• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI INSTITUT AGAM ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI INSTITUT AGAM ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU "

Copied!
103
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Masih sedikit sekolah yang menggunakan media maze zoo untuk meningkatkan perkembangan kognitif dan kemandirian anak. Media maze zoo belum terealisasi karena digunakan sebagai alat edukasi permainan (APE) dalam proses pembelajaran.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Dan Kegunaan Penelitian

Untuk mengetahui bagaimana kelayakan hasil pengembangan media maze zoo dalam pengembangan keterampilan kognitif anak di PAUD IT BUNAYYA. Menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang pengembangan kemampuan kognitif anak dengan menggunakan media maze zoo.

TINJAUAN PUSTAKA

Teori pengembangan

Penelitian pengembangan merupakan suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada yang dapat diperhitungkan. Berdasarkan konsep pengembangan yang telah diuraikan, yang dimaksud dengan pengembangan adalah suatu proses mengubah potensi yang ada menjadi sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat, sedangkan penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah pengembangan suatu produk atau mengubah suatu produk yang sudah ada menjadi untuk meningkatkan suatu produk. produk. siapa yang dapat dimintai pertanggungjawabannya.

Pengertian Media

Batasannya adalah media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, kekhawatiran dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar, media merupakan sesuatu yang sangat baik dan bermanfaat, dimana sebagai sesuatu yang dapat menjadi penghubung komunikasi antara guru dan siswa.

Macam-Macam Media

Media lingkungan adalah ruang atau suasana (keadaan) yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Dengan kata lain media lingkungan adalah lingkungan yang digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini dimana anak diperkenalkan atau dibawa ke suatu tempat yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Media Maze

Permainan labirin dapat mengembangkan seluruh aspek dan kemampuan anak, karena permainan labirin dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa permainan labirin merupakan permainan mencari jalan keluar.

Kemampuan Kognitif

Tahap sensorimotor (0-2 tahun), tahap pra operasional (2-7 tahun), tahap operasional konkrit (8-11 tahun) dan tahap operasional formal (11 tahun ke atas) 23 Penjelasan tahapan tersebut adalah sebagai berikut: . 1) Tahap sensorik-motorik (0-2 tahun). Piaget membaginya menjadi dua subbagian yaitu prakonseptual (2-4 tahun) dan intuitif (4-7 tahun). 3) Tahap operasional (8-11 tahun). Menurut Piaget, tahapan-tahapan di atas selalu dialami oleh anak-anak, dan tidak akan ada yang terlewatkan meskipun tingkat kemampuan anak berbeda-beda.

Tahapan ini akan berkembang menjadi lebih kompleks dibandingkan tahap awal dan kemampuan kognitif anak juga akan meningkat. Anak pada tahap ini ditandai dengan memusatkan perhatian pada satu dimensi dan mengabaikan dimensi lainnya. Sejak revolusi kognitif, psikologi kognitif didominasi oleh model pemrosesan berkapasitas terbatas yang memiliki fungsi umum.

Tujuan psikologi kognitif adalah untuk mengetahui bagaimana memahami struktur yang terlibat dalam kognisi, seperti . penyaringan, leksikon, dan penyimpanan, dan proses yang beroperasi pada informasi kognitif, termasuk pengkodean, penghambatan, dan melupakan.

Teori Perkembangan Anak Usia Dini

Teori maturasionis mengatakan bahwa anak akan mengalami kesulitan di sekolah jika “salah tempat” dimana anak ditempatkan di kelas yang mempunyai tingkat yang berbeda dengan tingkat perkembangan anak. Anak bukanlah penerima pengetahuan yang pasif, namun secara aktif mengorganisasikan pengalamannya ke dalam struktur mental yang kompleks. Secara terminologi dikatakan bahwa anak menjalani tahapan yang berbeda-beda dengan tujuan mencari kepuasan yang datang dari berbagai sumber, dimana mereka juga harus berusaha menyeimbangkan keadaan tersebut dengan harapan orang tuanya.

Para ahli teori yang berbeda mengemukakan sudut pandang yang berbeda mengenai interpretasi pengamatan yang mereka lakukan terhadap anak-anak saat mereka tumbuh dan berkembang. Anak yang merasa berhasil belajar atau anak yang percaya diri dengan kemampuan fisiknya mempunyai rasa percaya diri yang baik. Anak yang belajar mengendalikan perilaku impulsifnya mampu berinteraksi dengan orang lain atau bermain alat dalam jangka waktu yang lama, yang juga mempengaruhi perkembangan intelektualnya.

Dari beberapa jenis model pengembangan di atas, peneliti tertarik menggunakan model pengembangan ADDIE, karena adanya framework.

Penelitian Terdahulu

Penelitian ini menghasilkan produk berupa media labirin matematika yang digunakan sebagai bahan ajar, berdasarkan penilaian ahli materi memperoleh skor rata-rata sebesar 3,78 dengan kriteria sangat layak, penilaian ahli media memperoleh skor rata-rata sebesar 3,79 dengan kriteria sangat layak. , penilaian ahli bahasa mencapai skor rata-rata 3,79 dengan kriteria sangat layak, rata-rata 3,5 dengan kriteria sangat aplikatif dan penilaian guru TK Goemerlang memiliki skor rata-rata 3,7 dengan kriteria sangat layak sedangkan tanggapan siswa TK Goemerlang mencapai skor rata-rata 3,89 dengan kriteria sangat menarik. Penilaian oleh ahli materi dengan skor rata-rata 4,33 dan penilaian produk akhir oleh ahli media dengan skor rata-rata 4,56. Disimpulkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan kognitif anak kelompok B2 TK Shanti Kumara III Sempidi Mengwi Badung.

Hasil tinjauan ahli memperoleh nilai rata-rata hasil penilaian ahli sebesar 3,84 (kategori sangat valid). Tahap evaluasi kelompok kecil memperoleh rata-rata hasil observasi sebesar 92% (kategori sangat baik), dari seluruh tahapan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa board game magnetic maze dinyatakan valid dan praktis. Tesis Penelitian ini menghasilkan produk berupa media labirin.. matematika yang digunakan sebagai bahan ajar berdasarkan penilaian ahli materi. memperoleh skor rata-rata 3,78 dengan kriteria sangat layak, penilaian ahli media. mencapai skor rata-rata 3,79 dengan kriteria sangat sesuai penilaian ahli bahasa. mencapai rata-rata 3,5 dengan kriteria dan penilaian sangat layak.

Kasus ini . hal ini ditunjukkan dari beberapa evaluasi yang telah dilakukan oleh ahli materi, ahli media dan tes.. kesiapan membaca menggunakan labirin skala warna.. evaluasi produk oleh ahli media dengan skor rata-rata 4,56.

Kerangka Berpikir

Karena perancangan media labirin kebun binatang ini dinilai sudah optimal, maka diharapkan rancangan permainan ini dapat dipahami oleh para pendidik di lembaga pendidikan anak usia dini dan dapat diterapkan di lembaga pendidikan tersebut.

Gambar 2.1  Kerangka Berfikir
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Prosedur Pengembangan

Hasil pengembangan penelitian ini adalah (1) media Maze Zoo, (2) penilaian terhadap desain pengembangan media Maze Zoo oleh ahli media dan ahli materi dengan mengisi kuisioner yang telah disediakan, dan (3) penilaian terhadap tanggapan anak terhadap penggunaan media maze zoo yang telah dikembangkan. Penilaian aspek tampilan bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan tampilan media di maze zoo untuk meningkatkan keterampilan kognitif anak usia 3-4 tahun. Fase awal: Guru menjelaskan kepada anak tentang tema pembelajaran dan cara penggunaan media labirin kebun binatang.

Media maze zoo yang dikembangkan telah melalui tahap validasi yang dilakukan oleh 2 orang ahli yaitu ahli materi dan ahli media. Setelah pembelajaran berakhir, guru diminta mengisi angket tentang respon anak terhadap penggunaan media maze zoo yang telah disediakan. Respon siswa mengatakan bahwa media maze zoo sangat menarik perhatian dan minat belajar anak.

Dengan demikian, penggunaan media maze zoo yang dikembangkan dalam pembelajaran khususnya pada anak usia 3-4 tahun di PAUD IT BUNAYYA dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sehubungan dengan pengembangan media maze zoo dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun, dapat disimpulkan sebagai berikut. Hasil penggunaan media maze zoo yang dikembangkan dapat merangsang minat belajar anak sehingga kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun di PAUD IT BUNAYYA meningkat.

Table 3.2 Kisi-Kisi Instrument Penelitian
Table 3.2 Kisi-Kisi Instrument Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Waktu Pengembangan Media Maze Zoo

Tahapan-Tahapan Pengembangan Media Maze Zoo

Media labirin kebun binatang yang tidak dikembangkan dibuat menggunakan kertas HVS sehingga kurang menarik bagi anak-anak pada saat proses pembelajaran. Sehingga media maze zoo yang dikembangkan merupakan media yang unik, menarik dan mampu meningkatkan minat belajar anak khususnya pembelajaran di PAUD IT BUNAYYA Kota Bengkulu. Maka dihasilkanlah sebuah media maze zoo yang menarik, unik, menyenangkan dan berdasarkan kurikulum yang ada di PAUD It Bunayya Kota Bengkulu.

Dari segi pembelajaran, evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ahli materi menilai hal-hal yang berkaitan dengan aspek pembelajaran media maze zoo untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun. Dari segi isi, evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui pendapat ahli materi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aspek isi media maze zoo yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun. Kritik dan saran yang diberikan ahli media berupa tanggapan positif terhadap media maze zoo adalah kreatif, menarik, disesuaikan dengan kebutuhan anak, cocok digunakan pada anak usia dini.

50 Hasil Validasi Ahli Materi dan Ahli Medis pada tanggal 4 Juni 2021 yang diberikan oleh anak pada saat anak menggunakan media labirin kebun binatang. Pada tahap pelaksanaan ini dilakukan uji coba terhadap produk media kebun binatang labirin yang diujikan pada anak usia 3-4 tahun kelompok A di PAUD It Bunayya yang terdiri dari uji kelompok kecil tahap awal dan tahap kedua. Uji coba kelompok kecil tahap awal ini dilakukan oleh 3 orang anak dengan menggunakan media zoo maze dan angket yang diisi oleh guru kelas.

Gambar 4.1 Media Maze zoo Yang Belum Di Kembangkan
Gambar 4.1 Media Maze zoo Yang Belum Di Kembangkan

Pembahasan

  • Tahap Analisis
  • Tahap Desain
  • Tahap Pengembangan
  • Tahap Implementasi
  • Tahap Evaluasi

Respon anak terhadap media maze zoo rata-rata 90% pada uji coba kelompok kecil awal dan 95% pada uji coba tahap kedua yang termasuk dalam kategori sangat valid. 54 Menurut Teti Sumiati Media, kebun binatang labirin ini berbentuk persegi panjang, terbuat dari bahan triplek dan berukuran sedang sehingga dapat digunakan oleh anak-anak. Media Maze Zoo ini sebagai salah satu media dalam proses belajar mengajar sangat bermanfaat bagi anak-anak, antara lain :

Jadi dengan menggunakan media zoo maze dapat memudahkan anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dengan menggunakan media zoo maze. Selain itu, keterampilan kognitif anak dalam kegiatan pembelajaran memerlukan media yang nyata dan menyenangkan, seperti halnya media zoo maze. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa media yang dikembangkan di maze zoo sangat bermanfaat untuk proses pembelajaran, dimana media maze zoo dapat memudahkan anak dalam mempelajari berbagai jenis hewan.

Selain itu kemampuan kognitif anak dalam kegiatan pembelajaran sangat memerlukan media konkrit yang menyenangkan seperti media maze zoo ini.

Keterbatasan Penelitian

Media zoo maze ini menggunakan bahan dasar triplek, media zoo maze ini merupakan salah satu alat pengenalan hewan yang menarik dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Rata-rata penilaian ahli materi mengambil nilai sebesar 87% untuk dapat dikatakan penilaian yang dicapai oleh ahli materi. Kepala sekolah hendaknya menawarkan kepada guru untuk memahami pentingnya penggunaan media dalam proses pembelajaran, melibatkan anak secara langsung dalam penggunaan media pendidikan dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Guru hendaknya lebih kreatif dalam memproduksi atau membuat media pembelajaran karena anak usia dini merupakan masa konkrit atau emas. Selain itu, jika ingin anak cepat mengenal binatang, terapkan media maze zoo sebagai media pembelajaran di kelas. Untuk terus menciptakan karya-karya baru yang lebih kreatif guna meningkatkan efektivitas pembelajaran khususnya dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak.

PENUTUP

Saran

Kisi-Kisi Instrument Penelitian

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Berfikir
Gambar 3.1 langkah-langkah model pengembangan ADDIE
Table 3.2 Kisi-Kisi Instrument Penelitian
Table 3.3 tingkat kevalidan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Ketika anak melanjutkan pada jenjang pendidikan dasar selanjutnya, maka si anak sudah mampu memanfaatkan pola berfikirnya lebih logis dan kritis serta mampu

Seorang anak, bagaimana pun besarnya usaha yang dipersiapkan untuk kebaikannya, bagaimana pun sucinya fitrah, ia tidak akan mampu memenuhi prinsip-prinsip kebaikan

Pendidikan anak usia dini, adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau

Pada saat masih bayi ibu jarang membawa anak ibu ikut posyandu dan pola makan anak ibu juga tidak teratur, pada umur anak ibu usia 2 tahun ia sakit-sakitan dan harus di bawa kerumah

Wujud Kinerja Guru SD IT SD IT Darunnajah 1 Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Data diatas didapatkan dari hasil wawancara dengan Lena Frismiati, selaku kepala sekolah, beliau

Sumber Data Skunder Sumber data skunder adalah sumber data penunjang yang digunakan dalam penelitian ini, data skunder adalah sebagai berikut: 1 Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia

Pembentukan karakter anak sangat tepat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari- hari karena budaya mappatabe’ lebih kepada mengajarkan bagaimana anak berperilaku atau bertata krama

Indikator Anak Yang Berani Bersosialisasi Dan Berkomunikasi Hasil penelitian pada kemampuan interaksi sosial anak yang telah di laksanakan ternyata metode bermain peran makro dapat