• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Ide Bisnis Jual Beli Barang Vintage

N/A
N/A
Bayu Hutarayana

Academic year: 2024

Membagikan "Proposal Ide Bisnis Jual Beli Barang Vintage"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL IDE BISNIS JUAL BELI BARANG VINTAGE

KELOMPOK 5 :

1. Albertus Ario Wiratama 235114014 2. Nopri Datu Baliallo 235114022 3. Bayu Hutarayana 235114027

4. Noristo Alexander Tanggu 235114065

Program Studi Teknik Elektro

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i EXECUTIVE SUMMARY ...

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Solusi ... 1 1.2.1 Customer ...

1.2.2 Value Proposition ...

1.2.3 Core Competency ...

1.2.4 Offering ...

1.2.5 People ...

1.1 Deskripsi Produk ...

BAB 2 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ... 3 2.1 BMC ... 3 2.2 Penjelasna Idea Sketch Pad ...

2.2.1 Customer ...

2.2.2 Value Proposition ...

2.2.3 Core Competency ...

2.2.4 Offering ...

2.2.5 People ...

2.3 Market Survey ...

2.3.1 Penjelasan Diagram ...

2.3.1.1 Harga ...

2.3.1.2 Produk ...

2.4 Analisis Pemasaran dan Strategi ...

BAB 3 RENCANA PENGEMBANGAN DAN ANALISA KEUANGAN ....

3.1 Rencana Pengembangan ...

3.2 Tabel Jadwal Kegiatan ...

3.3 Tabel Ringkasan Anggaran Biaya ...

BAB 4 KESIMPULAN ...

BAB 5 LAMPIRAN ...

(3)

5.1 Business Model Canvas ...

5.2 Poster Promosi Produk ...

5.3 Data Pengujian Ide Bisnis ...

I

(4)

EXECUTIVE SUMMARY

(5)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bisnis merupakan aktivitas penjualan barang atau layanan yang dilakukan oleh indicidu atau kelompok orang kepada konsumen dengan tujuan

mendapatkan keuntungan.

Di zaman modern ini, bisnis tidak hanya terbatas pada transaksi tatap muka antara penjual dan pembeli. Saat ini, bisnis telah memanfaatkan internet sebagai alat untuk menghubungkan penjual dan pembeli. Internet telah

memudahkan kita dalam menjual, mempromosikan, dan membeli produk atau layanan yang kita perlukan.

Kreativitas dan ide-ide inovatif sangat penting dalam memulai dan mengembangkan bisnis. Kemampuan pemasaran juga sangat penting untuk memastikan bisnis yang kita jalankan dapat terus tumbuh dan berkembang.

Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi pasar dan peluang yang ada untuk memudahkan kita dalam merancang rencana bisnis.

1.2 Solusi

(6)

1.2.1 Customer

Fokus bisnis kami adalah para konsumen yang mencari barang vintage yang menyukai nilai sejarah atau untuk berinvestasi pada barang. Konsumen dapat melakukan pemesanan secara online atau pembelian langsung ditempat. Produk kami cocok digunakan oleh semua kalangan yang peduli dengan nilai sejarah dari barang tersebut, kami juga menerima pembelian dari pribadi atau komunitas 1.2.2 Value Propositor

Kami menawarkan barang vintage untuk memenuhi hobi, kebutuhan tersier dan menjadi sarana investasi.

1.2.3 Core Competency

Kami berkomitmen untuk membantu mengedukasi dan promosi melalui sosial media tentang sejarah barang yang kami tawarkan.

1.2.4 Offering

Kami menawarkan kepuasaan dalam menggunakan dan merawat barang vintage dan menyediakan barang vintage yang berkualitas dan bernilai.

1.2.5 People

Pelaku usahanya merupakan kami sendiri sebagai pemilik dan penjual di toko. Kami juga mencari barang vintage diluar toko kami agar mendapat barang yang original,bernilai dan berkualitas dengan pengalaman kami.

1.3 Deskripsi Produk

Barang vintage memiliki umur minimal 20 tahun atau lebih, yang dicirikan dari kualitas bahan dan produksinya. Bentuk dan desain barang vintage khas dari satu era tertentu dan dianggap menjadi ikon dalam dunia fashion atau desain

(7)

Logo kami memiliki filosofi yang mendalam melambangkan integrasi nilai-nilai komersial dan ikatan emosional yang kuat antara produk dan pembeli. Bintang kuning di atasnya mewakili keunggulan atau kualitas tertinggi dari barang vintage kami. Filosofi di balik nama VOS (Vintage Original Shop):

- Kembali ke Keindahan Masa Lalu: VOS berfokus pada menghidupkan kembali keindahan dan nilai dari masa lalu. Barang-barang vintage yang Anda tawarkan bukan hanya sekadar produk, tetapi juga karya seni dengan jiwa. Di VOS, setiap item adalah jembatan menuju masa lalu, menghubungkan pelanggan dengan era di mana kualitas, kerajinan tangan, dan detail halus dihargai.

- Sejarah dan Jiwa: Setiap barang vintage memiliki cerita dan sejarahnya sendiri.

Dari pakaian hingga aksesori, semuanya memiliki nilai tambah emosional dan sentimental. VOS menghargai warisan budaya dan menghadirkan produk- produk yang merepresentasikan masa lalu.

- Keunikan yang Tak Terulang: Barang-barang vintage adalah unik dan tak tergantikan. Di dunia yang serba massal, VOS menawarkan alternatif yang berbeda dan eksklusif. Pelanggan dapat menemukan barang-barang yang tidak akan mereka temui di tempat lain.

- Kualitas Teruji: Barang-barang vintage telah bertahan melalui waktu. Kualitas dan ketahanannya telah teruji, sehingga pelanggan dapat yakin bahwa mereka membeli produk yang tahan lama dan berkualitas tinggi.

- Estetika yang Abadi: Desain dan estetika dari masa lalu seringkali tidak terpengaruh oleh tren mode yang berubah-ubah. VOS menghargai keindahan yang abadi dan menawarkan produk-produk yang tetap relevan dari segi gaya.

(8)

Dengan filosofi ini, VOS dapat menjadi destinasi yang menarik bagi para pecinta barang-barang vintage, menghubungkan mereka dengan nilai-nilai yang lebih dalam dan menghidupkan kembali keajaiban masa lalu

2

(9)

BAB 2

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 2.1 BMC

2.2 Penjelasan Idea Sketch Pad 1.2.1 Customer

Fokus bisnis kami adalah para konsumen yang mencari barang vintage yang menyukai nilai sejarah atau untuk berinvestasi pada barang. Konsumen dapat melakukan pemesanan secara online atau pembelian langsung ditempat.

(10)

Produk kami cocok digunakan oleh semua kalangan yang peduli dengan nilai sejarah dari barang tersebut, kami juga menerima pembelian dari pribadi atau komunitas

1.2.2 Value Propositor

Kami menawarkan barang vintage untuk memenuhi hobi, kebutuhan tersier dan menjadi sarana investasi.

1.2.3 Core Competency

Kami berkomitmen untuk membantu mengedukasi dan promosi melalui sosial media tentang sejarah barang yang kami tawarkan.

1.2.4 Offering

Kami menawarkan kepuasaan dalam menggunakan dan merawat barang vintage dan menyediakan barang vintage yang berkualitas dan bernilai.

1.2.5 People

Pelaku usahanya merupakan kami sendiri sebagai pemilik dan penjual di toko. Kami juga mencari barang vintage diluar toko kami agar mendapat barang yang original,bernilai dan berkualitas dengan pengalaman kami.

2.3 Market Survey

Pelanggan:

(11)
(12)

Produk:

(13)
(14)

Pendapat Mengenai Ide Bisnis:

(15)

2.3.1 Penjelasan Diagram

Informasi yang didapat dari koresponden Pelanggan

Kuesioner diisi oleh 36 responden, mayoritas berusia di bawah 20 tahun (67,5%) dan sisanya berusia di atas 20 tahun (32,5%). Responden mayoritas adalah perempuan (58,3%) dan laki-laki (41,7%). Sebagian besar responden adalah mahasiswa (77,8%) dan sisanya sudah bekerja (22,2%). Mayoritas responden memiliki pendapatan per bulan kurang dari 1 juta (50%).

Harga

Mayoritas responden menghabiskan kurang dari 500 ribu (61,1%) untuk membeli barang vintage. Sisanya menghabiskan antara 500 ribu - 1 juta (25%), 1 juta - 2 juta (2,8%), dan lebih dari 2 juta (11,1%).

(16)

Produk

1.3 Mayoritas responden jarang membeli barang vintage (55,6%), beberapa kadang-kadang membeli barang vintage (30,6%), dan sisanya sering atau tidak pernah membeli barang vintage.

1.4 Mayoritas responden membeli barang vintage karena keunikan barang (80,6%). Responden biasanya membeli barang vintage dari toko online (44,4%), toko offline (30,6%), media sosial (19,4%), dan teman (2,8%).

1.5 Barang vintage favorit adalah pakaian (38,9%), aksesoris (30,6%), barang koleksi (22,2%), dan barang elektronik (5,6%).

1.6 Mayoritas responden menyukai desain unik dan tidak pasaran dari barang vintage (88,9%). Beberapa responden tidak menyukai barang vintage karena harga yang terlalu tinggi (30,6%), kesulitan dalam pemeliharaan dan

perawatan (30,6%), desain tidak sesuai selera (25%), dan kurangnya 1.7 informasi tentang sejarah barang tersebut (11,1%).

Pendapat Terkait Ide Bisnis

1.8 Mayoritas responden mungkin tertarik untuk membeli barang vintage kami jika ada di pasaran (55,6%), beberapa responden menjawab ya (30,6%), dan sisanya menjawab tidak. Mayoritas responden bersedia membayar kurang dari 500 ribu untuk barang vintage kami (75%).

1.9 Beberapa responden melihat keunikan dan keaslian barang sebagai alasan mereka tertarik dengan ide bisnis kami (44,4%).

1.10 Beberapa responden melihat aspek yang kurang dalam ide bisnis kami, seperti harga yang tidak sesuai (36,1%), kurangnya opsi pengiriman dan pengambilan barang (33,3%), kualitas barang yang tidak konsisten (22,2%), dan layanan pelanggan yang kurang responsif (sisanya).

3

(17)

BAB 3

RENCANA PENGEMBANGAN DAN ANALISA KEUANGAN

Kami masih bingung untuk mengisi rencana keuangan karena saya melihat kelompok lain menggunakan bahan-bahan sedangkan kelompok kami hanya menjual kembali jadi tolong untuk diberi bimbingan dan revisi

5

(18)

BAB 4

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Minat terhadap barang vintage bervariasi, dengan pasar yang spesifik dan terbatas. Opini konsumen sangat mempengaruhi keberhasilan bisnis ini.

Promosi yang efektif dan strategi pemasaran yang disesuaikan dengan target pasar sangat penting untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.

4.2 Lampiran

Lampiran 1 : screenshot masukan ide bisnis pada LMS

6

(19)

Lampiran 2 : idea sketch pada awal dan sesudah revi Sebelum revisi

Sesudah revisi

7

(20)

Lampiran 3 : data google form yang dilakukan unutk analisis menguji ide bisnis

Pelanggan:

(21)

Produk:

(22)
(23)

Pendapat Mengenai Ide Bisnis:

(24)

Referensi

Dokumen terkait

mengetahui besar modal pembelian barang tersebut. 3) Jual beli al- wadhii’ah , yaitu jual beli dengan harga jual lebih rendah dari harga beli barang semula, dimana

Dalam transaksi jual beli khususnya jual beli barang yang bergerak para pihak dapat melakukannya melalui seyrat kuasa, sehingga dapat mewakilkannya melalui orang lain, tidak

An-Taradhin Minkum tersebut adalah keridhaan dalam jual beli terletak pada akad, penjual menyerahkan barang dan pembeli menyerahkan uangnya, baik ada

Di mana dalam etika bisnis Islam terdapat prinsip-prinsip dalam melakukan jual beli yaitu jujur dalam takaran dan menjual barang yang baik mutunya, sedangkan dalam jual

Ada sebagaian ulama meberikan pemaknaan tentang jual beli (bisnis) diantaranya; ulamak Hanafiyah” jual beli adalah pertukaran harta dengan harta (benda) berdasarkan

Kegiatan bisnis dalam bentuk jual beli adalah sesuatu yang halal, tidak dilarang oleh agama Islam 4 Jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar benda (barang)

Ada sebagian ulama memberikan pemaknaan tentang jual beli (bisnis), diantaranya; ulamak Hanafiyah “ Jual beli adalah pertukaran harta dengan harta (benda) berdasarkan

Dokumen ini membahas tentang praktik jual-beli barang secara sistem dari sudut pandang hukum