
pengembangan Modul Ajar guru masih kurang memperhatikan prinsip prinsip pembelajaran efektif
Bimbingan review Modul Ajar melalui MGMP sekolah dengan
bantuan pengawas
6
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
2.2.2. Modul AJar memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi,
kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik.
2.3.1 Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat
Peserta didik dapat mengakses buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku
pelajaran dengan mudah
Sekolah perlu mengembangkan MODUL AJAR dengan
memperhatikan kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik
Sekolah perlu melengkapi buku panduan,buku pengayaan,buku referensi dan sumber belajar lain dan mengakses dari e- library untuk setiap peserta didik
Belum
tersedianya e- library di perpustakaan
Workshop pengembangan MODUL AJAR berbasis PAIKEM dan pembelajaran berdiferensiasi
Menyediakan program e- library di perpustakaan
2.3.2 Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku
pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik.
Sekolah perlu memperkaya jumlah buku, sumber belajar dan media
pembelajaran serta mendorong guru menggunakannya untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik
Masih belum lengkapnya referensi yang akan digunakan guru dan belum semua guru menggunakan sumber belajar dan media secara optimal
Melengkapi berbagai referensi, memotivasi dan membimbing guru dalam menggunakan media
pembelajaran
7
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
2.4 Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik 2.4.1 Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
Guru-guru di sekolah perlu dilatih dan didorong untuk melaksanakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan,dan menantang yang sesuai dengan MODUL AJAR
Sebagian guru belum
melaksanakan pembelajaran PAIKEM dan pembelajaran berdiferensiasi
Membimbing guru melalui supervisi dan lesson study
2.4.2 Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi.
Guru perlu lebih meningkatkan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta konfirmasi bukan hanya di setiap proses pembelajaran tetapi juga di luar proses pembelajaran
Sekolah belum optimal
memfasilitasi peserta didik untuk melakukan ekplorasi, elaborasi dan konfirmasi diluar proses
pembelajaran
Mengaktifkan dan
membentuk kelompok belajar di luar sekolah melalui guru BK dan wali kelas
2.5 Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan 2.5.1 Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
Sekolah perlu melaksanaan supervisi dan evaluasi untuk semua tahapan dan hasilnya perlu ditindak lanjuti
Belum optimalnya pelaksanaan supervisi dan menindak lanjuti hasil supervisi
Pelaksanaan supervisi dan evaluasi secara berkelanjutan
8
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
2.5.2 Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas.
Sekolah perlu melaksanakan supervisi secara berkelanjutan dan ditindak lanjuti dengan melibatkan teman sejawat dan peserta didik
Belum optimalnya pelaksanaan supervisi secara berkelanjutan oleh pengawas dan kepala sekolah
Pelaksanaan supervisi yang berkelanjutan oleh kepala sekolah, pengawas dan teman sejawat
3 Standar Kompetensi Lulusan
3.1. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan 3.1.1. Peserta didik
memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL
Sekolah perlu meningkatkan hasil rata-rata Ujian Sekolah untuk seluruh mata pelajaran
Belum optimalnya guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
Pelaksanaan gerakan sukses ujian Sekolah dan penyediaan bank soal yang sesuai SKL
3.1.2.Peserta didik memperlihat kan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri.
Sekolah perlu memberikan reward kepada peserta didik yang memperlihatkan sebagai pembelajar mandiri
Belum adanya program rewarding kepada peserta didik sebagai pembelajar mandiri
Program rewarding
3.1.3.Peserta didik memperlihat kan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi.
Sekolah perlu meningkatkan kegiatan yang dapat memberikan peserta didik kesempatan dalam
mengekspresikan dan
mengapresiasikan dirinya dalam mengungkapkan pendapat mereka dengan jelas dan santun
Belum optimalnya pengadaan sarana yang dapat
mengekspresikan dan
mengapresiasikan diri peserta didik dalam
mengungkapkan pendapat dengan jelas dan santun
Pengadaan media sekolah dan forum ilmiah bagi peserta didik
3.2. Peserta didik dapat
mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota
masyarakat
9
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
3.2.1. Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik.
Sekolah perlu meningkatkan kepribadian peserta didik secara aktif dalam kehidupan di sekolah dan di tengah masyarakat luas dalam berbagai kegiatan
Belum
optimalnya peran serta peserta didik dalam kegiatan dilingkungan masyarakat
Memotivasi dan memonitor kegiatan peserta didik di lingkungan masyarakat
3.2.2. Sekolah mengembangkan keterampilan hidup.
Sekolah perlu mengembangkan potensi dan minat peserta didik dalam berbagai jenis kegiatan serta mengembangkan rasa estetika dan seni
Kurangnya bimbingan dari pendidik dan prasarana yang tersedia
Pembinaan peserta didik secara intensif dan
melengkapi sarana prasarana
3.2.3. Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima.
Peserta didik disekolah perlu memahami dan menerapkan ajaran agama dan nilai- nilai budaya dalam kehidupan mereka sehari-hari secara konsisten baik di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat.
Belum konsistennya peserta didik menerapkan ajaran agama dan budaya dalam kehidupan sehari - hari secara konsisten baik sekolah maupun dilingkungan masyarakat
Meningkatkan motivasi dan bimbingan pada peserta didik
4 Standar Tenaga Kependidikan 4.1. Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai 4.1.1 Jumlah pendidik memenuhi standar.
Sekolah perlu mengusulkan guru untuk bahasa Indonesia.
Pemerintah kurang memberikan tanggapan hasil analisis
kebutuhan guru
Membuat usul kepada pemerintah untuk
penambahan guru PNS 4.1.2. Jumlah
tenaga kependidikan memenuhi standar.
Sekolah perlu segera mendapatkan kepala administrasi PNS
Pemerintah belum menganalisis kebutuhan tenaga kependidikan sekolah
Mengusulkan kepada pemerintah untuk mengangkat kepala tenaga administrasi PNS
10
4.2. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai 4.2.1.
Kualifikasi pendidik memenuhi standar
Sekolah perlu meningkatkan kualifikasi dari standar yang ditentukan untuk memberikan pengalaman belajar dengan kualitas tinggi bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus
Masih kurangnya keinginan guru untuk
melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi (S2)
Memotivasi guru dengan memberikan rekomendasi
4.3. 4.2.2.
Kualifikasi tenaga kependidikan memenuhi standar
Sekolah perlu meningkatkan kualifikasi tenaga kependidikan termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar
Pemerintah belum menindak lanjuti kebutuhan tenaga
kependidikan sekolah
Mengusulkan kepada pemerintah untuk
menempatkan tenaga kependidikan sesuai Kebutuhan 4.4. 4.3.
Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai 4.5. 4.3.1
Kompetensi pendidik memenuhi standar
Sekolah perlu meningkatkan kompetensi guru dengan
mengembangkan kemampuan profesinya sebagai pendidik
Kompetensi guru dalam
mengembangka n kemampuan belum optimal
Supervisi dan monitoring akademik
4.6. 4.3.2 Kompetensi tenaga kependidikan memenuhi standar
Sekolah perlu
meningkatkan kualitas tenaga kependidikan
Kualitas tenaga kependidikan masih kurang
Pembinaan dan monitoring
5 Standar Sarana Dan Prasarana 4.7. 5.1 Sarana
sekolah sudah memadai 5.1.1 Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam kelompok belajar
Sekolah perlu membangun ruang BK, labor fisika, biologi, bahasa dan lapangan olah raga dan aula sanggar seni yang
representatif
Keterbatasan sumber dana
Membuat dan mengajukan proposal ke pemerintah provinsi, komite dan stake holder
11
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
5.1.2. Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam kelompok belajar
Sekolah perlu mengupayakan jumlah peserta didik tiap kelas lebih kecil dari SNP
Komitmen dan kebijakan sekolah dan dinas belum tegas
Memprogram- kan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar lebih kecil dari SNP 5.1.3 .Sekolah
memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran
Sekolah perlu melengkapi alat dan sumber belajar yang melebihi dari
ketetapan dalam SNP yang digunakan untuk meningkatkan mutu proses
pembelajaran
Identifikasi alat dan sumber belajar belum optimal
Melengkapi alat dan sumber belajar melebihi ketetapan SNP
5.2 .Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik
5.2.1.
Pemeliharaan bangunan Sekolah dilaksanakan paling tidak setiap 5 tahun sekali
Sekolah perlu
melakukan perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana secara rutin melebihi waktu yang ditetapkan dalam SNP dan catatan pemeliharaan terekam baik
Prioritas program perbaikan dan pemeliharaaan belum optimal
Membuat program perbaikan dan pemeliharaan sarana prasarana secara rutin
5.2.2. Bangunan mudah diakses, aman, dan nyaman untuk semua peserta didik, termasuk
penyandang cacat
Sekolah perlu memperbaiki pagar, saluran
drainase/sanitasi, sumber air bersih dan kerindangan
Prioritas program perbaikan dan pemeliharaaan pagar,saluran drainase/sanitasi ,sumber air bersih belum optimal
Melakukan perbaikan dan pemeliharaaan pagar, saluran drainase/sanitas , sumber air bersih belum optimal
12
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
6 Standar Pegelolaan 6.1. Kinerja pengelolaan sekolah
berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak 6.1.1. Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan.
Sekolah perlu melakukan Review Visi dan Misi secara berkala sesuai dengan situasi kondisi dan kebutuhan
Belum terlibatnya seluruh warga sekolah dalam melakukan review visi dan misi sesuai kebutuhan sekolah
Melakukan review visi dan misi
6.1.2 Pengelolaan sekolah
menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.
Sekolah perlu mendorong kemandirian dan kemitraan dengan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan sekolah secara mandiri, kemitraan, partisipatif, kolaboratif dan akuntabel sehingga mampu
memunculkan potensi warga sekolah untuk turut serta
mengembangkan pengelolaan sekolah.
Belum optimalnya kemandirian dan kemitraan pengelola dan semua pemangku kepentingan dalam pengelolaan sekolah
Memotivasi pengelola dan pemangku kepentingan untuk
meningkatkan kemandirian dan kemitraan dalam pengelolaan sekolah
13
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
6.2 Rencana kerja memiliki tujuan yang jelas dan perbaikan berkelanjutan 6.2.1. Sekolah merumuskan rencana kerja dengan tujuan yang jelas untuk peningkatan dan perbaikan serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pihak yang
berkepentingan.
Sekolah perlu merumuskan Rencana Kerja dan tujuan berdasarkan visi dan misi sekolah dalam bentuk
dokumen renstra dan RKS, yang berbasis analisis EDS/TAM dan di update secara berkala.
EDS/TAM yang dilakukan belum optimal
Membuat Rencana Kerja Sekolah berdasarkan hasil EDS/TAM
6.2.2. Sekolah mensosialisasikan rencana kerja yang berbasis tujuan untuk peningkatan dan perbaikan berkelanjutan kepada warga sekolah dan pihak- pihak yang
berkepentingan
Sekolah perlu mensosialisasikan dokumen rencana kerja kepada semua stakeholder sekolah dalam berbagai kesempatan dan on- line di situs sekolah.
Belum efektifnya sistem informasi secara online
Melengkapi sistem informasi sekolah
6.3.1. Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah (renstra)
Rencana kerja tahunan sekolah yang telah disusun berdas-arkan rencana kerja menengah dan mengacu ke 8 standar nasional pendidikan perlu disosialisasikan secara luas kepada seluruh stakeholder sekolah dan mudah di akses
Belum efektifnya sistem informasi secara online
Melengkapi sistem informasi sekolah
6.3.2. Sekolah melakukan evaluasi diri
Sekolah perlu mengkomunikasikan Rencana
Belum adanya informasi mengenai tindak
Mengkomuni- kasikan hasil EDS/TAM
14
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
terhadap kinerja sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap
peningkatan hasil belajar.
pengembangan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan dinas pendidikan dan stake holder
lanjut hasil EDS/TAM
kepada dinas pendidikan dan seluruh stake holder
6.3.3 .Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan
perbaikan
berdasarkan hasil evaluasi diri dengan
memfokuskan pada peningkatan hasil belajar
Sekolah perlu melakukan prioritas perbaikan
/pengembangan sekolah yang didasarkan pada hasil evaluasi diri dan berfokus pada peningkatan hasil belajar peserta didik dengan
memperhatikan harapan dan kebutuhan masyarakat.
Belum adanya informasi mengenai tindak lanjut hasil EDS/TAM
Melakukan perbaikan dan pengembangan sekolah
berdasarkan hasil EDS/TAM
6.4 Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid
6.4.1 Sekolah mengelola sistem informasi
pengelolaan dengan cara yang efektif, efisien dan dapat
dipertanggung- jawabkan.
Sekolah perlu mensosialisasikan sistem pengelolaan data berbasis ICT kepada seluruh pemangku
kepentingan melalui website sekolah
Belum seluruh warga sekolah mmengetahui sistem
pengelolaan data berbasis ICT melalui website
Mensosialisasi kan pengelolaan data berbasis ICT melalui rapat dinas
6.4.2. Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diakses.
Sekolah perlu menyediakan akses informasi dengan data yang lebih komprehensif bagi warga sekolah dan pihak yang
berkepentingan serta mudah diakses secara online melalui website sekolah
Belum tersedianya akses informasi dengan data yang lengkap secara online melalui website
Melengkapi sistem informasi yang mudah diakses
15
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
6.5 Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan 6.5.1 Sekolah meningkatkan keefektifan kinerja pendidik dan tenaga
kependidikan dan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan.
Sekolah perlu meningkatkan
efektifitas kerja setiap pendidik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan
Belum
terlaksananya secara optimal supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan
Melakukan penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan
6.5.2. Supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional
Sekolah perlu meningkatkan dan menindaklanjuti hasil supervisi dan
evaluasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan secara konsisten
Belum
terlaksananya secara optimal supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan
Melakukan supervisi dan evaluasi pendidik dan tendik secara berkelanjutan sesuai dengan SNP
6.6 Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah
6.6.1 Warga sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis dan non akademis
Sekolah perlu meningkatkan peran serta warga sekolah dalam pengelolaan kegiatan akademis dan non akademis.
Belum optimalnya kepedulian warga sekolah dalam
pengelolaan dan pengembangan kegiatan akademis dan non akademis
Melibatkan semua warga sekolah dalam pengelolaan dan pengembangan kegiatan akademis dan non akademis
6.6.2. Sekolah melibatkan anggota masyarakat
Sekolah perlu melibatkan
masyarakat penuh
Belum optimalnya Kepedulian
Melibatkan semua Masyarakat
16
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
khususnya pengelolaan kegiatan non akademis.
dalam pengelolaan non akademis dan memberikan kesempatan untuk berkreasi sesuai program sekolah
masyarakat dalam pengelolaan kegiatan non akademis
dalam pengelolaan kegiatan nonakademis
7 Standar Pembiayaan 7.1. Sekolah merencanakan keuangan sesuai standar
7.1.1 Anggaran sekolah
dirumuskan merujuk peraturan pemerintah, pemerintahan propinsi, dan pemerintahan kabupaten/ kota.
Sekolah perlu merumuskan RKAS, RAB dengan
melibatkan stake holder serta komite sekolah secara optimal
Belum optimalnya keterlibatan komite dan stake holder dalam merumuskan RKAS dan RAB
Melibatkan komite serta stake holder dalam merumuskan RKAS dan RAB secara optimal
7.1.2. Perumusan RAPBS/RKAS melibatkan Komite Sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan.
Sekolah perlu meningkatkan kualitas perumusan RKAS dengan melibatkan komite sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan secara optimal serta Dunia Usaha dan Dunia Industri
Belum optimalnya keterlibatan komite sekolah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan RAPBS/RKAS
Melibatkan secara penuh komite sekolah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan RAPBS/RKAS
7.1.3. Penyusunan keuangan sekolah dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel
Penyusunan rencana keuangan sekolah perlu disosialisasikan secara transparan, efisien dan akuntabel kepada masyarakat dan Pemerintah
Belum terlibatnya masyarakat dan pemerintah dalam penyusunan rencana keuangan
Melibatkan Masyarakat dan pemerintah dalam penyusunan keuangan sekolah
17
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
7.1.4. Sekolah membuat pelaporan
keuangan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan
Sekolah perlu membuat laporan pertanggungjawaban pendapatan dan penggunaan keuangan kepada Pemerintah dan pemangku
kepentingan secara berkala dan
Menyeluruh
Komitmen dan konsistensi dalam pembuatan laporan
keuangan belum optimal
Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan kepada
pemerintah dan masyarakat secara berkala
7.2 Upaya sekolah mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya 7.2 1. Sekolah memiliki kapasitas untuk mencari dana dengan inisiatif sendiri
Sekolah perlu menggali sumber pendapatan tambahan untuk sekolah secara kreatif.
Semakin meningkatnya biaya
operasional sekolah
Membuat proposal penggalian dana
7.2.2. Sekolah membangun jaringan kerja dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri setempat
Sekolah perlu meningkatkan hubungan dengan DU-DI dan kelompok masyarakat setempat sehingga dapat membantu sekolah dalam hal
Pembiayaan
Belum
terprogramnya hubungan kerja sama dengan DU-DI dan kelompok masyarakat lainnya
Membuat program kerja sama dengan DU-DI terutama dalam
pembiayaan dalam bentuk MOU
7.2.3. Sekolah memelihara hubungan dengan alumni.
Sekolah perlu memberdayakan alumni sebagai salah satu sumber
pembiayaan dan pendanaan sekolah
Belum
teridentifikasinya alumni yang dapat memberikan kontribusi lebih Terhadap pendanaan sekolah
Melakukan pendataan terhadap alumni secara valid
18
No
Standar Nasional Pendidikan / Komponen dan
Indikator
Kondisi Ideal Kondisi Real
Rekomendasi Program
7.3 .Sekolah menjamin kesetaraan akses.
7.3.1. Sekolah melayani peserta didik dari berbagai tingkatan sosial ekonomi termasuk peserta didik dengan kebutuhan khusus.
Sekolah perlu meningkatkan pelayanan terhadap peserta didik dari berbagai tingkatan sosial ekonomi termasuk peserta didik dengan kebutuhan khusus dan mempromosikan kesetaraan akses bagi semua peserta didik.
Belum optimalnya pelayanan terhadap peserta didik dari
berbagai tingkat sosial ekonomi
Membuat program pelayanan terhadap peserta didik dari berbagai tingkat sosial ekonomi dan kebutuhan khusus
7.3.2 .Sekolah melakukan subsidi silang kepada peserta didik kurang mampu dibidang ekonomi
Sekolah perlu merumuskan
besarnya sumbangan orangtua
berdasarkan
kemampuan ekonomi orangtua dan
menerapkan prinsip subsidi silang
Sekolah belum membuat subsidi silang
Membuat program untuk subsidi silang
Standar Penilaian 8.1. Sistem yang sudah tersedia untuk memberikan penilaian bagi peserta didik baik dalam bidang akademik maupun non akademik 8.1.1. Guru menyusun perencanaan penilaian terhadap pencapaian
kompetensi peserta didik.
Guru-guru perlu melengkapi MODUL AJAR dengan program penilaian yang lengkap
Masih adanya guru yang kurang memahami tentang penilaian
Melakukan bimbingan tentang penilaian terhadap guru melalui kegiatan MGMP sekolah