• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS "

Copied!
80
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Teori

  • Definisi Kemiskinan
  • Karakteristik Sosial Ekonomi
  • Pendapatan Rumah Tangga Miskin
  • Rumah Tangga Miskin

Mengenai perilaku komunikasi dan adopsi inovasi, terdapat beberapa variabel karakteristik sosial ekonomi yang dapat menjelaskan lebih lanjut perilaku rumah tangga, antara lain: karakteristik demografi seperti umur, pendidikan dan pendapatan, kepemilikan lahan garapan, status hak atas tanah. Pengertian keluarga lebih mengacu pada sisi ekonomi, sedangkan keluarga lebih mengacu pada hubungan kekerabatan, fungsi sosial, dan lain-lain. Rumah tangga biasa adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik atau register dan umumnya tinggal bersama dan makan dari satu dapur.

Rumah tangga khusus adalah sekumpulan orang yang mendiami suatu tempat tinggal atau asrama yang pengurusannya sehari-hari diatur oleh suatu yayasan atau badan, misalnya rumah tinggal pelajar, lembaga pemasyarakatan, orang berjumlah lebih dari 10 orang yang masuk membawa makan, ABRI - tempat tinggal dan sebagainya... Konsep kemiskinan berkaitan dengan kemampuan seseorang/rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar baik pangan maupun non pangan. Seseorang/rumah tangga dikatakan miskin bila kehidupannya berada dalam keadaan serba kekurangan, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya.

Kedua, jika kita menemukan data rumah tangga miskin, maka intervensi rumah tangga akan lebih efektif dibandingkan intervensi kemiskinan individual, sehingga menimbulkan pandangan bahwa masyarakat miskin mempunyai ciri-ciri yang menjadi penyebab kemiskinannya. Ketiga, data rumah tangga miskin lebih mudah dikumpulkan dibandingkan data rumah tangga miskin.

Tinjauan Empiris

Dilihat dari karakteristik sosialnya, rumah tangga miskin umumnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah, yaitu tidak bersekolah (TS), tidak sekolah dasar (TTSD), tidak sekolah dasar (SD), dan tidak sekolah menengah pertama (SMP). Dilihat dari karakteristik perumahannya, rumah tangga miskin pada umumnya memiliki fasilitas perumahan semi permanen atau darurat, yang tercermin dari banyaknya rumah dengan luas lantai bangunan ≤ 8 meter persegi per orang dengan lantai tanah atau kualitas buruk. kayu dan memiliki jenis dinding yang berbeda. terbuat dari bahan bukan dinding seperti kayu kualitas rendah, seng, triplek, dan lain-lain, serta menggunakan listrik sebagai sumber penerangan rumah tangga. Rommy Qurniati (2015), Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi dan Pendapatan Rumah Tangga Miskin di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Berdasarkan hasil analisis survei, kondisi rumah dalam penelitian ini terlihat dari beberapa ukuran kinerja. . seperti tipe atap, ruangan, status rumah, luas dan lantai.

Dari rumah tangga yang berbatasan dengan hutan mangrove di Desa Sidodadi, 45% menggunakan genteng untuk atap rumahnya, 43% menggunakan dinding dalam kondisi ruangan, 37% status rumah adalah rumah pribadi, 73% rumah mempunyai luas tanah. seluas 90-120 m2 dan 55% menggunakan plester pada lantai rumah. /semen. Umumnya rumah tangga yang berbatasan dengan hutan mangrove adalah para pendatang yang bekerja pada proyek pembangunan bendungan di Desa Sidodadi, sehingga masyarakat membangun rumah untuk dijadikan tempat tinggal dan menetap di desa tersebut. Sebagian besar rumah tangga (45%) yang tinggal di hutan mangrove di Desa Sidodadi masih tergolong miskin.

Karakteristik rumah tangga yang mempengaruhi kemiskinan di Desa Sidodadi adalah pendidikan, pendapatan, jumlah anggota keluarga yang bekerja dan fasilitas perumahan. Rumah tangga tidak memiliki banyak alternatif sumber pendapatan karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan hasil hutan non kayu dari hutan mangrove. Elvira Handayani Jacobus (2018), Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi dan Pendapatan Rumah Tangga Miskin di Sulawesi Utara, Berdasarkan Hasil Analisis Penelitian.

Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan (Simanjuntak, 1985) dan kepala rumah tangga merupakan sumber pendapatan terpenting dalam rumah tangga. Jadi pendidikan yang ditempuh oleh kepala rumah tangga merupakan faktor penting dalam kaitannya dengan kesejahteraan rumah tangga. Ciri-ciri sosial ekonomi dapat dilihat dari usia yang termasuk dalam usia produktif, tingkat pendidikan yang relatif rendah, jumlah pencari nafkah keluarga yang relatif sedikit, kepemilikan lahan yang relatif sedikit, jumlah aset yang dimiliki rumah tangga yang relatif sedikit.

Karakteristik sosial ekonomi seperti umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dalam keluarga dan total aset yang dimiliki tidak penting dan berkontribusi relatif kecil terhadap tingkat ketahanan keluarga.

Kerangka Konsep

Kedua, perencanaan program pengentasan kemiskinan dilakukan secara seragam baik bentuk maupun model pelaksanaannya tanpa memperhatikan variasi definisi dan penyebab kemiskinan yang berbeda. Ketiga, lemahnya pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan program pengentasan kemiskinan mengakibatkan terjadinya penyimpangan baik dalam pemilihan penerima manfaat program maupun biaya pelaksanaan program. Keempat, kurangnya dukungan terhadap penelitian mengenai masalah kemiskinan dan evaluasi dampak program pengentasan kemiskinan terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat miskin. Dari berbagai teori tentang apa dan bagaimana kemiskinan, dapat disimpulkan bahwa pengertian, pengukuran dan penyebab kemiskinan bersifat multidimensi, sehingga cara mengatasinya juga harus multidimensi, tergantung pada ukuran, definisi, dan penyebab munculnya kemiskinan.

Gambar 2.1. Skema Kerangka Konsep Karakteristik Rumah Tangga
Gambar 2.1. Skema Kerangka Konsep Karakteristik Rumah Tangga

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Pemilihan Lokasi dan Situs Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Analisis Data

Luas wilayah dan persentasenya menurut kecamatan di Kabupaten Mamuju Tengah disajikan pada tabel berikut. Artinya jumlah penduduk laki-laki di wilayah Mamuju Tengah lebih besar dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Jumlah Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk, Kepadatan Penduduk dan Sex Ratio Menurut Kecamatan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Perbandingan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mamuju Tengah dengan kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Barat disajikan pada tabel berikut. Dari sini dapat dikatakan Kabupaten Mamuju Tengah merupakan kabupaten terendah kedua dalam hal jumlah penduduk miskin. Artinya PDRB berkaitan dengan tingkat kemiskinan di suatu daerah, termasuk Kabupaten Mamuju Tengah.

Tabel 4.7 di bawah ini memberikan gambaran mengenai jenis pekerjaan yang menjadi sumber pendapatan penduduk Kabupaten Mamuju Tengah, tidak termasuk PNS. Rata-rata pengeluaran bulanan per kapita menurut kelompok komoditas dan kelompok pengeluaran penduduk di Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2019. Gambaran jumlah rumah tangga atau keluarga miskin di Kabupaten Mamuju Tengah disajikan pada tabel berikut.

Gambaran tingkat pendapatan kepala rumah tangga miskin di Kabupaten Mamuju Tengah disajikan pada tabel di bawah ini. Dari data tersebut juga terlihat bahwa penduduk Kabupaten Mamuju Tengah sebagian besar bekerja pada bidang pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan. Bidang pekerjaan yang ditekuni warga yang tinggal di Kabupaten Mamuju Tengah sejalan dengan kondisi demografi di wilayah tersebut.

Kepala rumah tangga miskin di Kabupaten Mamuju Tengah sebagian besar adalah penduduk miskin berusia 41-50 tahun dengan tingkat pendidikan tertinggi yaitu tamatan SMP/sederajat. Karakteristik sosial rumah tangga miskin di Kabupaten Mamuju Tengah dilihat dari umur dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga miskin. Karakteristik perekonomian rumah tangga miskin di Kabupaten Mamuju Tengah dilihat dari tingkat pendapatan dan pengeluaran rumah tangga miskin.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Gambaran Umum Objek Penelitian
  • Karakteristik Rumah Tangga Miskin di Kabupaten

Kabupaten Mamuju Tengah secara geografis terletak di bagian barat Pulau Sulawesi dan terletak pada hamparan Selat Makassar yaitu 1° 43'. Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2013, luas wilayah Kabupaten Mamuju Tengah ditinjau dari administrasi pemerintahan adalah 3.100,87 km2, terdiri dari 5 kecamatan, 54 desa dan 2 (UPT) Unit Permukiman Transmigrasi. Sedangkan pada tahun 2018, menurut data BPS, jumlah penduduk Kabupaten Mamuju Tengah sebanyak 130.827 jiwa, terdiri dari laki-laki 67.410 jiwa dan perempuan 63.417 jiwa.

Tabel ini juga menggambarkan bahwa penduduk Kabupaten Mamuju Tengah sebagian besar bekerja pada bidang pertanian, kehutanan, berburu, dan perikanan. Rata-rata pengeluaran bulanan per kapita menurut kelompok komoditas dan kelompok pengeluaran penduduk di Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2019 disajikan pada tabel di bawah ini. 40 persen kelompok masyarakat terakhir dapat dikategorikan sebagai kelompok masyarakat miskin, sehingga dapat dikatakan rata-rata pengeluaran per kapita kelompok masyarakat miskin di Kabupaten Mamuju Tengah adalah sebesar Rp471.440.

Tabel 4.2.   Luas  Daerah  dan  Persentase  Menurut  Kecamatan  di  Kabupaten  Mamuju Tengah
Tabel 4.2. Luas Daerah dan Persentase Menurut Kecamatan di Kabupaten Mamuju Tengah

Pembahasan

Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengeluaran rumah tangga miskin sebagian besar berada pada kategori 1 juta. Rp - 1,5 juta Rp. Penduduk di Kabupaten Mamuju Tengah berjumlah 34.500 orang yang bekerja pada sektor pertanian, kehutanan, perburuan dan perikanan, 4.630 orang pada industri pengolahan dan sektor perdagangan. Toko, ritel, restoran dan hotel sebanyak 8.557 orang, pada sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan pribadi sebanyak 7.748 orang, serta pada sektor pertambangan dan penggalian; Listrik, Gas dan Air; Bangunan; Transportasi, penyimpanan dan komunikasi; Keuangan, asuransi, usaha persewaan gedung, tanah dan jasa usaha sejumlah 7.106.

Kabupaten Mamuju didominasi oleh lahan perkebunan, khususnya perkebunan kelapa sawit, sehingga mendorong penduduknya untuk bekerja di bidang pertanian. Dari hasil analisis deskriptif diketahui bahwa diantara lima kecamatan yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah, jumlah rumah tangga miskin terbanyak terdapat di Kecamatan Karossa, dan kecamatan yang mempunyai rumah tangga miskin paling sedikit adalah Kecamatan Karossa. Kecamatan Pangale. Selain itu, tingkat pendapatan kepala rumah tangga miskin di Kabupaten Mamuju Tengah yang mayoritas merupakan responden berada pada tingkat pendapatan Rp1.500.000,- dan.

Pendidikan dan pendapatan merupakan karakteristik sosial ekonomi rumah tangga miskin sebagaimana dikemukakan oleh Saragih (2016) bahwa karakteristik sosial ekonomi rumah tangga miskin antara lain: pendidikan rendah, rata-rata pendapatan keluarga rendah, keterbatasan sumber daya alam dan terbatasnya kesempatan kerja. Usia kepala rumah tangga miskin sebagian besar berusia 41-50 tahun dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga miskin sebagian besar berada pada kategori tingkat pendidikan tamatan SMP/sederajat. Uraian mengenai karakteristik penduduk miskin di Kabupaten Mamuju Tengah hendaknya menjadi bahan acuan bagi pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju.

Analisis Kemiskinan dan Pendapatan Keluarga di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak Jawa Tengah Indonesia. Seri Kertas Kerja UCL: No. Kontribusi Usahatani Salak Terhadap Pendapatan Keluarga Petani di Kawasan Pangu Kecamatan Ratahan Timur. Analisis Tingkat Pendapatan Usahatani Padi dan Mendong Serta Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga, Di Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Analisis Usahatani Duku dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Keluarga Petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir. -Faktor-Faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan keluarga petani melalui sektor informal di Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Bengkalis.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di DKI Jakarta (Studi Banding Permukiman Kumuh dan Non Kumuh).

Gambar

Tabel 4.1.   Batas Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah .....................................32  Tabel 4.2
Gambar 2.1.   Skema Kerangka Konsep ............................................................25  Gambar 4.1
Gambar 2.1. Skema Kerangka Konsep Karakteristik Rumah Tangga
Tabel 4.1. Batas Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah
+7

Referensi

Dokumen terkait

rumah tangga yang kepala rumah tangganya bekerja di sektor pertanian untuk tergolong rumah tangga miskin adalah 3,687 kali atau 386,7 persen bila dibandingkan resiko rumah

Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pengeluaran pangan rumah tangga miskin (p=0,296), tingkat pendidikan kepala keluarga (p=1.000), tingkat

Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga pendapatan, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, biaya kesehatan dan harga rokok yang dikonsumsi pada rumah tangga

Analisa faktor sosial ekonomi diarahkan pada tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendapatan, pekerjaan kepala rumah tangga, dan keadaan lingkungan

rumah tangga yang kepala rumah tangganya bekerja di sektor pertanian untuk tergolong rumah tangga miskin adalah 3,687 kali atau 386,7 persen bila dibandingkan resiko rumah

P., Dwi Putri Nabila, Fidanti Pramay, Fajrin Novi Anugerah dan semua pihak yang tidak saya sebutkan satu persatu, yang telah banyak memberikan masukan, saran

KESIMPULAN Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen, yaitu tingkat pendidikan, skala usaha, umur perusahaan, pelatihan akuntansi,

nilai negatif antara tingkat perceraian dengan tingkat pendidikan kepala rumah tangga, dimana semakin banyak kepala rumah tangga yang berpendidikan rendah atau terbatas pada sekolah